.
Chapter 15 : Alasan untuk kembali
Hari yang cerah kembali menghampiri kota Konoha yang indah. Telah nampak sedari tadi orang berlalu lalang untuk memulai aktivitasnya. Termasuk di pinggiran kota yang cukup besar ini. Udara dingin dan tanah yang lembab bekas hujan semalam pun tidak menghalangi mereka melakukan aktivitas keseharian mereka.
Di sebuah kedai di pinggiran kota, nampak seorang pemuda berambut kuning yang sedang duduk santai di sebuah bangku. Di depannya kini telah tertumpuk tiga buah mangkuk yang sepertinya isinya telah terlahap habis. Tunggu dulu- Apa itu Naruto?
.
"Ahhhh! Memang rasa ramen tidak bisa tergantikan oleh apapun!" Ucap pemuda itu setelah berhasil menghabiskan mangkuknya yang ke 4. Sedangkan wanita yang ada di depaanya hanya mengamati dengan heran.
Di bawah meja nampak seekor kucing oranye yang sedang mengunyah kue ikan.
"Bagaimana Naruto?" Tanya wanita itu melihat pemuda di depannya terlihat kekenyangan.
Naruto pun hanya tersenyum-ah dia memang Naruto.
"Ahahaha.. aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini Ayame-san.. hahaha.." Ucap Naruto girang kepada wanita muda itu. Kemudian Naruto menyisakan potongan kue ikan lagi dan memberikannya kepada sang kucing yang ada di bawahnya.
Wanita itu hanya tersenyum sembari melipat tangan di dada.
"Ya, ini adalah kedai ayahku, jadi tidak heran aku ada disini.. justru yang aneh adalah kau! apa yang kau lakukan pagi pagi buta di depan Kedai? kenapa kau bisa sampai disini? dan yang lebih penting, katanya kau pindah sekolah?" Tanya Ayame bertubi-tubi. Ia menunjuk Naruto dengan jarinya.
Naruto hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ya, Naruto dipagi buta tadi dipukuli habis habisan oleh paman Teuchi-yang merupakan ayah Ayame menggunakan sapu.
tapi kenapa Naruto bisa mengenal wanita muda ini?
Ayame bekerja sebagai penjaga kantin di Uzushio Gakuen, tempat Naruto sekolah dulu. Bisa dibilang Naruto sudah cukup akrab dengan Ayame. Karena mereka sudah lama mengenal satu sama lain. Tentu saja Ayame tidak akan melupakan pelanggan setianya dulu yang memesan ramen bahkan hampir setiap hari. Dan beruntungnya Naruto, ia dikasih makan gratis sebagai permintaan maaf atas perlakuan paman Teuchi. Ah! Naruto You Lucky Bastar-ehem
"Kau tau Naruto? aku tidak melihatmu beberapa hari, dan tiba tiba jiraya sama bilang kau pindah ke Konoha Gakuen.." Ucap Ayame. ".. Apa ada sesuatu?" Tanya Ayame mengintrogasi.
Ya, Tentu saja ada rasa khawatir dari Ayame. Dulu, Ayame lah yang terkadang diajak Naruto curhat tentang keluh kesahnya.
..
Naruto mulai berpikir. Ia menatap Ayame bingung, namun sejurus kemudian dia malah bertanya
"eh? kalau dipikir pikir, Ayame-san memang sudah tidak menjaga kantin Uzushio?" Tanya Naruto.
"Hah?" Ayame malah berbalik menatap Naruto heran. Namun dia akhirnya menjawab pertanyaan Naruto. "Tentu saja masih!.. Aku hanya cuti beberapa bulan untuk membantu Ayahku karena pegawainya berhenti.." Ucap Ayame.
Naruto menatap Ayame. "Pegawai?" ia mulai mengamati kedai kecil ini. Naruto melirik ke seluruh ruangan kedai.
'Memang kedai kecil ini mempekerjakan pegawai?' batin Naruto
Seakan tau apa yang dipikirkan Naruto, Ayame membalas Naruto dengan raut muka datar. "Kenapa dengan nada bicaramu?.. mungkin ini adalah kedai yang kecil, tapi kami sudah memiliki banyak pelanggan." ucap Ayame tegas.
Naruto hanya bisa tersenyum dan menggaruk kepala.
tiba tiba Teuchi datang dari luar sembari membawa sekeranjang penuh sayuran.
"Dia benar Naruto-boy.. Mungkin kedaiku kecil.. namun untuk mengurus-nya sendirian, untuk usiaku yang sekarang, mungkin akan sangat sulit" Ucap Teuchi sembari meletakkan Keranjang sayuran itu di sudut ruangan.
Sedangkan Naruto hanya mengangguk pelan. Ia sedikit ngeri dengan pak tua ini, karena tadi sempat dipukuli dengan sapu tanpa ampun.
"Ha-ha-ha.. m-mungkin anda benar paman hahahaha" Balas Naruto dengan tawanya yang renyah.
Ayame kembali menatap Naruto. dan kemudian ia dengan seenaknya menepuk kepala Naruto dengan sedikit keras.
Bletak!
"Adawww.. apa yang kau lakukan Ayame-san?!" Omel Naruto karena ia dipukul tanpa sebab.
Sedangkan Ayame malah menatap Naruto tajam.
"Cerdik sekali caramu mengalihkan pembicaraan? bukankah aku tadi yang pertama bertanya?" Ucap Ayame menginterupsi Naruto.
sedangkan Naruto hanya pura pura tersenyum. "Hahahahahahahaha" Sejurus kemudian ia malah tertawa, ia menggaruk pipinya yang tidak gatal
Ayame memutar bola mata, dan kembali bertanya.
