Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Rating : T(+)
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Coming Soon
.
Chapter 7 : Roof Story
.
TEEEET TEEEEEEEEEET TEEEEEEEEET
Bel Berbunyi. itu tandanya Konoha gakuen memasuki waktu istirahat. Termasuk kelas 2-1. seluruh penghuninya kini sudah bisa bernafas lega karena pelajaran matematika yang di ampu oleh Mitarashi sensei kini telah usai. jujur, memikirkan rumus aljabar dan logaritma membuat hampir seluruh siswa kelas 2-1 ingin segera keluar dari kelasnya. memang siapa yang tahan menghitung kombinasi simbol yang disebut 'angka'
Tak ayal Shikamaru dan Sasuke, kini mereka tengah meregangkan otot tangan mereka yang pegal gara gara mencatat rentetan angka di papan tulis.
Tak terasa menghitung dapat menghabiskan waktu begitu cepat.
.
Namun yang mereka heran, jam sudah menunjukkan pukul 10.00 waktu istirahat dan Naruto, teman mereka. yang tadi pagi dipanggil oleh Tsunade belum juga kelihatan. apalagi orangnya, bahkan tas nya saja belum sampai ke kelas.
"Oi, Sasuke! Sebenarnya kemana si Naruto sih?" Tanya Shikmamaru kepada Sasuke yang ada di sampingnya. Sasuke menoleh. ia menanggapi dengan mengangkat bahu.
"Mana kutahu." Jawab Sasuke asal.
Mereka berdua kini tengah duduk duduk di kelas. yah, tidak ada alasan buat mereka keluar kelas.
"Jangan bercanda.. aku serius, jika Naruto ketahuan membolos. kita juga akan terkena dampaknya." Lanjut Shikamaru. ia tidak mau dapat hukuman dari Tsunade seperti membersihkan toilet.
"Lalu? mau mencarinya?"Tanya Sasuke
"Nggg.. ah! aku malas melakukannya.. kau saja yang cari." Jawab Shikamaru. ia kemudian bersiap tidur.
Sasuke melongo. 'Dia yang khawatir, dia juga yang tidak peduli.' Batin Sasuke.
Yang Sasuke tau, Naruto membolos adalah saat ia kebanyakan pikiran. dan saat Naruto membolos sekarang, itu mungkin ada hubungannya dengan Tsunade. dapat disimpukan bahwa:
jika itu berhubungan dengan recana Tsunade, Mungkin Sasuke dan Shikamaru juga akan terkena imbasanya.
Ah!
.
Sasuke duduk termenung beberapa saat, ia melamun. ia memikirkan apa kemungkinan yang dikatakan Tsunade kepada Naruto tadi..
kalau ia mengungkit-ungkit masalah kemar- 'oh Shit!'
Bukankah Naruto menyebut kepala Sekolah 'crewet', saat hari pertama (-secara tekhnis hari kedua-) masuk? jangan jangan ini tentang itu. Kalau itu benar. berarti benar benar salah membiarkan Naruto yang menemui Tsunade.
Sasuke semakin pusing, bisa hancur otaknya memikirkan hal hal seperti ini.
.
tanpa sadar, seisi kelas sudah hampir kosong. Sasuke menatap bangku-bangku kosong didepannya dengan tatapan heran.
'Lah? Perasaan tadi masih banyak orang?' Pikir Sasuke bingung. ia melirik Shikamaru,
"Oi, Shikama-" Sepertinya Shikamaru sudah terlelap.
'Cih! dasar putri tidur.' batin Sasuke
.
~IWDWIW~
.
Naruto kini tengah rebahan di atap Konoha Gakuen. ia tengah memikirkan tentang klub yang dibicarakan Tsunade. Kacamatanya tergeletak begitu saja di bangunan atap.
'akh!' Benar benar sial, Ia malas melakukan hal yang merepotkan, apalagi saat statusnya masih sebagai murid baru. Memang bijak menyuruh muridnya secara tiba-tiba untuk masuk ke sebuah klub ekskul? padahal muridnya baru hari ke 2 masuk sekolah?
'Cih.. apa yang kau pikirkan Nenek Tua! Yang Benar Saja!'
