.

16. Extra : Aku Adalah Dirimu

.

"Err.. Aku tidak tau kenapa, Namun semenjak kejadian itu, sepertinya Shikamaru yang paling tidak senang."

.

Shikamaru memandang Naruto yang ada di hadapannya dengan pandangan serius. Di tangannya kini ia nampak sedang memegang segelas air putih.

sedangkan Naruto yang ditatap seakan menampakkan senyum yang dipaksakan. Di balik wajahnya yang memar, ia menampilkan senyum palsu seakan memastikan kepada Shikamaru.

"HAHHH Merepotkan sekali." Ucap Shikamaru, Ia lalu meletakkan air putih itu di meja di samping tempat tidur Naruto.

Naruto hanya menatap Shikamaru sembari menampilkan wajah pura pura tersenyum.

"Err.. A-ahahaha, Maaf Kalau kami merepotkanmu Shika." Ucap Naruto. Ia tengah duduk di kasurnya sendiri. Sedaritadi ia hanya duduk di kasur karena ia memang tidak bisa kemana mana.

Ya, sejak tadi siang mereka -Sasuke dan Naruto- memang hanya berbaring di Tempa tidur masing masing. Itu karena mereka mengeluh badannya pegal pegal sesudah adu jotos. Dan karena itu, Shikamaru harus mondar mandir kesana kemari mengurus dua korban tawuran ini. Untung saja Sakura tadi sempat pulang dan mengambilkan obat merah dan perban, jadi Shikamaru tidak perlu repot repot ke apotek atau semacamnya.

Padahal hal seperti ini pun sudah sangat merepotkan bagi Shikamaru.

Shikamaru menatap Naruto malas,

"Kau tau, kalau akhirnya akan seperti ini. Aku mungkin akan memisahkan kalian sebelum Sasuke memberimu pukulan pertama." ucap Shikamaru.

Naruto hanya tertawa garing.

"Aku tau, kejadian seperti ini lah yang membuat orang sepertiku selalu mendapat hal yang merepotkan." ujar Shikamaru lagi

"Sudahlah Shikama-"

"Aku hanya berpikir kalau perempuan itu merepotkan. Namun aku juga tidak menyangka bahkan laki laki Lebih merepotkan." ucap Shikamaru. Ia melipat tangan di dada.

"..." Naruto hanya diam karena diceramahi. ia hanya bisa memaksakan tersenyum. 'Kau menambah pikiran saja Nara.' Batin Naruto.

"Ini juga salahmu, Karena kau dengan seenaknya kabur. Bila seandainya kau tidak kabur, aku pasti tengah tidur sore sekarang." ucap Shikamaru lagi.

Naruto mengernyitkan dahi. 'Kau seakan tidak ikhlas sekali waktu tidurmu diambil.' Batin Naruto sewot karena disalahkan akan kejadian ini.

.

"Oi, Aku tidak kabur.. aku hanya tersesat!" Bantah Naruto.

Shikamaru menatap Naruto.

"Tersesat?" Tanya Shikamaru "Itu karena kau dengan seenaknya berkeliaran di tempat yang kau tidak ketahui.." Ucap Shikamaru ".. Itu adalah kesalahanmu sendiri."

'Hahhh~' Naruto menghela Nafas. Disalahkan lagi, disalahkan lagi. sepertinya alasan apapun yang Naruto berikan, akan berakhir dengan disalahkan.

"..." kali ini Naruto memilih diam.

"Kau seharusnya belajar mengingat semua rute yang kau lewati. Kau tersesat, itu karena kau selalu menatap kebawah saat berjalan." ucap Shikamaru lagi.

'Menghafal rute? kau pikir aku GPS?" Batin Naruto. Ia hanya berani membatin, dan diam saat Shikamaru terus mengomel.

"Sifat pelupa sebenarnya terjadi karena kau kebanyakan makan Ramen.." ucap Shikamaru lagi. ".. jadi pada dasarnya, Ramen juga merupakan kesalahan."

'Oke, itu aneh, Sekarang Ramen pula yang disalahkan. Apa ini akibat Shikamaru yang tidak tidur sore?" Batin Naruto lagi.

