Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Coming Soon

.

.

.

Chapter 6 : Selesai Satu Tumbuh Seribu

Ah. Hari yang biasa kembali terulang di Konoha city. Mungkin kata 'Hari senin' sedikit terdengah horor bagi beberapa orang. Begitu pula dengan orang orang ini. Namun berbeda dengan orang lain. Tidak pernah ada hari yang membosankan di kehidupan orang orang ini. Setidaknya bagi mereka yang peduli.

jam 06.30 pagi, di hari senin, adalah waktu bagi para pelajar bersiap berangkat sekolah. Sama halnya dengan Naruto, Sasuke dan Shikamaru. Mereka kini tengah bersiap sarapan.

Memang siapa yang memasak? tentu saja Sasuke. Walaupun dia masih dalam tahap Beta Testing.

Sasuke kini tengah menata piring di meja dan menghidangkan nasi. Ia memakai apron layaknya chef asli. Dasar kekanak kanakan.

Tak lama, Naruto selesai mandi. Ia segera menuju dapur.

"Wahahaha.. aku tidak menyangka melihat Uchiha Sasuke memasak menggunakan apron. kau seperti ibu ibu.. hahahahaha... lagipula apa itu? apron biru bergambar kucing? dasar kekanak-kanakan!" Ucap Naruto. Ia terkejut melihat tingkah sahabatnya.

Sasuke yang mendengarnya mukanya sedikit memerah. Apa yang dikatakan Naruto sama persis seperti apa yang dipikr Sasuke kepada Sakura kemarin. Namun ini adalah apron pemberian sakura.

"Diamlah dan duduk. atau kau tidak aku beri jatah makan." Ucap Sasuke dingin. Ini adalah ancaman telak yang Sasuke punya sekarang. Sasuke yakin ini ampuh untuk mengatasi bicara Naruto yang asal asalan. Dasar.

"Huh! Iya Iya chef Sasuke Uchiha-sama!" ucap Naruto cemberut. Ia memilih menurut. Bisa gawat kalau ia tidak diberi makan.

Ia pun duduk.

Sasuke tersenyum kemenangan.

Tak Lama kemudian Shikamaru keluar dari kamarnya. Ia sudah selesai ganti baju. Ia pun ikut menuju dapur.

Naruto menatap meja makan dengan tatapan heran. Di sana terdapat 1 piring berisi 3 ikan goreng. Sebakul nasi, satu ceret teh hangat. 3 gelas. Dan sebotol saus.

"H-hanya ini?" Tanya Naruto heran. 'I-Ini seperti lauk makan rakyat jelata.' Batin Naruto.

"Hn." Sasuke mengangguk

"Oh ayolah! masak lebih banyak Sasuke! aku juga butuh sayur dan buah untuk nutrisi!" protes Naruto.

Shikamaru dan Sasuke ikut duduk di meja makan.

"Hanya menu seperti ini yang aku bisa sekarang Naruto. Lagipula Kita juga harus menghemat bahan makanan." ucap Sasuke kemudian.

"Ta-Tapi! aku berharap menu yang lebih WAH!" Ucap Naruto membantah Sasuke. Menkankan kata WAH.

Sasuke mengabaikan.

"Kau beneran mau makan sayuran Naruto?" Tanya Shikamaru memastikan. Ia sudah mencentong nasi ke dalam piringnya.

"IYA!" Balas Naruto.

Shikamaru menghentikan kegiatannya dan mulai menatap Naruto.

"Kalau begitu aku mengijinkanmu memakan rumput di halaman kita. Kau tau? rumput liar bagus untuk nutrisimu." Ucap Shikamaru.

Sasuke tersenyum.

Naruto memutar bola matanya.

"Jangan bercanda Shikamaru! aku juga butuh buah buahan! Apel! Jeruk!-" ucap Naruto, Namun dipotong oleh Sasuke.

Sasuke sedikit membentak.

"Lihat posisi kita Naruto! kita tidak punya apa apa! masih bisa makan saja juga sudah lumayan!" Ucap Sasuke.

Shikamaru mengangguk.