"Jadi?.. Bagaimana sekolah baru?" Tanya Ayame.
Naruto sedikit ragu mejawab. ia menghela nafas.
ia kemudian menceritakan semuanya.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, AU Etc.
Pairing : Coming Soon
.
Sasuke dan Shikamaru kini tengah berlari menyusuri jalan di pertokoan dengan terburu buru. Seakan ada yang mengejar mereka, mereka berlari sekuat tenaga menembus udara yang terasa hangat di kulit mereka. Cuaca yang sedikit panas di siang hari. Ya, mungkin aneh melihat dua orang pemuda yang menggunakan seragam berlari lari di pusat kota, apalagi saat seharusnya remaja seumuran mereka sedang belajar di sekolah.
Namanya juga kabur.
Setelah dirasa capek karena berlari terlalu lama, akhirnya Sasuke berhenti untuk sekedar mengambil nafas. Shikamaru yang mengekor dari belakang pun ikut berhenti
"Hah.. perasaan hanya kita yang tau kalau si Dobe hilang. aku heran, kenapa para bodyguard itu bisa mengetahui informasi begitu cepat." Ucap Sasuke. Kini ia tengah berjongkok di depan sebuah toko. ia kecapekan.
Shikamaru hanya menghela nafas. Ia menatap Sasuke. Merasa dia lah yang diajak Sasuke bicara. Shikamaru dengan enteng menjawab.
"Mungkin bibi Kushina yang memberitahu mereka," Ucap Shikamaru santai. Ia mengangkat bahu.
Sasuke menoleh kepada Shikamaru.
"Bibi Kushina?" Tanya Sasuke heran.
"..." Namun Shikamaru tidak melanjutkan kata katanya.
"Bagaimana kau tau?" Tanya Sasuke penuh selidik.
'ah!' Benar juga! Sasuke kan tidak mengetahui proses penyebaran informasinya. Sepertinya Shikamaru salah bicara. Ya, kalau dipikir pikir. Shikamaru menelpon bibi Kushina kemarin. Mendengar nada terkejut Bibi Kushina, Sepertinya Shikamaru lebih tau apa yang terjadi setelahnya. Dan bila perkiraannya benar, ini adalah salah Shikamaru sendiri.
"Err.. h-hahahaha.." Shikamaru malah tertawa.
Sasuke menatap Shikamaru curiga. "Kau tau sesuatu kan Shikamaru?" Sasuke berdiri. Ia menatap Shikamaru tajam.
"errr.." Shikamaru malah gugup sendiri. Oke, ia mengakui ini sebagian salahnya.
.
"Err.. sebenarnya tidak juga.." ucap Shikamaru kemudian
"Hah?" Sasuke tidak mengerti.
"Oke, Aku mengakui aku menelpon bibi Kushina kemarin..." Ucap Shikamaru.
"Hn! Sudah Kuduga ini salahmu" Ucap Sasuke puas saat Shikamaru mengakui kesalahannya.
"... dan Mungkin ini terjadi karena bibi Kushina panik dan Mendesak Minato-sama mengirim pasukan untuk mencari anaknya..." lanjut Shikamaru.
Sasuke mengangguk. 'benar!' Ia melipat tangan di dada. Tersenyum senang saat Shikamaru menjelaskan semua kesalahannya.
".. dan ini pula yang sepertinya mengakibatkan para bodyguard itu mengejar kita, mengingat kita adalah satu satunya saksi yang mengatahui kronologi kejadian menghilangnya Naruto.." lanjut Shikamaru lagi.
Sasuke masih mengangguk sembari melipat tangan di dada melihat Shikamaru menjelaskan situasi yang sedang terjadi.
'Intuisimu benar benar hebat! kau bahkan memikirkan sampai sejauh itu' Entah kagum atau apa, Sasuke tidak bisa memungkiri kalau logika yang diutarakan shikamaru memang sepertinya sangat masuk akal. Satsuga shikamaru!
.
"..Tapi aku tidak bilang ini adalah kesalahanku.." Ucap Shikamaru kemudian.
"Hah?" Sasuke heran medengar kalimat Shikamaru setelahnya.
"...mengingat kalau Naruto tidak kabur, kita tidak akan terjebak di situasi seperti ini.." ucap Shikamaru lagi.
"Hah? Jadi kau pikir ini Salah Naruto?.." Tanya Sasuke heran. Oke, ini fakta yang berbanding terbalik dengan kejadian. Namun Shikamaru memilih tidak menggubris dan melanjutkan kata katanya.
".. dan kalau dipikir, situasi seperti ini tidak akan terjadi kalau kita tidak pindah ke rumah tua itu.." Jelas Shikamaru lagi.
"..." Sasuke tidak merespon. Sepertinya penjelasan yang dikemukakan telah terpleset jauh.
".. dan, Kita tidak akan dipindahkan ke rumah tua itu kalau seandainya kita adalah anak anak yang normal sewaktu di Uzushio dulu.."
"..."
.
.
".. Jadi, initnya. Karena kenakalan kita sendiri-lah yang memicu kejadian kejadian seperti ini.." Ucap Shikamaru akhirnya.
"H-hah?" Oke, Sekarang Sasuke dibuat bingung.
.
.
"Intinya ini adalah kesalahan kita semua" Jelas Shikamaru mengakhiri penjelasannya.
"A-APA?!" Sasuke tercengang mengatahui buntut dari penjelasan Shikamaru. "J-jadi kau berpikir ini kesalahanku juga?!" Ucap Sasuke.
