..
Chapter 14 : Re-Mission : Aborted!)
.
Sakura dan ino ini tengah memandangi pria di depannya dengan pendangan serius. sudah sekiranya 15 menit mereka melancarkan pandangan tanpa beralih sedikitpun. namun pria yang dipandang mereka sepertinya tidak menanggapi atau bahkan mungkin tidak tau kalau dirinya sedang diamati.
pria itu sedang tertidur. sakura menatap ino dengan pandangan ragu namun ino menanggapi dengan anggukan pelan. mereka berniat membangunkannya.
.
tapi sebelum itu terjadi, tanpa disangka pria itu dengan tiba tiba berdiri
"Akh!" ino yang berposisi di sampingnya pun mendongak kaget. pria itu berdiri. namun pandangannya yang sipit menandakan bahwa ia belum sadar sepenuhnya.
ino dan sakura masih duduk dan menatap pria itu heran.
"A-ano.. Shikamaru?.." Tanya Ino perlahan.
"..." sayangnya pria itu tidak menjawab. ia masih diam seperti patung.
.
Oke Kini sakura dan Ino menatap Shikamaru bosan. Ditatap tidak berasa, ditanya tidak menyaut. mereka seperti berkomunikasi dengan zombie. mereka sudah mulai tidak sabar.
itu sebelum..
Tiba tiba zombie itu berjalan mendekati dan mengambil dua buah kursi. kursi yang biasanya diduki oleh Sasuke dan Naruto. Ino dan Sakura yang tidak mengerti apa yang dipikirkan Shikamaru hanya mengamati dan terbengong saat shikamaru mensejajarkan dua kursi itu dengan kursi yang diduduki ino.
"Shikamaru!" Teriak Sakura. Oke, dia sudah mulai sangat tidak sabar. ia hanya ingin tau siapa dua orang berbaju hitam yang menyeret sasuke keluar kelas tadi. karena mereka juga sebenarnya mencari shikamaru. barangkali shikamaru bisa memberi penjelasan. namun sepertinya salah bertanya dengan shikamaru, mengingat shikamaru sepertinya masih asik dengan alam mimpinya.
oke itu aneh. Tidur sambil berjalan, Hebat!.. Tidur sambil menata kursi, Fantastic!
Shikamaru tidak berniat menanggapi teriakan Sakura.
bahkan menoleh pun tidak.
Ino mengamati shikamaru dengan seksama. ia menunggu dengan bingung apa yang akan dilakukan shikamaru dengan mensejajarkan kursi disamping tempatnya duduk.
detik berikutnya. tanpa disangka Shikamaru kembali memposisikan diri tidur. namun kini dia berbaring di kursi yang sudah ia tata tadi. dan dengan seenaknya ia menjadikan paha ino sebagai bantal kepalanya.
"AP-?!" Ino tentu saja kaget.
"...zzzzz.. nyam nyam.. zz.." Shikamaru mengusek usek kepalanya ke rok pendek ino.
"O-OI APA YANG KAU LAKUKAN?!" Teriak Ino Kaget.
Sakura pun hanya diam melongo. ia menatap bergantian antara Shikamaru dan Ino. Ino yang merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini, melirik teman teman sekelasnya. mereka juga berganti menatap ino.
ia sekarang menjadi perhatian seluruh kelas. ia menoleh ke orang yang menjadikannya sebagai bantal. ia sudah terlelap kembali.
ino geram, wajahnya sangat merah, ia menunduk dalam. ia mencoba meloloskan diri dengan berniat menghinggati kepala Shikamaru. namun gagal, karena ujung rok pendeknya dicengkram erat oleh Shikamaru. bila ia memaksakannya, rok nya bisa robek.
"J-J-J-J-J-J-JANGAN BERCANDA BODOH!" Teriak Ino. ia membalikkan dua kursi yang ada di sampingnya. tepatnya yang kini tengah ditiduri badan shikamaru.
BRUGH!
Shikamaru jatuh ke lantai yang dingin.
"..zz dddadaw... !" Itu sukses membangunkan shikamaru dari tidurnya.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, AU Etc.
Pairing : Coming Soon
..