Naruto menatap kedua temannya dengan tatapan yang sulit diartikan, sedangkan Sasuke menampakkan wajah serius.

Naruto akhirnya mengalah. Ia akhirnya mau juga makan dengan lauk ikan seadanya.

"Hahh! Baiklah~"

Detik berikutnya mereka sudah makan bersama dengan kusyuk.

.

.

"Nyge Sghikamwaru.. twolong ambbbilkan sshauss." ucap Naruto dengan mulut penuh.

"Telan dulu bodoh!" ucap Sasuke.

"Nghaa? apaan?" Tanya Shikamaru yang tidak mengerti apa yang dibicarakan Naruto.

Naruto pun menelan nasi yang ada di mulutnya.

Glek "Tolong ambilkan saus!" Ucap Naruto.

Shikamaru menatap Naruto dengan heran.

"Kau yakin?" Tanya Shikamaru.

"Hah?" Naruto malah tidak mengerti.

Shikamaru melanjutkan perkataannya.

"Bukankah kau takut kepada saus?" tanya Shikamaru menahan tawa.

"Ha? Tidakk O-Oi! itu hanya salah sangka!" bantah Naruto.

Sasuke menoleh kepada Naruto. Ia bertanya. "Kau takut kepada saus?" Tanya Sasuke memastikan.

"APA? TIDAK!"

"Iya! dia ketakutan setengah mati dengan saus. Apalagi saus cabai." ucap Shikamaru atas petanyaan Sasuke.

"ckckckckc." Sasuke menggelengkan kepala.

"OI AKU TIDAK TAKUT SAUSS!" bentak Naruto.

"Hahahahahaha~"

Shikamaru tertawa. Sasuke tersenyum. Sedangkan Naruto? mukannya memerah menahan malu.

.

Dan pagi hari itu mereka habiskan dengan bercanda gurau. Entah kenapa pagi ini begitu menyenangkan walau hanya makan dengan lauk ikan goreng dicocol saus dan kecap.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

jam 07.15 - Di Jalan

"...dan kau tau? Naruto gemetaran setangah mati dibelakang punggungku." Ucap Shikamaru kepada Sasuke. Sasuke tertawa.

"Sudah sepantasnya, dasar Kucing penakut." Ucap Sasuke kepada Naruto.

"OI! AKU BUKAN PENAKUT!"

"Hahahahaha."

Sasuke, Naruto, Shikamaru kini tengah berjalan bersama menuju sekolah. Tidak seperti hari pertama ke sekolah kemarin, pagi ini mereka lebih santai. Mereka-Shikamaru sedang menceritakan pengalaman bodohnya bersama Naruto kepada Sasuke.

Sasuke jelas merasa terhibur mendengar sang jenius dibodohi orang idiot.

.

Tak lama mereka berjalan, HP yang ada di saku celana Sasuke bergetar. Ada SMS masuk.

Sasuke mengernyitkan dahi. Siapa yang SMS pagi pagi begini?

Sasuke menarik HP dari kantungnya. 1 Message Received

Lalu Sasuke membacanya-


Dari : Raja Iblis

No : 085XDSFRWXXY

Setelah Sampai di Sekolah, Segera ke ruanganku. Ada hal penting yang harus aku sampaikan :* ..

.

NB : Hanya salah satu dari kalian. Aku tidak mau oksigen di ruanganku habis gara gara kalian bertiga masuk bersamaan.


Sasuke menatap Layar HP itu dengan tatapan Horor. Ia tidak yakin dengan ini. Kabar dari Tsunade adalah kabar kematian. Pasti ada sesuatu yang direncanakan.

Naruto yang heran melihat tampang horor Sasuke kemudian bertanya.

"Huh? kenapa denganmu Sasuke? Kau sakit?" Tanya Naruto. Shikamaru ikut memperhatikan.

Sasuke tidak menjawab. Ia menyodorkan HP itu ke depan muka Naruto. Naruto yang heran menatap layar HP tersebut, disampingnya Shikamaru juga ikut memperhatikan.

Mereka berdua membaca SMS tersebut bait perbait.

blablablablablablablablabla~~

.

