Yoyo~ Hanzama Kembali lagi dengan fanfic alakadarnya ini hahahaha..

oke basa-basi sedikit. sebenarnya Author sedikit bingung degan fanfic ini.. Author niatnya lebih ingin menjadikannya sebagai Friendship santai. tapi entah kenapa dari chapter 2-8 kemaren Humor malah sudah menjadi ciri Khas di fanfic ini.. -_- ..

haha, tapi siapa peduli. yang penting Author senang reader senang. mungkin ada waktu dimana satu chapter berisi konflik serius.. mungkin chapter-chapter depan. dan soal humor, Author akan berusaha memutar otak agar humor yang muncul di fanfic ini PAS/SANTAI tidak alay. seperti yang disarankan para reader.

well, itu aja sih.. okesip~ Enjoy!

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Comin Soon

.

Naruto kini tengah duduk di dalam klub drama dengan manis. namun berbeda dengan sikapnya yang santai, pikirannya melayang kemana-mana. jelas sekali ketegangan yang berkecambuk di otaknya.

di depan Naruto kini tengah duduk 3 orang-tepatnya 2 perempuan dan 1 laki-laki yang menatapnya dengan penasaran. walaupun posisi duduk mereka seperti posisi jamuan makan. namun Naruto merasa seperti duduk di tengah pengadilan. dimana ia akan diinterogasi panjang lebar.

"jadi... Namamu Adalah Naruto Namikaze?" Tanya Gaara kepada Naruto yang ada di depannya.

"eh? I-iya" Ucap Naruto. ia hanya bisa menggaruk pipinya sembari menjawab ragu.

"dan Kau dari kelas 2-1?" Tanya Gaara Lagi.

"U-uhm!" Naruto mengangguk pelan.

"Dan kau berniat bergabung dengan kami?" Sekarang Giliran Matsuri yang bertanya.

"..." Naruto tidak menjawab. ia tidak mau menjawab pertanyaan ini.

"Ne Naruto-Senpai! Kau bilang kau tidak tertarik dengan klub drama?" Tanya Yukata penasaran.

"A-aku memang tidak!" Jawab Naruto ragu. ia menatap tiga orang yang ada di depannya dengan heran pula. Gadis berambut coklat bernama Matsuri tadi memperkenalkan diri sebagai ketua. namun dilihat dari segi manapun, yang memiliki kesenioran adalah laki-laki berambut merah yang bernama Gaara. ah! Ternyata klub drama memang aneh seperti yang diperkirakan Naruto.

"he? Jadi kau tidak tertarik masuk ke klub kami?" Tanya Matsuri.

"Tentu saja Tidak!"

"Lalu apa yang kau lakukan disini SENPAI?!" Tanya Yukata lagi. Ah! Seperti yang Naruto perkirakan. Ia akan diinterogasi. Ini akan menjadi istirahat yang sangaaaat Panjaaang!

"Benar! Kenapa kau masuk ke ruangan klub kami kalau kau tidak ada kepentingan!" Balas Gaara

"Kau akan dikira pencuri atau orang aneh!" Lanjut Matsuri

BRAK! Naruto mengebrak meja dengan kasar. ia sedikit emosi, ia seperti orang yang ketahuan mengintip dan siap dihadiahi bogem mentah.

"Sudah Aku Bilang aku Nyasar!" Bentak Naruto

Dengan Tiba-tiba Gaara mencengkram kerah baju Naruto. "Oy Sialan! Siapa Yang menyuruhmu mengebrak-gebrak meja kami" Bentak Gaara.

Naruto menatap Laik-laki di depannya dengan pandangan Emosi. Beraninya dia mencengkram kerah baju Namikaze Naruto. bila Naruto adalah Naruto yang dulu, ia pasti sudah memukul orang yang berbuat seperti ini. Namun ia mengurungkan Niatnya sekarang

"Lepaskan..." Ucap Naruto pelan. Gaara Terkejut dengan respon Naruto. ia pikir Naruto akan memukulnya atau semacamnya. namun sepertinya tidak.

