Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
WARNING! Typo(s), OOC, Gaje, Crack Pairs, Alur dan Konflik yang tak jelas serta Penempatan tanda baca yang tidak sesuai dan banyak sekali kesalahan-kesalahan lainnya.
I : In Love
Wajah cantiknya terlihat lelah, rambut dan tubuhnya basah karena peluh yang keluar, namun ia nampak bahagia karena kini ia telah menjadi seorang ibu. Ya! Seorang ibu.
Melalui perjuangan yang sangat melelahkan dan menyakitkan, ia berhasil melahirkan sesosok bayi laki-laki yang tampan, Minoru Namikaze.
Ia tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya, bulir-bulir air mata menetes dari manik aquamarine miliknya, satu tangannya ia gunakan untuk menggendong sosok mungil Minoru kecil sedangkan satu tanganya ia gunakan untuk membelai lembut tubuh kecil bayi yang memiliki sejumput rambut pirang seperti miliknya, ia nampak tertidur dengan lelap pada gendongannya.
Tak pernah Ino merasakan jatuh cinta seperti ini sebelumnya, bahkan rasa cinta yang melebihi rasa cintanya pada Minato.
Ino menyunggingkan senyumannya tak menyadari bahwa sosok yang mengenakan baju berwarna biru tua itu telah memasuki ruangan yang syarat akan warna putih yang sekarang menjadi 'kamarnya' untuk sementara waktu.
Minato yang tak menemani Ino saat persalinan karena harus menggantikan Naruto untuk datang ke Kage's Summit itupun memandang lembut pemandangan di hadapannya, entah mengapa kali ini kakinya terasa lemas hingga sulit di gerakkan padahal ia ingin sekali mendekati sosok istrinya yang terlihat lemah itu namun bayang-bayang Kushina sesaat setelah melahirkan Naruto kembali teringat olehnya termasuk saat Kyuubi menyerang desa dan kematian mereka.
"Uhh?" Ino menyadari kehadiran Chakra milik Minato dan mengalihkan pandangannya dari Minoru kepada sosok yang hanya berdiri di ambang pintu, "Minato-kun?" sapanya lemah dengan menyunggingkan senyum kebahagiaan namun yang dipanggil namanya itupun tak bergeming.
"Kemarilah . . .!" pintanya kembali pada sosok tampan itu, "Kau tak ingin menemui Minoru?" tanyanya kembali pada sang suami, huh~ ada apa sebenarnya dengan Minato? Chakra miliknya terasa berbeda, bahkan suaminya itu tak mampu untuk mengontrol Chakra-nya sendiri padahal ia sangat ahli untuk mengendalikan Chakra selama ini.
Ino menghela napas panjang, memandang sekali lagi sosok mungil yang sepertinya tak terusik dengan suasana di sekitarnya, Minoru kecil tetap menikmati kehangatan dan belaian sang ibu.
Tak mengindahkan rasa sakit di bagian paling bawah tubuhnya efek dari proses bersalin beberapa jam yang lalu, ia berusaha menggerakkan tubuhnya, dengan berhati-hati ia meletakkan Minoru pada box bayi yang berada di samping tempat tidurnya berusaha agar tidak mengusik bayinya yang tengah tertidur itu. ia tersenyum sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pelan dengan memegangi kasur untuk membantunya berjalan mendekati Minato.
Ia kini berada di hadapan Minato, memandangi mata sebiru lautan yang terlihat kosong, "Ada apa? Chakra milikmu terasa berbeda, Minato-kun."
Minato tetap tak bergeming bahkan tak menyadari bahwa sosok lemah Ino kini sudah berada di hadapannya, "Uhhh~" Ino mencengkram erat jubah yang dikenakan oleh Minato, berusaha menahan rasa sakitnya.
"Pig, . . ." pekik Sakura yang baru saja membuka pintu dan menemukan sosok Ino yang tengah berdiri di hadapan Minato, "Apa yang sedang kau lakukan?" buru-buru Sakura menghampiri Ino dan menatap Minato dengan rasa tidak suka.
"Kembali ke tempat tidur! Kau baru saja melahirkan beberapa jam lalu huh~!" Sakura menggandeng tangan Ino untuk kembali ke tempat tidurnya, menyisakan Minato yang masih tidak bergeming, Ya Tuhan apa yang tengah terjadi padanya?
"Minato-sama!" seru Sakura setelah merapikan selimut untuk menutupi sebagian tubuh Ino, ia berjalan menuju Minato "Apapun yang sedang anda pikirkan, tak dapatkan anda mengindahkannya sejenak?"
