First Note : Yoyo.. Hazama is back.. hohohoho -.- ada yang kangen ama saya..? ah sepertinya gak ada,,. #pass

Okesip, chapter 8 akhirnya slesai. baiklah. karena author suka dengan hal-hal yang rumit-tapi Santai. Author akan memberikan motivasi kepada Naruto, Sasuke, dan Shikamaru supaya mereka cepat ingin segera kabur.. #hahahaha.. saya merasa mereka bertiga terlalu bahagia padahal baru hari ke 2. maka dari itu..

.

mari kita jauhkan sedikit harapan mereka..


Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Comin Soon

.

Chapter 8 (Ups! Salah Pintu)

.

Sakura dan Ino kini telah kembali dari atap Sekolah, mereka berjalan santai menuju ke kelas. ya, mereka baru saja menjadi saksi adegan drama murahan yang diperankan oleh Naruto dan Adik kelasnya. entah mereka sadar atau tidak yang barusan itu adalah akting.

mereka berjalan santai memasuki pintu kelas, namun tidak ada orang. yang mereka lihat hanya Sasuke dan Shikamaru. masih dengan posisi yang sama dari kemarin. Shikamaru tidur di mejanya. dan sasuke sedang membaca buku. Buku matematika lah yang Sasuke baca. akh! sebuah cara yang menakutkan untuk meluangkan waktu. tapi wajar saja, Sasuke memakai kacamata, ia kelihatan pintar di kelas. wajar saja jika setiap hari konsumsinya adalah lembaran kertas yang berisi rumus rumus rumit.

Sakura memasuki kelas dengan heran. ino yang melihat sakura di depannya berhenti ikut berhenti.

"lah? Kemana Semua orang?" Tanya Sakura. Namun tidak ada yang menyahut. aneh, perasaan sakura dengar bel masuk sudah berbunyi. namun nyatanya kelasnya kosong.

"Oy kalian berdua. kenapa yang lain berlum masuk ke kelas?" Tanya Sakura kepada Sasuke dan Shikamaru. yang tentu saja tidak mungkin shikamaru yang menjawab.

"Hn. mereka sudah menuju lapangan basket" Ujar sasuke santai.

"Ha,.?!" Oh benar juga! Jam pertama sesudah istirahat di hari senin adalah jam pelajaran olahraga. kenapa sakura bisa lupa! .. gawat, guy-sensei termasuk guru yang paling killer.

bukannya sering memarahi muridnya, melainkan karena model pembelajaran yang ia terapkan di mapelnya termasuk hal yang 'mustahil' . kau tau?

Lari 50 kali mengelilingi lapangan. Push Up, Squad Jump 300 kali. dan yang paling gila adalah, berjalan menggunakan tangan. benar, pelajaran olahraga merupakan latihan militer.

sakura tidak mau terlambat dan dijadikan bulan bulanan dan akan berakhir dengan berlari selamanya memutari lapangan. no way!

Sasuke memiringkan kepala karena sakura hanya mengucapkan 'ha'

"Oh Benar Juga! Sial.. kita bisa terlambat! ayo ino!" Ajak Sakura kepada ino. mereka berniat menuju loker dan mengambil baju olahraga.

Ino malah menatap heran kedua pemuda yang ada di dalam kelas. ia heran

"lalu? kenapa kalian masih ada di sini?" Tanya Ino Kepada Sasuke.

Sasuke menutup bukunya dan menghela nafas.

"kami murid baru, kami bahkan belum mempunyai seragam olahraga. wajar saja kalau kami tidak ikut pelajaran olahraga. lagipula..." Sasuke menoleh kepada shikamaru yang tertidur. "...aku harus menjaga putri tidur ini sampai pangerannya datang" lanjut sasuke menunjuk Shikamaru.

Ino tersenyum geli. ".. ya sudah...Kalian sebaiknya menjaga kelas dengan benar.. jaa nee~" ucap ino, sejurus kemudian ia pergi meninggalkan Sasuke dan Shikamaru.

Ino dan Sakura sudah menghilang dari hadapan Naruto dan Shikamaru.

Sasuke meghela Nafas.

sasuke kemudian berdiri dari duduknya,ia menghampiri jendela kelasnya. jedela yang menhubungkan kelasnya dengan sebuah taman dan, disampingnya terdapat lapangan basket.

sasuke memperhatikan makhluk hijau yang sedang push up dengan satu tangan di lapangan basket. ia menyipitkan mata. orang itu memakai pakaian terusan hijau mirip seperti bruce lee si ahli bela diri. namun potongan rambutnya menunjukkan sebaliknya.

'apa dia juga guru disini?' batin Sasuke

orang aneh berbaju hijau ketat. Bila orang itu memakai topeng meutupi wajahnya, dan memegang sebuah pentungan. Sasuke pasti akan berpikir itu adalah Kick-Ass.

tiba-tiba orang itu berdiri, dan menoleh ke jendela kelas sasuke. ia dan sasuke saling berpandangan. sasuke sedikit terganggu dengan tatapannya.

Glek. Sasuke menelan ludah. dan...

Cling! Orang itu mengacungkan jempol kepada sasuke dan tersenyum memamerkan gigi putihnya yang berkilau.

sasuke hanya bisa mundur 1 langkah. 'dasar orang aneh' Batin Sasuke lagi.

ia kembali menghampiri Shikamaru.

"Oy Shikamaru!" Ucap Sasuke menepuk pundak shikamaru. mencoba membangunkan-nya. namun tidak ada respon.

"Shikamaruu..." Ujar sasuke lagi kali. ia mencoba menggoyangkan kursi shikamaru. namun ia masih tidak bergeming.

