Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

WARNING! Typo(s), OOC, Gaje, Crack Pairs, Alur dan Konflik yang tak jelas serta Penempatan tanda baca yang tidak sesuai dan banyak sekali kesalahan-kesalahan lainnya.


F : Frog

"Tou . . . Tou . . .!" langkahnya terhuyung namun itu tak menyurutkan langkahnya untuk menyambut kedatangan sang ayah, rambut pirang platina jabrik miliknya nampak berantakan karena tertiup angin.

"Berhenti di situ, Minoru! Tou-san akan segera ke sana." Ucap Minato yang sedang mengobrol dengan hewan Summonan miliknya, Gamabunta. Katak besar itu lantas mengalihkan pandangannya pada sosok mini Minato.

Seorang bocah mungil dengan rambut yang sama-sama jabrik dengan warna mata yang sama seperti milik tuannya.

"Sebaiknya kau kembali, Gamabunta!"

"Baiklah, Master!"

Dengan kepulan asap yang membumbung tinggi sosok katak besar itu hilang seketika, pandangan Minoru membumbung ke atas seolah mencari keberadaan benda atau hewan itu.

Kemana perginya benda itu? itu apa? Seperti mainan-mainan yang berada di kamarku?

Minoru kecil pun dibuat bingung dengan asap itu, "Tou . . . Tou . . ." tangannya menunjuk-nunjuk ke udara, menyuruh ayahnya untuk mencari keberadaan hewan itu, Minato tertawa terbahak demi kelakuan anaknya yang baru berusia 1 tahun itu,"Hei! Dia sudah kembali ke dunianya, nak! Nanti jika kau sudah besar akan Tou-san ajarkan untuk memanggil mereka." Minato mengangkat tubuh mungil Minoru dan mengajaknya pulang.

-M-

Minato membuka knob pintu dengan menggendong Minoru di sisi sebelah kirinya, sedangkan bayi itu memeluk leher ayahnya dengan erat.

"Selamat datang, Minato-kun!" Ino menghampiri sang suami dan mengecup singkat pipi kiri sang pria yang kemudian di balas Minato dengan kecupan singkat di dahi sang istri, "Selamat sore, Ino-chan!"

"Ehhh …. Kaaa, Kaaaa!" Protes Minoru pada kedua orangtuanya yang kemudian disambut gelak tawa Ino dan Minato.

Tak bisakah Tou-san dan Kaa-san tidak melakukannya di hadapanku?

Minoru mengerucutkan bibirnya, nampak lucu karena pipi gembilnya terlihat menggembung, membuat sang ibu tak bisa menahan untuk menciumi pipi putranya itu, "Ahhhhh, kau lucu sekali Minoru-kun! Putra Kaa-san memang tampan." Ino menciumi Minoru tanpa ampun membuat anaknya itu 'mengomel' yang entah kedua orangtuanya mengerti atau tidak.

"Kaaaaaaa Kaaaaa Kaaaa!"

Ahhh Kaa-san menyebalkan, aku benar-benar risih diciumi seperti ini.

"Biarkan Tou-san mandi dulu, ayo ikut Kaa-san!" Ino mengulurkan tangannya agar Minoru beralih ke gendongannya namun nampaknya bocah itu tak mau melepaskan diri dari gendongan sang ayah, "Hahahaha, ikut Kaa-san dulu ya . . .!"

"Jangan merajuk Minoru-kun! apa kau tak mencium bau Tou-san, huh? Baunya sudah menyerupai rusa-rusa di rumah Shika-ji, bukan?"

Kali ini Minoru mengangguk, membuat Ino tertawa puas dan menjulurkan lidah pada sang suami yang hanya tertawa dengan kelakuan sang putra, mengacak rambut jabrik Minoru sebelum akhirnya menyerahkan anaknya itu pada sang istri, "Tou-san mandi dulu! Kau akan mendapatkan hukuman karena bersekongkol dengan Kaa-san, ya!"

"Hahahaha, kami tunggu hukuman darimu Tou-san!" pekik Ino dengan memainkan tangan mungil Minoru, sedangkan Minato sendiri kini tengah menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamar dan mandi, meninggalkan Ino dan Minoru sendirian, "Hmmm, sekarang kita bersihkan tanganmu dulu, baru kau boleh bermain lagi Minoru-kun!" ungkap Ino yang mengambil beberapa lembar Tissue basah dan mengelap kedua tangan sang putra hingga bersih, ibu muda itu kemudian membawa anak semata wayangnya ke ruang keluarga dimana beberapa boneka rubah dan katak tergeletak di ruangan itu.

