Chapter 25 :Busted!
Sasuke, Shino dan Naruto kini tengah bertingkah gelisah dalam sebuah krangkeng sempit berukuran Lima Kali Empat meter yang lantainya terasa dingin. Ya, sudah semalaman mereka berkeliaran di okinawa, dan mereka tidak menyangka akhir perjalanan mereka, mereka harus mendekam di sebuah jeruji besi. Shit!
Naruto yang sedari tadi hanya berdiri, mendongak keluar dari dalam krangkeng mencoba bernegoisasi dengan pak petugas.
"Oi pak.. Keluarkan kami.. sudah ku bilang kami bukan terroris!" ucap Naruto keras. Membuat pak petugas yang sedang menulis laporan harus menoleh ke Naruto. Ya, orang ini adalah orang yang menodongkan revolvernya kepada Naruto tadi. Naruto sempat melirik Nametagnya tadi. Opsir Darui.
"Huh.. Berkeliaran di malam hari, Meledakkan sesuatu di jalanan, .. dan dua diantara kalian tidak bisa menunjukkan kartu identitas.. bahkan dengan seragam anak SMA pun, kalian tetap mencurigakan!" ucap Opsir Darui ketus.
"Sudah ku bilang kami datang bersama rombongan konoha! Kami ikut study tour dengan terpaksa! kami bahkan tidak membawa baju ganti ke okinawa!" balas Naruto. Dia berteriak teriak dari dalam jeruji. Suaranya menggema keras, karena di ruangan itu hanya ada opsir darui dan mereka bertiga.
"Siapa pula yang percaya dengan cerita bodoh seperti itu!" balas Darui tidak mau kalah.
"Ya ampun! itu kenyataannya, Pak petugas!" balas Naruto lagi lebih keras.
Sasuke dan Shino hanya mendengarkan mereka berdua berdebat. Dari mereka tidak ada yang berniat ikut dalam perdebatan alot ini.
Sekarang opsir Darui menatap Naruto intens.
"Para petugas yang lain sedang mengecek TKP. Kalau di area yang meledak semalam ditemukan bahan kimia berbahaya. Aku tidak bisa melepaskan kalian begitu saja!" ucap opsir Darui lagi.
Naruto mendecih.
"Tsk! Ayolah.. Oh benar! setidaknya, Telpon saja guru kami Pak! Mereka pasti akan menjelaskan yang sebenarnya!" ucap Naruto lagi. Mencoba mengajak Darui bernegosiasi.
Darui menatap Naruto dan kedua temannya sejenak. Setelah menimang negosiasi Naruto beberapa saat. Ia akhirnya menyetujuinya.
"Baiklah, Tapi kalau kalian benar benar bukan murid SMA, akan ku pastikan kalian masuk penjara yang sebenarnya." ucap opsir Darui.
Naruto tersenyum kemenangan.
"Aye sir!" ucapnya sembari memberi hormat.
Darui hanya mendengus.
"Kalau begitu berapa nomor nya?" tanya Darui.
"Huh?"
"Nomor guru-mu.. Berapa?" tanya Darui lagi memperjelas.
"Eh? err.." Naruto lalu menoleh ke Sasuke. Meminta nomor siapa saja yang ia tau. Namun Sasuke hanya mengangkat bahu.
Naruto lalu beralih menatap Shino. Shino yang merasa ditatap mencoba merogoh saku nya. Sepertinya kemarin dia sempat mencatat nomor seseorang sebelum berangkat dari Konoha Gakuen.
Ah ini dia!
Shino mengeluarkan secarik kertas kecil berisi nomor HP. Lalu menyerahkannya kepada Naruto.
Naruto sedikit heran.
"Nomor siapa ini?" tanya Naruto kepada Shino. Ia membolak balik kertas kecil itu.
Di bagian belakang kertas kecil itu. terpampang sebuah nama. Nama pemilik nomor sepertinya.
.
'Morino Ibiki'
"..."
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Rating : T(+)
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Comin Soon
.
Ah, Pagi hari di Okinawa. Pagi yang cerah di penginapan yang ditempati para murid konoha. Namun hari yang masih gelap tidak lantas memaksa para penghuni penginapan terus bermalas malasan. Ya, penginapan ini sudah ada aktifitas bahkan di pagi hari.
