Chapter 10 (Alpha PLAN)

.

Hari hari yang biasa di konoha, Pagi ini tidak ada yang spesial. Karena matahari masih saja terbit dari ufuk yang sama. jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. tanda awal orang-orang sudah memulai aktivitas. Sasuke bangun dengan malas pagi ini. ia harus memasak sarapan sembari menunggu menanak nasi. yah, itu adalah resiko Sasuke sebagai koki tunggal di rumah ini. ia memang masih amatir, tapi amatir lebih baik daripada tidak ada.

Ia terduduk di tempat tidurnya, lalu ia meregangkan otot-ototnya yang lemas setelah tertidur. jujur saja, Tidur di kasur nya yang sekarang membuat lehernya sedikit pegal.

ia melirik meja kecil di samping tempat tidurnya. disana terdapat kacamata yang telah terbelah dua. ah! benar juga, kemarin ia dihantam sakura menggunakan siku-nya. lalu ia melirik HP jadul yang berada di samping puing puing kacamata. ia mengambilnya. ia berharap ada SMS masuk.

Namun nihil. Semalam ia mengirim SMS kurang lebih lima kepada Sakura. karena masalah kamar ganti kemarin, Sasuke tidak rela kehilangan guru memasaknya. Namun Sepertinya Sakura tidak menghraukan pesan singkat Sasuke. ah. Sasuke memang tidak mengerti perempuan.

Sasuke lalu beranjak dari tempat tidurnya dan berniat menuju kamar mandi. ia berniat mencuci muka dan segera memulai kegiatannya di dapur.

Sesampainya di dapur. Ia melihat Shikamaru tengah duduk di meja makan. ia sedang menatap sesuatu. namun gelagatnya yang memegang dagu dan bergumam 'hmm' membuat Sasuke terganggu.

"Hmmm" Gumam Shikamaru. ia membelakangi Sasuke karena sasuke masih berdiri menatap Shikamaru dari belakang.

"Kau kenapa?" Tanya Sasuke heran. Ia mendekati Shikamaru

"Oh! Sasuke, jangan mengagetkanku!" Balas Shikamaru, ia menoleh kepada Sasuke.

"Apa itu?" Tanya Sasuke saat dia melihat Sesuatu tergeletak di Meja. tepat didepan Shikamaru.

"Itu yang sedang aku cari tau. tadi pagi waktu aku membuka pintu depan. aku menemukan ini. sepertinya ini sengaja diselipkan ke dalam dari luar" Ucap Shikamaru.

Sasuke mengambil benda itu, Sebuah Amplop 'Surat?'

"Surat? dari siapa?" Tanya Sasuke kepada Shikamaru

"Mana Kutau aku belum membacanya" jawab Shikamaru enteng.

Sasuke membolak balik amplop itu. tidak ada nama pengirim, tidak ada alamat. yang tertera hanya alamat yang ditujukan kesini. Sasuke lalu berniat membukanya. memang masih jaman pakai surat?

srek! Sasuke membuka amplop yang tersegel itu. ia mengambil kertas yang ada di dalamnya. ia menatap apa yang tertulis disana.

.

"Angka Lima?" Ujar Sasuke kemudian

"hah?" Shikamaru heran. ia mencoba menganalisa ekspresi wajah Sasuke.

"Angka Lima! Lihat!" Ucap Sasuke. ia membalikkan kertas itu, menunjukkannya kepada Shikamaru. Benar Saja di kertas itu tidak ada tulisan atau kata. selain sebuah angka Lima besar yang bertengger. Shikamaru merebut kertas itu. ia membolak balikannya, menerawangnya, barangkali ada tulisan yang bersembunyi. nihil

"ah! Maksudnya apa sih?" Tanya Shikamaru. angka 5? apa maksudnya? Omong kosong? Kenapa juga mengirim surat kalau hanya memberikan omong kosong. mana pakai dikasih amplop segala lagi.

Sasuke mengangkat bahu. "Mungkin ada yang sedang mengerjai kita" Ujar Sasuke. Ia lalu beranjak dan mengambil apron yang bertengger di gantungan. ah, setidaknya ia akan masak telur dadar kali ini.

