Chapter 2 : Kenapa Pohon apel bersemi di halaman?
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
As you wish © Elevtron
Rating : M
Genre : Adventure, Tragedy
Warning : Unsur kekerasan, Update tidak menentu, Typo, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Coming Soon
Summary : Naruto seorang siswa biasa terjebak bersama teman-temannya di dalam sebuah permainan yang dimulai oleh makhluk yang tidak diketahui asal-usulnya. Mampukah Naruto dan teman-temannya bertahan? Atau permainan ini adalah akhir dunia?
Flashback On
"Lapor ketua semua persiapan sudah siap" lapor Sasuke kepada seorang wanita yang tengah membelakanginya
"Jangan panggil aku seperti itu, aku punya nama" Ucap wanita yang memiliki surai berwarna pirang pucat tersebut
"Hanya bercanda Shion, lagipula tidak enak memanggilmu seperti itu di depan yang lain" Jelas Sasuke
Akan tetapi, Shion tidak menanggapi dan hanya memutar badannya untuk melihat pria berambut raven yang tengah berbicara di depannya. Wajah datar bonekanya menatap seksama ke wajah wakil OSIS nya yang tidak kalah datarnya. Iris kuning pucat beradu pandang dengan onyx hitam kelam milik Sasuke. Keheningan menyelimuti mereka beberapa saat
"Sasuke jika sesuatu terjadi padaku kumohon sukseskanlah acara ulang tahun sekolah bulan depan" Pinta Shion
"Kenapa tiba-tiba kau berbicara seperti itu? Tenang saja ini tidak akan seperti Pergelaran seni kali ini Sarutobi-sensei mendukung kita" Mimik wajah Sasuke tampak mengeras
"Kenapa Pohon apel bersemi di halaman dan kenapa tanaman rambat melekat di pagar" Ucap Shion seperti teka teki
Mata Shion tampak menatapnya saat mengatakan itu tapi Sasuke tau tatapan Shion hanya menerawang dan kosong.
"Kau ini bicara apa?" Sasuke mulai tidak mengerti ucapan Shion
"Lupakan, pokoknya kau harus berjanji kepadaku Sasuke"
Wajah boneka milik Shion kembali menatap Sasuke dengan tatapan menuntut. Seakan memaksa insan didepannya memberikan jawaban sesuai dengan keinginannya. Inilah salah satu kelebihan Shion yang menjadi penyebab ia terpilih menjadi Ketua OSIS, Aura intimidasi yang ia keluarkan dapat membuat siapapun merubah keyakinannya akan suatu masalah, tak terkecuali sosok didepannya seorang Uchiha yang terkenal dengan sifat keras kepala dan wajah es nya
"Hn. aku Berjanji" Jawab Sasuke tak ingin memperpanjang masalah
"Terima kasih" Senyum tipis terpatri di wajah Shion. Meskipun sangat tipis Sasuke tetap dapat melihatnya
Flashback Off
"Kau dari mana saja Sakon?" Tanya seorang gadis anggota OSIS
"MINGGIR SARA!" Teriak Sakon seperti orang gila
"Hei Sakon, ada apa ini?" Tanya Neji
"Tolong aku, Ukon dia-" Ucapan Sakon terpotong
"Ada apa dengan Ukon?" Kali ini Sasuke menghampiri Sakon
"-terjadi sesuatu di toilet, Ukon terjebak disana" Sambung Sakon
"Baiklah ayo kesana" Ajak Sasuke kepada anggotanya yang lain
Di dalam koridor yang hanya tinggal menyisakan satu loker yang terbuka
"Bagaimana mungkin?" Tanya Sakura kepada dirinya sendiri
"Mungkin saja polisi meninggalkannya karena tidak bisa dijadikan bukti" Naruto ragu
Di depan mereka barang-barang milik 'Shion' sang ketua osis masih tergeletak disana dengan sangat rapi. Hal ini membuat mereka takut sekaligus bingung, mengingat mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri polisi sudah membersihkan loker ini untuk kepentingan penyelidikan kasus kematian ketua OSIS mereka.
"Ini jurnalnya kan?" Tanya Naruto
"Iya benar, kurasa itu kosong kita tidak pernah lihat dia membukanya"
"Kau benar, Hm...aku jadi penasaran"
Sebelum sempat membuka buku tersebut terdengar suara gemuruh dari dalam sekolah
"Apa lagi ini?" Gumam Sakura penuh kecemasan
"Kita harus pergi, Cepat kita ke mobilku" Ajak Naruto
Lampu di dalam koridor tersebut satu-persatu mati dan suara gemuruh semakin terdengar jelas dari seluruh penjuru sekolah. Sementara itu di gedung tempat terlaksananya acara terlihat beberapa anggota OSIS sedang berkumpul di depan toilet
KLEK
'Tidak terkunci' batin Sasuke
"KYAAAA" Terdengar teriakan histeris dari para gadis berbarengan dengan pintu toilet yang dibuka oleh Sasuke
Seluruh manusia menatap tak percaya akan pemandangan yang telah ada di depan mereka. Perempuan anggota OSIS tak kuasa menahan air mata dan teriakan histeris mereka melihat keadaan Ukon. Sementara para laki-laki hanya diam mematung tanpa memberikan respon apapun selagi menahan sesuatu yang hendak keluar dari mulut mereka akibat reaksi yang berasal dari saluran pencernaan dan impuls otak.