Penginapan di pinggir pesisir ini memang masih sepi karena memang sekarang masih menunjukkan jam 4 pagi. Hanya ada beberapa anak berkeliaran. Mungkin karena mereka bangun terlalu pagi dan mencoba jalan jalan pagi. Ada juga beberapa murid yang sudah berolah raga ringan di depan penginapan untuk sekedar menghangatkan badan atau melihat matahari pagi Okinawa.
Ibiki tengah menyeruput teh nya sembari duduk di balkon lantai empat saat dirasa Handphone nya berbunyi nyaring. Tanda ada panggilan masuk.
.
*Oh masih adakah~ cinta yang abadi. menyatukan, dua hati saling isi~..daun pun menari alam bersaksi,, seindah musim cherry~
Suara nada dering Ibiki yang terdengar nyaring. Ibiki pun segera mengangkat panggilan itu. Mencari tau siapa dalang dibalik sesuatu yang menganggunya di pagi hari.
"Ah.. Moshi.. Moshi.. Apa ini dengan Morino Ikibi-san?" tanya Orang yang ada di sebrang panggilan.
"Hn. Morino Ibiki." ucap Ibiki mengkoreksi.
"Ah, Benar. Maaf. Maksud saya Morino Ibiki-san." Balas orang itu lagi.
"Hn. Siapa ini?" tanya Ibiki. Ia mencoba untuk tidak terlalu banyak basa basi.
"Perkenalkan, saya Opsir Darui dari Okinawa Police Departement."
Ibiki mengernyitkan dahi. Polisi? untuk apa Polisi menelpon? apa ada masalah? dan yang lebih penting, Darimana polisi dapat nomornya? apa sekarang kepolisian mempunyai setiap nomor penduduk di seluruh negara? wth?
"Terus?" Tanya ibiki. Mencoba mencari tau apa yang terjadi. Sembari menyeruput teh hangat miliknya, dia dengan seksama bersiap mendengarkan penjelasan orang yang ada di sebrang.
"Kami telah menangkap tiga murid anda karena diduga sebagai teroris."
KRAK!
Ibiki yang mendengar kabar dari sebrang tanpa sengaja menekan giginya kepada pinggiran cangkir terlalu keras. Membuat cangkir itu gompal di bagian ujung. Ah, Kau seperti kuda lumping saja sensei.
"Err.. Halo?" tanya orang yang ada di sebrang karena tidak ada sahutan.
Ibiki mencoba , mencerna perkataan opsir Darui.
Saat Ia yakin ia tidak salah dengar, dia kembali berkutat dengan Handphone nya.
"Apa yang kau maksudkan?" tanya Ibiki mencoba memastikan apa yang terjadi.
"Oh, Kami tadi malam baru saja menangkap pemuda bernama Aburame Shino, Uchiha Sasuke, dan Namikaze Naruto karena telah meledakkan sebuah tong di jalanan Okinawa." jelas opsir Darui dari sebrang.
"Omong kosong!" balas Ibiki, apa dia sedang dikerjai? yang benar saja!
"Kami serius pak.."
Detik selanjutnya.. terdengar suara gemrisik. dan nada orang yang ada di sebrang berubah,
"Err- Halo.." ucap orang lain di sebrang.
"..." Ibiki kenal sekali kalau itu adalah Suara Naruto.
"Err.. Halo sen-" TUT TUT
Ibiki menutup sambungan telpon nya. Ia mencengkram tangannya erat.
.
'Bocah bocah sialan itu.'
Dan ibiki lalu segera berlari ke lantai bawah.
.
.
Tap tap tap..
Suara langkah kakinya terdengar menggema di seluruh lorong. Dia bahkan tidak berniat menunggu lift dan lebih memilih menuruni tangga.
Saat dia sudah berada di lantai 1. Ibiki yang melihat Kakashi sedang duduk di sofa sembari membaca buku pun segera menghampirinya.
"Ayo ikut aku sebentar Kakashi." ucap Ibiki. Dia segera menyeret Kakashi.
