chapter 27 : Ocean Park RUMBLE!

.

Shikamaru dan Sakura kini tengah berdiri tidak sabar di depan toilet umum. Mereka, lebih tepatnya sedang menunggu dua orang yang sedang berganti baju.

"Oi sudah belum sih?" tanya Shikamaru kepada orang yang bersangkutan. Ia heran kenapa Ia bisa berakhir disini.

Ya, Salahkan saja Naruto yang tadi mengajaknya ke toilet umum untuk ganti baju. Dan kebetulan saat sampai di sini dia bertemu Sakura dan Sasuke yang mempunyai tujuan yang sama.

cklek!

Pintu dibuka. Sasuke keluar menggunakan kaos merah muda.

"Bwahahaha.." Shikamaru malah tertawa.

"Berisik kau.." balas Sasuke ketus.

Sakura yang melihat Sasuke sudah berpakaian lebih bersih. hanya tersenyum puas.

"Nah, gitu dong! Kan gak kelihatan kayak gelandangan." ucap Sakura.

"Cih." jujur, Kenapa juga Sasuke harus Mengikuti kata kata Sakura? Orang dekat bukan. Saudara bukan. apalagi pacar.

"Ini memalukan Sakura." ucap Sasuke, Ia kembali protes.

Senyum Sakura memudar dan kembali menatap Sasuke garang.

"Memang kau pikir aku akan membiarkan mu duduk di sampingku dengan menggunakan baju lusuhmu ini?!" ucap Sakura. Ia merebut baju seragam Sasuke yang lecek dan terdapat noda di setiap Sisinya. Memang semalam Sasuke sedang apa sih? berguling guling menghindari granat?

"..."

"Kau adalah anak buahku! jadi terima saja!" ucap Sakura akhirnya.

Hah, sial. sepertinya memang rasanya sangat salah kalau jabatan ketua kelas diberikan kepada prempuan crewet.

cukup lama mereka mengobrol sebelum Bilik toilet umum di samping sasuke terdengar teriakan.

"APAAAA?!" teriak orang yang ada di dalam.

"Oi kau kenapa Naruto?" tanya Shikamaru dari luar. Dia menggedor gedor pintu besi itu dengan keras.

Tidak terdengar suara sampai akhirnya Naruto membuka pintu dengan pelan.

cek-lekk-k-k

Naruto keluar. Namun ada yang aneh.

Shikamaru mengernyitkan dahi melihat Naruto.

"Kenapa kau memakai terbalik?" tanya Sakura heran.

"Err.. Tidak apa apa." ucap Naruto.

"Idihh! pakai yang benar bodoh!" ucap Sasuke. Nadanya sedikit tinggi. Apa anak ini kumat lagi gendeng nya? batin Sasuke.

"A-Aku suka seperti ini!" bentak Naruto. Namun nadanya lebih tinggi dari Sasuke.

"Hah?"

"Tsk. jangan bercanda! cepat pakai yang benar!" ucap Sasuke, Ia mendorong Naruto masuk lagi ke dalam toilet umum. dan menahan pintunya dari luar.

"OI BUKA TEME!" Teriak Naruto dari dalam.

"Pakai dulu pakaianmu dengan benar!" ucap Sasuke. Ya, ia tidak bisa membiarkan Naruto berkeliling ocean park dengan baju terbalik. Sasuke bisa ikut kena masalah kalau Naruto dianggap tidak waras.

"Tch." Naruto yang tidak punya pilihan akhirnya memakai pakaiannya dengan benar.

.

"Oi buka!" ucap Naruto saat bajunya sudah dirasa benar.

"Sudah kau pakai dengan benar belum?" tanya Sasuke.

"Sudah." ucap Naruto pelan.

Sasuke pun membuka pintunya. Membiarkan Naruto keluar.

Naruto keluar menggunakan kaos yang warnanya senada dengan Sasuke. berbeda dengan punya Sasuke yang bertuliskan 'Sakura', Milik Naruto, di depan dada terdapat tulisan 'I AM SHION BIG FANS'

"..."

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Comin Soon

.

Di depan Gerbang Ocean Park, 10.07

Murid konoha gakuen kini tengah berbaris rapi di depan gerbang Okinawa Ocean Park dengan tertib. Barisan sejajar dari kelas 2-1 sampai kelas 2-6. Mereka mendengarkan dengan khidmat pengarahan Ibiki sebelum mereka memulai kegiatan mereka 4 jam kedepan. Bersenang senang tentunya.

Sasuke dan Naruto yang baris paling depan hanya menatap Bosan ibiki. Ah, Naruto sudah tidak peduli lagi dengan kaos nya. Mau ada yang mengejeknya ya bodo amat!

"...Maka dari itu. Seperti yang sudah Tsunade-sama katakan. Jagalah ketertiban!" ucap Ibiki. Ia masih berteriak teriak menggunakan toa.

