Naruto kini tengah berjalan menyusuri trotoar di sepanjang jalan pertokoan. sejak ia keluar rumah tadi, yang ia tau hanya berjalan. tak ada arah, tak ada tujuan. berdiam diri di rumah itu membuatnya semakin kepikiran. mungkin karena banyak tekanan, ia merasa sedikit malas memikirkan sesuatu.

ia hanya merindukan rumah, ia merindukan masakan enak yang dimasak ibunya, ia merindukan melihat ayahnya yang setiap hari membaca koran di depan rumah dan kadang kadang kalau hari libur, mereka bermain game bersama. ia juga kepikiran Orang-orang di Uzushio Gakuen. Si Ero senin yang selalu memarahinya kalau dia telat. Ayame-san penjaga kantin yang selalu memberikan potongan harga kepada Naruto. Naruto memang egois namun, mana bisa dia egois sekarang. Saat ia merasakan Nasib lebih Egois dari dirinya.

padahal ini baru lima hari di rumah baru dan tiga hari di sekolah baru. namun kenapa rasanya lama sekali. Mungkin ini terasa Lama karena Naruto jauh dari orang-orang yang ia tau.

.

.

Dunianya Sudah berubah.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hazama

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Coming Soon

.

.

Chapter 11 (Where Are You Naruto?)

.

Sasuke kini tengah mondar mandir di ruang tamu dengan gelisah, sekali-kali ia mengangkat HP yang ada di tangannya. ia sudah mondar mandir selama kurang lebih 10 menit. shikamaru yang duduk di sofa ruang tamu sembari menyeruput teh merasa terganggu.

.

"Huh~ Sudahlah Sasuke, Naruto bilang kan ia hanya pergi sebentar. Kenapa kau sangat gelisah?" tanya Shikamaru, ia masih dengan posisi santai.

"Hn. Ini sudah jam tujuh malam. Ia bahkan belum terlihat. Kau pikir apa yang akan dia lakukan sendirian?" ucap sasuke.

"Mungkin dia hanya mencari udara segar." Jawab Shikamaru.

"Dia tidak sepintar itu Nara. bagaimana jika dia melakukan hal yang aneh aneh." Sasuke masih dengan nada tinggi.

"Memang kau pikir apa yang akan dia lakukan?" Tanya Shikamaru lagi, ia kemudian menyruput teh hangat yang ia buat.

.

"Mencuri sebuah mobil, dan kabur.. mungkin." ucap Sasuke.

'Uhuk-Uhuk' Shikamaru tersedak mendengar kesimpulan Sasuke. Sasuke tidak berniat menolong, ia malah menatap shikamaru. Menunggu shikamaru melanjutkan kata katanya.

setelah puas terbatuk batuk, Shikamaru menghela nafas. ia memang merasakan sasuke akhir akhir ini menjadi seperti ibu ibu.

"Uhuk..uhm.. err akh..Baiklah, lalu apa maumu? Menelpon Tsunade? atau mencarinya di sekitar sini?" Tanya Shikamaru. Ia berdiri dari duduknya.

Sasuke menatap shikamaru dengan pandangan yang sulit diartikan. lalu kemudian ia menyerahkan HP yang ada di tangannya kepada shikamaru, Shikamaru menerimanya dengan heran.

lalu Sasuke berucap..

"Aku yang akan mencarinya. kau yang menelpon Tsunade.." ucap Sasuke.

Shikamaru cengo.

"A-APA?! OI KENAP-" Shikamaru ingin protes, namun sasuke tidak berniat mendengarkan dan segera keluar dari rumah.

BLAM! pintu ditutup dengan keras. meninggalkan shikamaru yang diam seribu bahasa.

'K-Kau mencoba mengerjaiku heh Uchiha?' Batin Shikamaru.

Ia lalu menatap HP yang ada di tangannya.

.

Hiiiyy~~ Menelpon Tsunade adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan saat ini.

.

.