"Tenanglah Hinata, berhentilah menangis" Ucap Ten-ten tetapi tidak membantu karena dia pun ketakutan setengah mati
Bukan hanya Ten-ten tapi seluruh anggota osis yang melihat kondisi Ukon sekarang. Pria itu berdiri terpaku bagaikan patung dengan pandangan kosong, tetapi yang mengerikan adalah seluruh tubuhnya bermandikan darah
"Shino dan Lee bawa perempuan ke aula gedung dan beritahu Ibiki-sensei untuk mempercepat gladi resik" Ujar Sasuke yang berhasil mengendalikan diri
"Baiklah Sasuke" Ujar Shino si pria ber kaca mata
"Ukon? Apa kau baik-baik saja?" Pertanyaan bodoh keluar dari mulut Lee
"Wa...nita itu, dia kembali" Lirih Ukon
"Wanita? Siapa Ukon?" Tanya Sakon yang kini telah berdiri di hadapan saudara kembarnya
"dia...wanita itu...dia kembali" Ukon mengulang kalimat itu seperti orang gila sambil memegang kepalanya
"DIA KEMBALI! ARGHHH" Ukon mengamuk sambil menerjang Sakon dan mencekiknya
"Hey Ukon, apa yang terjadi padamu?" Teriak Neji mencoba melerai, lebih tepatnya menyelamatkan Sakon yang sebentar lagi akan kehabisan nafas
BUKKK tendangan Kiba tepat mendarat di muka Ukon. Ukon langsung pingsan di tempat dan teman-temannya memandang satu sama lain dengan tatapan horror
"Astaga, tadi itu hampir saja" Ucap Naruto lega sembari memelankan laju mobilnya
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sakura, ia terlihat hampir menangis
"Aku tidak tau, kita harus segera ke tempat yang lain dan menceritakan semuanya" Naruto langsung memacu mobilnya ketempat acara
Suara mikrofon terdengar
Kepada seluruh siswa harap besok hadir di tempat acara sebelum jam 8
Pengumuman dari Ibiki-sensei melalui sarana informasi sederhana tersebut membuat gedung tersebut kembali sepi persis sebelum gladi resik dimulai dan hanya menyisakan anggota OSIS
"Hah, panas sekali disini" Ucap seorang wanita kepada teman-teman di sekelilingnya, nampak ia akan melepaskan blazer OSIS nya
"Hei, Ino pakai bajumu dengan benar" Protes wanita ber kaca mata disana
"Diamlah Karin, bilang saja kalau kau iri" Balas Ino tidak mau kalah
Tatapan keduanya salik mendelik satu sama lain, memang sudah biasa terjadi pertikaian kecil di antara mereka terkait masalah bentuk tubuh dan ke-etisan menunjukkannya di depan umum, terlebih hal itu ditujukan untuk menarik perhatian laki-laki yang sama
"Heyyy kalian!" Teriak suara dari luar aula memotong perdebatan tersebut
"Kenapa kalian terburu-buru?" Respon Karin bingung
"Apa semua anggota wanita ada disini?" Ucap Lee pria berambut mangkok tanpa menjawab pertanyaan Karin
"Tersisa Matsuri dan Sara di belakang panggung" Ucap gadis berambut pirang bermodel kuncir empat yang terlihat berjalan ke arah mereka
"Bisa tolong panggilkan mereka Temari ini perintah Sasuke" Jelas Shino
"Hei, Hinata dan Ten-ten kenapa kalian?" Tanya Ino melihat kedua temannya datang menghampiri mereka sambil menangis
"Ukon d-dia..." Ucap Hinata
Bertempat di salah satu wilayah kota Konoha. Berdiri megah gedung tempat besok berlangsungnya acara peringatan ulang tahun Konoha Gakuen. Sebuah acara tahunan yang di selenggarakan sebagai pengingat tentang hari bersejarah dimana pendiri sekolah mereka yakni Hashirama Senju pertama kali membuka secara resmi kegiatan belajar mengajar di Konoha Gakuen. Tahun ini merupakan tahun yang istimewa karena tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun sekolah tidak dilaksanakan di kawasan Konoha Gakuen. Akan tetapi, kali ini bertempat di sebuah gedung terbesar di kota ini yaitu Konoha Convention Center.
Jika ada yang bertanya apa alasannya, tentu saja semua civitas akademika di sana akan menjawab 'Hanya ingin suasana baru'. Tapi tidak ada yang cukup bodoh untuk mempercayainya saat mereka tau kejadian yang menimpa sekolah tersebut seminggu yang lalu hingga membuat sekolah paling terkenal se-antero Konoha di jadikan TKP oleh pihak kepolisian selama 2 minggu lamanya. Bukan hal yang mudah mencari gedung mewah hanya dalam rentang waktu satu minggu yang dapat menampung semua siswa Konoha Gakuen. Oleh karena itu, semua anggota OSIS akan memberikan semua yang mereka punya demi kesuksesan acara ini termasuk...