Shikamaru mengepal-ngepal kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah "Mungkin Ulah Naruto" Ujar Shikamaru. ia berniat mandi terlebih dahulu.

"Hn" Sasuke mengangguk saja, Ia kemudian berniat mengambil beras. ah kau sudah jadi ibu rumah tangga yang baik sasuke!

.

.

kurang dari 30 menit berlalu Sasuke memasak, ia sudah menyelesaikan tugasnya. sekarang masakannya sudah tertempel manis di atas meja makan. Sasuke Note : Lauk Pagi Ini adalah Nasi putih, Telur dadar, tahu goreng, dan segelas air putih. lauk yang sangat biasa, Tapi setidaknya mereka masih bisa makan sesuatu. Sasuke sebenarnya masih ingin belajar masak lagi dari sakura. Namun mengingat kejadian kemarin-ah sudahlah.

Sasuke ingin belajar membuat Nasi goreng tomat lagi. ayolah, waktu itu ia hanya satu kali belajar bersama sakura, dan mana bisa ia mengingat resep nasi goreng tomat dalam sekali melihat.

Tak beberapa Lama shikamaru keluar dari kamarnya, ia sudah memakai seragam sekolah dan berdandan rapi. ia mendekati meja makan.

"Telur dan Tahu?" Tanya Shikamaru.

"Hn. Diamlah dan cepat makan" Jawab Sasuke enteng. Shikamaru hanya mengangguk dan duduk. setelah meletakan apron di tempat yang semstinya, Sasuke berniat mandi sekarang. tapi tunggu dulu. Dimana naruto.

"Oy shikamaru. Dimana Naruto?" Tanya Sasuke heran. karena daripagi ia belum melihat Naruto. biasanya Naruto yang mandi paling awal. kok sekarang tumben.

"Tak tau" Jawab Shikamaru enteng. ia lalu mulai mencentong nasi kedalam piringnya.

"Serius?"

"Belum bangun mungkin. kau tau kan? Kemarin ia mengalami hari yang buruk. sangat buruk" Ucar shikamaru lagi.

Sasuke menatap shikamaru. benar. Naruto dari pagi sudah bad mood kemarin. mungkin Sasuke dan Shikamaru juga ambil bagian dari masalah ini. kemarin mereka memang sedikit kejam kepada Naruto. Naruto kemarin menemui Tsunade sendirian. dan sehabis membersihkan ruang BK kemarin, Shikamaru dan Sasuke terus menyalahkan Naruto. mungkin Sasuke memang sedikit keterlaluan.

"Aku harap dia tidak bunuh diri" Ucap Shikamaru seenaknya. Sasuke menatap Shikamaru.

"Jangan Bercanda!" Bentak Sasuke. Namun Shikamaru hanya mengangkat bahu.

Glek! Sasuke segera berlari ke kamar Naruto di lantai atas. tap tap tap! Suara langkah kakinya menginjak tangga yang terbuat dari kayu. ia berhenti di depan sebuah pintu Kayu mapple. dengan ragu ia memegang knop pintu. glek. ia tidak mau melihat Naruto tergantung di langit lagit dengan wajah membiru.. hiiyy~

TOK TOK TOK! Sasuke mengetuk pintu memberi tanda kepada orang yang ada di dalam. namun tidak ada jawaban.

.

TOK TOK! masih hening.

.

TOK! Nihil. jangan jangan...

BRAK!

"Naru- hah?" Sasuke terkejut. tidak ada apa apa. ah! Shikamaru sialan menakut nakuti saja.

Sasuke menyipitkan matanya. tidak ada tanda keberadaan Naruto. lalu pandangannya melirik ke sesuatu yang menjembul di balik selimut. Naruto? .. Sasuke mendekati selimut itu perlahan.

"Oy Naruto. Sudah pagi. mau sampai kapan kau bersembunyi dibawah selimut" Ucap Sasuke. ia menggoyang goyangkan badan Naruto dari luar selimut. Namun Naruto tidak menjawab

"Naruto?.." Tidak ada Jawaban.

jangan-jangan.. -kau terlalu banyak jangan-jangan Uchiha!

.

"Kusakeruna Naruto!" Sasuke mencoba menarik selimut itu. Namun ia tidak bisa menariknya.

