chapter 20 : Artis dan para Pangeran miskin.
.
Laju kendaraan panjang yang melintasi jalan tol Tokyo ini terasa sangat kencang. Tedengar dari suara mesinnya yang lumayan keras saat melintasi aspal tol yang panas karena terkena terik matahari. Namun Bus yang sesekali bergoyang karena menikung tajam tidak meredupkan semangat para penghuninya yang berencana liburan ke pulau selatan. Okinawa.
Sudah sejak sejam lalu Mereka meninggalkan pekarangan konoha gakuen Di Konoha City. dan sekarang mereka telah berada di jalan tol Tokyo. dan bila jadwal mereka tidak mleset sasaran. perjalanan Dari Tokyo ke Okinawa adalah 6 jam. 4 jam menggunakan Bus, dan 2 jam menggunakan kapal laut.
Gaara sedang memejamkan mata saat dirasa teman duduknya mencoba membangunkannya.
"Gaara.. Gaara.." ucap Shira sembari menggoyang-goyangkan tubuh gara di sampingnya. Gaara pun mau tidak mau membuka mata.
"...?!" Gaara terkaget karena orang yang duduk di kursi di depannya mendongak ke belakang dan menatap Gaara intens. Seorang gadis.
"..."
Gadis itu tersenyum. Dan berucap kepada Gaara.
"Permisi tuan.." ucapnya kepada Gaara.
.
"Apa kau mengenalku?" tanya Gadis itu..
Gaara tentu saja bingung. Tapi Ia mengenal Gadis ini.
.
"..?" Namun Gaara tidak terlalu tertarik dengan orang seperti ini.
.
"Kau adalah Shion Nakagawa. Semua tau siapa dirimu.." ucap Gaara santai.
"Hm.. Terimakasih." Ucap Gadis itu pelan. Ia tersenyum lembut.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Rating : T(+)
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Comin Soon
.
.
Karin duduk dengan santai di tempat duduknya. Ia hanya bermain HP kesayangannya tanpa menghiraukan keadaan sekitar yang bising. Ya, Barisan yang Karin tempati adalah termasuk barisan belakang. lebih tepatnya 3 bangku di depan bangku paling belakang. Dan barisan belakang adalah barisan orang orang yang 'Berisik'. Dimana kalian akan mendengar orang bernyanyi keras keras tanpa menghiraukan orang yang kemungkinan terganggu.
Barisan belakang rata rata ditempati oleh kelas 2-2. Walaupun tidak semua kelas 2-2 ada di belakang. Namun Bisa dibilang, 'Biangnya' 2-2 ada di belakang semua. Mereka bernyanyi diiringi suara gitar yang dibawa salah satu anak. Karin tadi sempat melihat Kiba berjalan ke barisan belakang. Sepertinya Ia ikut nongkrong dan bernyanyi di belakang. Namun Karin tidak berniat memeriksa atau bahkan menoleh. Karena dia sedang sibuk dengan HP nya.
Dia tadi memotret beberapa anak dari kelasnya. Ino, Naruto, Sakura dan masih banyak lagi. Ia juga mengambil beberapa foto Sasuke.. Kalian tau? Sasuke tanpa menggunakan kacamata ternyata sangat tampan! OMG! .. Kyaaa! Tanpa Sadar Karin menggunakan foto tampan itu menjadi Home Screen HP nya.
Ia senyum senyum sendiri.
Shion yang duduk di sebelahnya tentu saja heran.
"Huh? Kau kenapa? Senyum senyum sendiri?" ucap Shion.
Karin yang menyadari kebodohannya dengan reflek memengang HP nya erat. Ia menggeleng cepat.
"T-tidak." ucapnya cepat.
Namun Shion sempat melihat wallpaper HP Karin walaupun sekilas.
"He? Kau sedang jatuh cinta." ucap Shion. Ia tersenyum mengejek.
"A-APA? tidak!" bantah Karin.
Sebenarnya Karin tidak terlalu suka dengan Shion. Ia sedikit tidak suka dengan sifatnya yang sombong. Bahkan Karin hanya berbicara dengannya kalau Shion yang memancing topik. Namun Sekarang Ia duduk di sebelahnya karena peraturan duduk.
"Anak pindahan itu?" tanya Shion.
"..." Karin hanya diam. Ia tidak tau harus berbuat apa.
.
"Kau tidak akan bisa mendapatkannya." ucap Shion santai.
"H-Hah?" ucap Karin terkejut.
Shion tersenyum sombong.