Dasar putri tidur. kalau tidur seperti mayat. memang Shikamaru seperti ini orangnya. daridulu, dimana saja dan kapan saja. ia selalu bisa terlelap. bahkan dulu pernah, Naruto mengerjai shikamaru. menguncinya di gudang olahraga saat sesudah mengembalikan bola sehabis pelajaran olahraga. Naruto pikir, Otak Jenius seperti shikamaru bisa memikirkan jalan keluar di situasi sesulit apapun. namun nyatanya, Sampai jam pelajaran usai pun Shikamaru tidak juga terlihat di kelas. Naruto yang kasihan tentu saja mengeceknya di gudang olahraga. mengajak sasuke, Naruto memeriksa gudang. dan yang dilihat naruto adalah. sebuah tempat tidur darurat yang ditata dari tiga matras yang ditumpuk menjadi satu. dan disanalah dia. Shikamaru tidur lelap seperti tidak pernah terjadi apa apa. sasuke hanya bisa mentertawakan Naruto. niatnya mengerjai, malah dikerjai. wk

.

Sasuke yang menyadari usaha menmbangunkan nya gagal, akhirnya hanya bisa menghela nafas. 'maafkan aku shika..' Sreeet! Sasuke dengan tiba tiba menarik kursi shikamaru mundur.

jduakh. Dengkul shikamaru bertabrakan dengan lantai terlebih dahulu. kemudian ia terduduk di lantai.

"...nggh? hh?~.." Shikamaru celingak celinguk. matanya yang sipit menatap kiri dan kanan.

Sasuke tertawa puas dalam hati. jadi begini cara membangunkan putri tidur selain menciumnya. tentu saja sasuke tidak sudi mencium Shikamaru.

.

Shikamaru masih celingak celinguk. "aaph? ngggh?...zzz" Gumamnya tidak jelas.

Namun yang ia lakukan selanjutnya adalah membersihkan debu di lantai dengan tangannya dan mengeletakkan diri di lantai, bersiap tidur kembali.

sasuke cengo. sekarang didepannya tengah terlelap seorang pemuda yang 'ahli-tidur'. ia tau jenis jenis tidur. bahkan pemuda itu tau cara tidur seperti gelandangan.

"OI BANGUN BODOH!" teriak Sasuke emosi.

"zzz...ngh..zzzz!" hanya gumaman yang keluar dari sang 'ahli-tidur'

"Ayo! Lebih baik kita mencari Naruto!" Ucap Sasuke. ia memaksa shikamaru bangun lalu menyeret shikamaru keluar kelas.

.

~IWDWIW~

.

Naruto kini tengah berjalan sendirian menyusuri lorong konoha gakuen. lorong sangat sepi karena memang pelajaran sudah mulai beberapa menit yang lalu. namun Naruto tidak berniat kembali ke kelas. ia bahkan dengan sangat santai menyusuri lorong di dalam gedung konoha gakuen. mengabaikan tatapan aneh murid murid bahkan guru yang berada di dalam kelas yang naruto lewati. tentu saja aneh melihat seorang pemuda belum waktunya pulang tapi sudah menenteng-nenteng tas seperti berniat kabur.

Namun Naruto tidak memperdulikan tatapan aneh dari orang orang karena fikirannya kini tengah berada di tempat lain. ya, ia masih memikirkan tentang ucapan gadis yang ia temui beberapa menit yang lalu di atap.

.

.

"err- aku tidak mengerti sepenuhnya, tetapi kelihatannya aku memang tertolong.. hehe.. terimakasih err-" Ucap Naruto sembari menggaruk kepalanya.

"Yukata.. Panggil saja Yukata..." Ucap Gadis itu

"Yukata?" Tanya Naruto

Gadis itu mengangguk.. "Yup.. aku yukata.. dari klub drama.."

.

.

"Oh.. jadi dari klub Dra-UAPAAAA?" ucap . ia mundur beberapa langkah menjauhi sang gadis. ia sedikit terkejut.

"huh? kenapa dengan nadamu yang berubah tinggi itu senpai?" tanya Yukata memiringkan kepala. ia maju satu langkah mendekati Naruto, Namun naruto malah mundur lagi.

"K-kau dari klub sialan it-err maksudku.. klub d-drama?"tanya Naruto tergagap

"yup.. kenapa wajahmu terkejut begitu senpai?" tanya Yukata heran.

"etoo-anoo-errr..."

Yukata tersenyum melihat Wajah kikuk Naruto.

Naruto menatap gadis di depannya dengan pandangan ragu-ragu. Naruto masih penasaran. ia penasaran kenapa Tsunade meminta Naruto masuk klub drama. maksudku, bukankah banyak klub lain yang lebih macho, lebih greget, lebih baik daripada organisasi sandiwara. naruto tidak yakin dengan ini, namun ia sedikit 'ingin-tau'

sejurus kemudian ia bertanya.

.

"hei... a-apa klub drama itu... menyenangkan?" Tanya Naruto ragu-ragu.

Yukata memiringkan kepalanya. namun ia tertawa senang.

"he? kau kelihatan terkejut.. jangan-jangan kau tertarik dengan klub drama hm? senpai?" Tanya Yukata menggoda.

"A-apa? TIDAK!" Bantah Naruto segera.

"hehe.. jangan bohong Senpai. mungkin kau berkata tidak. tapi gelagatmu menunjukkan sebaliknya" Jawab Yukata lagi.

"Aku TIDAK tertarik!"

"haha.. terserah kau saja senpai.." Ucap Yukata menepuk pundak Naruto. "... Kalau kau ingin tau lebik jauh tentang klub drama. kenapa kau tidak mengunjunginya sendiri?"