Naruto terus memikirkan perkataan Tsunade di dalam angan-angannya. 'Masuk Organisasi tidak seburuk yang kau kira'. ia menimang nimang kata kata itu. ARGGHH! Naruto malah semakin pusing.
ia melirik sekitar. Atap konoha gakuen dikelilingi pagar. dan ada satu bangku panjang di sudut yang sepertinya untuk tempat duduk. bangku yang terbuat dari besi, namun karena terlalu lama kena matahari, jadi karatan. sepertinya atap ini dulu diperuntukan oleh para murid. namun sekarang terlihat tidak terawat karena di sudut lain atap terdapat tumpukan kursi dan meja kelas yang tidak terpakai karena telah rusak. terdapat juga lumut di sisi dan beberapa lantai atap. ia juga melihat sebuah buku tulis yang tergeletak di sisi lain atap-
'Buku tulis?' Naruto mengernyitkan dahi. dilihat dari segi manapun, itu bukan sampah yang berwujud buku tulis. buku tulis itu masih bagus, kalau buku tulis yang lama ditinggal pasti sudah lusuh dan basah terkena air hujan.
ia kemudian berdiri dari tidurnya. ia berniat menghampiri benda tersebut. ah! memang benar ini sebuah buku!
ia mengambilnya. Mata Naruto menyipit. ia membolak balik buku tersebut. ini buku tulis yang masih bagus.
'berarti ada orang yang masih sering kesini' Pikir Naruto.
Naruto menatap buku itu beberapa saat. buku itu sedikit tebal. sampulnya berwarna hitam. terdapat tulisan di sampul buku tersebut. tulisan berwarna merah diatas sampul yang berwarna hitam. 'yu-yuu? ah apaan ini tidak jelas' Batin Naruto
'et tunggu dulu...' Naruto berpikir sejenak. Naruto pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. kau tau? Buku hitam, Tulisan Tak jelas di sampul? 'i-ini seperti...'
Naruto teringat sebuah kata-kata. kata kata yang ia ketahui sejak ia masih kecil.
.
.
.
"Manusia yang namanya ditulis dalam buku ini... akan mati."
.
DEG! Naruto menelan ludah.. 'I-inikah b-buku?' Glek! Naruto menatap buku itu tak percaya. inikah buku itu? yang itu? memang di dunia nyata benar benar ada? deg! deg! deg!
.
Jantungnya bedebar. 'untuk memastikan...' Naruto berniat membuka buku tersebut.
ia membuka buku itu untuk melihat halaman pertama.. tangannya mulai gemetar..
.
Bila memang terdapat nama nama.. berarti...
ini memang buku itu..
.
.
SREK!
bukunya Terbuka!
Terdapat tulisan disana... ia membaca tulisan yang paling atas. Nama orang.
"Lanchelot...
.
.
.
.
.
.
..dan king Arthur... Pada Zaman dahulu, Hidupla-"
SREK!
Ia menutup lagi buku itu. "AH! KIRAIN DEATH NOTE BENERAN!" ujar Naruto frustasi.
Naruto sedikit kecewa. sepertinya memang tidak mungkin kartun yang sering ia tonton waktu kecil menjadi sebuah kenyataan. Ia kira itu buku dewa kematian-atau apalah yang turun dari langit dan membantu Naruto melawan Si Raja Iblis.. ah! dasar Bodoh!
.
Ternyata hanya buku dongeng!
.
Ia menghempaskan buku itu ke tanah dan menginjak injaknya. meluapkan rasa emosi. emosi yang baru ia rasakan, emosi yang disulut Tsunade tadi pagi. ia lampiaskan ke buku tak berdosa tersebut. Sabar Naruto, Itu bukan milikmu.
Namun detik berikutnya, ia memungut kembali buku tersebut. merapikannya dan membersihkannya. dasar tidak punya pendirian.
.
Naruto mendongakkan kepalanya ke atas. ia menatap langit.
ia merindukan orang tuanya. memang, belum ada seminggu ia terjebak dalam hukuman ini. tapi entah kenapa, ini seperti sudah sangat lama. Okaa-San benar- Keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang.
Detik berikutnya ia menghampiri tas nya. lalu ia memasukan buku tersebut ke dalam tas kecilnya. ia kemudian memakai kacamatanya yang daritadi tergeletak di lantai.