"A-Ibiki-san? Apa ya-"
"Sudah ayo ikut. Kau sekarang pergilah pinjam mobil pemilik penginapan!" ucap Ibiki memerintah.
"Hah?"
"Cepat lakukan!" bentak ibiki,
Kakashi memang tidak begitu mengerti. Namun akhirnya dia hanya menuruti apa yang dikatakan ibiki.
.
Ibiki menunggu dengan gusar di depan pintu penginapan. Ia mondar mandir sembari menunggu kakashi yang meminjam kunci mobil. Ia bersumpah akan menghukum ketiga 'Teroris' itu dengan sangat berat. Bukankah Tsunade-sama bilang kalau saat study tour kita harus menjaga lingkungan. Namun mereka bertiga malah meledakkan sesuatu di Okinawa. Apa angan-angan mereka ada di telapak kaki hah?!
Serius. Memikirkannya saja, Sudah membuat Ibiki Ingin meledakkan mereka bertiga ke orbit.
"Eh? Err.. apa yang kau lakukan Sensei?" tanya Seorang gadis yang lewat di depan Ibiki. Gadis itu menatap heran sedari tadi Gurunya yang terlihat gelisah.
"Oh. Kau Yamanaka.. Aku ingin pergi.." ucap Ibiki. mengetahui yang ada di depannya adalah Ino.
"Hah? Pergi kemana Sensei?" tanya Ino lagi.
"Kantor polisi.. Menjemput Uchiha, Aburame dan Namikaze.." balas Ibiki menjelaskan.
"Hah? memang mereka kenapa..?" tanya Ino lagi dan lagi.
"Mereka ditangkap Polisi."
"H-hah?"
Ino melongo.
Tak lama, Kakashi kembali dan membawa sebuah kunci mobil. Ibiki yang melihat kakashi datang pun segera menghambur cepat menuju garasi diikuti kakashi yang berjalan malas di belakang. Meninggalkan Ino yang masih terbengong mencoba menganalisa apa yang baru saja dikatakan Ibiki.
Tanpa disuruh siapapun, Ibiki langsung menancap gas dan segera ke kantor polisi.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
WUSSSSH!
Ibiki menyetir dengan sangat ugal ugalan di jalanan okinawa. Dia menginjak pedal gas seakan dia sedang ada dalam film fast and furious. Jalan yang lenggang karena masih pagi, sekan membuat hasrat ibiki untuk ngebut semakin memuncak.
Kakashi memang tidak tau dia mau daijak kemana. Namun yang ia tau. Mobil Toyota corolla tua pemilik penginapan ini tidak bisa bertahan lama kalau digunakan oleh Ibiki.
"Oi kakashi!" ucap Ibiki.
"Hoi?"
Kakashi yang sedari tadi berpegang erat ke sabuk pengamannya hanya menjawab tanpa menoleh karena ia sibuk memperhatikan jalan, dan berharap ibiki tidak menabrak sesuatu.
"Daripada Bengong. mending kau cari tau kemana arah menuju kantor polisi." ucap Ibiki.
"Hah?"
Kakashi melongo. Sekarang yang ada dipikirannya adalah, Bahwa ibiki menyuruhnya meminjam mobil dan ugal ugalan supaya Ibiki dapat menyerahkan diri ke polisi? Sepertinya Koleganya ini salah makan tadi malam.
Namun kakashi tetap menurutinya. Dia mengambil HP dari saku nya dan membuka Guugle Maps. Mencoba mencari rute terdekat ke markas resimen kepolisian Okinawa.
.
.
SKIP
Ibiki berjalan cepat di sepanjang kantor kepolisian okinawa. Ia tidak mempedulikan tatapan aneh dari beberapa orang yang memandangnya seperti narapidana yang kabur. Kakashi yang ada di belakangnya pun hanya berjalan ragu menyamai kecepatan langkah Ibiki. Ya, sedari tadi dia memang hanya menurut saja saat diajak pergi oleh Ibiki. Ia tidak menyangka sekarang dia berakhir di kepolisian.
Saat Ibiki sampai di meja resepsionis. Dia menggebrak meja kasar.
Duakh!
"Wawawawawa!~" Membuat perempuan yang ada di belakang meja itu terkaget.
