Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hazama
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Coming Soon
.
Chapter 12 (Pulang Tidak Semudah Pegi)
Hari sudah malam.
Naruto kini tengah berlari di sebuah hutan yang gelap. ia bingung kenapa ia bisa berada di sini. seingatnya, ia tadi berbelok di sebuah perempatan.
"hah.. hah..." nafasnya yang memburu karena ia berlari sekuat tenaga. seakan ia berlari karena dikejar sesuatu.
suara burung hantu yang menambah kemeriahan malam memaksa Naruto terus berlari. ia hanya berlari ke depan. tanpa menghiraukan apapun. yang ia butuhkan hanya sececah cahaya! .. ia benci kegelapan.
'sreksrek' Naruto menerobos semak belukar yang ada di depannya dengan kasar menghiraukan lengan dan kaki nya yang lecet karena tergores dahan semak semak yang tajam.
"AKH!" Naruto akhirnya berhasil keluar dari hutan dengan selamat.
namun ia tak kalah terkejut, karena di depannya kini telah terhampar lahan yang luas. sebuah tempat yang tidak diketahui oleh Naruto.
"SIALAN INI SEBENARNYA DIMANA?!" Teriak Naruto. ia menatap langit langit. ia merasa bulan purnama malam ini terlihat sangat menakutkan.
Bulan semerah darah.
Naruto mengernyitkan dahi.
'Srekk srekk!' terdengar suara dari semak tempat Naruto keluar tadi. Naruto berbalik dan mundur beberapa langkah. melakukan posisi siap siaga, Naruto menatap Semak itu dengan was was.
"GRRR!" Erangan binatang lah yang muncul dengan keringat Naruto yang menetes deras, ia lalu berbalik arah dan lari.
"AHHH! KUSOO!" wussh~ Tanpa menghiraukan apapun ia berlari. ia berlari sekuat tenaga. ia bahkan tidak peduli kaki nya sangat terasa pegal.
beberapa detik berlalu, ia melihat secercah cahaya di depan matanya. Masih dengan berlari naruto menyipitkan mata.
"AKH! itu KAN!?" gerbang Namikaze mansion. Naruto tidak percaya akhirnya ia bisa pulang.
di depan gerbang besar itu naruto bisa melihat dengan samar samar perawakan ibunya.
akhirnya..
akhirnya..
akhirnyaaaaaa~
'Kaa-san' akh! Naruto berniat berteriak, namun suaranya tidak bisa keluar. apa yang terjadi.
kaa-san ini Naruto!
kaa-san?
Naruto sudah merasa lelah, namun Gerbang besar itu tidak mendekat barak satu jengkal pun.
gerbang itu malah menjauh.
'KAAA SANNN!' gerbang itu hilang.
"GRRR!" Malahan di belakang Naruto, naruto melihat belasan anjing liar yang berlari.
"AKH!" pekik Naruto saat hewan tanpa tuan itu mengincar Naruto. Duakh! Naruto tersandung batu. cih. sepertinya ini akhir dari hayatmu naruto. aku tidak menyangka cerita ini berakhir secepat yang aku duga.
"WAAAAA! SIALLLL!" teriak Naruto. Grab.
.
~xaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxa~
"WAAAAAAAAAA!" Naruto berteriak. tanpa sadar ia terduduk.
Ah itu hanya mimpi.
.
Naruto negerjapkan mata. 'sial gelap sekali akh!' Naruto lalu mendongak ke atas. mencoba mengecek apa yang terjadi. hm, bulan purnama biasa. 'tadi hanya mimpi ya?'
namun yang lebih penting lagi..ada-
tunggu dulu! Bulan purnama? Shit ini sudah malam! Naruto kembali menengok kanan kiri. ah! sepi sekali! dimana dia berada sekarang?!
.
Naruto kini tengah terduduk di sebuah rerumputan miring. di depan naruto terhampar sebuah lapangan sepak bola luas yang sepertinya habis dipakai. Naruto mencoba mengingat ingat.
