Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

As you wish © Elevtron

Rating : T

Genre : Adventure, Tragedy

Warning : Unsur kekerasan, Update tidak menentu, Typo, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Coming Soon

.

Summary : Naruto seorang siswa biasa terjebak bersama teman-temannya di dalam sebuah permainan yang dimulai oleh makhluk yang tidak diketahui asal-usulnya. Mampukah Naruto dan teman-temannya bertahan? Atau permainan ini adalah akhir dunia?

.

.

.

Chapter 11 : [Pergerakan]

.

Kotak penyimpanan di depan mereka telah terbuka. Entah apa yang ada di pikiran Sasuke dan Shion sehingga membuat benda yang seharusnya menjadi tempat menyimpan berkas penting malah digunakan oleh mereka untuk menyimpan artefak. Seluruh anggota OSIS yang tersisa minus Sasuke hanya bisa terheran-heran melihat boneka berbentuk hewan aneh dengan jumlah ekor yang berbeda-beda. Kenyataannya memang mereka tidak sempat menanyakan bagaimana wujud dari artefak tersebut, tapi yang jelas mereka kira bentuknya akan menyeramkan bukannya boneka aneh seperti ini. Meskipun jika boneka ini diberikan kepada anak kecil mungkin mereka akan menangis melihat hewan aneh dengan banyak ekor dijadikan boneka.

"Seperti yang kalian lihat sudah terkumpul Nibi, Sanbi, Gobi, Rokubi, dan Nanabi" Ucap Sasuke

"Itu berarti hanya tersisa Ichibi, Yonbi, Hachibi dan Kyubi" Ucap Neji

"Baiklah, karena waktu kita terbatas. Aku akan membagi tim untuk mencari artefak, apa ada yang keberatan?" Tanya Shikamaru

Tidak ada yang menjawab Shikamaru tampak ingin melanjutkan hingga

"Ano ma-maaf" Ucap Hinata

"Ada yang ingin kau katakan Hinata?"

Bohong bila Shikamaru berkata bahwa dia tidak kaget. Hal ini karena selama hampir 2 tahun menjadi anggota OSIS ia tidak pernah sekalipun mendengar Hinata menyampaikan pendapat. Meskipun di kebanyakan rapat ia lebih sering tidur karena tanggung jawabnya sudah selesai. Shikamaru berpikir apa yang terjadi hari ini sedikit banyak mulai merubah Hinata menjadi lebih berani. Hal itu cukup positif dalam pikiran Shikamaru.

"Aku mau ijin ke kamar mandi" Jawab Hinata dengan semburat merah menahan malu

Shikamaru tarik kembali pikiran positifnya barusan.

"Silahkan" Shikamaru memberikan senyum tipis

"Ten-ten-chan bisa tolong temani aku, a-aku takut" Bisik Hinata yang jelas masih dapat didengar Shikamaru dan yang lain.

Melihat anggukan Ten-ten, mereka berdua langsung pergi dari meja rapat. Netra menyisir tiap rekan-rekan OSIS nya, setelah memastikan tidak ada lagi yang hendak menyampaikan pendapat Shikamaru langsung kembali buka suara.

"Baiklah sambil mengundi silahkan kalian istirahat kita akan berangkat 30 menit dari sekarang. Rapat saya tutup" Ucap Shikamaru mengakhiri rapat

Undian pun dilakukan ekspresi tidak tergambarkan terpancar di raut wajah masing-masing dari mereka. Tentu sebagian dari mereka berpikir bahwa ini mungkin saat terakhir mereka bertemu.

Hasil undian : Tim 1 (Shikamaru, Temari, Choji, Gaara, Sara)
Tim 2 (Naruto, Sakura, Yukata, Shino, Ino)
Tim 3 (Neji, Matsuri, Sai, Karin)
Tim 4 (Sasuke, Ten-ten, Hinata, Lee)

"Hei, Teme" Sapa Naruto ikut duduk bersama sahabatnya di sudut ruangan.

"Apa yang mau kau bicarakan Dobe?" Tanya Sasuke to the point menyinggung permintaan Naruto saat perjalanan ke ruang OSIS

"Ohhh itu, kau tau...emm.."

"Benar bahwa aku dan Shion pernah terjebak di permainan ini sebelumnya" Ujar Sasuke mengerti arah pembicaraan Naruto, sekilas ia bisa melihat telapak tangan Naruto yang mengepal.

"Kenapa?" Tanya Naruto

"Hn?" Nada meminta penjelasan keluar dari dengusan Sasuke

"Dari penjelasan si Madara itu dan nada bicaramu aku tahu kalian melakukan nya dengan sengaja. Kenapa?!"

Nada suara Naruto agak meninggi. Meskipun otaknya tergolong bodoh tapi apabila terkait orang-orang di sekitarnya maka Naruto akan dengan mudah menemukan suatu kejanggalan.

"Karena dirimu" Jawab Sasuke cuek

"Hah?" Ekspresi heran tercetak di wajah Naruto

"Shion meminta tolong padaku makanya aku membantunya, sedangkan Shion melakukan permainan ini karena dirimu" Jelas Sasuke tanpa melihat Naruto

Naruto mencoba menekan emosi nya sekarang, ia bertekad untuk tidak terpancing dengan sikap menjengkelkan Sasuke. Masih ada yang harus dia pastikan

"Madara itu Uchiha kan? Apa kau mengenalnya Sasuke?" Tanya Naruto

"Dia leluhurku dan permainan ini adalah ritual klan ku" Jawab Sasuke

GREEEPP

"KAU!"

