.

Chapter 17 : Loh?! Kok-?! What the?! is tha?!

.

Banyak yang bilang, Cerita indah berawal dari seorang pangeran yang bertemu dengan tuan putri. Ya, siapa yang tidak kenal dengan cerita Cinderella? atau Snow White? dan mungkin Beast and the Harlo-ehem maksudku Beauty and the Beast.

Err... Yang aku maksudkan adalah, Siapa yang mau mendengar sebuah dongeng tentang tiga orang pemuda yang menjalani hidup susah dan sengsara? dimana mereka hanya berkutat di keseharian mereka yang miskin dan melarat.

Well, aku juga berpikir Cerita itu tidak lebih dari sebuah Junk Tales dibandingkan dengan cerita istana-sentris dari negri dongeng.

.

Namun sang Narator sangat bersikeras menceritakan kisah mereka, seberapapun keras aku menghentikannya. Percaya atau tidak, karena baru saja ada yang berbisik padaku :

'..The Hell Just Begun..'

.

.

.

~I Will Do What I Want~

.

Shikamaru menatap layar HP jadul nya dengan malas. Ya, sedari tadi Shikamaru meminjam HP ini karena ia berulang kali mengingatkan Sasuke untuk menghubungi Tsunade mengenai bahan makanan. Namun nyatanya sekarang Shikamaru sendiri lah yang disuruh menghubungi Tsunade.

Benar, Hampir dua minggu semenjak mereka sampai di rumah ini. Dan Shikamaru memperkirakan bahwa bahan makanan mereka tidak lama lagi akan habis. Tentu saja mereka harus menelpon Tsunade kalau tidak ingin mati kelaparan di rumah tua ini.

Shikamaru yang sedang bersantai di sofa pun dengan ragu mengetik SMS ke nomor yang ia tau betul : 'Raja Iblis'

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

To : Raja Iblis

085XDSFRWXXY

Tsunade-sama, Bahan makanan kami habis. Kami harap bisa dikirmkan lagi persediaan untuk 1 bulan kedepan. terimakasih.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

Shikamaru menggunakan bahasa yang dibuat buat sopan.

setelah dirasa cukup sopan. Shikamaru segera meng klik timbol send.

.

Cukup Lama shikamaru menunggu, Namun akhirnya balasan dari Tsunade datang.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

From : Raja Iblis

085XDSFRWXXY

Baiklah.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

Shikamaru hampir terjatuh dari duduknya saat ia membaca SMS dari Tsunade yang tidak lebih dari 1 kata.

"cih, tidak ada basa basinya sama sekali ih" Gumam, Shikamaru.

.

.

~I Will Do What I Want~

.

.

Sasuke yang berada di depan rumah hanya terbengong. dia sedari tadi diam mengamati orang lewat karena memang tidak ada yang perlu dikerjakan. Ya, dengan beberapa alasan, Konoha gakuen libur hari ini.

Sudah beberapa hari semenjak kejadian Naruto kabur. Sasuke mungkin sedang bersantai karena memang tidak ada kerjaan. Namun entah kenapa pikirannya kalut, ia bawaannya emosi.

Di tangannya ia memegang beberapa kertas yang sudah ia remas remas.

ini aneh. untuk seorang yang pemuda yang sedang menikmati pagi dengan emosi, dia cukup tenang bahkan dengan PeDenya duduk duduk santai di depan rumah. rumah kecil ini memang tidak mempunyai pagar. namun di depan rumah -tepatnya di samping pintu masuk di depan jendela- terdapat bangku panjang terbuat dari kayu yang berfungsi untuk tempat duduk.

oke, Mungkin orang lewat akan menatap heran Sasuke yang duduk di depan rumah seram ini. mengingat rumput yang tadinya janji dibabat Shikamaru nyatanya belum jadi dibabat sampai sekarang. Dasar Einstein Merepotkan itu. Ingin Rasanya ia menyalahkan siapa saja di rumah ini sekarang.

