Author Note(s) : Yosha! Hanzama Is BACK! Okay, err.. bingung harus ngomong apa.. yaa, saya telat.. (-.-") sebelum saya mulai chapter ini, izinkanlah saya meminta maap karena update yang terlalu lama, maap, kemarin ada meeting sama pak menteri catur-(pass)

yah, saya sendiri bingung harus melanjutkan cerita ini kemana. mengingat mereka kemarin ditangkep polisi, -" .. saya ragu kalau nanti saya munculin akatsuki lagi. mereka bertiga malah ditangkep UN atau CIA-err..

But, saya akan membiarkan cerita ini mengalir.. let it floww~ let it flooow, can't hold it back anym-#Dor.

Oke Enjoy! *Brofists*

..

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Comin Soon

.

Chapter 26 : Day Of Dash.

08.30 - Penginapan

Sakura sudah slesai beres beres sekarang. Ya, Bus Konoha gakuen akan berangkat jam 9. Dimana destinasi pertama yang akan dikunjungi oleh anak anak konoha gakuen adalah Okinawa Ocean Park. Ah, Ocean park. Tempat dimana kita bisa melihat biota laut yang berwarna warni. Kesempatan yang bagus.

Sakura tengah menyisir rambutnya yang sudah kering disaat dia mendengar salah satu teman sekamarnya sedang cekikikan tidak jelas di ujung ruangan. Shion.

"fufufufufu..~"

Err.. Sakura yang penasaran akhirnya menoleh ke Shion.

"Hum? Sebenarnya apa yang kau lakukan shio-err.." Sakura yang menyadari apa yang dilakukan Shion hanya menatap ragu shion yang sedang memasukkan sebuah cairan hitam ke dalam botol minuman.

'Apaan tuh..' batin Sakura ngeri saat melihat Shion mengocok cairan hitam itu dengan keras.

CLING! Shion malah membalas pertanyaan Sakura dengan tatapan iblis. Oke Gadis ini bertingkah aneh. Dari tadi malam bahkan Shion malah keluyuran entah kemana. Karena Shion bilang dia dari minimarket, ya sakura tidak ambil pusing.

"Err..." Sakura tidak berani bertanya lebih jauh. Namun Saat Sakura melirik sekotak bungkus kopi yang tergeletak tak jauh dari sana. Sakura hanya bisa menebak nebak kalau itu hanya air kopi. Hm. Aneh, Apa seorang idol adalah pecandu kopi? Yah, Biasanya kan kopi dinikmati pagi atau sore hari, Bukan untuk bekal minum.

Shion yang menyadari Sakura menatapnya heran. Akhirnya berucap.

"Oh, Ini untuk my darling, Saku-chan~" ucap Shion semangat. Dia Tersenyum manis.

"..."

Oke Sakura tidak mengerti. Apa Shion punya pacar di sekolah? Seingatnya, Shion menghindari orang-orang yang menembaknya. "... Darling?" tanya Sakura heran.

Shion tersenyum.

.

"Yup. Naruto Namikaze-Kun~" ucap Shion Ceria.

Sakura yang tengah menyisir hampir saja merontokkan rambutnya sendiri mendengar siapa yang dimaksud darling oleh Shion.

"H-hah?!" ucap Sakura masih mencoba memproses kata kata Shion.

Shion malah tertawa.

"Hahaha.. Aku Berniat menumpahkan Kopi ini di kepalany-Err.. Maksudku Aku berniat memberikan kopi Ini kepadanya sebagai tanda Kasih sayang.." ucap Shion lagi.

Namun Sakura menyadari Shion yang mengepalkan tangan. Aura Iblis dari Shion membuat Sakura merinding. Ya, Sepertinya Hubungan Kedua pirang ini tidak terlalu baik.

.

Well, Shion masih tidak terima soal Naruto yang menghinanya kemarin. Sepertinya.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Shikamaru, Kiba dan Chouji kini tengah duduk di depan kolam ikan koi di depan penginapan. Sial memang, Mereka menunggu Shino yang membawa kunci semalaman, Namun Yang ditunggu tidak kunjung datang bahkan sampai pagi menjelang.

Dan beginilah mereka, Hanya duduk duduk di depan kolam sepanjang malam. Aku tidak tau mereka bodoh atau apa. Memilih duduk di batu yang keras daripada istirahat di dalam penginapan. Bukankah di dalam ada sofa?

Ah Biarlah, orang jenius tau apa yang ia lakukan.

"Aku lapar.." ucap Chouji memecah keheningan.

