Chapter 22 : Lucky Draw

.

"A-APA YANG KALIAN LAKUKAN?!" Teriak Sakura di kamar 62 saat melihat Para pria sedang tidur berjajar.

"Hah?"

Enam orang yang ada di ruangan itu pun duduk terbangun karena mendengar teriakan Sakura.

"Ketua Kelas?! Ya ampun! jangan mengagetkan kami!" bentak Kiba saat mengetahui yang datang bukanlah hantu melainkan Sakura dan Karin.

"K-k-kalian Yaoi?!" tanya Sakura shock.

"A-apa?!"

"KYAAAA!" Teriak Sakura tiba tiba dan tanpa aba aba dia melempar senter yang ia pegang ke sembarang arah. Dan dengan sedikit keberuntungan senter itu mengenai kepala Naruto.

"Adaww!"

Sakura pun lari dari tempat itu.

Melongo. Di sana sekarang hanya ada 6 pemuda itu dan Karin.

"..."

"..."

"..."

"..."

"..."

"E-err.. Sekarang sudah lewat makan malam, Kalau kalian tidak segera, kalian bisa melewatkannya.." ucap Karin akhirnya.

"B-begitu ya." balas Kiba.

"Sebaiknya kalian bergegas." ucap Karin mengakhiri dan segera keluar menyusul Sakura.

Hening.

.

"Apa yang baru saja terjadi?" tanya Shino bingung.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Comin Soon

.

"A-APA?!"

"WHAT?!"

Sasuke, Shino, Shikamaru, Naruto, Kiba dan Chouji kini sudah berada di ruang makan penginapan. Ya, Sehabis diberitahu Karin tadi. Mereka segera merapikan diri dan melesat menuju kesini setelah mengunci kamar mereka.

Di depan mereka, Ibiki kini tengah berdiri melipat tangan dan dengan tampang garang menatap keenam pemuda itu. Di tangannya masih dipegangnya Megaphone yang sama dengan yang ia pegang tadi pagi.

"Kau serius sensei?!" tanya Kiba tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ibiki.

"Kau dengar apa kataku?! Telat datang, Tidak dapat jatah makan!" bentak Ibiki lagi kepada keenam pemuda itu.

Oh, Jadi itu yang terjadi.

"Omong Kosong!" Teriak Naruto frustasi.

DUAKH! satu pukulan tepat di ubun ubun Naruto. Ah, memang sial. Ditampar, Dilempar senter, Diberi bogem mentah. Semua orang sepertinya menganggap kepala Naruto adalah papan Sasaran.

"LIHAT JAM! INI SUDAH JAM SETENGAH SEMBILAN!" teriak Ibiki. Kini menggunakan toa yang ia pegang.

Berbicara dengan enam orang saja harus menggunakan toa. Kau greget sekali sensei.

Naruto hanya menutup telinga dan memejamkan mata saat Moncong megaphone yang ibiki pegang diarahkan tepat ke wajahnya.

"Lalu kau tidak mengusahakan apapun untuk kami?!" tanya Kiba frustasi.

Sepertinya yang semangat membantah Ibiki hanya Naruto dan Kiba. Karena dilihat keempat pemuda yang lain hanya diam dan memilih menjaga jarak.

"APA?! kau pikir aku bapakmu?!" bentak Ibiki lagi.

Melongo.

"Aku tidak mau bertanggung jawab dengan anak yang tidak tepat waktu!" lanjut Ibiki.

"K-kami hanya telat beberapa menit Sensei." ucap Naruto memotong.

BLETAK!

"WOI!" Naruto kena pukul lagi.

"Beberapa menit Dengkulmu! Makan malam dimulai jam 7 tadi! Dapur sudah ditutup 30 menit yang lalu!"

"Apa?! bukan berarti kami tidak bisa makan sekarang kan?! Kami kan membayar biaya yang sama!" balas Kiba.

DUAKH!

Nyut Nyut.

Kiba meringis merasakan kepalanya yang nyut nyutan. Guru yang satu ini memang sering sekali main tangan. Terkadang kiba heran kenapa Orang ini bisa jadi guru BK.

"Membayar apanya?! Seingatku, Study Tour ini sepenuhnya di biayai oleh komite sekolah!" ucap Ibiki lagi.