"Seleramu terlalu tinggi.. Orang seperti itu hanya cocok dengan kalangan sepertiku." ucap Shion sombong.
Karin hanya cemberut. Memang sialan.
"Tsk.. Asal kau tau, Tidak semua orang di Bus ini mengenalmu.." ucap Karin setengah emosi.
Shion Tersenyum sombong lagi.
"Mau taruhan?" Tantang Shion.
"Hah?"
"Bila semua orang di bus ini mengenalku, Tanpa terkecuali. Kau Harus membawakan Semua koper ku? hm? Young Lady?" ucap Shion. Ia mencengkram dagu Karin sedikit keras. Karin dengan sigap menampiknya.
Entah beruntung atau sial. Ia duduk dengan Seorang Selebritis.
"..." Karin hanya diam.
Namun Shion menyeringai dan segera menoleh ke kursi yang ada di sebrangnya.
.
Ia lalu bertanya kepada seorang anak dari Kelas 2-2. yang kebetulan duduk di seberangnya.
Shion tersenyum manis.
"Permisi." ucap Shion, Ia mencolek tangan Pemuda dari kelas 2-2 itu.
Pemuda yang sedang mendengarkan musik melalui headset itu menoleh, Temannya yang duduk disebelahnya juga menoleh. Mereka terkejut siapa yang mengangetkan mereka.
Shion tersenyum ceria. Membuat pipi kedua pemuda itu sedikit memerah.
"Apa kalian mengenalku?" tanya Shion dengan nada dibuat buat.
Kedua pemuda blushing itu hanya tertawa kikuk.
"A-apa yang kau maksudkan? Tentu saja Aku mengenalmu! Kau adalah Shion-chan. Aku setiap hari menonton sinetron yang kau perankan!.." ucap Pemuda itu.
"Y-ya! Peranmu di sinetron Ganteng Ganteng Shinobi sangat menakjubkan!" ucap Temannya menambahi.
"Terimakasih.. Aku tidak akan bisa apa apa tanpa dukungan kalian." ucap Shion dengan nada ceria.
"Cih." Karin tentu tau itu hanya nada yang dibuat buat.
.
"A-ano. S-shion chan? Bolehkan aku berfoto bersamamu?" tanya pemuda itu lagi.
"A-aku juga!" sahut temannya.
"Eh? Tentu saja.. Kenapa tidak." ucap Shion. Mereka lalu berfoto si dalam bus.
Karin hanya menatap adengan itu dengan jijik. Dasar nenek sihir.
.
Setelah berfoto, Shion kembali memposisikan duduk. Ia lalu menatap karin sombong.
"Bagaimana?" Tanya Shion.
"..." Karin hanya diam. Ia tidak mengatakan apapun. Ia mencengkram roknya.
Shion lalu mendekati telinga Karin. dan berbisik.
"Akan ku buktikan kalau semua orang mengenaliku. dan Aku juga akan memastikan kau membawakan koperku Karin!" Bisik Shion di telinga Karin.
Karin hanya menahan emosi. Ingin Sekali ia memukul orang yang satu ini sekarang. Sudah sebulan semenjak Shion absen dari kelas. Dan sekarang? Ia bersikap seakan seperti penguasa segalanya! Karin tidak suka dengan orang seperti ini.
"H-Hanya 2 orang tidak membuktikan apapun!" ucap Karin lagi.
Shion menyeringai lagi.
Shion lalu menoleh ke belakang. Ia berniat bertanya kepada orang lain yang ada di belakangnya.
Ia berdiri dari duduknya dan menatap orang yang duduk persis di belakangnya. Namun orang itu sedang tertidur. Gaara.
Shion menoleh ke orang yang ada di samping Gaara. Merasa diperhatikan, pemuda yang duduk di samping Gaara ini menoleh,
"S-shion-chan?" ucap Shira tidak percaya. Oke, Walaupun Ia satu sekolah dengan seorang Idol, Namun bertatap mkua langsung juga merupakan sesuatu hal yang langka.
"Apa temanmu benar benar tidur?" tanya Shion kepada orang yang duduk di samping Gaara.
"Eh? Err..." Shira yang bingung malah menggoyang goyang badan Gaara yang terlelap.
"Gaara.. Gaara.." ucap Shira sembari menggoyang-goyangkan tubuh gara di sampingnya. Gaara pun mau tidak mau membuka mata.
"...?!" Gaara terkaget karena orang yang duduk di kursi di depannya mendongak ke belakang dan menatap Gaara intens.