Gaara dengan kasar melepas cengkramannya di kerah baju Naruto

"sudah sudah Gaara Senpai. Tidak seharusnya kita berkelahi dengan tamu Kita" Ucap Yukata menengahi. ia mencoba menjauhkan Senior-seniornya dari adu jotos.

Naruto kemudian bersiap beranjak keluar menuju pintu yang terbuka. ia berniat pergi. ia tidak mau berlama-lama di dalam sini, bisa hancur otaknya.

.

"AH SIAPA JUGA YANG MAU MASUK KE KLUB DRAMA WEKS!" Teriak Naruto. Ia menjulurkan lidah kepada penghuni klub drama. tentu saja tiga orang selain Naruto yang ada di sana kaget.

"ha?" Respon Yukata Saat Naruto menjulurkan Lidah.

Gaara hanya bisa cengo. 'S-sombong sekali'

Matsuri sang ketua klub drama yang merasa diledek menatap Naruto dengan geram.

.

Naruto kemudian berjalan cepat menuju pintu. bersiap kabur. Namun naas.. BRAK! Pintu ditutup dengan kasar dari dalam. pelakunya adalah ketua klub itu sendiri. tidak disangka ia berlari menghadang pintu keluar.

"Oi! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Naruto saat ia melihat Matsuri menutup satu satunya pintu keluar Naruto.

Matsuri malah tersenyum. ia menjangkau sebuah tali tambang di rak dekat pintu.

.

"Maaf Saja Naruto Namikaze-Senpai. Aku tidak bisa membiarkanmu keluar saat kau terlalu banyak tau tentang kami" Ucap Matsuri dengan senyuman. senyuman manis. namun terlihat urat emosi di dahinya

"HA? Apa Maksudnya?!" Tanya Naruto

"Artinya..." Sreeet! dengan Seenaknya Matsuri mendorong Naruto. di belakangnya Gaara menyeret kursi supaya Naruto bisa duduk. dan detik Berikutnya Naruto sudah diikat di kursi denga tambang milik Matsuri.

.

"HHE? HEE? HEEEE?" Naruto yang Kaget karena diikat hanya bisa celingak celinguk.

"Mwahahahaha.. Tidak ada seorangpun yang bisa lepas dari simpul Spesial dari Matsuri! Hahahahahaha.." Ucap Matsuri puas saat korbannya terlah terikat rapi di kursi.

"A-A? OI! APA MAKSUDNYA INI?!" Tanya Naruto emosi. apa-apaan?! Ia diikat segala!.. lagipula, darimana dia dapat tali? Memangnya kenapa ada tali di sini? tunggu itu biasa. yang tidak biasa adalah. KENAPA TALINYA DIGUNAKAN UNTUK MENGIKAT ORANG?

CKLEK! pintu ruangan itu dikunci dari dalam. Matsuri lah yang menguncinya. Kemudian Matsuri menutup korden di setiap jendela. Naruto hanya mengamati dari ujung matanya.

Pandangan Naruto terbatasi karena tidak ada cahaya yang berhasil masuk. ruangan Klub drama itu gelap gulita.

"Oi! SEBENARNYA APA YANG KAU LAKUKAN?!" Tanya Naruto emosi, ia menggoyang-goyangkan kursi supaya ia bisa terlepas. namun sepertinya tidak berhasil.

"Yukata!" Panggil Matsuri kepada Yukata

"H-hai? a-ada apa Matsuri-chan?" Tanya Yukata ragu. ia sedikit kasihan kepada Naruto karena ia diikat seperti itu. ia merasa metode ini terlalu eksterim untuk menyambut tamu.

"Ambilkan Kertas pendataan anggota di rak!" Titah Matsuri kepada Yukata.

"h-hai!" Yukata hanya mengangguk dan segera menuju rak yang tertata rapi di sudut ruangan.

"Err.. Matsuri? Apa tidak apa apa mengikat orang di dalam klub ini?" Tanya Gaara ragu. Gaara sudah ada di klub drama sekitar 1 semester. dan ia sangat tau. Matsuri yang mulanya ceroboh dan pemalu bisa jadi garang apabila ada yang mengejeknya, terutama perihal klub drama kesayangannya. Namun ini, sedikit kelewatan.