"Aku tidak bilang begitu.. Aku hanya bilang, Kita sebenarnya memiliki beban kesalahan yang sama.." Ucap Shikamaru kemudian.
Sasuke melongo. Sepertinya penjelasan panjang lebar tadi diutarakan hanya untuk memutar balikkan fakta yang sudah terjadi.
"Itu berbanding terbalik dengan tuduhannya dasar bodoh!" Ucap Sasuke. Ia tidak terima ikut disalahkan. Nyata nyata ini adalah salah Shikamaru karena ia menelpon bibi Kushina, kenapa juga Sasuke ikut disalahkan!
Shikamaru hanya mendengus.
"Suka atau tidak, itu adalah fakta yang berdasarkan logika.. Mau protes sebanyak apapun. tapi itulah yang terjadi" balas Shikamaru.
Sasuke menatap Shikamaru bosan. Ia kemudian menghela nafas
.
'Terkutuklah kau dan pengetahuanmu Nara'
.
.
Kedai Teuchi Ramen
Ayame sekarang tengah berpikir keras. Ia menatap pemuda labil yang ada di depannya. Naruto sudah menceritakan semuanya. kenapa ia bisa ada di sini, kenapa ia dipindahkan, dan kenapa ia tidak betah di lingkungan baru.
"Hee? Jadi Intinya kau merasa tidak nyaman karena harus Hidup mandiri?" Tanya Ayame kepada Naruto.
Naruto mengangguk. "Ya!" Ia menjawab lantang. mereka kini sedang berada didalam rumah, tepatnya di belakang kedai. Pelanggan yang tidak terlalu banyak di siang hari membuat Ayame bisa sedikit bersantai.
Ayame melipat tangan di dada.
"Huh. Aku kira Naruto Namikaze adalah pemuda kuat. Namun Nyatanya, diberi hukuman selama dua bulan saja sudah menyerah di minggu pertama." Ucap Ayame. oke, itu sedikit kejam.
Naruto merasa tersinggung. ia menatap Ayame.
"kau tidak disana Ayame-san!" Bentak Naruto. Ayame sedikit kaget
"Hah?"
"Aku harus melakukan semuanya sendiri!" Naruto melontarkan kekesalannya dengan berteriak teriak
"..." sedangkan Ayame hanya diam.
"Tidak ada yang namanya uang saku! itu karena pelopor hukuman ini pelit!"
"..."
"aku harus berjalan menuju sekolah!"
"..."
"Aku bahkan masuk ke sebuah organisasi ekskul!"
"..."
".. Ini seperti... Bukan diriku lagi!" Ucap Naruto. Ia seakan meluapkan segala rasa emosionalnya semenjak hukuman ini dimulai.
Ayame menatap Naruto geram.
"oya?.. Memang siapa dirimu? Siapa kau?" Tanya Ayame.
"ha? Tentu saja Aku Namikaze NARUTO!"
DUAKH! Ayame memukul Kepala Naruto menggunakan sendok kuah ramen.
"Adaww! Oi apa yang kau-!"
Ayame menyeringai. ia merasa tidak senang dengan ocehan anak manja ini.
"Aku memang tau kau bodoh. tapi aku tidak menyangka kau sebodoh ini! BAKA!" Ucap Ayame Geram.
"H-hah?!"
"Kau pikir Dunia akan selalu mengikuti kehidupanmu?!" Ucap Ayame.
"A-apa tentu saj-" belum sempat Naruto membalas, Ayame sudah lebih dulu berucap.
"Kau pikir kehidupanmu akan selalu sesuai seperti apa yang kau rencanakan?" potong Ayame.
"TAPI KA-"
"Berhentilah bertingkah seakan takdir selalu memihak padamu!"
"..." Naruto hanya diam. ia tidak tau harus merespon apa. pikirannya campur aduk sekarang, ia tidak bisa membedakan emosi marah dan sedih.
.
Naruto menatap Ayame takut. Ia kemudian berucap pelan
"A-aku hanya merasa Tuhan sangat tidak adil!"Ucap Naruto.
DUAKH! Ayame malah memberikan satu lagi pukulan menggunakan sendok sup ramen tadi.
"O-OI BERHENTI MEMUKU-"
"Jangan salahkan Tuhan atas kesalahanmu sendiri BODOH!" Balas Ayame lagi. Oke, sepertinya ruangan ini sedang penuh emosi.
Sedangkan Naruto yang terus dibantah hanya memegangi kepalanya yang nyut nyutan.
Naruto masih menatap Ayame. Takut-takut ia akan menampilkan wajah garang atau semacamnya. Pikirannya campur aduk.
Namun Nyatanya Ayame malah tersenyum. Naruto terperangah melihat senyum Ayame yang terlihat sangat lembut.
.
.
"Tuhan maha adil.. itulah buktinya.. karena kau telah dilahirkan." Ucap Ayame.
Naruto memperhatikan Ayame beberapa saat. namun selanjutnya ia tidak berkata apa apa.
"..." Naruto terdiam.
"Kau juga harus melihat dunia dari sudut pandang orang lain.." Lanjut Ayame
"..."
"Tuhan mengambil semua yang kau punya bukan karena ia tidak adil. Tapi karena ia lebih menyayangimu dibanding siapapun."
"..."
"..Sudah Saatnya kau berpikir kedepan Baka.."
"..."
"Sekarang Giliran kehidupanmu-lah yang harus mengikuti Dunia!"
.
Naruto hanya diam. Sepertinya akal sehat Naruto kalah dengan tekad Ayame. Ayame hanya menatap Naruto yang kali ini terduduk dan menunduk dalam di sofa.