Gaara menoleh ke Shira yang duduk di sampingnya. Matanya bling bling melihat orang yang ada di depan Gaara.
Gaara mengamati orang itu. Ia memperhatikan wajah seorang gadis yang putih bersih, gadis berambut pirang. Sorot matanya memancarkan keseriusan.
Gaara tentu sedikit terganggu, ia melirik sekitar karena melihat beberapa orang yang menatapnya dan gadis yang ada di depannya.
Namun Wajah Gaara masih menunjukkan raut stay cool. Gaara menunggu apa yang akan gadis ini katakan kepada Gaara.
"..."
Gadis itu tersenyum. Dan berucap kepada Gaara.
"Permisi tuan.." ucapnya kepada Gaara.
Gaara hanya menunggu lanjutan kata yang akan dilontarkan gadis itu.
"Apa kau mengenalku?" tanya Gadis itu..
Gaara tentu saja bingung. Tapi Ia mengenal Gadis ini. Ia sering melihatnya di dalam sebuah FTV. Gadis yang kebetulan satu sekolah dengan Gaara. sebagai Anggota klub drama, Gaara tau. Gaara mengakui akting gadis ini cukup bagus.
.
"..?" Namun Gaara tidak terlalu tertarik dengan orang seperti ini.
"Kau adalah Shion Nakagawa. Semua tau siapa dirimu.." ucap Gaara santai.
"Hm.. Terimakasih." Ucap Gadis itu pelan. Ia tersenyum lembut.
Setelah dirasa Orang itu tidak mengusik Gaara lagi. Ia kembali memejamkan mata.
.
.
Shion kembali menatap Karin.
"Sudah ku bilang aku terkenal!" ucap Shion sombong.
Karin hanya mengumpat.
Melihat Raut tidak puas dari Karin membuat Shion semakin senang. Tanpa sengaja Shion mencengkram tangan orang yang sedang berjalan menuju ke depan. Orang itu Sedang mengambil beberapa foto di dalam bus. Ya, Paparazi kita, Siapa lagi kalau bukan Naruto.
"Oh maaf Aku tidak sengaja!" ucap Shion meminta maaf karena secara tidak sengaja mencengkram lengan Naruto.
"Oh tak apa." ucap Naruto. Ia sedang berburu foto, ia berjalan dari kursinya di belakang. Ia baru saja mengabadikan momen Gaara yang sedang terlelap. Dasar jahil.
Naruto menoleh kepada Karin. Naruto bisa melihat Karin yang cemberut.
"Eh kau kenapa Err.. Uzumaki Karin?" tanya Naruto.
"Tak apa Naruto. Kau tau kan kau tidak harus memanggil semua temanmu dengan nama lengkapnya." ucap Karin bosan.
Shion menatap Naruto. Tadi sewaktu mengabsen sepertinya Shion tidak melihat orang ini.
Naruto malah menggaruk pipinya.
"Hahahaha.. Aku hanya tidak terbiasa." ucap Naruto lagi.
"..." Karin hanya diam. Namun Naruto masih mengoceh.
"Haha..Kau pasti tidak akan percaya..tapi ibuku juga bermarga Uzumaki.. " tanya Naruto.
"Hah?" Karin tidak mengerti.
Shion yang merasa tidak dihiraukan akhirnya berucap. Ia melirik Kamera digital yang dibawa Naruto,
"Nee.. Naruto-Kun Apa kau akan memotretku?" tanya Shion kepada Naruto.
Karin hanya komat kamit mendengar nada Shion yang dibuat sangat manis.
Naruto bingung. Namun ini adalah tugasnya sebagai Panitia dokumenter, jadi...
"Err.. Baiklah!" ucap Naruto.
CKREK!
Naruto lalu memotret Shion dan Karin. Namun Melihat hasil fotonya Naruto sedikit mendecih.
Gadis berambut pirang di depan Naruto terlihat sangat manis di foto, Namun Karin malah melipat dada dan menatap keluar jendela.
"Oi! Kenapa tidak ada ekspresinya sih?" tanya Naruto kepada Karin nyolot.
"..." Namun Karin malah diam. Tentu ia masih sebal dengan Shion. Ia hanya melamun melihat keluar jendela.
Naruto menghela nafas. Ia lalu merogoh kantung bajunya dan menyodorkan sebuah permen lolipop kepada Karin.
