Chapter 3 : Merepotkan

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

As you wish © Elevtron

Rating : T

Genre : Adventure, Tragedy

Warning : Unsur kekerasan, Update tidak menentu, Typo, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Coming Soon

Summary : Naruto seorang siswa biasa terjebak bersama teman-temannya di dalam sebuah permainan yang dimulai oleh makhluk yang tidak diketahui asal-usulnya. Mampukah Naruto dan teman-temannya bertahan? Atau permainan ini adalah akhir dunia?

Chapter 3

Rumah sakit Konoha adalah rumah sakit yang di kenal paling berkualitas di bandingkan fasilitas layanan kesehatan lainnya. Tidak mengherankan jika rumah sakit ini memiliki standar yang tinggi dalam melayani para pasiennya. Dimulai dari dokter yang minimal sudah memiliki gelar doktor, proses administrasi sudah sepenuhnya mengandalkan sistem elektronik cerdas hingga canggihnya alat kesehatan di rumah sakit ini. Rumah sakit ini juga memiliki divisi penelitian yang khusus meneliti tentang fenomena-fenomena baru di dunia kesehatan. Bahkan berita baru-baru ini menyebutkan divisi penelitian rumah sakit Konoha sudah menemukan obat kanker dan tumor tanpa harus melakukan operasi dan kemoterapi. Para dokter di rumah sakit ini selain memiliki pendidikan tinggi juga memiliki pengalaman di atas rata-rata sebut saja salah satu dokter spesialis jantung disana yang bernama Shizune. Rumor yang beredar mengatakan bahwa ia sudah membuat alat penunjang kehidupan baru menggantikan jantung sehingga secara tidak langsung membuka kemungkinan untuk menghidupkan orang yang telah mati. Gila bukan? Ah itu masih tidak ada apa-apanya dibandingkan kepala rumah sakit Konoha yaitu Tsunade Senju. Seseorang yang dikenal sebagai dokter paling berbakat dan jenius sepanjang sejarah serta satu diantara sekian banyak dokter yang belum menikah di umurnya yang sudah menginjak setengah abad lebih. Tanpa harus ia akui orang-orang pasti sudah mengira ia melakukan operasi plastik untuk menjaga bentuk wajahnya. Tetapi rumor lain mengatakan bahwa ia memiliki resep awet muda yang ia rahasiakan dari siapapun di dunia ini. Meskipun Tsunade tidak terlalu mendengarkan hal itu karena dia sedang sibuk menyelesaikan impiannya- ah bukan itu adalah impian adik kecilnya dan mantan pacarnya waktu muda dulu yang entah kenapa ia teruskan untuk melupakan rasa kesedihannya akan kematian dua orang tersebut meskipun ia tahu tak akan pernah bisa. Rumor-rumor tersebut membuat kehidupan pekerja di sana lebih berwarna dan tidak monoton hanya sebatas menangani orang sakit dan mencium bau obat. Maksudnya manusia jenis apa yang tidak jenuh melakukan rutinitas yang sama setiap hari. Meskipun mereka akui kejadian ataupun penyakit aneh yang pasien mereka alami akan mengundang sedikit gairah dan rasa ingin tahu mereka sebagai dokter ataupun ilmuwan medis termasuk kejadian ini.

Di halaman sebuah rumah sakit terlihat sebuah mobil ambulance mengeluarkan pasiennya dengan terburu-buru

"Tolong beri jalan ada pasien gawat darurat disini" Teriak seorang pegawai rumah sakit

"Apa yang terjadi Gaara?" tanya seorang dokter

"Tolong temanku ayah, dia sudah seperti itu saat kami temukan" Jawab Gaara seorang pria tampan berambut merah

Tanpa berlama-lama, Sara ayah gaara yang kebetulan bertugas di unit gawat darurat langsung masuk ke ruangan tempat ukon dibawa oleh para perawat. Tidak lupa ia memberi isyarat bagi Gaara untuk menunggu dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Hiks...Hikss...ini salahku, seharusnya aku tidak meninggalkannya" Isak Sakon terdengar

"Sudahlah Sakon, kau tidak perlu menyesalinya sekarang kita harus menjaga Ukon dengan baik" Gaara mencoba menasehati Sakon