Shikamaru yang sedang mengaduk kolam dengan sebatang ranting hanya bergumam tanpa menoleh. kantung matanya terlihat jelas tanda dia memang tidak tidur semalaman. Wow rekor Shikamaru.

Cukup lama mereka disana, Itu sebelum banyak gerombolan murid keluar dari penginapan menggunakan baju yang rapi.

"Hah?" Kiba tentu bingung, Yang ia tau ini sudah pagi. Tapi ia tidak tau ini sudah jam berapa.

Err.. Saat ia melihat Karin yang melintas diantara gerombolan anak itu, Kiba pun menghampirinya.

"Oi karin!" ucap Kiba, Shikamaru dan Chouji saling pandang. Mereka berdua pun akhirnya mengikuti Kiba.

Karin menoleh, Menatap heran tiga pemuda yang malah santai santai tidak membawa apapun.

.

"Ho? Apa yang kalian lakukan disini? Kenapa kalian tidak bersiap siap?" tanya Karin.

"Tunggu! Kita akan berangkat sekarang?" tanya Kiba tidak percaya.

Karin hanya mendengus.

"Tentu saja bodoh!" Ini sudah jam 8.45!" ucap Karin.

"8.45? Serius?" Sial, Shikamaru terlalu mengantuk bahkan untuk melihat matahari yang sudah meninggi.

"Dammit!"

"Lalu Sarapannya?" tanya Chouji.

"Err.. Sebenarnya nasinya akan diberikan saat semua anak sudah ada di bus." ucap Karin.

"..."

Kiba dan Chouji saling pandang. Dengan sigap mereka berdua berlari menuju bis. Mencoba saling mendahului untuk menaiki bus 1.

"Err.." Karin hanya melirik Kiba dan Chouji kemudian menatap Shikamaru dengan pandangan tanya.

Namun Shikamaru hanya mengangkat bahu. Ia lalu berjalan pelan menuju bis.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

Ah, Pak supir bus yang sedari tadi sudah memanasi bis, menatap Senang kepada gerombolan anak yang sudah menaiki bis kesayangannya. Saat dirasa semua sudah beres dan tinggal menunggu keberangkatan, Pak supir hanya duduk bersantai.

.

Sementara itu. Ibiki dan gerombolannya baru sampai beberapa menit kemudian. Mereka segera memarkirian mobil asal asalan di depan penginapan dan memberikan kunci kepada ibu penginapan yang kebetulan sedang menyapu halaman.

"Lihat kan? Inilah kenapa aku tidak bisa menghukum kalian! Karena saat kalian slesai dengan satu masalah, Masalah lain akan datang membuntuti!" ucap Ibiki menyalahkan ketiga muridnya.

'Kampret..'

"Kalau begitu.. cepat naik ke bus.. ini sudah jam 9!" ucap Ibiki. Ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkkan setengah siang.

"Kami tidak boleh mengambil barang barang dulu?" tanya Naruto.

Namun Ibiki malah menampakkan muka garang.

"KAU MAU DITINGGAL BUS HAH?!" bentak Ibiki galak.

"Err.."

"jadi, kami juga tidak mandi dulu?" sekarang giliran Sasuke yang bertanya.

"MAU KAU TIDAK MANDI! MAU KAU TIDAK MAKAN! MAU KAU TIDAK PUNYA PACAR! BODO AMAAT!" bentak Ibiki semakin garang.

.

'Sialan.'

Sedangkan Shino hanya berpikir. Kameranya ia tinggal di kamar. Bagaimana dia bisa melaksanakan kewajibannya sebagai panitia dokumenter kalau begini. Namun disisi lain Dia malas berdebat dengan Ibiki. Apalagi akan lebih merepotkan kalau dia ditinggal bus.

Akhirnya mereka pun hanya menuruti kata Ibiki. Dan berjalan meninggalkan Kakashi dan Ibiki menuju bus.

.

Sasuke dan Shino berjalan malas menaiki bus. Yah, Sepertinya bus ini sudah siap berangkat. Dan kalau dilihat, Sudah hampir semua bangku terisi. Itu terlihat dari anak anak yang sekarang sudah menikmati sarapan dengan nikmat.

Sasuke duduk di samping sakura yang kini tengah memangku dua kotak nasi di pangkuannya. Saat Sasuke sudah duduk di Samping Sakura. Sakura segera memberikan sekotak nasi itu kepada Sasuke. Ah akhirnya! Makanan!

"Hm. terimakasih." ucap Sasuke kepada Sakura.

"Kau telat Sasuke. darimana saja kau?" tanya Sakura penasaran.

Namun Sasuke hanya menjawab enteng dan duduk manis.