"..."

"Akan selalu ada hukuman untuk orang orang yang tidak bisa tepat waktu."

"..."

"Kalian seharusnya berlajar disiplin."

"..."

"Sekarang pergilah Ke kamar kalian masing masing! Hus hus!" usir Ibiki seenaknya. Lalu dengan penuh wibawa, Ibiki Pergi dari situ.

Meninggalkan Mereka ber-enam yang diam mematung.

Hening.

"Cih. Aku terkadang heran kenapa Tsunade mau menerima lamaran kerja si Condet itu." ucap Kiba saat dirasa Ibiki telah pergi jauh.

"Err.. sebaiknya kita kembali ke kamar." ucap Chouji.

Naruto menoleh.

"Apa Maksudmu Chouji? Kau ikhlas saja saat Kau tidak diberi makan?!" tanya Naruto heran.

"B-bukan begitu.. Maksudku, Ibiki sensei bilang, Dapur ditutup 30 menit yang lalu." lanjut Chouji.

"Huamm.. Chouji benar. Lagipula ini sudah biasa Naruto. Tidak makan 1x bukan masalah kan?" Tanya Shikamaru mencoba meyakinkan.

Yah, Semenjak mereka Pindah memang Perihal makan tidak selalu tertib 3x sehari. Kadang 2x sehari kadang 1x. jadi, Hal seperti ini tidak terlalu mengejutkan bagi Shikamaru.

"Huh? Apa kepandaianmu itu luntur shika?" tanya Naruto ketus.

"Hah?"

"Aku belum makan sejak pagi kau tau!" ucap Naruto.

"..."

"Itu gara-gara perjalanan sial ini. Dan tadi pagi Sasuke tidak memasak!" ucap Naruto menuding Sasuke.

"Oi, kenapa kau jadi menyalahkanku dobe?" tanya Sasuke tersinggung.

Namun Naruto hanya mendengus.

.

Cukup lama mereka berdebat. Namun itu harus terhenti karena kakashi yang datang menghampiri mereka.

"Yo!" Sapanya. Ia membawa membawa kantung plastik berisi beberapa minuman kaleng dan rokok. Sepertinya dia habis belanja.

Kenam pemuda itu menoleh.

"Kakashi sensei?" tanya Kiba heran.

"Hai! Apa yang kalian lakukan malam malam begini?" tanya Kakashi.

Keenam orang itu menatap Kakashi heran.

"Cih. Kami belum makan malam." ucap Naruto ketus.

Hm. Kakashi mengerti keadaannya disini. Mereka sepertinya telat datang dan, tidak diperbolehkan makan oleh seseorang. Yah, Kakashi bisa jelas mengetahui siapa yang tegas sekali dengan peraturan dan melarang mereka makan.

"Kau dari mana Sensei?" tanya Kiba melihat Kakashi membawa barang blanjaan.

"Hm? Dari minimarket." ucap Kakashi, Ia menunjukkan blanjaan yang ia pegang.

Sementara Mereka tentu heran melihat Kakashi membeli rokok.

"Kau merokok Sensei?" tanya Shino.

"Hahaha.. Tentu Saja tidak, Ini adalah pesanan Azuma."

"Oh."

Ya, Azuma adalah satu satunya guru di Konoha yang pecandu rokok.

.

"Oh iya! kalian belum makan kan?" tanya Kakashi.

Keenamnya menatap Kakashi. Mereka mengangguk.

"Bagaimana kalau aku memberi kalian sesuatu." ucap Kakashi.

"Hah? kau ingin memberi kami makanan Kakashi?" tanya Naruto senang.

"Hahahaha.." kakashi malah tertawa. Ia lalu mengambil sesuatu dari kantung celananya dan memberikan kepada mereka.

Sasuke yang menerima benda yang diberikan Kakashi.

"Hah?" Naruto melongo melihat yang diterima Sasuke adalah kertas.

"Apa itu? Kertas?" tanya Naruto mendekati Sasuke dan melihat benda yang diberi kakashi. Oke itu aneh. Ada enam orang yang sedang kelaparan disini. Dan bukannya diberi makan, eh malah diberi kertas.