Oh benar! Naruto tadi berjalan panjang menyusuri jalanan hingga sampai di pinggiran kota. Naruto ingat betul, ia tadi mencoba beristirahat di rerumputan ini sembari menonton anak anak kecil sedang bermain sepak bola di bawah. namun sepertinya Naruto bablas tertidur.
ia mengerjapkan pandanganyna ke sekitar. hari sudah gelap. 'Ha? Jam berapa ini?!' namun percumah, ia tidak memiliki sesuatu yang bisa menunjukkan waktu.
akh! yang ia tau, ini sudah larut. ia harus segera pulang!
tanpa memikirkan apapun, ia segera berdiri dari posisinya. ia menaiki padang rerumputan miring itu untuk sampai di jalanan kecil di atas.
ia menengok kanan kiri, nihil. orang-orang sudah tidak ada yang berlalu lalang. memang jam berapa ini? 7? 8? jangan jangan jam 12 malam?.. Naruto harus segera pulang!
Namun ia ragu bisa menemukan jalan pulang diwaktu malam hari. mengingat ia berjalan seharian untuk sampai ke sini! AKH BAGAIMANA INI?!
aih! Pikirannya mulai panik, ia sudah tidak bisa berpikir jernih, baru kali ini ia merasa se-cemas ini. cemas kepada nasibnya sendiri.
'T-tungu Naruto! Tetap tenang! tetap tenang! pertama yang harus kalu lakukan adalah berpikir!' Batin Naruto. ia menoleh ke sebelah kiri. lalu ia menoleh ke sebelah kanan. sepertinya tadi ia datang dari sebelah kiri? atau kanan? .. karena terlalu panik! Naruto bahkan tidak bisa mengingat tempat dia datang!
'Y-yosh! mungkin aku akan lewat sebelah kanan da-'
"MNYAWWWW!" tiba-tiba Naruto dikagetkan dengan suara Kucing yang ada di sampingnya.
"WHOAAAAAAA!" karena kaget. Tanpa pikir panjang Naruto berlari ke jalan sebelah kiri! Oh My God!
Mungkin karena kucing itu tertarik melihat Naruto. ia ikut berlari mengejar Naruto.
.
.
Naruto berlari dan terus berlari. ia bahkan tidak sempat memikirkan siapa yang mengejarnya.
hampir 10 menit dia berlari,
tanpa sadar ia sampai ke sebuah deretan pertokoan di tempat yang Naruto tidak tau sama sekali. deretan pertokoan itu sepi karena memang hari sudah malam, yang naruto tau, dari situasi ini. ini sudah larut malam, sangat larut!.
Naruto berjalan pelan di jalanan yang sepi itu. jujur, ia merasa sedikit takut. ini seperti berjalan di kota mati. dimana sejauh mata memandang kau tidak bisa menemukan orang lain selain dirimu sendiri.
Naruto berjalan ragu menuju jalanan di depannya. ia menengok kanan dan kiri, naruto merasa seperti sedang di jaman edo sekarang. ini seperti perkampungan tua yang di kanan dan kiri jalan setapak adalah kedai dan toko toko tradisional. semilir angin malam yang dingin menambah kesan menakutkan untuk tempat ini.
'sial! Kenapa tadi aku tidak bawa jaket!' Ia merutuki nasibnya karena harus terjebak di malam hari hanya dengan memakai kaos oblong.
"NyaWWWWWww!"
Akh! Naruto tersungkur karena mendengar suara erangan dari belakang tempat ia berjalan. Naruto menoleh,
kucing.
kucing berwarna oranye lah yang sedang terduduk menatapnya. naruto mengernitkan dahi. kenapa ada kucing yang berwarna oranye? Aneh!
Naruto pun mengabaikannya dan berjalan pelan maju kedepan. namun kucing itu ikut berjalan mengikuti naruto. saat naruto menoleh, kucing itu berhenti, namun saat naruto maju, kucing itu ikut maju. begitu seterusnya.
Naruto pun berbalik dan menatap kucing itu kesal
"Jangan ikuti aku!" Ucap Naruto marah. oke? Sekarang kau sudah memulai bicara dengan kucing! aku kurang yakin bahwa kau masih waras Naruto!
"Nyaww!" Kucing itu malah mengeong kepada Naruto. Naruto menatap kucing itu malas.
"Apa?!"
"Nyaww!"
"pergi sana! Hus!"
"Nyawwwwwww!"
"Sana! Jangan ikuti aku!"
"NYAWWWWWWWWWWW!"
"Argghh!" Naruto pun berlari, ia berniat menghindari kucing itu. tanpa sadar kucing itu ikut berlari. sepertinya ia memang benar benar menyukai Naruto.