Sasuke berlari di jalanan dengan gelisah. yang ia tau sekarang hanya menemukan Naruto. ia tidak mau Naruto melakukan hal-hal yang abnormal. mengingat emosinya yang sedang labil.

Sasuke berhenti sejenak di sebuah perempatan karena merasa lelah. ia tidak menyangka, belarian di malam hari akan mengingkatkan detak jantungnya secara drastis.

Namun saat ia berdiri di persimpangan sembari mengatur nafas, ia melihat sosok orang yang dikenalinya.

Sakura Haruno.

'itu kan...'

Sasuke mengernyitkan dahi. ia bisa tau dari seragam sekolah dan warna rambutnya yang mencolok

'kenapa Haruno pulang selarut ini' Batin Sasuke. Sasuke lalu bersembunyi di balik tiang, mengamati Sakura berjalan masuk ke sebuah rumah yang ber-cat merah muda.

setelah dirasa sakura masuk, ia lalu mengikuti jejaknya dan berdiri di depan pagar rumah bergaya modern yang terdapat pohon Sakura besar di depannya. sasuke kembali mengernyitkan dahi

'Jadi ini rumahnya Haruno?' Batin Sasuke lagi.

oh benar juga! kenapa Sasuke tidak meminta bantuan Sakura? bukankah sakura malah lebih paham daerah daerah di sini? ini akan menjadi lebih mudah.

Akh tapi, apa Sakura mau membantunya? bukankah Sasuke sedang dalam keadaan dimusuhi? arggh!

saat Sasuke sedang berpikir, tiba tiba pundaknya ditepuk dari belakang. sasuke belum sempat menoleh karena orang yang menepuk pundaknya segera berbisik di telinga Sasuke.

"Hei! tidak sopan mengamati rumah orang seperti itu~"

"AKH!" Sasuke kaget, ia menoleh ke belakang.

.

Di depan sasuke kini telah berada seorang pria dan seorang wanita. mereka berdua membawa banyak belanjaan.

"A...?" sasuke tidak berani berkata-kata. ia merasa malu karena dipergoki sedang mengintip halaman rumah orang lain.

"Ara ara.. apa kau temannya Sakura?" Tanya wanita itu, ia terlihat kerepotan membawa bingkisan yang sepertinya berisi apel. dan ditangan kirinya ia memegang kantung plastik yang berisi sayuran.

Melihat gelagat Sasuke yang malah menatap heran kepada mereka berdua. sang pria tua pun berinisiatif memperkenalkan diri.

"Hei anak muda. sepertinya kau tidak mengerti apa yang terjadi.." ucap Pria berambut ungu itu "... seharusnya kau meminta maaf karena mengintip halaman rumahku tanpa izin." lanjut pria itu

"H-ha?" tanya Sasuke menunjuk pasangan itu dan kemudian menunjuk rumah Sakura.

"Benar! Namaku Haruno Kizashi, dan ini istriku Haruno Mebuki! dan halaman yang kau perhatikan itu adalah milikku hahaha." Ucap Kizashi, ia menepuk nepuk pundak Sasuke

"Err.. ha ha.." Sasuke tertawa garing. ia menggaruk garuk belakang kepalanya. ia tidak tau harus menanggapi seperti apa.

"Apa kau sedang mencari sakura?" Tanya Mebuki kepada Sasuke. -err.. lebih tepatnya Sasuke sedang mencari Naruto bibi.

"Err. Tidak juga." Sasuke masih dengan nada ragu nya.

"He? Kau mencari Sakura?.. hahaha.. kalau begitu ayo masuk. kita bicara di dalam." Ucap Kizashi mendorong Sasuke masuk ke rumahnya.

"Wh? tung-" Sasuke berniat berontak, namun Kizashi tidak menghiraukannya dan malah mendorongnya mendekati pintu.

"Paman, Aku ada urusan la-" Sasuke berniat berontak namun uzahanya gagal.

"Hehe,, jangan sungkan-sungkan."

"Tapi aku benar benar buru-buru paman."

"Jangan berbicara seperti itu, ayo masuk saja. istriku akan membuatkanmu teh yang enak."

