Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
As you wish © Elevtron
Rating : T
Genre : Adventure, Tragedy
Warning : Unsur kekerasan, Update tidak menentu, Typo, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Coming Soon
.
Summary : Naruto seorang siswa biasa terjebak bersama teman-temannya di dalam sebuah permainan yang dimulai oleh makhluk yang tidak diketahui asal-usulnya. Mampukah Naruto dan teman-temannya bertahan? Atau permainan ini adalah akhir dunia?
.
.
.
Chapter 20 : [Terus Bergerak]
.
Hening, tidak ada suara yang terdengar. Hanya sayup-sayup suara cipratan air yang menjadi penanda bah-
"Haahh, kita sampai"
Naruto langsung membaringkan diri dipinggir danau yang tiba-tiba saja muncul sesaat setelah air bah menerjang mereka. Kini dilokasi yang ia tidak tau dimana, Naruto berhasil menjalankan intruksi Sasuke untuk berenang mencari teman-teman mereka yang masih terjebak didanau. Sejujurnya bukan hanya dirinya seorang, teman-teman laki-lakinya yang lain juga ikut membantu mencari dan menggendong rekan OSIS mereka yang tidak bisa berenang. Termasuk...
"Ka-kau tidak apa-apa Naruto-kun?" Tanya gadis yang masih bersemu merah akibat terlalu lama memeluk Naruto dari belakang
"Tidak apa-apa Hinata-chan. Aku hanya perlu menarik nafas sebentar" Jawab Naruto masih berbaring dengan nafas ngos-ngosan
"Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Shion dalam keadaan basah kuyup memotong interaksi dua sejoli tersebut. Bibirnya terlihat menghitung jumlah anggotanya
"Tidak cukup baik" Ucap Lee yang terbaring lesu sehabis mengelilingi danau untuk kesekian kalinya. Sialnya hanya ia yang tidak berkesempatan merasakan empuknya aset rekan OSIS mereka dipunggung berototnya, hal ini membuat rasa lesu yang melanda tubuh Lee semakin menjadi-jadi. Andai saja pikiran nista Lee ini diketahui, sudah pasti para gadis akan mengubah potongan rambut mirip mangkuk miliknya menjadi botak dan hanya menyisakan satu helai rambut.
"Temari, kau masih bisa bergerak?" Tanya Shion
"Aku masih bisa, kenapa Shion?" Tanya Temari
"Kalau begitu kita harus memeriksa apakah ada yang hilang atau terluka"
Intruksi Shion hanya dibalas anggukan oleh Temari, selaku ketua klub kesehatan sudah menjadi hal lumrah dirinya ditunjuk oleh Shion untuk memeriksa keadaan teman-temannya. Trauma masih sedikit melanda Temari akibat peristiwa yang hampir merenggut nyawanya tadi. Dirinya harus berterima kasih kepada Shikamaru karena telah membantunya sampai ketepian. Sebenarnya Temari bisa berenang namun shock yang menimpa dirinya membuat dirinya menjadi panik sehingga tenggelam kedalam air.
"Yukata, apa sakit?" Tanya Shion saat menyentuh bagian lutut dari Kohai-nya tersebut
"I-iya" Ucap Yukata terlihat menahan sakit sehingga sempat berteriak
"Kurasa sendimu bergeser"
Diagnosa dari Shion membuat mental Yukata menjadi down seketika. Secara teknis bisa dikatakan dirinya tidak sanggup lagi untuk berjalan. Suatu hal yang sangat buruk ditengah kondisi mereka yang berada diujung tanduk. Yukata kini dalam kondisi terendah dari segi mental akibat anggapan bahwa kini dirinya hanya menjadi beban.
Shion sudah beranjak dari tempat Yukata dan kini berdiri dipinggir danau yang baru saja terbentuk di Konoha Gakuen.
'Ini buruk, Karin dan Matsuri dalam keadaan pingsan. Yukata sekarang tidak bisa berjalan dan juga mereka semua dalam keadaan trauma' Shion menggigit bibir bawahnya sembari memikirkan kondisi rekan-rekan OSIS nya hingga sebuah tepukan di bahu menyadarkannya
"Sangat buruk ya"
"Iya"
Sasuke melirik kearah gadis berambut pirang tersebut. Kegiatan basa-basi yang ia coba tidak terlalu berhasil bagi Shion. Sasuke bukanlah tipe orang yang ahli dalam interaksi sosial. Hal ini membuat dirinya menjadi pribadi yang kaku dan tidak cocok menghibur seseorang.