Naruto berlari sekuat tenaga, namun apa daya. kakinya hanya 2 sedangkan kucing itu berkaki empat.
Bruk! kucing itu menerjang dan melompat ke arah Naruto. ia memanjat ke kepala Naruto. naruto terjatuh. apaan sih maunya kucing ini?!
kucing itu berpegangan ke rambut Naruto. naruto mencoba mengangkatnya, namun ia tidak bisa melepaskannya, yang ada malah rambut Naruto sakit karena terjambak-jambak cakar dari si kucing.
"O-oi! Lepaskan!" Naruto mencoba mengangkat kuring itu dari kepalanya.
nyaww~
"OII!"
Nyawww~
dan adegan bodoh itu berlanjut.
.
tiba tiba. . .
tes tes.
Ah! Hujan turun, SIAL! .. Kucing itu pun berlari menghindari hujan. ia berlari ke emperan toko. meninggalkan Naruto yang tertetesi air hujan.
"akh!" Naruto pun dengan segera menyusul kucing itu menuju emperan toko. sial kenapa harus hujan segala sih!.. sepertinya awan mendung tidak mengerti situasi naruto.. akh! ini akan menjadi malam yang sangat panjang,
hujan malah semakin deras. kini naruto tengah berdiri di depan sebuah kedai. oke, ia tidak suka situasi seperti ini. ia sudah mengalami hal sial terus menerus sejak kemarin. apa 'nasib' kurang puas untuk mengerjai Naruto?
..
.
SIAL!
hujan yang semakin deras membuat Naruto semakin cemas. Oh! Apa yang harus ia lakukan?! kenapa harus hujan malam malam begini? dan yang terpenting, Kenapa Harus hujan di saat Naruto Tersesat?! Oh My God!
pikiran Naruto semakin melayang kemana-mana.
ia memikirkan tentang Sasuke dan Shikamaru. ia memikirkan tentang orang orang di lingkungannya yang dulu.
ia memikirkan kenapa ia bisa seperti ini. terjebak dalam situasi sial.
.
ia memikirkan rumah.
Tanpa Sadar Naruto terjongkok. ia melamun.
'hahaha.. sial. apa memang sikap buruk-ku dulu yang membuat aku seperti ini' Rutuk Naruto. bila Naruto bukan Lelaki Jantan, ia pasti sudah menangis sekarang.
dulu, ia selalu meninggikan ego nya,
dulu, ia sering membanggakan apa yang ia punya.
dulu.. tapi itu dulu..
sekarang?
.
.
apa kau pernah merasa hanya seperti camilan bagi dunia ini?
'sial! sial! sial! sial!'
'Tap'
tanpa disangka, Kucing yang sedari tadi berdiri di samping naruto, melompat ke pangkuan Naruto yang sedang berjongkok.
"O-oi!" Naruto tentu saja Kaget
namun kucing itu malah mengeong. ia mengelus elus dada naruto menggunakan telinga dan kepalanya.
naruto heran, namun kemudian tertawa.
Naruto balas mengelus kepala kucing itu dengan lebut.
.
"Sepertinya kau paham tentang penderitaanku ya? teman kecil"
'nyaww'
Naruto tertawa lagi.
'dasar kucing aneh'
.
.
Later
Hujan masih berlanjut, sepertinya Naruto telah berjongkok di sana cukup lama. tidak ada tanda tanda hujan akan berhenti. tungkaknya terasa pegal.
seakan menyadari naruto kesemutan. kucing itu melompat turun dari pangkuan Naruto, ia lalu menuju sebuah tumpukan kardus bekas yang ada di depan kedai, ia mencakar-cakarnya seakan menunjukkannya kepada Naruto.
'ah benar juga!'
Naruto pun berdiri dan mengambil 1 kardus di tumpukan untuk ia jadikan alas duduk.
ia lalu kembali ke tempatnya berjongkok tadi dan memasang lipatan kardus itu sebagai alas. saat Naruto duduk, tanpa sadar kucing itu kembali memposisikan diri di pangkuan Naruto. ia merebahkan diri di pangkuan Naruto.
naruto kaget, namun ia tersenyum.
"kau seakan tidak ada beban yang harus kau tanggung kucing"
Naruto lalu bersandar di depan pintu geser kedai. mencoba berpikir...
ia memejamkan mata.
.
.
.
.