Sasuke hanya bisa pasrah. Dan ia diseret masuk ke dalam.

Sasuke yang malang.

.

.

.

Home sweet Home

Shikamaru kini sedang duduk menyilangkan kaki di atas karpet. di depannya terdapat HP yang diberikan sasuke tadi. ia masih mempertimbangkan usulan tentang menelpon Tsunade.

ia mengambil HP itu dan memencetnya. ia memasuki kontak dan mencari sebuah nomor. di depannya kini telah terpampang sebuah nomor.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Raja Iblis

085XDSFRWXXY

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Shikamaru bergidik ngeri. memang sih, yang mengganti Nama kontak itu adalah Shikamaru sendiri. namun tetap saja, embel-embel Raja Iblis masih membuat bulu kuduk Shikamaru berdiri.

lalu kemudian ia mencari nama lain di kontak.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Kakashi Hatake

088XCFXDGWAF

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

apa dia harus menelpon Kakashi? tapi, Sepertinya menelpon sekutu Tsunade juga bukan hal bagus..

Shikamaru berpikir keras, apa dia tidak usah melakukan apa apa? lebih baik tidur!

ah, tapi Shikamaru juga merasa kasihan kepada sasuke yang mencari Naruto sendirian. apa yang harus dia lakukan?

Shikamaru berpikir beberapa detik, akh benar juga!.. Satsuga shikamaru, orang jenius memang selalu bisa memikirkan solusi kurang dari 1 menit.

'Mungkin aku harus menelpon kediaman Namikaze!' Pikir Shikamaru. Bisa saja kan Naruto sekarang sudah berada di rumah? kalau itu memang benar, berarti mereka sudah tidak perlu repot repot mencari.

"Hm benar itu yang harus aku lakukan..." Gumam shikamaru sendiri.. tapi..

.

.

"..Nomor keluarga Namikaze berapa ya?" ucap shikamaru lagi, akh! Aku kira orang jenius tau segalanya.

Shikamaru berpikir keras. ia sepertinya tau nomornya, namun otaknya tidak bisa mengingat. Berpikir lebih keras shikamaru!

.

.

Kediaman Haruno

Sasuke kini tengah duduk di ruang tamu kediaman Haruno dengan gelisah, ia heran kenapa ia bisa berakhir disini. Padahal ia sedang dalam misi mencari Naruto. Benar benar sial.

Di depannya kini sasuke telah disuguhi beberapa cemilan dan segelas teh hijau. Sepertinya Kizashi sangat bersemangat menyambut tamu.

"Jadi, kau adalah teman Sakura?" Tanya Kizashi kepada sasuke.

"Eh? iya paman." Sasuke hanya mengangguk dan mengiyakan.

"Wahahaha.. Maaf, aku sangat senang ada teman Sakura yang berkunjung ke sini. terlebih lagi dia laki-laki.. hahaha." Ucap kizashi. Sasuke hanya diam namun entah kenapa dia sangat gelisah.

Tamu apanya. Kizashi lah yang menyeret sasuke. pada dasarnya Kizashi lah yang memaksakan kehendaknya kepada sasuke. dasar orang tua.

"jadi... siapa namamu?" Tanya Kizashi kepada Sasuke.

"Hm? er.. Sasuke... Uchiha" jawab Sasuke ragu.

"hahahaha.. Sasuke-kun ya? Jadi kau yang kemarin memasak bersama puteriku di Dapur Restoran?" Tanya Kizashi.

Sasuke hanya mengangguk. ia heran, kenapa dia bisa tau? seingat sasuke, ia tidak bertemu dengan orang tua Sakura di Cherry Restoran kemarin.

Kizashi tersenyum.

"Karyawan Part Time-ku memberitahu semua" Ucap Kizashi yang melihat raut wajah Sasuke kebingungan.

Sasuke mencoba berpikir, karyawan? ah! maksudnya orang yang menjaga pintu kemarin? siapa dia? kalau tidak salah... Sayori? Sayuri? err... oh benar! Sasori. Sasuke lupa.