Namun ia tidak berniat kembali ke kelas.
ia lalu berjalan menuju salah satu sudut pagar yang mengelilingi atap. kemudian ia memperhatikan ke bawah.
'akh!' Naruto ngeri sendiri melihat kebawah. tinggi amat.
tapi ia merasakan sensasi yang sangat nyaman. angin sejuk menerpa wajahnya. sangat menenangkan.
.
ia berpikir.. ia ingin mencoba sesuatu..
ia lalu memanjat pagar dan duduk diatasnya. dia ingin terlihat keren dari bawah.
Clak! Set!... Naruto duduk di atas pagar..
ia merasakan sensasi angin sejuk mengibarkan rambutnya.
"HUWAHAHAHAHAHA!" Naruto tertawa keras. entah kenapa ia ingin tertawa keras. mengalihkan perhatian dari orang orang di bawah. tentu saja beberapa orang yang tengah ada di taman konoha gakuen dan lapangan basket yang ada di bawah terkaget.
.
.
Di bawah
"Hei lihat itu?! Ada anak berambut kuning memanjat pagar!" ucap seorang gadis yang sedang duduk di taman bersama teman temannya.
"HEI! apa yang ia lakukan?!"
"Jangan Jangan ia mau bunuh diri!"
"APAAAA?!"
.
Di Lapangan basket disamping taman
"Oy teman-teman! Lihat itu!" seru seorang pemuda. ia menunjuk ke atap gedung utama.
"HAH?! Siapa Itu?!"
"Aku tidak tau!"
"Apa dia berniat bunuh diri?!"
"Ti-Tidak mungkin!"
..
Sakura dan Ino yang kebetulan melewati taman menyadari ada yang aneh. semua orang menatap ke atas.
Mereka berdua yang penasaran-pun ikut mendongak ke atas.
DEG! jantung Sakura terasa berhenti.
"Astaga.. Bukankah itu Naruto?.." Tanya Ino, matanya Terbelalak. memastikan bahwa yang ia lihat bukan teman sekelasnya. Namun nyatanya ia memang tidak rabun. Itu Naruto!
"A-Apa?!" Respawn Sakura. Ia memang tidak terlalu mengenal Naruto. tapi yang ia tau. duduk di atas pagar pembatas atap bukan merupakan hal yang bagus.
"Apa yang ia lakukan di atas sana?!" tanya ino.
"a-aaaa?" Sakura tidak bisa berkata kata.
Yang Sakura lihat, Naruto sepertinya memjamkan mata, Ekspresi itu seperti orang bimbang. seperti orang yang putus asa.. jangan jangan...
"Jangan jangan ia mau bunuh diri?!" Ucap Ino. Sakura menatap ino kaget.
"A!" Sakura tanpa sadar berlari. ia berniat menuju atap. melakukan sesuatu. Ino dan beberapa orang yang ada di bawah. dengan reflek ikut berlari menuju atap.
.
.
Naruto menatap taman dibawah dengan tatapan horor. 'te-ternyata tinggi sekali'
Ia berpegangan pagar yang ia duduki dengan sangat erat. ia niatnya mau bergaya sedikit dan duduk di atas pagar sembari menikmati pemandangan. ia sadar sekarang.
.
.
.
.
ia tidak bisa turun. Oh My God.
.
Wuuusssshhhh~~
Tiba-tiba angin besar lewat. pagar itu berbunyi.. klang-klang-klang. 'huwaaaaaaa' Ia menjerit dalam batinnya. menutup mata, ia tidak mau melihat kebawah.
'A-ahh.. g-g-g-gilaa.. a-a-a-aku tidak bisa turun..!' Batin Naruto.
Naruto memejamkan mata. ia belajar sesuatu, Melakukan hal tanpa dipikir bukanlah hal yang bagus. yah, tapi kalau dingat-ingat, Naruto sering melakukan sesuatu tanpa dipikir. tapi yang ini. ini keputusan menyangkut nyawa.. jatuh.. the END..
'seseorang.. t-tolong akuu..'
.