Klub Drama / Istirahat pertama / jam 10.22
Di dalam sebuah ruangan di lantai 2. tepatnya di ruangan yang menjadi markas sebuah klub, kini tengah nampak seorang gadis yang sedang melakukan sesuatu. sepertinya sesuatu yang aneh terjadi, berbanding terbalik dengan fungsi klub itu sebagai markas klub drama, namun dilihat dari segi manapun, Gadis bersurai coklat muda ini tidak melakukan aktifitas yang berhubungan dengan drama.
memang apa yang gadis itu sedang lakukan?
Matsuri kini tengah mengasah 2 buah pisau dengan menggesek gesekannya satu sama lain. bunyi gesekan yang khas terdengar sedikit menganggu telinga.
ya kini dia sedang mengasah pisau.. mm, memang untuk apa?..
di depannya kini tengah nampak satu buah apel. apel yang berukuran cukup besar itu bertengger manis di meja, menunggu untuk dimakan. tentu saja Matsuri berniat memotongnya dan memakannya sendiri. mengingat ini adalah hari yang cukup panas, dan Buah buahan adalah hal yang pas untuk dinikmati. dan kebetulan Matsuri membawa apel dari rumah.. ya, walaupun apelnya hanya 1 buah..
sebenarnya dia tidak berniat membaginya kepada Yukata, Gaara atau bahkan Naruto. yah, mumpung hanya ada dirinya di ruangan ini. dan tidak ada tanda tanda orang lain akan berkunjung.
ia berpikir, sebaiknya ia segera mengupasnya sebelum orang orang lain datang dan memintanya.
ah, dasar ketua klub pelit.
"ah lihat.. kau apel yang begitu tampan~" Gumam matsuri tidak jelas.
ia menatap apel malang di depannya. ia sudah berniat menggesekkan ujung pisaunya. tapi..
Cklek!..
namun itu sebelum pintu klub dibuka, dan nampaklah seorang gadis lain yang masuk.
Matsuri dengan segera memasukkan apel itu ke dalam laci yang ada di bawahnya. menyembunyikannya dari pandangan orang yang baru masuk. dan berusaha bersikap tidak terjadi apa apa.
sedangkan gadis yang baru masuk tadi dengan santainya menutup pintu kembali. ia sepertinya tidak menyadari keberadaan Matsuri.
saat dia menoleh mengadap Matsuri,
"KYAAAAAAAAAA!" gadis itu berteriak melihat sosok bayangan siluet wanita yang memegang pisau. Gadis itu terduduk di lantai dan menutupi wajahnya.
oke, salahkan saja Matsuri yang senang gelap gelapan dan hobi sekali menutup korden di jendela walau di siang hari. ruangan ini seperti rumah hantu, dimana pencahayaan yang sengaja di set minim oleh ketua klub itu sendiri. tidak ada yang tau maksudnya apa, namun ini sudah seperti kebiasaan.
"akh- Yukata! Kau tidak perlu teriak teriak!" Ucap Matsuri.
"e-eh? Ma-Matsuri chan?!.." Ucap Yukata ".. Ya ampun! apa yang kau lakukan disini dengan pisau pisau itu!" omel Yukata saat mengetahui yang ada di depannya ini bukanlah hantu. ia kemudian berdiri.
Matsuri hanya mengangkat bahu dan meletakkan dua buah pisau itu di meja. menghiraukan pertanyaan Yukata, Matsuri malah balik bertanya.
"Kenapa kau kesini? bukankah ini masih jam istirahat pertama?" Tanya Matsuri.
Pertanyaan Matsuri seakan tidak memperbolehkan anggotanya menggunakan ruangan klubnya.
Yukata menghela nafas. ia lalu mendekati Matsuri dan berbisik. Matsuri bingung, namun kemudian ia sedikit berdiri dan mendekatkan telinganya untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan Yukata.
"err.. sebenarnya tadi aku bertemu dengan orang berbaju hitam yang menunjukkan foto Naruto-senpai" Bisik Yukata.
Matsuri kini malah menatap Yukata.
"Orang berbaju hitam?" Tanya Matsuri. Yukata mengangguk.
Matsuri masih belum mengerti.
"Petugas pemakaman?" Tanyanya lagi kepada Yukata
"bukannn!.. mereka sepertinya ada-"
TOK TOK TOK! percakapan mereka terpaksa diinterupsi oleh suara ketukan dari pintu.
"hah?" Matsuri dan Yukata menoleh ke pintu. tunggu, siapa yang mengetuk pintu?