Sedangkan Naruto, Ia hanya bungkam. Pandangannya menatap ke lantai. Ia tidak mau menangis karena sesuatu seperti ini. Ia lalu menatap Kucing oranye yang sedari tadi tertidur di bawah kakinya. Naruto pun tertawa dalam hati. 'sepertinya kau memang tidak mempunyai beban apapun dalam hidup kucing.' Naruto lalu mengelus bulu lembut itu.
.
.
11.00 - NST (Namikaze Special Troops)
Di dalam sebuah mobil Ford SUV hitam yang sedari tadi Sudah mulai menapaki Aspal. Telah tampak beberapa orang yang sedang berdebat akan sesuatu. Sepertinya mereka tengah menceritakan pengalaman mereka yang menyenangkan.
".. Kalian tau?! Gara-gara kalian waktu kita terbuang sia sia!" Teriak Yamato kepada orang orang yang ada di mobil itu.
Sh, sepertinya mereka bukan saling bertukar pengalaman, Namun sedang dimarahi.
"aku heran. apa kalian sebenarnya tau apa arti konsep tepat waktu?!" Ucap Yamato lagi.
Sedangkan orang orang yang diajak bicara hanya mendecih mencoba memberi alasan.
"K-Kau tidak disana kapten! saat aku dan Kotetsu dikejar seorang pria bercondet yang meneriaki kami 'kembar sialan' di sepanjang lorong!" Ucap Izumo yang sedang menyetir. Memberi alasan kepada Sang kapten yang ada di sampingnya.
"Ya! Ini sebenarnya salah Si Bocah Uchiha!" ucap Kotetsu dari belakang.
Sedangkan Yamato Malah menatap Izumo Geram. Keadaan di dalam mobil sangat sepi, karena semuanya hanya terdiam. Ya, mobil ini cukup longgar untuk seukuran 5 orang pria dewasa. Tepat tadi pagi Yamato memerintahkan membawa 3 mobil. Dua Ford SUV, dan Satu Caddilac Xts untuk menjemput Naruto. SUV diisi masing masing 5 orang dan Caddilac hanya ditumpangi oleh dua orang, salah satunya adalah Aoba. tentu saja Naruto akan ikut apabila mereka berhasil menemukannya.
Yamato menghela Nafas.
"Kalian tau? Ini merupakan kejadian memalukan untuk Special Troops Keluarga Namikaze." Ucap Yamato.
Sedangkan keempat orang lain yang ada di mobil itu tidak merespon. Mereka hanya diam. menunggu sang kapten melanjutkan kata katanya.
.
"Kotetsu! Izumo!" Panggil Yamato kepada Kotetsu di belakang, dan Izumo yang sedang menyetir.
"H-hai!" sahut mereka berbarengan.
"kalian adalah Senor di Squad ini! Kenapa kalian bisa takut dengan seorang Guru BK?!" Ucap Yamato Tegas.
Izumo Hanya tertawa garing.
"D-dia bukan Guru BK kapten!.." Ucap Kotetsu, Yamato menoleh ke belakang ".. Maksudku, mana ada Guru BK yang mukanya seperti Veteran Perang sambit?" Ucap Kotetsu.
Semua yang ada di dalam mobil itu tertawa. Minus Yamato dan Kotetsu.
Yamato menatap tajam kepada Genma dan Hayate yang ikut tertawa.
"Kenapa kalian ikut tertawa?!" Tanya Yamato.
"Err.." Genma dan Hayate langsung segera pura pura sibuk dengan mengelap senjata Glock 17/19 mereka.
"Kalian lebih memalukan karena kalah dengan seorang anak kecil! apalagi dia adalah perempuan!" Ucap Yamato. Genma dan Hayate ikut kena semprot.
"..."
"Kalian bahkan berhasil diikat dan ditinggalkan!" Lanjut Yamato.
"..."
"Ini juga menjadi noda hitam didalam Kinerja ST Keluarga Namikaze!"
Kotetsu dan Izumo kali ini yang tertawa.
Ya, memang benar. Tadi Yamato malah sibuk mencari anak buahnya yang hilang. Padahal sedang di dalam misi penting. Cukup memakan waktu mencari keempat orang ini karena dua diantaranya bersembunyi di gedung oleh raga. Dan dua yang lain ditemukan dengan kondisi terikat di sebuah ruangan yang gelap.
Tentu Saja saat mereka berempat menjelaskan apa yang telah terjadi mereka malah kena pukul, karena alasan yang mereka berikan tidak masuk akal. Tapi memang seperti itu faktanya.
Dan karena kejadian bodoh itu, Kini waktu mereka terbuang sia sia.
.
.
15 menit berlalu
Mereka terdiam cukup lama di dalam mobil hitam itu. Tidak ada yang mencoba memulai pembicaraan karena yamato hanya diam dan menatap kedepan. Sedangkan Izumo juga mengemudi dengan tenang mengekor mobil yang ada di depannya.
Izumo melirik takut takut kepada Kaptennya. Ia lalu dengan ragu bertanya.
"N-ne Yamato-San.. Sekarang kita kemana?" Tanya Izumo. Pandangannya masih fokus ke depan. ia mencoba bertanya seakrab mungkin.
Yamato menoleh.
"kita akan ke FoREVer street." Ucap Yamato Singkat.
.
Ketiga orang yang ada di belakang saling pandang.
"FoREVer street?"
Yamato mengangguk, itu adalah tempat tinggal Naruto-sama dan Kawan-kawan." Ucap Yamato terus terang.
Izumo hanya menatap heran. namun detik berikutnya ia tidak protes lagi. Ia hanya bergumam dan melanjutkan menyetir.