"Ne Sasuke-kun.. asal kau tau..." Ucap Kizashi, ia menggantungkan kalimatnya. ia menunggu respon Sasuke.

Sasuke masih setengah memperhatikan.

.

"...Kau tidak bisa mendapatkan putriku dengan mudah." Lanjut kizashi.

Sasuke cengo. Entah sasuke yang salah dengar atau memang semua orang tua se-menyebalkan ini.

Tanpa sadar wajah Sasuke memerah, ia lalu mengambil teh hijau dan bersiap meminumnya. mencoba menyembunyikan raut wajahnya yang malu.

.

Kizashi tersenyum lagi.

"Ne kalau begitu. aku akan memanggil Sakura untukmu." Ucap Kizashi, dia segera beranjak dari duduknya.

Sasuke meminum teh hijaunya. Kizashi pun beranjak pergi.

.

"Sakura~~ Ada pria tampan yang datang ingin melamarmu!" Ucap Kizashi. Sasuke yang mendengarnya saat minum pun tersedak.

'Uhuk... uhuk..uhuk' Ah! Kizashi sepertinya ingin membuat Sasuke kena serangan jantung.

.

.

.

Home Sweet Home

Shikamaru ini tengah mengetikkan nomor ke dalam HP nya. ia meras puas karena nomor yang ia lupakan kini telah terpampang jelas di layar HP. walaupun Shikamaru tidak yakin nomor ini adalah nomor yang benar. menghiraukan kemungkinan salah sambung. Shikamaru berniat mengetesnya. bila bila nomor ini benar, ia akan langsung tersambung ke ponsel pribadi Namikaze Minato. namun bila nomor ini salah, Shikamaru tidak bisa memperkirakan apa yang terjadi.

.

Shikamaru menatap nomor itu sebentar.

083XRTHQ2DWY

..

Dia menekan tombol Call dengan ragu. klik!

Lalu ia mendekatkan hp itu ke telinganya.

*nada tunggu

klek.

"Ah moshi moshi? Paman Minato?" ucap Shikamaru. namun sepertinya bukan suara minato yang Shikamaru dengar.

"Err.. halo?" tanya Shikamaru lagi kepada orang yang ada di seberang telpon.

'Ho Jack. halo, Bagaimana? apa barangnya sudah terkirim?"

Shikamaru mengernyitkan dahi.

"Jack?" tanya Shikamaru

'Tidak udah berbasa basi jack, bila ini memang nomor baru mu. aku akan segera menghapus history panggilan. supaya polisi tidak bisa punya barang bukti"

Glek! Shikamaru menelan ludah.. 'p-polisi?' sepertinya ini memang salah sambung.

'Jack?'

'JACK?'

'JAC-' tuut tuut tuut

.

Shikamaru menjauhkan HP itu dari telinganya. ia bergidik ngeri. Siapa yang dia telpon tadi? gembong narkoba? shit!...

Shikamaru kembali mengecek nomor yang salah tadi. ia bingung. sepertinya nomornya sudah benar. tapi kenapa tersambung ke orang yang kedengarannya seperti boss mafia?

ia merasa ragu, namun ia akhirnya meneliti nomor itu kembali.

ah! ini dia, mungkin digit terakhirnya salah. ia mencoba mengingat-ingat kembali. kemudian Shikamaru mengetik ulang nomor itu dengan 3 digit berbeda di bagian akhir

.

083XRTHQ2JHT

Yosh! Mungkin ini sudah benar. Klik! Shikamaru kembali menekan tombol Call.

*nada tunggu

klek.

"Ah! moshi moshi! Paman Minato?"

'KAU MASIH BERANINYA MENELPONKU! hiks'

"Ha?"

'APA LAGI MAUMU! KAU PAKE NOMOR LAIN TAPI AKU TAU ITU KAU!'

"O-OI tenang dulu! ini siapa?" Tanya Shikamaru. ia mencoba memastikan.

'K-KAU? hiks KAU MENGHAMILIKU DAN KAU TIDAK TAU SIAPA AKU?!'