Matsuri malah menatap Gaara dengan deathglare. Gaara yang merasa ditatap seperti Macan menatap Rusa. hanya menunduk dan segera mengambil lampu di atas rak.

TAP! Tiba tiba masuk cahaya dari samping Naruto. itu adalah cahaya dari lampu belajar yang diletakkan Gaara di meja. Gaara kemudian duduk di sudut ruangan. Naruto menatap Gaara dengan pandangan Sebal. Gaara yang ditatap hanya mengangkat bahu.

Naruto tidak bisa berlama-lama disini. ia harus segera keluar.

"O-OI! LEPASKA-!" ... Ssst! Naruto terkejut karena Ucapannya dipotong oleh telunjuk Matsuri yang menempel di bibir Naruto.

"Kau bisa pelankan sedikit suaramu Senpai?~ Kau tidak mau dikira melakukan hal yang tidak-tidak di sini oleh orang yang ada di luar kan~" Ucap Matsuri.

"YANG MELAKUKAN HAL YANG TIDAK-TIDAK ADALAH KAU!" Naruto menatap Matsuri dengan sebal.

"jangan begitu senpai! aku hanya berusaha membantu Senpai" Ucap Matsuri

"MEMBANTU APAAN?!" Teriak Naruto emosi. membantu apanya? Sepertinya gadis di depannya ini tidak mengerti situasi. situasi dimana Naruto dijadikan sandera, diikat seperti mangsa buruan yang siap dimakan. dan gadis ini malah senyum-senyum tanpa Dosa. jangan jangan dia PSIKOPAT?!

Matsuri Tersenyum. "membantu senpai keluar dari masalah tentu saja! aku... ah maksudku kami..." Ucap Matsuri menggantungkan kalimatnya.

.

"ha?" Respon Naruto. ia tidak mengerti apa yang Matsuri bicarakan, sebelum matsuri melanjutkan kalimatnya.

"...Kami-Tau-Rahasiamu"

.

GLEK! Naruto menelan Ludah

"K-kau tau rahasiaku?! A-apa?" Tanya Naruto. Apa Yang gadis ini tau. Apa yang gadis ini tau dari Naruto.

"Kauu..." Ucap Matsuri menggantungkan kalimatnya lagi.

.

"..Kau adalah Namikaze Naruto" Lanjut matsuri

Ha?

"H-hanya itu? Tentu saja AKU NAMIKAZE NARUTO!" balas Naruto Nyolot.

Matsuri tersenyum.

.

"Kau dikeluarkan dari Uzushio Gakuen karena sering membuat masalah. dan kau terpaksa sekolah disini. yang dimana sebenarnya Tsunade tidak mau menerimamu, namun ia terpaksa dengan syarat kau harus berlaku baik. kemudian kau harus dihukum menjadi anak baik selama dua bulan dan tinggal di sebuah gubuk tua. aku pikir kau tidak bisa bertahan lebih dari satu hari.. karena..."

GLEK! Naruto menelan ludah. Apa Hukuman Konyol ini sudah menyebar di kalangan para murid? "K-karena?" Tanya Naruto Ragu

"... Karena kau adalah anak dari Namikaze Minato, Wali kota konoha"

"akh!" Gadis ini tau siapa Naruto. jadi percumah dia memakai kacamata! Kamuflase nya terbongkar.

Matsuri tersenyum puas.

Sementara Yukata yang sedikit memperhatikan, ia menyerahkan buku pendataan anggota kepada Matsuri dan bertanya.

"S-senpai Anak walikota?" Tanya Yukata kepada Naruto.

"Kau Anak Walikota?" Tanya Gaara yang ada di sudut ruangan.

"A-aku Anak walikota?" Naruto malah ikutan bertanya. Namun pertanyaan yang dilontarkan terkesan seperti ungkapan shock Kepada Matsuri

Matsuri tersenyum lagi. ".. aku terkejut ini tidak menjadi berita besar di Sekolah. mungkin mereka berpikir Marga yang sama hanya sebuah kebetulan. aku tidak menyangka kau adalah anak Otentik Namikaze Minato-sama"

Naruto menelan Ludah. Sial! Bisa gawat kalau berita ini tersebar. bila murid bahkan sudah tau siapa Naruto. hukuman ini akan menjadi lebih merepotkan dari awalnya.