"Naruto kurasa kita harus menceritakan isi jurnal Shion ke yang lain" Sakura masih dengan tubuh berkeringat dingin hendak menuju aula gedung bersama Naruto
"Kurasa tidak, kau tau isinya hanya teka-teki dan sedikit tidak jelas"
Kening Naruto tampak mengernyit, sungguh dari semua hal di hidupnya ia paling benci dengan dua hal yaitu Hal berbau hantu dan Hal yang memaksa otak bodohnya berpikir. Luar biasanya berkat jurnal yang ada di genggamannya sekarang iya harus mengalami kedua hal tersebut secara bersamaan.
'Perfect' Batin Naruto Miris
"Teka-teki yang menyeramkan lebih tepatnya" Ucap Sakura seraya tersenyum getir
"Sebaiknya kita cepat masuk kedalam" Ajak Naruto
Hendak melangkahkan kaki kembali kedua manusia tersebut dikagetkan dengan sirene ambulance yang berbunyi sangat nyaring hingga terdengar sampai ke dalam gedung. Tidak lama setelahnya, beberapa orang tampak membawa tubuh Ukon yang pingsan keluar gedung serta mengagetkan Naruto dan Sakura yang hanya bisa mematung di tempat tidak melanjutkan langkah kaki mereka ke tujuan awal yakni aula gedung.
"Astaga!" Ino menutup mulutnya dengan kedua tangan mendengar penjelasan Hinata
"Bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya Sara
Terlihat di depan panggung anggota OSIS berkumpul untuk mencari tahu keributan kecil setelah acara gladi resik mereka. Semuanya langsung mengerubungi Hinata dan Ten-ten seperti semut memperebutkan gula saat melihat ambulance yang membawa Ukon melaju pergi menuju rumah sakit Konoha.
"Aku tidak tau, saat disana dia sudah seperti itu" Jelas Shino
"Aku harap semuanya sudah berkumpul" Sasuke datang dengan noda darah di bajunya
"Sasuke-senpai bagaimana keadaan Ukon-senpai?" Tanya Matsuri dengan raut wajah khawatir
"Dia sudah dibawa kerumah sakit bersama Sakon dan Gaara" Kali ini Shikamaru yang menjawab
"Kurasa tidak aman berada disini, kita harus kembali kerumah masing-masing dan bergegas besok pagi" Ucap Sasuke
Sasuke berlalu meninggalkan gedung masih dengan ekspresi dinginnya tetapi bagi yang mengenal Sasuke akan tau bahwa ekspresi itu menggambarkan segala emosi yang melanda bungsu Uchiha tersebut, mulai dari marah, kesal, khawatir bahkan sedih. Semua anggota OSIS sudah tau mereka tidak dapat membantah saat Sasuke memberi perintah terlebih tidak ada Naruto disini.
"Siap Ketua" Jawab Seluruh anggota serentak
Sasuke menghentikan langkahnya, jujur ia benci dengan kata-kata itu sama seperti pemilik jabatan sebelumnya. Mungkin sebagai Uchiha ia akan senang sekarang, mengingat ajaran leluhurnya yakni Uchiha Madara yang menekankan filosofi seorang Uchiha harus menjadi pemimpin. Akan tetapi, sebagai sahabat kata 'itu' kembali mengingatkannya dengan Shion. Selepas kepergiannya otomatis jabatan ketua OSIS beralih ke tangannya selaku wakil ketua, meskipun goresan bordir di blazer OSIS nya tetap tertulis 'wakil ketua OSIS'. Ia punya alasan sendiri tentang hal itu. Kehadiran pemuda pirang dan gadis fansgirl pinky nya juga tidak membantu suasana hati Sasuke yang kembali mengingat kenangan lama. Sasuke tak mempedulikan panggilan 'Teme' khas sahabat pirang nya meskipun terlihat dari raut wajahnya hendak menyampaikan sesuatu yang penting. Namun, Sasuke tidak mau menambah beban pikirannya yang sudah sangat berat akibat acara ulang tahun sekolah dan kejadian tadi. Ia hanya ingin tidur dan melupakan masalahnya sejenak agar bisa fit esok hari. Terlebih kehadiran Naruto malah makin menguatkan ingatannya tentang 3 orang anak kecil yang berjanji akan selalu bersama hingga maut memisahkan.
'Sial' Umpatnya dalam hati
TBC
Author Note's : Baiklah balik lagi sama Elevtron. Udah chapter dua ada yang udah bisa nebak konfliknya bakal gimana?. Untuk judul chapternya itu sebenarnya teka-teki yang akan menjadi kunci penting loh jadi silahkan menebak.
Mohon maaf chapternya pendek-pendek karena masih baru banget di dunia tulis menulis wkwkwkwk. Mohon juga kritik dan sarannya agar fanfic ini dapat lebih baik di kemudian hari.
Hope you enjoy it
Well see u in the next chapter
x
x
x
