Chapter 3 : Story After School

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Coming Soon

.

Jam sudah menunjukkan pukul 14.30. Itu pertanda bahwa kegiatan belajar mengajar selesai 30 menit yang lalu. Hampir semua warga Konoha Gakuen sudah pulang kerumahnya masing-masing. Tentu saja kecuali yang mempunyai kegiatan klub atau rencana sepulang sekolah.

Seperti dua orang ini. Sasuke dan Shikamaru, kini tengah berada di halaman depan konoha gakuen. Mereka sedang bersandar di pagar. Mereka bukannya memiliki rencana dan ingin pergi ke suatu tempat.

Mereka sedang menunggu.

Jujur, mereka sedikit frustasi. Secara, dari 30 menit yang lalu mereka menunggu, dan yang ditunggu masih belum terlihat.

memang siapa yang mereka tunggu? Siapa lagi kalau bukan tuan muda Naruto. Siang tadi tepat setelah bel berbunyi, mereka bertiga seharusnya berada di ruang guru menemui Kakashi.

Namun karena Sasuke dan Shikamaru terlalu malas melakukannya. Akhirnya mereka memutuskannya dengan hom-pim-pa. Dan seperti perkiraan, Naruto lah yang akhirnya kalah.

Dasar Naruto, masih saja dibodohi.

"Oyy~~"

Sasuke dan Shikamaru menoleh. Ah! Akhirnya!

Terlihat Naruto yang tengah berlari menuju Sasuke dan Shikamaru. Saat Naruto sudah dekat, Shikamaru akhirnya mengungkapkan kekesalannya.

"Ah kau lama sekali Naruto!"

"Ahahaha~ maaf, Soalnya Kakashi memberitahu banyak hal." jawab Naruto enteng.

"Lalu?" Tanya Sasuke ragu. 'Banyak hal' berarti 'banyak hal'. Ia harus tau apa itu.

"Ini." Balas Naruto. Ia memberikan sebuah benda kotak kecil. Dan menunjukannya kepada Shikamaru dan Sasuke.

"Apa ini?" tanya Sasuke heran kepada Naruto.

"Kata Kakashi ini handphone." Jawab Naruto.

Sasuke melongo.

"J-jelek sekali." Sasuke tercengang dengan benda buluk yang Kakashi sebut handphone ini. Ia tidak pernah menyangka kalau tekhnologi seperti ini masih dipakai. Maksudku? lihat benda ini. Benda kecil jelek, seperti transchiever militer. Bahkan transchiever militer lebih bagus dibanding benda ini.

"Apa ini bisa digunakan?" Tanya Shikamaru saat merebut benda itu.

"Kata Kakashi bisa." Sahut Naruto. "Lebih penting lagi!... Kau!" Naruto menunjuk Sasuke marah.

"Ha?" Sasuke tidak mengerti apa yang Naruto maksud. Apa maksudnya menunjuk nunjuk. Ngajak berantem.

Shikamaru tau, Nada bicara ini adalah nada bicara mengajak debat.

Perlu beberapa detik sebelum Naruto melanjutkan kata katanya.

"Kakashi bilang, Kau dititipi Sarapan kita oleh Sakura!"

"..."

'Alah, hanya masalah itu toh' Batin Sasuke kemudian.

Shikamaru menoleh kepada Sasuke. "Ha, apa benar?"

"Benar! aku tau! Kau pasti memakannya sendiri kan?!" Tanya Naruto curiga.

"Apa? Tentu saja tidak bodoh!"

"Kalau begitu kemarikan!" Bentak Naruto.

"Cih! Nanti saja di rumah dasar bodoh!"

"Kenapa? bilang saja kau sudah memakannya!"

"Aku tidak memakannya!"

"Kau memakannya! AKU tau itu!" balas Naruto Ngeyel.

"Sudah ku bilang Aku tidak memakannya!"

"Lalu dimana benda itu sekarang?!" Tanya Naruto masih curiga. Jelas saja! Ia belum makan dari pagi dan sekarang ia mengetahui bahwa kemungkinan makanan terakhirnya sudah dilahap habis oleh gerandong.

"Hn. Ada di tas ku! sebaiknya kita lekas pulang! semakin cepat kita sampai rumah, semakin cepat kita makan!" bentak Sasuke lalu berlalu dari hadapan Naruto dan Shikamaru.