"D-darimana kau tau?" Tanya Naruto ragu

"Dari Tsunade-sama tentu saja! Dia bilang bila kau menolak masuk klub kami. kau tidak akan pulang sampai kelulusan!" Ucap Matsuri

"UAPHAAA?!"

Matsuri tersenyum puas.. "Maka dari itu..." Matsuri menyodorkan sebuah kertas kepada Naruto

"...Bergabunglah dengan klub drama" lanjut Matsuri.

'O-onore!' Naruto tidak pernah merasa seputus asa ini. awalnya ia pikir klub drama adalah klub membosankan yang diisi oleh orang orang culun. namun nyatanya. klub drama adalah organisasi psikopat yang asal bicara, yang mencoba mengancam seorang Naruto Namikaze.

"K-kau pasti berbohong!" Bantah Naruto mencoba membela diri

"Hah?!"

"S-seingatku Tsunade tidak bilang seperti itu! KAU PASTI BOHONG!" Lanjut Naruto

Matsuri memutar bola matanya.

"Jadi senpai tidak mau masuk klub kami?" Tanya Matsuri. ia memiringkan kepalanya

"TIDAK! NAI! NO!" Ucap Naruto tegas.

Matsuri menghela Nafas

"Huh.. ya Sudah, ayo kita pergi Gaara Senpai, Yukata. Sudah hampir bel masuk" Lanjut Matsuri. Gaara dan Yukata hanya bisa memandangi Matsuri dengan tatapan tidak percaya. Matsuri sedang bad mood

"Huh?.." Naruto melongo "... T-tunggu, Kau akan meninggalkanku?" Tanya Naruto saat Matsuri beranjak menuju pintu.

"Well.. Senpai bukan Anggota klub kami kan? dan Senpai masuk-masuk sendiri ke ruangan ini kan? Masuk sendiri ya keluar sendiri!" Balas Matsuri. ia sudah memegangi knop pintu.

"HAHH?!.. TAPI KAN KAU YANG MENGIKATKU!" Bentak Naruto

"Salah sendiri mau diikat!" Balas Matsuri.

Naruto menatap perempuan yang ada di depannya ini dengan garang. Naruto sekarang tau apa yang dimaksudkan shikamaru saat ia selalu mengumamkan cewek dengan kata 'merepotkan' . Perempuan Selalu Benar. Naruto kini terjebak dengan situasi yang sama dengan kata kata tersebut.

"Ayo,, Yukata... Gaara-senpai..." Ucap Matsuri akhirnya mengajak gaara dan yukata pergi. Naruto hanya bisa celingak celinguk menatap Yukata dan Gaara bergantian yang tidak mengatakan apa apa dan berniat meninggalkan Naruto

"O-oi tunggu!"

Tap.. tap..tap.. suara langkah kaki Gaara yang beranjak menuju pintu

"WOIII!"

Tap.. tap.. tap.. Suara langkah kaki Yukata yang mendekati Matsuri

.

"ARGGH! BAIKLAH BAIKLAH! AKU AKAN BERGABUNG!" Ucap Naruto akhirnya. ah! kau kalah Naruto.

Matsuri berbalik. dan mendekati Naruto. "Benarkah?" Tanya Matsuri

"U-um" Naruto mengangguk dengan tidak ikhlas. sial

"baiklah.." Matsuri menyodorkan kertas yang ia pegang tadi kepada Naruto "...Selamat datang di Klub drama"

'Hah! Sial!'

.

Sepertinya memang sejak awal ini sudah direncanakan. Tsunade-sama mee!

.

.

SKIP time beberapa menit sebelum istirahat berakhir

Naruto kini tengah berjalan menyusuri lorong. ia menghela nafas berkali-kali sepanjang lorong. ia sedikit menyesal karena menandatangani perjanjian dengan iblis. mereka menyusuri lorong lantai dua dengan santai. tunggu? mereka. Ya, di samping Naruto kini ada seorang gadis yang menemaninya berjalan. ia adalah gadis yang sama yang menolongnya di atap sekolah.