"ha?!"

"Kau bisa ke ruangan klub kami.. di lantai dua. ruang B.203.. dan. cari sendiri jawabanmu" Ucap Yukata meyakinkan Naruto

"aku TIDAK akan Pernah Kesana!" Ucap Naruto tegas.

Namun Yukata malah tersenyum lagi. Gadis yang murah senyum. ia mengangkat bahu.

"hehe.. terserah kau saja senpai!..." Yukata Melihat jam tangan yang ada di tangannya. "...ouch! sepertinya sudah masuk, sebaiknya aku pergi. aku tidak mau terlambat.. jaaaa ne~ Naruto-SENPAI!"

dan gadis itu telah berlari turun ke dalam gedung konoha gakuen.

Naruto hanya bisa melirik dari ujung matanya.

.

.

Naruto melamun sepanjang jalan. tanpa sadar kakinya membawanya nya ke ujung lorong lantai 3. entah karena ia tidak fokus atau apa. ia bahkan tidak tau kalau di depannya ada orang berdiri.

DUAKH! Kepala Naruto berbenturan dengan pundak orang tersebut. Naruto jatuh tersungkur

"OI KALAU JALAN LIHAT LIHA-Ouchh!" Bentak Naruto kepada orang tersebut sembari memegangi pantatnya yang sakit.

"HAA? Apa yang barusan kau katakan bocah tengik?!" Bentak Orang itu. ia berbailk

Naruto mendongak ke atas. mengamati di balik kacamatanya. Seorang bertubuh tinggi besar lah yang tampak. menggunakan pakaian hitam seperti anggota intel. condet yang ada di wajahnya menambah kesan sangar di perawakannya.

"a-aaaaaa?..." Naruto hanya melongo. satu kata yang ada di pikirannya. Preman. Naruto menatap Ngeri kepada orang yang ada di hadapannya.

"Kau pikir kau mau kemana jam segini HAH? sudah membawa-bawa tas,, Kau mau pulang?" Ucap Laki laki itu sembari memainkan rotan yang ada di tangannya.

"S-siapa KAU?! A-apa Urusanmu jika aku memang berniat pulang?!" Bentak Naruto kembali. ia mencoba memberanikan diri. ia tidak mau terlihat lemah di hadapan orang asing.

"Anak Busuk! Kau tidak tau siapa AKU?!" Tanya Orang Itu galak. Naruto hanya melongo saat orang di depannya menggunakan bahasa slengekan kepada Naruto.

"aaa...?"

"Aku adalah Morino IBIKI! Dan Aku Adalah Guru BK mu!" Ucap Orang itu. Ia membentak Naruto. Naruto tentu saja kaget.

"G-Guru BK? i-Ibiki-sensei?" Tanya Naruto ragu. Ibiki tersenyum garang

"Benar Bodoh! Seorang murud memang harus memanggil gurunya -sensei" ucap Ibiki melipat tangan di dada.

Glek. Naruto menelan Ludah. Ini sepertinya memang hari kesialan Naruto. tadi pagi ia hanya sarapan dengan ikan goreng. di sekolah ia harus eyel-eyelan dengan Tsunade. di atap tadi ia hampir saja dikira bunuh diri. dan sekarang? Ia harus menghadapi pria bercondet yang mengaku sebagai guru BK. what a bad day!

"Huh? Kenapa bocah? Kau tidak berani membantah lagi heh? Mana semangatmu yang ingin pulang tadi?" Tanya Ibiki menatap Naruto tajam.

Naruto berkeringat dingin. ia tidak ingin menjadi bulan bulanan guru BK dan diseret ke ruangannya. melihat rotan yang dipegang Ibiki. Naruto pasti bukan hanya diceramahi.

Naruto kemudian berdiri dari posisi tersungkurnya.

"ahahahahahahaha... ahahahahaha.. ahaha...haha..ha..ha..a-" Naruto tertawa garing. Ia berdiri sembari melipat tangan di belakang kepala.

"ibiki sensei-" Ucap Naruto. ia tersenyum palsu sembari mengulurkan tangan. mengajak ibiki bersalaman.

Ibiki masih dengan tatapan garang. namun membalas salaman Naruto.

"Sensei..." Ucap Naruto menggantungkan kalimatnya. ia mengenggam tangan Ibiki dengan kedua tangannya. ibiki hanya menatap Naruto. namun guru sangar ini sedikit heran.

.

.

.

.

"... Terimakasih atas Nasehatnya"

Ucap Naruto kemudian. dan tanpa aba aba ia berlari mendahului Ibiki menuju tempat yang ia lewati tadi.

"HA?!" Merasa dibodohi Ibiki segera mengejar Naruto. mengikuti Naruto di sepanjang lorong lantai tiga.

mereka melewati aksi kejar kejaran dengan dramatis. dimana Naruto yang berada di depan berlari sekuat tenaga bak menghindari kejaran setan yang mengamuk

"OY BOCAH TENGIK BERANINYA KAU MENGERJAI GURU! BERHENTI!" teriak Ibiki di belakang Naruto

"Tidak! Aku tidak akan berhenti!" Teriak Naruto tak kalah keras.

BERHENTI KATAKU BOCAH!" Teriak ibiki lagi

"Aku akan berhenti saat kau tidak mengejar!" ucap Naruto. yang malah membuat emosi ibiki semakin meluap.

Tentu saja teriakan dua orang yang kejar kejaran ini menyita perhatian murid konoha gakuen yang sedang belajar. mengingat mereka berdua berteriak teriak sepanjang lorong.