Semua murid yang ada di sana mengangguk.

Ibiki tersenyum puas,

"Baiklah Bodoh! Sebelum kalian semua masuk ke Ocean Park. Aku ingin memperingatkan kalian kembali.." lanjut ibiki lagi. Jeda beberapa saat sebelum dia melanjutkan kata katanya.

"..."

"Bahwa,..Barang siapa yang membuat Onar disini, Akan ku kirim kembali ke konoha menggunakan peti mati." ucap Ibiki melirik Sasuke dan Naruto yang ada di barisan paling depan.

Sial.

"Oke, Nikmati liburan kalian!"

.

.

~IWDWIW~

Sasuke dan Naruto kini tengah berjalan malas di jalan setapak di dalam Okinawa Ocean Park. Di belakangnya, Nampak Shino dan Shikamaru tengah memotret keadaan sekitar. Lebih tepatnya Shino yang memotret. Menggunakan Gadget yang ia pinjam dari Ino tentunya.

Ya, Dia Masih berpakaian terbuka.

Jujur, Sasuke Naruto bahkan Shikamaru sedikit terkejut dengan perubahan Penampilan Shino.

Ya, Namun mereka bertiga tidak ambil pusing.

Ckrek!

Shino memotret Sasuke dan Naruto dari belakang. Dua orang remaja dewasa berpakaian pink adalah hal yang jarang.

Tidak ada yang berani berbicara sebelum Shikamaru bersuara.

"Hoammp. Aku heran. Sebenarnya Kalian tadi malam kemana Sih?" Tanya Shikamaru. Ia menoleh ke Shino dan Berganti ke Sasuke dan Naruto.

"Kalau ku ceritakan. Kau juga tidak akan percaya Shikamaru." ucap Naruto malas.

"Hn. Kami ditangkap oleh polisi." ucap Sasuke lagi.

Shikamaru mengernytikan dahi.

"Polisi? Kenapa?"

"..." Namun dari Sasuke, Shino dan Naruto hanya diam. Mereka tidak mau membahasnya.

Ya, mendekam di kantor polisi karena di fitnah adalah pengalaman yang tidak bagus untuk dibagi dan diceritakan.

.

Mereka berjalan menyusuri jalan setapak menuju arah yang tidak tentu. Mereka lebih memilih hanya berjalan jalan daripada mengikuti teman teman mereka yang mencoba berbagai wahana.

Tapi, Dikala mereka sedang berjalan santai, Tiba tiba..

"OI KALIAN!" teriak seorang tak jauh dari situ.

"Hah?"

Mereka berempat menoleh ke sumber suara. Di mata Naruto dan Sasuke, Nampak orang yang tidak Asing.

'Ah, Sial. Orang ini lagi... Tunggu dulu, Apa yang dia lakukan disini?' Batin Sasuke.

.

.

"Cih. kita ketemu lagi Opsir Darui!" ucap Naruto malas.

"Sudah kuduga kalian memang mencurigakan." ucap Darui to the point.

"Hah?"

"Apa maksudmu sekarang? Lagipula apa yang kau lakukan disini pak petugas? Jangan bilang kalau kau mengawasi kami! ayolah, sudah berapa kali ku bilang Kami Bukan Terroris!" ucap Naruto sengit karena malas melihat orang ini.

.

Darui menatap Kedua orang ini malas. Sedangkan Shino hanya berlalu dan menyeret Shikamaru pergi. Ya, pura-pura tidak tau adalah hal yang terbaik daripada berurusan dengan Polisi lagi. Ah, dasar Friendshit.

Sepertinya Opsir Darui memang tidak mengenali Shino dalam 'wujud kedua'nya.

Darui lalu menatap Sasuke dan Naruto tajam.

"Beberapa menit yang lalu. Aku mendapat laporan bahwa Seorang ibu ibu diserang oleh seklompok orang yang berpakaian merah muda di sini. Ibu itu bilang, Para penyerang menarik narik sweter yang ia kenakan dan berbicara tentang 'Memulai Ritual'.." ucap Opsir Darui.

"Hah?" Naruto tidak mengerti.

"Aku tau ini bodoh. tapi kalian terlihat seperti orang yang paling mencurigakan dari setiap pengunjung yang aku lihat." ucap Darui lagi.

"A-Apa katamu?! Kan sudah Ku bilang! Kami bukan terroris!" Naruto tidak terima.

"Benar! Mana mungkin kami menyerang ibu ibu!" balas Sasuke.

"Aku tidak bilang kalian terroris. Tapi mengingat ibu tadi mengatakan 'Ritual' .. Aku mencurigai kalian sebagai Pelopor Sekte Aliran sesat!" ucap Darui lagi.

"APAAAN?!