"Dan aku cukup tau, kebiasaan makan ramen yang kau punya. Itu karena bibi Kushina selalu memanjakanmu dari kecil dengan membuatkan Ramen hampir setiap hari." ucap Shikamaru.

"H-Hah?" Naruto melotot. 'HAH?.. Sekarang Ibuku yang salah?!" Batin Naruto. Hatinya terluka, ia tidak menyangka Shikamaru bisa jadi asal ceplos.

"Atau mungkin Minato-sama yang suka makan ramen? Hmm. mungkin kebiasaan bisa menurun ke anaknya." lanjut Shikamaru, Ia memasang pose tanda berpikir.

"ARGH! Tau Ah!" Naruto yang mulai kesal segera menutup telinganya.

Shikamaru menatap heran Naruto yang menutup telinga. ia kemudian berucap lagi

"Oy, dengarkan aku sedang bicara padamu.." ucap Shikamaru seenaknya.

"Ah bodo amat." Naruto Segera berbaring dan menutup kepalanya dengan selimut. ia tidak ingin mendengar shikamaru berbicara lebih jauh dan menyalahkan apa saja.

.

.

"Yah, Walaupun ini tidak seperti yang aku harapkan. Namun Sepertinya kehidupan baru kami sudah kembali."

.

.

Malam Hari.

"Ya, Aku tidak menyalahkanmu tersesat sebenarnya Dobe." ucap Sasuke kepada Naruto yang ada di depannya. Kini mereka tengah duduk di ruang keluarga di depan TV. Shikamaru juga ada disana.

"Tapi kenapa kau membawa pulang seekor kucing?" Tanya Sasuke heran.

Shikamaru menatap Naruto tajam. Sedangkan Naruto hanya tertawa garing.

"Ahahaha.. sebenarnya aku juga tidak tau." ucap Naruto asal.

Sasuke dan Shikamaru saling berhadapan. Sedangkan kucing yang dibicarakan hanya tertidur di pangkuan Naruto.

"Dasar Bodoh.." Ucap Sasuke terang terangan.

"OI Siapa yang BODOH teme.. Ouch." bentak Naruto keras, namun ia harus menahan sakit karena luka memar di bawah bibirnya.

Shikamaru mulai berpikir.

"Kau tidak seharusnya menambah penghuni rumah disaat seperti ini Naruto." ucap Shikamaru. Ia sedikit ragu dengan keputusan Naruto yang membawa pulang kucing jalanan.

Tanpa disangka kucing itu mendongak. Seakan tau kalau dirinya diejek, ia menatap Shikamaru tajam.

Shikamaru sweatdroped.

"Tidak ada salahnya kan Shikamaru, lagi pula kucing ini sama seperti kita. Ia tidak punya tempat tinggal." ucap Naruto.

Shikamaru menghela nafas.

"Bukan Begitu Naruto. Kau tau kan kita bahkan kekurangan bahan makanan untuk kita sendiri." ucap Shikamaru. ya, bahan makanan mereka tidak bisa bertahan lama lagi. mereka harus mengirit mati matian untuk bertahan hidup. menambah penghuni rumah, berarti menambah beban jatah makanan.

.

"Aku yang akan merawatnya!" Ucap Naruto ngotot.

Shikamaru dan Sasuke tentu saja kaget.

Shikamaru berniat membantah.

"Lalu soal makana-" Namun Katanya terlebih dahulu dipotong oleh Naruto.

"Dia akan mendapat sebagian jatah makanku!" Ucap Naruto lagi. Dengan tegas.

Shikamaru menatap Naruto. Sorot mata Naruto tegas. Seakan ia berniat sekali memelihara kucing ini. Ah, Shikamaru tidak tau harus berbuat apa.

Ia lalu melirik Sasuke. namun Sasuke malah mengangkat bahu. Shikamaru menatap Sasuke dengan pandangan penuh tanya. Namun Sasuke akhirnya hanya memberi isyarat seakan berkata 'Terserah saja.'

Ia menghela nafas lagi.

.

"Huhh baiklah.. Namai." ucap Shikamaru.

"Hah?" Naruto malah bertanya tanda tidak mengerti.

"Kau ingin memeliharanya kan? kalau begitu namai." Ucap Shikamaru. Ah, ia pasrah. kehabisan makanan, atau masalah yang lain. Apapun itu, itu belakangan. Pada akhirnya juga akan dihadapi cepat atau lambat.