.

Naruto berlari berputar putar mengitari lantai tiga. namun ibiki tidak melepaskan Naruto semudah itu. ia masih setia mengejar Naruto.

"WAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriak Naruto yang masih berlari.

tanpa sadar di depannya ada dua orang yang Naruto kenali menghalangi jalannya.

.

"Ha- Bukankah itu Naru-"

"SHIKAMARU,SASUKE LARI!" Ucap Naruto.

"A-apa yang-" Sasuke berniat mencegat Naruto namun Naruto bablas dan menyeret baju mereka berdua. membuat mereka hampir tersungkur

"LARI KATAKU LARIII!" Bentak Naruto.

Shikamaru dan Sasuke akhirnya ikut berlari di belakang Naruto.

"Oi! Sebenarnya ada apa Naru-!" Deg! Shikamaru menghentikan kata katanya saat dirasa ada yang mendekat dari belakang.

Shikamaru menoleh ke belakang. membuat sasuke yang penasaran juga menoleh.

"WTF?! Siapa dia Oy-" tanya Sasuke saat melihat orang yang mengejarnya, Preman bercondet.

"Dia..hah... Guru BK!" Ucap Naruto sembari tersengal sengal.

"UAPAA?!" Teriak Sasuke dan Shikamaru hampir berbarengan.

"Pokoknya Cepat LARII!" Ucap Naruto.

"Shitttttt!" Shikamaru mengumpat. Ia akhirnya berlari menyamai kecepatan Naruto.

Mereka berlarian mengitari lantai tiga.

saat melewati beberapa detik mereka berlari. Shikamaru berucap.

"SEBENARNYA..hah... ADAh APAh..SIH NARUTO?!" Tanya Shikamaru tersengal sengal.

"APANYA SHIKA?!" Jawab Naruto. Ia panik karena Ibiki masih mengejar.

"APANYA NDASMU! KENAPA KAU BISA DIKEJAR GURU BK?!" Ucap Sasuku dengan Nada tinggi.

"AHAHAHAHA.. sebenarnya aku hanya mengajaknya salaman HAHAHA!" Ucap Naruto tertawa sambil berlari.

"LALU KENAPA DIA BISA MENGEJARMU?!" Tanya Shikamaru keras.

"EH-?..I-ITU... A-AHAHAHA.. MAAF ITU SALAHKU!" ucap Naruto lagi dengan Nada bodohnya.

"KALAU ITU SALAHMU? LALU KENAPA KITA HARUS IKUTAN LARI DASAR BODOH!" Bentak Sasuke.

Benar Juga. Kenapa Naruto tidak kepikiran. Kenapa juga mengajak Sasuke dan Shikamaru Lari. ia hanya reflek karena melihat mereka berdua di depan.

.

"zzzzz.." Sasuke berniat berhenti. namun ia mergukan niatnya karena ibiki berteriak

"OY BERHENTI KALIAN BERTIGA! AKAN AKU PASTIKAN KALIAN MENGHADAP TSUNADE BILA TERTANGKAP!" teriak ibiki.

Sasuke tidak jadi berhenti. karena sekarang ibiki sudah menganggap mereka bertiga sebagai tersangka.

"ARGH! Lihat! Sekarang Kita bertiga jadi Kena Masalah Dasar Bodoh!" Bentak Sasuke lagi kepada Naruto. ia kembali menyamai kecepatan Lari Naruto.

"dasar Merepotkan!" Umpat Shikamaru.

"-aha-ha-ha-ha-ha" Naruto malah tertawa menampakkan muka tanpa Dosa.

...

merekapun menambah kecepatan dan berlari sekuat tenaga.

"Apa hah .. kita.. hah... harus.. berlari selamanya HA?!" Umpat Shikamaru kemudian setelah merasa tenaganya habis.

"tidak hah.. ada.. hah.. yang bisa.. kita lakukan. hah... selain BERLARI!" Jawab Naruto.

Mereka bertiga memutar otak. mereka tau berlari selamanya bukan merupakan hal yang bagus.

"Cih! Kita berpencar! Cari Tempat Sembunyi. dan.. jangan keluar sampai bel istirahat kedua berbunyi.. PAHAM?!"

Naruto dan Shikamaru mengangguk. Mereka pun turun ke lantai dua.. dan.. berpencar..

.

Ibiki yang melihat buruannya kabur. akhirnya ikut turun ke lantai dua "Dasar anak-anak Nakal! Akan ku pastikan mereka membersihkan toilet sepanjang hari!" gumam ibiki. Yah. itu bila kau bisa menangkap mereka sensei.

.

Naruto, Sasuke dan Shikamaru berlari sepanjang lantai dua. mereka berpencar saat dirasa ibiki belum melihat mereka.

Sasuke segera berbelok melewati lab kimia dan berlari menuju lorong kanan.

Shikamaru lebih memilih turun ke lantai satu menuruni tangga lebih rendah.

Dan Naruto hanya lurus kedepan melewati deretan kelas lain yang sedang belajar.

.

.

.

Sasuke Side

Sasuke berlari dengan perlahan saat dirasa ibiki tidak mengejarnya. sasuke merasa kelelahan. ia berharap Ibiki mengejar Naruto atau Shikamaru supaya Ia Bisa istirahat barang sejenak.