TOK TOK TOK! suaranya semakin keras. Klub drama memang jarang mendapat tamu, jadi ini sedikit aneh ada orang yang mengetuk pintu.
"Siapa?!" Tanya Matsuri galak.
tak lama, dari luar terdengar jawaban.
..
"Hn, Ini Gaara" ucap orang yang ada di luar. Matsuri mengernyitkan dahi. oke, ini aneh. Tidak biasanya Gaara-senpai mengetuk pintu kalau ingin masuk ke ruangan ini.
Matsuri dan Yukata saling berhadapan. mereka menatap satu sama lain. mereka bingung. Yukata pun mengisyaratkan Matsuri untuk membuka pintu.
Matsuri pun lalu beranjak dari tempatnya dan menyalakan lampu, mengingat ruangan itu gelap. lalu setelah itu ia membukakan pintu.
CKLEK!
Matsuri melirik dari ujung pintu.
di depan matanya kini telah terlihat senpainya Gaara yang sedang mengangkat tangan karena ditodong stunt gun.
Gaara hanya memaksakan Tersenyum.
sedangkan Matsuri terperangah tak percaya. ya, mereka berbaju hitam. 'ini adalah orang orang yang dimaksudkan oleh Yukata!'
"Siapa kalian?!" Tanya Matsuri. ia menatap tajam kedua orang berbaju hitam yang ada di depannya. namun sepertinya kedua orang ini tidak berniat memperkenalkan diri.
"Jangan banyak tanya.. cepat masuk" Ucap Hayate sembari mendorong Gaara masuk ke ruangan Klub. Gaara pun hanya mendecih dan masuk ke dalam. Matsuri pun mau tidak mau terdorong ke dalam juga.
"O-oi!" Protes Matsuri karena mendapat perlakuan yang tidak sopan. namun orang orang itu tidak menggubrisnya.
Yukata cengo menyadari orang orang inilah yang ia maksudkan ternyata berada di depan matanya. ia hanya bisa berdiri mematung dan tidak berkata apa apa.
cklek! Genma menutup pintu ruangan itu pelan.
sekarang di ruangan itu telah terdapat 5 orang yang saling pandang. aura ketegangan jelas sekali terasa di dalam ruangan yang tertutup itu.
"Apa mau kalian di ruangan klub-Ku?!" Tanya Matsuri galak. oke, dia tidak suka orang yang seenaknya seperti ini.
kedua orang itu hanya diam. Matsuri pun melirik Gaara yang membawa orang orang itu kesini. namun Gaara hanya mengangkat bahu.
sedangkan orang orang itu menatap Matsuri dengan tatapan dingin.
"Kau ketuanya bocah?" Tanya Genma serius.
Matsuri sedikit tersinggung. 'B-bocah katamu?!' Batinnya sebal. Matsuri tidak berniat menanggapi. ia lebih memilih saling balas tatapan kepada Genma.
ah, sepertinya Masturi tidak mau mengalah dengan dua orang ini. entah ini termasuk sikap yang baik atau buruk. tapi Yukata pikir, Keadaan seperti ini sangat tidak menyenangkan.
"A-anoo.. ada perlu apa kalian di klub kami tuan tuan..?" Tanya Yukata dengan nada lembut.
Genma dan Hayate menoleh kepada Yukata. well, paling tidak Sepertinya gadis ini cukup waras. Batin mereka berdua.
"kami mencari informasi ... tentang Namikaze Naruto" Ucap Genma. ia melirik ketiga orang anggota klub itu secara bergantian.
"Namikaze Naruto?!" Tanya Matsuri heran. orang yang berpakaian seperti dalam film Man In Black ini mencari Naruto.
"memang kenapa dengan Naruto-senpai?" Tanya Yukata bingung. ah, sepertinya klub drama jga ketinggalan informasi.
"ya.. sebenarnya kami mendapat informasi bahwa dia hilang.." Ucap Hayate.
"A-APA?!"
"hah?!"
.
Seluruh orang yang ada di ruangan itu terdiam.
"Hilang?" Gaara mengernyitkan dahi.
"Tunggu dulu.. Apa yang kau maksudkan dengan hilang?" Matsuri kini penasaran. ya, sepertinya baru kemarin ia mendapat anggota baru. dan sekarang sudah hilang? What the hell?!