Naruto tersenyum. Detik kemudian ia mulai berpikir.

"Eto.. Siapa ya? Menurutmu siapa Sasuke?" Naruto malah bertanya kepada Sasuke.

Sasuke mendecih "Itu kan kucingmu. Kenapa kau tanya aku?" ucap Sasuke.

Naruto kesal karena sifat Sasuke.

"Err.. kalau begitu namamu adalah FOX." ucap Naruto. ia mengelus kucing itu.

Sasuke malah tertawa sinis.

"Kau tidak bisa menamai Cat dengan sebutan Fox Bodoh." ucap Sasuke.

"A-APA?! Terserah aku Sasuke idiot!" Ucap Naruto sewot.

"Aku tau kau bodoh, namun apa kau sebodoh ini tidak bisa membedakan mana kucing mana rubah?" Tanya Sasuke.

Shikamaru memutar bola mata. Ya, mulai lagi deh. Tapi biarlah, bertengkar tandanya mereka sudah seperti biasanya.

"Err.. begitu ya?" Tanya Naruto polos. ".. Kalau begitu akan kunamai dia Ancient Black Dragon." ucap Naruto.

Shikamaru hampir terjatuh dari tempatnya berdiri, saat mendengar nama yang diutarakan Naruto. Sepertinya Naruto kebanyakan nonton kartun.

"Cari nama yang normal saja Dobe!" ucap Sasuke yang merasa Naruto memang harus dikarantina di RSJ.

Naruto cemberut lagi.

"PROTES TERUS SIH?!" Ucap Naruto dengan nada tinggi karena terus diinterupsi.

"Itu karena kau menamai kucing dengan nama yang aneh aneh!" Balas Sasuke tidak mau kalah.

Naruto hanya menatap geram Sasuke.

"Baiklah akan ku namai dia 'SASUKE'!" Ucap Naruto.

"KAU MAU MATI HAH?!" Oke, Kini Sasuke mulai kehilangan kesabaran.

Melihat temannya yang akan berkelahi lagi. Shikamaru mulai berucap.

"Sudah. namai dia Fox saja.. aku pikir itu nama yang cukup bagus." Ucap Shikamaru.

Naruto menatap Shikamaru, ia kemudian mengangguk.

"Sudah kubilang!"

.

.

"Banyak yang terjadi, Aku bahkan tidak mengingat sudah berapa banyak waktu yang sudah terlewat. Tanpa sadar, 'Pagi' yang lain telah datang kembali"

.

.

Naruto, Sasuke dan Shikamaru kini tengah berjalan menyusuri jalan menuju sekolah. Ya, mereka memilih untuk berangkat hari ini. Luka kecil tidak akan menghalangi mereka untuk beraktivitas. Lagipula tidak akan menyenangkan kalau hanya Shikamaru saja yang berangkat sekolah. Kasihan dia.

"Apa tidak apa apa kita meninggalkan Fox sendirian di rumah?" tanya Naruto kepada Shikamaru dan Sasuke.

"Memang kau mau membawanya ke sekolah?" tanya Shikamaru.

"Itu kan kucingmu. Kalau dia berbuat kekacauan, kau yang tanggung." ucap Sasuke melanjutkan.

Namun Naruto hanya diam. Melihat Naruto yang khawatir, Shikamaru segera menambahi.

"Tidak perlu khawatir Naruto, dia hanya kucing. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain tidur." ucap Shikamaru.

Naruto menghela nafas. 'Ya, mungkin kau benar.' Naruto hanya terlalu khawatir. Mungkin karena mengunci seekor kucing sendirian di dalam rumah.

.

Setelah berbincang ringan. Tak beberapa lama mereka sudah sampai di pekarangan konoha gakuen.

Namun yang membuat mereka bertiga terkejut adalah Tsunade telah berdiri di sana. Di tengah-tengah halaman depan Konoha gakuen yang luas dengan menenteng tangan.

Mereka bertiga yang melihatnya sesegera mungkin berjalan lewat tepi dan menghindari sang Raja Iblis. Setidaknya itu yang dipikirkan mereka sebelum mereka dipanggil dan diisyaratkan untuk mendekat.