"Oi! kau-"

"Ndak Mau!~" Ucap Naruto dari dalam selimut. ia memegangi ujung selimut mencegah Sasuke menyingkap selmutnya.

"hah?"

"Kau kenapa sih dobe?" namun Sasuke lebih kuat. Ia menarik selimut itu dan menempakkan Naruto yang meringkuk di atas kasur.

"aku malas masuk sekolah!" Jawab Naruto. masih dalam posisi meringkuk.

"Jangan bercanda dan cepat mandi!" Bantah Sasuke. ia menghempaskan selimut Naruto ke lantai.

"Tidak MAU UCHIHA!" Bentak Naruto. ia mengambil posisi duduk. ia menatap Sasuke tajam.

"Oi! apa maumu disaat seperti ini! kau membuang-buang waktu!" Ucap Sasuke lagi. ia memandang Naruto dengan tatapan Garang.

.

.

"err.. a-aku Sakit!" Jawab Naruto. ia mencoba memberi alasan kepada Sasuke. sasuke malah menatap Naruto dengan pandangan malas.

"Kau tidak Sakit"

"Aku S-sakit!"

"Tidak!

"Iya! Aku Sakit!"

"Oya? Sakit apa kau?" Tanya Sasuke.

.

"Eh? Err.. Diabetes" Jawab Naruto asal asalan.

Sasuke memutar bola mata.. "Mana ada! kau tidak terlihat sakit. lagipula, memang kau tau apa itu diabetes?" Tanya Sasuke. Oke. Sasuke benci mengakuinya. Namun Naruto sedikit aneh pagi ini. ah, maksudnya, Naruto memang aneh setiap hari. namun sekarang, sifat anehnya terasa aneh.

"..." Naruto tidak menjawab.

Oke, itu aneh. Biasanya saat Sasuke menyindir sedikit saja, Naruto akan membalas dengan nada yang tak kalah buruk. namun, saat ia diam. berarti ada sesuatu yang disembunyikan. sasuke memang pernah berharap Naruto menjadi anak pendiam suatu hari, namun pendiam bukan berarti Aneh!

.

"ne. Sasuke" Ucap Naruto setelah selang beberapa lama.

"Hn? Apa?"

.

"Ayo kita kabur dari sini" Ucap Naruto kemudian

.

APA? Sasuke menelan ludah, Kepala Naruto sepertinya terbentur sesuatu.

"A-apa? Kabur? Kau gila!" Bentak Sasuke. Naruto menatap Sasuke dengan malas.

"A-Aku akan tambah gila bila terus terusan disini!" Balas Naruto. ia tidak bisa memikirkan apa apa lagi. ia ingin pulang. ia rindu rumahnya, ia rindu masakan Ibunya.

"K-Kalau ketahuan Tsunade gimana?!" Tanya Sasuke.

"Aku tidak Peduli! aku sudah tidak kuat hidup seperti ini!" bentak Naruto. Ia

"Tapi kenapa tiba- tiba?!" Tanya Sasuke heran.

"Aku hanya malas ke sekolahan terkutuk itu!" Bentak Naruto lagi.

Sasuke cengo menatap Naruto. Sepertinya Naruto lebih depresi dari yang Sasuke kira.

"Kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya Sasuke.

Naruto tidak menjawab,

.

.

"A-aku merindukan Rumah"

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Comin Soon

.

.

Konoha Gakuen

Sasuke dan shikamaru kini telah berada di halaman konoha gakuen. mereka berjalan santai menuju kelasnya di lantai tiga. satu hari lagi harus mereka lewati dengan menghabiskan waktu di sekolahan ini. namun, bila ada yang mengenal mereka, pasti orang itu akan menyadari ada yang kurang dari gerombolan mereka. benar, Naruto tadi pagi ngambek dan tidak mau berangkat sekolah.