"Kami hanya ingin mencari informasi mengenai Naruto-sama.. hanya itu, kami tidak menerima pertanyaan apapun" ucap Genma Tegas
"A-ap-" Baru Matsuri ingin protes namun perkataannya terpotong oleh kata kata Genma lagi.
"Naruto-sama adalah anggota klub ini kan?" Tanya Genma. ia menoleh ke Yukata.
"e-eh? i-iya" Yukata hanya mengangguk dan menjawab pelan.
"Kalau begitu kalian pasti tau dimana tempat tinggalnya sekarang?" Tanya Genma, ia melirik tajam Matsuri.
namun Matsuri malah membalas mereka dengan tegas.
"O-OI! Tunggu dulu! Kalian tidak bisa seenaknya mengintrogasi kami. padahal kalian bahkan tidak mau memperkenalkan diri!" Ucap Matsuri emosi. oke, ini memperkuat rasa ketidaksukaan Matsuri terhadap orang orang ini.
"Kami tidak meminta izin darimu bocah!" Bentak Hayate. Matsuri menoleh kepada orang yang sedari tadi berdiri disampingnya.
Genma mengangguk. "Ini adalah hari yang lamban, kami tidak punya waktu banyak. kami akan menggeledah tempat ini. kalian pasti punya catatan anggota atau semacamnya!" Ucap Genma dengan tenang.
"A-ap-NGGAK!" Bentak Matsuri.
Namun Genma tidak mempedulikannya dan mulai mengobrak abrik tumpukan kertas di rak. dan dengan seenaknya ia menghamburkan kertas yang tidak penting ke lantai.
"Akh-!"
"O-oi! KAU!" Gaara dan Matsuri berniat menghentikan perbuatan Genma, namun mereka dipegangi dengan kuat oleh Hayate.
sedangkan Yukata hanya diam karena tidak tau harus berbuat apa.
"Maaf mengobrak abrik ruangan kalian. namun ini adalah hal yang sangat darurat" Ucap Hayate. ia mencegah Matsuri dan Gaara yang berontak.
Gaara melotot melihat Genma mengobrak abrik rak yang sudah susah susah ditata Yukata tempo hari.
"WOI! YANG BENAR SAJA!" Teriak Gaara ia berusaha berontak. Namun Genma dan Hayate tidak terkejut sama sekali. Hayate hanya membalas dengan santai
"Maaf, kami hanya menjalankan tugas. harap dimaklumi" Ucap Hayate.
'Maklum katamu?!' Batin Gaara.Oke Ini bukan maklum lagi, tapi ini sudah keterlaluan. kalau tau begini, ia tidak akan menuruti perkataan mereka dan membawa mereka kesini. Gaara merasa bersalah kepada Matsuri.
Gaara melirik takut kepada Matsuri. Takut takut dia menangis atau semacamnya.
namun Gaara terkejut karena Matsuri hanya diam. tatapannya memang masih tajam kepada Genma, namun sepertinya emosinya terkontrol.
Gaara terperangah. pemikirannya salah terhadap Matsuri. Gaara pikir, Matsuri adalah Ketua bersifat kekanak-kanakan yang hanya bisa marah marah saat klub kesayangannya di rendahkan seperti ini. mengingat dulu Naruto juga diikat oleh Matsuri disini. namun sepertinya tidak begitu. Sepertinya Matsuri lebih bisa berpikir dewasa. Bahkan sendiri yang Gaara tadi sempat emosi, walau hanya sekerjap. Gaara salut.
"huhh~" Matsuri menghela nafas melihat barang barang di ruangannya diobrak abrik. ya, menyebalkan melihat orang lain merusak barang barangmu bukan?
Matsuri menatap Genma dengan pandangan sebal.
"Percumah Paman.. anda tidak akan menemukan apapun di ruangan ini" Ucap Matsuri.
Genma kini menoleh. ia menatap Matsuri namun ia tidak berniat menyudahi kegiatannya.
Yukata dan Gaara melongo melihat tingah laku Matsuri yang sangat sopan. oke itu aneh! benar benar aneh! dimana sosok Matsuri yang ngotot tadi?
Genma hanya menatap sekilas Matsuri dan melanjutkan aktifitasnya. "Sesuatu sekecil apapun bisa jadi petunjuk selama itu masih berhubungan dengan Naruto-sama" ucap Genma dengan mantap.