"Perlukah aku memanggil Naruto untuk...menghiburmu?"
Volume suaranya memelan diakhir saat mendapat delikan tidak suka dari Shion. Sementara Shion sendiri menahan diri untuk tidak menghadiahkan pukulan kepada si bungsu Uchiha. Syukurlah saat Shion menoleh kebelakang ia melihat Matsuri dan Karin sudah sadar dari pingsannya meskipun wajah mereka berdua seperti orang yang baru lolos dari kematian.
"Semuanya, kita berkumpul sebentar"
Shion memberikan isyarat untuk berkumpul didekat Yukata sehingga kini para anggota OSIS dalam kondisi basah kuyup mencoba berjalan walaupun tertatih-tatih menuju tempat Yukata.
"Sesuai apa yang dikatakan Einstein 'semua hukum berlaku sama pada kerangka acuan inersia'. Jadi untuk keluar dari jebakan brengsek ini aku hanya perlu diam' " Gumam Obito
Di dalam laboratorium IPA terdapat Obito yang bertopang pada lutut seperti kelelahan. Akan tetapi, kondisi tubuhnya jauh berbeda dari sebelumnya. Seluruh rambutnya berubah menjadi putih, keriput tercetak dengan jelas di kulitnya serta tubuhnya yang sangat kurus dan seperti tidak terawat
"Aneh, Kenapa kau tidak terpengaruh Shisui?" Ucap Obito menyadari kondisi tubuhnya, kini ia telah menggenggam Son si biju ekor empat
"Relativitas waktu memang membingungkan Obito. Bagiku hanya beberapa menit untuk lepas dari pengaruh gravitasi aneh tadi"
Senyuman tercetak di wajah Shisui saat mengatakan hal tersebut. Bagi dirinya kini kedudukan satu sama dengan Obito. Shisui yang mendapat luka bakar ditubuh bagian kiri dan Obito sendiri yang mengalami penuaan. Kini mereka berdua melangkah tertarih-tatih keluar laboratorium untuk mencari artefak lainnya dan menyelesaikan tahap Izanami.
"Syukurlah semuanya selamat" Ucap Lee lega
"Namun, kondisi kita sekarang jauh dari kata sempurna terutama Yukata"
Perkataan Neji membuat Yukata semakin menundukkan kepala. Dirinya sekarang benar-benar merasa menjadi beban.
"Neji, jaga bicaramu. Tanpa Yukata kita tidak akan bisa mendapatkan Shukaku"
Teguran yang diberikan Sara mendapat isyarat persetujuan berupan anggukan kepala dari anggota OSIS bergender perempuan. Mereka masih mengingat pengorbanan Yukata untuk menjadi umpan demi mengalihkan perhatian monster alat olahraga tersebut. Hal itu mungkin yang menjadi penyebab cederanya kaki Yukata.
"Bukan hanya Yukata..." Shion menggantungkan ucapannya dan melihat Temari
"Shino, kau tidak apa-apa?" Tanya Temari seakan mengerti arti pandangan Shion
"Tidak apa-apa hanya kaca mata yang pecah" Jawab Shino yang kini tidak memakai kaca mata yang telah setia menemani tahun-tahun berharganya
"Bukankah pandanganmu akan kabur tanpa kaca mata itu?" Sakura menaikkan alis untuk memastikan dugaannya
"Iya..."
"Tapi aku akan tetap ikut bersama kalian, mataku ini masih bisa membedakan warna" Sambungnya dengan penuh keyakinan
"Baiklah, kurasa juga bukan ide bagus meninggalkanmu sendirian" Ucap Sasuke mencoba mengakhiri perdebatan yang baginya membuang-buang waktu
"Aku sudah memikirkannya dan setuju dengan ucapan Sasuke. Di dekat sini adalah ruang kesehatan sekolah, kita jadikan itu sebagai basecamp bagi yang terluka sedangkan yang lain mencari artefak" Usul Shikamaru mengakhiri pose andalannya yang seperti bersemedi saat berpikir
Tidak ada yang membantah ucapan Shikamaru yang menandakan usulnya disetujui. Setelah melalui proses mobilisasi yang cukup merepotkan bagi si kepala nanas akibat perdebatan konyol siapa yang akan menggendong Yukata. Akhirnya diputuskan dirinya yang menggendong mengalahkan pesaingnya yakni Naruto yang pasti berpikiran mesum dan Lee yang entah kenapa menjadi sangat bersemangat.
