Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
As you wish © Elevtron
Rating : T
Genre : Adventure, Tragedy
Warning : Unsur kekerasan, Update tidak menentu, Typo, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Coming Soon
.
Summary : Naruto seorang siswa biasa terjebak bersama teman-temannya di dalam sebuah permainan yang dimulai oleh makhluk yang tidak diketahui asal-usulnya. Mampukah Naruto dan teman-temannya bertahan? Atau permainan ini adalah akhir dunia?
.
.
.
Chapter 17 : [Restart]
.
Selamat kalian sudah menyelesaikan Tahap 1
'Suara ini, Kaguya' Ucap Shion dalam hati
Mengabaikan suara dari speaker sekolah mata Shion melirik ke arah sahabat ravennya yang meringkuk di sudut ruangan. Bisa dibilang kini mereka disekap di toilet atas perintah Shikamaru. Shion tidak menyalahkan pria kuncir nanas itu karena sejujurnya lebih berbahaya jika mereka berdua tetap diluar. Sesaat setelah Sasuke menyelesaikan ucapannya. Lee, Gaara, Shino bahkan Neji menghajar pria tersebut. Shion tidak bisa melerai terlebih ia disibukkan membela diri saat Ino dan Karin menjambak serta mencakarnya. Mengingat kejadian itu Shion merasa sedikit bersalah kepada Sasuke. Jika bukan karena alasan palsunya Sasuke tidak akan dipukuli oleh teman-temannya.
"Berhenti melihatku" Ucap Sasuke
"A-aah maaf" Shion gugup karena ketahuan memperhatikan pria Uchiha tersebut
"Kenapa kau masih hidup?" Tanya Sasuke
"Hei, apa itu pertanya-" Ucapan Shion terpotong
"Aku membakar jurnalmu, menghindari topik pembicaraan tentangmu dan bersikap seakan-akan kematianmu tidak berpengaruh apa-apa bagi OSIS Konoha Gakuen. Semua itu agar tidak ada yang mengetahui bahwa Izanagi mengambil andil cukup besar dalam kematianmu"
Sasuke terlihat menunggu reaksi dari lawan bicaranya. Setelah tidak mendapat respon, Uchiha tersebut bergumam dan masih dapat didengar oleh Shion.
"Bahkan Naruto memukulku setelah kami mengetahui kematianmu"
"Kau memukulnya?" Tanya Shion dengan nada yang tidak bisa Sasuke tebak artinya
"Saat itu aku tidak bisa membalas" Jawab Sasuke
"Begitu"
"Ck" Sasuke mendecih tidak suka
"Terima kasih" Ujar Shion
"Untuk apa?"
"Karena tidak membocorkan kebohonganku" Shion memberikan nada tulus kepada Sasuke
"Aku terlalu terkejut hingga tidak bisa berkata-kata bodoh" Namun Sasuke menjawabnya dengan nada kasar
"Mouu, Kau jahat"
Shion memberikan ekspresi cemberut yang sangat menggemaskan, untung saja Sasuke meringkuk membelakangi Shion sehingga tidak terpengaruh.
"Kau belum menjawab pertanyaanku" Ujar Sasuke
"Dasar kau ini, kau sudah melawan zombie dan melihat alat musik berbunyi sendiri. Apakah kau masih bingung bagaimana leluhurmu itu memalsukan kematianku?" Tanya Shion sarkastik
"Bagaimana kau bisa tahu?" Sasuke berbalik menampilkan ekspresinya bingung yang sangat kentara
"Aku bisa melihatnya di tempat dimana Kaguya menyelamatkanku"
Shion menutup mulutnya setelah mengucapkan kalimat tersebut. Sasuke mengetahui kalau sahabatnya ini keceplosan, namun hal itu tidak Sasuke pedulikan dan tetap mencoba mencari informasi yang lebih detail
"Kaguya? Ada yang masih belum kau jelaskan Shion"
Kesimpulan yang Sasuke dapatkan dari penjelasan Shion sebelumnya ialah bahwa gadis tersebut terjebak di dalam tahap permainan yakni Izanami. Alasan teman-temannya bisa menemuinya ialah karena tahap Izanagi telah mencapai titik akhir sehingga batas diantara kedua tahap tersebut menjadi renggang. Jadi bisa dibilang Shion belum menjelaskan tentang bagaimana ia mengetahui seluk beluk ritual klan Uchiha yang bahkan Sasuke tidak mengetahuinya sampai sedetail itu.