Dia terkejut saat di depan mejanya sekarang telah berdiri seorang berbaju hitam hitam. Siapa ini? Divisi Intel?
"Aku mencari Opsir Darui!" bentak ibiki.
"E-eh? E-err.." Perempuan itu sempat berpikir sejenak sebelum dia menunjuk sebuah ruangan yang ada di sebrang kiri tempat ia duduk.
Ibiki pun tanpa basa basi segera berlalu menuju ruangan yang di tunjuk. Sedangkan kakashi, Segera mengikuti setelah mengucapkan maaf kepada perempuan resepsionis itu. Kakashi hanya bisa geleng geleng dengan kelakuan koleganya ini. Ya, Ini memang baru jam 5 pagi. Tapi, Ibiki sudah berniat mencari ribut di Kantor kepolisian. Kakashi tidak bisa membayakngkan apa yang terjadi kalau mereka ditangkap karena menjadi perusuh.
.
.
DOK! DOK! DOK! DOK!
Pintu ruangan yang ditempati opsir Darui diketuk dari luar. Darui yang sedang mengisi borang laporan tentu berpikir heran dengan orang yang mengetuk pintunya. Siapa yang mengentuk pintu? Keras sekali apalagi. Tidak mungkin kan anggota kepolisian yang lain masuk ke ruangannya sendiri dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.
Naruto yang melihat tampang heran opsir Darui segera berucap.
"Err.. itu-Sepertinya aku tau siapa itu." ucap Naruto dari dalam jeruji besi yang ada di ruangan itu. Ya, Ruangan itu memang ada sebuah penjara sempit untuk menampung tersangka sementara, Yang kemudian biasanya Napi akan dikirim keluar pulau dan disidang lalu dijebloskan ke Terminal Island(?) Apabila terbukti bersalah dalam setiap kasusnya.
Darui menoleh ke Naruto. Ia lalu berucap 'Masuk' untuk mempersilahkan orang yang ada di luar untuk masuk ke dalam.
Cklek.
Nampak dua orang berpakaian aneh yang berada di ambang pintu. Seorang bercadar dan seorang berpakaian Intel.
Ibiki dan Kakashi melirik sekitar untuk melihat keadaan ruangan. Dan benar saja, Ketiga muridnya tengah berada di balik jeruji sembari menunggui seorang petugas yang berada di ruangan itu.
Kakashi menyipitkan matanya saat Ia melihat Naruto, Sasuke dan Shino tengah dikurung di sebuah krangkeng tak jauh dari situ.
"N-Naruto?" tanya Kakashi entah kepada Siapa, Oh ayolah, Kakashi tidak diberitau alasan ibiki mengajaknya ke kantor polisi. Dan sekarang tiba tiba dia melihat Ketiga muridnya dikurung oleh kepolisian? Wth?
Naruto hanya menelan ludah saat ibiki menunjuk dirinya dan mengisyaratkan gerakan garis horizontal melintang di leher menggunakan jari.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
"Sudah kubilang Kami bukan teroris!" ucap Naruto untuk kesekian kalinya di depan opsir Darui. Ya, sekarang mereka sudah ada di luar jeruji. Namun mereka masih ditanyai perihal apa yang terjadi semalam.
BLETAK! ibiki memukul kepala Naruto karena teriak teriak.
Posisi Naruto, Shino dan Sasuke yang duduk berjejer di depan opsir Darui membuat Ibiki lebih leluasa memukul mereka kalau bicara sembarangan, karena Ibiki berdiri tepat di belakang mereka.
"Lalu apa yang kalian lakukan malam malam di tempat sepi itu?" tanya Darui penasaran.
"Eh? Err.. Kami tersesat!" ucap Naruto segera.
opsir Darui malah mendengus.
"Bukankah kemarin kau bilang kalian sedang jalan jalan?! Jangan membodohi Petugas bocah!" ucapnya Tegas.
"..." Sekarang ketiganya malah diam. Mereka tentu tidak bisa mengatakan kalau mereka barusaja pulang dari klub malam. Apalagi ada Tuan Super Disiplin disini. Bisa mati berdiri mereka nanti.
Kakashi yang mulai mengerti apa yang terjadi hanya menghela nafas.