Akh! memang si nenek tua ini sedang menunggu mereka bertiga.

Saat mereka sudah ada di depan Tsunade. Tsunade merubah posisi dari menenteng tangan menjadi melipat tangan.

"Hoho~ Kalian masih ingin sekolah eh? Aku pikir kalian kabur karena menyerah." ucap Tsunade.

sedangkan ketiganya hanya tertawa garing.

Ya, ini adalah waktu yang tidak tepat. Dimana mereka diceramahi di depan sekolahan, bahkan ada banyak murid yang berlalu lalang. Sepertinya nenek tua ini berniat mempermalukan mereka.

"Err.. Kami tidak kabur Tsunade-sama.." ucap Naruto mencoba mengelak ".. kami hanya mengambil cuti."

BLETAK! kepala Naruto dipukul oleh Tsunade. Naruto meringis kesakitan.

.

"KAU.." Tsunade menunjuk Naruto. "Kau tidak berangkat kemarin?!" ucap Tsunade.

"..."

Tsunade lalu menunjuk Shikamaru dan Sasuke.

"Kalian!.." ucapnya kepada Shikamaru dan Sasuke ".. Kalian kabur dan membolos kemarin!" ucap Tsunade.

'Akh! ketahuan.'

"Dan kalau dilihat. kalian sepertinya melupakan sesuatu?" tanya Tsunade penuh selidik.

Ketiganya menatap Tsunade heran.

"Oh benar! bukankah dua diantara kalian aku suruh memakai kacamata?!" tanya Tsunade.

"Akh!" Sasuke mendecak. Sepertinya Tsunade memang berniat mengokreksi setiap kesalahan yang mereka bertiga perbuat. Ini masih pagi nenek tua. Tahan amarahmu!

"Hn.. punyaku patah" ucap Sasuke.

"err.. punyaku hilang!" Balas Naruto. Padahal sebenarnya tidak.

sedangkan Shikamaru hanya diam. Tsuande menatap ketiga pemuda itu emosi.

"Alasan!" Bentak Tsuande. ketiga pemuda itu terjengat kaget.

"Aku tidak tau hukuman apa yang harus aku beri kepada kalian.." ucap Tsunade. ".. yang aku tau, ini akan menjadi hukuman yang SANGAT BERAT!" ucap Tsunade menekankan kata 'sangat berat.'

GLEK! Mereka bertiga menelan ludah.

"Aku mengharapkan kalian bisa tinggal lebih lama di gubuk tua itu." ucap Tsunade.

Ketiga pemuda yang diajak bicara hanya bisa merinding.

Menghiraukan banyak tatapan mata dari orang orang yang sedang berangkat sekolah, yang menatap mereka berempat. Tsunade segera melanjutkan kata katanya.

"Tiga kali kesalahan.. berarti tambah 3 bulan." ucap Tsunade.

"APA?!" Teriak mereka hampir berbarengan.

Tsunade tersenyum.

"T-tunggu dulu. kau tidak bisa memutuskannya secara sepihak!" ucap Shikamaru tegas. ia merasa tidak terima.

"Sepihak eh? Perjanjian ada di kontrak yang aku berikan kepada kalian di hari pertama!" ucap Tsunade. Tentu saja ia membahas soal perjanjian yang ia berikan sewaktu mereka mulai pindah di rumah tua itu.

"OI! Itu kontrak tidak resmi! ini tidak bisa diterima!" ucap Naruto menambahi.

Tsunade menatap 3 orang yang ada di depannya galak.

"Oya?! lalu apa yang kalian inginkan?!" ucap Tsunade.

ketiganya berpikir.

"Err.. kami menuntut hukuman yang adil!" Ucap Naruto.

Sasuke dan Shikamaru mengangguk, menandakan ia setuju dengan Naruto.

Tsunade menyeringai.

"Adil eh?.." tanya Tsunade.

.

ia menimang sesuatu sebelum berucap.

.

".. Baiklah! Karena aku sedang baik. untuk sekarang, jangka waktu tinggal kalian tidak akan aku tambahi! tapi awas saja kalau kalian membuat kesalahan lagi, aku akan pastikan kalian tinggal disana sampai kelulusan!" ucap Tsunade tegas.

