Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
As you wish © Elevtron
Rating : T
Genre : Adventure, Tragedy
Warning : Unsur kekerasan, Update tidak menentu, Typo, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Coming Soon
.
Summary : Naruto seorang siswa biasa terjebak bersama teman-temannya di dalam sebuah permainan yang dimulai oleh makhluk yang tidak diketahui asal-usulnya. Mampukah Naruto dan teman-temannya bertahan? Atau permainan ini adalah akhir dunia?
.
.
.
Chapter 27 : [Pertarungan Dua Sharingan]
.
Shion menatap nanar kondisi yang menimpa dirinya. Plot twist yang membuatnya menyadari bahwa ksatria dari Madara bukanlah Uzumaki Naruto namun Uchiha Sasuke. Hal ini membuat Shion tidak bisa bernafas lega karena sahabat dekatnya tetap akan menjadi lawannya untuk keluar dari tahap Izanami. Meneguk ludah kasar, Shion mencoba memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin bagi teman-temannya.
"Semuanya dengarkan intruksi dariku. Kita harus segera pergi dari sini, bagi yang masih dapat bergerak harap membawa teman-teman kita yang terluka ke tempat yang lebih aman"
Intruksi Shion segera ditanggapi oleh rekan-rekannya. Naruto membawa Sakura yang masih menangis, Lee membantu Hinata membawa Neji yang terluka, Matsuri dan Gaara membantu Shino yang terluka, Sai memapah Shikamaru yang masih kesakitan, sementara Shion, Sara, dan Karin telah memandu teman-temannya bergerak ke tempat yang aman. Keringat dingin terus menghiasi wajah Shion akibat firasat yang mengatakan bahwa pertemuan dua Sharingan tidak pernah membawa sesuatu yang baik.
"Apa kau tahu Sasuke, mata yang telah menyelamatkanmu bernama Sharingan. Mata itu adalah mata terkutuk yang lahir dari sebuah lingkaran kebencian dikalangan klan Uchiha. Sebuah kutukan yang akan memberikan penderitaan sekaligus kekuatan bagi seorang Uchiha" Aura di sekitar Shisui mulai berubah dan seakan menggetarkan tanah yang tengah dipijak olehnya
"Apa yang kau bicarakan?" Sasuke memasang ekspresi waspada sekaligus mengeratkan genggaman pada katana ditangannya
"Yang kubicarakan tidaklah penting, hal yang harus kau khawatirkan ialah yang aku lakukan"
Mata Sasuke seketika melebar saat melihat humanoid raksasa berwarna hijau yang dibuat oleh Shisui. Makhluk raksasa itu tidak memberi kesempatan Sasuke untuk menganalisa keadaan dan langsung menghantam senjatanya yang menyerupai bor ke arah Sasuke. Ledakan yang terjadi akibat serangan itu membuat anggota OSIS yang telah berlari cukup jauh terpental kesegala arah, efek serangan begitu dahsyat sehingga anggota OSIS yang hanya menerima terjangan udara ikut merasakan dampak yang serius dan membuat posisi mereka terpencar ke segala arah.
"Tidak kusangka kau juga bisa menggunakan Susano'oSasuke" Seringai tercipta diwajah Shisui saat merasa menemukan lawan yang sepadan dengan dirinya
Sasuke sendiri masih berdiri dengan terengah-engah dan masih mencoba memikirkan semua hal yang terjadi dengan akal sehat miliknya. Meskipun begitu, jawaban yang ia inginkan masih belum memuasakan rasa ingin tahu didalam kepalanya. Justru kini ia merasakan sesuatu yang seakan meledak-ledak ingin dikeluarkan. Sensasi itu membuat Sasuke sedikit tidak nyaman dan memilih tidak menahan gelombang kekuatan yang ia rasakan.
"HAAAAA" Teriak Sasuke saat Susano'o miliknya berubah menjadi bentuk sempurna
"Hahaha, mari berdansa Sasuke" Seringai Shisui semakin menjadi-jadi dan bersamaan dengan itu sebuah serangan dengan bor dilancarkan oleh Shisui membuat Susano'oSasuke terlempar berpuluh-puluh meter
Sebuah panah melesat cepat namun masih bisa dihindari oleh Shisui. Di balik kumpulan asap yang mulai menghilang terlihat Sasuke berdiri terengah-engah dengan Susano'obersenjatakan panah berada dalam posisi siap menyerang. Shisui yang melihat Sasuke masih sanggup berdiri segera melesat dan hendak melakukan serangan tetapi serangan itu mudah terbaca oleh Sasuke. Tepat saat serangan Shisui berhasil ia hindari sebuah pukulan telak berhasil didaratkan di bagian samping tubuh Susano'oShisui sehingga humanoid berwarna hijau itu terseret beberapa meter.
Tidak mau membuang kesempatan 3 panah berlapis api amaterasu segera diluncurkan Sasuke ke arah lawannya tersebut.