"Dari kantor polisi."

"Hah?" Sakura tidak mengerti apa yang Sasuke maksudkan. Namun pandangannya beralih ke baju seragam Sasuke yang lusuh.

"..."

"Ya ampun Sasuke! Kau benar benar tidak ganti baju dari kemarin?" tanya Sakura. Oke, Ini dia. Omelan Ibu ibu.

"..." Sasuke hanya diam.

"Ampun tuhan! Bagaimana pula bajumu bisa jadi lusuh begitu? Kau berniat berkeliling ocean park menggunakan Baju seperti itu?" tanya Sakura lagi.

Sasuke mengernyitkan dahi.

"Ocean Park?" Oke ini berita baru untuk Sasuke. Tidak ada yang bilang padanya kalau destinasi pertama adalah Ocean Park.

Sakura lalu mengambil tas nya dan mengelurkan kaos berwarna Pink bertuliskan 'Sakura'. Lalu menyodorkannya kepada Sasuke.

Sasuke menatap Horror Kaos tersebut. Sudah kuduga, Kaos kekanak kanakan.

"Apa?" tanya Sasuke polos. Dia tidak mau kalau disuruh memakai kaos seperti itu.

"Pakai ini." ucap Sakura.

"Tidak." Balas Sasuke tegas.

Namun detik berikutnya Sakura menyentuh Kotak Nasi Sasuke dari luar dan meremasnya. Melihat Makanannya yang berada dalam ambang bahaya. Sasuke mencoba menarik kotak yang terlanjut ia cintai itu menjauh. Namun gagal. Cengkraman Sakura membuat usaha yang dilakukan Sasuke malah akan memperburuk kondisi fisik nasi kotak itu.

"Pakai!" ucap Sakura lagi.

"Tch."balas Sasuke. Mengalah pada akhirnya.

..

Shino berjalan pelan menuju bangkunya yang paling belakang. Ah Sial, bangku yang paling belakang membuat Shino sulit mencapainya. Apalagi dengan banyaknya tempat sampah dan kardus yang ditata sepanjang jalan. Kenapa tidak masuk dari pintu belakang saja? Shino merutuki kebodohannya sendiri.

"Oi Shino dari mana saja kau?!" Tanya Kiba sewot Saat melihat Shino baru kelihatan. Padalah orang ini yang membawa kunci kamar.

"Kantor polisi." ucap Shino sekenanya. Ia tidak mau berdebat sekarang.

"Serius bodoh! Kami tidak bisa masuk ke kamar gara gara kau."

"..."

"WOI!"

Shino hanya mengabaikan ocehan kiba dan berjalan menuju ke belakang.

Dia menyingkirkan dua buah kotak sarapan yang ada di bangkunya dan duduk. Dia berpikir sejenak sebelum dia melirik ke seluruh penjuru bus.

Ah benar, mungkin salah satu temannya mau meminjamkan Gadget mereka untuk digunakan sebagai media fotografi.

Ia lalu melirik Ino yang berjalan mundur ke bangku karin. Sepertinya Orang yang ada di samping karin belum naik.

Oh benar, Ino kan punya handphone lebih dari 1.

Shino lalu melepas kacamata hitamnya dan merogoh sakunya. Mengeluarkan kacamata biasa berlensa bening yang biasa ia gunakan untuk membaca di rumah.

Jujur, baru kali ini dia memakai kacamata ini di depan umum. Entah kenapa Matanya sedikit sakit saat setelah diinterogasi berjam jam oleh Opsir Darui. Ya, terkadang terlalu sering menggunakan kacamata hitam memang tidak sehat.

..

Shino lalu melepas jaket luar, jaket dalam dan kemejanya. Menyisakan kaos hitam polos yang ia kenakan.

Ia lalu berdri dari duduknya dan menghampiri Ino yang duduk di samping karin. Sayup sayup terdengar bahasan yang mereka bincangkan.

"Sudah ku bilang kan, Kenichi Matsuyama sangat tampan!" ucap Ino antusias. Oh, mereka sedang ngrumpiin Artis drama.

"Ya, tapi dia tidak setampan Justin bieber." ucap Karin.

Shino hampir saja terpleset saat mendengar mereka membicarakan justin bieber.

"Tidak mungkin! Kau sudah lihat film Kenichi Matsuyama yang baru? kyaa! Dia sangat elegan menggunakan pakaian butlers!" ucap Ino lagi. Dia menunjukkan foto Kenichi dari HP nya kepada Karin.

..

"Err.." Shino hanya bergumam mencoba mendapat perhatian dua biang rumpi ini.