Lorong di lantai dua tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang saja yang kebetulan berlalu lalang. mungkin karena hampir waktunya bel masuk.

"ARRHHH! Dasar Merepotkann!" Teriak Naruto. tentu saja Yukata yang ada di sampingnya kaget.

"S-senpai! Kau tidak seharusnya berteriak-teriak di lorong!" Ujar yukata.

"Habisnya! Kenapa juga aku harus ikut klub drama yang membosankan itu!" Ucap Naruto lagi.

Yukata hanya bisa sabar menghadapi Senpai-barunya yang tidak jelas ini.

"Maa~ Klub Drama tidak seburuk yang senpai kira" Lanjut yukata

"tidak buruk apanya?! Lihat aku tadi! Aku bahkan 'disambut dengan sangat tidak menyenangkan'" Balas Naruto kesal. tidak buruk? Yang Benar saja!

Yaukata hanya bisa tersenyum. memang sih. mengikat orang memang sedikit kelewatan. namun Yukata sendiri terkejut Matsuri ternyata punya Evil Inner.

"ahaha.. Kau pasti akan terbiasa Senpai. Matsuri-chan sebenarnya baik kok!" Balas Yukata

"HA? yang benar saja! Ketua-nya saja psikopat! apalagi anggota yang lain! aku bertaruh pasti anggota selain kalian bertiga tidak kalah ANEH!" Ucap Naruto

.

.

"Tidak ada yang lain" Ucap Yukata kemudian

"hah?"

Yukata tersenyum. "tidak ada anggota yang lain senpai. klub drama hanya kami bertiga" Lanjut gadis itu

"Serius?"

"Iya.. makannya jangan salahkan Matsuri-chan. karena justru dialah yang paling senang saat senpai ingin bergabung dengan kami"

Naruto menatap gadis disampingnya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.

"err.. lalu? pertunjukkan drama apa yang kalian pentaskan dengan 3 orang?" Tanya Naruto penasaran.

"hahahaha..." Yukata malah tertawa malu "... Sebenarnya kami belum benar benar menampilkan sesuatu. Awalnya Matsuri-chan lah yang membentuk klub ini, dan aku hanya ikut-ikutan karena dia mengajakku. kami satu SMP dulu. dan Matsuri adalah anggota klub drama waktu SMP. Namun saat dia SMA, dia berniat masuk Iwa-Art-Academy, Karena katanya disana dia bisa masuk klub drama dan belajar banyak. Namun orang tuanya pindah ke konoha dan ia terpaksa bersekolah disini. namun ia terkejut kalau disini tidak ada klub drama. jadi dia membentuknya sendiri. dan kebetulan Tsunade-sama memperbolehkan.." ucap Yukata panjang lebar

"..." Naruto tidak menjawab dan memilih mendengarkan.

"...Dan disinilah kami, Matsuri-chan sudah banyak membuang tenaga untuk mengajak orang untuk masuk klub drama. Namun rata-rata mereka berpikir bahwa klub drama adalah klub yang membosankan" Lanjut Yukata

Yah, Naruto juga berpikir begitu. bahkan sampai sekarang, ia masih tidak yakin dengan klub psikopat ini.

".. Kami sudah mengajak dari kelas 1 sampai para senpai kelas 2 dan 3. namun tidak ada yang mau.. hanya Gaara senpai yang mau bergabung dengan kami"

"Oh." Hanya Oh yang bisa dikatakan Naruto. ah! ia tidak suka mendengarkan cerita sedih. ia tidak mau mendengar lebih jauh lagi.

Yukata kemudian mengangkat bahu.

"Well~ Aku juga berharap kita segera mementaskan sesuatu. Setidaknya Saat Konoha Festival. Namun akh! Buku-catatanku Hilang. padahal aku susah susah menulis cerita King Arthur yang aku terjemahkan sendiri dari buku cerita. huh!" Lanjut Yukata

Buku catatan? tunggu, sepertinya Naruto ingat sesuatu

"Buku? Apa bukumu berwarna hitam?" Tanya Naruto

"Huh?"