Ketiga pemuda itu menghela nafas lega.

.

"Hehe.. terimakasih atas kerja samanya Tsunade-sama." Ucap Naruto. ia menyalami Tsunade.

kemudian mereka berniat pergi dari situ. Shikamaru dan Sasuke mengekor di belakang Naruto yang bersiap nyelonong pergi.

Namun itu sebelum Tsunade menyetop mereka dengan tangan kirinya.

"Tunggu dulu.." ucap Tsunade.

mereka bertia menoleh,

"Kali ini apa lagi?" tanya Sasuke. Oke, ia mulai tidak sabar.

"siapa bilang kalian tidak mendapat hukuman pengganti.." ucap Tsunade lagi.

"Hah?"

.

"Sekarang, Lari 50 kali mengitari halaman sekolahan!" ucap Tsunade tegas.

"APA?!" mereka bertiga melongo.

"Apa-NGGAK!" bentah Naruto.

"Kau mau menyiksa kami?!" tanya Sasuke tidak percaya.

Tsunade tersenyum.

"Lari 50x atau tambah 3 bulan? Up to you." ucap Tsunade.

"Aa-" Mereka bertiga kehabisan kata kata. kalau dipikir pikir, Lari lebih enteng dari hukuman 3 bulan.

ketiga pemuda itu saling pandang. merembug sesuatu.

Ya, lebih baik capek sekarat daripada mati sebagai tahanan.

Mereka melirik ke halaman konoha gakuen yang sangat luas. GLEK! ini akan menjadi pagi yang sangat panjang.

.

.

"Yah, Mungkin Tsunade-sama memang benar. Hidup ini manusia harus berlari. Mereka tidak akan mendapatkan apa apa kalau hanya berdiam diri. Dan mere-ARRG! Tau Ah Gelap!"

.

.

Jam pulang sekolah.

Shikamaru, Naruto dan Sasuke kini tengah berada di sebuah ruangan yang gelap gulita. mereka berdiri sejajar di depan sebuah meja dengan tegang. Mereka hanya tidak menyangka kenapa mereka bisa berakhir disini.

Sedangkan Naruto hanya menatap waspada di sekitarnya.

Sasuke berbisik di samping Naruto

"Oy Dobe.. aku tidak menyangka kau bisa masuk ke Klub yang seperti ini." Bisik Sasuke pelan. Naruto menoleh, sedangkan Shikamaru sedikit sedikit memperhatikan.

"Tetap waspada Sasuke. kita harus mengantisipasi serangan kejutan!" Balas Naruto. ia masih melirik sana sini. Mencoba tetap memperhatikan sekitar.

Ya, Mereka bertiga kini tengah berada di ruangan klub drama. Sebenarnya mereka berniat segera pulang, mengingat kaki mereka sangat pegal karena berlari sepanjang pagi mengitari halaman sekolah.

Namun saat mereka melewati lorong lantai 2. Dua orang mencegat mereka dan memberitahu bahwa ada rapat klub. Tentu saja mereka paham apa yang dimaksud klub, karena mereka mengisi formulir pendaftaran dengan tidak ikhlas. Terutama Naruto yang sudah kenal betul siapa dua orang yang mencegat mereka.

Ya, kedua orang itu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah sekarang adalah seorang gadis yang Hanya nampak siluetnya saja yang tengah berdiri di depan mereka bertiga. The Dangerous Girl.

Pencahayaan yang minimmembuat mereka bertiga hanya diam dan tidak berbuat apa apa. Di dalam ruangan hanya ada mereka berempat, karena dua orang yang menyuruh mereka masuk tadi sekarang tengah pamit pergi ke suatu tempat.

Saat Naruto melihat siluet itu beranjak dan berjalan kebelakangnya. Naruto segera berucap,

"AWAS! serangan datang!" Bisik Naruto kepada Shikamaru dan Sasuke.

TAP!

"HUWAAA!" Naruto berteriak saat dirasanya ada cahaya yang masuk mengenai retinanya.

Sedangkan Matsuri yang menyentuh saklar lampu hanya bisa menatap Naruto heran saat ia memasang kuda kuda.

"Hah? Kau kenapa Naruto-senpai?" Tanya Matsuri.