"Kemana tujuan kita selanjutnya?"
Pertanyaan keluar dari mulut Ino sesaat setelah mereka berkumpul didepan gedung kesehatan sekolah. Tidak seperti sekolah pada umumnya, Konoha Gakuen sebagai sekolah bergengsi memisahkan ruang kesehatannya menjadi gedung tersendiri yang mirip seperti klinik. Alat kesehatan yang lengkap membuat jaminan kesehatan sangat terjamin di Konoha Gakuen.
"Menurutku kita sebaiknya ke ruang ekstrakulikuler pecinta alam" Ucap Shion
"Shion, apa kau yakin?" Tanya Sasuke ragu
"Memangnya kenapa Sasuke?" Karin memasang ekspresi curiga kearah keduanya
"Rintangan disana merupakan salah satu yang paling sulit" Jawab Sasuke
Perkataan Sasuke membuat beberapa orang disana meneguk ludah. Uchiha Sasuke bukanlah seseorang yang mudah mengeluh akan suatu hal. Apabila Sasuke telah mengatakan sulit maka bagi orang normal hal itu akan menjadi sangat sulit dan diluar batas kewajaran. Ekspresi yang seakan mengisyaratkan untuk mencari lokasi lain mereka tujukan kearah sang pemangku keputusan yakni Shion.
"Maaf, tapi kita tidak punya pilihan lain" Ucap Shion dengan ekspresi datar bonekanya
Merasa tidak bisa merubah keputusan sang ketua OSIS yang terkenal keras kepala, para rekan OSIS hanya bisa menghela nafas. Lagipula hal ini sebagai konsekuensi keputusan mereka yang mempercayakan segala keputusan kepada Shion. Pengalaman merupakan guru terbaik semakin terbukti saat strategi yang digunakan Shion dapat membuat nyawa mereka selamat sejauh ini.
"Kalau begitu sebaiknya kita bergegas" Perintah Sasuke yang memilih mengikuti perintah Shion
"Temari, kami percayakan Yukata kepadamu"
Intruksi Shion hanya dibalas anggukan oleh wanita berkuncir empat tersebut. Seluruh anggota OSIS yang tersisa berlari secepat yang mereka bisa mengingat prioritas mereka untuk lebih cepat mengumpulkan artefak dibanding Obito dan Shisui.
"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Madara
"Aku senang melihat perjuangan mereka" Jawab Kaguya
"Bagiku perjuangan mereka adalah hal yang sia-sia" Madara memberikan senyum meremehkan kepada lawan bicaranya
"Kau belum belajar dari masa lalumu Madara"
"Aku tidak peduli apapun yang kau katakan Kaguya-hime, akan kutunjukkan kepada mereka rasanya ...KEPUTUS-ASAAN"
Leluhur Uchiha tersebut mengepalkan telapak tangannya dengan ekspresi psikopat. Seringaian yang sangat memuakkan bagi seorang Kaguya Otsutsuki. Sekarang, pertarungan bukan hanya menjadi panggung pertaruhan ego mereka berdua. Akan tetapi, menjadi penentu nasib umat manusia untuk selamat atau terjebak di Mugen Tsukoyomi.
.
TBC
.
.
.
Author Note's : Halo semuanya, cukup lama kita tidak bertemu. Sebelumnya entah kenapa saat upload chapter sebelumnya ada kendala teknis dimana chapter 19 itu url nya error. Apakah temen-temen sesama author yang membaca cerita ini juga mengalami hal yang sama?
Sisanya enggak ada terlalu banyak komen, do'akan saja Elevtron cepat update.
Mohon juga kritik dan sarannya agar fanfic ini dapat lebih baik di kemudian hari.
Hope you enjoy it
Well see u in the next chapter
x
x
x