DEG! Naruto terkaget dari posisinya duduk. ia mengerjapkan matanya berkali kali, ia melirik sekitar. ah? Hujan sudah berhenti? sepertinya Naruto terlelap tadi.
ia melirik ke langit langit. cahaya oranye sudah merambah keluar ke langit langit.
Sudah Pagi?!
akh! Naruto pikir ia hanya terbablas memejamkan mata, ia tak menyangka ia tertidur sampai pagi. eh? Tertidur sampai pagi?.. ah! Sepertinya Naruto memang kelelahan.
.
tiba tiba..
SREKKKKK!
Pintu yang ada di belakangnya terbuka. Naruto yang bersandar ke pintu terjungkal ke belakang, masuk ke kedai.
dan..
Buakh! buakh! buakh!
Naruto dipukuli bertubi tubi menggunakan sapu.
"Kau! Gelandangan! mau apa kau di depan tokoku pagi2 buta? mencuri?" Tanya orang yang memukuli Naruto. ia masih mengayunkan Sapunya ke badan Naruto. sedangkan Naruto hanya berguling2 menghindari libasan maut dari sapu tersebut. walaupun tak semua bisa ia hindari.
"O-oi! Tenang Dulu! Aku Buka-"
Buakh!
"Aku buka-"
Buakh! buakh!
"OI AKU BUKAN PENCURI!" Teriak Naruto emosi. memang sial orang ini. ia main pukul orang yang sedang berteduh
.
Akhirnya orang itu diam dan menatap Naruto. ia menunggu Naruto melanjutkan kata2nya.
Naruto masih mencoba tengkurap memegangi kepalanya. ia tidak berniat menjawab. naruto hanya melirik kucing Oranye yang kini tengah menatapnya. kucing itu sudah mencolot pergi dari naruto saat ia terjembab ke belakang tadi. ia duduk gagah dengan posisi kucing pada umumnya. ia menatap Naruto.
naruto hanya bergumam pelan kepada kucing itu.
"Apa yang kau tertawakan?"
'miaw'
.
"N-ne Tou-san, apa pencurinya sudah kabur?" Tanya seseorang dari belakang Naruto masih bisa mendengar suaranya yang lembut. seorang gadis.
"hm, cepat kesini. dia ada disini!" Teriak orang yang memukuli Naruto.
gadis itu pun mendekat
"Hm.. sepertinya kau sudah mengatasi pencu-N-NARUTO?!" Teriak Gadis itu. saat ia melihat siapa yang dipukul ayahnya.
"Hah?!..." Naruto menyipitkan matanya. ".. Kau Kan?!"
.
.
.
Pagi hari yang cerah di konoha, Cahaya matahari pun telah menyapa sebuah rumah kecil di sebuah komplek penduduk di Konoha city. sebuah rumah kecil yang seharusnya dihuni oleh tiga orang. namun dilihat dari segi manapun, hanya 2 orang yang terlihat.
Sasuke kini tengah duduk di ruang makan dengan malas. ia tidak bisa tidur semalam. di tangannya kini telah digengam sebuah gelas berisi air es yang ia dapatkan dari Kulkas.
ia sudah berpakaian rapi bersiap menuju sekolah.
tadi malam, ia sudah berkeliling komplek bersama Sakura, Namun ia tidak menemukan apa yang ia cari. ia berkeliling hingga sangat larut, namun ia tidak bisa menemukan Naruto.
jelas ia mengkhawarirkan Naruto. Ia tidak mau hal-hal aneh dilakukan Sahabatnya. yang dapat menjadi masalah bagi keluarganya, keluarga nara, maupun Keluarga Uchiha. ayolah, bisa saja kan sesuatu yang memicu itu terjadi? Naruto tidak bisa ditebak kalau sedang emosional!
Sedangkan shikamaru?, ia hanya duduk termenung dimeja makan. ia menatap Sasuke dengan pandangan tidak percaya.
ya, Hari ini Sasuke sepertinya tidak berniat memasak.
Sasuke sedang bad Mood. Shikamaru tentu saja tidak berani meminta sahabatnya memasak disaat seperti ini.
ia hanya terdiam dan menunggu. meski ia tau apa yang ia tunggu tidak akan datang.
shit!
.
Srekk!
tiba tiba Sasuke berdiri dengan kasar. ia beranjak dari kursinya.
Shikamaru kaget.
