Status mereka hanya sebatas seorang wali murid dengan murid.Tanpa di ketahui semua orang Renjun hamil. Status tidak menjadi landasan atas perbuatan, menimbulkan rasa kekecewaan yang sangat mendalam. Datang banyak pangeran tapi tidak tahu karena terikat sebuah hubungan yang tak pasti.

--/--

Chapter 2: kejadian

"kenapa di kunci hyung??" Renjun kebingungan saat Mark sudah menatapnya dengan berbeda. Ini bukan Mark yang biasanya.

Tiba-tiba Mark mencium bibir Renjun dengan kasar juga menuntut agar Renjun membuka bibirnya. Renjun panik,ia berusaha mendorong Mark tapi Mark justru semakin menekan kepala belakangnya agar lebih mendekat.

Terkejut karena Mark mengingit bibir atas kanannya dengan kuat,secara otomatis Mark menyerang suluruh mulutnya.

Mark Memiringkan kepala kekanan juga kiri,berusaha mengejar kenikmatan lebih. Nafas mereka memburu dengan cepat dalam arti berbeda. Renjun ketakutan,dan Mark menginginkan lebih dari ini.

Tangan Renjun yang awalnya mendorong Mark,kini dituntun oleh Mark untuk meremas rambut hitamnya. Sementara Mark semakin menekan juga meremas rambut madu Renjun.

Entah karena Mark yang mendominasi atau Renjun yang terlalu bodoh,ia justru mengikuti perintah Mark untuk meremas rambutnya. Bukan bodoh,tapi Renjun mengikuti instingnya. Membuat Mark semakin gencar dan mulai menuruni bibirnya.

Menelusuri leher jenjang Renjun dan memberi warna keunguan yang pekat. Mark terus mendorong Renjun sampai Renjun terlentang di atas kasur.

Mark mulai membuka kancing kemeja Renjun dengan cepat,di saat itu pula Renjun merasa 'ini salah' segera memberontak dengan sekuat tenaga. Menendang,memukul dan menghalangi tubuhnya yang sepenuhnya sudah terlepas dari kemejanya.

"hyung! Ini salah! Sadar hyung!" Renjun berteriak dan memukul-mukul Mark yang juga tengah sibuk membuka kaos bermerk polonya.

Mark menatap tajam Renjun,menggengam kedua pergelangan tangan Renjun dengan kuat sampai kukunya menancap dan mengeluarkan darah. Mark menciumi dan menggigit telinga Renjun sampai berdarah juga. Membuat Renjun lemas karena perih. Belum lagi ukuran tubuh yang jauh berbeda.

"hyung,sa-kit" isak Renjun tidak digubris Mark,sungguh ini luar kendali Mark.

Mark beralih di dada Renjun. Mengecup,menjilat,menghisap,juga menggigit puting tegang Renjun. Membuat terkadang Renjun melenguh,sambil berusaha melepas cengkraman dari Mark. Tapi sia-sia.

Bosan dengan bagian dada,Mark kembali mencium Renjun terburu-buru. Tanpa sadar Mark kini sudah menurunkan celana Renjun dan membuat Renjun telanjang bulat. Mark juga kini menurunkan celananya masih dengan acara menukar salivanya dengan Renjun.

Mark menggesekan penisnya dengan penis Renjun dengan brutal,membuat Renjun yang tengah di obrak-abrik mulutnya mendesah di sela-sela ciumannya.

"eumhhh,hyunghhh ja-janganhh" Renjun berusaha mendorong pinggul Mark,karena itu membuat penisnya menegang.

Renjun semakin takut dikala ia merasakan sesuatu yang masuk di lubang bawahnya,tangannya yang terbebas segera memukul punggung polos Mark dengan kuat.

Menangis kesakitan,karena Mark tengah memaksa penisnya masuk pada lubang Renjun.

Tidak sabar,Mark langsung mendorong kuat penisnya dan langsung menggeram nikmat merasakan penisnya diremas oleh lubang sempit Renjun.

"akh! Hyung keluarkan hiks hiks sa-kit"

Renjun berteriak,manangis meraung-raung meminta mengeluarkan benda yang masuk pada lubangnya. Tapi tanpa babibu,Mark langsung menggerakan penisnya dengan cepat. Membuat darah pada lubang Renjun mengeluar dengan banyak.

Membuat tanda-tanda pada rahang Renjun,dengan cepat Renjun berteriak kesakitan. Mendorong pinggul Mark yang masih senantiasa menusuk lubangnya. Yang di pikirnya sekarang adalah,ia harus melawan Mark.

Memukul,mendorong,sampai mencakar punggung Mark saat Mark semakin kuat menumbukan penisnya dan membuat Renjun melenguh tiba-tiba. "eunghhh!"

Mark tersenyum miring saat menemukan titik kenikmatan Renjun. Dengan lebih semangat Mark menumbuk titik kenikmatan Renjun,membuat mau tak mau Renjun mendesah karena Mark.

"ah ah ah ahh,stophhh p-pleaseee hyu-hyunghhhh akhh!" Renjun melengkungkan tubuhnya saat mencapai pelepasan pertamanya.Tidak menunggu Renjun,Mark terus menusuk lubang Renjun.

Renjun masih lemas saat mencapai pelepasannya,tapi Mark masih menumbuknya dengan kuat. Membuat Renjun semakin mendesah karena bagian bawahnya masih sangat sensitif.

"Markhhh hyungssshhhh" Renjun berusaha memelas pada Mark karena tenaganya untuk melawan sudah habis. Bahkan tangisan Renjun sudah tidak ada air matanya.

Mark menatap wajah Renjun yang masih sibuk dengan desahannya dengan tiba-tiba Mark menaikkan kaki kanan Renjun pada bahunya. Membuat tusukannya semakin dalam. Renjun mendesah dan mencengkram kuat bantal yang ada di sekitarnya. Tubuhnya bergetar,perutnya menegang ia akan sampai pelepasannya yang kedua. Dan mendesah kuat saat pelepasan keduanya.

Akibat reaksi obat berlebih membuat Mark menyetubuhi Renjun selama beberapa jam,dengan Mark yang mencapai pelepasan kesekian kalinya dan Renjun yang entah berapa.

Tubuh Mark lunglai pada saat pelepasan terakhirnya. Tubuhnya sudah tidak terlalu panas dan ia lemas. Kantuk menyerang Mark. Mark menyusul Renjun dalam tidur setelah bebarapa saat lalu Renjun tertidur atau bisa di katakan mereka pingsan,Mark memejamkan mata dan tertidur.