Mereka menatap SMS itu dengan tampang horor.

Naruto bukan takut dengan makna dari SMS itu. ia lebih ngeri melihat tanda -titikdua-bintang- yang dicantumkan Tsunade. 'hiiiiiiyy~'

"Ha? apa lagi yang si nenek tua itu inginkan sih!" Ucap Shikamaru jengkel. Tentu saja, dari awal kan mereka bertiga adalah 'Anti-Tsunade' . Menghindari Tsunade berarti menghindari masalah. Sebaliknya, Mendatangi Tsunade, sama dengan menggali lubang kubur sendiri.

"Aku juga tidak tau." Jawab Sasuke

"HEI! dia bilang hanya salah satu dari kita?..." Tanya Naruto heran, ia menggaruk garuk kepalanya. "... Jadi? jadi siapa yang mau bersukarela?" Tanya Naruto memastikan.

Sasuke dan Shikamaru tersenyum licik. Mereka berdua berpandangan.

.

"Kita Putuskan saja dengan hom-pim-pa.. seperti biasanya.." Ucap Shikamaru. Sasuke mengangguk

"HA? Mana bisa BEGITU?! Aku tau kalian hanya MENCURANGIKU KAN?!" Ucap Naruto sewot. Jelas saja, bila disuruh hom-pim-pa untuk memutuskan sesuatu. Pasti Naruto yang akan kalah. Seperti biasanya.

"Hoe? Tentu tidak! Siapa juga yang mencurangimu.. kau hanya kurang beruntung Naruto!" Ucap Shikamaru meyakinkan Naruto.

"Aku-Tidak-sebodoh-itu-Shikamaru." Ucap Naruto, sembari menekankan kata perkata. Ia kesal.

Sasuke Tersenyum. lalu ia berkata.

"Kau takut?" tantang Sasuke.

"A-APA?! TIDAK!" Bantah Naruto. Tanpa sadar ia masuk ke dalam kata kata Sasuke. Dasar bodoh.

"Kalau takut bilang saja! aku yang akan pergi. Dasar kucing penakut." balas Sasuke lagi.

Muka Naruto memerah. Ternyata harga dirinya masih belum bisa menerima kebodohannya sendiri.

"AKU TIDAK TAKUT!.. TIDAK ADA HOM-PIM-PA! AKU YANG AKAN PERGI!" Ucap Naruto Lagi. Ia emosi.

Naruto lalu bejalan mendahului Sasuke dan Shikamaru menuju sekolah.

Dasar sial.

Sasuke dan Shikamaru menyeringai di balik raut datarnya. Mereka berdua sangat kejam.

dan mereka melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan 'tenang'

.

~IWDWIW~

.

15 menit sebelum bel masuk

Mereka bertiga sekarang telah sampai di sekolah. Seperti biasa, Shikmaru dan Sasuke segera menuju kelas dan menaruh barang barang mereka. Namun para penghuni kelas pasti heran karena hanya mereka berdua yang memasuki kelas. Walaupun mereka ber-status anak baru. Para murid tau. Ada sesuatu yang kurang. Sesosok pria berambut kuning berkacamata. Seorang yang biasanya berangkat bersama mereka berdua. Naruto.

Dimana dia?

.

.

Naruto kini tengah berada di depan Pintu kepala sekolah. Ia tidak peduli lagi. Dasar sial,

'Akh! Sasuke dan Shikamaru bodoh!' Pikir Naruto

Dasar. Teman macam apa yang mengorbankan temannya sendiri? akh! maksudku, tentu saja. Semua diselesaikan dengan hom-pim-pa. mereka seperti anak kecil. Memang permainan anak anak seperti itu bisa menyelesaikan masalah? tch! akan ku balas mereka berdua nanti. AHHH!

Naruto terus menyalahkan teman temannya sejak ia memasuki sekolahan tadi. Ia tentu tidak bisa terima ia terus yang dibodohi.

TOK!

Ia mengetuk pintu ruang kepala sekolah satu kali. DEG! ia teringat sesuatu, 'T-Tunggu dulu! apa tidak masalah kalau aku yang masuk?'