"Brengsek!" Umpat Shisui
Shisui dengan segenap kekuatannya mencoba bangkit dan menyerang Sasuke secara membabi buta sedangkan Sasuke yang lebih nyaman menyerang dari jarak jauh hanya menghindar dari serangan Shisui. Hal ini berlangsung terus menerus hingga sampai pada suatu titik dimana serangan bor dari Susano'oShisui tidak bisa dihindari. Kejadian itu membuat Sasuke terpaksa menjadikan busur panah miliknya untuk memblokir serangan Shisui. Namun, usaha itu tidak cukup untuk menghentikan Shisui dan terus menerobos hingga berhasil menembus bagian dada kiri dari Susano'oSasuke.
"Ughhh" Erang Sasuke merasakan dirinya terdesak
"Hahaha, mati kau Sasuke!"
Shisui semakin menambah tenaga agar dapat mengalahkan Sasuke, apabila hal itu terjadi maka Sasuke akan kehabisan tenaga dan tidak bisa mengeluarkan kemampuan dari Sharingan. Akan tetapi, Sasuke tidak mau menyerah begitu saja. Dengan sisa tenaga ia berhasil membentuk sebuah anak panah dan segera menusukkannya tepat ke tengah dada dari Susano'oShisui.
Serangan itu terbukti efektif untuk melonggarkan sedikit pertahanan Shisui, tidak mau membuang kesempatan Sasuke kembali menghadiahkan bogem mentah kepada lawannya itu. Mendapat serangan telak, Susano'oShisui tersungkur dan perlahan menghilang. Sasuke yang mulai kehabisan tenaga juga tidak bisa mempertahankan Susano'o miliknya sehingga nasibnya sama seperti yang dialami oleh Shisui.
"Uhhuk...uhhuk!"
Shisui terbatuk darah akibat luka dalam yang diterimanya, tenaganya sudah habis terkuras bahkan untuk berdiri saja dirinya sudah tidak sanggup. Alhasil Shisui hanya bisa berbaring tanda tidak berdaya. Berbanding terbalik dengan kondisi lawannya, Sasuke masih sanggup berdiri dan berjalan mendekat sembari menggenggam sebilah katana. Meskipun tertatih-tatih, perlahan tapi pasti Sasuke mulai mendekat ke arah Shisui.
"Ada kata-kata terakhir?"
"Tidak kusangka pertarungan kita cukup singkat. Kau belajar dengan cepat cara mengendalikan mata itu Sasuke" Shisui sedikit tertawa kecil di akhir kalimatnya, pandangannya mulai tidak fokus sebagai efek dari kehilangan banyak darah
Sasuke menyisir lokasi bekas pertarungan mereka, pertarungan yang singkat tapi menimbulkan efek yang sangat luar biasa. Setengah dari Konoha Gakuen telah rata dengan tanah. Dirinya sedikit mengkhawatirkan kondisi teman-temannya, tanpa membuang waktu segera ia ayunkan katana di genggaman dan tepat menancap di dada kiri milik Shisui.
Setelah berhasil menghabisi lawannya, Sasuke mulai merasakan efek dari pemakaian Sharingan. Rasa sakit yang luar bisa ia rasakan membuatnya kehilangan kesadaran dan pingsan tepat di sebelah jasad Shisui.
"Naruto bangun, bangun Naruto. Sadarlah!"
Sakura yang sedari tadi mencoba menyadarkan Naruto dari pingsannya masih mencoba terus menerus. Hingga usahanya membuahkan hasil dengan respon yang diberikan oleh Naruto.
"Engghh...Sa-sakura-chan" Gumam Naruto
"Hah, syukurlah kau sudah sadar" Helaan nafas Sakura menjadi pertanda kelegaan di hatinya
"A-apa yang terjadi?" Pertanyaan Naruto hanya dibalas gelengan pasrah oleh Sakura
"Ayo cepat, kita harus mencari yang lain"
Sakura sedikit membantu Naruto untuk berdiri dan berinisiatif untuk mencari teman-temannya. Lagipula sangat berbahaya jika sendirian dalam kondisi yang tidak menentu seperti ini. Apalagi dirimu berada di sebuah permainan yang bisa merenggut nyawa, bersama-sama adalah opsi terbaik.
"Ka-karin" Ujar Sara terbata-bata
Tangan Sara masih mengalami tremor hebat saat melihat kondisi Karin yang setengah tubuhnya terhimpit oleh reruntuhan bangunan. Detak jantung dan nafas yang menjadi ciri dari sebuah kehidupan tidak lagi terlihat dari gadis Uzumaki itu. Mata Karin hanya bisa memandang kosong dengan sedikit aliran darah yang keluar dari mulut dan lubang hidung miliknya.
Sara sendiri masih mencoba menghentikan tremor yang terjadi pada tubuhnya. Dengan tangan bergetar ia hanya bisa menutup kedua mata Karin sebagai harapan bahwa temannya itu dapat beristirahat dengan tenang.