"AKH!" Shikamaru sepertinya salah sambung lagi

'KAU DASAR LELAKI BRENG-' tuut tuut tuut. Shikamaru menutup sambungan itu lagi.

.

lagi lagi salah sambung.

"AH SEBENARNYA NOMORNYA BERAPA SIH?!" teriak Shikamaru frustasi. shikamaru mengela nafas lagi. yang ia tau, bila ia mencoba menelpon satu persatu kemungkinan nomor Minato yang ada di otaknya. ini akan menjadi malam yang sangaat panjaang.

.

.

.

Kediaman Haruno

Sasuke kini masih duduk dengan gelisah di ruang tamu keluarga Haruno. kalau boleh jujur ini adalah kali pertama Sasuke berkunjung ke rumah teman perempuannya. rasanya sedikit aneh mengingat Sasuke biasanya hanya sering main ke tempat Naruto dan Shikamaru. sasuke merasa tidak nyaman, bukan karena dia tidak suka dengan sambutan ramah dari kepala keluarga Haruno, namun sasuke sedang ada dalam misi penting sekarang!

bila Sasuke kejam, ia bisa saja kabur saat ini juga. mengingat pintu keluar tepat berada di sampingnya. namun ia tidak akan melakukannya. walaupun Sasuke bertamu karena paksaan, tapi sasuke tidak mau pergi tanpa berpamitan. setidaknya Sasuke harus menunggu Kizashi dan berpamitan dengan sopan.

.

"Eto.. Sasuke-kun.. apa teh nya mau nambah lagi?" Tanya Haruno Mebuki yang datang dari dapur. ia menyuguhkan beberapa bolu hangat kepada Sasuke.

"Hn. tidak bibi.. sudah cukup kok." Ucap Sasuke.

.

"Otou-san.. sebenarnya ada apa sih?" Dari kejauhan samar-samar terdengar suara Sakura yang menggema di dinding rumah. Suara itu masih bisa didengar Sasuke.

"Haha.. Sudah kubilang. ada pria tampan yang ingin menemuimu.." Ucap Kizashi. ia mendorong-dorong putrinya menuju ruang tamu.

"Mana ada! Aku tau ini pasti lelucon Tou-san lagi? Lagipula siapa juga yang mau bertamu malam malam begini. Palingan Juga sasori senpai! aku tidak mau bertemu wajah boneka it- Akh SASUKE?!" ucap Sakura. Ia tercengan karena yang ia kira Sasori ternyata orang lain.

Sakura memakai piyama merah muda dengan bando berbentuk telinga kelinci. sasuke yang melihat Sakura berpakaian seperti itu hanya bisa membatin

'Dia memang kekanak-kanakan. Hm sudah kuduga.'

"Hn. Selamat malam." Ucap Sasuke. ia masih dengan posisi duduk.

Sakura yang menyadari Sasuke menatapnya, segera melepas bando kelinci yang bertengger di kepalanya. Sakura kemudian menatap ayahnya. Mengisyaratkan tatapan 'kenapa-dia-ada-di-sini'. Namun Kizashi malah tersenyum.

Sakura kini berbalik menatap Sasuke tajam.

"Kenapa kau disini?!" Tanya Sakura heran. ia menatap Sasuke jengkel. Namun mukanya memerah. Ya, jelas saja karena Sasuke melihatnya menggunakan piyama pink.

"Aku hanya mampir sebentar." Jawab Sasuke. sebenarnya bukan itu alasanya yang asli.

"Ne Sakura! Kenapa kau bernada tinggi dengan tamu kita!" Ucap Mebuki yang menyadari sikap tidak sopan putrinya.

Sakura malah cemberut.

"Tapi kaa-saan-" Sakura berniat protes dengan ibunya. Ayahnya memotong ucapan Sakura.

"Ibumu benar sakura. tamu adalah raja. Kau seharusnya menghormati raja mu." Ucap Kizashi.

Sakura semakin cemberut. ia telah terbiasa dengan guyonan garing ayahnya.