"Sudahlah, Jelaskan pada opsir Darui apa yang sebenarnya terjadi Naruto, Sasuke, Shino.. AKu yakin kejujuran akan dibalas dengan hal yang baik." ucap Kakashi bijak.
Mereka bertiga masih diam. Ibiki tersenyum. Ah, Sudah dia duga, Kolega-nya yang ini memang yang pailng bijak.
"..."
"..."
Tidak ada yang berani bicara sampai akhirnya Shino mengangkat suara.
"W-Well.. Akan kuceritakan saja, Karena Ini adalah kenyataannya." ucap Shino.
Sasuke dan Naruto menoleh. Apa?! Shino ingin membeberkan kalau mereka tadi malam masuk ke sebuah klub dewasa di depan Ibiki, Kakashi dan Polisi? Apa dia gila?
Shino memang tidak banyak bicara dari tadi malam. Tapi saat ia ingin bicara, sepertinya dia melakukannya di waktu yang tidak tepat.
"Sebenarnya, kami tidak diberi jatah makan semalam Karena, Kami telat datang ke ruang makan dari jam yang seharusnya.." ucap Shino.
Ibiki hanya mendengus.
"Lalu, Ada Oknum bernama Kakashi-Sensei menawari kami kupon Yakisoba gratis." lanjut shino.
Kakashi hampir terpelset dari tempatnya berdiri saat Shino menyindirnya dengan sebutan Oknum.
Ibiki dan Opsir Darui menoleh ke Kakashi. Menatap Kakashi seakan mengatakan 'Jadi Kau juga terlibat eh?'. Diikuti dengan Death Glare.
Kakashi hanya sewatdroped.
"Dan saat kami tukarkan, sudah tidak bisa Karena, Kupon itu sudah kadaluarsa." lanjut Shino lagi.
"..."
"Dan kupon itu akhirnya kami tukar dengan sekotak kerajinan tanah liat.."
"..."
"Dan setelah itu, Sasuke yang lebih tau Karena, Dia lah yang membuang kotak itu ke dalam tempat sampah yang semalam meledak." ucap Shino mengakhiri perkataannya,
Mereka lalu semua menoleh ke Sasuke.
"Err.. Aku rasa Tanah liat aneh itu yang memicu ledakan." ucap Sasuke.
Opsir Darui tertawa mengejek.
"Mana ada tanah liat yang bisa memicu ledakan! Kemungkinan yang masuk akal adalah Kalian menyembunyikan dinamit di kotak yang kalian sebutkan tadi!" balas opsir Darui ketus.
"..."
"Tapi itu kenyataannya." balas Sasuke lagi.
"Lagipula. Memang kalian bisa menjelaskan bagaimana tanah liat meledak?" tanya opsir Darui lagi.
"..."
"Sesuatu yang tidak mengandung bahan peledak. tentu tidak bisa meledak bodoh!"
"..."
"Jadi, Sudah pasti kalian mengada ada!" lanjut Darui mengakhiri perkataannya.
"..."
Sekarang Sasuke merasa enek sendiri. Jadi ini ya rasanya diinterogasi Polisi. Sasuke baru sadar kalau polisi itu ngeyelnya melebihi ibu ibu.
Darui Lalu mendekatkan duduknya ke mereka bertiga.
"Aku tidak peduli kalian anak TK sekalipun. Tapi kalau kalian benar benar merencanakan peledakan bom di okinawa. Akan ku pastikan kalian dipenjara dan di eksekusi mati." ucap Darui.
GLEK! Sasuke, Shino dan Naruto hanya menrinding sendiri. Kenapa bisa jadi begini. Sasuke menyalahkan orang yang bernama Deidara dan Kakuzu itu tentu. Awas saja, kalau dia melihat dua orang itu lagi. Dia bersumpah akan menendang mereka ke laut kalau mengerjainya lagi.
Darui lalu menatap Ibiki dan Kakashi.
"Kalian harus memperhatikan murid kalian lebih teliti pak!" ucap Darui. Menegaskan kepada Ibiki dan Kakashi.
"..."
"Kalau mereka terbukti menjadi tersangka. Reputasi kalian sebagai guru juga terancam." lanjut Darui.