Sasuke bukannya mengijinkannya membolos, dia juga tau kalau naruto membolos, akan menjadi masalah. baik bagi mereka berdua, ataupun Naruto-nya sendiri. setelah debat yang cukup panjang. akhirnya sasuke mengalah dan membiarkan Naruto tetap di rumah, meski dengan alasan palsu tetunya.

mereka masuk ke gedung utama sekolah dan segera menaiki tangga ke lantai dua. sasuke dan Shikamaru berjalan malas menuju kelasnya. kelas 2-1. keadaan memang masih pagi, dan kelas dimulai jam delapan. jadi, mereka tidak berharap banyak akan ada orang yang datang lebih pagi dari mereka berdua.

tap! Mereka berhenti di depan kelas mereka. samar samar terdengar suara orang mengobrol dari dalam. tepat di depan pintu. sasuke tidak berniat membuka pintu. mereka berdua malah saling pandang. 'Siapa yang datang sepagi ini?'

.

'Akh! Kau Bodoh Sakura! Seharusnya kau tidak mengatakannya di depan kelas kemarin!'

'Siapa yang bodoh Ino! Si otak Hentai itu lah yang bodoh! Berani beraninya mengintip kita waktu ganti baju!'

'tapi kau membentaknya. kan kasihan Sasuke'

'tidak ada belas kasihan untuk orang mesum!'

'Terus bagaimana ceritanya kalian bisa diintip waktu ganti baju?'

'Untung kau tidak di sana karin! dia asal masuk ke ruang ga-'

.

SREKK!

.

Sasuke membuka pintu. ia geram mendengarkan kesalahpahaman ini dari luar.

"Sudah ku bilang aku tidak sengaja Haruno" ucap Sasuke. posisi mereka kini tengah berada di ambang pintu. dimana sasuke menghadap ke dalam kelas. dan sakura membelakangi Sasuke menghadap Karin dan Ino. Shikamaru ada di belakang Sasuke.

"Sasuke?!"

"Sasuke?!" Ucap Ino dan Karin hampir bersamaan. mereka kaget karena acara rumpi mereka di potong. dan yang memotong adalah obyek rumpi itu sendiri.

Sakura malah berdiri mematung.

"Sakura..." Ucap Sasuke karena mengetahui sakura tidak menghiraukan. ia masih memungungi Sasuke.

"K-kau.. masih beraninya kau bicara padaku la-" Sakura berniat berbalik dan mendorong sasuke. namun ia terkejut karena ada yang berbeda dari Uchiha ini.

Sasuke memiringkan kepalanya.

"la..?"

"K-kau? D-dimana kacamatamu?" Ucap Sakura. ia terkejut karena sasuke terlihat sangat berbeda. Sasuke kelihatan lebih tampan tanpa kacamata. namun yang membuat Sakura terkejut adalah sorot mata Sasuke yang berubah drastis. sorot mata yang mengintimidasi.

"Hn. Kau mematahkannya kemarin" Jawab Sasuke santai

"aa...?" Sakura tidak bisa berkata-kata. dia hanya bisa melongo. tak berbeda dengan ino dan Karin. Seakan mereka bertemu dengan orang yang jauh berbeda.

"Maafkan aku masalah kemarin. Itu hanya salah paham." Ucap Sasuke lagi.

namun Sakura malah berdiri mematung.

.

"Err.. Haruno. Halo?~" Ucap Sasuke. ia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah sakura.

tanpa sadar wajah Sakura memerah. "Kyaaaa!" Duakh. Sakura mendorong Sasuke dan berlari keluar kelas. masih dengan wajah memerah.

"Oto.. Sakura~..." Karin kemudian ikut berlalu mengejar Sakura.

Sasuke terkejut dengan teriakan Sakura

"eto.. Sasuke.. maafkan Sakura.. emosinya sedang labil.." Ucap Ino kemudian kepada Sasuke. dan berlari menyusul kedua sahabatnya.

.

Sasuke terduduk di lantai. Shikamaru mengikuti pandangannya ke tiga orang tadi dan beralih kepada Sasuke. entah karena apa Sasuke dibenci oleh perempuan. berbanding terbalik dengan dulu. hanya ada satu yang ada di pikiran shikamaru...

.

.

"Sepertinya ketampananmu sudah tidak berlaku Uchiha"

"ha...ha...ha...ha...haaa Sangat lucu jenius" Balas Sasuke dengan nada datar. Sasuke dan Shikamaru pun segera duduk di bangku mereka masing masing.

.