"Sudah merasa baikan?" Tanya Sai dengan senyuman andalan miliknya
"Lumayan" Balas Shikamaru cuek, dirinya sedikit heran bagaimana pria di sebelahnya ini masih bisa tersenyum dalam kondisi seperti ini
"Berhentilah memasang ekspresi mayat hidup seperti itu" Ujar Sai
"Huh?" Hanya ditanggapi Shikamaru dengan ekspresi bingung
Sai tidak menjawab secara detail untuk menghilangkan pertanyaan dari Shikamaru, hanya sebuah senyum ia berikan. Shikamaru yang sedikit berpikir akhirnya cukup menyadari maksud tersirat dari perkataan Sai. Suasana hati dan gestur terburuh khas orang terkena serangan mental yang hebat cukup membuat pria berkuncir itu seperti mayat hidup. Meskipun biasanya wajahnya juga mencerminkan kurangnya daya kehidupan namun hal itu jauh berbeda dengan ekspresi wajah yang ia tunjukkan sekarang.
"Aku tidak berharap kau memahaminya, tapi hal berbau kematian cukup berdampak serius bagiku" Shikamaru mengerling sebentar ke arah Sai dan seperti yang diharapkan senyuman andalan pria berkulit pucat itu tak kunjung hilang
"Aku sedikit merasakan yang kau rasakan, tapi aku menyikapinya dengan cara yang berbeda"
"Dengan tersenyum" Ucap Shikamaru sarkastik
"Tidak, aku menyikapinya dengan kemarahan"
Shikamaru segera menoleh untuk melihat ekspresi Sai yang berubah menjadi serius. Merasa tidak ada tanggapan dari lawan bicaranya Sai merasa bahwa dirinya telah melakukan kesalahan. Otomatis kini ia berusaha untuk sedikit mencairkan suasana.
"Tapi, kalau misalnya dirimu mati mungkin aku akan tetap tersenyum"
"Sialan kau!" Umpat Shikamaru yang dibalas tawa kecil Sai
Shikamaru juga ikut tertawa akibat obrolan ringan yang barusan ia lakoni. Shikamaru menyadari bahwa Sai sama seperti dirinya, pria itu sangat terpukul akan kematian teman-teman mereka. Mencoba mengambil sedikit kesimpulan, Shikamaru memutuskan untuk mengikuti jejak Sai. Dirinya mencoba untuk menyalurkan emosinya dalam bentuk yang lebih positif.
"Ayo pergi!" Ajak Shikamaru
"Kemana?" Tanya Sai ambigu
"Menendang bokong seseorang yang bernama Madara" Shikamaru segera melangkahkan kaki dengan begitu percaya diri
"Hey, tunggu!"
Teriakan Sai tidak digubris sama sekali oleh Shikamaru dan membuat pria murah senyum itu terpaksa berlari untuk mengejarnya.
"Kau keterlaluan Madara!" Hardik Kaguya
"Apapun untuk mencapai tujuanku" Madara membalas bentakan Kaguya dengan nada datar
"Mau kemana kau?" Pertanyaan Kaguya utarakan saat melihat Madara melangkahkan kaki
"Lucu kau masih bertanya, apa kau tidak menyadari? aku berhasil mengumpulkan 9 bijuu, aku berhasil memasukkan elemen Izanagi dan yang terpenting ksatriaku terbunuh oleh orang lain"
DEG
Kaguya meneguk ludah kasar saat menyadari maksud dari perkataan yang Madara sampaikan padanya. Jika dipikir-pikir Kaguya barus menyadari bahwa Obito tidak menjumpai hambatan berarti saat mendapatkan Kurama, munculnya Sharingan dan yang paling fatal ialah kematian Sasuke. Meskipun bungsu Uchiha itu kembali hidup akibat Izanagi tapi tetap saja dirinya pernah mengalami kematian. Jika sudah seperti ini maka...
"Tahap Izanami sudah berakhir dan kini saatnya menjalankan tahap Mugen Tsukoyomi" Madara mengakhiri penjelasannya dengan senyum licik kemudian berteleportasi meninggalkan Kaguya
ACCESS OPENED
"Berjalan sesuai rencana ibu?" Sebuah sosok serba hitam tiba-tiba muncul dari permukaan lantai disamping Kaguya
"Begitulah, kita tinggal menunggu hasilnya" Jawab Kaguya dengan sebuah seringai mengerikan
.
TBC
.
.
.
Author Note's : Halo Elevtron kembali, gimana adegan actionnya? Sorry kalau kurang memuaskan karena Elevtron juga kurang berpengalaman di scene-scene seperti ini. Kemudian, Kaguya ternyata menjadi musuh dalam selimut, apakah yang dia rencanakan? Ya tunggu saja di chapter-chapter selanjutnya. Terakhir, tinggalkan jejak kalian di kolom review yaaa. Sekedar ucapan semangat atau next akan sangat Elevtron hargai.
Mohon juga kritik dan sarannya agar fanfic ini dapat lebih baik di kemudian hari.
Hope you enjoy it
Well see u in the next chapter
x
x
x