"Baiklah"
.
.
.
Kedai Teuchi Ramen
Naruto kini tengah duduk di dalam ruang keluarga Ayame dengan tenang. Di depannya kini telah terduduk seekor kucing yang sepertinya sangat senang/geram dimanja oleh Naruto.
Mereka duduk berhadap hadapan.
Ya, Pikirannya sudah sedikit lega sekarang. tidak seperti kemarin dimana ia hampir memikirkan 'semua'.
Sekarang ia bisa sedikit tenang.
Karena Ayame yang sedang membantu Ayahnya melayani pelanggan, Jadi Naruto hanya bisa duduk di tempat ini tanpa melakukan apapun.
Kecuali bermain dengan kucing.
Naruto mengulurkan jari kelingkingnya kepada Kucing oranye itu. Kucing kecil itu pun memegangnya. Naruto hanya tertawa karena melihat kucing kecil ini yang tidak bisa menggengam jari kelingkingnya, mengingat fungsi kaki kucing memang tidak untuk mengenggam.
Merasa ditertawakan dan diremehkan, kucing kecil ini menggigit kelingking Naruto.
"Adaw!" Naruto dengan segera menarik jarinya karena digigit. Jarinya sedikit berdarah, walaupun hanya sedikit. "O-OI K-KAU!-"
Ia menatap kucing itu tajam. Sedangkan si kucing juga tidak kalah menatap Naruto tajam. bila ini anime, pasti akan ada aliran listrik yang bertemu diantara kedua tatapan mata mereka.
"K-kau.. Macam macam denganku kucing!" Ucap Naruto ia menatap kucing kecil itu dan menunjuk nunjukkannya.
"NYAWW!" kucing itu menggeram.
"Kau pikir aku takut padamu HAH?!" Ucap Naruto, Ia kini berdiri dan memasang kuda kuda. Oke, sepertinya Naruto kembali menggila. Berhentilah bicara dengan kucing kalau kau tidak mengerti bahasa mereka Naruto!
"NYAWW!" Sang kucing pun tidak kalah serius menunjukkan posisi seperti akan menerkam mangsanya. Ah! Adegan macam apa ini?!
Namun adegan itu harus diinterupsi oleh Ayame yang segera masuk dan memanggil Naruto.
"Oy! Naruto?!" Ucap Ayame.
Ia melongo melihat Naruto dan kucing yang memposisikan kuda-kuda dan saling berhadapan.
Naruto menoleh.
"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Ayame. Ia menatap bergantian Sang kucing dan Naruto.
Naruto hanya mengangkat bahu. Dan berucap "Tidak ada"
.
Ayame menghela nafas.
"Ayahku akan ke pusat kota setelah ini.. mungkin kau bisa ikut dan kembali ke teman temanmu" Ucap Ayame menjelaskan.
Sedangkan Naruto diam beberapa saat untuk berpikir. Ia mempertimbangkan apa ia memang siap kembali. Ia sebenarnya tidak mau merepotkan Ayame, namun ia masih butuh motivasi untuk kembali ke 'medan perang'.
Ayame yang melihat Naruto hanya diam, langsung berucap.
"Kenapa? kau masih ragu?.." Tanya Ayame.
Namun Naruto masih terdiam. ia tidak tau ahrus membalas apa.
Ayame hanya tersenyum.
"Bukankah kau memiliki keluarga disana?" Tanya Ayame lagi.
.
"Ha?" Naruto berpikir lagi. Oh maksudnya Shikamaru dan Sasuke.
Ah! Benar. Naruto tertawa dalam hati. 'benar juga.. kenapa aku bisa lupa..' . Ya, Sasuke dan Shikamaru memang tidak memiliki hubungan darah dengan Naruto. Namun Setidaknya Naruto tau. Mereka cukup pantas untuk diangap sebagai saudara. Tepatnya keluarga.
"Hehe.. Mungkin kau benar Ayame-san" Ucap Naruto akhirnya. Ia lalu bersiap beranjak keluar.
Namun sebelum itu ia menoleh ke kucing yang sedari tadi menatapnya.
Kucing itu hanya terdiam mematung saat Naruto beranjak pergi. Sepertinya Kucing itu tidak berniat mengikuti Naruto lagi.
Naruto kini menimbang sesuatu yang ada di pikirannya.
'Ah! Tak apa lah.'
Naruto lalu berbalik dan berjongkok ia mengulurkan tangan kepada kucing itu. Dan tanpa ragu ia berkata.
"Kau mau pulang denganku kucing?" Tanya Naruto.
.
Kucing itu pun tanpa ragu mengeong dan segera menyambut tangan Naruto. Dan kemudian ia sudah beranjak pergi dengan Naruto. Sepertinya rumah kecil itu akan tambah ramai.
.
.
Skip
Laju mobil bak terbuka milik Teuchi terasa sangat menganggu di telinga Naruto. Ya Naruto tau. Dari perawakan mobil ini, sepertinya mobil ini adalah keluaran tahun 2000/99. Terdengar dari mesinnya yang mengerang keras saat menaiki sebuah tanjakan.
Sudah sekiranya 30 menit ia menumpang di dalam mobil buluk ini. Teuchi bilang ia ingin ke kota untuk membeli terigu dan ikan. Jadi Naruto bisa menumpang setidaknya sampai ke Leaf Street.
percakapannya dengan Ayame tadi sempat menenagkan Naruto. Ya. walaupun ia masih tidak terlalu senang dengan hukuman ini. Namun kalau dipikir, Meninggalkan teman temannya berdua sepertinya tindakan yang kurang pantas. Naruto duduk bersila di bak belakang mobil dengan santai, di pangkuannya Kucing oranye yang sedari tadi menemaninnya hanya tiduran saja.