Naruto menatap Sasuke geram. Yang ia tau pasti. Apabila bocah Uchiha ini berbohong. Ia bersumpah akan menyumpel mulutnya pake kaos kaki Shikamaru Nanti malam.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Mereka berjalan pelan menyusuri jalanan menuju rumah mereka. Namun bila ada yang memperhatikan, pasti orang akan mengetahui bahwa formasi berjalan mereka aneh.

Sasuke, ia berjalan paling depan. Dan jarak antara ia ke Naruto adalah kurang lebih satu meter didepan.

Naruto, Sepanjang perjalanan ia menatap pundak Uchiha tanpa mengalihan pandangannya. Dari tatapannya pasti orang mengira bahwa Naruto sedang mengincar Uchiha tersebut. Bila tidak ada Shikamaru dibelakang Naruto, pasti Naruto akan dikira sebagai stalker atau semacamnya.

Shikamaru? Ia berjalan gontai di belakang Naruto. Jujur, ia juga tak kalah lapar dengan Naruto dan Sasuke. Ia hanya berharap Sasuke tidak berbohong.

.

Mereka terus berjalan hingga melewati sebuah persimpangan. Sasuke mengamati persimpangan tersebut. Ia sedikit trauma dengan persimpangan. Jelas saja, tadi pagi ia bertemu dengan banyak sekali persimpangan. Dan berakhir dengan mereka nyasar.

Ia tidak mau kejadian serupa terulang saat mereka pulang sekolah.

Mereka berjalan cukup lama. Naruto sempat kehilangan jejak Sasuke karena ia meleng. Namun setidaknya Shikamaru cukup ingat jalan yang ia lewati tadi pagi menuju sekolah.

.

Saat mereka bertiga melewati sebuah Taman, mereka bertiga terpisah.

Sasuke sudah jauh di depan. Namun ia tidak segera melanjutkan jalannya.

Sasuke Berhenti.

Di hadapan Sasuke ada seorang anak kecil peminta-minta. Anak kecil itu sangat manis, namun wajah cantiknya tersamarkan oleh baju yang lusuh.

Naruto dan Shikamaru yang mengikuti Sasuke dari belakang berjalan pelan-pelan. Matanya sudah tidak mengikuti si Uchiha bungsu. Mungkin karena Sasuke berjalan terlalu cepat. Naruto lebih memilih jalan perlahan.

"Sial! Kemana Sasuke belok tadi sih!" gerutu Naruto.

"Auk." jawab Shikamaru enteng.

Naruto dan Shikamaru sudah tidak melihat Sasuke, Namun mereka cukup tau. Ini adalah jalan yang benar untuk pulang.

.

.

Sedangkan Sasuke masih mematung mengamati anak kecil itu. Ia terdiam, namun Anak yang diamati tiba tiba menghampiri Sasuke. Sasuke sedikit terkejut.

"Kakak~ Apa kau punya sedikit uang untukku?" Tanya gadis itu kepada Sasuke. Gadis itu tersenyum. ia menodongkan tangannya yang mungil.

Sasuke menatap gadis itu dari atas ke bawah. Jujur, timbul sedikit rasa iba di hati Sasuke. Ia ingin menolongnya. Namun apa daya, dia juga melarat sekarang.

Dengan ragu Sasuke berkata :

"..A-Aku tidak punya uang dik.."

Gadis itu menatap Sasuke sebentar,

"Kakak tidak punya uang?" Tanya gadis itu ragu.

Sasuke mengangguk.

Gadis itu menurunkan senyumannya untuk beberapa saat, namun Ia tersenyum kembali.

Dengan ragu ia mengeluarkan uang dari kantongnya. Ia berniat menyerahkannya kepada Sasuke.

"Hai' Ini!" Teriak gadis itu gembira. Uang itu sudah terlipat lipat, tanda bekas kepalan tangan. Namun uang itu bernilai setidaknya satu buah nasi bungkus.

"Untuk kakak!"

Sasuke diam mematung. Ia heran.

"Untukku?" Tanya Sasuke.

Gadis itu tersenyum lagi. Ia mengangguk.

Entah kenapa Sasuke menerimanya.

"Tersenyum dong kak! Sekarang kakak punya uang!" Ucap gadis itu lantang.

Sasuke memandang uang lusuh itu. Ini sedikit aneh. Mengingat ia diberi uang oleh gadis kecil peminta minta. Sasuke pun tartawa.

Gadis itu tersenyum lagi.

