Yasuna Katakushi Present…
One Word, Say Sorry..
Pairing: Naruto Uzumaki, Hyuuga Hinata.
Genre: Romance, Drama, H/C.
Word: 1,243
Summary: (Penokohan), Hyuuga Hinata. Gadis cantik, manis, sempurna, tapi siapa sangka. Sosok berbalut kulit seputih porselen itu merupakan punggawa kebanggan tim futsal sekolahnya? Gadis berkedudukan sebagai ujung tombak tersebut sudah di percaya tim futsal inti sekolahnya untuk terjun langsung di arena pertandingan. Normalnya futsal putri akan bertarung melawan tim futsal putri juga. Tapi apa jadinya jika tim futsal putri akan melawan tim futsal putra, yang jauh lebih mumpuni dalam bidang sepakbola? / Naruto Uzumaki, punggawa tampan dengan garis wajahnya yang tegas, di tambah dengan tiga pasang goresan di dua sisi pipinya yang menambah kesan manis pada wajahnya. Sosok pangeran dari sekolahnya, sekaligus anak tunggal dari pemilik saham terbesar di dua tim setan lapangan asal Inggris. Manchester United dan Chelsea, Ayahnya. Minato Namikaze, pengusaha yang menguasai hampir separuh dari total saham di kedua tim raksasa tersebut.
Summary: (Cerita) bertepatan dengan hari jadi perusahaan yang bergelut di bidang entertainment Nazu Production, pada hari jadinya yang ke 20 tahun. Nazu Production mengadakan event laga persahabatan, termasuk bidang olahraga futsal, dan dalam laga tersebut. Tim putra dan putri akan bertarung, pertarungan dengan perwakilan sekolah ini akan berlangsung kurang lebih selama 45 hari lamanya. Dan apa yang akan terjadi jika tim futsal putra bertarung dengan tim futsal putri? Akankah berjalan secara Sportif?
NIGHTMARE...?!
Hinata bangun dari posisinya dengan bantuan Brenna, ia masih berada di ruang unit kesehatan. Brenna bilang kalau ia tertidur lebih dari 2 jam setelah sebelumnya sempat sadar dan kembali mengatupkan matanya.
Hinata duduk dengan punggungnya yang bersandar pada sebuah bantal yang ditumpuk untuk menopang tubuhnya, sekarang jam sudah menunjukan pukul 5 sore, tapi langit terlihat sudah kehilangan cahayanya. Seakan matahari mengalah dan memilih pamit lebih cepat dari biasanya dan memberi ruang untuk bulan menyinari sore ini.
Melihat kearah ruangan tempatnya berada, jika diperhatikan sekilas ruangan ini hanya cukup untuk menampung 4 orang, dengan 3 buah ranjang rumah sakit untuk tempat berbaring dan sebuah sofa lipat yang berada dipojok ruangan. Juga jangan lupakan 2 buah wastafel yang berada di samping cermin dekat dengan pintu ruangan ini.
Hinata terdiam kembali, menatap ponselnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Chatnya bersama dengan Arashi masih sama, dan tidak menunjukan tanda-tanda bahwa hal yang semalam itu bukanlah mimpi semata. Itu benar-benar terjadi, dan jika dipikir-pikir lagi, berarti semalam...
"Ah... kau sudah sadar ternyata?" tanya seorang gadis berambut hitam dengan potongan rambut seperti laki-laki.
Gadis ini tampak cantik dan maskulin disaat yang bersamaan, Hinata tidak memungkiri fakta tersebut. Tersenyum singkat saat pandangan mereka saling bertubrukan, sedangkan Hinata hanya menatap dalam diam tanpa memperdulikan senyuman dari gadis tersebut.
"Kau tau, kau cukup hebat tadi. Tapi sayang kau terpuruk dibabak pertama, dan ada kemungkinan bahwa kau tidak bisa mengikuti 2 pertandingan yang akan dilangsungkan nanti." Ujar gadis tomboy tersebut.
Ia membawa semangkuk bubur dengan taburan ayam yang sudah ia potong kecil-kecil, duduk disisi kiri Hinata dan menatap lutut kiri Hinata yang sudah membiru mengingat Hinata jatuh dan menopang berat tubuhnya dengan lutut kirinya sebelum ia ambruk.
"Kau tau, dengan tiba-tiba kau langsung mempunyai banyak penggemar akibat atraksimu tadi." Ujarnya dan sekarang ia terkesan cerewet.
"Aku tidak peduli!" jawab Hinata tidak bersemangat.
Matanya masih tertuju pada handphonenya yang menunjukan chatnya dengan Arashi, membacanya ulang, hingga ia akhirnya percaya bahwa ini semua bukan mimpi, tapi nyata dan memang benar-benar nyata.