Matsuri memutar bola matanya.
"Terserah kau saja. kau boleh cari sesuka hati. kau akan menyerah saat kau tau pencarianmu tidak akan membuahkan hasil apapun" ucap Matsuri santai.
Genma tidak menggubrisnya.
Mungkin Matsuri terlihat santai di luar. padahal di dalam hatinya, ia geram setengah mati. ia merasa orang orang ini sangat menyebalkan. namun ia tidak bisa seenaknya kepada orang orang ini. ya, orang berseragam hitam adalah pertanda buruk.
Matsuri melirik Genma dari sudut matanya. ia mengamati gerak gerik orang yang ada di depannya dengan malas.
'hahh.. kenapa mereka keras kepala sekali sih?..' Batin Matsuri.
tanda disangka, Genma mendekati sebuah meja. meja itu adalah meja yang terdapat dua buah pisau diatasnya. seingatnya dia menaruh sesuatu disana
'akh!' Pekik Matsuri dalam hati. benar juga! dia lupa! Kenapa dia manaruhnya disitu.
Genma pun menatap pisau yang ada di atas meja dan menyingkirkannya. detik berikutnya ia merogoh laci meja tersebut.
"JANGAN KAU SENTUH!" Teriak Matsuri.
Semua orang kini menoleh kepada Matsuri heran. mereka terdiam
Gaara dan Yukata pun Heran. oke, ini aneh. mereka bingung dengan perubahan sifat Matsuri secara tiba tiba.
'Apa Matsuri-chan memiliki petunjuk tentang Naruto senpai?' Batin Yukata.
Genma tersenyum penuh arti mendengar respon Matsuri.
'hoho.. jadi kau menyembunyikannya disini ya bocah?..' Batin Genma
'..Kau seharusnya menyembunyikannya di tempat yang lebih aman' Genma mulai merasakan kemenangan. ah, pencariannya membuahkan hasil.
"SUDAH KUBILANG JANGAN!" Bentak Matsuri lagi.
Genma hanya tersenyum sinis. Genma lalu menyodorkan tangannya kedalam Laci meja dengan pelan.
pelan.
'perlawananmu tadi sia-sia bocah' Batin Genma
Semakin dekat.
'Kalian seharusnya tau kalian tidak bisa menang melawan Special Troops Keluarga Namikaze' Batin Genma bangga.
Genma merogoh ujung Laci.
'kami selalu mendapat apa yang kami inginkan' Batin Genma untuk kesekian kalinya.
Tap.
.
.
.
"hah?" Genma negernyitkan dahi. ia merasakan sesuatu yang menyentuh kulit jarinya. namun itu bukan kertas seperti yang ia harapkan.
benda ini bulat tak beraturan. 'apa ini?'
Genma lalu menarik benda itu keluar.
"Apel?" Genma memandang benda itu heran.
"akh! sudah kubilang jangan sentuh!" Duakh. Matsuri berontak, ia melepaskan diri dari cengkraman Hayate. dan dengan segera merebut apel itu dari Genma.
Genma Yang kaget melihat Matsuri merebut benda itu. hanya bisa melongo.
.
"ah! itu hanya apel!" Bentak Genma. sedangkan Matsuri menatap Genma dengan marah.
"Hanya apel katamu?" Tanya Matsuri geram. ah! peduli amat dengan orang orang yang berbaju hitam ini. ia sudah terlanjur muak dengan mereka.
Gaara dan Yukata dibuat tercengang lagi.
Tanpa disangka Matsuri mendekati saklar lampu dan mematikannya. cklek!
"whoaa!" Keempat orang yang ada di dalam kaget karena tiba tiba lampunya mati.
BRUK! SREET!
"A-apa yang?!"
"Hoi apa apaan ini?!"
"Huwaaaaaa!"
.
Hening
Gaara yang merasa cengkraman orang berbaju hitam tadi sudah tidak mengekangnya. segera mundur beberapa langkah.
"Err.. Halo?" Tanya Gaara entah kepada siapa. retinanya belum bisa mengadaptasi gelap yang tiba tiba masuk. hanya cahaya dari balik Korden yang membantu penglihatannya.
ia melihat siluet sosok wanita.
"Matsuri?" Tanya Gaara mendekati orang itu.