Mungkin Aneh bagi Naruto memungut seekor kucing jalanan dan membawanya pulang. Namun entah kenapa Naruto tidak bisa meninggalkan kucing oranye ini. Ya, kucing berwarna oranye itu aneh. namun kucing aneh ini telah menemani Naruto sejak tadi malam.
Tak lama, Ia akhirnya sampai di Leaf Street. Sempat terlihat dari matanya dua orang gadis yang ia kenali betul. Sakura dan Ino, mereka sedang berjalan menyusuri jalanan pertokoan di leaf street. Naruto mengernyitkan dahi. Bukankah ini belum jam pulang sekolah?
Dengan segera Naruto meminta Teuchi berhenti.
"Sudah disini saja paman." Ucap Naruto saat ia sudah turun dari mobil.
"Ya, Hati hati sampai di rumah Naruto boy. kau boleh mampir ke kedaiku kapanpun." Balas Teuchi sebelum ia pergi dari tempat itu.
Naruto hanya mengangguk.
detik berikutnya ia sudah menghampiri Sakura dan Ino.
.
"Oii! Sakura-chan~" Teriak Naruto dari kejauhan.
"Ha?"
Sakura dan Ino menoleh ke belakang.
"Naruto?" Gumam Sakura saat ia melihat Naruto berlari sembari menggendong err.. kucing.
"Ya Ampun! Naruto? darimana saja kau?!" Ucap Sakura saat Naruto sudah berada di dekat mereka. Ya, Sakura termasuk salah seorang yang tau Naruto kabur.
"Dari semalam kau menghilang!" Ucap Sakura
Sedangkan Naruto hanya tertawa dan berjalan menyandingi mereka berdua.
"Eh..kenapa kalian sudah pulang? Bukankah ini masih dalam jam sekolah?" Tanya Naruto. ia malah mengalihkan pembicaraan.
Ino dan Sakura menghela nafas.
"Kami juga tidak tau." ucap Ino.
"Hah?"
"Sebenarnya tadi pagi ada segrombolan orang berbaju hitam yang masuk ke kelas kita. Mereka sempat menculik Sasuke" jelas Ino
"orang berbaju Hitam Menculik Sasuke?" Tanya Naruto. Ia tidak mengerti.
Ino mengangguk.
"Namun anehnya Sasuke kembali dan mengajak Shikamaru pergi" Lanjut Sakura.
Sedangkan Naruto hanya diam dan mendengarkan.
"dan setelah itu, segerombolan orang berbaju hitam itu membawa kawan kawannya masuk dan menggeledah kelas kita" Sambung Ino.
Naruto mengernyitkan dahi. 'Apa sih maksudnya?' Oke, Naruto sepertinya memang tidak mengerti.
"Err.. lalu?" Naruto bertanya ragu.
"Tsunade mengusir mereka semua. Dan menyuruh semua murid kelas 2-1 pulang." Ucap Sakura mengakhiri penjelasannya.
"Ya, dan disinilah kami. kami berniat pergi ke rumah Sakura, karena memang tidak ada kerjaan." ucak Ino.
Ah, Naruto maasih tidak mengerti.
.
"Yang lebih penting.." Ino kembali menoleh ke Naruto ".. Katanya kau menghilang? memang kau kemana?"
"errr.." Naruto berniat mencari alasan. Mencoba lari dari tanggung jawab menjawab.
Namun sepertinya itu tidak perlu, karena ia sudah sampai di dekat rumahnya.
.
"Are? Bukankah itu Shikamaru dan Sasuke?" Tanya Ino saat melihat dua orang yang terduduk di beranda rumah dengan nafas yang terengah engah.
.
.
.
Shikamaru dan Sasuke kini telah berhasil sampai dengan selamat di FoREVer Street dengan selamat. Ya, sedari tadi mereka berputar putar mencari jalan aman untuk pulang karena di beberapa perempatan, mereka secara tidak sengaja melihat mobil Komplotan Yamato yang sedang berhenti.
Dan saat berpapasan di depan toko kue. Mereka secara tidak sengaja lagi berpapasan dengan Kotetsu dan Izumo yang sepertinya sedang mencari rumah ini. Mengingat Sasuke tadi mendzalimi mereka, tentu saja Sasuke dan Shikamaru langsung dikejar seperti buruan. Shikamaru tentu saja hanya mengekor karena tidak tau apa yang terjadi.
Dan dengan sedikit trik, Sasuke dan Shikamaru berhasil mendahului mereka sampai ke rumah.
"Hah.. mereka sepertinya tidak menyerah sampai akhir." Ucap Sasuke saat sudah sedikit mengambil nafas.
"Hah .. sudah kuduga ini salahmu.." Ucap Shikamaru, ia juga sangat kelelahan karena harus berputat putar komplek untuk mengecoh Kotetsu dan Izumo.
Sasuke menoleh. "hah..kesalahan kita semua." Koreksi Sasuke.
Shikamaru memutar bola mata.
Ia lalu mengalihkan pandangan ke arah lain. Ia menyipitkan mata karena melihat 3 orang yang muncul dari ujung jalan.
"Bukankah itu Naruto?!" Ucap Shikamaru. Sasuke menoleh. Ah benar!
Naruto kembali.
.
"Oyy! Sasuke~ Shikamaru~" Teriak Naruto mendekati mereka berdua. Ino dan Sakura hanya membuntuti dari belakang karena penasaran apa yang terjadi.