Sasuke menatap heran enam buah kertas kecil berwarna biru yang ia pegang.

"Apa ini?" tanya Sasuke.

Kakashi tesenyum lagi.

"Sepertinya itu kupon Makanan gratis." ucap Kakashi.

"Makanan gratis?" ucap Semua pemuda itu. Mereka pun segera mengerumungi Sasuke untuk memeriksa. Membuat Sasuke harus mendorong mereka satu persatu supaya tidak terlalu dekat.

"Ya, Aku mendapatkannya dari Minimarket tadi." ucap Kakashi menjelaskan.

Keenam pemuda itu menatap Kakashi.

"Dimana kita bisa menukarkannya?" tanya Naruto.

Kakashi lalu menunjuk belakang punggungnya dengan jempol tanpa berbalik.

"Kalian bisa pergi ke minimarket di ujung jalan. kalian tau? 6 porsi makanan gratis itu lumayan. tapi sepertinya kalian lebih membutuhkannya." ucap Kakashi.

Naruto menatap Kakashi kagum. Ya, Gurunya ini memang penyelamat nya dari dulu. dari semenjak mereka masuk ke lingkungan baru, Sepertinya Kakashi sangat perhatian dengan anak didiknya. Tidak seperti Ibiki, Kakashi adalah guru teladan.

Entah kenapa Naruto jadi sangat kagum dengan Kakashi. Ah, Aishiteru Sensei. (Err.. sebaiknya jangan berpikiran aneh aneh tentang kakashi Naruto, atau fanfic ini akan mendapat kecaman dari Reader karena memasukkan unsur yaoi.)

Naruto yang sedari tadi memang lapar. Segera mengkomando teman temannya untuk berangkat berburu.

"Baiklah kalau begitu. ayo kita pergi." Pimpin Naruto kepada teman temannya.

"Tunggu-" Sebelum Naruto beranjak, Mereka dihentikan oleh Kakashi lagi.

Mereka menoleh.

"Apa lagi Kakashi?!" tanya Naruto malas.

"Aku tidak mungkin membiarkan kalian semua pergi sekaligus." ucap Kakashi lagi.

"Hah?"

Kakashi melirik ke jam tangan yang bertengger di tangannya.

"Ini sudah larut.."

"..." Oke ini aneh, beberapa detik yang lalu, Kakashi memberi mereka kupon. Namun detik berikutnya, Mereka dilarang keluar. Apa otak Kakashi baik baik saja.

.

"Ah, maksudku.. Kalian boleh pergi. tapi tidak semua, mungkin perwakilan." ucap Kakashi.

"Oh." jadi itu yang dimaksudkan kakashi.

"Karena bila orang banyak akan bisa jadi masalah. Mungkin 3 orang cukup." lanjut kakakashi lagi.

Keenam pemuda itu saling pandang. Oke bila disuruh memilih, pasti kebanyakan dari mereka akan saling tunjuk dan menyuruk orang lain yang pergi, dimana mereka bisa bersantai dan menunggu makanan datang.

Shikamaru yang malas dengan hal yang merepotkan, akhirnya bersiap pergi dari situ.

"Oi shikamaru. kau mau kemana?!" tanya Kiba mengetahui Shikamaru mengambil langkah seribu.

"Tidur."

Ah, Sudah kuduga, Shikamaru. Orang ini tidak terlalu mempermasalahkan makanan selama dia masih bisa tidur.

"Aku akan pergi, Karena Aku juga butuh udara segar." ucap Shino kemudian.

Mereka menoleh kepada Shino.

Naruto yang memang semangat mencari makan, Akhirnya juga mengajukan diri.

"Baiklah, Aku dan Sasuke juga akan pergi. Yang lain, Kalian bisa menunggu di kamar." ucap Naruto semangat.

"What?"

"Semakin cepat kita berangkat, Semakin cepat kita pulang!" ucap Naruto.

"Tunggu dulu. Kenapa harus aku?" protes Sasuke saat menyadari dirinya diseret ke permasalahan ini.

Namun Naruto mengabaikan, dan mengajak Shino dan Menyeret (secara harifiah, Bukan secara kiasan) Sasuke keluar dari penginapan itu.

.

Meninggalkan Chouji dan Kiba yang diam mematung.