Sejujurnya dia sedikit risih melihat Sakon terus menangis seperti anak perempuan yang tidak diberi lolipop oleh ibunya. Sepanjang perjalanan di dalam mobil ambulance ia terus meminta maaf kepada adiknya yang tidak sadarkan diri. Gaara tentu saja merasa sedikit kesal karena jujur saja ia cukup lelah mengatur dekorasi untuk panggung, tata cahaya dan efek suara serta masalah teknis lainnya. Niat hati bertemu kembali teman-temannya untuk briefing sebelum pulang ia malah disuguhkan pemandangan mengerikan melihat Ukon saat di bawa menuju ambulance dengan tubuh bermandikan darah. Tidak cukup sampai disitu si brengsek Sasuke justru menyuruhnya menemani Sakon ke rumah sakit, tentu saja Gaara tidak bisa menolak apalagi setelah Sasuke memberikan alasan yang cukup membuat lidahnya kelu "Ayahmu kan dokter" Ucap nya datar

'Cih, sial' Umpat Gaara dalam hati

Melihat Sakon sudah sedikit tenang, Gaara beranjak pergi. Jujur saja alasan ia kesal dengan Sasuke bukan karena ia malas menemani ataupun membenci Sakon. Tidak, Gaara cukup yakin ia memiliki sikap setia kawan yang tinggi. Bukan juga ia memiliki masalah personal dengan Sasuke. Gaara sama sekali tidak masalah dengan sikap dingin dan cueknya yang dapat membuat sahabat rambut pirangnya kesal setengah mati. Gaara sama sekali tidak masalah karena ia kurang lebih juga memiliki kepribadian yang sama. Alasan utamanya ialah ia sangat ingin tahu kejadian apa sebenarnya yang menimpa temannya itu. Sungguh tidak mungkin menanyakan Sakon yang sudah seperti pecandu yang sedang depresi tentang penyebab adik kembarnya seperti itu. Gaara hanya bisa menahan rasa ingin tahunya dalam-dalam dan mencoba mencari sisi baik, ya paling tidak dia bisa bertanya pada kohai nya kan? Hitung-hitung sebagai bahan obrolan.

"Mau kemana?" Pertanyaan Sakon menghentikan langkah kaki Gaara sejenak

Gaara hanya mendengus pelan dan berucap

"Kamar mandi"

Keheningan, itulah suasana yang terjadi di sebuah kamar, tiba-tiba

Tingggg handphone Shikamaru berbunyi

"Sial, ternyata hanya notifikasi grup" Keluhnya tapi shikamaru tetap membukanya

Chatroom talk On

Sasuke : Istirahatlah, besok kita harus bekerja keras

Lee : Siap Bos!

(Nomor tidak dikenal bergabung ke obrolan)

Gambar diterima

Karin : "HOLY SHIT! Ino omong kosong apa ini?"

Sakura: "Hei, ino-pig kau berusaha memberi lelaki semangat untuk besok dengan gambar itu?"

Ino : "Fuck, Siapa yang mengirimnya?"

Kiba : "Sepertinya orang yang baru bergabung ke obrolan haahah, terima kasih ino kau punya tubuh yang bagus"

Ino : "Berhenti bicara Kiba atau kupotong lidahmu, WTH Ukon hapus gambar itu sekarang"

Shikamaru membuka profil nomor tidak dikenal tersebut dan benar itu wajah Ukon, sebuah kabar baik dia sudah sembuh

Kiba : "Ukon kau sudah baikan? Apa yang tadi terjadi kawan, maaf aku menendangmu tadi"

Gaara : "Teman-teman, ini tidak lucu"

Ino : "Gaara benar, ini tidak lucu Ukon hapus gambar itu sekarang!"

Gaara : "Bukan itu, Ukon dirumah sakit dan dia...masih tidur karena obat bius"

Matsuri: "Gaara-senpai kumohon jangan bergurau"

Gambar disimpan

Sara : "OMG"

Karin : "Sakura kau brengsek!"

Sakura: "Karin ini salah paham, aku dan Ino hanya bergurau"

Karin : "Kau sebut itu gurauan? Dengan melakukan gosip dan mengumbar aibku? Dasar kau bajingan Ino kau wanita murahan jalang"

Ino : "Hey jaga mulutmu, itu kesalahanmu tidak menjaga dirimu sendiri yang punya banyak kekurangan itu"

Karin : "KAU!"

Neji : "Hentikan! Bisakah kalian tenang? Jika bukan Ukon, siapa pemilik nomor yang baru masuk ini"

Gaara : "Aku tidak peduli keluarkan saja dia dari grub"

Sakura: "Percuma aku sudah mencobanya tetapi tidak bisa"

Shikamaru terperangah kemudian melihat detail grub OSIS. Akunnya tidak bisa keluar dari grub maupun mengeluarkan orang

Video tersimpan

Gaara : "Apa lagi ini?"