Ibiki tersenyum.
"Akan saya pastikan itu tidak terjadi lagi." Ucap Ibiki halus. Sangat halus. Namun kedua tangannya mencekik leher belakang Shino dan Naruto dengan keras. Membuat dua orang yang duduk di depannya itu meringis merasakan cengkraman Ibiki mengeras di leher mereka.
Sedangkan Sasuke. Ia menggeser tempat duduknya sedikit jauh agar tidak ikut terlibat dalam tindakan kekerasan yang dilakukan Ibiki.
.
Cukup lama mereka berada di sana sebelum dua orang petugas masuk ke ruangan itu. Mereka membawa beberapa kantung barang bukti yang sepertinya habis mereka telusuri di TKP.
"Ah, Bagaimana?" tanya Darui saat melihat rekannya datang membawa beberapa kantung barang yang sudah hancur.
Ketiga murid dan Kedua guru itu pun memperhatikan gerak gerk petugas yang masuk. salah satu dari mereka memberikan sebuah catatan kepada Darui.
"Kami Menemukan beberapa buah tanah liat yang di dalamnya diisi oleh bubuk mesiu." ucap Salah satu petugas.
Darui masih memperhatikan catatan yang ia terima sembari mendengarkan.
"Namun Ini termasuk mesiu ringan yang digunakan untuk petasan." ucap Petugas yang lain.
Darui kini menatap Sasuke. Sasuke benar karena di laporan yang Darui pegang, Barang yang memicu ledakan adalah benda yang terbuat dari tanah liat yang diisi mesiu.
Sasuke yang merasa ditatap hanya mengangkat bahu.
Darui menghembuskan nafas berat. Ia lalu Menatap Sasuke, Naruto dan Shino.
"Apa kalian yang membuat benda ini?" tanya Darui menunjuk kantung berisi tanah liat yang sebagian sudah gosong.
"A-apa? Tentu Saja bukan!" bentak Naruto. Ia memagangi bagian belakang lehernya yang memerah.
"..Kami diberi oleh dua orang pria..." lanjut Sasuke.
".. Mereka bilang kalau itu hanyalah karya seni." lanjut Shino.
Darui menatap Mereka bertiga dengan pandangan tidak yakin. Ia mencoba mencari setitik kebohongan darn raut wajah ketiga pemuda itu. Namun nyatanya nihil.
Setelah berpikir beberapa Saat, Ia akhirnya mengalah.
"Baiklah! Kalian tidak akan aku tahan." ucap Darui.
.
Huh! Akhirnya mereka bisa bernafas lega.
"Tapi Kalian harus aku interogasi satu persatu sebelum kalian bisa pergi dari sini." ucap Darui tegas.
"Temasuk para guru.. Kalian juga akan aku beri beberapa pertanyaan." lanjutnya.
Mereka berlima hanya diam.
Dan semua diakhiri dengan pertanyaan Panjang, Banyak nan runtut yang diberikan oleh kepolisian Okinawa kepada Mereka.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Laju mobil tua yang dikendarai Ibiki terasa sangat biasa dibanding saat mereka berangkat tadi. Tidak ada yang berani berbicara, kecuali ibiki yang terus mengoceh tentang kedisiplinan.
"..Kalian seharusnya lebih mengerti apa arti kedisiplinan!" ucap Ibiki melanjutkan kata katanya.
"Tapi Sense-" Naruto berniat memotong.
"Masa SMA itu untuk membangun karakter kalian! supaya kalian lebih disiplin di dunia kerja kelak!" lanjut Ibiki, tidak membiarkan Naruto memotongnya.
"Bukan begitu sensei! Semalam itu hal yang tidak terduga!" ucap Naruto sedikit ngotot.
"KAU MAU MEMBANTAHU HAH?!" Bentak Ibiki. Urat emosi jelas sekali terlihat oleh guru paruh baya ini. Heran. Ternyata masalah yang dikatakan Tsunade-sama saat pertama anak pindahan ini pindah ke konoha, Ada benarnya. Yang dimana orang orang ini membuat Ibiki selalu mendapat hal yang tidak terduga.