Ia sudah melewati setidaknya 3-4 ruangan kelas termasuk lab kimia tadi. walaupun sasuke hanya berlari di latar Ruang Kelas orang lain, tapi itu tetap saja menganggu. bukankah aneh melihat orang lari-larian di lorong saat jam pelajaran berlangsung? Sasuke juga tidak mungkin kembali ke kelas. karena ibiki bisa saja menemukannya dengan mudah bila Sasuke duduk di bangkunya sendiri sekarang. apalagi teman teman sekelasnya sedang pelajaran olahraga. ah! Ia harus mencari tempat sembunyi, dimana saja! Yang penting aman. tidak menutup kemungkinan ibiki akan menyerangnya dari belakang. Sasuke tidak mau mendapat hukuman yang aneh aneh dari guru BK! Lagipula, Ini salah Naruto! SIAL!

Sasuke berlari dengan panik. saat ia melewati sebuah pintu, ia berpikir.

ia berhenti di tembok yang memiliki tiga pintu. dari kanan adalah pintu Toilet Pria, kemudian di samping kirinya adalah pintu toilet wanita. dan ada satu pintu lagi di samping toilet wanita. aneh! kalau di lantai tiga, pintu ketiga berada di samping toilet pria. ini sebaliknya

.

'Apa aku harus bersembunyi di toilet pria?' Pikir Sasuke. ah! Tapi ini terlalu umum. maksudku, terlalu mudah ditebak. Bukannya Toilet adalah tempat yang sering dikunjungi orang. Sasuke tidak mau dikira orang aneh gara gara mendiami toilet pria terlalu lama.

.

'Atauu...' Sasuke melirik pintu toilet wanita. '...aku harus...' - Wajah Sasuke memerah. Bodoh! Apa yang aku pikirkan. Sasuke mengurungkan Niatnya bersembunyi di toilet wanita. ia tidak mau mendapat gelar Hentai datau semacamnya.

.

Sasuke melirik pintu yang terakhir. 'akh! Tidak Ada pilihan lain!' Sasuke tanpa pikir panjang memasuki pintu yang paling ujung. ia mengabaikan niatnya untuk bersembunyi di toilet. ia akan mencari aman di pintu ketiga. lagipula? Siapa juga yang mau berdiam lama di toilet. seperti orang kurang kerjaan.

.

CKLEK!

Pintu Ditutup. Sasuke sudah berada di dalam. mungkin ia sudah bisa merasa lega sekarang. fyuh! Aku turut senang Sasuke!..

Sasuke melepas pegangannya dari knop pintu saat dirasa pintu sudah tertutup rapat. Sasuke berbalik. Ia kini tengah berdiri di sebuah ruangan yang lumayan lebar. namun tidak ada kursi atau meja di sini. Hanya ada Loker. 'apa ini ruang loker lain?' Pikir Sasuke, Aneh. bukankah deretan Loker ada di lantai satu?

Sasuke melirik sekitar. di kanan Sasuke ada empat deretan loker yang ditata persis seperti rak perpustakaan. Sasuke tidak bisa melihat setiap sudut ruangan karena terhalang rak rak tersebut. di sebelah kiri Sasuke, terdapat empat bilik yang terlihat seperti ruang ganti.

'Ah Jadi Ini ruang Ganti!' Pikir Sasuke. Sasuke terdiam beberapa Saat di depan Pintu. ia masih mengamati keadaan di dalam ruangan tersebut.

tiba tiba..

Ctap. Di pintu bilik paling pojok ada orang yang menyampirkan sesuatu. Sasuke tentu saja kaget karena ada orang selain dirinya di Sini.

Namun yang lebih membuat Sasuke penasaran adalah benda apa yang tersampir di atas pintu. Sasuke menyipitkan mata. benda yang kurang jelas dimata Sasuke. Seakan Sasuke sangat asing dengan benda itu.

.

.

.

DEG! Jantung Sasuke berhenti 'I-itu BH!' Pikir Sasuke.

.

tiba-tiba terdengar suara dari dalam bilik.

"Nee! Ino, Apa kau pikir BH ku Sudah kekecilan?" Tanya Orang yang ada di dalam bilik paling pojok.

"hah! Mana Ada Sakura! Punyamu Kan masih Rata Seperti Biasanya!" Ucap Orang lain yang sepertinya ada di bilik disampingnya.

.

Sasuke mematung. ia tidak bisa berkata apa apa. ia tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri. 'I-ini? Ini Ruang Ganti Wanita!' Batin Sasuke.

.

Cklek. Pintu Bilik dibuka. Keluarlah gadis yang Sasuke kenali. Ino Yamanaka. ia memakai seragam olahraga Konoha Gakuen. Sepertinya ia belum menyadari Keberadaan Sasuke.

Tok Tok Tok! Ino mengetuk pintu bilik yang digunakan Sakura.

"Oy! Ayo cepat Saku! Nanti kita bisa dimarahi Guy-Sense-..E-Eh?- KYAAAAAAAAA!" Teriak Ino Saat ia melihat Sosok Pria yang berdiri di depan Pintu.

"Ada apa Ino-? WAAA!" Teriak Sakura. ia reflek keluar dari bilik. namun ia belum sempat memakai celana olahraganya.

.

"Akh!" Sasuke menutup matanya dengan tangan Saat menyadari Sakura tidak memakai celana.

"A-A-A-A-APA YANG KAU LAKUKAN DISINI S-S-SASUKE?!" Bentak Ino.

"T-tungu dulu! Aku tidak bermaksud-!" Bantah Sasuke masih dengan menutupi matanya dengan tangan.

Sakura yang menyadari gelagat sasuke yang menutupi matanya, ia melirik ke bawah. 'sial! Aku belum pakai celana!' Sakura segera kembali masuk dan memakai celananya. ia lalu menghampiri Sasuke.

"K-K-K-AU!.." Bentak Sakura sembari mengenggam kerah Sasuke. menariknya emosi

"T-tunggu-"

"K-K-KAU!"