"Nih!" ucap Naruto, Ia menyodorkan permen loli yang diberi Shino kepadanya tadi di belakang. Kebetulan Shino memberinya 3 buah permen dengan alasan. 'Aku beri kau permen Karena Gula bisa membantu orang berpikir logis.' Naruto bahkan tidak tau apa yang dia maksudkan.
Karin menoleh. Ia menatap Naruto. Namun akhirnya ia menerima permen itu.
"Senyum dong! Kita kan mau liburan!" ucap Naruto. Oke, Itu aneh. Mood Naruto entah kenapa jadi sangat bagus. Padahal tadi dia saling bentak dengan Tsunade di aula.
Sedangkan Shion yang merasa dikacangin hanya menatap Sebal kepada Naruto.
tentu Naruto menyadari saat dia ditatap dengan Sengit.
"Oh? Kau juga mau?" Naruto lalu memberikan Satu lagi kepada Shion.
Shion tersenyum manis. Ia merasa diberi perhatian dari Naruto. Ia menerima permen itu dengan senang hati.
"Eh? err..Terimakasih Naruto-Kun."
"Yoy! Sama sama.. Errr..." Naruto menggantungkan ucapannya cukup lama.
"..."
.
"... Err aku tidak tau siapa Namamu." ucap Naruto lagi.
.
Cengo. Shion menatap Naruto tidak percaya. Orang Ini tidak tau siapa namanya.
sedangkan Karin juga menatap Naruto dengan tidak percaya pula. Sedangkan beberapa orang yang mendengar percakapan mereka juga menatap Naruto tidak percaya.
"K-Kau tidak tau S-Siapa aku?!" tanya Shion Shock.
Naruto hanya mengangkat bahu.
"Eto.. Mungkin diawali perkenalan lebih baik. Namaku Namikaze Naruto, Salam kenal." ucap Naruto. Ia mengulurkan tangan kepada Shion.
Namun Shion tidak berniat menjabat tangan Naruto. Ia malah menangis.
"Hiks.. Hiks.."
"Eehhh?!" Naruto tentu bingung kenapa tiba tiba gadis di depannya menangis.
Saat Naruto mencoba menenangkan,Shion malah berdiri. sontak itu membuat Naruto terkejut.
"!?"
Shion malah mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto. Naruto pun mundur, Namun Shion masih berusaha mendekatkan wajahnya ke Naruto.
"Coba lihat baik baik! Kau pasti tau siapa aku!" bentak Shion.
"Eh?" Naruto yang merasa sangat dekat dengan perempuan malah salting. Tentu saja, Ia juga laki laki.
"Kau-tau-siapa-aku-kan?!" tanya Shion lagi. Naruto malah menatap ke arah lain.
"A-aku tidak tau.. A-aku tidak bisa mengingatnya.." ucap Naruto ia menggaruk pipinya dan mengarahkan pandangan ke arah lain.
Karin tersenyum kecil mendengar pernyataan Naruto.
"HUWAAA!" Shion berteriak frustasi.
PLAK!
Ia menampar Naruto dengan keras.
Naruto tersungkur.
"ADAWWW! OI APA YANG KAU LAKUKAN?!" bentak Naruto tidak terima karena tiba tiba ditampar.
"Kau benar benar tidak tau aku?!" tanya Shion lagi.
Naruto mencoba mengusap ujung bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah. Gara gara tamparan yang keras.
"Cih! Mana aku tau! Aku baru pertamakali melihat wajahmu di dalam hidupku!" ucap Naruto emosi. karena ditampar. Ia sekarang yakin karena ia memang baru pertama kali melihat Gadis ini sepanjang hidupnya.
"K-kau Bocah Udik! Apa kau tidak pernah menonton TV?!" Tanya Shion lagi. Ia menunjuk wajah Naruto.
"Hah?!"
"Apa kau tidak pernah melihatku di TV HAH?!" ucap Shion lagi.
"A-apa?! memang siapa kau?-" Naruto masih tidak mengerti karena di bentak bertubi tubi.
.
"A-AKU SHION NAKAGAWA! Apa kau Tidak pernah menonton Sinetron Ganteng-ganteng Shinobi?!" ucap Shion galak.
"Mana aku tau! Memang kenapa dengan acara TV itu?!" ucap Naruto lagi. Ia berdiri dari posisinya yang tersungkur.
"Aku adalah PEMERAN UTAMA! kau tau PEMERAN UTAMA!" bentak Shion lagi.
Naruto melongo.