.

tak lama kemudian, kelas telah dipenuhi murid murid. jam sudah menunjukkan pukul 07.55 itu artinya pelajaran dimulai 5 menit lagi. sebagian dari mereka sudah benar benar siap menerima pelajaran, namun sebagian dari mereka bahkan mungkin ada yang belum mengerjakan PR. ah, Kita tidak pernah tau.

SREEEEK! pintu geser kelas dibuka.

Sosok guru lah yang masuk. tapi aneh, Seharusnya kan ini pelajaran kakashi. namun bukan kakashi la yang masuk. itu orang lain. semua murid menatap orang itu. terutama Shikamaru dan Sasuke. ia menatap orang itu dengan horor. orang terakhir yang mereka harapkan masuk ke kelas 2-1. Ibiki Morino.

Ah ada perlu apa sih preman bercondet ini kesini? menganggu pemandangan saja!.. Tanpa disangka Ibiki menghampiri Sasuke dan Shikamaru. ah, apa yang terjadi.

Tap..

'sst. Sasuke, sepertinya dia menjuk kesini' bisik Shikamaru kepada Sasuke.

'Hn'

'apa yang harus kita lakukan?' Tanya Shikamaru lagi

'tidak tau'

'kita harus lari kalau ini jadi masalah' Ucap Shikamaru lagi. mereka berbisik namun pandangannya menuju ibiki. mereka berbisik pelan seakan-akan mulut mereka tidak bergerak.

Sasuke menatap Shikamaru. Ia mengangguk.

.

ambil aba-aba.. (mereka berniat lari keluar kelas)

.

ibiki sudah dekat...

.

Tiga

.

Ibiki semakin dekat...

.

Dua

.

Tidak ada jarak antara meja...

.

Satu

.

.

BRAKKK! Sasuke dan Shikamaru yang berniat lari terkaget. mereka terjungkal. belum sempat mereka melepas pegangan di kursi, ibiki menggebrak meja dengan keras.

Rencana Gagal

'G-Gawat!' Batin Shikamaru. ia dan Sasuke terduduk di lantai.

"a-apa maumu?" Tanya Sasuke. ia menatap Ibiki dengan pandangan pura pura berani. namun di dalam hati takut setengah mati.

benar Guru gila ini memang tidak bisa ditebak, ini seperti kemarin saat mereka berada di Ruang BK. Sasuke sempat shock saat ibiki meneriakinya di kelas. namun tak disangka saat berada di ruang BK, mereka bertiga di suguhi Kopi dan Camilan. Sasuke sempat meninggi harapannya akan dibebeaskan waktu itu. namun tak disangka setelah itu ibiki malah menyodorkan sapu dan kemoceng kemudian mengunci pintu ruang BK dari luar. menyuruh mereka bersih bersih. akh!

"Kalian berdua disuruh menghadap Tsunade sekarang" Ucap ibiki santai

"Berdua? Naruto tidak?"

"Bocah Musang itu tidak berangkat kan? tadi pagi kalian menelpon kakashi dan mengatakan bocah itu sakit?" lanjut ibiki

"e-eng" Sasuke mengangguk.

"Atau jangan-jangan itu cuman akal-akalan karena dia membolos?" Tanya ibiki

"..."

Ah. memang sial guru ini. bisa tidak sih berprasangka baik kepada muridnya. yah walaupun apa yang dikatakannya benar. tapi setidaknya panggil muridmu dengan namanya sensei!.. guru macam apa yang menyebut muridnya musang.

Seluruh murid di kelas 2-1 memperhatikan adegan dramatis guru dan murid itu dengan seksama. mereka sadar bahwa, ibiki sepertinya sangat menyukai teman baru mereka.

"L-Lalu? apa yang diinginkan raja ib-err Tsunade-sama?" Tanya Shikamaru.

Ibiki menatap Shikamaru tajam. Shikamaru menelan ludah.

BRAK! ibiki menggebrak meja lagi.

"MANA AKU TAU! CEPAT PERGI DAN CARI TAU SENDIRI!" Bentak Ibiki. mereka berdua melongo.

"H-HAI!" Mereka berdua pun segera berlari ke luar menuju ruang Tsunade.

.

.

.