"Kau di sini saja ya, jangan kemana-mana! Kaa-san akan membuatkan bubur dan susu untukmu! Kau mengerti?"

Minoru memandang sang ibu kemudian mengangguk, berjalan sebentar namun terlalu malas akhirnya bocah itu merangkak menuju boneka-bonekanya.

Boneka ini mirip hewan yang berbicara dengan Tou-san tadi, Minoru mengamati boneka berbentuk katak tadi dengan serius.

Tak biasanya Minoru akan berkonsentrasi seperti itu, Naruto yang baru saja datang dan masuk ke ruang keluarga dengan membawa semangkuk ramen di tangannya terkikik geli, "Kau kenapa, Minoru?" sang Hokage muda itu mendudukkan diri di sofa di atas sang adik yang duduk di lantai.

"Niii … niiii!" bocah kecil itu bermaksud mengajak bicara sang kakak, menunjuk boneka katak yang tergeletak di lantai, "Gaaa maaa, gaaa…!"

Naruto nyengir tertahan dengan kelakuan sang adik, gemas ia kemudian meletakkan ramennya di atas meja kemudian duduk bersama sang adik, "Urghhh kau benar-benar menggemaskan!"

Minoru tersenyum manis, ia berdiri dan berjalan menuju Naruto, memeluk sang kakak erat-erat, "Nii, … Niii Niiii!"

"Kau mau melihat mereka yang asli?"

Minoru mengangguk dan bertepuk tangan, "Yaaaaayyyyyyyyyy!" bocah kecil itu tertawa bahagia dan semakin mengeratkan pelukannya pada Naruto.

"Lepaskan Naru-nii dulu jika kau ingin melihatnya, Minoru!" sang ayah datang dan mengacak rambut Minoru gemas, "Dia pasti tertarik dengan keberadaan Gamabunta tadi!" Minato mengangkat tubuh mungil putranya agar duduk di pangkuannya, "Perintahkan ia untuk menyusutkan dirinya, Naruto!"

Naruto mengangguk mengerti, "Kau siap Minoru?"

Minoru memandang sang kakak tanpa berkedip dengan tenang ia menyandarkan dirinya pada sang ayah yang memeluknya erat.

"Kuchiyose No Jutsu …..!"

Pufft!

Seekor katak berwarna kuning dengan pembawaan ceria muncul, ia memekik ceria "Naruto~"

"Lama tak berjumpa Gamatatsu!" Naruto mengambil katak kecil itu, dan menempatkannya di atas kepala, "Lihatlah! Kau mau bertemu dengannya bukan?" Naruto menunjuk makhluk yang berada di atasnya.

Mata milik Minoru terbelalak demi menyaksikan katak kecil yang bertengger di kepala sang kakak, "Itu Gamatatsu, Minoru! Dia nanti akan menjadi Summon-an milikmu!" Minato menunjuk Gamatatsu yang mengangkat satu tangannya "Anak itu siapa, Naruto?"

"Dia adikku, Gamatatsu!"

"Dia lebih tampan darimu!"

Ino yang baru memasuki ruangan dengan membawa semangkuk bubur dan botol susu untuk Minoru, "Terimakasih, Gamatatsu!" ucap Ino yang hanya dihadiahi dengusan sang Hokage.

Dia sama sekali tidak keren, aku mau melihat yang seperti milik Tou-san!

Minoru mengalihkan pandangannya pada sang ayah.

Waktunya mengeluarkan jurus pamungkas . . .

Bibir merah tipisnya bergetar, dahinya berkerut, mata bulatnya mulai mengeluarkan air mata dan akhirnya tangisan pecah dari putra ke-2 Minato itu, "Heiiii! Kenapa kau menangis?!" Minato berdiri dan mendekap Minoru dalam dekapannya, "Bukankah kau menginginkan untuk melihatnya?"

Pelan Minato menepuk-nepuk lembut punggung sang putra, "Hussshhhh!"

"Apa dia takut padaku?"

Ino tersenyum lembut dan mengusap katak itu, "Tidak! Mungkin dia hanya lapar, ini adalah jam makan untuknya, jangan dipikirkan ya!"

Katak itu tersenyum ceria, "Iya Nyonya cantik!" ucapnya ceria, "Kalau begitu aku kembali dulu, Sampai jumpa Master!"

Puffttt!

Gamatatsu menghilang seiring asap yang mengepul di ruangan itu.