Sasuke berdiri dari tempatnya duduk. Ia menatp Naruto geram.
.
"Areee? Apa yang terjadi kepada kalian? Apa kalian habis dikejar Vampire?.. Sudah kubilang kan shikama-"BUAKH! Perkataan Naruto terputus karena ia menerima pukulan telak dari Sasuke ke pipinya. Membuat Kucing yang digendong Naruto mental karena sang penggendong terjatuh.
Sedangkan Ino, Sakura, dan Shikamaru tentu saja terkejut dengan apa yang dilakukan Sasuke.
"O-oi APA YANG KAU LAKUKAN TEME?!" Sewot Naruto. Ia memegangi pipinya yang nyut nyutan.
"Darimana saja kau?" Tanya Sasuke. Ia menatap Sinis Naruto.
"A-AP-" Naruto berniat protes. Namun..
.
"DARIMANA SAJA KAU IDIOT?!" Teriak Sasuke. oke, Kini ia emosi.
.
Naruto terkejut karena Sasuke berteriak. Ini tidak seperti Sasuke yang biasanya.
Shikamaru dan kedua orang gadis yang ada disana tidak kalah terkejut dengan apa yang barus saja terjadi.
Sang kucing pun hanya terduduk diam, bahkan tidak berani mengeong.
"Kau berniat lari dari ini kan? dasar Pengecut!" Ucap Sasuke.
"..."
"Aku tau kau memang yang paling tidak suka kita disini! Namun kabur?! itu tindakan IDIOT yang pernah dilakukan Namikaze Naruto!" Ucap Sasuke.
Naruto masih diam.
"..."
"Sahabat katamu?! Jangan membuatku tertawa BODOH!" Ucap Sasuke kesekian kalinya. entah rasanya ia ingin meluapkan amarahnya kepada si bocah tolol didepannya.
Mereka semua terdiam beberapa Saat. Hening. Sedangkan para saksi pun tidak ada yang mau memulai mebicaraan untuk mencairkan keadaan.
ini keadaan yang sangat canggung.
.
"Ya mungkin kau benar..." Ucap Naruto dengan tiba tiba. Semua orang disana terkejut. termasuk Sasuke. "... tapi asal kau tau..." Lanjut Naruto Ia kali ini berdiri namun masih menunduk. "... Mata dibalas mata!"
BUAKH! Naruto balas menunju pipi Sasuke. Sasuke tersungkur.
"SIALAN!" Sasuke menyeka darah yang keluar dari mulutnya,
Ia lalu berdiri dan menerjang Naruto. Menendang perut Naruto menggunakan lututnya.
"Uhuk!" Naruto tertegun dengan serangan yang tiba tiba itu. Ia lalu mengayunkan tangan kirinya untuk menyambit kepala Sasuke. Namun Sasuke menunduk. Ia mengarahkan satu pukulan lagi ke perut Naruto menggunakan tangan kirinya.
Namun dengan sigap Naruto mendorong Sasuke dan memukul Wajah Sasuke lagi.
"Kyaa!" teriak Ino histeris saat menyadari mereka malah adu jotos.
"O-Oi! A-apa yang kalian Lakukan?!" Ucap Sakura yang melihat kedua orang yang ada di depannya malah berkelahi.
Namun Sasuke dan Naruto tidak menghiraukan dan terus melakukan aksi mereka. Mencoba menumbangkan satu sama lain.
Naruto masih mencoba mengalahkan Rivalnya dengan memukul pipi Kanan Sasuke. Namun Sasuke membalas dengan memukul pipi kiri Naruto.
Saat Naruto berhasil menjatuhkan Sasuke. Naruto memukuli Sasuke bertubi tubi.
Namun Sasuke tidak mau kalah, ia menggulingkan Naruto dan balas memukulinya.
.
"S-shikamaru! Lakukan sesuatu BODOH!" Ucap Sakura yang melihat Shikamaru hanya diam saat kedua temannya berkelahi sampai berdarah darah.
Mereka berdua tampak menyedihkan.
"Huhh.. Dasar merepotkan.." Gumam Shikamaru, Ia menatap malas dua sahabatnya yang berguling guling ditanah.
"Kau yang merepotkan Shikamaru! Cepat lakukan Sesuatu." Bentak Sakura. Ia menatap Shikamaru geram.
sedangkan Ino, ia tidak berani berbicara dengan Shikamaru-hentai Ini. Tentu saja ia masih mengingat pelecehan yang dilakukan bocah nanas ini tadi. Dengan menjadikan pahanya sebagai bantal.
"Huhh~" Shikamaru mengela Nafas. Dan dengan segera ia masuk ke dalam rumah.
"O-oi!"
Sakura menatap Shikamaru heran karena malah masuk ke rumah. Mengabaikan Kedua sahabatnya yang tengah bergelut di tanah yang kotor.
beberapa menit kemudian Shikamaru keluar. Sakura berpikir Shikamaru akan membawa sesuatu yang berguna untuk memisahkan Naruto dan Sasuke. Namun nyatanya Shikamaru malah membawa sebotol besar air dingin dan duduk di bangku yang ada di depan jendela.
Dengan santai ia meminum air dingin itu.
"S-SHIKAMARU!" bentak Sakura. Ia heran dengan orang ini.
Namun Shikamaru tidak menghiraukannya. Ia malah menatap serius Naruto dan Sasuke yang sedang berkelahi.
Sakura tidak bisa berbuat apa apa melihat ketiga orang tidak waras ini. ia hanya diam mematung. Di belakangnya, ino pun demikian.
.
Beberapa menit beradu hantam.
.
