chapter 18 : Itu Terjadi Begitu Saja
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Rating : T(+)
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Comin Soon
.
(Warning.. anda memasuki penggambaran cerita yang di sajikan secara dramatic)
Di sebuah ruangan yang gelap, nampak tiga orang pemuda yang sedang mendiskusikan sesuatu. di depan mereka nampak beberapa barang yang disoroti dengan lampu belajar. Lampu ruangan yang dimatikan menjelaskan bahwa ini adalah diskusi yang sangat alot dan berat.
Pemuda jabrik yang sedari tadi hanya berkutat dengan pikirannya, mulai menatap kedua temannya yang berpandangan serius.
"Sekarang aku mulai ragu kita bisa menang.." Batin Pemuda itu.
Ia menatap surat baru yang dikirimkan musuhnya tadi siang. Ia tidak menyangka deklarasi perang akan datang secepat ini.
"Apa benar kita masih bisa bertahan." Batinnya lagi, Keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya.
'Cih, Dasar Nenek tua sialan itu.'
Ia lalu menatap kedua sekutunya, mengisyaratkan kalau mereka harus punya rencana.
"Para sekutu sekalian..." ucapnya,
.
.
"-Sudahlah Naruto Kenapa kita tidak nyalakan lampunya saja sih." ucap Shikamaru tiba tiba.
Ah, Hancurlah sudah kesan tegang yang susah susah dibangun.
Shikamaru menatap Naruto bosan. Yah, mereka sedari tadi sedang mendiskusikan tentang surat Tsunade. Mereka disuruh kerja untuk menghidupi diri sendiri.
BRAK! Naruto malah menggebrak meja, membuat Shikamaru terjenggat.
"Ini lebih penting Shikamaru!" balas Naruto sembari mengibaskan kertas Tsunade.
"..."
"Lagipula? Kenapa juga kita harus kerja? percumah dong kita kaya kalau kekayaan itu tidak bisa menjamin hidup kita!" bentak Naruto galak.
"..."
"Jelas sekali bahwa nenek tua itu menginginkan peperangan!" bentak Naruto lagi.
Shikamaru menghela nafas. Sepertinya memang ada yang salah dengan otak Naruto. Tapi dia juga tidak bisa memungkiri, kalau perturan ini sudah melenceng jauh dari perkiraan awalnya. maksudku, kita memang tidak diberi fasilitas apapun. Namun sekarang? kita bahkan tidak diberi jatah makan. What The Heck?
"Bagaimana kita bisa bertahan kalau pada akhirnya akan seperti ini!" bentak Naruto frustasi, lagi dan lagi.
"Kita harus memikirkan jalan keluar.." ucap Shikamaru mencoba berpikir.
DUAK! Naruto semakin emosi meninju punggung meja.
"Tidak akan ada jalan keluar kalau akhirnya sudah seperti ini Shika!" lanjut Naruto. Ia tidak habis pikir dengan Tsunade, sebenarnya apa maksud semua ini? Nenek tua itu benar benar menyulut api! Mengkekang hidup orang lain sudah termasuk kejahatan! fack!
"Pasti ada Naruto.. yang harus kita lakukan adalah berpikir.." ucap Shikamaru lagi.
"ARGGGGHH! Berpikir! Berpikir! Tidak semua masalah selalu bisa slesai dengan berpikir Nara! Ini waktunya tindakan!" Balas Naruto sengit.
"a-" shikamaru hanya bungkam, ia tidak tau harus membalas apa.
.
"Hn. Mungkin Dobe benar." Sasuke yang sedari tadi diam akhirnya bersuara. Shikamaru terntu saja terkejut mendengar Sasuke. Benar? Maksudnya?
"Hah?"
"Maksudnya?" tanya Shikamaru yang tidak mengerti.
Sasuke yang melihat kedua temannya menatapnya secara intens hanya diam. Ia lalu menghela nafas dalam.
.
"Pernahkah kalian berpikir untuk merelakan kesempatan keluar dari hukuman dan membalas Tsunade." ucap Sasuke panjang lebar.
"Hah?" Oke, itu kosakata yang tidak dimengerti oleh Naruto.
Shikamaru terdiam beberapa saat. Tunggu dulu-
"M-maksudmu? Melanggar peraturan?" tanya Shikamaru. ah, terimakasih penjelasannya Nara-sensei
Sasuke mengangguk.