"Ini." Ucap Sasuke, ia memberikan uang yang ia punya kepada gadis itu.

Gadis itu heran.

"Loh? kok dikembalikan kak! Kakak tidak mau diberi uang ya?" Tanya gadis itu polos.

Sasuke dengan enteng menjawab.

"Ini kan milikku, jadi sekarang aku bisa memberimu uang." jawab Sasuke. Sasuke tersenyum.

Gadis itu menggaruk kepala. Namun sejurus kemudian ia tertawa.

"Uhm! Terimakasih banyak Kakak-? eto.." Gadis itu menggantungkan Kalimatnya.

"Sasuke." jawab Sasuke.

"Ohm! Terimakasih Kak Sasu!"

"Sama-sama.. Um, Kau?" Tanya Sasuke balik.

"Chitose.. Namaku Chitose!"

Sasuke tersenyum. Lalu kemudian ia membuka tas nya. Ia mengeluarkan Kantong pastik. Itu adalah titipan Kakashi tadi. Lalu Sasuke mengambil sebuah roti dan Sebuah Jus.

"Ini." Sasuke menyerahkannya kepada si gadis kecil.

Menyisakan dua roti dan dua jus milik teman temannya. Ia tidak mungkin memberikan sekaligus milik Naruto dan Shikamaru. Bisa dihajar Naruto nanti.

Yah. Cukup miliknya saja.

"He? Ini?" Tanya gadis itu ragu.

"Untuk mu.. Chi-chan." jawab Sasuke. Entah kenapa ia rela memberikan bekalnya. Bahkan pada saat Sakura memberikan roti ini ia tidak berani memakannya dahulu, meskipun bagiannya sendiri. ia lebih memilih makan bersama Shikamaru dan Naruto. Setidaknya itu rencana awalnya.

Namun ada sesuatu yang mendorong Sasuke merelakan jatah roti nya.

"Uhm! Terimakasih Kak Sasuke!" jawab gadis itu ceria.

'Benar! ini lebih baik.' Batin Sasuke.

Kau sudah belajar banyak dihari pertama Uchiha.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Dan mereka telah sampai di rumah kesayangan mereka. Seperti janji sasuke. Naruto menagih jatah sarapannya. Dasar.

"Oy Sasuke! Mana? aku lapar!" Teriak Naruto.

"Uh sabar kenapa Bodoh! Kau baru saja lepas sepatu!" ujar Sasuke kesal. Sasuke kemudian duduk di ruang tamu. Shikamaru dan Naruto mengikuti.

Ia lalu mengeluarkan bungkusan plastik dari tas nya. lalu membagikannya kepada Naruto dan Shikamaru.

"Kya Makanan! Makanan! Oh lihat! Kalian begitu cantik!" Ujar Naruto saat menerima Roti dan Jus dari Sasuke. Itu hanya roti Naruto, Tidak usah berlebihan.

"Uhm. Terimakasih." Ucap Shikamaru saat Sasuke memberikan jatah rotinya.

"Nyam nyam.. Uhh! Rasa Ini! aku tidak menyangka Roti Isi bisa seenak ini!" Ucap Naruto saat mulutnya penuh.

"Telan dulu Naruto. remah roti nya bertebaran!" Omel Sasuke. Ia heran dengan Naruto. Baru kemarin ia tidak makan. Namun ia seperti habis puasa 1 minggu. Dasar, orang bodoh memang selalu lapar.

sedangkan Shikamaru melahap rotinya dengan perlahan. Sembari menatap Sasuke, ia heran.

"Oy.. Sasuke, lalu mana jatah makananmu?" Tanya Shikamaru setelah menelan kunyahan keduanya.

"Hn.. aku sudah memakannya." jawab Sasuke.

"Oh." timpal Shikamaru. Ia heran, tumben sekali sasuke mendahului teman temannya. tidak biasanya.

Dulu, Sasuke bahkan rela menunggu berjam jam di restoran dan belum memesan apapun sebelum teman-temannya datang. Walaupun, teman teman temannya datang 2 jam kemudian. Ia masih setia menunggu.

Dulu ia tidak biasanya mendahului teman temannya.

Yah. Dulu.

.

.

Jam 18.30

Naruto kini sedang menonton televisi. Ia dan dua temannya sedang tidak ada kerjaan. Ia dan Shikamaru memilih duduk di sofa di depan TV sembari menunggu Sasuke selesai mandi.