Naruto dan Sasuke akhirnya terkapar lemas. Mereka terbaring berjejer menghadap Langit. Nafas yang memburu dan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh sekan tidak mereka rasakan karena mendung yang tiba tiba datang.
"K-kau.. Hebat Juga Teme.." Ucap Naruto. Ia menatap langit dengan pandangan sipit karena memar di bagian bawah pipinya.
"Cih" Sasuke hanya mendecih. Keadaanya tidak lantas lebih baik dari Naruto. Wajahnya yang tampan tak luput dihiasi luka lebam.
Sakura dan Ino yang melihat Naruto dan Sasuke berhenti berkelahi hanya menatap iba kedua orang itu. Mereka menatap heran menunggu apa yang akan terjadi. Mereka belum berniat menolong, karena mungkin Naruto dan Sasuke bisa adu jotos lagi. Ya, mereka sedang memastikan.
Shikamaru yang merasa Naruto dan Sasuke sudah berhenti berkelahi akhirnya menghampiri mereka. Sakura dan Ino menatap Shikamaru.
Shikamaru berjongkok, ia lalu meletakkan sebotol besar air dingin itu diantara kepala Sasuke dan Naruto.
"Sudah slesai?" Tanya Shikamaru.
"Eh?" Naruto yang heran karena ada sebuah botol besar di sampingnya, ia menatap shikamaru. Shikamaru tersenyum. Naruto pun tertawa.
'dasar ada ada saja'
Sasuke yang menyadari Naruto dan Shikamaru tertawa akhirnya ikut tertawa pula.
Sasuke lalu menyodorkan Tinjunya kepada Naruto. masih dengan posisi berbaring naruto yang heran akhirnya membalas tinju Sasuke.
"Okaeri."
.
.
.
"Tadaima."
.
Dasar, Laki laki memang tidak bisa ditebak.
.
.
.
Stage 1 - END
.
"Sahabat bukanlah orang yang menghiburmu sewaktu kau Jatuh. Sahabat adalah orang yang memaksamu terus berdiri, meskipun itu artinya saling melukai" - Hanzama IWDWIW
.
.
Cutting Scene
Yamato sedang beristirahat di sebuah taman saat ini. Ya, sebenarnya ia sedang tahap pencarian rumah Naruto.
Mungkin sedikit telat karena denah yang diberikan Tsunade sedikit tidak jelas. Yamato pikir jalannya tidak terlalu rumit karena Tsunade hanya menggambarkan beberapa garis simple di kertas yang diterimannya. Namun nyatanya ia harus melewati banyak perempatan yang membuatnya bingung. Jadi, ia melakukan operasi pencarian dengan berjalan kaki dan berpencar.
dan sampai sekarang, Anak buahnya sedang menjelajahi seluruh area untuk mencari.
Yamato berniat melanjutkan pencarian. Namun itu sebelum ia mendapat telpon dari Kushina.
'aa.. Moshi moshi yamato.' Ucap Kushina yang ada di seberang telpon.
"oh, Kushina-sama.. ada apa?" Tanya Yamato.
'Sebaiknya kau segera memerintahkan pasukanmu kembali' Ucap Kushina lagi dari seberang.
Yamato mengernyitkan dahi. Kenapa? Apa ada masalah di Namikaze mansion?
"ada apa gerangan Kushina-sama? Bukankah Naruto-sama belum ditemukan?" Ucap Yamato.
'Ahahahahaha..' Kushina malah tertawa. 'Sebenarnya baru saja Shikamaru-chan menelpon. dan bilang bahwa Naruto sudah kembali. aku juga sudah berbicara dengan Naruto. jadi tidak usah khawatir Yamato'
"E-eh? Kembali?" Tanya Yamato Heran. tunggu, Yamato masih belum mendapatkann titik sambung tentang kejadian ini.
'Ya.. dia tidak apa apa Yamato. Naruto bilang, dia hanya tersesat' Ucap Kushina.
Yamato hanya diam.
'Kalau begitu. sebaiknya kau segera pulang Yamato. Aku akan memasakkan kalian masakkan yang enak.. Terimakasih atas kerja kerasnya!' Ucap Kushina. Ia mengakhiri panggilan.
Yamato hanya melongo.
.
PRAKZZ! Ia membanting Handphone kesayangannya.
"ARGGGGHHH!" Sejurus kemudian ia berteriak. Ia memegangi kepalanya.
Aoba yang kaget tentu saja segera menghampiri sang kapten.
"A-ada apa kapten?" Tanya Aoba yang melihat sang kapten Hanya berjongkok dan memagangi kepala.
Yamato tidak menjawab. ia hanya terpikir sesuatu.
.
Dia didahului takdir.
.
kenapa Pasukan ini tidak bisa bergerak cepat?
.
Misi menemukan majikannya saja gagal?
.
bagaimana ia bisa jadi Ketua?
.
ini adalah noda Hitam di dalam kinerja NST!
.
.
Aoba sweatdroped melihat Ketuanya yang berjongkok sembari bermain pasir seperti anak kecil.
"Sepertinya, menjadi ketua bebannya sangat berat."
.
.
xaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxxaxaxaxaxaxaxaxaxxaxaxaxaxaxaxxa
Oke, Saya kembali. Maaf karena sebenarnya janji update cepat. tapi malah molor sedikit lama.. ya, saya memang sedikit sibuk.. jadi saya benar benar minta maaf..
.. ya, mungkin ini chapter yang tidak jelas. namun saya harap bisa menghibur reader..
..
Terimakasih yang telah bersedia membaca.. salam hangat dari Hanzama semoga Readers sukses selalu . Cya Cya~
REVIEW
V
V
V