Shikamaru yang sedari tadi berada di rumah. akhirnya keluar menghampiri Sasuke. ia ikut duduk di samping Sasuke. di tangannya ia membawa Segelas teh hangat yang sengaja ia buat untuk dirinya sendiri.

Sluurp.. ah..

Shikamaru menyruput teh hangat itu dengan santai. Aneh sekali, orang normal pasti akan meminum Es teh diwaktu siang seperti ini. Namun Sepertinya Shikamaru melakukan kebalikannya. ah tapi biarlah, orang jenius tau apa yang ia lakukan.

.

Sasuke melirik shikamaru dari sudut matanya.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sasuke memastikan.

Shikamaru menoleh,

"Huh? Teh hangat. Mau?" Tawar Shikamaru kepada Sasuke.

Sasuke hanya mendecih, Ia tidak tau apa yang dipikirkan si jenius itu disaat siang hari seperti ini. 'Dasar bodoh.'

Namun Shikamaru tidak menghiraukan, dan ia segera menyeruput teh itu. Ia sekali kali melirik Sasuke. Sasuke memegang sebuah kertas. Tentu Shikamaru tau kertas apa itu.

"Oh, Kau masih memikirkan tentang surat terror itu?" tanya Shikamaru.

"Hn." gumam Sasuke, ia lalu membolak balik kertas kusut itu. kertas bekas remasan itu ada empat buah. dan setiap lembarnya ada sebuah angka.

Dari beberapa hari yang lalu mereka bertiga terus mendapat surat dengan hitungan angka. Surat pertama berisi angka lima, dikirim di pagi Saat Naruto ingin kabur. dan semenjak itu, setiap 48 jam sekali, akan ada surat lagi yang diselipkan ke pintu mereka. sebenarnya apa maksud surat itu?

Sasuke menimang kertas itu. kertas itu berisikan empat angka di setiap lembarnya. angka 5, 4, 3, 2. Bila perhitungan Sasuke benar, mereka akan mendapat kertas nomor 1 hari ini. Sasuke muak dengan orang yang mengirimi surat tidak jelas ini. Maka dari itu, ia menunggu di depan rumah. Ia akan menghadangnya dan meminta penjelasan. Ia bersumpah, bila siapa saja yang memberi surat ini hanya menyampaikan omong kosong, ia akan menyeretnya dan menguncinya di basement.

Shikamaru menghela nafas melihat tatapan tajam Sasuke ke jalan. Jujur, Shikamaru juga terganggu dengan surat terror tersebut. Shikamaru sempat berpikir kalau itu ulah Naruto, namun sepertinya tidak.

Shikamaru cukup tau, Karena surat itu dikirim berurutan. Shikamaru bisa menyimpulkan itu adalah Countdown. Dan setiap Countdown atau hitungan mundur, pasti akan berbuntut sesuatu yang besar.

"Hhh~"

Sasuke yang mendengar Shikamaru menghela nafas segera menoleh. Ia menatap Shikamaru tajam, Shikamaru yang merasa ditatap akhirnya bertanya.

"Apa?"

Sasuke mengernyitkan dahi.

"Kemana Naruto?" tanyanya kepada Shikamaru.

"Huh? Oh, dia ada di loteng." ucap Shikamaru santai. Sasuke sekarang malah menatap Shikamaru heran.

"Kita punya loteng?" tanya Sasuke heran.

Shikamaru tertawa.

"Kau tau, aku juga terkejut saat pertama tau. Rumah ini tidak terlalu luas, namun bahkan ada Basement dan Loteng. Sepertinya penghuni terdahulu memang menjadikan rumah ini penuh rahasia." ucap Shikamaru.

Mendengar kata 'Rahasia' Sasuke langsung merinding.