Ah, Apa lagi Sekarang. Heran, Dari kemarin malam sepertinya mereka dituduh yang aneh aneh.

"..."

"Dengar bocah, Aku mendapat laporan kerusuhan beberapa menit yang lalu. dan aku segera kesini secepat mungkin. Aku bahkan tidak menyangka bisa melihat kalian disini. Ini sebuah kebetulan yang aneh kan?" tanya Darui penuh selidik.

"Kebetulan apaan? Ini memang agenda kami untuk study tour disini!" ucap Naruto sewot.

Darui memasang pose berpikir.

"Namun Catatan kriminal kalian masih berada di mejaku, dan Ibu yang telpon tadi bilang kalau yang menyerangnya adalah orang orang berpakaian merah muda. Dan Kebetulan yang aneh melihat kalian memakai pakaian yang sama di saat yang sama." ucap Darui lagi.

"..." Naruto dan Sasuke hanya diam mendengarkan Darui mengoceh. Mereka tidak berniat menanggapi.

"Dengar, Aku tentu tidak akan melakukan pidana kepada orang yang tidak bersalah. Namun Hukum harus ditegakkan, karena ini merupakan kewajibanku!" lanjut Darui lagi.

"Maksudnya apaan sih?" tanya Naruto tidak mengerti. Penjelasan yang terasa tidak masuk di-akal.

"Maksudnya, Maka dari itu. Ayo, Ikut lagi kami ke kantor." ucap Darui Halus.

"Apa-NGGAK!" Naruto malah emosi.

"Kalian bisa memilih dengan cara kasar atau halus." Lanjut Darui.

"Cih."

Saat Naruto dan Sasuke melihat Opsir Darui mengeluarkan borgol. Mereka berdua saling pandang. Bertatapan beberapa saat lalu mengangguk.

Detik berikutnya mereka sudah lari dari situ.

"Hah? Eh-WOOOII!" Teriak Darui saat buruannya lari begitu saja.

"Cih. Sudah kuduga kalian memang mencurigakan!" lanjut Darui.

.

Tanpa pikir panjang Darui pun berlari.

Sembari berlari Dia lalu menyalakan transchiever-nya.

'Kijang satu masuk, Kijang satu.'ucap Darui mencoba berkomunikasi dengan rekannya yang ada di sebrang.

'Ya ada apa Onta Arab.' Darui hampir saja terpleset dari pijakannya. Perasaan saat pengarahan dulu. code-name nya adalah 'Black Panther'.

'Ini Black Panther Bodoh!' bentak Darui tidak terima.

'Oh, Status?' ucap orang yang ada di sebrang. Menghiraukan protes Darui.

'Tersangka : Dua dari tiga pemuda yang kita tangkap semalam. Spesifikasi : Menggunakan baju merah muda. Status : Dalam pengejaran! Butuh Back-up Segera' Ucap Darui.

'Roger that Onta Arab.' Ucap orang yang ada di sebrang,

"SUDAH KUBILANG INI BLACK PANTHER!"

.

~IWDWIW~

.

Naruto dan Sasuke berlari sepanjang jalan. Mereka berdua tidak menghiraukan teriakan teman teman mereka yang merasa penasaran. Yang mereka berdua tau. Mereka harus lari. Atau mereka akan tertangkap dan diinterogasi panjang lebar seperti tadi malam.

Saat Naruto dan Sasuke melewati jejeran sebuah bangunan. Mereka dibekap dan di tarik paksa ke dalam sebuah tempat gelap oleh seseorang.

Sreek.

"Hmpp-gah! Oi Apa yang-" Naruto tidak bisa melanjutkan kata katanya karena buru buru dipotong oleh orang yang menyeretnya.

"Ah Syukurlah masih ada yang bisa masuk!" ucap seorang pria tinggi besar berambut pirang.

"Hah?" Di depan Naruto kini tengah berdiri tiga orang yang Naruto dan Sasuke tidak kenal.

"Siapa kalian?" tanya Sasuke.

Namun yang ditanya malah mengoceh.

"Huh bagaimana keadaan di luar? Tsk. Sial. Sudah ku kira Satuan anti huru hara akan mencegat semua fans di pintu depan. Sepertinya hanya kita yang berhasil masuk." ucap Gadis berambut coklat.

"Apa yang terjadi?" Tanya Naruto lagi.

"Hm Sudah kuduga. Setelah melihat kita berkumpul di luar gerbang. Para petugas itu langsung mengerahkan pasukan. Bahkan aku tidak menyangka kalau Anti huru hara bekerjasama dengan Okinawa Police Departement." ucap Gadis itu lagi. menghiraukan pertanyaan Naruto.

"Apaa yang kalian bicarakan WOOY!?" Teriak Naruto emosi karena merasa dikacangin.