BRAK!
pintu atap dibuka, seorang gadis berambut hitam lah yang keluar. Naruto Sadar ada yang naik. tapi ia tidak menoleh, ia masih memejamkan mata. ia takut.
Gadis itu berjalan di sepanjang atap. Namun ia tidak mendekati Naruto. ia berjalan ke tempat lain.. ia celingak-celinguk mencari sesuatu..
tap...tap..tapp.. orang itu berjalan dengan santai.
.
"Areee? Bukankah kemarin memang tertinggal disini?... kok hilang ya?" Ucap Gadis itu saat berada di sudut yang sempat disinggahi Naruto tadi.
gadis celingak celinguk, mencoba menganalisa setiap sudut tempat itu.
ah?..
gadis itu mengerjapkan matanya. ia pikir ia salah lihat.. tapi ia melihat seorang pemuda yang nagkring diatas pagar seperti burung kutilang.
'apa yang dilakukan orang itu?" Tanya gadis itu kepada diri sendiri. ia berniat menghampiri Naruto.
Gadis itu menatap Naruto dari atas sampai bawah.. 'Ia sepertinya kelas 2 .. ah berarti kakak kelas' Pikir Gadis itu.
.
Saat ia sudah sampai disamping Naruto. gadis itu memegang pagar dan bertanya..
"e-etoo.. Senpai? Apa yang kau lakukan?" Tanya Gadis itu. ia penasaran.
kakak kelasnyan ini memakai kacamata, namun ia terkesan seperti berandal. baju keluar, kerah yang tidak rapi, kancing baju terlepas, memperlihatkan kaos oblong yang berada di balik serangamnya.
Naruto membuka mata. Ia menatap lurus kedepan. ia tau, ada seseorang yang berdiri di samping bawah dirinya kini. Namun sepertinya Bukan teman sekelas Naruto ataupun Shikamaru dan Sasuke.
"Hei Kau!" Naruto berkata.. Namun ia tidak menatap gadis yang ia ajak bicara. pandangannya masih lurus kedepan.
"Eh? Y-Ya?" Tanya gadis itu ragu. 'jangan jangan orang ini mau bunuh diri' ..Kalau itu benar, ia tidak mau berurusan dengan Laki-laki seperti ini.
"Kau..."
.
.
"... Bi-Bisa tolong turunkan aku?" Tanya Naruto. "...A-Aku takut ketinggian.." Lanjut Naruto.
Gadis itu melongo. 'Ternyata bukan mau bunuh diri, tetapi memang tidak bisa turun'
.
"eh? U-Uhm!" Ucap Gadis itu. Ia bersedia membantu Naruto.
Gadis itu lalu mundur beberapa langkah. ia melompat-lompat mencoba menjangkau kerah baju Naruto.
Hup! Saat ia mendapatkannya, ia mencengkramnya erat.
"Kau Siap Senpai?" Tanya Gadis itu
"T-tungu apa-"... Sreet! gadis itu menarik Naruto dari atas pagar. Naruto sudah turun. Duakh! Namun Naruto terjatuh kepalanya dahulu dan terbentur ke lantai atap.. kepalanya pasti benjol.
"ADAWW!" Naruto memegangi kepalanya. Tapi, ia sudah bisa turun.
gadis itu tersenyum manis.
"O-Oi! apa kau tidak bisa menggunakan cara yang lebih halus?!" Ucap Naruto sewot kepada gadis itu.
Namun gadis itu malah tertawa garing. "ahahaha~ Maaf senpai, aku hanya berusaha membantu.."
Naruto menatap gadis itu dengan seksama. 'ah? siapa ini? Adik kelas?' Tanya Naruto dalam hati. gadis berambut hitam pekat, Naruto belum pernah melihatnya. tentu saja. kau kan anak baru Naruto-sama.
"E-Etoo.. T-Terimakasih sudah menolongku-ouch." Ucap Naruto sembari masih memegangi kepalanya yang nyut-nyutan.
"Oke Senpai~" Ucap Gadis itu ceria. Ia lalu menatap Naruto dengan heran. "Eto-"
"Naruto.." Ucap Naruto, yang melihat muka gadis itu kebingungan.
"Eto. Naruto senpai! Kenapa kau duduk di atas pagar pembatas?" Tanya gadis itu heran. Ia penasaran.