Naruto mengeluarkan buku berwarna Hitam dari tasnya.

"AAAAAA?! INI KAN BUKUKU?!" Teriak Yukata

"Oi pelan pelan!" Ucap Naruto memegangi telinganya.

"SENPAI! DARIMANA KAU MENDAPATKANNYA?!" Tanya Yukata Antusias. bila ini adalah shonen manga atau semacamnya, pasti mata Yukata kini tengak berubah berbinar-binar sembari menatap Naruto.

"ya~ sebenarnya aku menemukannya di atap sebelum kau datang. dan aku membawanya karena akupikirituDeathnotehahahahaha.." Racau Naruto tidak jelas

"Huh? apa maksudnya?" Tanya Yukata

"hahah.. sudah sudah.. jangan pikirkan detilnya hahaha" Jawab Naruto enteng sembari menepuk pundak Yukata.

.

Mereka berjalan beriringan sebelum mereka mencapai tangga yang memisahkan lantai satu lantai dua dan lantai tiga. Naruto berniat naik untuk kembali ke kelas, sedangkan yukata ingin pergi ke lantai satu untuk memberikan laporan pendataan anggota baru kepada Guru pembimbing.

sebenarnya klub drama memang tidak memiliki pembimbing tetap. Namun untuk pendataan anggota, Yukata harus menemui Guy Sensei pembimbing klub basket untuk pendataan anggota baru.

.

"Jaa senpai.. Sampai jumpa besok~" Ucap Yukata Akhirnya sebelum ia turun ke lantai satu.

"Hm" Gumama Naruto, ia mengangguk. ia berniat kembali ke kelas.

.

.

Sasuke dan Shikamaru kini telah berada di depan pintu kelas. bel sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. mereka berdiri malas di depan pintu seperti orang bodoh. jujur, setelah apa yang terjadi tadi, mereka malas masuk ke kelas. mereka hanya ingin cepat segera mengakhiri hari yang lamban ini.

Sreeek! Pintu dibuka, Sasuke-lah yang membuka pintu kelas. mereka berdua masuk. sasuke mengernyitkan mata karena bukan guru lah yang berada di depan kelas. melain gadis berambut pink yang sasuke kenali. gadis pink yang tadi ia lihat saat tidak memakai cela-ehem.

Sasuke menyipitkan mata dan menatap Sakura dari depan pintu. ia dan Shikamaru masih mematung disana. sakura sepertinya sedang membacakan sesuatu kepada seluruh penghuni kelas.

Shikamaru yang heran bertanya "apa yang kau baca Haruno?"

"OSIS menyuruhku un-akh!" Sakura tidak melanjutkan kata katanya. karena sekarang ia menatap sasuke. wajahnya memerah.

mengingat kejadian tadi.

Sasuke yang merasa ditatap hanya memiringkan kepalanya.

"Hn? kau kenapa-sense- ah maksudku Haruno?" Tanya Sasuke

Namun Sakura tidak menjawab.

"Oi Haruno-san?" Sasuke mengibaskan tangannya didepan muka Sakura karena gadis ini hanya mematung.

tiba-tiba.

"KYAAAA!" Sakura berteriak dan mendorong Sasuke.

Sasuke tentu saja terkejut.

"Oi! Kau kenap-" Sasuke berniat bertanya namun kata-katanya di potong oleh sakura.

"Kau! Kau! ERO! HENTAI! ECCHI! Jangan dekat dekat!" Ucap Sakura

"HAH?"

"ha?"

"H-ha?"

"Ap-" Sasuke tidak bisa menyelesaikan kata katanya karena lagi-lagi ia diinterupsi sakura.

"A-A-A-A-APA YANG KAU LAKUKAN DISINI? Keluar Sana GO TO HELL!" Ucap Sakura lagi. ia menutupi bagian dada dan pahanya dengan tangan.

"Ha?" Shikamaru yang tidak mengerti apa yang terjadi hanya bisa melongo. tak terkecuali seluruh penghuni kelas. mereka terkejut karena sakura yang tiba tiba berteriak.

ino satu-satunya saksi yang tau apa yang terjadi hanya membenamkan wajah dibalik buku. ia tidak percaya sakura membahasnya disini! Kau pasti sudah gila Forehead!