Yang ia tau, rumah ini memiliki dua lantai normal. Dan satu lantai B. ia tidak begitu tau lantai dua karena hanya kamar Naruto yang ada di atas. Sedangkan kamar Sasuke bersebelahan dengan kamar Shikamaru di lantai bawah.

Sasuke yang penasaran, ia langsung berdiri dan beranjak dari tempat duduknya. dan menjauhi rumah. Shikamaru heran. Namun Sasuke malah mendongak ke atas.

'Oh benar.' Sasuke selama ini tidak sadar kalau ada sebuah jendela di deretan genteng diatas rumahnya.

Tanpa disangka kepala Naruto menjembul dari jendela itu.

.

"Oy Sasuke! sini!" Ajak Naruto kepada Sasuke dari atas.

Sasuke mengangkat tangan tanda isyarat bertanya.

"Apa yang kau lakukan Naruto?" tanya Sasuke saat ia melihat Naruto. Shikamaru akhirnya mendekati Sasuke dan mendongak ke atas.

"Cepat kesini!" ucap Naruto menyuruh mereka berdua naik.

Shikamaru dan Sasuke pun saling pandang. Mereka mengangkat bahu dan akhirnya menuju lantai 2.

.

Sesampainya di lantai dua. Sasuke menatap heran sebuah tangga panjang yang terbuat dari bambu. sebuah tangga bambu yang menempel di tembok paling ujung rumah ini di lantai dua. Sasuke sudah sering naik ke lantai 2, namun kenapa ia tidak sadar ada sebuah tangga disini.

Shikamaru hanya mengekor dari belakang.

Sasuke pun mendekati tangga bambu itu. ia mendongak, sebuah lubang persegi yang ada di langit langit. 'apa ini pintunya?'

"Naruto?" tanya Sasuke, ia mendongak ke atas.

"Sini naik!" ucap Seseorang dari lubang itu.

Sasuke menatap ragu.

"Naik sini ke atas!" ucap Naruto dari atas.

Sasuke yang masih heran pun akhirnya menurut dan naik memijaki tangga bambu itu dengan perlahan.

Sesampainya di atas ia melihat Naruto yang tengah duduk di sebuah kursi goyang tua. ia bersantai sembari menggoyangkan kursi goyang itu. Di pangkuannya, nampak Fox yang ikut terlelap karena sensasi nyaman kursi goyang.

Sasuke pun naik dan berpijak ke lantai basement yang dingin. Diikuti Shikamaru yang ikut naik kemudian.

Sasuke menatap Naruto bosan karena bertingkah seperti orang tua uzur yang tinggal menunggu mati. Sikap Naruto sekarang mengingatkannya dengan kakeknya Madara.

"Ah! Lihatlah semua barang menakjubkan ini!" ucap Naruto bangga menunjukkan semua objek yang ada di seluruh ruangan.

Saat mereka berdua sudah ada di atas. Sasuke lalu mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru loteng.

Ini baru pertama kali Sasuke kesini, jadi dia sedikit tertarik. ia melihat keadaan sekitar Loteng yang penuh debu itu. lalu pandangannya terhenti ke sebuah obyek kotak besar di sudut.

Di sana terdapat sebuah lemari lebar yang tepat berada di pojok ruangan. Sasuke mendekatinya.

Naruto tersenyum saat melihat Sasuke mendekati lemari itu.

"Lemari tua itu, coba cek isinya Sasuke." titah Naruto.

Sasuke menoleh, ia menatap Naruto bingung. Namun akhirnya ia membuka lemari tua itu. cklek.

WOW!

Sasuke terbengong melihat apa yang ada di dalamnya.

"Tuxedo?" tanya Sasuke menyentuh deretan tuxedo berdebu yang ada di dalam lemari itu.

"Aku tau! hebat kan!" ucap Naruto senang.

Sasuke menatap deretan tuxedo itu. Lima buah setelan tuxedo hitam lengkap dengan sarung tangan dan dasi. Sasuke kini tengah memikirkan kemungkinan siapa orang yang menempati rumah ini sebelum mereka. Untuk seukruan rumah tua yang latarnya seperti rumah hantu, menemukan tuxedo adalah hal yang tidak wajar.