Oh benar juga! Naruto menyebut Tsunade 'Crewet' saat hari pertama di depan orang banyak. Bukankah malah menjadi masalah kalau Naruto yang menemuinya sekarang.

'akh! g-gawat'

Ia berniat kabur tapi-

.

.

Cklek!

Pintu dibuka dari dalam.

Keluarlah sosok yang membuka pintu. Tsunade.

'Huhhhh! Sepertinya sudah terlambat.' batin Naruto.

"Oya? Naruto? Silahkan masuk!" Ucap Tsunade, ia tersenyum. Namun Naruto menganggap senyuman itu sebagai seringai licik. Menakutkan.

.

Naruto menurut saja. Namun di hatinya ada rasa takut, apabila kepala sekolah ini mengungkit ungkit hari pertama.

"Duduk!" Ucap Tsunade menyuruh Naruto duduk. Naruto menurut saja.

'Apa yang akan dia katakan? semoga bukan hukuman lagi.'

Naruto dengan heran menatap Kepala sekolahnya. Namun yang ditatap malah mulai menyibukan diri dengan berkas berkas. Merasa akan diabaikan Naruto dengan berani bertanya.

"J-Jadi? Nenek tu- maksudku Kepala Sekolah, Kenapa kau memanggilku kesini?" Tanya Naruto. Entah kenapa ia merasa sedikit teritimidasi sekarang dengan keberadaan Tsunade.

Tidak seperti kemarin, Naruto yang berani membantah segala yang Tsunade ucapkan. Sekarang, ia takut takut kalau akan ada hukuman lain yang diberikan. Ayolah? Kepala sekolah Naruto yang baru ini, susah ditebak.

Tsunade menatap Naruto. ia tersenyum.

"Kenapa dengan nada bicaramu Naruto? kau tidak seperti biasanya? hm?" Tanya Tsunade.

Naruto menggeleng.

"Ah! Ti-Tidak! aku hanya kurang enak badan." Bantah Naruto.

Tsunade tersenyum lagi.

"Haha.. kau bisa juga sakit ya Naruto? hahaha." Jawab Tsunade. Naruto memaksakan senyuman kepada Tsunade.

'Satu satunya yang membuat aku sakit adalah peraturan-mu Nenek tua!' Batin Naruto.

"Jadi.. kenapa kau memanggil?" Tanya Naruto lagi.

Tsunade tersenyum. Lalu ia memberikan Sebuah kertas kepada Naruto.

Naruto mengernyitkan dahi. Kertas? Naruto menerima kertas itu dengan heran. Ia membaca tulisan di kertas itu.

.

.

"..E-Eto? formulir pendaftaran Klub Drama...?" Naruto menatap kertas itu.

"Yup." Sahut Tsunade.

"Maksudnya?" tanya Naruto tidak mengerti.

Tsunade tersenyum.

"Silahkan isi dengan biodatamu." ucap Tsunade lagi.

Naruto menatap Tsunade serius.

"Kau menyuruh aku masuk klub drama?!" Tanya Naruto tidak percaya.

"bukan Hanya Kau.. tapi kalian bertiga..." Jawab Tsunade enteng.

"A-APA? AKU TIDAK MUNGKIN MELAKUKANNYA!" Bentak Naruto. ia kembali ke dirinya yang kemarin. Pembangkang.

"Huhh~" Tsunade mengela nafas. "kalau tidak mau ya udah! kau boleh saja tidak menerimanya."

"B-Benarkah?" tanya Naruto lega. Akh! Ternyata Tsunade tidak sejahat yang ia kira.

.

.

.

"...Tapi Hukumanmu aku tambah 1 bulan..." ujar Tsunade tersenyum manis.

"HAH?!" Naruto cengo.

Naruto menatap Tsunade dengan pandangan tidak percaya. Perempuan ini sudah gila! Bagaimana kau bisa memilih saat kedua pilihannya adalah hal yang sama-sama tidak kau sukai?!