Shikamaru melotot tidak percaya. Shikamaru tau apa yang dimaksudkan Sasuke. dengan kata lain ia menyerah untuk keluar dari sini.
"Maksudmu kau ingin menghiraukan semua peraturan Tsunade?" tanya Shikamaru lagi, untuk memastikan.
"Hn."
"Tidak peduli akan hukuman apapun yang akan diberikan oleh Tsunade setelahnya?" tanya Shikamaru lagi, ia masih tidak percaya.
"Ya."
"Dan kau tidak peduli meski kita tidak keluar dari sini bahkan sampai kelulusan?" tanya Shikamaru. ia mulai yakin.
Sasuke mengangguk.
"K-KAU GILA!" Omel Shikamaru. Oke! Gila! Ini Gilaa! Bagaimana Sasuke bahkan bisa berpikir seperti itu?! Memang siapa yang mau berlama-lama di rumah tua ini bahkan untuk satu setengah tahun kedepan?! THIS IS MADDNESS!
Sasuke menoleh, Ia sedikit terkejut dengan teriakan Shikamaru.
"Kau tidak mu-"
"Tidak ada bedanya lagi Shikamaru." Potong Sasuke saat ia mendengar Shikamaru bersiap protes.
"H-ha?"
"Bila Tsunade bahkan tidak mempedulikan kita lagi, Kenapa kita harus mempedulikan peraturannya?" tanya Sasuke serius.
"..." Naruto dan Shikamaru terdiam.
"Semua mengenai Hukuman ini sudah terasa masuk akal di otakku." ucap Sasuke lagi.
"..."
"Sejak awal ternyata kita memang berdiri sendiri." lanjut Sasuke lagi, ia memegangi kepalannya.
Naruto menatap Sasuke heran. Alasan Sasuke memang mudah diterima bahkan untuk Naruto sekalipun. Mereka tidak dalam naungan siapa siapa Sejak hukuman bodoh ini dimulai. Bahkan dari Tsunade.
"Lalu? bagaimana? kita harus kabur? Kembali ke mansion?" tanya Naruto.
Sasuke menoleh menatap Naruto.
"Aku bilang membalas Naruto, bukan menghancurkan masa depan." ucap Sasuke.
"Hah?"
"Kalau kita kabur. Kemungkinan kita tidak bisa sekolah lagi. Aku tidak yakin Saat kita dikeluarkan dari sini, kita bisa mendapat sekoahan yang lebih baik." ucap Sasuke lagi.
Oh, Shikamaru paham apa yang dimaksudkan Sasuke sekarang. Intinya dia tidak masalah dengan hidup seperti ini. Selama tidak ada peraturan aneh yang mengkekangnya.
"Dan terlebih lagi, kalau orang tua kita tau kita pulang sebelum diberi izin Tsunade, mungkin kita akan berakhir dipukuli." lanjut Sasuke.
GLEK!
Naruto bisa membayangkan siapa yang akan memukulinya saat sampai di rumah. Ia membayangkan seorang monster ber aura hitam yang akan memukulinya dengan menggunakan panci penggorengan. Rambut merahnya yang berkibar bahkan tidak bisa hilang dari pikiran Naruto. Naruto menggeleng cepat. tidak tidak!
"Jadi? apa rencanamu?" tanya Shikamaru. Ia sepertinya sudah bisa menerima alasan Sasuke.
Sasuke menoleh ke Shikamaru.
"Tidak ada rencana. Kita hanya perlu, Menjadi diri sendiri."
.
~I Will Do What I Want~
.
Sasuke, Shikamaru dan Naruto kini berjalan santai menuju sekolah. Benar benar santai malah. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Tunggu dulu? Bukankah mereka sudah telat?
Ya, Tadi malam mereka berdebat tentang Mencari pekerjaan, Dan itu membuat mereka tidur sangat larut. Tidak mengherankan kalau pagi ini mereka kesiangan. Namun melihat waktu yang sudah menunjukkan seperempat siang sepertinya mereka berjalan sangat santai.
Mungkin karena Pengaruh kata kata Sasuke tadi malam.
"Nee.. Bukankah kita sudah telat?" tanya Naruto. Ia berjalan lemas diantara Sasuke dan Shikamaru.