"Hmm?" Ino yang mendengar Suara shino dari belakangnya, hanya menyahut tanpa menoleh.

"Ino, Boleh aku pinjam salah satu gadgetmu, Karena Ingin aku gunakan sebagai media fotografi buku tahunan." ucap Shino.

"Tch. Kau tidak tau aku sedang sibuk shin-S-siapa kau?" tanya Ino saat melihat orang yang terlihat asing di matanya.

"Huh?" Shino tidak mengerti.

Karin juga melongo melihat Shino yang terlihat berbeda. Wajah Ino dan Karin memerah.

"Makannya, Aku mau pinjam Gadgetmu, Karena Kau kan punya banyak." ucap Shino. Dia menyodorkan tangannya.

Ino menatap wajah Shino teliti. Tatapannya, Baru pertamakali dia melihat Shino seperti ini. Seakan seperti terhipnotis Ino langsung menyerahkan HP yang ia pegang kepada Shino.

"Hm. Terimakasih." ucap Shino kemudian. Dia lalu beranjak dari situ dan kembali ke Tempatnya duduk. Senyuman Shino membuat seakan semua darah naik ke wajah Ino.

Meninggalkan Ino yang melongo. Wajahnya memerah. Dia lalu mencengkram dadanya.

"Sial! Kau lihat itu karin?!" ucap Ino. Mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdebar debar.

"D-Dia tampan!" ucap Karin tak kalah shock.

Entah kenapa Semakin Ino membayangkan Shino tadi, Semakin keras pula detak jantungnya. Ia merasakan seluruh lututnya lemas.

A-apa yang terjadi?! Oh my god! perasaannya merasakan sensasi yang aneh. Yang langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Shit! Dia lebih tampan dari Daniel Ratclif!"

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Saat Shino sudah kembali duduk di kursinya. Dia menatap Heran Naruto yang ternyata masih di luar. Apa yang dia lakukan? Shino lalu mengarahkan kamera HP ino kepada Naruto.

.

.

Naruto tengah megikat sepatunya tatkala Ia merasakan sensasi aneh di kepalanya. Tak lama, Sensasi aneh itu berubah menjadi guyuran yang membuat seluruh badannya basah kuyup.

"ARGGH!" Naruto pun berdiri. Ia lalu melihat bajunya yang terkena noda hitam. Ia berbalik ke belakang.

Gadis bersurai lemon lah yang ia lihat,

"Ups. maaf." ucapnya.

"OI KAU GILA HAH?!" ucap Naruto emosi.

"A-aku tidak sengaja." ucap Gadis itu.

Saat Naruto menyadari siapa yang mengguyurnya. Emosinya semakin meletup letup.

"K-KAU!" Bentak Naruto. Ia menunjuk muka shion dengan telunjuknya.

"M-maaf Naruto-san. Tanganku terglincir." ucap Shion. Dengan ekspresi yang di buat buat.

"AKH! Lihat apa yang kau lakukan?! sekarang baju ku kotor!" ucap Naruto lagi. Sontak keributan yang terdengar dari luar bis tentu membuat murid murid yang ada di bis 1 menoleh ke luar.

!

Naruto terkejut melihat Shion yang mengeluarkan Sapu tangan dan mendekati Naruto. Menempelkannya di dahi Naruto mencoba membersihkan mukanya yang basah kuyup.

Shikamaru, Yang kebetulan ada di jendela persis di samping Naruto hanya bergumam.

'Oh kau pasti sudah gila Naruto.'

Naruto yang menyadari jarak mereka terlalu dekat hanya mundur beberapa langkah dan memarahi gadis itu lagi.

"HENTIKAN Bodoh!" ucap Naruto keras.

Shion yang mendengar Dirinya dibentak hanya mundur dan menunduk.

"J-jangan begitu. A-Aku kan hanya berusaha membantu.."

"AKU TIDAK BUTUH BANTUANMU!" Bentak Naruto lagi.

"..."

Shion malah terisak tatkala Dirinya dibentak Naruto.

"Cih." Naruto hanya mendecih. Kesan buruk yang Mereka alami saat pertama bertemu membuat Naruto tidak terlalu suka dengan gadis ini.

Sedangkan murid di dalam bus yang melihat Shion menangis Karena Naruto, hanya berteriak teriak.

'OI Apa yang kau lakukan kepada Shion-chan Pirang!'

'Cepat minta maaf tolol!'

'Dasar lelaki brengsek!'

.

Naruto hanya mengumpat melihat orang orang yang ada di dalam bus malah menyalahkannya.