"Yosh! Ayo kita berangkat!" Ucap Sasuke kemudian.
"E-eh? Lalu sarapannya?" Tanya Shikamaru.
Sasuke menghiraukan perkataan Shikamaru dan pergi ke pintu keluar.
"Hahh~~" Shikamaru menghela nafas.
Shikamaru sekarang tau. bila Salah satu temannya mengalami hal yang buruk, maka shikamaru "pasti" akan kena dampaknya. tch! Merepotkan!
.
.
di sekolah
Sasuke dan Shikamaru kini tengah berjalan pelan menuju sekolah, mereka berjalan gontai menuju gerbang, tanpa mempedulikan tatapan aneh yang dilontarkan orang orang lewat. mungkin ini masih dampak Sasuke tidak memakai kacamata.
mereka mamasuki gerbang sekolah dengan perlahan. Shikamaru tentu saja yang merasa risih dilirik orang banyak. walaupun sepertinya orang orang melirik Sasuke, namun Saat shikamaru berada di posisi berjalan di samping sasuke, ia juga merasakan atmosfir aneh.
"Aku tidak tau mengapa. Namun sepertinya mereka menatapmu terus Sasuke" Ujar shikamaru setengah berbisik di samping Sasuke
"Hn" respon Sasuke singkat
"apa kau tidak apa apa dengan ini?" Tanya Shikamaru kemudian.
Sasuke henya mengangguk.
hah.
Shikamaru menghela nafas. ia merasakan Deja Vu. Dulu waktu ia pertama kali bertemu dengan Sasuke juga seperti ini. Sasuke sangat pendiam. dia hanya menjawab pertanyaah orang lain dengan, Ya, Hn, Cih. kosakata formal sang pangeran es batu.
setelah melewati hiruk pikuk halaman Konoha Gakuen, Mereka berjalan gontai menuju kelas mereka.
.
Di depan pintu kelas.
Sasuke melihat seorang gadis berdiri di ambang pintu, sasuke menatap gadis itu dengan heran. siapa dia? sasuke tidak pernah ingat ada gadis itu di kelasnya.
sasuke pun berjalan santai menuju pintu kelasnya. menghampiri gadis itu. sasuke bukannya berniat menghampiri sih, dia hanya menuju pintu kelasnya sendiri. Shikamaru hanya mengekor dari belakang, ia berjalan dengan melihat kebawah. matanya menyipit. sekali-kali ia menguap.
Tap!
Sasuke berdiri di samping gadis itu. ia tidak bersuara. shikamaru yang melihat Sasuke berhenti berganti menatap Sasuke heran. Lalu shikamaru kembali menatap ke depan.
"Akh!" Shikamaru kaget, ia tidak menyadari ada seorang yang berdiri di depannya.
"KYAAAA!" Gadis itu menjerit saat shikamaru mendecah. ia duduk terjongkok memegangi kepalanya.
Sasuke dan Shikamaru yang kaget mundur ke belakang satu langkah.
"O-oi! kau tidak apa apa?" Tanya Shikamaru.
Gadis itu mendongak. ia menatap mereka berdua. lalu bertanya.
"M-manusia?"
"hah?"
"Oh! Manusia toh!" Ucap Gadis itu. ia berdiri dari jongkoknya.
Sasuke mengernyitkan dahi..
"Siapa kau? kenapa ada di depan pintu kelas kami?" Tanya Sasuke. dilihat dari sisi manapun, gadis ini sepertinya adalah adik kelas.
Gadis itu tersenyum.
"hehe.. hi senpai, aku sedang mencari Naruto-senpai, namaku yuka-" Belum sempat Gadis itu menyelesaikan kata katanya. mereka dikagetkan dengan pintu kelas yang menggeser.
sreeek!
Ino yamanaka lah yang terlihat, ia memegang sebuah sapu di tangannya. ia menatap ketiga orang di depan pintu dengan heran.
hm. sepertinya ia mengerti situasi disini.
"hm hm" Ino menatatap tiga orang yang ada di depan pintu. ia tersenyum kepada Sasuke dan Shikamaru. ia menentengkan tangan kirinya di pinggul, dan tangan kanannya memgang sapu.
Sasuke yang risih ditatap sembari senyam senyum oleh orang lain bertanya dengan nada kesal.
"Apa lihat lihat?" ucap Sasuke ketus.