"Hn. Kau benar." balas Sasuke. pandangannya lurus kedepan.
"Bukankah seharusnya kita berlari atau semacamnya untuk menghindari telat?" tanya Naruto lagi.
"Hoammmmp.. Sebentar Naruto. Sepertinya kakiku belum terbiasa dengan tanah." ucap Shikamaru semabri menguap lebar.
Ya, tadi pagi yang pertama bangun adalah Sasuke. Sasuke yang terkejut karena menyadari mereka kesiangan langsung memaksa Naruto dan Shikamaru ganti baju dan segera berangkat. Mereka bahkan belum sarapan sedikitpun. Jangankan sarapan, Mandi pun tidak. Eww~
Sebaiknya hindari Berlari setelah bangun tidur kalau kau tidak ingin pingsan.
.
Mereka berjalan pelan sebelum akhirnya mencapai gerbang konoha gakuen yang terbuka lebar.
Saat mereka menginjakkan kaki mereka melewati gerbang, Mereka menatap heran kepada beberapa bus yang berjajar di depan pintu masuk gedung utama konoha Gakuen.
"Bus?" tanya Naruto entah kepada siapa.
Sasuke dan Shikamaru saling tatap heran.
oke itu aneh, kenapa ada bus parkir di depan sekolah? Mereka berniat menghampiri untuk memastikan namun itu sebelum satpam penjaga gerbang (yang menolak disebut namanya) menghentikan mereka.
"Oi tunggu! Mau kemana kalian?" tanya pak satpam kepada mereka.
mereka tentu dengan reflek menoleh dan menghentikan kaki mereka berjalan. mereka berhenti dan terdiam.
"Oh, Kalian murid sini?" ucap pak satpam lagi.
Ketiganya mengangguk.
"Oh? Jadi kalian terlambat eh? kenapa kalian jam segini baru kelihatan? Ini sudah jam sembilan lebih limabelas kalian tau? kelas dimulai satu seperempat jam yang lalu. kalia pikir ini sekolah nenek kalian? kalian seharusnya bersyukur aku tidak menutup gerbang di jam segini." ucapnya panjang lebar.
"Eto.. Kami kesiangan pak!" ucap Naruto mewakili teman temannya yang cengo karena ucapan Pak satpam yang cepat dan panjang.
"Kesiangan eh?" Pak satpam yang masih menatap curiga kepada tiga orang di depannya. Namun akhirnya dia mengalah karena melihat tampang ngantuk Shikamaru.
"Ah sudahlah. Ngomong ngomong kalian dari kelas mana?" tanya pak satpam lagi.
"Err.. kelas 2-1." ucap Naruto lagi. heran, sepertinya Sasuke dan Shikamaru tidak berniat menjawab. Mereka hanya diam.
Pak satpam malah menampakkan raut wajah terkejut.
"O-oi Oi! Kalian kelas 2? Kalau begitu kalian cepat ke aula! disana ada pengarahan!" ucap Pak satpam lagi.
"Pengarahan? maksudnya?" Naruto bingung, Ia malah balik bertanya.
Namun pak satpam malah menghiraukan dan mengangkat tangan menatap jam tangannya.
"Ah Gawat! pengarahannya hampir slesai! Sebaiknya kalian bergegas!" ucap pak satpam lagi. Ia lalu mendorong ketiga pemuda itu dan menyuruh mereka menuju Gedung aula.
Mereka dengan heran pun hanya menurut dan berjalan pelan menuju gedung aula yang berada di samping gedung kosong yang seharusnya adalah gedung theater konoha gakuen.
"Apa maksudnya pengarahan?" tanya Sasuke entah kepada siapa.
"Auk." jawab Naruto asal-asalan.
"Mungkin maksudnya seminar membosankan tentang bahaya narkoba atau semacamnya." balas Shikamaru. Matanya belum bisa melek sepenuhnya. Rasa kantuk masih menghinggapinya sampai sekarang.
Perlu beberapa menit mereka untuk sampai ke gedung aula konoha gakuen. Saat sampai di depan pintu besar aula, mereka sayup sayup mendengar suara dari dalam gedung bercat putih itu. Seseorang yang berpidato.
Mereka tanpa ragu segera memasuki gedung itu.