Cklek!
Lampu menyala kembali.
"Kyaa!" Yukata berteriak pelan karena melihat Gaara yang tiba tiba ada di depannya.
"akh! Kau Yukata!" respon Gaara mengetahui yang ia kira Masuri adalah Yukata.
.
"Mencariku?" Tanya sebuah suara dari belakang tempat Gaara berdiri. Gaara dan Yukata menoleh. Ia melihat Matsuri berdiri dan..
"What the-?!" Gaara melotot melihat Dua orang tadi sudah diikat saling membelakangi di dua buah kursi.
.
"OI! APA APAAN NIH?!" Teriak Genma karena menyadari dirinya sudah terikat.
"HAH?!" Genma dan Hayate shock mengetahui keadaan mereka sekarang.
mereka tidak bisa mengantisipasi Serangan mendadak tadi. itu terjadi sangat cepat! sebenarnya apa yang baru saja terjadi?!
Genma menoleh kepada Matsuri yang berdiri di sampingnya.
"K-KAU yang melakukan ini?!" Geram Genma kepada Matsuri.
Sedangkan Matsuri hanya tersenyum. dan sejurus kemudian ia tertawa
"Hahahahahahaha~" Ia tertawa garing sembari menggaruk garuk belakang kepalanya.
Yukata dan Gaara terdiam mematung.
cih. Genma mencoba menarik narik tubuhnya. Nihil, ia tidak bisa lepas. ia lalu melirik Hayate yang ada di sampingnya. ia juga melakukan hal yang sama, namun sepertinya juga mustahil. lalu ia melirik Matsuri yang tersenyum.
GLEK! 'Y-yang benar saja!' Batin Genma.
"O-oi!lepaskan kami!" Ucap Hayate. sepertinya perlawanan mereka sia sia.
Matsuri tersenyum. namun sekarang lebih seperti seringaian. ia lalu mendekati meja.
".. kalian sendiri yang tidak bisa sopan saat bertamu. jadi jangan salahkan aku!" Ucap Matsuri.
Genma melotot tidak percaya saat Matsuri mendekati meja dan mengambil pisau.
hiiyy~ .. Oke, Sekarang mereka berdua benar benar takut. dia gadis psikopat!.. sekarang mereka ragu kalau Naruto-sama ikut ke organisasi seperti ini.
.
"Nee.. Yukata, Gaara-senpai.." Ucap Matsuri kepada Gaara dan Yukata. mereka berdua menoleh. ".. apa kalian suka warna merah?" Tanya Matsuri sembari mengenggam pisau.
"hah?!"
"A-apa?!"
Genma dan Hayate merinding. 'dia berniat membunuh kami?! ak ini sudah kriminal namanya!' Batin Genma takut.
'Ah! dia bocah Gila!' Hayate mulai merasakan aura yang tidak bagus.
Oke, mereka berdua memang sudah sering menghadapai berbagai macam pencahat selama mereka bekerja di kediaman Namikaze. dari Teroris Gila. Kelompok pembunuh terkoordinir. bahkan sampai Hacker program yang tak terlihat!
Namun ini?.. Gadis kecil berwajah polos yang memiliki sifat physico? mereka beru pertama melihatnya!..
.
"M-Matsuri-chan! Jangan main main dengan pisau itu! ini menyangkut Nyawa orang!" Bentak Yaukata kepada sahabatnya. ah, Matsuri sudah kelewatan kalau seperti ini!
"D-dia benar Matsuri! maafkan saja mereka! mereka pasti tidak akan melakukannya lagi!" Sekarang giliran Gaara yang mencoba membujuk.
.
Matsuri malah mengernytikan dahi. oke sekarang dia bingung
"Apa maksudnya sih?" Tanya Matsuri bingung.
"Hah?" Gaara dan Yukata hanya bisa menanggapi heran.
"Ini.." Matsuri lalu menunjuk sebuah apel yang ada di tangannya. ".. aku hanya ingin membagi apel-ku kepada kalian?.. kalian tidak mau?" tanya Matsuri polos. ialu mengiris apel itu menjadi tiga.
"hah?" keempat orang yang menjadi saksi kepolosan Matsuri hanya bisa melongo.
namun Matsuri segera melanjutkan kata katanya, "Sebenarnya aku berniat memakannya sendiri.. tapi, daripada apel ini dimakan oleh orang orang yang tidak aku kenal. lebih baik aku bagi bersama kalian" lanjut Matsuri.