Maksudku, Seumur umur menjadi guru BK, baru pertama kalinya dalam sejarah, dia mengurusi anak didiknya yang tertangkap polisi. Dan yang paling menyebalkan adalah dimana dia tadi ditanyai hal yang macam macam oleh orang bernama Darui itu.
"Dan kau Aburame!" bentak Ibiki. Ia menoleh ke shino dari kaca mobil.
Shino yang tengah memandangi jalan pun tersentak kaget.
"Bagaimana bisa bocah pendiam sepertimu ikut ikutan hal gila yang dilakukan dua orang yang otaknya di telapak kaki ini?!" ucap Ibiki sarkatis.
Sedangkan Naruto dan Sasuke hanya cemberut dan tidak berani membantah saat mereka dikatai otak nya di telapak kaki. Mereka hanya bisa membatin.
'Dasar Sialan.'
'Cih.'
Shino terdiam sejenak sebelum ia berkata.
"Aku tidak akan melakukannya kalau kau memberi kami makan semalam." ucap Shino.
Membuat Ibiki naik pitam karena malah balik disalahkan.
"Jadi Kau menyalahkanku HAH?!"
Namun Shino tidak lantas menarik kata katanya.
"Ini juga Kesalahan Kakashi-Sensei Karena, Dia menjebak kami untuk pergi dengan iming imingan kupon gratis." ucap Shino seenaknya.
Kakashi hanya bisa pura pura tersenyum.
"J-jangan begitu Shino-Kun.. Aku kan juga tidak tau kalau kupon itu sudah kadaluarsa." ucap Kakashi membela diri.
Namun ibiki malah men death glare kakashi. Kakashi hanya menggaruk garuk pipinya dan tersenyum kikuk.
"Kau juga harus tegas kepada muridmu Hatake! Sifatmu yang terlalu lembut itu yang membuat kita selalu dapat masalah!" ucap Ibiki.
"..." kakashi hanya diam. Ia tidak menyangka dia juga kena semprot.
Ibiki menatap lurus kedepan.
"TCH! Sepertinya kalian memang harus diberi pelajaran tentang kedisiplinan!" ucap Ibiki tegas
"..."
"Akan ku pastikan kalian mendapat hukuman karena ini!" ucap Ibiki lagi.
Ketiga murid itu hanya menghela nafas.
"Termasuk KAU!" ibiki menunjuk Kakashi.
"Eh?"
"Kau juga Harus mendapat Hukuman!" ucap Ibiki akhirnya.
Hahh~ Hukuman lagi, Hukuman lagii~ .. Kenapa mereka selalu dapat Hukuman, Dan tunggu dulu.. Kenapa juga kakashi ikut mendapat hukuman karena ini.
Sepertinya Liburan Mereka akan menjadi liburan yang tak terlupakan.
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxx
Author's Note : Yomannn! Hanzama Is Back!... Hm, Saya sempat berpikir kalau ibiki adalah pusat penderitaan mereka.. tapi setelah membaca ulang chapter kemarin..
saya jadi sadar.. Ibiki masih termasuk baik hati.. kalian tau?
Naruto Dkk ketemu ibiki berulang ulang, penderitaan paling mentok mungkin hanya kena semprot/ pukul 1-2 x.. Eh, giliran ketemu akatsuki.. sekali ketemu, langsung ketangkep polisi..
sepertinya pengaruh akatsuki lebih "wah" dari yang saya kira.. -"
..
ASK (Point) : Kenapa Kok konfliknya jadi kyk gini?
Jujur, saya kehabisan ide.. (=.=") .. ide saya mentok, tapi saya nggak mau fanfic ini discontinue.. jadi, yah.. saya paksakan menulis, walaupun adegan yang muncul malah tambah aneh.. tapi saya harap reader suka..
maaf ya kalau ini termasuk pendiskriminasian/bully/judge karakter.. tapi saya akan 'mencoba' berjanji.. bahwa semua penderitaan mereka akan dibalas manis di ending kelak.. hiks hiks..
..
Okesip.. makasih udah baca..
Salam hangat dari Hanzama, Semoga reader sukse selalu~
terimakasih.
Berkenan untuk REVIEW?
v
v
v