Gedung itu sangat luas, seperti sebuah gedung serbaguna. Mereka sedikit terperangah karena memang baru pertama kali mereka masuk ke gedung ini. Di depan mereka nampak banyak siswa yang sedang berbaris. namun tidak sebanyak seluruh siswa konoha gakuen. sepertinya ini hanya kelas 2. Yang membuat mereka heran adalah karena mereka semua tidak menggunakan seragam sekolah. melainkan menggunakan pakaian bebas. Tentu itu membuat Shikamaru, Naruto, Sasuke bertanya heran.
Tsunade juga nampak sedang berpidato di atas panggung aula menggunakan mikrofon.
Menghiraukan pertanyaan aneh di benak mereka, mereka bertiga pun segera mencari gerombolan kelas mereka 2-1. itu tidak terlalu sulit karena kelas 2-1 berada di sisi lain kelas 2-6.
Mata mereka melirik sosok kiba yang berdiri di baris. paling belakang. Di samping kiba ada anak berjaket berkacamata hitam. Siapa dia? Shiho? Shindo? Shino? Ah! mereka memang kurang hafal teman mereka sendiri. maklum anak baru.
Mereka menghampiri barisan kelas mereka dengan heran. Tentu saja mereka berniat mengajukan banyak pertanyaan tentang apa yang terjadi.
"Oi!" Seru Naruto saat sudah berada di samping kiba.
"Whoa! Akh! sial kalian! jangan mengagetkan!" teriak kiba saat mengetahui siapa yang mengagetkannya. Sayangnya teriakan itu tidak cukup keras untuk didengar Tsunade. akh! sayang sekali!
Namun sepertinya mereka bertiga tidak menghiraukan. Mereka malah siap memberi pertanyaan kepada kiba.
(Eto.. sepertinya Pidato Tsunade juga sedikit menarik, Mari kita Dengarkan pula / Pidato Tsunade akan saya tandai dengan italic dan Bold)
"Err.. Sebenarnya apa yang sedang terjadi oi Kiba?" Tanya Naruto. Mewakili pertanyaan teman temannya yang juga penasaran.
.
'..Maka dari itu. Kita sebagai warga Konoha Gakuen yang baik, Juga harus menjaga lingkungan. Meskipun itu bukan lingkungan kita sendiri..'
.
"Eh? Kenapa kalian memakai seragam hari ini?" Kiba malah balik bertanya melihat Sasuke, Shikamaru dan Naruto yang menggunakan seragam putih hitam.
"Huh?"
.
'..sebagai kepala sekolah, aku bertanggung jawab dengan perbuatan kalian dimanapun kalian berada. Tapi itu tidak membuat kalian bebas dari hukuman kalau membuat onar..'
.
"Memang hari ini ada acara apa?" tanya Sasuke. Ia menatap ke seluruh penjuru teman kelasnya. ada seorang yang ia tidak kenali di barisan depan para cewek.
"Eh? Wahahahahahaha..." Kiba kalah tertawa terpingkal pingkal.
Tsunade sayup sayup bisa mendengar suara bising dari kelas 2-1. Tentu saja itu membuat ia risih karena pidhatonya di sela oleh suara ngobrol yang datangnya dari belakang barisan kelas 2-1. Namun Tsunade masih memilih melanjutkan pidhatonya.
.
'..Itu juga merupakan Kewajibanku dan para staff guru untuk menertibkan orang orang yang tidak bisa menjaga sikap nanti..'
.
"Oi! Kenapa malah tertawa! Sebenarnya apa yang terjadi?!" Tanya Naruto lagi.
"Ahahahaha.. Kalian serius tidak tau ini hari apa? jangan jangan kalian juga tidak membawa apapun? BWAHAHAHAHA!" tanya Kiba lagi memastikan. Muka geli masih ia tunjukkan.
Tsunade semakin jengkel karena suara bising dari kelas 2-1 malah semakin menjadi jadi. Namun ia masih mencoba sabar.
.
'.. Aku harap kalian mendengarkan dan memahami point yang aku sampaikan tadi. Karena itu SANGAT PENTING!.."
.
"OI JELASKAN APA YANG TERJARI BODOH!" bentak Naruto. Ia sudah mulai tidak sabar.
"Ahaha.. maaf.. aku hanya terkejut dengan kalian.. ahaha." balas kiba lagi.
