Chapter 4 : Food Problem Bagian 1

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Coming Soon

.

Sasuke kini tengah tidur di kamarnya. Kamar kesayangannya tentu saja! kamar yang mulai ia tempati 2 hari yang lalu. Namun jujur, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Karena ia terus memgangi perutnya. Mungkin perutnya sakit karena ia sudah tidak makan selama 2 hari.

Sebenarnya di Kulkas ada sayuran yang bisa ia gunakan untuk mengganjal perut. Namun Sasuke tidak akan memakan sayur mentah.

Mereka bertiga. Sasuke, Naruto, Shikamaru kena hukuman selama dua bulan. Namun menurut perhitungan, bahan makanan hanya cukup untuk 2 minggu.

Sial.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi dan Sasuke masih berkutat di kasurnya sendiri berguling kesana kemari memegangi perut. Di samping bantalnya terbaring handphone yang Kakashi berikan kemarin.

Sasuke sengaja membawanya karena Shikamaru dan Naruto yang menyuruh Sasuke membawanya.

.

.

Sasuke berbaring dengan penuh kesadaran selama kurang lebih satu jam. Saat jam menunjukkan pukul tiga pagi, barulah rasa kantuk menghampirinya.

Saat matanya mulai terasa berat, ia mulai memejamkan matanya.

Namun tiba tiba..

.

Kriiiiiinngg Kriiinnggg Kriiiinnggg

Sasuke membuka mata. Ia terkaget. Sialan. baru saja ia dihampiri kantuk, sekarang kesadaran memukulnya lagi dari belakang.

Ia merutuki nasib sial yang selalu menghampirinya.

kemudian ia mengambil benda yang menjadi sumber suara. Handphone itu berbunyi.

'Sialan.. Bunyinya memang seperti Telpon tahun 80-an.' Batin Sasuke. Ingatkan ia untuk mengganti nada deringnya nanti.

Ia memencet satu tombol di handphone itu.

Ada SMS masuk.


Dari : Raja Iblis

No : 085XDSFRWXXY

Oy! Bangun pemalas. Kalian pikir kalian bisa bersantai karena hari ini hari libur? BANGUN! Sudah pagi! Kalian pikir kalian bisa bangun lebih pagi dari ayam yang berkokok?

Dasar Payah Dasar Lemah!

Wake up! You Will Sleep When You dead!


'Kurang ajar.' Batin Sasuke.

Bangun lebih pagi apaan?! Aku bahkan belum mulai tidur. Dasar nenek tua sialan!

Tentu saja! siapa juga yang tidak emosi? Saat orang terkena insomnia, dan baru bisa tidur menjelang pagi. Namun saat kau hampir memasuki alam mimpi, ada orang membangunkanmu dan berkata : Bangun! Kau akan tidur saat kau sudah mati! siapa yang tidak sewot?

mungkin memang ini maksud Kakashi memberikan sebuah handphone untuk bertiga. Supaya mereka lebih tersiksa! GOD DAMMIT!

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Sasuke bangun dengan malas, sial! ia bisa tidur jam 5 pagi tadi. Salahkan Tsunade karena memberinya 'SMS Motivasi' supaya tetap terjaga kepada Sasuke. Dan Sasuke tidak percaya SMS itu berhasil menahan kesadaran Sasuke selama 2 jam kedepan. padahal hanya 1 SMS.

Jam sudah menunjukkan pukul 6. sebenarnya Sasuke masih ngantuk. Namun apadaya, Cahaya matahari lebih terang, untuk menyinari mata Sasuke yang redup.

Sasuke bangun dari tempat tidurnya.

"Ugh!" ia memegangi kepalanya. Ia merasa pusing. Mungkin itu dampak dari insomnia.

Jujur, Sasuke baru pertama kali merasa se-setres ini.

Ia merindukan rumah. Sangat!

Tapi apadaya, ia tidak bisa mengharapkan apa apa. Uchiha mansion sangat jauh dari tempat ia duduk sekarang. uang tak punya. aan jika ia pergi, memang siapa yang akan menemani Shikamaru dan Naruto? Tentu saja ia tidak bisa bersifat egois. Mereka berdua adalah teman Sasuke. hanya mereka teman yang ia miliki.