"A-ku tidak bermak-"

"KAUUU!"

'O-onore-'

"HENTAAAAAAIIII!"

.

PLAK! ... (1 Hit)

PLAK! ... (2 Hit)

Plak! Plak! ... (4 Combo)

.

.

.

Shikamaru Side

Shikamaru yang turun ke lantai satu, Kini tengah berlari menyusuri lorong. ia bingung mau bersembunyi dimana. ia hanya berlari mengikuti arah kakinya. akh! Ia berhenti di sebuah pintu yang menarik perhatiannya. pintu yang ada di sebelah UKS. Sepertinya ini adalah gudang.

Bila gudang ada di samping UKS! Berarti ada matras yang tidak terpakai!.. Shikamaru berniat tidur sembari menunggu bel. Shikamaru bisa saja tidur di UKS dengan beralasan Pusing. Namun, Bisa Saja Ibiki menemukannya. walaupun ia tidak yakin apa wajahnya Dikenali oleh ibiki atau tidak. tapi, ia lebih baik cari aman dan menjauh dari yang namanya guru!..

Tanpa Pikir Panjang, Shikamaru segera masuk ke dalam.

.

BRAK! "Jadi Kita Haru-Akh! Siapa Kau!" Ucap Seorang pemuda berambut panjang, Ia terkejut karena tiba tiba ada orang masuk saat ia sedang berbicara.

"Akh...?!" Shikamaru hanya diam di depan pintu. ternyata ini bukan gudang.

"Hei! Siapa Yang menyuruhmu Masuk Saat Kami Sedang Rapat!" Ucap Seorang perempuan bercepol.

Shikamaru menatap orang orang yang ada di depannya dengan tatapan aneh. di dalam ruangan itu ada lima orang-termasuk Shikamaru. Salah satu dari mereka sedang menyalin sesuatu. mereka-kecuali Shikamaru sedang duduk berhadapan di kursi. di depannya terdapat meja lonjong seperti meja rapat.

Glek! Shikamaru menelan ludah. Shikamaru dengan ragu ia bertanya. "I-ini ruangan Apa?"

"eh? Kau Kelas 2 ya? hm? Kohai?" Tanya gadis berkuncir empat. ia tersenyum kepada Shikamaru.

"Jangan terlalu ramah padanya Temari! Dia Nanti bisa menjadi sombong di depan OSIS!" ucap gadis bercepol tadi yang ada di ruangan tersebut.

"haha.. Sudahlah Tenten.. Jangan terlalu keras kepada junior, Kita Seharusnya sedikit ramah sebagai Pengurus OSIS.. kan?" Ucap gadis berkuncir empat tadi. Temari.

'Ha? OSIS?!' Batin Shikamaru.

"Kau!- Ada perlu apa kau di ruang OSIS?!" Ucap Laki laki berambut panjang. shikamaru yang ditanya menoleh. Shikamaru pikir dialah ketua mereka. berarti. pria berambut panjang ini adalah ketua OSIS. WTH?!

"eh? H-hahahahaha~" Shikamaru tidak bisa berkata kata. ia malah tertawa garing sembari menggaruk kepala.

"Kalau kau tidak ada Perlu sebaiknya KELUAR!" Bentak Tenten Garang. Oh ayolah? OSIS sedang kalut memikirkan tentang Konoha Festival yang akan berlangsung kurang dari 2 bulan mendatang. bahkan mereka dengan terpaksa sering mengadakan rapat berkala menggunakan jam pelajaran. meskipun tidak semua anggotanya datang sekarang. tapi ini juga merupakan waktu yang penting!

"a-b-bakilah! aku akan pergi-" Ucap Shikamaru tapi dipotong oleh seorang pemuda pucat yang sedang menulis/tepatnya menyalin sesuatu tadi

"anoo.. Bisakah orang ini tinggal disini sebentar?" Usulnya kepada teman-temannya. ia menunjuk Shikamaru

'hah?'

Laki-laki berwajah pucat tadi melanjutkan kata katanya.

"Sebenarnya Sulit menulis kesimpulan rapat sembari menyalin daftar keuangan.. kalau tidak keberatan.. aku butuh sedikit bantuan.." Ucap Laki-laki pucat itu kemudian.

"HA?" hanya itu respon Shikamaru.

"Oh.. maaf merepotkanmu, tapi aku butuh bantuan.. bisakah kau membantu?" Tanya pemuda pucat itu. ia tersenyum. Entahkenapa Shikamaru merasa senyuman itu adalah senyum palsu.

"T-tunggu dulu! Kenapa Harus AKU?!" tanya Shikamaru tidak terima

"..aku hanya meminta bantuan.." Jawab pemuda pucat tersebut

"..ayolah Junior, Bantulah Sai-senpai menyalin buku keuangan OSIS.." Ucap Temari memberi semangat

"A-APA?! AKU TIDAK MAU! maksudku- Kenapa bukan kau Saja! INI kan ORGANISASIMU!" Balas Shikamaru sengit.

"Aku harus memperhatikan Neji dengan benar dalam rapat ini. jadi aku tidak bisa terpaku dengan hal lain!" Ucap Temari enteng

Shikamaru Menatap Wanita berkuncir empat itu sebal. alasan apa itu? Tidak Masuk akal!

"Oy Junior! Sebaiknya kau lakukan.. Atau aku akan mengadukanmu ke Kepala Sekolah bahwa kau membolos!" Ucap Tenten. ia tersenyum iblis

GLEK! Shikamaru menelan ludah. ia tidak mau menemui Tsunade karena hal seperti ini.