"Ayolah Kami benar benar penasaran!" balas Sasuke. ia memotar bola mata karena melihat Kiba yang tertawa tanpa henti.
"Hah..hah.. " Kiba memagangi perutnya yang sakit.
"Kita hah..." Ia tersengal sengal karena tertawa habis habisan.
"Kita akan pergi ke..."
.
'..Baiklah kalau begitu! Nikmati liburan kalian 5 hari di Okinawa!"
.
.
"UAPAAAA?!"
"YANG BENAR SAJA!"
"KAU GILA!"
Respon Naruto, Shikamaru dan Sasuke kepada pernyataan Kiba.
BRAK! Tak disangka Tsunade ikut membanting mic yang ia pegang. Sepertinya ia sudah kehabisan kesabaran.
"KELAS 2-1 DIAMM!"
Seluruh siswa yang berbaris menatap terkejut Tsunade dan kemudian beralih ke barisan kelas 2-1, Asal suara percakapan yang berhasil menyulut emosi kepala sekolah.
Seluruh siswa menoleh ke belakang barisan kelas 2-1 menatap empat orang oknum berisik yang bagai melepas singa dari kandangnya, semua menatap heran, termasuk teman sekelas mereka sendiri.
Sedangkan Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Kiba hanya diam. dan pura pura tidak tau apa yang terjadi.
.
.
.
~I Will Do What I Want~
.
Sasuke menatap was was sekitarnya. Ya, kini mereka, Kelas 2-1 sedang duduk melingkar di Aula sementara Sakura sibuk mengabsen setiap anggota kelasnya. Ia melirik Sakura yang sedang berkutat dengan buku catatannya. Di samping Sasuke, Nampak kiba yang tengah bermain HP.
Sasuke sedikit heran dengan seorang gadis yang duduk di samping Karin. Ia tidak pernah melihat gadis itu selama mereka belajar di kelas. Sasuke memang tidak baik (lebih tepatnya tidak mau) menghafal nama. Namun ia cukup hafal dengan wajah teman teman barunya di kelas.
Ia melirik kiba, Kiba ternyata tengah memotret Gadis itu. Oke itu aneh. Sasuke pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Oi, Inuzuka.." ucap Sasuke.
Kiba menoleh, "Kau tidak perlu memanggilku Inuzuka Sasuke. kau boleh memanggilku Kiba." ucap Kiba.
Namun Sasuke tidak menghiraukan ocehan Kiba.
"..gadis yag ada di samping karin.. Siapa dia?" tanya Sasuke.
Kiba mendengus.
"Kau tidak tau? Serius? apa kau tidak pernah nonton televisi?" tanya Kiba.
"Hah?" oke Sasuke malah tidak mengerti.
"Dia adalah Idol. Namanya Shion. Kalau kau pernah nonton drama remaja di TV kau pasti tau. dia cukup terkenal kau tau?"
Sasuke menatap Gadis itu heran. 'Mana mungkin aku tau hal seperti itu? lagipula dia Artis? Serius? sepertinya kelas yang aku tempati lebih aneh dari yang aku tau."
Pandangan Sasuke sempat bertemu beberapa saat dengan Gadis itu. Sasuke menatap nya bosan. Namun Sepertinya Shion malah tersipu malu. Sasuke yang bergidik ngeri langsung mengalihkan pandangannya.
Namun pandangannya terhalang oleh dua buah kaki jenjang milik seseorang. Ia tentu saja kaget.
"Akh!"
"Menikmati pemandangan Sasuke?"Tanya pemilik kaki itu. Sakura. Ia menyodorkan sebuah kertas absen untuk ditandatangani Sasuke.
Sasuke hanya menerima kertas itu dan menandatanganinya.
.
Di sisi lain.
Naruto kini tengah berdebat dengan Tsunade di tengah tengah aula. Seakan tidak melihat kondisi sekitar. Mereka asal ceplos bicara. tentu saja itu sedikit menarik perhatian beberapa kelas yang duduknya berdekatan dengan posisi Naruto dan Tsunade. Dan yang posisinya sangat dekat dengan mereka adalah kelas 2-2. kelas milik Gaara. Gaara yang duduk bersila di samping Shira pun hanya diam diam mendengarkan orang yang ia kenali berdebat dengan Tsunade.
.
"Apa maksudnya ini Tsunade?!" tanya Naruto.