Menyadari Tidak ada diantara mereka berdua yang ingin beranjak. Kakashi pun berucap.

"Err.. Kiba-kun.. Chouji-kun.. sebaiknya Kalian menyusul Shikamaru. Sepertinya para pembimbing akan melakukan inspeksi malam hari sebentar lagi." ucap Kakashi.

"Hah?"

Mendengar itu, Kiba dan Chouji pun segera mengambil Langkah seribu menyusul Shikamaru.

.

~I Will Do What I Want~

.

Dan begitulah mereka berakhir sekarang, Naruto, Sasuke dan Shino sedang dalam misi mencari makan malam berbekal 6 buah kupon yang Kakashi dapat dari minimarket. Oke ini menyebalkan, Saat kau lapar bukannya diberi makan malah diberi beberapa kupon dan disuruh menukarkannya sendiri.

Kakashi bilang ini adalah Kupon makanan gratis. Tapi dia sendiri sepertinya tidak tau jenis makanan apa yang bisa didapat dari kupon berwarna biru tua itu.

.

Sasuke menatap beberapa buah kupon yang ia pegang di tanyang kirinya kini. Kupon itu bertuliskan 'Akatsubaki' di tengahnya. Dan tulisan 'Free Yakisoba coupon'. Di sudut ia bisa melihat gambar maskot dango daikazoku yang memelas menatap Sasuke, Menampilkan kesan kawai dari maskot bulat itu. Sasuke mengernyitkan dahi.. Ia merasa aneh.. Yah, Kupon yang bertuliskan free yakisoba, Tapi maskotnya adalah dango. Event promosi yang aneh.

Sasuke membalik kupon itu. Mencoba mencari perusahaan apa yang mempelopori Event kupon ini.

.

.

'Sponsored by : Akatsuki Corp.'

"..."

.

Sasuke mencoba mengucek matanya. Memastikan ia tidak salah lihat. Namun nyatanya matanya masih normal.

..Tunggu dulu..

.

Bukankah ini adalah Nama perusahaan aneh yang diurus Kakak Sasuke dan teman temannya?! WTH?!

Sasuke mencoba mengingat ingat kakaknya Itachi dan beberapa teman gilanya yang tidak Normal menurut Sasuke.

Seingat Sasuke, Akatsuki Corp adalah perusahaan yang sering mengadakan event event kerjasama denggan beberapa perusahaan kecil. Ya, Sasuke pernah diberi Tiket pameran barang elektronik yang diadakan oleh Akatsuki dan perusahaan Samsunk.

Itu tentu Jauh dari bidang produksi Akatsuki. Karena Seingat Sasuke, Akatsuki adalah perusahaan pemroduksi mainan.

Tapi mengetahui para pengurus perusahaan ini adalah orang orang tidak waras.. Sasuke tidak terkejut. Sasuke hanya tertegun saja Karena Sekarang Akatsuki mensponsori Event makanan.

Sepertinya mereka menjadi lebih gila dari biasanya..

Hm? Kenapa gila?

Sasuke memang tidak tau siapa saja pelopor Perusahaan ini. Itachi pernah bilang bahwa perusahaan ini didirikan oleh 10 orang. Dulu, Waktu ulang tahun Sasuke, Sasuke pernah mendapat kado yang beratas namakan Akatsuki. Kalian tau apa kado yang diberikan kepada Sasuke?

.

Sebuah boneka.

Kalau boneka biasa saja sih. Sasuke mungkin tidak terlalu mempermasalahkannya. Tapi nyatanya tidak. Boneka yang dimaksud adalah boneka jenglot. Ya, diberi boneka jenglot saat berulang tahun adalah salah satu pengalaman aneh Sasuke.

Boneka yang mereka Namai Gedo Mazo. Yang membuat Sasuke ingin sekali memlintir kepala kakaknya adalah saat Sasuke membaca Box pada boneka itu. Sasuke hampir saja membantingnya saat di penjelasan bertuliskan "Boneka ini hanya untuk 8 tahun keatas.", Justru boneka seperti itu seharusnya untuk 80 tahun keatas.

Semenjak Saat itu, Sasuke percaya bahwa otak Itachi sudah terkontaminasi dengan orang orang jebolan rumah Sakit jiwa.