"B-baiklah.." Akhirnya Shikamaru mengalah. Ia akan mengalah sekarang. lagipula hanya menyalin kan?

Sai tersenyum. ia menyerahkan dua buku kepada Shikamaru dan mempersilahkannya duduk.

'..hanya menyalin kan? sepertinya tidak masalah..' Batin Shikamaru. ia lalu memulai membuka buku tersebut. bersiap menyalin buku keuangan yang lama ke yang baru.

ia membolak balik buku yang lama. oh! tidak ada ruang sama sekali. buku itu sudah habis.

lalu Shikamaru membuka buku yang baru. '..aku hanya perlu melanjutkan apa yang telah ditulis SENPAI kan?' Setidaknya Shikamaru tidak perlu menulis semuanya.

DEG! Shikamaru membolak balik buku yang baru dengan heran. Hanya ada Judul Di sana. Si senpainya ini belum mulai menulis. Shikamaru menoleh ke senpainya. Senpainya tersenyum Tanpa Dosa.

"Tolong kerjasamannya ya kohai!" Ucap Sai. masih dengan senyumannya

.

.

.

'DASAR SIALAN!'

.

.

Naruto Side

Naruto berlari sepanjang lantai dua. ia tidak mempedulikan teman temannya lagi. yang ia tau ia hanya harus berlari. dan cari tempat sembunyi tentu saja!

Naruto dengan asal masuk ke sebuah ruangan yang ada di pojokan. ia telah melewati deretan kelas. ia tidak kuat berlari lebih jauh lagi.

CKLEK! Pintu ditutup. Naruto dengan seenaknya masuk ke ruangan tersebut. karena kelelahan ia terduduk di belakang pintu.

'aku pikir aku akan mati kelelahan!' Batin Naruto.

Perlu beberapa detik Naruto mengatur nafas. setelah nafasnya kembali beraturan ia menoleh ke ruangan yang ia masuki. ruangan itu tidak terlalu besar. tetapi cukup rapi. terdapat rak di kiri dan kanan. dan ada beberapa meja yang sengaja ditata di tengah ruangan. di sepanjang tembok juga terdapat poster poster. poster poster tersebut bertemakan tentang negeri dongeng. ada gambar kurcaci, Nenek Sihir, Kuda Lancer, bahkan gambar gagah seorang ksatria besi.

ia menatap sebuah tulisan yang terbuat dari sterofom yang tertempel di tembok. 'Klub drama' .. DEG! Jantung Naruto serasa berhenti.

'Sial! Aku SALAH MASUK RUANGAN!' Batin berniat keluar dari situ sesegera mungkin.. tapi

klek klek klek!.. 'hah? Aneh! Pintunya tidak bisa dibuka!'

klek! klek! klek!

klek! klek!

klek!

.

.

"PINTUNYA TERKUNCI!" Teriak Naruto frustasi. Aneh! Seingat Naruto, Ia tidak menguncinya. apa yang terjadi..

'SIAL!'

Naruto berniat membuka pintu itu lagi dengan paksa

klek! klek! klek!

klek! klek!

klek!

'AKH! tidak berguna!'

Naruto mencoba dengan sekuat tenaga. Namun usahanya gagal. sekeras apapun Naruto mencoba. pintunya tidak bergeser.

ia melirik jendela. akh! jendelanya juga dipagar besi! . Naruto berharap bisa keluar dari jendela atau semacamnya. tapi sepertinya tidak. lagipula. terjun dari lantai dua bukanlah hal yang bagus.

Glek! Naruto menelan ludah. ia hanya bisa pasrah..

dan menunggu..

Naruto akhirnya menunggu dengan pasrah dan duduk. ia menunggu dengan gelisah.. hanya ada satu kalimat yang ada di pikiran Naruto.

.

'Terkutuklah kau TAKDIR'

.

zZzZzZzZzZZzZzZzZZzZzZZzZzZZzZzZzZZzZzZzZZzZzZzZzzZzZzZzZzZZzZzZZzZzzZzZzzZzZZzZzZzz

.

12.00 Waktu Istirahat kedua

Shikamaru dan Sasuke kini tengah berada di kantin. tentu saja mereka tidak berniat makan. mereka hanya duduk duduk santai di kantin menikmati waktu istirahat.

Mereka berdua bertemu di depan UKS tadi. saat Shikamaru keluar dari ruang OSIS berbarengan sasuke keluar dari UKS. yah kau tau? Sasuke terkena tamparan dari Sakura karena dikira mengintip. jadi ia langsung ke UKS untuk minta di kompres. dasar sial.

"Ne. jadi kenapa pipimu bisa memerah kanan dan kiri begitu Sasuke?" Tanya Shikamaru. ia memegangi tangannya yang pegal gara gara menulis tadi

"tsk! diamlah, aku tidak mau membahasnya!" Batah Sasuke. dikira jadi orang Hentai sudah sakit. membahasnya menjadi tambah Sakit.

Shikamaru mengangkat bahu ".. dan ngomong-ngomong dimana Naruto?" Tanya Shikamaru kemudian.

"Ah! Aku tidak peduli!" Ucap Sasuke tegas. tentu ia masih menyalahkan Naruto atas apa yang menimpanya. dasar Jabrik Sialan!

"lalu? Kau tadi kenapa bisa ada di ruangan di samping UKS? memang ruangan apa itu?" Tanya Sasuke kepada Shikamaru.

"Hn. Itu Ruang OSIS" Jawab Shikamaru Santai.

"Kau sembunyi di ruang OSIS?!" Tanya Sasuke

"Iya"

"Memang kau tidak takut ketauan Ketua OSIS atau semacamnya?" Tanya Sasuke lagi

"Hn. Aku telah bertemu dengan mereka" jawab Shikamaru santai

"Serius?"