DUAKH! Naruto kena pukul oleh Tsunade.
"Panggil -Sensei Bodoh!" ucap Tsunade. Tsunade sadar. Sepertinya Otak si Namikaze ini kembali rusak.
"Adaw! Oi!" bentak Naruto.
"Apa lagi bocah?! Kau bisa tidak sih bicara dengan sopan di depan gurumu sendiri!" Bentak Tsunade tak mau kalah.
"Guru apaan?! Lagipula apa ini? Tiba tiba kita study tour bahkan kami tidak mendapat pemberitahuan!" balas Naruto.
"Salahmu sendiri yang tidak aptudet!" balas Tsunade menyalahkan Naruto.
"A-APA?!"
"Ini salahmu yang tidak bertanya kepada teman temanmu tentang agenda sekolah tahunan!" lanjut Tsunade.
"Ini jelas Kesalahan MU! Bukankah seharusnya murid diberi slebaran pemberitahuan terlebih dahulu! dasar Nenek tua!" ucap Naruto. Ia asal bicara tanpa mempedulikan orang orang yang menatap mereka berdua.
Tentu Saja orang orang yang ada di sana hanya melongo melihat drama seakan seperti Seorang ibu yang memaksa anaknya masuk asrama namun sang anak menolak tegas.
"Aku sudah memberikannya kemarin! salah kalian sendiri tidak menerimanya!" ucap Tsunade masih tidak mau kalah.
"ARGGHH! sudah Lupakan! Aku tidak akan ikut ke Okinawa!" ucap Naruto akhirnya. Ia berniat pergi dari situ.
Tsunade tersenyum sinis.
"Kalau kau tidak ikut. Maka kau tidak naik kelas!" ucap Tsunade. Naruto tentu langsung menhentikan langkahnya.
"A-APA kau bilang?" ia kembali berbalik.
"Seperti kataku.. Kalau kau tidak ikut. Maka kau tidak naik kelas!" jelas Tsunade lagi.
"KAU GILA!"
"Kau tidak percaya?" Lihat!" ucap Tsunade lagi. Ia lalu menunjuk jauh ke tempat kelasnya yang sedang berkumpul. Namun Naruto tidak mengerti.
"Bahkan Seorang Idol seperti Shion yang memiliki Hak khusus aku wajibkan mengikuti kegiatan tahunan ini! di jadwal padatnya sebagai Artis remaja. Tidak seperti kau yang hanya tidur dan makan di rumah!" ucap Naruto.
"A-apa?"
"Kau boleh tidak ikut. Tapi kau tidak akan naik kelas!" ucap Tsunade lagi.
"..." Naruto tidak menjawab. Ia hanya menunduk geram.
"Lagipula kalau kau tidak naik kelas. Mungkin kau bisa satu kelas dengan pacarmu." lanjut Tsunade.
Hah? Tunggu dulu.
"Aku bahkan masih baik hati tidak memberimu hukuman karena kau sudah berpacaran! namun kau membalas kebaikanku dengan kata kata kasar!" balas Tsunade.
Oke ini malah menjadi semakin rumit. Sekarang malah semakin banyak orang yang memperhatikan debat murahan ini.
"Pacaran?" Oke, Naruto tidak mengerti. Sekarang bahasa Tsunade terasa sangat tinggi.
Tsunade tersenyum.
"Ya, Kau kira aku tidak mendengar rumor yang beredar di sekolahku sendiri?" tanya Tsunade. Ia tersenyum kemenangan.
"..."
"Aku tau kau berpacaran dengan adik kelasmu." lanjut Tsunade.
"HAH?" Sebenarnya apa yang mau dijelaskan oleh Tsunade sih?
.
".. Kau berpacaran dengan Yukata dari klub drama."
"A-Apa?"
.
"APA?!" Tiba tiba dengan reflek Gaara berdiri dari duduknya. Itu sontak membuat teman teman sekelasnya menatap Gaara heran.
"WHAT?!" Bahkan Shikamaru dan Sasuke dari kejauhan ikut berteriak. Tunggu jadi benar? Naruto benar pacaran dengan Kohai-nya. Apalagi, Tsunade sudah tau semua? WTF?
Semua sekarang menatap Naruto dan Tsunade, Kemudian beralih ke Gaara, lalu ke Shikamaru dan Sasuke. Kebanyakan mereka memang tidak mengerti apa yang terjadi. Orang biasa mungkin akan menganggap ini cinta segi enam. Wow! Extreme!