"Ahahahaha.. Sebenarnya aku hanya berniat merasakan angin.. tapi karena aku terlaluu PeDe.. jadi.. kau tau lah.. hahahahaha." Jawab Naruto dengan wajah tanpa dosa.
"Oh." Respon gadis itu singkat
.
.
.
TEEEEET TEEEEET TEEEEET
Tanpa Sadar Bel tanda masuk berbunyi.
"Ah! Bel masuk sudah berbunyi. sebaiknya kita kembali ke kelas." Ucap Naruto kepada Gadis itu. menyudahi percakapan diantara mereka
Gadis itu menatap Naruto
"Um? Baiklah!" Ucap Gadis itu.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju pintu. Naruto mengambil tasnya yang ter geletak dan segera berjalan ke pintu keluar. Saat Naruto mencoba memegang knop pintu, ia mendengar suara langkah kaki. Naruto tidak begitu yakin, Namun sepertinya ini langkah kaki orang banyak.
Karena pintu yang ada di harapan Naruto terbuat dari besi dan tanpa jendela, ia tidak bisa melihat apapun atau siapapun yang naik.
drap.. drap.. drap..
Perlu 30 sampai 60 detik untuk menaiki Atap Konoha gakuen, karena kalian harus berbelok ke kanan 4x sebelum kalian bisa mencapai pintu yang ada di hadapan Naruto.
"Sst! Senpai dengar itu?" Tanya gadis itu. ia menatap Naruto
"Hn. ada yang naik..." Jawab Naruto. Ia mengernyitkan dahi.. "..Kenapa ada yang naik...?.." Tanya Naruto, heran. ia kembali menatap gadis itu. namun pertanyaannya lebih ke dirinya sendiri.
Gadis itu memutar otak.. ia mengangkat bahu.
"Mungkin mereka mau menolong Naruto senpai yang dikira mencoba bunuh diri.." ujar gadis itu enteng.
"Ha?..." Naruto memiringkan kepala. ia tidak mengerti.
gadis itu memutar bola mata, ia kemudian menunjuk ke pagar yang dinaiki Naruto tadi.. kemudian ia berucap
"Jika kau berada di bawah.. dan melihat orang duduk diatas sana tanpa bergerak lebih dari 10 menit... apa yang kau pikirkan?!" Tanya Gadis itu kepada Naruto.
.
Naruto memutar otaknya. 'aku dibawah.. dan aku melihat orang duduk di ata- akh! Benar juga.. aku pasti akan dikira ingin bunuh diri.. kenapa aku tidak kepikiran!' Batin Naruto
Naruto menatap gadis itu dengan tatapan yang mengisyaratkan 'kau-pasti-bercanda'
Namun gadis itu malah megangkat bahu.
"setidaknya itu yang aku pikirkan saat melihat Naruto-senpai mangkring kayak burung kutilang di atas pagar tadi.." Ucap Gadis itu.
Naruto memegang kepalanya 'AKH! GAWAT!' Bagaimana ini? Bila Naruto dikira ingin bunuh diri. bukannya itu akan menjadi masalah lagi. ia tidak mau menjadi bulan-bulanan dan bahan omongan di Konoha gakuen saat ia masih dalam tahap siswa baru. HOLY SHIT!
'SIAL! SIAL! SIAL!' Batin Naruto. terlebih lagi, apa yang akan ia katakan kepada rombongan orang kepo yang naik ke atas sini?
.
Gadis di samping Naruto yang dari tadi hanya diam. ia mengamati Naruto yang jongkok seperti orang frustasi.
Namun detik berikutnya ia punya ide.
"Hei! Naruto senpai! Aku punya ide!" Ucap Gadis itu.
Naruto mendongak. ia menatap gadis itu? "a-apa?"
gadis itu tersenyum. "tapi.. apapun yang aku lakukan.. kau harus menurut saja.. oke?" Ucap Gadis itu.
"Tunggu ap-"
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Sakura kini tengah berlari menuju atap Konoha Gakuen. dibelakangnya disertai pula Ino. dan beberapa orang yang ingin ikut memastikan.
hah..hah...hah..hah
Sakura terengah engah. ia berlari dari taman menuju ke lantai tiga.. tap tap tap suara langkah kakinya sendiri saat ia menaiki tangga menuju atap.