Naruto mencengkeram dengan kasar kerah baju Sasuke, ia dengan sengaja mengabaikan luka sayatan yang belum kering di leher sang Uchiha. Para anggota OSIS tentu melihat perselisihan antara Naruto dan Sasuke. Akan tetapi, mereka memilih untuk tidak ikut campur. Hal yang biasa melihat Naruto dan Sasuke bertengkar meskipun tidak pernah sampai kontak fisik. Rekan-rekannya cukup yakin Sasuke dan Naruto sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan masalah tanpa harus melukai satu sama lain.

"Lepaskan, aku tidak mau memukulmu di depan yang lain" Ucap Sasuke dengan nada dingin

"Kau mengetahuinya!. Kau mengetahui bahwa permainan ini berbahaya tapi kau tetap melakukannya dengan Shion!" Naruto sudah tidak peduli dengan teman-teman yang akan mendengar suaranya

"Kenapa kau peduli?!" Sasuke mulai ikut terpancing emosi

"Apa katamu?! Tentu saja aku peduli tentang bahaya yang menimpamu dan juga Shion. Apa yang kau pikirkan Sasuke?! Sahabat macam apa dirimu?!"

"Harusnya kau katakan itu pada dirimu sendiri Naruto!"

Sasuke dengan kasar menepis tangan Naruto dari kerah bajunya. Tanpa basa-basi Naruto langsung mengarahkan kepalan tinjunya ke arah wajah Sasuke-

'Hiks...kumohon hentikan. Hiks...berhenti kumohon'

DEG

-Namun, hanya berhenti beberapa senti dari wajah datar milik Uchiha.

"Hahh percuma saja memukulmu" Hela nafas Naruto sembari menurunkan lengannya

"Hn" Sasuke hanya mendengus

Keheningan melanda mereka, membuat Naruto tidak tahan untuk kembali buka suara.

"Sasuke bisa kau jelaskan lebih detail tentang ritual klanmu itu?" Tanya Naruto mencoba melembutkan sedikit ekpresinya

"Baiklah setiap tim harap berkumpul. Sekarang sesuai petunjuk di jurnal Shion lokasi artefak tersebut ada di Gedung Olahraga, Kantin, Ruang Musik dan laboratorium IPA" Ucap Shikamaru memberi pengarahan

Sasuke hanya menepuk pelan pundak Naruto seraya berucap

"Akan kujelaskan setelah semua ini selesai-" Sasuke berdiri dan membelakangi Naruto

"-Uzumaki Naruto"

Naruto tanpa sadar membulatkan matanya tak percaya. Nada itu dan posisi itu sama persis dengan saat dimana putusnya hubungan sahabat, saudara dan keluarga yang mereka jaga selama ini. Jika dipikir-pikir baru kali ini mereka bicara tentang hal pribadi sejak saat itu. Sejak kejadian dimana baik Naruto maupun Sasuke tidak pernah lagi mengobrol. Hanya sekedar saling menyapa untuk menghilangkan kecurigaan teman-temannya akan hubungan keduanya yang telah rusak. Sembari mendecih tanda tak suka Naruto mengikuti langkah sahabat raven nya tersebut

"Tim 1 akan ke gedung olahraga, Tim 2 akan ke kantin, Tim 3 akan ke laboratorium IPA dan tim 4 akan ke ruang musik. Apa ada pertanyaan?" Ucap Shikamaru dari kursi kebesarannya

Tidak ada yang menjawab

"Semuanya! Jangan ada yang mati" Sebagai ketua 'sementara' Sasuke punya kewajiban batin untuk memberikan semangat kepada rekan-rekannya

"Doamu sangat buruk" Keluh Sara

"Tentu saja, kami masih mau hidup untuk waktu yang lama" Ucap Ten-ten dengan senyum

"Aku masih ingin hidup supaya setelah semua ini selesai aku bisa memukulimu sepuasnya" Kata Lee berapi-api

Sasuke kali ini tersenyum tipis, perasaannya membaik. Kali ini dia percaya sepenuhnya kepada para anggotanya. Sedikit merutuki diri sendiri saat terpancing emosi beberapa saat yang lalu. Sasuke memotivasi diri sendiri agar ia dapat fokus menghadapi apa yang akan terjadi di masa depan.

"Baiklah mari bergerak!" Perintah Shikamaru

Mereka pun berpencar ke tujuan masing-masing dengan membawa berbagai macam perasaan di dalam hati. Namun dengan satu tujuan yaitu memenangkan permainan ini.

.

TBC

.

.

.

Author Note's : Yeah Elevtron is back, sedikit pemberitahuan bahwa cerita ini juga akan tersedia di wattpad dengan judul dan pen name yang sama. Meskipun nanti akan ada perubahan nama tokoh dan modifikasi jalan cerita. Oke segitu dulu, terima kasih.

Mohon juga kritik dan sarannya agar fanfic ini dapat lebih baik di kemudian hari.

Hope you enjoy it

Well see u in the next chapter

x

x

x