.

.

Back To setting.

Sasuke berjalan pelan menapaki jalan setapak di pinggiran pantai Okinawa yang gelap. Di sisi lain, Naruto berjalan paling depan dan Shino berjalan paling belakang,

Dari mereka bertiga, Sepertinya hanya Sasuke yang terganggu dengan udara yang dingin. Shino terlihat biasa saja karena memang ia selalu memakai jaket kutub-nya yang tebal. Sedangkan Naruto. Ah, Sasuke tidak merasa si bocah hiperaktif ini kedinginang, mengingat sepertinya dia berjalan santai sedari tadi.

Semilir angin laut yang menghempas tubuh Sasuke, memaksanya memeluk tubuhnya sendiri. Yah, Ini salah satu resiko tidak membawa apapun selama perjalanan. Bahkan jaket yang sangat berguna disaat seperti ini sangat Sasuke harapkan. Namun hanya berharap saja tidak mungkin membuat lemari pakaianmu melayang sendiri ke Okinawa.

.

Beberapa menit berjalan, Akhirnya mereka sampai di minimarket yang dimaksud oleh Kakashi. Minimarket yang berada di ujung jalan dengan nama 'NipponMart' Yang terpampang jelas di depan mata Sasuke.

Tanpa basa basi, Naruto pun memimpin teman temannya masuk ke dalam Minimarket itu. Sasuke berhenti beberapa Saat di depan pintu masuk, Membuat Shino yang berada di belakangnya terheran heran.

Naruto menoleh.

"Sebaiknya cepat Kita tukarkan kupon kupon itu Sasuke." ucap Naruto tiba tiba.

"Naruto benar, Karena jam sudah menunjukkan waktu yang semakin larut," sambung Shino dari belakang.

"Hn." Sasuke hanya bergumam. Ia kemudian masuk ke dalam minimarket itu mengikuti Naruto dari belakang, Diikuti Shino.

.

Ting tong Selamat datang.

Ucap Sebuah suara entah dari mana yang sempat terdengar oleh gendang telinga Sasuke. Namun Tidak terlalu dipedulikan oleh mereka.

Ketiga meuda itu diam di depan pintu. mencoba mengamati keadaan sekitar. Setelah saling lirik, Mereka mendekati kasir yang ada di samping kanan mereka.

.

Sasuke berdiri tepat di depan kasir. Di depannya sepertinya sang penjaga kasir tidak menyadari keberadaan mereka bertiga. Sasuke menatap bosan penjaga kasir yang malah mendengarkan lagu dari headset kecil yang tertempel di telinganya.

"Lalalala~"
Sasuke dan Naruto saling pandang. Naruto hanya mengangkat bahu.

Sedangkan Shino hanya menatap Nametag penjaga kasir itu.

"Lebah Pembunuh." Shino menatap heran. Nama yang aneh,

"Err.. Permisi.." ucap Sasuke halus.

.

"Yoyo~ Lala Yeyeye~" senandung orang itu lagi.

Naruto mulai tidak sabar.

"HOI! Paman!" bentak Naruto.

Ah, Akhirnya. Dengat sedikit tenaga. Penjaga kasir itu menoleh. Ia menatap ketiga pemuda yang ada di depan mejanya..

"Err.." Gumam Naruto..

Penjaga kasir yang mengenakan kacamata hitam itu membuat Naruto tidak bisa membaca ekspresinya. Di pipi kirinya terdapat tato tanduk kerbau yang membuat Naruto merinding.

"Yoyo!~ Ada apa!~ Kalian berdiri disana!~ Mengangguku yang sedang bekerja!~" ucap orang itu.

"Hah?"

Melongo.

"Namaku Killer Bee!~ Aku bekerja disiniee!~ Kalau tidak ada yang ingin kalian beliee!~ Sebaiknya kalian cepat pergiee!~" Ucap Penjaga kasir itu lagi. Hm? Killer Bee? Nama yang aneh.

Naruto tidak bisa berkata kata saat mendegar logat rapp yang digunakan oleh orang yang ada di depannya.

"Hn. Kami ingin bertanya." ucap Sasuke.