Naruto dengan gusar memindah mindah channel TV.

"Sial kenapa acaranya tidak bermutu sih!" omel Naruto. Ia menoleh kepada Shikamaru yang ada di sampingnya. Shikamaru tengah mempelajari Handphone yang diberikan Kakashi tadi siang. Bahkan barang jadul pun butuh dipelajari.

"Kau tidak bisa mengharapkan stasiun TV Naruto." Jawab Shikamaru tanpa mengalihkan padangannya dari layar handphone.

"Ah! setiap saluran hanya sinetron-sinetron-sinetron! tayangin anime kek." Omelnya kesal. Ia lebih senang menonton kartun saat berada di depan TV.

.

Cklek! terdengar pintu kamar mandi ditutup, Sasuke keluar dengan menggunakan kaos oblong biru tua dan celana pendek abu abu. Di kepalanya masih bertengger handuk untuk mengeringkan rambutnya.

Kemudian Sasuke pergi ke masih terasa lapar.

Sasuke melirik bahan makanan mentah yang bertengger manis. Bwah. Ikan mentah. Sayuran hijau. dan, bahan makanan yang tidak bisa dimakan tanpa diolah.

"Tch."

Ia akhirnya hanya mengambil air dingin dari kulkas. Setidaknya minum bisa menghilangkan dahaga nya.

lalu kemudian Sasuke membawa sebotol besar air dingin itu ke sofa. Menghampiri Naruto dan Shikamaru.

Ia lalu memposisikan dirinya duduk. Dengan perlahan ia menenggak air dingin itu.

Sasuke melirik Shikamaru. Setelah ia selesai menenggak air dingin. Ia berkata :

"Bagaimana Shikamaru? kau bisa menggunakannya?" Tanya Sasuke. Tentu saja ia membahas soal Handphone jadul yang diberikan Kakashi.

Sejak mereka pindah, memang mereka tidak diperbolehkan menggunakan HP milik mereka sendiri. Itu karena Kakashi memintanya saat menjemput mereka. dengan alibi "ini perintah Tsunade." dengan terpaksa mereka bertiga menyerahkan HPnya.

"Ini simple. Menggunakannya cukup mudah. bahkan Naruto pun bisa menggunakannya." jawab Shikamaru enteng.

"HA? Apa maksudnya Itu?!" Tanya Naruto. Ia tersinggung.

"Tidak ada.. kau bisa menggunakannya. kau kan serba bisa Naruto!" ucap Shikamaru kemudian. Mengelak dari tuduhan Naruto.

"Mwahahaha.. Naruto-sama memang selalu bisa diandalkan." ucap Naruto bangga.

'Dasar bodoh.' Batin Sasuke.

.

"Lalu? apa lagi yang kau temukan Shikamaru?" Tanya Sasuke lagi.

"Hn. Gratis SMS, Nelpon dan internetan." jawab Shikamaru enteng.

Sasuke memutar bola mata.

"Bukan yang itu bodoh." balas Sasuke tegas.

"Ya .. aku bahkan tidak yakin Handphone buluk itu bisa buat Internetan!" Canda Naruto.

Shikamaru tertawa. "haha.. kau benar Naruto."

Shikamaru lalu menunjukkan Kontak kepada Sasuke. Sasuke yang heran menerimanya begitu saja.

"Hanya sda tiga nomor disitu." ucap Shikamaru.

.

Sasuke menatap layar handphone dengan seksama. Ia membaca tiap tiap Nomor yang tertera.

.


Kakashi Hatake

088XCFXDGWAF


'Cih tentu saja ada Nomor kakashi. dia kan yang memberikan HP ini.' Batin Sasuke.

lalu ia meneliti nomor yang ke dua.


Haruno Sakura

08IAFQWADWA


'Tunggu.. Kenapa ada Nomor Gadis Haruno disini? Apa Kakashi tidak Salah?' Batin Sasuke lagi.

Memang untuk apa mereka bertiga menghubungi Sakura? Kencan? Siapa juga yang mau kencan. Mikir diri sendiri aja susah.

.

Dan Nomor yang terakhir,

.

.


Raja Iblis

085XDSFRWXXY


Sasuke segera buru buru menyerahkan HP itu kepada Shikamaru. Kemudian bicara pelan.

"Oy. Kenapa ada Nomor raja iblis di Kontak?" Ucap Sasuke.