TCH! Bagaimana bisa begini? Naruto? Masuk ke sebuah klub? Ia bahkan tidak pernah melakukannya sewaktu di sekolah yang dulu. apalagi klub drama? memang apa yang bisa mereka lakukan? Akting? Kehidupan ini sudah seperti Sandiwara!

'Sial! memang sial!'

.

~IWDWIW~

.

Sasuke dan Shikamaru kini tengah duduk di bangku mereka berdua. Jam pertama adalah jam pelajaran sejarah jepang. Namun kelihatannya kosong. Jadi mereka bisa sedikit bersantai.

Naruto belum sampai juga di kelas.

Shikamaru membayangkan Naruto yang sedang disiksa oleh Tsunade di ruangannya.

"Hei Sasuke? Kau pikir apa yang akan Tsunade katakan?" Tanya Shikamaru kepada Sasuke.

Sasuke menggeleng.

"Aku tidak tau. Semoga bukan hal buruk." Ucap Sasuke. Ah! Kau Mengkhawatirkan Naruto Sasuke?

"Hm! Kau benar. Semoga bukan hal buruk, apapun yang berdampak buruk kepada Naruto. akan berdampak buruk kepada kita juga." Lanjut Shikamaru. Dasar mereka berdua, Bisa tidak sih mengkhawatirkan orang lain dengan ikhlas.

Tak Lama mereka becakap cakap, mereka dihampiri Sakura.

"Ne, kalian berdua! Naruto Namikaze kemana?" Tanya Sakura. Tidak biasanya Sasuke dan Shikamaru berangkat berdua saja.

"Dia di ruangan Tsunade." Jawab Shikamaru singkat. Sakura sedikit kurang puas dengan jawaban tersebut. Basa basi sedikit kek!

"Oh!" balas Sakura.

Sakura menatap dua pemuda dihadapannya dengan heran.

"HEI! kalian berdua?..." Ucap Sakura menggantungkan kalimatnya. Ia mendekat kepada Shikamaru dan Sasuke.

Sasuke dan Shikamaru menoleh.

"... kalian benar benar tidak pintar bergaul ya?" Lanjut Sakura.

Shikamaru dan Sasuke cengo.

"Apa maksudmu?" Ucap Shikamaru.

"Maksudku! sejak kemarin, kalian bahkan tidak berkata apa. Memperkenalkan diri kek. Bilang halo kek. Kita semua kan teman sekelas sekarang." Ucap Sakura.

Benar juga sih. Kalau dipikir pikir, Shikamaru belum pernah bebicara dengan siapapun di kalangan kelas ini kecuali dengan Naruto dan Sasuke. Dan juga-ah! ia pernah berbicara dengan gadis pirang yang membukakannya pintu. Shikamaru mengernyitkan dahi mengingat kejadian itu.

"Kami hanya sedang tidak ingin." ucap Sasuke.

Sakura tersenyum.

"Kau tidak perlu menginginkannya saat kau melakukannya untuk orang lain." ucap Sakura.

"Hn." Jawab Sasuke.

"Kami hanya malas." ucap Shikamaru. Ia kemudian menenggelamkan wajah di meja.

"Dasar laki-laki. memang aneh." Ucap Sakura lagi.

"kau tidak akan mengerti laki laki dari sudut pandang perempuan Haruno." sela Shikamaru, masih dalam posisi kepalanya tergeletak di meja.

Sasuke tersenyum. Mengangguk tanda mengiyakan.

"Hah! terserah kalian!" Ucap Sakura malas. Ia kembali ke tempat duduknya.

.

~IWDWIW~

.

Naruto di ruang Tsunade

"..POKOKNYA AKU TIDAK MAU MASUK KLUB BODOH SEPERTI INI!" Bentak Naruto. Ia sudah kehabisan kesabaran.

"Oi! Jangan teriak teriak bodoh!"

"I-Ini seperti penghinaan bagi ku!" Ucap Naruto dramatis.

"Hah?" Tsunade tidak mengerti.

.

.

"Kau tau? Saat kau memintaku tinggal di rumah kontrakan?!.. aku sudah lakukan!" Ucap Naruto.