Sakura tak menyadari bahwa suara tingginya itu akan membangunkan sosok mungil Minoru, bayi yang berusia beberapa jam itu menangis dengan kencang yang akhirnya mampu membawa Minato ke alam sadarnya, mantan Hokage ke-4 itu dengan segera mengalihkan pandangannya pada arah dimana tangisan itu terdengar, "Kau membangunkannya, Forehead!" keluh Ino yang mau tak mau beranjak dari tempatnya tidur dan menahan rasa sakitnya kembali untuk mengangkat tubuh mungil bayinya dan menenangkannya, "Husshh! Kaa-san disini sayang!" bisiknya.
"Sakura . . .?" Sakura mengangguk, "Aku akan meninggalkan kalian sendiri, pastikan Minato-sama tidak bersikap seperti tadi!"
"A-A- . . . Apa yang telah kulakukan?"
"Anda kehilangan kontrol Chakra anda, membuat Ino turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju anda padahal ia baru melahirkan beberapa jam tadi!"
"Jangan berlebihan, Forehead! Aku tidak apa-apa!" jawab Ino yang menyunggingkan senyum menenangkan pada Minato sementara kini ia tengah sibuk untuk membuat bayinya diam, "Maafkan Sakura Oba-chan yang terlalu berisik, Minoru-kun!" bisiknya pada sang bayi.
"Kali ini kau yang berlebihan, Pig! Aku akan memeriksa pasien lainnya, minum obatmu satu jam lagi!" perintah Istri dari Kazekage Suna itu dan berlalu menutup pintu kayu berwarna putih itu kembali menyisakan Minato, Ino dan Minoru di dalamnya.
Ino memasang senyum cantiknya memandangi putranya yang sudah tenang dan kini mulai membuka matanya, menunjukkan sepasang manik mata jernih berwarna biru sebiru langit seperti milik Minato, "Halo Minoru-kun . . . sapa Ino pada sang putra yang bibirnya membentuk huruf 'O' seakan mengerti bahwa sang ibu mengajaknya bicara, Ino kemudian memandang Minato "Kemarilah!"
Sang pria Namikaze itupun melangkahkan kakinya mendekati istri dan putranya, "Maafkan aku." Ucapnya lirih dan mendudukkan tubuhnya pada kasur di sebelah Ino, Ino menggeleng lemah dan menggeser sedikit tubuhnya agar Minato memiliki ruang lebih untuknya duduk, "Kau tidak bersalah, Minato-kun! kau pasti mengingat Kushina-sama saat melahirkan Naruto-kun," Ino memainkan tangan mungil putranya "Aku mengerti."
"Aku . . ."
Ino hanya tersenyum dan menyerahkan bayi mungil di gendongannya pada Minato yang menerimanya dengan Kaku, rasanya sudah sangat lama ia tak melakukan hal ini, Minoru sangat kecil dan ringan. Ahhh! Ia ingin sekali menangis kali ini.
Tidak ada lagi yang bisa menyakiti keluarganya! Tidak lagi.
Mata biru Saphire miliknya memandangi sosok sempurna yang ia 'ciptakan' bersama Ino, bibir tipis, hidung mancung, mata bulat berwarna senada dengan warna matanya dan rambut pirang yang baru tumbuh beberapa jumput itu, "Minoru . . ." bisiknya memandang sang putra dengan bangga kemudian mengalihkan pandangannya pada Ino yang mungkin karena lelah kini terlelap tidur, wajah cantik itu terlihat bersinar meskipun nampak pula raut kelelahan di sana.
"Terimakasih . . ." bisiknya kembali dan mencium kening istrinya dan kembali memusatkan perhatiannya pada sang putra yang kini tangan mungilnya tengah mencengkeram surai pirangnya, "Tumbuhlah dengan sehat, nak!" ucapnya, mencium dahi, hidung dan kedua pipi gembil milik Minoru.
"Tidurlah! Otou-san disini." Imbuhnya kemudian mengamati bergantian putra dan istrinya, "Aku mencintai kalian."
Ahhhh! Akhirnya kata-kata itu meluncur dari mulutnya, Ya! Dia mencintai sosok cantik yang tengah tertidur ini, andaikan saja Ino tidak tertidur maka entah ekspresi apa yang akan diberikan wanita itu untuk menanggapi perkataan Minato tadi.
Karena pada dasarnya dengan sedikit bersabar maka cintapun akan tumbuh dengan sendirinya.
.
.
.
.
THE END (See Ya In J Series) ^^
Chapter ini dibuat ditengah perasaan yang kacau balau, jadi maafkan kalau jatuhnya aneh dan rush :D.
Terimakasih banyak untuk Review kalian, saya sangat mengapresiasi semua perhatian kalian untuk Fiksi ini .
ENJOY^^
#VALE