"Huh baiklah-baiklah~" Ucap Sakura akhirnya.

Kizashi dan mebuki tersenyum.

"Baiklah, kami akan meninggalkan kalian berdua ngobrol.." Ucap Kizashi kemudian, ia memberi isyarat Mebuki untuk pergi dari tempat itu. ".. Aku dan kaa-san harus membahas menu baru untuk restoran." lanjut kizashi.

Sakura memutar bola matanya. jelas sekali kalau itu bukan alasan yang logis untuk meninggalkan putri kesayangannya bersama seorang pemuda.

detik berikutnya, Kizashi dan Mebuki telah meninggalkan Sakura dan Sasuke berdua.

.

Ehem.. mereka kini tengah duduk berdua di ruang tamu. seandainya orang melihat mereka sekilas, mungkin ini seperti melihat orang yang sedang ngapel. Namun bila kau mendekat, dan melihat lebih teliti. akan terasa aura yang sangat berat menyelimuti ruang tamu ini. aura berat yang membuat Sasuke gugup setengah mati.

namun Sasuke memberanikan diri untuk mulai bicara.

"Haruno..." Ucap Sasuke, ia menunggu respon Sakura.

"..." Namun Sakura tidak menjawab.

"Sakura!.." Kali ini suara sasuke sedikit lebih tegas.

"AKH! Siapa yang menyuruhmu memangiilku dengan nama depan!" bentak Sakura. Sudah sasuke kira, sakura masih marah dengan kejadian waktu itu.

Sebenarnya Sasuke tidak mau melakukan ini. namun ia tidak punya pilihan

"Maaf... waktu itu hanyalah salah paham.." ia meminta maaf dengan ragu.

"..." namun Sakura masih tak acuh dan diam.

"Sakura..."

"..."

"sakura-sensei..."

"Saku-"

"ARGGH! baiklah baiklah! Aku memaafkanmu! puas?" ucap sakura akhirnya. Ah! Sasuke malah seperti orang bodoh sekarang. ia tidak menyangka ia akan meminta maaf atas perbuatan yang tidak pernah ia lakukan.

Namun Sasuke juga bisa sedikit bernafas lega.

"Jadi! apa hanya itu yang ingin kau sampaikan?!" Tanya Sakura ketus.

"Ha?"

"Maksudku! apa kau datang jauh jauh kesini hanya untuk meminta maaf?!" Tanya Sakura. bila itu memang benar Sasuke datang jauh jauh kesini hanya untuk meminta maaf. sepertinya sasuke memang tidak sebrengsek yang Sakura kira.

"sebenarnya tidak juga.." balas Sasuke.

"hah?"

"Ini tentang Naruto.."

.

.

.

".. Dia Hilang"

.

.

.

Shikamaru kini tengah menatap Layar HP jadul dengan malas. entah sudah keberapa kali ia mencoba menelpon kediaman Namikaze. namun, nomor yang ia tuju selalu salah sambung. jadi, ia membulatkan tekad, bila yang satu ini salah lagi. ia akan melempar HP jadul ini keluar rumah.

ia menatap nomor yang terpampang di Layar HP dengan gelisah

083XRTWQ2ZZC

Glek. dengan ragu ia menekan tombol Call.

*nada tunggu

'Semoga tidak Salah lagi...'

Cklek.

'Moshi-moshi?' Terdengar suara perempuan dari dalam HP. shikamaru yang ingin mengantisipasi salah sambung, akhirnya mengajukan pertanyaan.

"Hn. Ini dengan siapa dimana?" Tanya Shikamaru. oke, ini sedikit aneh. mengingat Shikamarulah yang menelpon namun ia juga yang menanyakan nama dan tempat.

'Eh? ini siapa? Bukannya aneh kau menelpon orang namun kau tidak tau nama orang yang kau telpon!' Bentak wanita itu. shikamaru memutar bola matanya

"Sudah jawab saja! Aku hanya mengantisipasi salah sambung!" Nada Shikamaru malah meninggi.