SKIP

Mereka kini telah berada di depan pintu ruangan Kepala sekolah. mereka sebenarnya telah berjalan sangat pelan menuju kesini, dan berharap tidak pernah sampai. namun apa daya. berjalan seperti siput pun jarak beratus-ratus kilometer pun bisa terlewati jika itu dilakukan terus menerus.

TOK TOK!

Shikamaru mengetuk pintu ruangan final Boss dengan ragu. ia masih tidak yakin akan masuk kembali ke ruangan ini.

.

TOK TOK!

Tidak ada jawaban. aneh.

TOK! TOK! TOK!

kali ini gantian Sasuke yang mengetuk. Sepertinya Tsunade tidak mendengar.

.

.

TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK!

merasa dikacangin. Shikamaru malah berisik sendiri dan mengetuk pintu terus menerus. dasar anak bandel. mereka mencoba mengerjai Tsunade.

DUAKH! Kepala Sasuke dan Shikamaru menerima bogem mentah dari belakang. mereka menoleh.

"Kalian berencana merusak pintuku saat aku pergi eh?" Tanya sang pelaku. Tsunade.

mererka berdua memegangi kepala mereka masing-masing yang terasa nyut nyutan. ah! Aku kan tidak melakukan apapun. kenapa aku juga ikut di pukul. Batin Sasuke.

.

.

Detik berikutnya, mereka sudah dipersilahkan duduk di dalam ruangan kepada Tsunade.

Sasuke dan Shikamaru menatap orang yang duduk di depannya dengan pandangan tak sabar. mereka menunggu Tsunade mengatakan Sesuatu

"n-ne.. Tsunade-sama.. Sebenarnya ada perlu apa?" Tanya Shikamaru.

alih-alih menjawab, Tsunade malah mengambil cangkir di depannya dan menyruput kopi nya.

"Kami tidak punya waktu seharian.." Kali Ini Giliran Sasuke yang berkata. menunggu adalah hal yang menyebalkan. apalagi menunggu orang yang nyatanya sudah ada di depanmu.

Tsunade kembali meletakkan kopinya dan mentaap kedua tamunya. ia lalu menyodorkan sebuah kertas kepada Sasuke dan Shikamaru. lalu Tsunade bertanya.

"Kenapa Nama kalian tidak ada di daftar itu?" Tanya Tsunade.

"Hah?" Shikamaru mengambil daftar itu. ia meneliti kertas tersebut. mencoba menganalisa apa yang Tsunade maksudkan.

"etoo.. Daftar Anggota Klub Drama... err.." Shikamaru melirik Satu persatu Nama yang ada di sana.. "1. Gaara Sabaku, 2. Matsuri, 3. Yukata, 4. Naruto NAMIKAZE?!"

Sasuke menoleh. ia mengernyitkan dahi. lalu ia merebut kertas itu dari shikamaru. memeastikan apa yang dibaca shikamaru tidak salah.

benar saja, kenapa ada Nama Naruto di daftar Klub Drama?

"Kenapa Naruto bisa masuk ke klub Drama?" Tanya Sasuke. ia menoleh ke Tsunade.

Tsunade tersenyum.

"Kenapa kalian bisa tidak masuk ke klub drama?" Tanya Tsunade kembali kepada mereka berdua.

"hah?"

"Apa Naruto tidak memberi tau kalian?" Tanya Tsunade lagi

"Kalian harus masuk ke klub drama, atau..." Ucap Tsunade menggantungkan kalimatnya.

"Atau?"

.

".. hukuman kalian aku tambah satu bulan.."

"A-APA?"

oke, ini aneh. belum ada 1 minggu mereka disini, dan mereka harus mengikuti kegiatan klub? lagipula klub apa ini? Drama? Drama apa yang dilakukan oleh tiga orang? empat plus Naruto.

"Kau pasti bercanda!" Bantah Sasuke. ah, mungkin ini yang membuat Naruto malas masuk ke sekolah hari ini.

"tidak. Aku tidak bercanda" balas Tsunade.

"Yang benar Saja!" Kali ini Shikamaru yang sewot

"Ini memang benar" Balas Tsunade lagi.

"Siapa pula yang mau masuk klub bodoh seperti ini?" Tanya Sasuke meluapkan emosi.