Sasuke hanya perlu menaati Tsunade untuk sekarang.

Akan tiba Saatnya ia membalas. Ya! Saatnya akan tiba suatu hari nanti.

.

Sasuke berjalan gontai menuju ruang Makan. Di sana telah terlihat Shikamaru dan Naruto. Naruto yang menyadari kedatanga Sasuke segera berucap

"Oy! Saskey! aku memang tau mukamu jelek. Tetapi kenapa kau hari ini? kau lebih jelek dari biasanya." ucap Naruto.

Namun Sasuke tidak berniat untuk membalas. Ia malas melakukannya.

Sasuke kemudian meletakkan HP terkutuk milik Kakashi di meja makan. lalu mengambil segelas besar air dingin. dan meminumnya sekaligus

Shikamaru dan Naruto melongo.

"Kau kenapa Sasuke?.. Insomnia?" Tanya Shikamaru. tidak biasanya Sasuke Insomnia.

"Hn." Jawab Sasuke. Singkat, Padat, Tak jelas.

"Bah! ia sudah kembali menjadi Uchiha yang irit bicara.. sama seperti dulu." ucap Naruto sambil melipat tangannya di belakang kepala.

"Aku pusing Naruto.." ucap Sasuke.

"Ehhh? Pusing? Memang kau memikirkan apa? Politik? atau kekasih? mana ada! kau kan jomblo!" Ucap Naruto.

Shikamaru tertawa.

Memang sial bagi Sasuke. Naruto memang sudah biasa bicara dengan Sasuke menggunakan nada pedasnya. Namun entah kenapa Sasuke belum bisa terbiasa dengan ucapan si speaker yang omongannya asal-asalan ini.

.

.

"Lebih penting lagi. Cepat cari cara supaya kita bisa sarapan!" Ucap Sasuke sedikit tinggi. dari kemarin ia merasa sial. Paling tidak, apabila ia bisa sarapan-atausetidaknya makan- hari ini, ia akan bersedia melupakan keluh kesahnya untuk sementara.

Ayolah. Sasuke tidak minta banyak banyak. cukup nasi setiap hari. lauk :daging, sayur, buah buahan. jus atau susu, setidaknya minuman bergizi setiap hari. Memang apa yang sulit sih?

Semua orang juga tau kau terlalu banyak berharap Uchiha.

Sasuke mengira di saat pertama hukuman mereka. Akan ada yang menyiapkan makan mereka. Namun ternyata hanya harapan kosong. Ia sekarang tau, Tsunade tidak sebaik itu.

"Katanya mau minta bantuan Sakura?" tanya Shikamaru kepada Sasuke.

"Oh, Kau benar." Ucap Sasuke dengan tatapan datar.

"..."

"Lalu? Siapa yang akan bicara dengannya?" Tanya Sasuke kemudian.

Shikamaru dan Naruto saling pandang. mereka dengan lantang berucap

.

"Kau!" Ujar mereka kepada Sasuke.

"Ha! Kalian GILA! KENAPA AKU?!" bentak Sasuke. Ia tidak merasa ini adalah ide yang bagus. maksudku? Mana bisa Aku! memohon mohon bantuan kepada seorang gadis?! kau pikir siapa aku!

"Kita tidak bisa menyerahkan masalah memasak kepada Naruto!" Ucap Shikamaru. ia melirik Naruto, memastikan ekspresi apa yang ia berikan.

"HA?! E-Eeeh I-Iya benar! Aku tidak pandai di dapur.. hahahaha." ucap Naruto. Yah benar, ia malas memasak.

.

"Lalu kenapa tidak KAU saja Shikamaru?!" Tanya Sasuke masih dengan nada tinggi. Ia masih tidak terima bila disuruh meminta bantuan kepada seorang gadis.

Shikamaru mengela Nafas.

"Begini saja deh! kita bagi tugas. Aku.." Shikamaru menunjuk dirinya sendiri. "...Aku akan bertugas bersih bersih."

Naruto memiringkan kepalanya.