'Jika Naruto berniat bunuh diri, aku akan mencegahnya!' Batin Sakura. ia sudah berada di depan pintu besi di atap. dibelakangnya ino juga terengah engah.. tak lupa orang orang yang mengikuti mereka tadi.
BRAK! Sakura membuka pintu atap dengan paksa.
"Jangan Kau Lakukan Naru-" Ucapan Sakura terpotong saat melihat Naruto bersama dengan seorang gadis berambut hitam. Sakura melihat mereka sedang berdebat.
.
.
.
"Senpai tidak pernah mengerti aku!" Ucap gadis berambut hitam kepada Naruto. ia menatap Naruto dengan pandangan serius.
"tu-tunggu dulu ini-" Ucap Naruto. namun ia disela oleh gadis itu.
"Senpai bilang Senpai menyayangiku! Tapi kenapa Senpai masih Egois!" Lanjut gadis itu.
Naruto yang tidak mengerti situasi hanya bisa celingak celinguk. sama halnya dengan Sakura, Ino dan orang orang kepo yang naik tadi. mereka hanya bisa diam menganalisa apa yang terjadi.
"He-Hei! a-ap-" Naruto berniat memotong, tapi gagal
"Senpai sendiri yang bilang kan?! Seorang kekasih harus saling mempercayai? bukan mencurigai?.. aku memang tidak menyalahkan senpai cemburu.. tapi, Hiks.. hiks..." Ucap gadis itu, Ia berkaca-kaca..
Naruto melongo. 'sebenarnya ini apaan sih?' Batinnya.
"Tapii... hikss.. hikss.. aku,, aku tidak mau senpai terluka!" Ucap gadis itu.
Entah kenapa kata-kata gadis itu dan tangisannya membuat Naruto merinding. ia sangat takut dengan situasi seperti ini. situasi yang merepotkan. Naruto terkesan seperti laki-laki egois yang ditinggal selingkuh, namun pasangan Naruto tidak mau Naruto hinggap ke hati orang lain.
Naruto hanya diam terpaku. ia tidak berani berkata apa apa.. benar! tangisan gadis didepannya membuat Naruto merinding
"Hiks... j-jadi.. Naruto senpai.. Tetaplah bersamaku... dan ayo kita mencoba saling mengerti.. oke?" Ucap Gadis itu. ia menyeka air matanya dan tersenyum manis.
Sedangkan Naruto masih terdiam.
Tanpa Naruto duga. gadis itu memeluk Naruto. Naruto tentu saja kaget..
'A-Apa? OI SEBENARNYA APA YANG TERJADI!' Batin Naruto. ia masih tidak bisa berkata-kata.
"Balas pelukanku..." Bisik Gadis itu di telinga Naruto.
"A-Apa?" Tanya Naruto. masih belum mengerti situasi
"Sudah lakukan saja!" Bisik gadis itu masih dengan nada pelan.
Naruto hanya menurut. Ia membalas pelukan gadis itu.
Yang Naruto tau. 10 menit yang lalu ia mengajak bicara seorang gadis. dan Naruto sudah membuatnya menangis dan memeluknya. Dasar Naruto.
.
"E-Etoooo?-" Sakura yang ada di ambang pintu juga tidak bisa berkata-kata. hanya suara 'etooooooo' yang bisa ka keluarkan untuk menunjukkan rasa penasarannya.
Ino? Dia menatap Kedua sejoli yang sedang berpelukan. ia sudah bisa mengetahui apa yang terjadi. ini seperti film film romance yang sering ia tonton. 'cinta antara senpai dan kohai ya?' Batin Ino.
.
gadis berambut hitam itu memeluk Naruto sebentar. kemudian menoleh kepada rombongan yang ada di ambang pintu. ia melepas pelukannya dan menoleh kepada rombongan itu.
ia tersenyum dan berkata.. "maaf, senpai semua.. bisa kalian tinggalkan aku dengan Naruto-senpai sebentar? Kami harus bicara." Ucap Gadis itu. ia masih tersenyum manis, matanya masih terlihat berkaca-kaca karena habis menangis.