Tsunade tersenyum. Kata-kata Sasuke persis seperti kata-kata Yang Naruto ucapkan kemarin.

"Tentu Saja kalian yang mau masuk!"

"ini adalah ide gila!" Ucap Shikamaru.

"ah Tidak Segila itu"

"Aku tidak mau masuk klub Drama!" Ucap Sasuke

"Kalian akan masuk"

"Cih. dalam mimpimu" Ucap Sasuke lagi

"Mimpiku akan menjadi kenyataan" Balas Tsunade kesekian kalinya. ".. terima atau kalian akan pergi dari rumah itu 3 bulan lagi"

"Tidak!"

"Terima!"

"Tidak!"

"Baiklah! Hukuman kalian 3 bulan!"

"A-apa?" T-tunggu!"

"3 bulan!"

"Jangan!"

"3 bulan. titik!"

.

.

Shikamaru menatap Tsunade dengan geram. Akh! sialan. ia tau, berurusan dengan perempuan memang tidak ada habisnya. dasar merepotkan

"Baiklah-baiklah. kami akan masuk klub drama!" Ucap Shikamaru

"APA?" sasuke terkejut karena Shikamaru memutuskan secara sepihak.

"Sudahlah Sasuke! kita tidak punya pilihan" Ucap Shikamaru

"tapi-"

"aku yakin, Naruto akan kesepian bila tidak ada kita di klub drama.." ucap Shikamaru.

.

Tsunade tersenyum lagi.

"Sepertinya kau benar-benar jenius Nara" ucap Tsunade.

"akh! peraturan macam apa ini!" Balas Sasuke.

.

"Tentu peraturan-ku Uchiha!" ucap Tsunade lantang

.

.

.

.

Sepulang sekolah, Home Sweet Home

Sasuke dan Shikamaru kini telah sampai di rumah dengan selamat. mereka terlalu banyak memikirkan perhihal klub yang disarankan Tsunade-atau lebih tepatnya di paksa untuk mereka masuki. Sasuke bahkan heran, kenapa Naruto bisa dengan enteng menerima keputusan Tsunade, Tidak Seperti biasanya.

"Tadaima" Ucap Sasuke. ia memasuki rumah dengan malas.

Shikamaru pun segera menuju ke kamarnya. Sasuke mengernyitkan dahi. Aneh, kok tidak ada yang menjawab. Kemana Naruto?

Sasuke pun segera masuk. ia mencari naruto untuk memastikan. namun sepanjang jalan di ruang tamu dan sofa di depan televisi, ia tidak menemukan bocah berambut pirang itu.

ia lalu membuka pintu yang menghubungkan ke halaman belakang. tak ada tanda-tanda Naruto juga disana.

"Naruto?"

di kamar mandi kosong, di dapur juga tidak ada. ah mungkin di kamar.

"Oy Naru?"

Nihil. sepertinya tidak ada tanda-tanda Naruto di rumah ini. saat Sasuke memasuki kamar Naruto. ia menemukan sebuah kertas. Ia lalu membaca Tulisan Di kertas itu

.

...

Pergi sebentar.. Jangan Mencariku..

TTD- Naruto

...

.

Naruto pergi? Memang pergi kemana? Ia tidak kenal siapa siapa disini? Belanja? Punya uang darimana?.. Sasuke tau apa yang dimaksudkan pergi disini. Dan satu hal yang ada di angan Sasuke adalah

.

Naruto Kabur.

.

Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu,Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu, Tsuzuku-desu,

.

eheh? Ada reader. apa kabar? baik? semoga baik. haha.. okesip, meski dalam keadaan sibuk di bulan puasa, saya masih ngelegain apdet. well, walaupun chapternya tidak terlalu santai sih.. humornya jga kurang.. tpi author sedang mencoba masuk konflik, jadi maklumin aja.. oke..

Oh iya, Btw? ada yang nungguin hinata gk sih.. Author, sebenarnya emang sengaja belum munculin Hinatahaha.. mungkin di konflik depan.. atau juga mungkin di konflik depannya lagi.. hahahah..

okesip, terimakasih atas waktunya!

sekian dari saya.. dan Selamat menunaikan ibadah PUASA..

REVIEW

V

V

V

V

V

v

v

v

v

v