"Baik, kurasa kau ingin makan?" tanyanya sambil munyuapi Hinata dengan tangan kirinya.
"Kau kidal sama sepertiku." Ujar Hinata.
"Kheh... aku tidak ingin menjadi seorang bertangan kidal." Ucap gadis itu.
"Ada apa memangnya?" Tanya Hinata yang merasa aneh dengan pernyataan yang diucapkan oleh si tomboy.
"Ya aneh, akan tidak nyaman aku merasa seperti manusia yang berbeda planet jika berada dengan orang yang mengandalkan tangan kanan mereka." Ujar gadis itu.
"Kalau aku jadi kau, aku akan merasa bangga dengan ke-kidal-anku. Kau tau, kita ini unik, berbeda dari yang lainnya. Limited edition." Seru Hinata menggebu-gebu.
Gadis tersebut tersenyum mendengar ucapan Hinata, tapi matanya menyiratkan kesedihan yang ia tutupi. "Sayangnya, aku kidal karena kecelakaan." Ujarnya lemah, dan Hinata yang mendengarnya hanya mampu terdiam.
"Ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Hinata mengingat mereka berbicara tanpa bertegur satu sama lain.
"Namaku Mikha." Ujar Mikha memperkenalkan dirinya.
Hinata tersenyum, satu lagi ia mendapat teman baru. Tapi apapun itu masih belum bisa membuatnya lupa akan kejadian semalam.
"Aku Hinata, nama lengkap itu tidak penting." Sahut Hinata memanyunkan bibirnya mengejek.
"Kalau dipikir-pikir lagi, Naruto-sama sangat beruntung mempunyai kekasih seperti dirimu." Ujar Mikha dengan tatapan menerawang.
"Beruntung apanya?" Tanya Hinata dengan nada tidak senang didalamnya.
"Ia akan melakukan apapun meskipun itu haram untuk ia lakukan." Ujar Mikha dengan nada pasti yang amat kentara.
"Baik, kalau begitu bisa kau jelaskan dan ceritakan bagaimana perangai Naruto yang sebenarnya. Aku ingin mengetahuinya darimu." Pinta Hinata.
.
.
.
Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun berjalan dengan langkah pelan sambil menggendong seekor anjing berjenis pome jantan dalam pelukannya, anjing berwarna putih dengan campuran warna coklat itu menatap hamparan bunga yang dilaluinya dari sorot matanya ia dapat merasakan sukacita yang dirasakan juga oleh tuannya.
"Nah, Pocky. Kau boleh bermain!" ujar Naruto melepas anjingnya dipadang rumput tempat mereka berada sekarang.
Naruto berbaring pada bukit yang berbentuk menurun tersebut, dan mengawasi anjing peliharaannya yang sedang berlari-lari dengan beberapa hewan yang juga hidup disana.
Bangkit dari posisinya dan berjalan menuju sebuah danau buatan berukuran kecil yang berada ditengah taman tidak jauh dari posisinya, berjalan menuju jembatan dan duduk diujungnya. Merendam setengah dari betisnya, kedua tangannya ia gunakan sebagai penopang untuk tubuhnya, menatap sebuah busur yang berada di atas kepalanya. Busur dengan beraneka warna tersebut transparan dan membuatnya sanggup untuk melihat beberapa ekor burung yang beterbangan di atas sana.
"Guukk...!" Naruto menoleh mendapati Pocky yang tengah berjalan ke arahnya.
Anjing itu berjalan dengan sesekali menggoyangkan ekornya, mata coklat kemerahannya berkedip cepat memandang Naruto. Naruto tersenyum mengerti arti dari bahasa tubuh hewan peliharaannya tersebut.
Menggendong Pocky kedalam pelukannya, dan langsung bangkit berjalan menuju salah satu dahan pohon yang menggantung nyaris menyentuh permukaan air danau. Masih dengan posisi memeluk Pocky Naruto berbaring di atas dahan tersebut dengan hati-hati, memejamkan matanya dan menggantungkan kedua kakinya dikedua sisi yang berbeda dan mulai terlelap.
.
.
.
"Bagaimana sifat Naruto-sama yang sebenarnya ya...? Bagaimana jika menurutmu?" tanya Mikha balik tanpa merisaukan pertanyaan Hinata yang ia kembalikan.
"Maksudmu?" tanya Hinata yang kurang mengerti dengan topik pembicaraan yang diarahkan oleh Mikha.
"Ya, Naruto dapat dikatakan berkepribadian ganda. Bukan dalam arti yang sebenarnya." Jelas Mikha secara singkat.