"Maksudnya?" Tanya Naruto tidak mengerti.

"..Aku bertugas bersih bersih rumah. Dan kau Naruto.." Shikamaru menunjuk Naruto "...Tugasmu mencuci.." ucap Shikamaru. Ia memperhatikan ekspresi teman temannya satu persatu. "... dan Sasuke memasak!" lanjut Shikamaru lagi.

.

Naruto protes.

"Apa? M-Mencuci? Semua pakaian?" Tanya Naruto

"Benar!" sahut Shikamaru

.

"HAH? Enak saja! aku Mencuci?! sampai kapanpun Aku tidak akan sudi mencucui pakaian dalam kalian!" Jawab Naruto Tegas. Naruto harus mencuci? Ia bahkan belum pernah sekalipun melakukannya.

"Jangan begitu Naruto. Ini mudah saja. Lihat, mungkin kalian belum menjelajahi seluruh rumah ini. Namun aku menemukan mesin cuci di Basement! Itu Akan mempermudah pekerjaan-MU!" jawab Shikamaru.

"..."

"Kalau kau tidak mau mencuci pakaian dalam. Baiklah! Pakaian dalam cuci sendiri-sendiri!" ucap Shikamaru akhirnya.

"Oke! Kalau begitu aku setuju!" Jawab Naruto. Akhirnya.

Sasuke menatap Shikamaru dengan tampang yang tidak bisa diartikan. Sedangkan Shikamaru membalas tatapan Sasuke dengan pertanyaan,

"Bagaimana Sasuke? kita Harus menyelesaikannya bersama. Setidaknya selama dua bulan kita disini!" Ucap Shikamaru kepada Sasuke.

Sasuke masih menatap Shikamaru, ia masih kesal. Sasuke tidak pernah bisa menang debat melawan Shikamaru.

'Dasar einstein. Sialan Seperti biasanya.'

.

Namun akhirnya ia menyetujuinya.

"Baiklah! kau menang!.. tapii..." Sasuke mengantungkan kata katanya.

"Apa?" Tanya Shikamaru kembali.

"Saat kau bilang kau akan bersih bersih, kau harus membabat Rumput di halaman Kita juga!" ucap Sasuke lagi kepada Shikamaru

Rumput di halaman mereka memang sudah tinggi. Baik di halaman depan dan belakang, sama saja. Setidaknya itu akan memberatkan sedikit perkerjaan Shikamaru.

.

.

"Hn! Baiklah, aku akan melakukannya!" Jawab Shikamaru.

.

Sasuke tersenyum.

Cukup adil.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Jam 09.30

Sasuke kini tengah berada di beranda rumah kesayangannya. ia mondar mandir di depan pintu seperti orang linglung.

Ia bukannya sedang menjaga pintu.

Namun ia sedang mengumpulkan keberanian.

sudah cukup lama ia mondar mandir di depan pintu. Sesekali ia menimang HP yang ia pegang.

terdapat sebuah Nomor di sana.

Sakura Haruno.

"Akh!" Sasuke tidak pernah setakut ini menghubungi seseorang.

Karena apa? Tentu saja karena gengsi! ego seorang Uchiha masih belum bisa menerima kalau Sasuke harus meminta bantuan seorang gadis. Namun Sasuke harus dihadapkan oleh dua pilihan:

- Hubungi dia dan ajak ia kenca-ehem. bicara untuk Minta bantuan.

- Atau sekarat selama 2 bulan karena tidak tau cara memasak.

.

Lagipula ia sudah terlanjur membuat perjanjian kepada Shikamaru dan Naruto. "Sial!" kenapa juga ia Harus menyetujui perkataan Shikamaru. Kalau dipikir pikir kan memasak adalah pekerjaan yang paling berat. "Arggh!"

.

Namun ia tidak mau menarik kata katanya dan kembali berdebat dengan Shikamaru. Bisa tambah repot kalau shikamaru kembali memutar balikkan fakta.

"Cih." Sasuke memang membenci orang jenius.

perlu beberapa menit sampai ia akhirnya berani mengetik SMS kepada Sakura.

..