"Ha? mana?" Tanya Naruto. Ia lalu merebut HP itu.

Shikamaru tertawa.

"Haha.. itu Nomor Tsunade. aku yang menggantinya." ucap Shikamaru.

"Huh! Kirain Nomor Raja Iblis beneran!" Sahut Naruto.

Shikamaru mengangkat bahu.

Sasuke ikut tersenyum.

Setidaknya candaan teman teman nya sedikit melupakan rasa lapar Sasuke.

.

.

Tak lama setelah bercanda gurau. HP kecil itu berbunyi. Naruto yang memengangnya kaget. HP itu bergetar. yang membuat Naruto kaget adalah nada deringnya yang seperti telpon tahun 80-an.

"UH! aku kira kau akan mati jantungan!" Ucap Naruto.

"Siapa Naruto?" Tanya Sasuke.

Naruto lalu melihat layar HP itu.

"SMS dari.. Kakashi." Ucap Naruto

"Bacakan.." pinta Shikamaru

Naruto lalu menekan tombol open. lalu ia membacakan SMS dari Kakashi

"Eto.. Naruto, Sasuke, Shikamaru aku yakin kalian masih belum terbiasa dengan rumah baru kalian..." Ucap Naruto membaca SMS

"Hn." Sasuke Mendengus.

"...Aku yakin kalian juga masih kesulitan mengatasi masalah kelaparan..." Lanjut Naruto lagi.

"Dia serba tau! dia ini dukun atau apa?" Kata Shikamaru menimpali.

.

".. Mungkin Kalian Harus belajar memasak.."

Kakashi benar. Memang hidup mandiri kurang lebih dua bulan memang harus memiliki persiapan. Apalagi di kasus mereka, mereka tidak punya uang untuk beli makanan cepat saji. Mereka hanya memiliki modal bahan makanan. Bila mereka ingin tetap bertahan hidup, mereka harus memasak sendiri.

Shikamaru dan Sasuke memperhatikan Naruto. Menunggu Naruto melanjutkan membaca SMSnya.

".. Aku pikir teman kalian Sakura bersedia membantu." Ucap Naruto akhirnya, mengakhiri pesan singkat dari Kakashi.

"..."

"..."

"..."

Mereka terdiam beberapa saat. Mereka mencoba menelaah perkataan Kakashi.

.

"Aku benci mengakuinya tapi Kakashi benar." ujar Sasuke. Ia menatap kedua sahabatnya penuh arti.

"Lalu?"tanya Naruto.

"Dengan Kata lain, kita harus meminta bantuan Sakura Haruno?" Lanjut Shikamaru.

Sasuke menoleh kepada Shikamaru dan mengangguk. Tanda ia meng iyakan. Sasuke sendiri yang belum makan sejak tadi pagi. ia cukup mengerti, menjalani hidup seperti ini terus kedepannya akan menjadi masalah.

"Baiklah kalau begitu.. tidak ada pilihan lain." Ucap Naruto akhirnya. "Tapi..." Naruto menggantungkan perkataannya, tanda ia mengajukan syarat.

"Apa?" tanya Sasuke dan Shikamaru bersamaan.

.

.

.

"..Kita Harus belajar memasak ramen juga!" ucapnya dengan nada serius.

.

.

Sasuke dan Shikamaru mengangguk.

Yah. Lelaki sejati adalah lelaki yang bisa bertahan hidup di lingkungan manapun.

Setidaknya..

.

.

.. mencoba bertahan hidup

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxx


Author Note(s) : Hanzama is back! Yosh.. chapter 3 slesai. Terimakasih buat yang udah baca.. para reviewers, readers, dan silent readers. thanks..

oiya.. maaf buat yang kemarin,, Sebenarnya bentuk asli chapter 2 adalah chapter yang banyak typo. Tapi Hanzama sudah perbaiki kok~ .. Jadi, sepertinya bukan masalah.

NB : Chitose adalah OC .. sebenarnya sedikit ndak PD sih ngeluarin OC disini.. namun apadaya. Author kesulitan mencari karakter.. tapi semoga Reader menyukainya.

kritik dan saran sangat dibutuhkan, untuk membenarkan kesalahan Author. Dan membantu perkembangan fanfic ini.

but well, semua akan mudah dengan dukungan dan doa.

Thanks udah baca.

Tinggalkan Kritik dan Saran perhaps?

NEXT CHAPTER RIGHT AWAY!

v

v

v

v

v

v