Shikamaru yang tertarik akhirnya ikut menghampiri lemari tua itu. ia juga menatap tuxedo-tuxedo itu dengan heran.

.

"Hm, Aku sekarang benar benar berpikir ini aneh." ungkap Shikamaru. ia menyentuh deretan tuxedo itu.

"Aneh bagaimana Shikamaru?" tanya Naruto. Ia masih sibuk bergoyang di atas kursi dengan Fox.

"Maksudku. Bukankah di basement kita juga menemukan lemari yang berisi gaun Naruto?" tanya Shikamaru mencoba mengingatkan kejadian tempo hari.

Naruto mencoba mengingat.

'Ah benar!' Naruto ingat kejadian tempo hari dimana ia membersihkan basement dengan Shikamaru.

Sasuke yang tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan hanya berlalu dan mencoba mengecek barang barang yang lain.

"Itu tidak aneh.." ucap Sasuke tiba tiba.

"Hah?"

"Huh?"

Melihat teman-temannya yang menatapnya heran. Sasuke segera melanjutkan kata katanya.

"Menyimpan Tuxedo dan Gaun di rumah tua.. itu tidak aneh.." ucap Sasuke.

"...Yang aneh adalah saat kau menyimpan mayat." lanjut Sasuke.

Naruto hampir terjungkal mendengar kesimpulan Sasuke.

"J-jangan menakut nakuti Sasuke!" ucap Naruto ngeri sendiri.

Sasuke mengangkat bahu. "Itu hanya pendapatku dobe." ucap Sasuke lagi. Ia lalu menghampiri sebuah rak yang tergantung di dinding. Ia menyentuh deretan cat semprot yang ditata rapi dijejerkan di sepanjang rak kecil itu.

.

"Namun ini cukup mengejutkan saat melihat barang barang disini." ucap Sasuke. ia meneliti setiap barang yang ada di sana. Termasuk tumpukan kardus dan beberapa barang yang tertutup kain putih.

"Ya, aku jadi penasaran siapa yang menempati rumah ini sebelum kita." ucap Shikamaru. Ia mendekati sebuah bat baseball yang bertengger di sebuah keranjang.

Sasuke dan Naruto hanya mendengarkan dan tidak berniat menanggapi karena mereka juga tidak punya ide apapun tentang siapa yang menempati rumah ini sebelum mereka.

.

Sasuke masih menelusuri deretan barang yang ada di loteng tua ini. Dia sempat melirik sebuah kamera analog tua yang menarik perhatiannya. Namun saat ia berniat menghampiri benda klasik itu, telinganya menangkap sebuah suara dari depan rumah.

Sasuke menghentikan kegiatannya dan menajamkan pendengarannya.

Sebuah suara bising seperti suara sepeda motor. Naruto dan Shikamaru yang juga mendengarnya pun mendekati jendela loteng.

Mereka mengintip melalui kaca jendela berdebu di atas loteng.

Bola mata mereka hampir copot saat menyadari siapa yang ada di depan rumah.

"O-oi.. bukankah itu ibiki?" tanya Naruto kepada Shikamaru. Ia menundukkan sedikit kepalanya, Sembari memegangi Fox yang juga mendongak seakan ingin melihat.

Sasuke yang merasa heran akhirnya juga mendekati jendela dan berdesak-desakan mencoba mengintip siapa sosok yang ada di depan.

"Kenapa ibiki bisa ada disini?" tanya Shikamaru lebih ke dirinya sendiri. Namun yang lebih membuatnya terkejut adalah kedatangannya menaiki motor Harley Davidson. Itu adalah sumber bunyi bising yang mereka dengar. Seorang Laki laki dewasa bercondet yang menaiki motor-gede. Pasti tidak ada yang menyangka kalau orang ini adalah seorang guru.