Genma dan Hayate terperangah.
'JADI INI GARA GARA APEL?!' Batin mereka. Genma dan Hayate.
Gaara dan Yukata yang belum mengerti situasi masih melongo dan menerima sepotong apel dari Matsuri.
..
Matsuri pun memakan sepotong Apel itu. ia tersenyum senang. "kyaa manisnya!" ucapnya girang.
Ia lalu melirik jam yang ada di dinding. "Akh! Sudah hampir bel masuk! ayo kita kembali ke kelas!" Ucap Matsuri lagi lalu mendorong Gaara dan Yukata keluar.
Genma dan Hayate yang menyadari akan terjadi hal buruk akhirnya protes.
"O-oi! kalian ingin meninggalkan kami?!" ucap Genma histeris.
Namun Matsuri tidak menghiraukan mereka berdua. ia malah semakin cepat mendorong Yukata dan Gaara mendekati pintu.
"WOII! Aku bicara padamu bocah!" Teriak Genma.
saat dirasa Yukata dan Gaara sudah ada di luar, Matsuri akhirnya menoleh.
"kalian masih belum menemukan petunjuk kan tuan tuan?.. jadi aku memberikan kebebasan kalian menggeledah ruangan kami.. " Ucap Matsuri
"hah?"
"... kalau begitu.. selamat bekerja tuan tuan!" Ucap Matsuri. ia lalu keluar. dan menutup pintu.
"y-yang benar saja?!" gumam Hayate.
"APAAN SIH INI?!" Genma sepertinya yang paling emosi.
Sekarang mereka benar benar hanya berdua disini. mereka sekarang bingung harus bagaimana. oke, mungkin mengintrogasi klub drama bukan hal yang bagus!
tiba tiba! Cklek! pintu dibuka kembali.
Matsuri mengintip dari pintu. menunjukkan sebelah badannya dan mendongak ke dalam.
Genma yang melihat bocah itu masuk lagi. segera meluapkan kekesalannya.
"WWOII! BOCAH LEPASKAN KAMI ATAU KAU AKAN MENYESA-" Belum sempat Genma menyelesaikan kalimatnya. Matsuri berdesit sembari menempelkan telunjukknya di bibir. isyarat menyuruk Genma diam.
"ssst.. tuan tuan.. Mengingat seruan pemerintah untuk hemat listrik. maka aku akan mematikan lampu disini. harap anda semua maklum karena ini juga upaya mencegah pemanasa global" Kata Matsuri panjang lebar.
"APA YANG-"
ctap. dengan tiba tiba Matsuri mematikan lampu dan menutup pintu kembali. lalu pergi dari tempat itu.
"Akh!"
"Huwaaa Okaaa-saaann~"
.
Dan distulah akhir dari Genma dan Hayate, Berdua di tempat yang gelap. ya, hanya berdua.
ciee.
.
.
.
Ruang kelas
Shikamaru kini tengah berhadapan seorang orang perempuan kepo yang menanyainya banyak hal sedari tadi. ia sudah lelah ditanyai. jujur saja, ini baru pertama kalinya ia ngerumpi bersama cewek. ya dia Sakura Haruno.
Sebenanya Tadi Sakura bersama ino. namun ino tiba tiba mendadak ingin ke kamar mandi sehabis ia membanting Shikamaru.
depan Shikamaru, sepertinya orang ini tidak mengerti sama sekali.
"Jadi.. inti dari penjelasanmu tadi apa shikamaru?!" Tanya Sakura. oke, Sakura hanya bertanya siapa orang orang berbaju hitam yang kemari tadi. namun Shikamaru malah menjelaskan sampai ke sebuah cerita Sakura tidak mengerti.
"huhh.. Aku sudah mengira kalau perempuan merepotkan seperti mu tidak akan bisa mengerti" ucap Shikamaru. ya, Shikamaru sepertinya masih sebal karena dijatuhkan tadi.
"M-Merepotkan KATAMU?!"
Ah, Gawat, sepertinya Shikamaru salah bicara. namun belum sempat Shikamaru kena semprot Sakura. Sasuke datang dari arah pintu. ia berlari menuju meja Shikamaru.