Sasuke bingung, memang apa yang akan ia tulis.

Ia berpikir.

Harus permintaan yang sopan, tapi tidak merendah di depan orang lain.

Kemudian ia mulai mengetik kata perkata di Handpohe mungilnya.


To : Haruno Sakura

No : 08IAFQWADWA

Haruno, Ini Sasuke.. dengan wewenangku sebagai Uchiha.. aku menyuruhmu untuk mengajari aku memas


Tunggu dulu. Ini tidak benar. Kalau seperti ini, Bukannya Sakura membantu, tapi malah dihajar nanti.

Sasuke pun kemudian menghapus Isi SMS tadi.. ia mencoba mengetiknya lagi.


To : Haruno Sakura

No : 08IAFQWADWA

Haruno, aku tidak bisa memasak. dan aku sudah tidak makan selama 2 hari. jadi maukah kau menolongku. karena hanya kau yang bisa aku


Akh! Ini juga tidak benar! mereka memang belum makan dari kemarin. Tapi ini, Masa' kelihatannya ngenes sekali sih?

Ia mencoba mengetiknya lagi..


To : Haruno Sakura

No : 08IAFQWADWA

Haruno, aku lapar.. pokoknya kau harus mengajari aku memasak! titik! kau tidak perlu tau siapa aku.. kau ha


Sasuke menatap Layar Hp nya dengan tatapan aneh. kok malah seperti sms teror ya?

'Akh dasar sial! sulit sekali merangkai kata kata.'

.

.

Beberapa menit setelah sasuke mencoba. Akhirnya ia puas dengan tulisannya.

"Hah!" Ia tersenyum gembira. Orang lewat pasti berpikir heran dengan anak muda ini. Berteriak teriak dengan Handphone. Ia pasti dikira tela mendapat hadiah lotre atau semacamnya.

Untung Naruto dan Shikamaru sedang ada di basement memeriksa mesin cuci yang akan mereka gunakan. Kalau tidak, pasti Naruto sudah meneriaki "Uchiha gila! teriak teriak! Uchiha gendeng!" dan sebagainya.

.

Sasuke dengan hati hati menekan tombol Send. Ia berharap gadis berambut Pink itu mau membantunya. semoga saja.

.

Sasuke menanti balasan SMS dengan sangat tegang.

Ia sangat kepikiran. Apa yang akan Haruno katakan? apakah ada typo di SMS nya tadi. Apakah bahasanya mudah dimengerti atau tidak. yang paling penting-

Apakah Haruno Sakura mau membantu mereka bertiga?

Sasuke sangat bersusah payah menahan lapar 24 jam terakhir. ia tidak mau menambah rekor dan puasa selama 1 minggu dan kemudian tewas.

cukup nasi saja. Apabila hanya diajari memasak nasi, Sasuke akan sangat sangat bersyukur.

.

.

Sasuke menunggu balasan SMS tadi, sudah 2 menit berlalu. Namun terasa sangat lama. Apakah SMS nya sudah dibaca?

Baru kali ini Sasuke merasa gugup menunggu SMS masuk.

.

3 menit berlalu.. Sasuke mulai tidak sabar.

.

4 menit berlalu..

.

.

Drrrt Drrt Drrrt

"Ah! Akhirnya!" Hadphone Sasuke bergetar. Akhirnya! Akhirnya! Akhirnya!

.. Sasuke dengan penuh wibawa berdiri dari tempat duduknya. Ia memegangi Hanphone nya. Namun ia tidak melihat layarnya.

Ia memejamkan mata.

Tanpa melihat, Ia memencet tombol Open. Ia membuka SMS yang masuk.

dag dig dug. jantungnya berdegup kencang. Masih dengan memejamkan mata, ia mendekatkan Handphone nya ke wajah. Ia bersiap membuka mata dan membacanya.

Ia sudah siap akan kemungkinan apapun dari Sakura. termasuk penolakan.

Dengan perlahan ia membuka mata.

.

Ia membaca bait berbait.

.

.

.

.

.

.

.