"H-HAH? Mana mungkin aku percaya dengan hal semacam itu?!" balas Naruto emosi. Apa gadis ini sedang bercanda? Oke! Bercanda sambil menampar orang yang tidak dia kenali! Ini kelewatan!
"A-apa?!" Shion tambah geram. "Tanya orang orang disini! Kau pikir aku bercanda HAH!" Bentak Shion.
Naruto malah bingung. Ia melirik Orang orang yang ada di sekitarnya. Ia menoleh ke Karin.
"Jadi dia-" ucap Naruto. Ia menunjuk Ke Shion, tapi masih menoleh Ke karin, Seakan meminta penjelasan.
Karin hanya mengangguk bosan.
Naruto pun menatap Shion.
"J-jadi kau benar pemeran Ganteng Ganteng Shinobi?" Ucap Naruto tidak percaya.
"YA!" balas Shion. Ah, Akhirnya orang ini mengerti juga.
Shion melipat tangan di dada.
"Sekarang kau tau kan siapa aku!" ucap Shion bangga. Ah, memang seharusnya bocah udik seperti ini diberi pengetahuan tentang Sinetron.
beberapa orang yang ada di sana menatap Naruto. termasuk Karin yang merasa sangat tertarik dengan debat ini.
"Maksudmu Sinetron yang tayang setiap jam 5 sore itu kan?" Ucap Naruto pelan. Ia Menatap Shion.
Shion mengangguk.
"Aku tau Kau salah satu penggemar sinetron. Jadi berbanggalah karena kau sudah bertemu pemerannya di sini." ucap Shion lagi. Ia sekarang yakin Kalau Naruto termasuk fans acaranya. walaupun tidak terlalu fanatik.
"Ganteng ganteng Shinobi adalah Sinetron yang sekarang jam tanyangnya diperpanjang jadi 4 jam itu kan?" tanya Naruto lagi.
"Benar sekali!" ucap Shion bangga. Ah, Fans memang selalu melebih lebihkan. Batin Shion.
.
.
.
.
"Maksudmu kau benar benar pemeran sinetron sialan yang membuat Anime Naruko Shippuden berhenti tayang kan?" ucap Naruto.
"Hah?"
Naruto menatap geram kepada Shion.
"Cih.." umpat Naruto.
"Hah?!" Gumam Shion saat Ia melihat ekspresi tidak senang Naruto.
"Kau! Dan Acara busukmu! Hanya menjadi sampah di channel TV!" balas Naruto lagi. Entah kenapa Ia emosi.
"H-HA?!" Shion yang merasa dihina lagi. Akhirnya menampar Naruto untuk yang ke dua kalinya.
PLAK!
"WOI!" Naruto yang terus terusan ditampar akhirnya marah juga.
"K-kau beraninya menghinaku bocah Udik!" balas Shion.
Naruto mulai emosi.
"K-KAU MENYEBALKAN!" Teriak Naruto.
"Kau lebih menyebalkan! BOCAH MISKIN!" teriak Shion tidak kalah keras.
Muka Naruto mulai memerah. Untung saja suara mereka berbaur dengan laju Bus dan suara bising anak anak konoha. Sehingga mereka tidak perlu berurusan dengan pembimbing.
.
"K-Kau! Menamparku! Mengejekku! Bahkan merenggut acara kesukaanku!" ucap Naruto. Dalam beberapa detik dia langsung di puncak emosi.
"Bukan salahku kalau kau UDIK!" Ucap Shion lagi.
"Ini salahmu!" balas Naruto lagi
"..."
"Rusaknya moral anak anak ini Salahmu!"
"..."
"Hancurnya pendidikan ini Salahmu!"
"h-huh?"
"Semua adalah SALAHMU!"
oke, Naruto mulai kelewatan menyalahkan Shion.
"ARGGH! Aku mengalami Hari yang buruk! Semua uangku HILANG! Aku bahkan tidak makan dengan teratur! sepanjang malam tidak bisa tidur dengan nyenyak! dan sekarang gara gara sinetron sial mu itu.. aku jadi tidak bisa menonton anime!" bentak Naruto lagi.
Melongo. Tak terkecuali Shion. Bahkan Karin dan beberapa orang yang ada di sana juga melongo mendengar pernyataan Naruto.
"A-a..?" Shion tidak bisa berkata kata.
"Seharusnya kau bilang kepada produser sialmu itu untuk tidak menganggu kesenangan orang lain!" bentak Naruto lagi.
.
Shion malah tersinggung.