"Hah? A-apa yang kau maksudkan?!" Tanya Sasuke. Sasuke Sepertinya tau pembicaraan ini akan menjurus kemana.

"'A-apa' katamu?! K-kau tukang intip! Kau sudah menyusup ke ruang ganti perempuan saat aku dan ino sedang ganti baju dan kau masih bilang 'apa?!'"

"akh!" benar kan apa yang dipikirkan sasuke.

Seluruh kelas kini malah menatap ino. ino yang merasa ditatap hanya senyum-senyum tak jelas. tatapan yang sekan meminta penjelasan apa yang terjadi. mereka kemudian menatap Sasuke.

"O-oi! Apa tidak bisa kita membicarakannya di tempat lai-" Lagi-lagi Ucapan Sasuke dipotong. kali ini oleh shikamaru.

"kau mengintip Haruno dan Yamanaka?!" Tanya Shikamaru. ah! bagus! Shikamaru membuat Sasuke terdengar seperti orang mesum.

Sasuke melemparkan Deathglare kepada Shikamaru.

"Hahahaha! Anak Baru! Kau cukup punya nyali mengintip ino dan ketua kelas Saat ganti baju! jadi ini yang membuat kalian telat masuk pelajaran olahraga tadi? hahaha" Ucap Seorang anak di bangku depan. anak yang memiliki tato taring di wajahnya. Sasuke menatap anak itu dengan marah. tapi, tunggu dulu..

"kau ketua kelas?!" Tanya Sasuke malahan kepada Sakura.

"K-kau masih berani bicara padaku HENTAI! Aku tidak akan memaafkanmu karena kau telah melihatku tidak pakai cela- hmph" Sakura tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena mulutnya kini dibekap oleh Sasuke. ia tidak mau mendengar gadis ini mengoceh lebih jauh lagi. ah benar kata penjaga Cherry restoran yang ditemui sasuke kemarin. Sakura memang tidak peka. tidak bisa memikirkan perasaan laki laki.

"Kumohon. Jangan keras keras" Bisik Sasuke di telinga Sakura.

"KYAAA!" Duakh! Sakura menghantam muka Sasuke dengan sikut nya. akh! Sasuke terjembab dan punggungnya menabrak papan tulis. benar saja. kacamatanya patah.

.

Seluruh kelas terdiam.

Sasuke terduduk di lantai, ia memegangi punggungnya yang sakit.

"S-sakura.."

"Pergi kau Hentai!"

"..A-aku tidak sengaja!.."

"Mati saja kau dasar Sukebe!"

"..."

"..."

tiba tiba.. Srekkk! Pintu dibuka dari luar. Semua menoleh ke pintu. ada seseorang disana. akh! Mata Shikamaru dan Sasuke terbelalak. orang yang tidak ingin mereka berdua temui di saat seperti ini.

.

Ibiki-Sensei

.

"AH! Akhirnya ketemu juga kalian!" Bentak Ibiki Kepada Sasuke dan Shikamaru. di belakang ibiki tampak Naruto yang diseret.

"H-hai se-semuanya.. hari y-yang indah? aha-ha-ha" Racau Naruto di belakang ibiki. ah! Naruto tertangkap. Sepertinya keputusanmu untuk kembali ke kelas bukan keputusan yang bagus Naruto-sama.

Sasuke dan Shikamaru menatap dua orang di depan pintu itu dengan tidak percaya. Sepertinya ibiki berhasil menemukan mangsanya.

"N-ne.. bisa kau lepaskan tanganku.. Paman" Ucap Naruto.

DUAKH! "PANGGIL AKU SENSEI BODOH!" Bentak ibiki setelah ia memukul kepala Naruto. Naruto hanya bisa menangis dalam hati.

Seluruh kelas terdiam. ibiki menatap Sasuke dan Shikamaru bergantian

"Aku tidak percaya bahwa yang berani-beraninya menginjak-injak lorongku waktu istirahat tadi adalah kalian.." Ucap Ibiki

Sasuke dan Shikamaru menelan ludah.. Apanya yang lorongmu pak tua! Lorong itu milik bersama.