"Kau bicara apa? Aku masih tidak mengerti!" sentak Hinata yang merasa pembicaraan ini berbelit-belit.
"Naruto didepanmu, adalah ia yang sesungguhnya. Berbeda dengan ia saat didepan orang lain, jika ia memperlakukanmu amat berbeda dengan perlakuannya terhadap orang lain. Percayalah, kau lebih dari sekedar sahabat dimatanya." Jalas Mikha dengan nada melembut.
Hinata terdiam, matanya menatap Mikha tanpa ekspresi. Pikirannya melayang pergi entah kemana, apa benar semua yang dikatakan oleh Mikha.
"Percaya atau tidak, Naruto-sama tidak pernah peduli dengan para perempuan. Bahkan aku sekalipun, perempuan yang selalu ia pedulikan adalah ibunya. Dan mungkin selanjutnya adalah kau." Ucap Mikha sambil melangkah keluar dengan semangkuk bubur kosong yang sudah habis dimakan oleh Hinata.
.
.
.
Naruto berjalan menyusuri sisi kanan lapangan, tinggal 15 menit lagi hingga saat dimana timnya yang akan bertanding. Kali ini bukan untuk final, lebih ke closing penyisihan group.
Mengingat sistem yang digunakan adalah kompetisi, maka sehabis pertandingan penyisihan group maka aka nada pertandingan antara tim futsal Nazu atau Kurama dengan para anggota futsal Nazu yang sudah lulus.
Dapat dikatakan sebagai perang saudara, antara kakak dan adik kandung. Naruto sudah bersiap dengan jersey berwarna kuning dengan list disisi bawah kedua tangannya yang berwarna hitam, juga dengan sebuah celana 5 senti diatas lutut dengan warna senada. Kaos kaki oranye gelap nyaris coklat dengan sepatu futsal adidas miliknya yang berwarna oranye dengan torehan kuning dengan alas berwarna hitam.
Rambut kuningnya ia biarkan acak-acakan dengan keringat yang sudah merembes menembus kaos jerseynya, pertandingan kali ini dilaksanakan diruangan terbuka dengan cuaca cerah. Dengan background langit oranye kehitaman.
Diam-diam matanya memburu beberapa sosok yang ia harapkan hadir, dan juga sosok yang tidak ia harapkan mungkin saja hadir. Tapi tanpa sengaja matanya menemukan sebuah kejanggalan, dua orang sosok yang amat mirip dari Kagutsuki sedang bertengkar. Ia tidak yakin apa yang menjadi pokok perdebatan mereka, tapi yang jelas itu adalah sebuah hal yang impossible untuk dapat terjadi.
Memilih mengabaikan penglihatannya, dan berjalan memasuki lapangan mengingat sebentar lagi pertandingan akan segera dimulai. Melakukan sedikit peregangan sebelum memulai pertandingan, dan memilih melakukan simulasi pertandingan sebelum ke acara inti.
.
.
.
Maaf, aku harus mengacaukan pertandingan ini. Aku tidak ingin kau yang dikacaukan oleh Indra!
Aku sudah sempat mengacaukan hidupmu, dan keluargamu membenci keluargaku.
But, untuk kali ini biarkan aku menyelesaikan masalahku dengan caraku sendiri.
Maaf, jika aku memata-mataimu.
Kau membohongi gadismu, tapi kaulah yang layak untuknya.
Setidaknya ini hanya masalah antara sepasang amuba, kalian cukup duduk manis, menjadi pemain figuran dan tinggal mengikuti alurnya saja.
.
THE END
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Naruto : "Yang benar saja, apa-apaan ini?! Tamat sebelum
aku menunjukan kehebatanku?! Sialan kau Author!"
Hinata : "Kau menamatkan fic ini saat keadaanku terpuruk? Oh ayolah, kau sudah membuatku OOC dan sekarang kau tidak bertanggung jawab dengan fic ini?!"
Naruto : "Sudahlah Hinata-chan, kitakan happy ending di canon..."
Hinata : "Diam kau mulut buaya! Ayolah, buat lanjutan dari fic ini dan berikan sedikit kejutan pada para readersmu!"
Naruto : "Hei, kau dengarkan apa yang Hinata bilang?"
Yasuna : "Lanjutkan?! Akan kulanjutkan saat ku lihat sosok Naruto dalam dunia nyata! Bwahahaha..."
Hinata : "Jangan kau keluarkan tawa nistamu itu! Jika aku pertahankan kharisma Hyuuga-ku, mungkin kau sudah ku jyuuken! Kau yang membuatku OOC! SETIDAKNYA BUATLAH AKU TIDAK PENASARAN DENGAN DUA BOCAH KEMBAR SIALAN ITU?!"