Dari : JAPANSAT

Nikmati layanan gratis Nelpon seharian dan uang tunai jutaan rupiah.. dengan cara mengumpulkan pion dari JAPANSAT.. tersedia hadiah langsung tanpa diundi untuk 100 orang teratas.. untuk info lebih lanjut tekan *0*0*123Z*4# . atau kunjungi wewewe,japansat,coco . . .


"AH MENGANGGU SAJA SIH!" teriak Sasuke frustasi.

.

Dasar. Memang dasar.

Sasuke emosi. Bukan SMS dari operator yang ia nantikan.

Nelpon seharian apaan! Emang melpon seharian mau nelpon siapa? AH! Membuang buang waktu orang lain saja!

.

Sasuke Lalu menutup menu kontak masuk dari handphone dan masuk ke dalam rumah. Sasuke merasa dibodohi oleh kelakuannya sendiri.

Lihat sisi baiknya? Ia sudah tidak gugup menerima SMS dari Sakura nanti.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Rumah Sakura

Sakura kini tengah selesai mandi. Mandi di siang hari memang hobinya. Entah kenapa segar rasanya mandi dengan air dingin saat di luar cuaca sedang panas.

Ia menutup kamar mandi dengan perlahan. Lalu kemudian berlari kecil ke kamarnya di lantai dua.

ia dirumah sendirian mengingat orang tuanya masih bekerja mencari nafkah.

Yah. dia adalah anak tunggal dari pasangan Haruno Kizashi dan Haruno Mebuki.

.

Sakura memasuki kamarnya dengan perlahan sembari mengusap rambutnya yang basah ia menghampiri HP nya yang menyala. Ada SMS masuk

Sakura memiringkan kepalanya. nomor baru? siapa?


From : 085UZUXYOSZM

Haruno, Ini Sasuke. Sebenarnya kami ada masalah dengan sarapan, makan siang, dan makan malam.

bisakah mau mengajari kami bagaimana cara ... memasak..

kami akan sangat berterimakasih.


Sakura tersenyum. ia melirik jam dinding. Jam 10.00

lalu kemudian ia membalas SMS dari sasuke


To : 085UZUXYOSZM

Kalau begitu kalian bisa datang ke Leaf Street jam 1 nanti. Akan aku ajari apa yang kalian mau. :)


Sakura lalu meng-klik tombol send.

.

Perlu beberapa menit sampai HP nya berbunyi lagi. Tanda SMS baru masuk.


From : 085UZUXYOSZM

Leaf Street? Baiklah.. Sampai jumpa jam 1.

.

Salam terimakasih dariku.

-Sasuke.


Sakura menatap kembali Layar HP nya. seulas senyum manis kembali terukir di bibirnya.

kemudian ia menyimpan nomor baru itu di kontak HP nya.

Ia menamai nomor itu dengan nama...

.

.

.

Sasuke.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxxxx


Author Note(s) : Osh! Hanzama Is back. jujur Hanzama bahkan tidak tau ending apa yang akan Hanzama dapatkan nanti saat menggarap cerita ini. kemarin chapter 3 saya sudah mencoba memutar otak. mencoba mendapat rujukan ide untuk menuju main problem yang akan datang.

Err.. sebenarnya author ndak niat terlalu banyak munculin problem sih.. tapi yah. liat aja seberapa banyak ide yang dapat dikemukakan oleh otak author.. untuk 10 chapter kah? 20 kah? Atau 100 chapter? jangan terlalu berharap ini baru chapter 4. wkwk

Dan.. Hanzama ndak mau pusing mikir love story yang bikin ide cerita Hanzama cuman fokus ke satu tempat.

Hanzama lebih suka improvisasi sih... yah. maka dari itu,, ndak akan ada bocoran berupa preview, kode, atau gambaran untuk chapter kedepannya. readers lah yang berhak menebak nebak.. XP doakan saja semoga otak author ini masih bisa banyak berimajinasi.

.

mari kita lupakan sejenak tentang tema, pair, dan peraturan yang mencekik. dan kembali ke hukum utama : Unleash Your Imagination.

Kritik dan saran mungkin?

NEXT CHAP RIGHT AWAY!

v

v

v

v

v

v