'HEI! jangan membentak bentak mentang-mentang kita tidak saling kenal! kalau perlu aku akan mencarimu-ttebane!" Balas wanita dari dalam HP tak kalah ketus.

eh tunggu dulu.

"ttebane? apa anda bibi Kushina?!" Tanya Shikamaru antusias.

'Ha?! Bagaimana kau tau namaku-ttebane!' AKH! AKHIRNYAA! Shikamaru benar benar bersyukur. akhirnya! Suara seseorang yang ia kenali

"Hahahahaha.. aku tidak manyangka aku akhirnya bisa menelpon kediaman Namikaze." Ucap Shikamaru Senang.

'Ha? memang kau siapa?!'

Shikamaru tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya.

"Ini Shikamaru Nara bibi!" ujar shikamaru

'Eh? Shikamaru?.. haha.. kenapa kau menelpon ponsel Yamato!" Ujar Kushina lagi.

Shikamaru kini mengernyitkan dahi. Yamato? Shikamaru mencoba mengingat ingat nama itu. Ah benar! Yamato adalah pria bertopeng yang menjadi bodyguard keluarga Namikaze. Shikamaru pernah melihatnya beberapa kali.

"Yamato?.." Tanya Shikamaru. ah tapi itu tidak penting "... tapi kebetulan sekali Bibi! aku ingin menanyakan sesuatu!" Ujar shikamaru lagi.

'Hn? Apa itu shikamaru-chan?' tanya Kushina. Akh kebiasaan. Bibi kushina terkadang jahil memanggil Sasuke dan Shikamaru dengan embel-embel -chan.

..

Shikamaru yang merasa ragu bertanya.

"Err.. apa Naruto ada di rumah?" Tanya Shikamaru.

'Eh? Bukannya Naruto ikut pindah bersama kalian? kenapa malah mencarinya di rumah?' Tanya Shikamaru.

shikamaru mengernytikan dahi

"Err.. bukan begitu.. masalahnya... dia kabur." Lanjut shikamaru.

'A-APA?' Kushina sepertinya terkejut. akh! sepertinya Shikamaru salah perkiraan.

"T-tunggu bibi, jangan panik.. bila dia memang tidak ada disana, kami akan mencari-"

'WHOAA.. MINATOO...' KLIK. Sambungan diputus oleh kushina.

Shikamaru sadar sekarang. ini akan menjadi masalah.

.

Tapi setidaknya Shikamaru tau, Naruto tidak ada di Namkiaze mansion.

.

.

.

TSUZUKU-DESU

.

(Nb : Before That)

Namikaze Mansion

"WHOAA.. MINATOO..." Teriak kushina, ia berlari menuju ruang kerja suaminya dengan tergesa gesa.

Namikaze Minato-sama yang sedang mengurusi dokumen tentu saja terkeget. ia hampir jatuh dari kursinya.

BRAK! pintu ruangan kerjanya dibuka dengan paksa. Minato yang melihat kushina masuk, langsung turun dari kursi dan terduduk di belakang meja. ia mengintip dari sudut atas meja.

"A-ada apa Kushina?" Tanya Minato ragu. ia memang sudah terbiasa dengan kelakuan istrinya yang kelewat aktif ini. namun, saat Kushina berteriak-teriak, Minato masih tetap merasa ngeri.

Kushina yang melihat Suaminya bersebunyi langsung menghampirinya. BRAK! ia menggebrak meja, Minato tentu saja kaget. ia mundur beberapa inchi. ah, dasar suami takut istri.

"Naruto-chan ttebane!" Ucap Kushina, ia menyodorkan Handphone Yamato kepada Minato.

Minato berdiri dan menerima HP itu. ia mengernyitkan dahi. hp itu tidak ada apa apa. sepertinya Minato gagal paham.

"Ini kan ponsel Yamato? sudah kubilang kan jangan asal ambil ponsel Yamato.." Minato malah mengubah pembicaraan.

"NARUTO CHAN KABUR TTEBANE!" Kushina tidak mendengarkan dan balas berteriak.

Minato pun hanya bisa menutupi telinganya.