.
Shion yang melihat kedua orang yang tidak ia kenali di kelasnya berdiri, Ia berbisik kepada Karin yang ada di sampingnya.
"Sebenarnya Mereka siapa sih?" Tanyanya kepada Karin.
"Sudah kubilang, mereka Murid pindahan Shion-chan!" balas Karin. Ia menatap malas Shion dengan sudut matannya.
"Mereka sepertinya sedikit aneh." ucap Shion.
"..." Karin hanya diam.
.
Sedangkan di kubu kelas 2-2. Gaara menatap Naruto penuh tanya. Di bawahnya Shira mencoba menarik Gaara duduk karena kelas lain memperhatikan ke kelas 2-2.
"Oii~ Sebaiknya kau duduk~"
.
.
Naruto melongo tidak percaya dengan yang dikatakan Tsunade. Ia mengenggam tangannya erat. Ia sudah tidak dapat menahan emosi.
".. Sepertinya kau memang harus mendapat hukuman yang berat NAMIKAZE!" ucap Tsunade.
"ARGGHHH! aku tidak peduli lagi! Ayo bertarung denganku Nenek TUA!" bentak Naruto. Ia memegangi kepalanya yang pusing karena memikirkan perkataan Tsunade. Ia menunjuk nunjuk Tsunade dengan kasar.
Tsunade malah tersenyum.
"Jangan bercanda bodoh. Kau pikir kau bisa mengalahkanku.. Asal kau tau aku menguasai bela diri Taekwondo dan Aikido." ancam Tsunade. Ia menggretakkan jari jarinya.
Oke entah kenapa Naruto sedikit takut.
"Eh? Err.. A-aku juga menguasai Nitendo!" ucap Naruto.
"Nitendo bukan bela diri bodoh!" bentak Tsunade.
Naruto merasa direndahkan.
"cih! Aku tidak peduli dengan bela diri.. ayo kita slesaikan sekara-hmpt." Belum Slesai Naruto berucap, mulutnya sudah dibekap oleh tangan Shikamaru.
"Sampai disini saja Naruto." ucap Sasuke. Ia merangkul tangan Naruto dan menyeretnya pergi. Bisa gawat kalau semakin banyak publik yang tau akan rahasia kecil mereka yang lain.
"Ahahaha.. sepertinya Naruto sedang kurang makan Tsunade-sama.. Sebaiknya aku ajak dia ke barisan kami sekarang ahahaha.." lanjut Shikamaru. Ia lalau mengajak Naruto untuk duduk. Walaupun ia masih berontak.
Ah, sepertinya Sasuke dan Shikamaru memang harus sedia tali di saat seperti ini.
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author's Note : Yosh, Hanzama is back. Ya,ya.. saya tau apa yang anda pikirkan.. Apdet nya lama.. -_-
Gomen, Karena kemarin Koneksi inet nya sedang mengalami gangguan (Baca, nggak punya kuota) .. jadi harus menunggu beberapa hari untuk bisa apdet.. (padahal udah 2 minggu)
Ya, Kebiasaan saya senang sekali mengubah alur yang semestinya dan menambah event event aneh di sepenjang jalan cerita. Dan ini termasuk salah satunya. Entah kenapa pingin sekali ngasih mereka liburan di Okinawa.. Ya? tau kan? untuk sekedar menghilangkan stress mereka.
Namun bukan IWDWIW namanya kalau liburan mereka biasa biasa aja kan?.. makannya, Mari kita lihat, keseharian orang yang liburan tanpa membawa persiapan apapun..
Sedikit makna dari judul,, "I Will Do What I want" .. sebenarnya itu bukan dari Mereka bertiga yang akan melakukan apapun sesuai keinginan mereka. Melainkan lebih menjurus ke Gaya penulisan author .. jadi gini "I will Do What I want = Author will do What Author want" Ini seperti makna lain dari slogan fanfic "Unleash Your Imagination."
.
Well,, Mari kita tunggu bagaimana kelanjutannya.. See You Then..
Salam hangat dari Hanzama, Semoga sukses selalu.
REVIEW
V
V
(oops Salah. Mungkin sedikit ke kanan)
v
V
(Nah)
V