"Arghhh, baiklah akan kujelaskan"
Shion melunturkan ekspresi datar andalannya setelah melihat senyum miring dari si bungsu Uchiha. Sungguh sial bagi Shion masuk ke dalam permainan kata Sasuke
"Sesaat setelah kita menyatukan ke lima biju dan memanggil Gedou mazo untuk menghambat Madara..." Ujar Shion mengawali cerita
Sasuke menyandarkan tubuhnya di dinding toilet tersebut mendengar penuturan Shion yang menceritakan saat mereka telah mencapai batas hingga tidak bisa menyelesaikan permainan. Cara lain agar Izanagi tetap berjalan atau dengan kata lain mereka tetap dapat merubah takdir ialah menyatukan biju yang ada untuk melepaskan kontrol Izanagi dari pembuat permainan yaitu Madara Uchiha. Sebuah rencana yang kurang matang mengingat seharusnya Juubi yang melakukan tugas tersebut. Sementara Shion melanjutkan penjelasannya
"Tapi, Madara pada saat terakhir mengontrol game dimana hanya salah satu dari kita yang bisa keluar" Ujar Shion
"Bukankah kita berdua berhasil lolos?" Tanya Sasuke
"Bukan, orang itu merupakan refleksi diriku. Dengan kata lain orang itu adalah ilusi yang dibuat oleh Madara sehingga keberadaannya tidak nyata" Jawab Shion yang dibalas anggukan mengerti dari Sasuke
Sesuai dugaan Sasuke bahwa sikap Shion berubah semenjak mereka berhasil lolos dari ritual tersebut. Shion lebih sering merenung dan memberikan pandangan kosong saat diajak berbicara. Perkataan Shion bahwa hal itu disebabkan karena gadis yang mereka anggap meninggal itu hanyalah refleksi atau tiruan mampu diterima cukup baik oleh otak Sasuke.
"Seharusnya aku mati tapi pada saat itu Kaguya menyelamatkanku. Penyebabnya ialah aku telah berhasil membuka Izanami karena keterpojokan Madara" Ujar Shion
"Jadi Kaguya adalah..." Sasuke menggantungkan ucapannya
"Benar, jika Madara adalah pengontrol Izanagi maka Kaguya adalah pengontrol Izanami" Ucap Shion
"Bukankah itu berita bagus?" Tanya Sasuke
"Kaguya tidak seperti Madara" Shion mengatakannya dengan helaan nafas diakhir kalimat
"Apa maksudmu?"
"Madara sering ikut campur kedalam permainan pada tahap Izanagi karena dia ingin menghancurkan batas antara Izanagi dan Izanami. Hal itu dia lakukan agar dapat mengambil penguasaan atas tahap Izanami dari tangan Kaguya. Berbeda dengan Madara, Kaguya tidak bisa seenaknya melakukan hal-hal licik ditahap Izanami. Terlebih sekarang kondisi permainan berada ditahap Izanami. Secara tidak langsung kemampuan Kaguya sebagai pengontrol Izanami tidak dapat digunakan karena keberadaan Madara ditahap yang sama" Jelas Shion panjang lebar
Sasuke menghembuskan nafas panjang dan memijat pelipisnya. Satu lagi makhluk yang tidak mereka ketahui asal-usulnya menjadi bagian dari ritual klan nya. Andai saja Sasuke dahulu memperhatikan saat kakaknya menjelaskan tentang ritual-ritual terlarang klannya maka ia akan lebih mempertimbangkan segala sesuatu sebelum memilih Izanagi sebagai solusi akan masalah Shion
"Kau masih meramalkannya?" Tanya Sasuke mencoba mengganti topik
"Tidak, berkat Izanagi kurasa takdir itu telah berubah" Jawab Shion
"Kau dan impian masa kecilmu" Cibir Sasuke
Shion hanya memberikan senyum canggung melihat reaksi sahabat ravennya itu. Sasuke secara tidak langsung menyindir Shion karena sikap paranoidnya yang menjadi awal Izanagi dilakukan. Akan tetapi, hal itu bukanlah kesalahan Shion karena jika Sasuke memiliki kemampuan meramal dan setiap saat melihat proyeksi dimana Naruto meninggal saat pertunjukkan seni maka dirinya akan melakukan hal yang sama.
"Berhenti disana Madara" Suara dingin menghentikan langkah sang leluhur Uchiha
"Apa yang dilakukan 'dewi kelinci' disini?" Tanya Madara dengan nada menyindir
"Kau telah melanggar batasmu dengan memasuki tahap Izanami" Ujar Kaguya
Naruto, Obito, dan Shisui hanya mendengarkan. Jujur bagi mereka ini kali pertama melihat musuh sejati dari Madara Uchiha yang ternyata sangat cantik
"Kau pasti sudah tahu jika aku tidak pernah ingin menjaga tahap itu" Kata Madara
"Oleh karena itu, kau ditempatkan disana agar tidak langsung berhubungan dengan tahap akhir" Kaguya melangkah mendekat
"Jadi itu alasannya kau menjaga tahap dua? Astaga kau benar-benar licik" Madara ikut melangkah mendekat
"Kau jauh lebih licik, terus merubah takdir sehingga melemahkan batas antara Izanagi dan Izanami. Akibat ulahmu kita berada disini sekarang"
"Apa kau iri? Sayang sekali kau tidak bisa melakukan hal yang sama karena itu akan menghancurkan batas wilayahmu dengan tahap akhir"
Kini jarak mereka berdua kurang dari 5 meter namun tidak terlihat indikasi untuk berhenti mendekat satu sama lain
"Aku akan menghentikanmu sebelum sampai ke tahap...|| Aku pasti akan mewujudkan..." Ucap mereka bersamaan
"Mugen Tsukoyomi!"