"H-Hei! Sebenarnya umurmu berapa sih? Kalau kau cukup dewasa, Seharusnya kau lebih tau kalau sinetron lebih mendidik dibanding kartun! dasar bocah!" ucap Shion sewot.
Naruto semakin geram. Ia sempat terdiam. Namun ia segera melanjutkan kata katanya.
"Cih! Dari dulu. Yang mendidik adalah seorang guru! Kau tidak bisa mengatasnamakan media hiburan sebagai pendidikan! dasar gadis bodoh!" ucap Naruto sarkatis.
"..."
"Kau terlalu naif karena kau tidak pernah merasakan pahit!" ucap Naruto lagi. kemudian Ia berbalik dari posisinya dan berniat menuju ke depan untuk memotren teman temannya yang lain.
Muka Shion memerah. Ia kena Skak mat kali ini.
Sedangkan Karin hanya menahan tawa. melihat Seorang artis yang katanya 'Papan atas' dipermalukan oleh seorang Namikaze Naruto. Ia sudah hampir tidak bisa menahan tawanya lagi.
Shion pun duduk. Tanpa Sadar ia meneteskan air mata, Kali ini air mata sungguhan. Ia tidak menyangka ada yang begitu kejam mempermalukannya seperti ini.
"Dasar! semua cowok sama saja!"
Karin Yang melihat Shion menangis malah tidak bisa berkata apa apa. Pikirannya campur aduk sekarang. Ia sedikit merasa iba melihat Shion menangis. Namun disisi lain, Ia bersusah payah menahan tawa karena Shion mendapatkan pelajaran yang harus ia dapatkan.
"Hiks.. hiks..."
"Ehem.. Eh? Err.. Shion-chan.. Sudah jangan menangis." ucap Karin mencoba menanangkan.
"Hiks.. hiks..."
"Bukankah orang yang kuat adalah orang yang terus maju meskipun orang lain memtertawakanmu?" ucap Karin sedikit memotivasi. Ia memilih lebih ke menghibur daripada mentertawakan.
.
Tanpa disadar Naruto kembali dan menghampiri Karin dan Shion.
"Ehem." dehem Naruto memberi isyarat kepada Shion yang sedang menangis.
Masih dengan mata berkaca kaca. Shion mendongak menatap orang yang berdehem tadi. Orang yang mengasarinya beberapa detik yang lalu.
Shion heran karena ia melihat Naruto menjulurkan tangan. Apa Naruto berniat meminta maaf?
"Mm..." Naruto bergumam. Ia tidak berani menatap Shion. Shion sebenarnya mau memaafkan apabila diminta dengan tulus. Tentu saja, Bagaimanapun Ia adalah perempuan.
.
"Aku.." ucap Naruto lagi.
Karin menatap Naruto tidak percaya. Apa Naruto ingin meminta maaf? Serius? Naruto ingin menjilat Ludahnya sendiri? Itu Buruk untuk image mu Naruto! batin Karin.
.
.
.
.
"Kembalikan Permenku!" ucap Naruto lagi.
"Eh?"
Mendengar pernyataan itu tawa karin akhirnya pecah. Dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Bukan menjilat ludahnya sendiri! Ini lebih buruk! Naruto meludahinya 2 kali!
Shion makin cemberut karena dihina kedua kalinya. Ia mengambil permen yang dikantonginya. Dan memberikannya dengan kasar kepada Naruto.
.
".. Terimakasih.." ucap Naruto. Membuat karin semakin tidak bisa menghentikan tertawanya.
Shion menatap Sebal kepada Karin. Tadi karin yang menmotovasinya "Bukankah orang yang kuat adalah orang yang terus maju meskipun orang lain memtertawakanmu." .. Sekarang Gadis berambut Merah ini malah tertawa. Sial.
Sedangkan Karin, entah kenapa Mood nya yang tadi buruk sekarang berubah sangat baik berkat Naruto.
Naruto sepertinya memang memiliki Matahari di dirinya.
.
~I Will Do What I Want~
.
Skip Time
Beberapa jam berlalu sebelum akhirnya para rombongan wisata Konoha Gakuen tiba di pelabuhan di wilayah Kanto. Pelabuhan ini terletak di sebuah kota bernama Kirigakure.
Jam sudah menunjukkan pukul Tiga sore. ya, perjalanan terlambat 1 jam karena bus terjebak macet tadi. Namun itu tidak menghentikan semangat para murid yang ingin berlibur.