"...Aku pikir kalian hanya bocah bocah tengik yang tidak tau aturan. namun sepertinya kalian lebih dari itu.."

"..."

"..dan kalau dilihat dari wajah kalian, memang tidak asing..."

"..."

.

"..ternyata kalian adalah murid kesayangan Tsunade-sama.."

"Ha?"

akh! Tertangkap oleh ibiki disaat seperti ini memang waktu yang kurang pas. lagipula di awal kan ini salah Naruto! Kenapa juga Sasuke dan Shikamaru harus ikut-ikutan.

"A-ada perlu apa s-s-s-s-s-sensei?" Tanya Shikamaru yang mematung menatap ibiki.

ibiki malah tersnyum.

"haha.. Nara Shikamaru. Nara.. Nara.. Nara.." Ucap Ibiki kepada Shikamaru. ia menepuk-nepuk bahu shikamaru. ibiki lalu mendekat kan wajahnya kepada Shikamaru.

.

Lebih dekat.

.

.

semakin dekat.

.

.

hampir bersentuhan.

.

.

tidak ada jarak lagi.

DUAKH! Ibiki mengadu jidatnya ke jidat shikamaru. shikamaru terduduk di lantai. ia memegangi jidatnya yang nyut-nyutan. Sasuke melongo menatap Ibiki. Tak terkecuali seluruh isi kelas yang tidak berani menatap ibiki. gila!

"aduduh" Shikamaru memegangi kepalanya.

GLEK! Sasuke menelan ludah.

"S-sebenarnya.. apa salah kami sensei?!" Tanya Naruto polos.

'Dasar Bodoh' Batin Sasuke. kau masih bertanya? Kau yang membawanya kesini dan kau masih bertanya? Damn Naruto! Kapan Respon otakmu intu akan berkembang?

Ibiki menoleh ke belakang. ia memberikan tatapan iblis kepada Naruto

BRAK! Ibiki menggebrak meja. Namun Meja yang digebraknya adalah milik kiba. kiba hanya bisa terkejut. 'aku tercengang'

"NARUTO NAMIKAZE, NARA SHIKAMARU, UCHIHA SASUKE! KALIAN BERTIGA KE RUANGAN BK SEKARANG!" Bentak Ibiki.

.

.

.

.

.

*Dan Haari yang indah itu mereka tutup dengan membersihkan ruangan BK dengan Ikhlas

.

Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu,Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu,

oyaa oya.. chapter 9 update.. haha.. saya bahkan gak tau kenapa humor-sense nya malah semakin memudar.. Author sudah berusaha.. .. ta-ta-ta-ta-tapi. author malas memiki-uhuk uhuk..

.

Maaf yang nunggu lucunya.. Author baru mencoba keluar dari chapter santai.. mungkin gak semua chapter ada humornya. tapi, author bakal berusaha nutupin kekurangan author dengan memberi sedikit kalimat santai yang tidak membosankan.. semoga reader terhibur.

oya, kemarin ada reader yang tanya..

ASK(Point) : itu kenapa si Tsunade namanya raja iblis? dia kan cewek...knp nggak ratu iblis?

- Sebenarnya, Author emang sengaja menjadikannya Raja iblis bukan Ratu Iblis. karena author suka mempertahankan bahasa amburadul, slengek'an dan kosakata yang tidak pas(?) .. karena Author pikir bahasa yang asal-asalan akan lebih memperkuat penggambaran rasa tidak suka (Kepada Tsunade) dan sifat pembangkang mereka. hahaha..

okesip.. terimakasih sudah membaca,, dan oia~ Author lupa mengucapkan..

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga kita semua termasuk orang orang yang diberi tempat di surga. amin.

dan yang tidak merayakan ramadhan. author juga berdoa semoga menjadi umat manusia yang sukses dunia akhirat.

.

dan sekalilagi termiakasih yang sudah review di chapter2 kemaren.

okesip.. Sekian dari hanzama.. See You di Chapter 10

REVIEW

V

V

V

V

V

v

v

v

v

v