"Hah.. hah.. hahh.." ia tersengal sengal.
Sakura menatap Sasuke heran. "Apa yang terjadi Sasuke.. kenapa ka-?" Sakura berniat bertanya namun Sasuke malah mengambil tasnya dan menarik Lengan Shikamaru.
Shikamaru yang heran tentu saja berontak.
"O-oi!"
"Ayo pulang! bawa tasmu.." Ucap Sasuke.
"hah?.. apa oi!" Shikamaru tidak bisa berontak karena ia dan tasnya ditarik paksa oleh Sasuke. mereka pun berniat cabut.
sebelum ia keluar pintu. Sasuke sempat menoleh ke sakura dan berucap.
"Sakura.. Bilang pada guru kami ada keperluan mendadak!"
Sakura hanya bisa diam mematung. Akh! Shikamaru belum memberi solusi kepada pertanyaannya.
..
di luar
Shikamaru dan Sasuke kini tengah berlarian di sepanjang lorong. oke ini tidak bagus. berlarian di sepajang lorong itu berarti menantang seseorang. batin Shikamaru.
"Oi! Sasuke! sebenarnya ada apa sih!" Tanya Shikamaru, ia mencoba protes karena tangannya digenggam erat oleh Sasuke.
Sasuke berhenti. ia menatap Shikamaru.
"Bodyguard keluarga Namikaze kesini!.. mereka mencari Naruto" jelas Sasuke.
"hah?"
Shikamaru tau situasi seperti ini. situasi dimana akan menjadi hal yang merepotkan. ah? jangan jangan ini gara gara ia menelpon bibi Kushina kemarin?.. gawat!
oke, ini serius. apapun yang berhubungan dengan Naruto. pasti akan berdampak buruk kepada mereka berdua. mengingat mereka sedang terikat dengan sebuah aturan bodoh dari sang kepala sekolah.
"lalu? apa yang akan kita lakukan?" Tanya Shikamaru.
Sasuke berpikir. namun kemudian ia berucap
"Hm.. Kita kembali ke rumah jelek itu dulu.. lalu kita mencari Naruto.. kita harus menemukannya sebelum para Bodyguard itu" ujar Sasuke.
Shikamaru menimang rencana Sasuke, namun kemudian ia mengangguk.
.
dan mereka pun pergi dari sekolah dengan melompati tembok. ya, karena di depan pekarangan ada para bodyguard yang saling berjaga.
.
.
.
TBC
(+)
Yamato keluar dari ruangan Tsunade dengan santai. di tangannya kini telah tergambar sebuah denah lokasi menuju suatu tempat. di belakangnya, mengekor Aoba dengan malas.
ya, setelah bincang bincang yang sedikit memakan waktu tadi, akhirnya Yamato diberi sebuah memo oleh Tsunade.
Aoba melirik ketuanya dengan ujung matanya. ya, walaupun petunjuk yang ia dapat tidak jelas. namun sepertinya kaptennya ini masih belum menyerah.
Ah, Aoba penasaran apa teman temannya yang lain berhasil mendapatkan petujuk.
"Nee.. jadi sekarang kita kemana kapten?" Tanya Aoba basa basi.
Yamato tersenyum.
"Kita cari Naruto-sama ke 'Home Sweet Home' nya" . Ucap Yamato, sembari menunjukkan sepotong kertas kecil yang diberi Tsunade tadi.
.
ah, sepertinya keputusan Sasuke dan Shikamaru untuk pulang adalah keputusan yang krang tepat.
.
.
Real TBC
yaa.. entah kenapa saya selalu berakhir dengan ending yang nggantung.. -_- .. dan apa pula chapter ini? gak penting banget.. ==
oke, ini adalah chapter lambat lagi..dimana Naruto tidak muncul di sini. err,, mungkin hanya muncul nama? -.- .. but, yaa,, chapter besok ada kok.. (kayaknya)
.. ah, entah kenapa saya sangat menyukai Matsuri di fanfic ini .. XD .. karena otak saya yang beontak untuk memperkuat aura keberadaan klub drama.. yaa,, jadilah chapter gaje ini..
well,, saya pikir jangan terburu buru.. perjalanan fanfic ini masih panjang(?)
..
okesip thanks udah baca~.. salam hangat dari saya~ semoga sukses selalu~ cya cya~
REVIEW
V
V
V