"Tanya tanya katamu?~ Aku bukan seorang Guru!~ Kalau kau ingin tau sesuatu!~ Pulanglah dan bertanya kepada ibumu!~" ucap Bee lagi.

Sasuke hanye mendengus. Satu lagi orang aneh yang Sasuke temui.

Sasuke pun tidak menggubris Pernyataan Bee. Ia malah menyodorkan enam buah kupon dan meletakkannya di meja kasir.

"Kau pasti tau apa ini?" tanya Sasuke.

Killer Bee menatap Kupon itu sebentar.

"Yo Yo~ I know it Son!~ Itu adalah sebuah kupon! dasar Bodoh!~ dasar Bloon!~" ucap Bee lagi. Masih dengan logat rapp nya.

"Oi siapa yang kau panggil bloon?" Tanya Naruto emosi karena percakapan ini dirasa semakin aneh.

"Kalau begitu kau pasti tau dimana kami bisa menukarkannya?" tanya Sasuke lagi.

"Yo yo! Apa mata kalian buta!~ Padahal disini sudah ada penjelasannya!~" ucap Bee lagi, Ia menunjuk ke kupon tepat ke tulisan 'Free Yakisoba.'

Sasuke menghela nafas.

"Bukan itu yang aku maksudkan.."

"..."

"Maksudku, Apa kami bisa menukarkannya disini?" tanya Sasuke lagi. Ah, jujur, Sasuke pusing mendengar logat rapp yang aneh milik orang ini.

"Tidak bisa!~ Karena, Aku bukan penyelenggaranya!~" lanjut Bee, lagi.

"Hah?"

"Hah?! Tidak bisa?! Bukankah tokomu yang memberikan kupon ini?!" Tanya Naruto emosi. Yah, Beginiliah Kalau ingin mendapatkan barang yang gratis. Barang gratis biasanya prosesnya lama.

"Ya ya!~ Kau benar kawan!~ Aku yang membagikan!~ Kepada yang beruntung diantara para pelanggan!~ Namun maafkan!~ Bila ingin menukarkan!~ Bukan tempat ini yang dimaksudkan!~" balas Bee meminta maaf.

Ketiga pemuda itu menghela nafas.

"Lalu dimana kami harus menukarkannya?" tanya Shino yang sedari tadi diam. Dia sedari tadi hanya mengamati keadaan minimarket dan menengok kesana kemari. Ia mengamati sebuah aquarium kaca sedang yang diisi oleh seekor gurita. Ya, memelihara gurita di minimarket memang hal yang aneh.

"Bila kalian ingin sekali!~ Kalian bisa menukarkannya ke Akatsubaki!~" lanjut bee.

"Akatsubaki?"

Bee mengangguk.

"Akatsubaki adalah restoran!~ Letaknya di ujung jalan!~ Setelah perempatan!~ Kalian belok kanan!~" ucap Bee sembari menunjuk jalanan di luar dari dalam tokonya. Sasuke, Naruto dan Shino hanya mengikuti arah tangan Bee menunjuk.

.

Huh.

Sasuke pun mengambil kupon kuponnya kembali dengan keras.

Setelah menghela nafas panjang, Mereka bertiga pun segera keluar dari tempat itu. Menghiraukan Bee yang masih bersenandung ria.

"Ya ya~! Hati hati di jalan!~ Agar tidak kecelakaan!~ atau diculik setan!~ semoga kalian diterima disisi tuhan!~" ucap Bee dari dalam Saat Naruto dkk sudah sampai di luar.

"Apa katamu?!" Entah kenapa Naruto merasa emosi dengan bait terakhir dari kalimat paman Rapper itu.

Namun Karena Ajakan Sasuke yang mengajak segera menjauh, Kahirnya Naruto hanya menurut.

.

.

"Apa benar kita ingin menukarkan kupon kupon ini?" tanya Sasuke kepada teman temannya.

Oke, Sekarang Sasuke malah merasa tidak yakin.

"Apa maksudmu Sasuke? Tentu Saja kita akan menukarkannya! Ini adalah Yakisoba kau tau!" ucap Naruto meyakinkan.