"Minoru . . .!" Ino menggelengkan kepalanya, "Jangan seperti ini lagi! Kau cukup banyak merajuk, jangan selalu memanjakannya Naruto, Minato-kun!"

Ino menghela napas panjang, ibu muda itu menyendokkan bubur untuk sang putra, "Ayo makan!"

Minoru sudah kembali tenang sekarang dan memutuskan untuk menurut pada ibunya, bocah itu kemudian terdiam dan dengan tenang melahap buburnya.

"Jangan terlalu sering memanjakannya! dia tidak boleh selalu mengandalkan kalian, dia harus belajar bahwa semua keinginannya tak mungkin bisa di dapatkan jika hanya meminta dan meminta! Dia harus berusaha sendiri, tapi nanti saat ia sudah dewasa!" kali ini Ino benar-benar seperti ibu-ibu, nampak dewasa dengan aura lembut yang menguar dari dirinya.

Minato kini benar-benar dibuat terkejut dengan diri Ino sekarang, ia berjalan mendekati sang istri dan putranya, "Maafkan kami!"

Ino tak mempedulikan permintaan maaf sang suami, seakan tak mendengar Ino menyuapi Minoru tanpa mempedulikan Minato.

Naruto sendiri entah kabur kemana, meninggalkan Ino dan Minato sendiri di ruangan itu bersama Minoru.

"Aku hanya tak ingin nantinya Minoru merendahkan Gamatatsu jika kau menurunkan jutsu itu padanya, aku ingin dia menghormati juga apa yang ia miliki dan juga menjaganya!"

"Iya aku tahu, Ino-chan! ahhh~ kau benar-benar sensitive akhir-akhir ini! Apa kau sedang hamil lagi?" goda Minato pada sang istri yang kemudian membuat Ino merona, "Bagaimana aku bisa hamil jika kau saja tak pernah menyentuhku?!" ungkap Ino, mengeratkan pelukannya pada Minoru.

"Jadi . . . kau menginginkannya?"

"Minato-kun! jangan bicara macam-macam di depan Minoru!" ungkapnya kesal. Ahhh~ Ya Tuhan inilah yang ia sukai dari Minato, ia bisa menggodanya, dewasa dan kocak pada waktunya, "Aku mencintaimu!" ungkap Ino, "Tidak usah menjawabnya!" lanjut Ino lagi, wanita Namikaze itu kemudian beranjak dari duduknya dan menyerahkan Minoru pada sang ayah.

"Uhhh?"

"Tou-san ….!" Oceh Minoru memandang sang ayah yang tersenyum geli memandangnya, "Minum susumu! Dan jangan usil lagi, Minoru-kun! Kaa-san akan mencuci mangkuk dan botol susumu."

Dengan menyesap Susu di botolnya Minoru mengangguk.

"Bagus!" Ino tersenyum pada sang putra dan meninggalkannya sendiri bersama sang ayah.

Aku juga mencintaimu Ino-chan! aku akan mengatakannya di waktu yang tepat.

Minoru tertawa senang ketika Naruto memanggil Gamakichi, katak besar itu berada di hadapan mereka sekarang.

Ini kereeeeeennnnnnnnnnnn

Bocah 1 tahun itu bertepuk tangan bersemangat di gendongan sang kakak, "Kau senang? Hahahaa! Jangan beritahu Kaa-san bahwa aku mengajakmu ke hutan dan memanggil Gamakichi!"

Minoru mengangguk dan memeluk ceria sang kakak. Untuk anak ukuran 1 tahun Minoru cukup cerdas dan mengerti dengan sekelilingnya.

Terimakasih Onii-chan …

Minoru mencium dan menggigit pipi sang kakak.

"Dasar Namikaze!"

Tawa Naruto dengan menggelitiki sang adik.

Semua ini hanya gara-gara katak, huh~

.

.

.

.

THE END (See Ya In G Series) ^^


I'm back with F Series, Maaf banget karena ini concern ke Family jadi masalah jutsu-jutsu yang tidak sesuai dengan cerita aslinya, saya mohon maaf :v.

Menanggapi mengapa Kushina juga tidak dihidupkan, hn~ cerita ini saya buat untuk MinaIno jadi just Unleash your Imagination, jangan membatasi imajinasimu hihihi, jadi jangan tanyakan mengapa Kushina tidak dihidupkan hahaha.

Terimakasih untuk review-nya, favorit atau follow …

ENJOY ^^

#VALE