Maksudku contohlah Shikamaru. Matanya yang menatap lurus kedepan-Err.. Shikamaru memang sedikit sipit jadi sorot matanya terlihat seperti orang mengantuk. Dan betapa senangnya dia saat menghirup udara laut. saking semangatnya ia bahkan membuka lebar mulutnya, Lebih lebar dari orang yang menguap. Err..
Oke dia memang sedang mengantuk. Dia pemalas, Kita tidak bisa mengharapkan apapun darinya.
Namun lihatlah yang lain! Kalian bisa melihat Naruto yang sedang mengajak anak anak kelas 2-3 dan 2-4 untuk berfoto. Di sisi lain, Shino mengabadikan momen para guru yang sedang beristirahat menunggu kapal yang akan mengangkut mereka ke pulau selatan.
Daerah kirigakure memang terkenal berkabut di musim tertentu. Dan perjalanan wisata mereka sangat beruntung karena ini adalah satu hari dimana musim kabut itu datang. Tak jarang banyak kapal yang kandas karena tidak bisa melihat di dalam kabut di malam hari. Beruntung ndasmu.
..
30 menit mereka menunggu, Akhirnya mereka siap untuk naik ke kapal. Kapal yang mereka naiki cukup besar. dan mampu untuk menampun ratusan orang dan beberapa kendaraan besar sekaligus.
para murid pun segera naik ke kapal besar itu. Rata rata mereka meninggalkan barang bawaannya di bus dan hanya membawa tas kecil. Namun berbeda dengan Naruto Sasuke dan Shikamaru yang memang tidak membawa apapun selain buku tulis.
Saat Naruto melirik buritan kapal, Naruto sempat melihat Nama kapal besar ini . 'Myoko'. Namanya seperti kapal perang. Ia jadi teringat dengan sebuah film. Ah tapi itu tidak penting. Ia harus sesegera naik ke kapal kalau tidak ingin tertinggal.
.
.
Perjalan menggunakan kapal terasa sangat nyaman. Ya, Kapal sesekali bergoyang mungkin membuat beberapa orang yang tidak tahan lautan merasa mual. Namun ombak yang tidak terlalu besar membuat perjalanan ini terasa sangat menenangkan.
Dan disanalah Gaara. Di berdiri di dek dengan santai. Ia bersandar dengan pagar pembatas. Berbeda dengan teman temannya yang lain yang duduk manis di kursi di dalam kabin. Gaara malah memilih menyendiri di luar sembari menikmati semilir angin laut yang menyapu wajahnya. Pandangan tidak terlalu jelas karena tertutup kabut yang tipis, Namun Gaara tidak terlalu tertarik dengan pemandangan laut di sore yang mendung.
Ia lalu melirik HP nya. HPnya sengaja ia matikan semenjak ia berangkat dari sekolah tadi. Ya, Selain mengehmat baterai, Gaara cukup percaya diri kalau tidak akan ada yang menghubunginya dalam waktu dekat.
Ia lalu menyalakan HP nya. Ia mendongak ke atas. Menikmati semilir angin yang menenang kan hatinya. Ini adalah suasana yang jarang Gaara nikmati di kampung halamanya dulu. Sebuah kota besar bernama Suna.
Saat HP nya menyala sempurnya, Diikuti Dengan suara nada SMS masuk. Gaara melirik HP nya lagi.
Gaara terkejut karena ada lebih dari 100 SMS masuk. Lebih tepatnya 124 SMS. Ia lalu membuka Kotak masuk di HP nya.
Nama Matsuri lah yang terpampang di HP nya. Dari atas sampai bawah. dan coba tebak apa yang di SMS oleh ketua Klub drama itu? :
.
.
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai
Gaara-senpai!
..
Gaara melongo melihat Subject SMS dari Matsuri hanya namanya dari atas sampai bawah. Oke jarang sekali Matsuri mengiriminya SMS bahkan samai 124 kali! apalagi dengan subject tidak jelas seperti ini.
Dengan ragu Gaara pun membalas SMS dari Matsuri.
Gaara : Ada apa Matsuri?
Tak berapa lama Matsuri membalas SMS Gaara.
Matsuri : Ya ampun Gaara senpai! Darimana saja sih.. Aku menghubungimu dari tadi. Gratisan SMSku bahkan hampir habis! (0.0)
Gaara : Aku tidak menyuruhmu Mengirimkan 124 Sms.
Matsuri : Ah tapi itu tidak penting. Aku hanya mau meminta sedikit pertolongan ("-.-)/
Gaara : Pertolongan?