Tsunade memutar bola mata.

".. Dan kau membuat aku memakai kacamata?!.. aku tidak terlalu senang, tapi aku tetap lakukan!" Lanjut Naruto sembari menunjuk kacamata yang bertengger di wajahnya.

Tsunade menghela nafas.

"Namun Ini..." Naruto mengibas ngibaskan kertas putih, formulir klub drama tersebut "... Ini adalah ide terbodoh yang pernah aku dengar dalam hidupku!"

Tsunade menatap Naruto bosan 'dasar anak manja'

"Hei! Kalau kau tidak mau ya jangan lakukan! Aku tidak memaksamu. Aku hanya akan menggantinya menjadi tambahan hukuman 1 bulan!" Ucap Tsunade. suaranya ikut meninggi.

.

"AKKHHHHH!" Naruto memagangi kepalanya. Ia semakin bingung, ia tidak mau masuk klub drama. Tapi ia juga tidak ingin berlama-lama dengan hukuman ini. DAMN!

Melihat Naruto yang pusing. Tsunade lalu melanjutkan perkataannya. "Kalau kau tidak mau tambahan hukuman, ya jalani saja itu!" Tsunade menunjuk kertas formulir yang dipegang Naruto "..ikut dalam organisasi tidak seburuk yang kau kira.."

Naruto kini malah semakin pusing.

.

"Akh! tau ah!" Ucap Naruto sebelum keluar dari ruang kepala sekolah. Tanpa permisi.

.

.

.

BLAM!

Naruto menutup pintu ruangan Tsunade dengan keras. Ia berniat kembali ke kelas.

di sepanjang perjalanan, ia menatap lembaran kertas putih itu dengan malas.

'Klub drama eh?' batin Naruto.

Ia sebenarnya malas melakukan hal hal seperti masuk ke dalam sebuah klub atau organisasi ekskul. Tapi apa dia punya pilihan?

Ia tidak mau hukumannya ditambah 1 bulan. Ini bukan tentang dirinya lagi, tapi ini juga menyangkut Shikamaru dan Sasuke.

.

Pilihannya hanya. Menerimanya dengan ikhlas, atau menerimanya dengan tidak ikhlas. keduanya sama saja! ahhh!

..

Tsunade bilang kalau klub drama tidak terlalu buruk. Tapi itu tidak meyakinkan Naruto sama sekali.

'Namikaze Naruto masuk klub drama? Yang benar Saja!' Batin Naruto. Ia meremas kertas tak berdosa itu. Kemudian memasukannya ke dalam kantung celana.

ia melanjutkan berjalan menuju kelas. Saat ia hampir sampai ke kelas 2-1, ia melewati sebuah tangga menuju atap.

ia menatap tangga itu dengan tidak yakin. Ia sedang menimbang nimbang sesuatu dipikirannya...

'Ahk! aku butuh berpikir!' Batin Naruto. Ia kemudian berlari menaiki tangga. Dan menuju ke atap.

Persetan dengan pelajaran. Ia ingin menyendiri sekarang.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxxxx


Author Note(s) : Hanzama IS BACK! Okreee.. Chapter ini humornya sedikit.. jadi.. um..yah..well... ehem.. anoo..etooo.. hahahaha.. Maaf yang minta humor dipanjangin. Hanzama masih memikirkan konsep jalan jerita di chapter kedepan.. jadi gak bisa terlalu berharap ama humor..

Hanzama mencoba menekankan friendshipnya disini.. dimana konflik batin antara mereka bertiga coba hanzama tekankan lagi. tapi yahh.. moga moga aja ada kejutan kejutan di chapter depan.. haha.. itu tergantung Mereka bertiga sih..

well... Thanks to all reader yang sudah bersedia meluangkan waktu membaca Cerita.. yang jadul ini dan yang sudah memberi saran yang berharga..

akhir kata.. Arigatou.. dan sukses selalu untuk kalian semua...!

See you di chap depan!

Kritik dan saran perhaps?

NEXT CHAPTER RIGHT AWAY!

V

V

V

V

V