Madara dan Kaguya melakukan gerakan seperti bersalaman kemudian melakukan segel jari dengan bantuan lawan masing-masing. Sebelah tangan mereka berdua bergerak sedemikian rupa hingga segel terbentuk, kemudian mengucapkan kata 'Fuin' sebelum menghilang berteleportasi
"Kemana mereka?" Tanya Naruto bingung
"Di dimensi lain" Jawab Shisui
"Kini tidak ada siapapun yang bisa mengontrol permainan seenaknya. Kemenangan merupakan hasil dari kerja keras kita sendiri. Oleh karena itu kita harus fokus" Ujar Obito
Selamat kalian sudah menyelesaikan Tahap 1
Untuk pertama kalinya kita akan melaksanakan tahap 2 yaitu Izanami. Aku Kaguya Otsutsuki akan menjelaskan tahap permainan ini. Pertama, aku ambil kembali biju yang telah kalian kumpulkan
Naruto tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya akibat boneka berbentuk rubah dengan sembilan ekor keluar dari tubuhnya kemudian menghilang dalam kilatan cahaya. Naruto merutuk dalam hati menduga bahwa semua ini adalah ulah Madara akibat kontak fisik mereka di kantin. Sementara itu, seluruh anggota OSIS terkejut saat melihat artefak yang mereka kumpulkan menghilang seketika
"WTF, Dia dengan mudahnya mengambil itu?" Emosi Gaara
"Gaara jaga bahasamu" Tegur Temari akibat trauma akan tragedi yang menimpa Choji
"Hah, keluarkan mereka berdua" Perintah Shikamaru
Tidak ada kalimat protes dari para anggota OSIS mengingat bahwa mereka perlu memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada agar mampu menyelesaikan tahap 2
Terima kasih atas usaha kalian mengumpulkan biju, sekarang lokasinya aku sebar di seluruh bagian sekolah ini. Dan kalian harus menemukannya secepatnya sebelum waktu 20 jam kalian yang tersisa habis. Berbeda dengan tahap sebelumnya kalian tidak hanya membangkitkan Juubi namun juga harus membunuh salah satu kesatria yang dipilih olehku dan Madara. Tergantung kalian berada di pihak siapa, pastikan bahwa kesatria yang kalian dukung mampu membunuh kesatria dari pihak lawan. Aku ucapkan selamat berjuang
Shion yang sudah berada di ruang OSIS melihat ekspresi gundah di wajah teman-temannya. Dirinya merasa kesal tidak bisa memberi suntikan moral karena hatinya pun merasa gundah saat mengetahui fakta bahwa musuhnya adalah Naruto. Sementara Naruto hanya menampilkan ekspresi bodoh karena tidak dijelaskan sama sekali tentang kesatria atau fakta bahwa akan ada pembunuhan
"Setelah mencoba lari dari kematian kini dia membuat kami saling membunuh. Dasar maniak gila" Gerutu Naruto
Naruto tidak menyadari pandangan remeh dan geli yang ditunjukkan oleh Shisui dan Obito. Sejujurnya kedua laki-laki tersebut merasa tidak tega karena Naruto terjebak dalam tipu muslihat Madara seperti yang mereka alami dahulu
"Saat semua ini selesai kita akan kembali seperti semula" Gumam Naruto saat mengingat perkataan Madara
"AYO KITA BERANGKAT!" Teriaknya mengawali langkah kaki mereka bertiga mencari biju untuk menyelesaikan Izanami
.
TBC
.
.
.
Author Note's : Sama seperti sebelumnya, di setiap phase sebelum memasuki konflik utama terdapat orientasi yang cukup panjang. Tapi sepertinya untuk chapter depan konflik akan bisa terlihat, ya doakan saja Elevtron cepat update hehe... Hal lainnya mungkin interaksi kecil diantara 2 karakter utama di awal chapter, Elevtron harap membuat para readers mengerti keakraban diantara kedua sahabat itu. Cukup sulit karena Sasuke dan Shion di canon bahkan tidak pernah bertemu. Baiklah itu saja tetap sehat semangat semuanya.
Mohon juga kritik dan sarannya agar fanfic ini dapat lebih baik di kemudian hari.
Hope you enjoy it
Well see u in the next chapter
x
x
x