"Hoho.. aku pikir siapa teriak teriak di depan kelas sepagi ini. ternyata kalian berdua sedang menggoda adik kela-eh?" Ino menatap gadis lain yang ada di situ. ia menyipitkan matanya.
"eh? kalau tidak salah, Kau kan pacarnya Naruto?!" Tanya Ino kepada gadis itu.
"e-eh?" Gadis itu terbengong. benar juga! ia lupa kalau semua orang yang melihat dia dan Naruto di atap menganggap dia dan Naruto pacaran!
Shikamaru menoleh tajam kepada Yukata.
"kau pacarnya Naruto?"
tanya Shikamaru kaget. Sasuke juga menatap Yukata tidak kalah tajam.
Yukata Hanya tertawa kikuk.
"ee-hahaha... sebenarnya tidak juga" Ucap Yukata. ia menggaruk garuk belakang kepalanya.
Sasuke menyipitkan mata.
"Tidak Juga?! kalian udah PUTUS?" Tanya ino tiba tiba.
"O-oi pelan pelan kalau bicara yamanaka. Merepotkan!" Ucap Shikamaru, ia menatap Ino dengan malas. sedangkan ino hanya memberi deathglare terbaiknya kepada Shikamaru.
"i-iya hahaha.. sebenarnya kami sedang latihan untuk drama, haha" Ucap Yukata kemudian. yah! setidaknya itu alasan yang paling logis yang ia bisa beri.
Sasuke kembali mengernyitkan dahi.
"kau dari klub drama?"
"Eh? Iya Senpai! hehe" Ucap Yukata.
Sasuke dan Shikamaru saling berpandangan. mereka bergidik ngeri.. hiiy~
tanpa pikir panjang lagi, mereka segera masuk menghiraukan Yukata dan Ino. mereka langsung duduk di kursi mereka.
Ino menatap Heran saat Sasuke dan Shikamaru duduk dan mengambil posisi membenamkan kepala di meja.
"Oi? Kenapa kalian?" Tanya Ino kepada Sasuke dan Shikamaru.
yukata ikut setengah masuk ke kelas dan melirik mereka berdua dari dekat pintu.
.
Sasuke dan shikamaru tidak menjawab. tiba tiba Shikamaru berkata.
"Ne Yamanaka.." Ucap Shikamaru
"Huh? Apa?"
.
"...Bangunkan aku kalau bel pulang sudah berbunyi"
.
.
.
TBC
(+)
Ruangan Tsunade.
Tsunade kini tengah duduk di singasananya dengan anggun. di depannya kini telah duduk seorang lelaki berperawakan dewasa yang sedang diajaknya ngobrol.
"Hm! Sepertinya murid murid yang kau titipkan padaku tidak seburuk yang kau katakan jiraya? hm?" Tanya Tsunade kepada lelaki yang ada di depannya.
"mereka sepertinya belum membuat masalah yang berarti ya?" Tanya Jiraya kembali. ia memposisikan tangannya di dagu. mencoba berpikir.
Tsunade Tersenyum.
"Sepertinya ini akan menjadi taruhan yang mudah.." Ucap Tsunade. ia tersenyum puas.
"ahahaa.." Jiraya tertawa. ia berdiri dari posisinya duduk. lalu ia mendekati jendela, menerawang lingkungan di luar jendela yang terlihat cerah.
kemudian.
ia tersenyum melihat tiga mobil hitam memasuki pekarangan konoha gakuen. tanpa memikirkan parkir dengan benar, dari mobil itu terlihat belasan lelaki dewasa berbaju hitam hitam keluar.
Jiraya mengenali salah satu di gerombolan orang itu. Yamato.
jiraya tersenyum.
.
Ia melirik Tsunade. lalu berucap "Sepertinya masalahmu baru saja datang"
.
TBC
.
.
Oke, Hanzama Is Back! .. gomen chapter ini gk ada humor... (menurut saya)
tapi klo reader mau tertawa boleh kok.. XP
.. yaa,, mengingat lebaran sebentar lagi.. jadi saya sibuk..
maap klo updatenya lama... (_ _")
. tapi yang penting saya cicil sedikit demi sedikit lama lama mencapai langit(?)
.
bila masih ada kesempatan, kita bertemu lagi di chapter 13 ^^
..
salam hangat dari Hanzama, semoga readers sukses selalu..
cya cya..
V
REVIEW
V
V
V
V
V