"Hn" Shikamaru mengangguk

"Lalu?"

.

"Mereka mempersilahkaku duduk" Ujar Shikamaru akhirnya.

"Ha?" Sasuke heran.

.

.

.

Naruto menunggu dengan gelisah di dalam ruangan tersebut. Sudah lebih dari 90 menit ia menunggu. Namun belum ada yang masuk. ia khawatir ia akan ada disini sampai besok.

"ARGGHHH! SIAL! SIAL! SIAL! SIAL!" Umpat Naruto. ia emmbenamkan wajahnya ke meja.

.

cklek! cklek! cklek!

tiba tiba knop pintu bergerak. Naruto terkaget. ada yang mencoba masuk!.. akh! Naruto selamat!

et. tunggu dulu! siapa yang masuk? Jangan Jangan IBIKI?! . Naruto segera mundur beberapa langkah.

terdengar suara dari luar.

"ah? kok tidak bisa terbuka? kau menguncinya Matsuri?"

"E-eh? T-tidak Gaara-Senpai! aku tidak menguncinya"

"Mungkin kau lupa mengganjalnya, pintu ini akan sulit terbuka kalau kau menutupnya tanpa mengganjal sudut nya kan?"

"a-ah? Aku tadi mengganjalnya kok!"

"Jangan begitu Matsuri-chan! kau seengaja menyembuhkan sifat pelupamu hm?"

"Aku tidak pelupa yukata!"

.

"jangan-jangan.. ssst!"

Orang orang yang ada di luar itu terdiam. Naruto masih menatap pintu dengan gelisah. ia berdiri di belakang kursi.

cklek. BRAK! pintu di dobrak. Di mata Naruto nampaklah Seorang pemuda dan dua orang gadis. Akh! Ia mengenali salah satu gadis itu sebagai Yukata. gadis yang ia temui di atap tadi.

"SIAPA KAU?!" Tanya Satu satunya pemuda diantara 3 orang yang masuk

"Are-? Naruto senpai?!" Tanya Yukata Memastikan. Naruto hanya tertawa garing sembari neggaruk pipinya.

"H-Hai! Apa kabarhahahaha!" Ucap Naruto

"Apa yang kau lakukan disini Senpai?" Tanya Yukata

"Dia temanmu?" Tanya Matsuri kepada Yukata

"uhm! Dia Naruto-senpai. dia tadi mau bunuh diri" Ucap Yukata Kalem

" ha-? OI AKU TIDAK MAU BUNUH DIRI!"

.

"apa yang kau lakukan di ruangan klub kami?" Tanya Gaara Curiga.

"hahh~~ Sebenarnya aku tersesat dan terkunci disini" Jawab Naruto sembari menghela nafas.

.

"Oh. M-maafkan Aku! Pintu di ruangan ini memang rusak. jadi saat kau masuk dan menutup pintunya kau akan terkunci di dalam!" Ucap Matsuri

"hn. Tidak apa!" jawab Naruto

.

Mereka berpandangan beberapa Saat. Jadi ini klub drama? setidaknya itu yang dipikirkan Naruto. Naruto pikir Klub drama akan diisi oleh orang orang aneh. Tapi menurut Naruto, mereka Cukup Normal. apalagi.

Naruto melirik pemuda berambut merah. walaupun ia tidak menyangka klub drama diisi preman. hanya itu yang dipikirkan Naruto saat melihat si rambut merah memiliki Tatto di dahinya.

"Jadii?... Kau Siapa?.." Tanya Gaara Kemudian.

"Hn! Namaku Naruto Namikaze!.." Ucap Naruto. ia tersenyum ".. dan Terimakasih telah menolongku" Lanjut Naruto

.

.

"A...?!" Matsuri Melongo. "J-jadi Kau Naruto Namikaze Senpai?" Tanya Matsuri

Naruto, Gaara dan Yukata heran melihat Tingkah Matsuri yang berubah

"Kau mengenalnya Matsuri-chan?" Tanya Yukata

"err.. Siapa kau?" Naruto malah bertanya balik ke Matsuri

..

"hahaha.. Selamat Datang Ke klub drama! Namaku Matsuri, ketua klub drama.." Ucap Matsuri sembari memagang tangan Naruto. mengajak Bersalaman ".. Tadi Saat istirahat pertama aku bertemu dengan kepala-sekolah dan ia bilang bahwa Naruto Senpai ingin masuk ke klub drama..haha.. aku senang sekali"

"APA?"

"hah?"

"A-apa?"

.

Sepertinya Tsunade memang tidak puas melihat kesengsaraan Naruto berkurang barang Sedikit. Shit.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxx


Author Note(s) : Hanzama is back(2)! Chapternya panjang sih. tapi humornya malah berkurang. -_-a .. tapi ndak tau juga sih.. yah. semoga tidak mengecewakan..

wkwk sasuke -"... Gak ada twist~ .. tapi, ah sudahlah.. ada saran? Kritik? Author berharap banget loh! ...yah.. 1 chapter lagi terlampaui.. makasih yang udah review chapter kemarin! Salam kepada Reader. semoga sukses selalu!

maap yang reviewnya tidak terbalas.. author terlalu sibuk di dunia asli.. -" Mungkin akan hanzama jawab di chapter depan..

Well, Mungkin itu sih.. Gak usah banyak chit chat.. Langsung aja..

Kritik dan saran perhaps?

KOTAK SARAN DI BAWAH!

V

V

V

V

V

v

v

v

v

v

v