Mereka berempat diam mengamati perawakan sosok Ibiki yang memarkirkan motornya di trotoar. Lalu sosok itu beranjak dan berjalan melewati pekarangan rumah kecil mereka dan menuju pintu masuk.

Sepertinya Ibiki berniat bertamu ke kediaman mereka bertiga.

.

.

.

Skip

.

Naruto, Shikamaru dan Sasuke kini tengah berada di ruang tamu mereka sendiri, raut tegang jelas tampak di wajah mereka. kenapa mereka tegang?

Salahkan saja orang yang ada di depan mereka, orang yang menatap mereka tajam sedari tadi. Yang membuat ketiga pemuda ini hanya menunduk. Sesekali melirik. Sudah 10 menit berlalu semenjak orang ini datang. Namun dia belum menjelaskan maksud kedatangannya.

Mereka bertiga heran. Apa orang dewasa memang sangat hobi membuang waktu. Naruto sebenarnya tadi sempat bertanya. "Ada apa gerangan Sensei kemari?"

Namun pertanyaan itu dibalas dengan tatapan tajam. Naruto langsung memalingkan pandangannya dan tidak berni bertanya lagi.

.

Sebenarnya ibiki dari tadi menunggu. Ya, pria ini menunggu.. Ia heran, apa tuan rumah -maksudnya mereka bertiga- tidak tau tata krama? maksudnya, memang begini cara menyambut tamu?

"Aku heran dengan kalian!" ucap Ibiki. Naruto, Shikamaru dan Sasuke menatap ibiki. Mereka masih duduk berjajar.

"..." Namun tidak ada yang berani merespon.

"Apa begini cara kalian menerima tamu?!" ucap Ibiki. Membuat tiga orang itu hanya diam dan bingung. Ya! mereka bingung!

"Hah?"

"Huh?"

"Wha?"

Ibiki yang malah dihadiahi tampang dongo hanya bisa mendecih.

"Apa kalian tidak pernah mendapat tamu sebelumnya?!" ucapnya sedikit keras. Membuat mereka bertiga sedikit tertegun.

'Apaan sih maksudnya?' Batin Naruto. Oke, sebenarnya mereka memang baru pertama kali menyambut tamu.

'Memang kami harus apa? Menyopot sepatu dan jaketmu?' Batin Shikamaru malas.

Sedangkan Sasuke hanya berpikir. 'Memang apa yang salah?' Namun nihil, Sasuke tidak bisa memikirkan kemungkinan kesalahan mereka. Justru ia menganggap ibiki yang salah karena dari tadi hanya duduk tanpa mengucapkan apapun.

.

Ibiki yang merasa emosi akhirnya menggebrak meja mereka.

BRAKK!

Aku heran, Guru yang satu ini senang sekali menggebrak meja.

"WWHOAA!"

"AKH!"

.

"BUATKAN MINUM BODOH!" Ucap Ibiki lantang. Shikamaru hanpir terprosot dari tempatnya duduk.

Sedangkan Naruto dan Sasuke hanya melongo.

Detik berikutnya mereka menatap Shikamaru. 'Tunggu dulu, kenapa kalian menatapku?' Shikamaru hanya menoleh dan mengangkat bahu. mengisyaratkan tanya 'Apa?!'

Namun tatapan Ibiki yang tajam kepada Shikamaru membuat dia tidak punya pilikan dan segera melesat ke dapur setelah ia mengucap,

"Y-yes sir."

.

Setelah Shikamaru berlalu, Ibiki langsung menatap intens Sasuke dan Naruto.

Ia lalu mengeluarkan sebuah amplop dari menaruhnya di meja, Menyodorkan kepada mereka berdua.

Sasuke dan Naruto menatap amplop itu heran,

"Apa ini?" tanya Sasuke.

Namun ibiki hanya mendecih.