.
Rombongan kepo yang ada di depan pintu pun hanya mengangguk. mereka berniat turun. akh! tidak ada pertunjukan! batin mereka kecewa. mungkin mereka berpikir akan lebih menyenangkan menyelamatkan orang yang mau bunuh diri. Sakura yang masih melongo pun hanya ditarik turun oleh ino.
deitik berikutnya rombongan kepo itu sudah menghilang dari hadapan Naruto dan gadis berambut hitam.
.
.
.
Saat dirasa hanya tersisa mereka berdua di atap. gadis berambut hitam itu tertawa.
"Hahahahaha.. aku tidak menyangka itu berhasil.. hahahahaha." Ucap Gadis itu gembira. ia menatap Naruto dengan gembira.
"A-Apa yang baru saja terjadi?" Ucap Naruto, Ia tidak mengerti. ia masih Syok. Sedikit ke Ge-Er an.
"Haha.. mereka sudah pergi Naruto-senpai." Ucap gadis itu.
"Ha...?" Naruto masih tidak mengerti. otaknya belum bisa menerima logika.
"Bergembiralah Naruto-senpai! kau baru saja selamat dari bulan bulanan siswa Konoha Gakuen!" Ucap Gadis itu.
"Tapi...?" diotak Naruto basih banyak pertanyaan.
gadis itu tersenyum.
"Gimana Akting ku? Bagus? Jelek?" Tanya gadis itu antusias.
"Akting...?!" Naruto memiringkan kepala. oh jadi hanya akting. memang apa yang diharapkan Naruto?
"Tentu saja! aku kan ingin menolongmu senpai!" Ucap Gadis itu
Naruto tidak sepenuhnya mengerti apa yang terjadi, tetapi pada akhirnya dia berterimakasih juga.
"err-kalau begitu terimakasih..." ucap Naruto, sembari menggaruk garuk kepala.
"Tentu Saja Naruto-Senpai!" jawab gadis itu akhirnya.
.
.
"err- aku tidak mengerti sepenuhnya, tetapi kelihatannya aku memang tertolong.. hehe.. terimakasih err-" Ucap Naruto sembari menggaruk kepalanya.
"Yukata.. Panggil saja Yukata..." Ucap Gadis itu
"Yukata?" Tanya Naruto
Gadis itu mengangguk.. "Yup.. aku Yukata.. dari klub drama.."
.
.
"Oh.. jadi dari klub Dra-UAPAAAA?#$$# $ $ %^&#^%$% ?!"
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxxxxxx
Author Note(s) : Hola~ Hanzama Is back! Jangan tanya.. akting bukan berarti jodoh.. -_- .. ini hanya scene untuk mendukung jalan cerita.. author masih males mikirin pair.. jadi.. lewat aja dahhh #pass
wkwk.. sedikit chapter santai sebelum masuk ke permasalahan permasalahan besar,, .. mohon maaf, Author masih belum bisa manjangin chapter.. entah kenapa nulisnya selalu mentok ke word 3,000-an desu. author masih usahain perkembangan gaya penulisan. semua lebih baik di chapter2 depan.. maklumlah.. masih newbie.. XP
tambahan.. Yukata bukanlah OC.. yang mantengin Naruto sampe eps 414 pasti tau.. dimana ada yukata,, disitu ada matsuri.. dimana ada matsuri.. disitu ada gaa-ehem.. oke lanjut ... Thanks untuk yang udah baca.. Fanfiction emang entah kenapa kadang ada kata yang terpotong waktu cerita di upload.. jadi cerita yang ada di ms-word ama yang ada di inet.. kadang beda.. .saya ingin tau solusinya.. -_-a ada yang bisa bantu gak?
Okesip.. sekali lagi thanks~ Kepada Reader. Semoga kalian sehat dan sukses selalu!
[Ini adalah chapter yang 'setidaknya' sudah diperbaiki. Penggunaan kapitalisasinya memang masih amburadul.. Tapi percayalag.. Ini lebih baik dibanding versi orisinilnya]
Oke.. Mungkin itu..
Kritik dan Saran perhaps?
CHAPTER 8 RIGHT AWAY!
V
V
V
V
V