Kiba : "Entahlah kawan kurasa seperti tayangan slide"

Sakura: "Tidak mungkin"

Neji : "Bagaimana bisa?"

Shikamaru membuka file video itu dan betapa terkejutnya ia melihat foto teman-teman sekolah mereka yang memalukan terus berputar di dalam video itu diiringi alunan lagu tetapi...

Sasuke : "Itu suara Shion"

Shikamaru: "Sudah cukup omong kosong ini. Sepertinya dia hanya orang asing lebih baik kita offline sekarang"

Perangkat smartphone nya pun tidak lagi terhubung di internet. Akan tetapi, tidak dengan ingatannya. Shikamaru masih mengingat kejadian tadi begitupun teman-temannya. Kepala nya mencoba memutar kembali memori yang ia dapatkan beberapa menit yang lalu.

'Ukon tidak mungkin melakukan itu, dia tidak ada masalah dengan siapapun. Satu-satunya orang yang dia benci hanya Sakon saudara kembarnya sendiri itupun tidak dalam skala serius dalam artian hal biasa diantara saudara laki-laki' Gumam Shikamaru dalam hati

Dia pasti orang lain, ya orang lain. Otak Shikamaru mencoba mencari segala kemungkinan tentang kejadian tadi. Namun, terlalu banyak kemungkinan yang melintas di otak pemilik IQ 200 tersebut. Hingga Shikamaru nampak menyadari sesuatu, ia yakin sekali ini adalah jawaban akan permasalahan yang hinggap di otaknya beberapa saat yang lalu.

Dengan cepat ia mengambil handphone mengatur alarm agar ia bisa bangun pagi besok. Shikamaru sudah yakin dengan kesimpulan yang diambilnya, ia sangat yakin bahwa ia sangat sangat tidak perlu memikirkan hal yang masuk dalam skala 'hal yang merepotkan' baginya tersebut. Lagipula ia punya acara besok yang sangat penting baginya dan teman-temannya. Shikamaru mungkin tidak perlu sepeduli ini jika saja si bungsu Uchiha itu tidak dengan seenaknya mengangkatnya menjadi 'wakil sementara' di susunan kabinet yang juga 'sementara' milik pemuda raven tersebut. Tetapi, bukan waktunya mengeluh bahkan bagi orang yang suka mengeluh seperti Shikamaru, dia hanya perlu menjernihkan pikiran dan tidur. Hal ini tentu sangat mudah bagi pemuda yang sudah menghabiskan miliaran menit di alam mimpi. Tentu saja tidak akan ada masalah

...

...

...

"Arghhh! Sial" Umpat Shikamaru

Matanya tidak bisa terpejam dan tubuhnya menolak berbaring dengan tenang akibat pikiran-pikiran merepotkan selalu berputar di kepalanya. Mulai dari persiapan acara ulang tahun sekolah yang merepotkan, kejadian Ukon yang merepotkan, dan kejadian di chatroom OSIS tadi yang tidak kalah merepotkan. Shikamaru berpikir besok hal apa lagi yang akan menimpa dirinya, mungkin dia akan jadi ninja dan melawan zombie berambut hitam yang akan membuat manusia masuk ke dalam dunia ilusi, hahh itu adalah akhir dunia. Benar-benar merepotkan

"Hahh kurasa aku tidak akan tidur sampai pagi" Begitulah ucapan sang raja tidur yang akan bertobat

TBC

Author Note's : Halo-halo ya bisa dibilang chapter ini lebih banyak deskripsinya ya tapi Elevtron sengaja karena deskripsi latar itu sangat penting untuk kenyamanan para readers dalam membaca fic karya Elevtron ini. Untuk salah satu konflik di chapter ini Elevtron terinspirasi dari salah satu film hollywood kalau readers udah pernah nonton pasti tahu scene yang mana wkwkwk.

So udah chapter 3 tapi keknya konflik utamanya belum terlalu kelihatan hehe... maafin pembawaan gaya menulis Elevtron yang agak slowpace dan juga untuk jumlah word yang kadang gak menentu soalnya perpotongan tiap chapter itu harus rapi dan gak membuat readers sekalian bingung saat membaca chapter selanjutnya. Mohon maklum karena masih dalam tahap belajar di dunia tulis menulis wkwkwkwk. Mohon juga kritik dan sarannya dikolom Review agar fanfic ini dapat lebih baik di kemudian hari.

Hope you enjoy it

Well see u in the next chapter

x

x

x