"Cih, Mana aku tau bodoh. Tadi pagi aku ke rumah Tsunade-sama untuk memberikan dokumen murid baru, dan saat ingin pulang aku dititipi amplop tersebut. Dia bilang untuk mengantarkannya ke kalian bertiga." ucap Ibiki panjang lebar.

Sasuke hanya menatap ibiki heran. Ia lalu menatap Naruto, dan beralih ke amplop coklat itu.

Sasuke mengambilnya. Ia berniat membukanya.

namun dicegah oleh ibiki.

"Tunggu dulu..." ucap ibiki

Sasuke menoleh.

"Aku tidak yakin itu kabar baik, Jadi biarkan aku pulang terlebih dahulu dan kalian boleh membukanya." ucap Ibiki seenaknya.

Bulu kuduk Naruto merinding saat ibiki berkata 'Aku tidak yakin itu kabar baik'

.

"Well, sepertinya hanya itu.. keperluanku.. jadi tuan tuan, ijinkan aku permisi." ucap ibiki, sebelum beranjak menuju pintu masuk.

"Tunggu.. Lalu minumannya?" tanya Naruto saat menyadari Ibiki akan pergi sebelum Shikamaru datang.

Ibiki menyeringai.

"Itu tidak perlu.." balas ibiki.

"Hah?"

"Anggap saja pelajaran untuk kalian agar lain kali kalian harus sopan terhadap tamu." lanjut ibiki. Senyumannya ia tampakkan tanda mengejek.

"A-AP-?" Naruto tidak pernah merasa marah seaneh ini dalam hidupnya. Jujur, ingin sekali ia mengikat pria bercondet ini dan menyeretnya mengitari konoha.

Setidaknya kalian mendapat satu pembelajaran lagi.

Sasuke menatap ibiki yang berlalu sebelum akhirnya ia kembali menatap amplop itu.

.

tak lama, Shikamaru keluar dari dapur dan membawakan minuman.

"Hah? Dimana Ibiki?" tanya Shikamaru. Ia heran karena orang yang ngotot minta minum itu raib.

"Hn, Dia sudah pulang." ucap Naruto santai, Mengabaikan ekspresi Shikamaru yang cengo.

"Lalu minumannya?!" ucap shikamaru, suaranya sedikit meninggi.

"Hn, itu tidak penting. sekarang.. ada yang lebih penting." Lanjut sasuke, ia menunjukkan amplop coklat yang ada di genggamannya.

Shikamaru menatap heran amplop yang dipegang Sasuke.

"Dari siapa?" tanya Shikamaru. ia meletakkan nampan berisi segelas teh ke meja ruang tamu dan ikut duduk.

"Hn. Tsunade." jawab Sasuke.

.

"Oh.." Hanya itu respon Shikamaru.

"Mungkin itu uang." Lanjut Shikamaru.

Sasuke dan Naruto saling pandang.

"Uang?" tanya Sasuke heran.

Shikamaru mengangkat bahu.

"Well, aku kemarin menghubungi Tsunade untuk mengkonfirmasi bahan makanan. Dan dia hanya bilang 'Baiklah' tanpa protes. aku pikir dia akan mengirimkan barang jadi, tapi sepertinya dia memberi mentahnya." ucap Shikamaru panjang lebar.

Sasuke masih tidak yakin. Aneh, tidak biasanya Tsunade mengirimkan uang. Maksudku? Bahkan sejak hari pertama mereka kesini, diberi pesangon saja tidak kan?

Sedangkan Naruto juga berpikiran sama. Entah kenapa, untuk sekarang Pikirannya lebih percaya dengan Ibiki dibanding Shikamaru.

"Untuk memastikan, kenapa tidak kau buka saja?" lanjut Shikamaru akhirnya.

GLEK! Sasuke menelan ludah. Ia tidak yakin dengan perkataan Shikamaru, jadi cara terakhir adalah memastikannya.

.