"Tch. Jangan menangis Bodoh. Sekarang kau membuatku terlihat seakan ini kesalahanku." ucap Naruto kepada Shion.

Shion malah membungkuk.

"Gomenasai." ucap Shion.

"Huh?"

"Maafkan Sikapku yang buruk.." ucap Shion lagi.

"..."

"Gomenasai."

"..."

"Gomenasai!"

"..."

"Gomenasai!"

"..."

"Gomenasai Sumimasen deshi-"

"Ah ya aku memaafkanmu PUAS?!" ucap Naruto akhirnya. Dasar gadis menyebalkan.

"B-benarkah?" ucap Shion. Dia menyeka airmatanya.

"YA!"

Shion tersenyum puas mendengar balasan Naruto. Ia lalu mendekati Naruto, dan mencoba membersihkan baju Naruto dengan sapu tangan.

"Ini kesalahanku bajumu jadi kotor." ucap Shion. Ia menggosok gosok kemeja Naruto yang terkena noda kopi.

"Hentikan!" ucap Naruto.

Namun Shion masih melanjutkan kegiatannya.

"OI Kubilang hentikan!" ucap Naruto. Namun Shion masih tidak bergeming dan masih membantu membersihkan kemejanya.

Jarak yang sangat dekat tentu membuat Naruto risih. Naruto pun mundur satu langkah.

.

Namun.

.

KREEEEEKKKHH!

Lengan Kemejanya malah sobek.

"Akh!"

"ARGGH! Sial! Lihat kan? Sekarang baju seragamku malah sobek!" ucap Naruto. Emosinya naik lagi.

"M-maaf." Balas Shion.

"Cih."

Shion lalu mengeluarkan Sebuah kaos berwarna merah muda dari tas nya.

"I-ini kesalahanku. Sebegai gantinya kau boleh memakai punyaku intuk sementara." lanjut Shion. menyodorkan Baju berwarna merah muda.

"Huh?" Naruto yang tengah melihat seberapa parah kerusakan bajunya hanya menatap barang yang diberikan Shion.

"Apa?! aku tidak sudi memakai pakaian merah muda seperti itu!" ucap Naruto kemudian.

Membuat Shion menampakkan wajah kecewa lagi. Naruto yang ingin meminta pertanggungjawaban hanya mengumpat saat dia mendengar Shion terisak lagi.

"ARGGGH!"

Karena menghindari hal yang merepotkan. Naruto akhirnya merebut kaos itu dengan kasar dan segera menaiki bus. Meninggalkan Shion yang terdiam di bawah.

.

Beberapa detik Shion disana Sebelum dia menyeringai dan bergumam.

"Kena kau pirang."

Shion lalu mengeluarkan HP nya. dan mengetik Sesuatu.

.

.

.

Before TBC

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

FACEBUK

EMAIL ATAU TELPON : [Hanzama-Chibi-Chubby]

PASSWORD : [*********]

xxxxxxxx[MASUK]xxxxxxx

.

Hanzama-Chibi-Chubby menyukai sebuah Kiriman.

...

Shion Nakagawa.

2 menit yang lalu.

Hola~ Penduduk Okinawa~ Shion sedang liburan nih~ Kalau kalian mau ketemu Shion. Shion ada Di Okinawa Ocean Park sampai jam 2 nanti. Kalau kalian lihat orang orang berbaju Pink. Ajak aja, Mereka Sama sama sahabat fans kok! ^^

Salam Cinta~ Shion~

1.229 Suka .. 52 Komentar.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Author Note(s) : Yosha, karena basa basi sudah ada di atas. Dan, Maaf kalauchapter ini pendek.. Ini chapter pra-event.. jadi hanya chapter santai yang saya sajikan. Karena chapter kemarin cukup berat. dan padhal apdetnya lama kok pendek,, Saya bisa menebak kalau reader kecewa.. tapi apa daya, author bener2 sibuk.. jadi maap..

Okelah, Hanzama Izin pamit dulu yaww~ Saya nggak tau kenapa. Tapi mungkin akan ada kekacauan lagi di Ocean Park nanti.

.

Sedikit info. Sebenarnya karena Hanzama sendiri belum pernah ke okinawa. dan Hanzama tidak tau apa saja obyek wisata yang ada di pulau tsb. Hanzama hanya akan menunjuk destinasi sesuai realita mereka.

Ya, Imajinasi Author adalah Realita mereka.

..

Okesip, Tanpa basa basi lagi..

Sekian dari saya, semua reader sukse selalu. Terimakasih yang udah ripiu chapter2 lalu..

sampai jumpa di chapter 27.

REVIEW

V

V

V

V