"H-ha?"

"Akh bagaimana ini! Dia kabur! bagaimana kalau dia kenapa napa.. akh." Gumam kushina, ia berjalan mondar mandir layaknya induk ayam kehilangan anaknya.

"H-hoi kushina.. belum tentu dia-" Minato berniat memotong ucapan istrinya, namun sepertinya istrinya lebih mahir memotong.

"AKH! KALAU DIA DI BEGAL ORANG BAGAIMANA?!" teriak Kushina lagi.

"O-oi. kaa-san sebaiknya kau jangan panik begi-"

"Bagaimana ini! bagaimana kalau dia diculik tante-tante.. KYAAA!"

"OI-!"

.

"Anoo~~ permisi~" Acara tidak jelas Suami istri ini harus dipotong oleh seseorang yang memasuki ruangan.

Minato dan Kushina menoleh ke pintu.

untuk sementara, Minato mengabaikan Kushina dan bertanya kepada orang yang masuk.

"Akh! Yamato? Bagaimana? apa kau sudah melihat tempat pembangunannya?" Tanya Minato kepada orang yang baru masuk tersebut. Yamato

kushina yang masih khawatir dengan keadaan Naruto, menatap Yamato dengan pandangan penuh harap!.. benar JUGA!

"sudah Minato-sama.. sepertinya-" Yamato yang ingin melaporkan pekerjaannya, kata katanya dipotong oleh kushina.

"BENAR JUGA! YAMATO-CHAN..KAU HARUS MEMBEANTU KAMI-TTEBANE!" Teriak kushina. yanato yang kaget dengan teriakan kushina mnudur satu langkah.

"E-eh? membantu apa itu?" Tanya Yamato ragu.

"Naruto-chan! Dia kabur!" Ucap Kushina dramatis

"H-ha? Apa?" Tanya Yamato. ia masih tidak mengerti. Seingatnya, Naruto kan pindah ke sebuah rumah yang lebih dekat ke sekolah barunya.

Kushina lalu menoleh kepada Minato. Namun Minato malah mengangkat bahu. melihat dua orang pria yang tidak mengerti di depannya ini, wajah kushina merah padam. ia khawatir dengan Naruto. sudah wajar seorang ibu begitu. Kushina hampir menangis.

.

Perlu beberapa detik untuk kushina melanjutkan kata-katanya

"Ehem.. Yamato! Suruh semua anak buahmu! semua bodyguard di rumah ini untuk mencari Naruto!.." Ucap Kushina kemudian.

"APA?"

"HAH?"

Minato dan Yamato tentu saja terkejut.

"O-oi tung-" Minato berniat protes, namun kushina malah menatapnya tajam dan mencengkram kemeja putih Minato.

"Kalau kau berani menolak.. akan ku bunuh kau-ttebane!" ucap kushina kepada Minato.

Minato hanya bisa sweatdroped.

"E-eh." Dia pun mengangguk tanda mengiyakan. lalu Minato menoleh kepada Yamato dan berkata.. "... maaf merepotkanmu Yamato."

.

.

TBC - REAL TBC

hahahaha (#jangan tanya.. cman mau ketawa)

okesip, satu lagi chapter terlampaui. baiklah sedikit basa basi.. makasih yang udah review chapter kemarin, semua sarang sudah saya tampung. semoga saran-saran dari anda dapat memperbaiki penulisan saya yang amburadul..

maf karena tidak bisa menjawab review satu persatu.. terutama yang ndak login.. tapi apa yang kalian tulis, Author baca kok.. review anda adalah kenang-kenangan yang berharga buat author.. terimakasih..

sekalilagi maafkan author yang belum bisa membalas review satu persatu T.T

.. author masih sibuk..

, dan Very very special thanks bwat reader.. silent reader..

oke.. sekian dari saya.. bila benang merah masih mempertemukan kita. kita akan berjumpa lagi di chapter 12(?)

...

sekian dari saya.. dan semoga anda sukses selalu~

cya cya~

V

REVIEW

V

V

V

V

V