Ya benar, semenjak mereka pindah, Mereka belum pernah makan masakan enak. Karena Masakan sasuke bisa dibilang rasana biasa biasa saja (Bahkan terkadang tidak enak). Ya, Maklum Sasuke adalah pemula. Bagi Naruto, Yakisoba adalah Golden chance!

Shino hanya diam. Ya, kalau disuruh memihak, Mungkin dia akan memihak Naruto. Jarang jarang kan bisa dapat yakisoba gratis.

"Tapi ini sudah larut Naruto.." ucap Sasuke lagi.

Naruto menghela nafas.

"Dengar Sasuke! Kita adalah predator!.." ucap Naruto tegas. "..Dan itu..." Naruto menunjuk ke kupon yang ada di tangan Sasuke. ".. Adalah Target kita malam ini!" ucap Naruto meyakinkan.

Sasuke menatap bosan Naruto. Naruto memang seperti anak anak.

Setelah beberapa menit berpikir, Namun Akhirnya Sasuke setuju.

"Terserah kau saja lah.." akhirnya Sasuke ikut juga.

.

~I Will Do What I Want~

.

Kiba dan Chouji kini tengah berjalan menyusuri lorong lantai 2. Mengingat ini sudah hampir jam 9, Tidak heran kalau sudah tidak ada orang yang berlalu lalang. Mungkin teman teman mereka yang lain sudah tidur di kamar masing masing- setidaknya pura pura tidur karena seperti yang kakashi bilang tadi,

Para pembimbing/Guru akan melakukan inspeksi malam untuk mengecek siapa yang masih berkeliaran di lorong. Seperti Kiba dan Chouji saat ini.

Dan yang akan tertangkan mungkin akan diberi hukuman.

Beberapa menit mereka berdua berjalan di lorong Lantai 2 yang sepi. Lampu yang padam membuat suasana terlihat mencekam. Mereka pun mempercepat langkah mereka,

Saat sampai di depan pintu kamar nomor 62, Kiba melihat Samar siluet seseorang yang bediri di depan pintu. Ia menajamkan penglihatannya.

"Shikamaru..?" tanya Kiba memastikan.

"Hm?" sahut orang itu.

"Apa yang kau lakukan di luar?" tanya Kiba.

Shikamaru hanya membalas namun tidak beranjak sedikitpun.

"Pintunya terkunci." ucap Shikamaru.

"Hah?"

Kiba pun mendekati pintu dan memegang knop pintu.

KLEK KLEK KLEK.

Kiba mencoba menggerakkannya namun tidak bisa.

"Sial!" Umpatnya.

Ia lalu menoleh kepada Chouji.

"Siapa yang memegang kuncinya..?" Tanya Kiba kepada Chouji.

"Eh? Err.. Mungkin Shino."

Gawat! Pasti sebentar lagi inspeksi malam! dan Sekarang mereka bertiga terjebak di luar.

Dan kalau dipikir pikir, Pembimbing Bus 1 adalah si condet itu. Sial! Kiba tau, Ibiki pasti tidak akan percaya dengan alasan yang akan diberikan kiba, meski kiba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Kiba mengumpat menyalahkan Shino untuk Hal ini.

'Si pecinta serangga sialan itu-'

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxx

Author Note(s) : Yoyo, Hanzama Is BACK! oke, Saya tau apa yang anda pikirkan. updatenya lama! (mengulang kata2 yang kemarin)

Maafkan saya yang tidak punya waktu luang ini.

Dan apa ini? chapter yang pendek? Apa Author serius menyajikan this piece of shit untu reader?

Ya.. Chapternya memang tidak terlalu panjang.. sekali lagi saya minta maaf.. saya hanya mencoba menghidupkan kembali fanfic ini, sedikit semi sedikit.. jadi mohon maaf (lagi) bagi reader yang tidak puas.

..

Oke sebelum saya tutup.

Saya bermaksud menjadikan Hinata di fanfic saya adalah hinata Versi Road to Ninja? Kira kira para readers akan bilang? Yes / No

(Yah, sedikit Voting sebelum saya tutup.. harap berikan pendapat)

Oke mungkin itu saja!

Sekian dari saya! Terimakasih yang sudah membaca, Semoga readers sukses selalu~

Tunggu kelanjutannya di chapter 23..

Cya cya~

REVIEW

V

V