SREKKKK! Sasuke merobek ujung amplop yang tersgel rapat itu.

Shikamaru dan Naruto menatap Sasuke tegang.

.

.

Saat Sasuke melihat apa yang ada di dalamnya,

"Hah?" Sasuke menatap heran sebuah kertas putih yang terselip di dalam amplop itu.

Sasuke mengambilnya. Lalu membuka lipatan kertas itu. Diikuti mata Shikamaru dan Naruto yang masih setia mengamati setiap gerak gerik Sasuke.

dan Isinya adalah,

.

.

.

"Angka 1."

Whatt?

.

T-tunggu dulu, Sasuke melotot melihat kertas tidak jelas itu. Ini adalah sambungan kertas teror yang mereka dapat.

.

"Cih." Sasuke meremas Kertas omong kosong itu. Sepertinya yang mengerjai Mereka dari kemarin adalah Tsunade sendiri.

Sasuke lalu membantingnya ke lantai dan menginjaknya. Dengan ekspresi dingin, ia menginjak kertas itu.

"O-oi!" Shikamaru protes karena melihat Sasuke yang seenaknya menginjak injak kertas yang tidak berdosa.

tanpa berkata apapun Sasuke langsung pergi dan beranjak dari tempat itu.

meninggalkan Shikamaru dan Naruto yang kebingungan.

.

"Sebenarnya Sasuke kenapa sih?" tanya Naruto lebih ke dirinya sendiri.

"Dasar labil." sambung Shikamaru.

Naruto mengambil kertas yang telah disiksa Sasuke tadi. ia membuka kepalannya. Angka 1. Ia lalu dengan seenaknya mengambil Minuman yang susah payah dibuat Shikamaru.

Namun Shikamaru sepertinya hanya membiarkan.

Saat Naruto membalik kertas lecek itu. Ia melirik sebuah tulisan lain yang ada di sana.

Sembari menyeruput teh di gelas. Ia membacanya.

dan.

"Ahk-uhuk uhuk.." Ia tersedak karena membaca tulisan itu.

Shikamaru yang melihat Naruto tersedak malah panik.

"Oi kau kenapa Naruto?" tanya Shikamaru.

"Uhuk uhuk.." Naruto masih terbatuk batuk, Ia menyerahkan Surat itu kepada Shikamaru.

Shikamaru tentu saja heran. Ia menerima kertas itu dan membilak baliknya.

Ah, ada tulisan lain. dia membaca pelan tulisan itu.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Dari : Tsunade.

Oya. sepertinya ini sudah hampir dua minggu kalian di rumah tua itu kan?

sekedar mengingatkan saja, Jatah makanan itu hanya untuk 2 minggu. dan aku TIDAK bertanggung jawab dengan kelangsungan hidup kalian di hari berikutnya.

Kalau kalian mau makan. Ya KERJA!

.

Oke, Sekian :*

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

"HAHHH?!" Shikamaru terlonjak kaget dengan maklumat Tsunade. tidak pernah ia merasa dihina seperti ini.

Ia meremas kembali kertas itu.

'Baiklah? baiklah NDASMU!" batin Shikamaru saat mengingat balasan SMS tsunade tempo hari.

"Uhuh ehemm" Naruto memegangi dadanya yang sakit. Batuk Naruto sepertinya sudah reda.

Namun shikamaru hanya menghiraukan dan malah membanting kertas itu lalu menginjak injaknya. Sama seperti Sasuke tadi.

Dasar labil.

.

.

Ya, sepertinya cobaan lain akan datang menghampiri mereka.

.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Comin Soon

.

.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Well well, Sepertinya saya memang belum rela fanfic ini tamat. dan yah ini adalah sebuah akar yang baru. karena apa? di chapter kemarin mereka terlihat sangat bahagia.

makannya..

seperti yang selalu Author tekankan.

mari kita jauhkan sedikit harapan mereka.

..

REVIEW?

v

v

v