Yasuna : "Bocah kembar yang mana?" (watados)
NaruHina : "Mati kau Thorrr!"
Thor : "Siapa yang memanggilku?" (baru bangun tidur)
Jangkrik : "Krik-krik krik-krik?"
Yasuna : "Baiklah sebelum semua anggota avengers masuk kesini, dan Cap bebeb dateng teris Suna ditimpuk pake perisai lollipop, dan berujung pada Suna yang dilebur sama Imron Man, dan berakhir dengan disemutin sama End Man. Mending semuanya pada TBC."
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA, MAAF TELAT HOHOHO...
SELESAI PADA, 10 JUNI 2016 20:57
FIC INI 'SENGAJA' DI UPDATE TEPAT PADA WAKTUNYA, YAKNI PADA TANGGAL 16 JUNI 2016 KARENA BERTEPATAN DENGAN ULANG TAHUN SENIOR SUNA.
NAMANYA, ALFIE YOSEPH CHRISTYADI (PAKPAHAN). KALAU GAK SALAH DIA ANAK XI-IPS-2 DI SMA BUDHAYA ST. AGUSTINUS 2 BUARAN. SEKARANG NAIK KELAS 12.
Sedikit cuap-cuap buat Kang Alfie (panggilan kalo di PASKIBRA), panjang umur, sayang sama Putri juga Hotasi, sayang sama orang tua, jangan lupa Ibadah, jangan lupa sama Angkatan 13 meskipun gagal jadi danton, semoga udah move on dari Kak Princess - ini asli nama orang bukan boongan -, jangan tambah judes, dulu yang paling tinggi kalo di PASKIBRA mungkin kalau kita berdiri terus dideretin mungkin sekarang tinggi kita sama kali ya Kang? #DANTON Angkatan 14
Hohoho... sekedar info, Fic ini juga Suna publish di Wattpad baru Chapter 2. Mungkin kalau ada yang kesulitan buka OW, SS karena iPho-chan jadi bisa baca di Wattpad tapi baru Chapter 2. Jadi harus sabar.
SETELAH INI AUTHOR AKAN HIATUS TOTAL UNTUK SEMUA FANFIC SAMPAI BATAS WAKTU YANG TIDAK DITENTUKAN, HIATUS BUKAN MENELANTARKAN FANFIC!
AUTHOR INGIN MEMBUAT KELANJUTAN DARI BEBERAPA FIC AUTHOR YANG TERBENGKALAI, DARI PADA DITERLANTARKAN LEBIH BAIK DELETE STORY.
BUAT YANG MEMANG MENANTIKAN –SEMOGA ADA- FIC INI TIDAK AKAN HIATUS LEBIH DARI 2 BULAN. DAN UNTUK FIC YANG LAIN, DIUSAHAKAN ADA YANG DAPAT UPDATE SELAMA BULAN PUASA. MENGINGAT WAKTU LIBUR YANG NGAMPAR.
JIKA SEMUA FIC SELAIN INI SUDAH UPDATE SEMUA MINIMAL 1 CHAPTER BARU ONE WORD SAY SORRY AKAN KEMBALI UPDATE.
KETERANGAN UNTUK CHAPTER-CHAPTER SELANJUTNYA:
9. = awal klimaks konflik 1
10. = klimaks konflik 1 menanjak
11. = konflik 1 mulai mereda
12. = awal konflik baru (2)
13. = konflik baru mulai memuncak
14. = konflik 1 mulai memasuki puncak
15. = konflik 3 langsung masuk puncak tanpa awal
16. =konflik 2 terus berlangsung dari pertama muncul
17. =kunci untuk konflik 3
18. = satu jalan untuk 3 tujuan
19. = ada apa dengan Hinata
20. = isi di chapter 20 bergantung dari chapter 9 sampai dengan chapter ke 19. Dan readers juga ikut menentukan.
Tidak menjamin tamat di chapter 20, bisa lebih dan kurang. Tapi author ingin ada 3 konflik utama jika memungkinkan, supaya ceritanya makin kompleks.
Jika mungkin kalau berat untuk dimasukan dalam 1 chapter bersamaan akan dibuat 2 atau 3 chapter.
Jika ada yang mungkin untuk dimedley atau digabung, akan Suna gabung untuk mempersingkat chapter.
Sekian dan terimakasih.
NB = keterangan chapter selanjutnya sewaktu-waktu dapat berubah, bisa mungkin dipercepat atau diperlambat, bisa juga bertukar posisi urutannya. Tidak menjamin, setidaknya kalian puas.
Just for Shinshinri: pffft... apanya yang FFBS, udh lanjut nih op-i.. #Ehhh...
Maaf kalau banyak word hanya untuk pengumuman.