"Eh?!"

Sedangkan Sasuke dan Shikamaru menatap Naruto heran. Lalu mereka menoleh dan menatap gadis yang ada di depannya. 'siapa gadis ini?'

Gadis yang merasa ditatap hanya tersenyum.

"Hola~ Sasuke-senpai, Shikamaru-senpai, aku adalah ketua klub ini. Namaku Matsuri." ucap Matsuri ceria.

sedangkan Sasuke dan Shikamaru hanya ber 'Oh' ria.

Matsuri tersenyum lagi.

"Selamat datang dan terimakasih telah bergabung dengan klub drama." ucap Matsuri. ia membungkuk tanda menghormat.

"Tunggu dulu! Ini Aneh!" Batin Naruto.

"E-eh?" Shikamaru dan Sasuke yang melihat Matsuri membungkuk merasa tidak enak, mereka pun balas membungkuk.

sebenarnya kan mereka tidak berniat masuk ke klub ini. Namun ini karena paksaan Tsunade. ya, apa boleh buat. Semua sudah terjadi. Yang penting dijalani.

sedangkan Naruto. Ia malah celingak celinguk memastikan sesuatu. Merasa tidak ada yang membahayakan nyawa di ruangan itu, ia pun segera melonggarkan pikirannya.

.

Tak lama, Yukata dan Gaara pun memasuki ruangan dengan membawa 4 buah kantung plastik besar.

"Oh, Dan perkenalkan mereka, Yukata dan Gaara-senpai!" ucap Matsuri memperkenalkan Gaara dan Yukata yang baru datang kepada Sasuke dan Shikamaru.

"E-eh"

"Gaara Sabaku."

"Hn."

"N-Namaku Yukata-desu.. salam kenal Shikamaru-senpai, Sasuke-senpai."

Mereka bersalaman dengan kedua orang yang baru masuk. Shikamaru dan Sasuke sedikit curiga dengan gadis berambut hitam yang mereka ajak bersalaman. Masih teringat desas desus yang dikatakan Yamanaka tempo hari. sebenarnya dia pacar Naruto atau bukan sih?

Di sisi lain. Oke, Naruto benar benar curiga sekarang.

"AH Kalau dipikir pikir ini sangat ANEH!" bentak Naruto tiba tiba.

Sasuke dan Shikamaru mengernyitkan dahi.

"Kau dari tadi kenapa sih dobe?" tanya Sasuke yang merasa sikap Naruto menjadi aneh.

"KAU!" Naruto menunjuk Matsuri. "Kenapa sikapmu menjadi lembut sekali?!" tanyanya curiga.

Matsuri memiringkan kepalanya. "Apa maksudmu Senpai?" tanya Matsuri.

"Apa maksudku?! Itu aneh! Sifatmu berubah!"

"Hah?"

"apa?"

"Err?"

"Bagaimana bisa kau mengikatku dan memaksaku masuk klub drama? padahal kau menyambut Sasuke dan Shikamaru dengan sopan? Wut the heeeellll?!" ucap Naruto tidak terima.

"..." Semuanya yang ada disana terdiam.

Matsuri memutar bola matanya. ia lalu mendekati jejeran kantung plastik yang dibawa Gaara dan Yukata tadi. Lalu mengeluarkan sebuah kotak berisi kue tart.

Menghiraukan Naruto yang berkicau. Matsuri segera membuka kue itu dan mengeluarkan isinya.

"Nah! kalau begitu ayo kita makan." ucap Matsuri senang. Ia tidak pernah merasa se senang ini dalam hidupnya.

Sasuke dan Shikamaru saling pandang.

Sasuke mengernyitkan dahi.

"Bukankah kita akan rapat?" tanya Sasuke.

Yukata memotong Sebagian kue tart. Ia menjawab pertanyaan Sasuke tanpa menoleh.

"Apa maksudmu rapat Sasuke-senpai, ini adalah penyambutan Anggota baru." ucap Yukata. ia memberikan Sepotong demi sepotong kepada orang orang yang ada di ruangan itu.

"Err..Terimakasih." ucap Shikamaru sembari menerima sepotong kue. Ah, Shikamaru tidak mengerti. Namun kue tetaplah kue. Well, Sepertinya klub drama tidak terlalu buruk.