Matsuri : Iya! Senpai tau kan Mumpung Gaara-senpai di Okinawa! Aku ingin Gaara senpai membelikan sesuatu untukku! \(^.^)/
.
Gaara mengernyitkan dahi. Membelikan Sesuatu? Oke Gaara tidak memprediksi ini. Sebenarnya Gaara tadi pagi diminta membelikan oleh-oleh Oleh Temari dan Kankuro. Kakak Gaara. Dan Gaara sebenarnya juga sangat malas membawa barang bawaan yang banyak saat pulang nanti. Ah, Namun Gaara tidak mungkin kan menolak permintaan Matsuri yang niat sekali bahkan sampai mengSMSnya 124 kali.
Gaara pun setuju. Memang apa sih yang diinginkan oleh Matsuri? Palingan juga Kimono. Batin Gaara.
Gaara : Baiklah, Memang apa yang kau ingin untuk aku belikan?
Matsuri : Kyaaa~~ Gaara-senpai baik deh.. (/) .. Tapi beneran janji pingin beliin kan? Tenang kok nanti uangnya aku ganti! hehe.. :)
Gaara hanya diam.
Gaara : Ya, Akan aku belikan Apapun yang kau minta. Tidak udah diganti juga gak papa, Hitung aja sebagai oleh oleh.
.
.
.
.
.
Matsuri : Oke, Kalau begitu. Aku titip sebuah Topeng Shinigami, 4 buah Katana dan beberapa botol arak.. :*
.
.
"H-Hah?!"
Gaara melotot tidak percaya apa yang diinginkan Matsuri. Ia berdiri dari duduknya. Ia menatap HP nya beberapa kali, berharap matanya tidak salah lihat. Ternyata benar! Oke! Gaara salah mengira kalau Matsuri hanya akan berharap kimono. Gaara lupa! Gadis ini bukan gadis biasa!
Gaara : Tunggu. Untuk apa barang barang itu?! Kau meminta hal yang aneh aneh!
Matsuri : Itu Untuk properti drama Gaara senpai~ ( -_-) .. Karena Gaara senpai sudah janji! janji harus ditepati! (0.0)
Gaara mendengus heran. Oke, topeng Shinigami dan katana sepertinya masih normal. Tapi untuk apa Arak? Gadis ini mau mabuk?! WTH?!
Gaara : Kau tau kan Matsuri, Mungkin aku bisa membelikanmu Topeng Shinigami. Namun katana dan arak?! Aku tidak yakin Guru pembimbing akan mengijinkan ku membawa pulang dua benda itu.
Matsuri : Aku yakin Gaara senpai bisa kalau bekerja sama dengan Naruto-senpai, Sasuke-senpai, dan Shikamaru-senpai! Semangat! (^o^)/
Gaara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
.
Gaara : Bukan itu yang aku maksudkan nona muda.
Matsuri : Kyaa~ Gaara-senpai! Yamete.. Jangan panggil aku Nona muda.. aku jadi malu~ (/)
Tangan Gaara hampir terpleset saat melihat balasan Matsuri. Pintar sekali mengalihkan pembicaraan.
Matsuri : Pokoknya Janji ya janji! (=.=) .. Aku disini akan setia menunggu katanaku mwehehehe.. :)
karena aku SANGAT membutuhkannya.
.. Nbb : Love you Gaara-senpai, Naruto-senpai, Shikamaru-senpai, Sasuke-senpai XP :*
.
Err,,
Ya, Gaara tau apa yang Matsuri maksudkan dengan 'Sangat'. Dengan kata lain, Gaara harus mendapatkan benda benda itu. Atau akan terjadi hal yang buruk.
Gaara terduduk lemas. Ia tidak menyangka akan terjebak dalam situasi seperti ini.
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxxxxxxx
Author's Note : Yosh, Hanzama Is Back! Oke, Mungkin ada yang heran dengan Si Shion di sini.
Shion saya gambarkan sebagai Gadis manja. Namun Dengan beberapa cara, Dia juga memiliki sedikit sifat Freak dan Physco .. sebenarnya penggaambarannya sudah benar blum sih? .. jujur, sebenarnya semakin lama semakin susah memikirkan humor di fanfic ini.. well, saya sendiri jga bingung .
..
Terimakasih kepada yang udah baca.. yang udah ripiu.. Reviewer.. Silent reader.. Faver.. Follower.. Sekian dari saya.. Semoga Reader sukses selalu~
REVIEW?
v
v
v