Sedangkan Naruto malah menganga karena ia tidak digubris.

Tanpa disangka Naruto disuapi secara sengaja oleh Yukata. Naruto yang kaget tentu saja mundur beberapa langkah karena potongan kecil kue itu menyentuh bibirnya. bibirnya berlumuran krim.

"O-oi!" Protes Naruto.

Namun Yukata malah tersenyum. "Sudah Nikmati saja senpai! Jarang jarang Masturi-chan baik kan? lagipula ini gratis." ucap Yukata.

Naruto menatap Matsuri beberapa saat. Matsuri tersenyum manis.

Akhirnya dia mengalah.

"Huhh.. Baiklah!" Naruto akhirnya mengalah dan ikut menikmati suasana aneh ini.

.

sedangkan Sasuke akhirnya juga mengambil kursi dan duduk. Kue nya hanya ia lihat saja.

Gaara yang ada di depannya tentu saja heran.

"Kau tidak suka kue? Sasuke?" Tanya Gaara.

Sasuke melirik Gaara yang menatapnya. dengan enteng dia menjawab.

"Aku tidak suka makanan manis." ucap Sasuke. ia hanya memainkan sendoknya.

Gaara tersenyum.

"Ini Mocca Tart.." ucap Gaara. "..coba dulu." ucap Gaara.

Sasuke menatap Gaara, lalu berganti menatap sepotong kue itu. Dengan ragu ia mencoba menyendoknya dan mencicipi.

Sasuke mengernyitkan dahi.

Rasanya tidak terlalu manis. Namun lembut sekali. Entah kenapa ini sangat cocok dengan lidahnya. Biasanya Sasuke akan mual kalau lidahnya menyentuh makanan manis. Namun ini. hmm.. Rasanya lumayan.

Sasuke tersenyum. dia menggeleng. dia pun mulai menyendok sedikit demi sedikit kue nya.

Gaara ikut tersenyum.

'Yah, Setidaknya. Klub ini tidak terlalu buruk.' Batin Sasuke.

.

.

Matsuri menatap orang orang yang ada di ruangan itu bergantian. Ia melihat Gaara yang sedang makan kue sembari berbincang dengan Sasuke.

Di lain sisi, Naruto sedang marah karena dikerjai oleh Yukata menggunakan Krim tart. sedangkan Shikamaru hanya mengomentari Naruto yang protes tentang kejahilan yukata.

Matsuri tersenyum senang.

.

Entah kenapa, rasanya sangat menyenangkan.

.

Mungkin ini yang dinamakan sebuah klub?

.

Yah, Matsuri menggunakan uang jajannya untuk membelikan sesuatu kepada Anggota baru. Namun perasaan bahagia ini, Sepertinya tidak cukup kalau hanya dibayar dengan makanan kecil kecilan seperti ini.

Matsuri senang sekali. Ia terharu.

.

.

"Terimakasih." Gumamnya pelan.

.

.

.

"Ya, diawali dengan buruk tapi berbuah manis? Mungkin ini adalah apa yang dimaksud Happy ending? ah, aku sendiri tidak tau."

.

"Menyenangkan menghabiskan waktu dengan orang yang berarti kan?"

.

.

"Setidaknya aku belajar sesuatu,

Beban tidak harus kutanggung sendiri."

.

.

"Selama masih ada seorang sahabat yang mau memberi pundak untuk bersandar."

.

.

"Apa yang kau rasakan, Aku juga rasakan."

.

.

"karena pada dasarnya,"

.

.

"Aku adalah dirimu."

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

.


Hmm. Author sangat sedih harus mengakhirnya seperti ini.. namun apa daya, ini adalah cerita yang berat, meski banyak rintangan yang menghalangi sepak terjang mereka.

.

Saya tidak yakin Reader sudah puas dengan friendship seperti ini.

.

tapi setidaknya, saya cukup senang menulis untuk para readers sekalian.

.

sekian dari Hanzama.

mungkin saya akan mengakhiri dengan kata :

.

FIN

.

~Terimakasih~

~cya cya~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Et tapi tunggu dulu, pertanyaannya adalah :

.

.

"ARE YOU READY FOR STAGE TWO?"

.

REVIEW

V

V

V

V