"Mungkin mereka ingin mengantisipasi kerusuhan yang terjadi antara fans dan haters seperti yang terjadi 2 bulan lalu." balas Pria berbadan besar itu lagi.

"OI JELASKAN YANG TERJADI KAMPRET!"

Dan akhirnya Naruto berhasil mendapat perhatian orang asing itu.

"Eh? Kalian bukan anggota klub SFC?" tanya gadis berambut coklat tadi.

"Apaan? SFC? Apaan tuh?!" tanya Naruto dia menatap Sasuke. Namun Sasuke hanya mengangkat bahu.

"Shion Fans Crew tentu saja!" balas Gadis itu.

"Hah?"

Gadis berambut coklat yang merasa ditatap tajam oleh Sasuke pun akhirnya memperkenalkan diri.

"Oh, Ya.. Namaku Sari.." Ucap Gadis berambut coklat. Ia lalu menunjuk Laki Laki berbadan tinggi besar tadi ".. Dia adalah Atsui." Lalu Sari menunjuk seorang kakek tua yang sedari tadi hanya duduk bersila di atas krat botol minuman. "Dan dia adalah Tazuna-san .. Ketua SFC."

.

"Ini Ngomongin apaan sih?" Naruto malah semakin bingung.

Sari menghela nafas. Apa orang ini bukan Fans Shion-chan? Lalu kenapa dia memakai kaos bertuliskan 'I AM SHION BIG FANS'

"Kalau kalian bukan anggota klub. Maka kalian harus menjalankan ritual untuk menjadi salah satu dari kami." ucap Sari lagi.

"..." Oke, Sasuke sedikit mengerti apa yang terjadi. Jangan jangan Orang orang ini yang dicari Opsir Darui? Ya, Sasuke hanya sedikit penasaran.

Sasuke yang mengetahui kalau dirinya terjebak di situasi dimana dia berada dengan orang tidak waras 'lagi'. akhirnya memberi kode kepada Naruto untuk segera kabur.

Naruto yang mengerti isyarat tangan Sasuke hanya mengangguk.

.

Cklek. Blam.

Mereka pun pergi dari gudang tua itu dan berlari lagi.

.

~IWDWIW~

.

Ya itu tidak disangka. Jadi Si Shion itu benar benar artis? Ya itu tidak masalah sih. Orang orang biasa menjadi artis setiap harinya.

Yang Naruto heran adalah. Fans fanatik nya yang aneh. Apa pula tadi namanya? KFC? Sebuah organisasi aneh yang diketuiai oleh kakek kakek uzur yang ngidol. Mungkin ini yang dimaksud semakin tua semakin menjadi.

Sasuke dan Naruto akhirnya berhenti sejenak karena merasa kelelahan.

"Aku tidak tau kenapa, Tapi sepertinya baju Pink adalah pembawa SIAL!" Ucap Naruto.

Sasuke yang masih terengah engah. Hanya mengangguk meng iyakan.

Mereka berdiri di sebuah taman dimana banyak dilalui oleh orang orang berpakaian aneh.

"Hah?"

Naruto hanya melongo saat dia merasa barusaja di sapa oleh Gandalf.

"Ini dimana Sih?" tanya Sasuke saat dia melihat banyak cosplayer dimana mana.

Naruto melirik sekitar. Ia menatap Sebuah tenda besar bertuliskan

"Costume Doom."

Oke, entah kenapa Naruto punya Ide.

.

Dia pun berbisik Kepada Sasuke. Naruto menunjuk tenda Costume dan tersenyum penuh arti.

"Hah? Kau gila!" ucap Sasuke.

"Ini mudah Saja Teme! Memang kau mau diuber oleh opsir Darui terus menerus?"

Sasuke berpikir sejenak. Oke Naruto punya ide gila untuk menyamar menjadi cosplayer. Ah tidak, sepertinya cosplayer yang ada di sini memang berasal dari pengunjung.

"Tapi kita tidak punya uang Naruto." ucap Sasuke.

Naruto hanya menunjuk sebuah papan yang ada di dekat tenda costume.

'Grand Opening. Gratis untuk 100 pengunjung pertama'

Naruto menatap Sasuke mantap.

Err.. Sasuke memang tidak terlalu yakin dengan ide Naruto mengingat Terakhir kali dia mengikuti Naruto. Mereka berakhir di sebuah klub malam.

tapi, Tatapan Naruto yang mantap mau tidak mau membuat Sasuke hanya mengikuti.

"Cih. Terserah kau saja dobe." ucap Sasuke.

Naruto yang mendengar Sasuke menyetujui. Langsung menyeret Sasuke menuju Costume Doom.

.

~IWDWIW~

.

Darui berhenti dari larinya saat dia merasa dia kehilangan buruannya.

"Ah sial, Mereka larinya cepat sekali." gumam Darui.

Ia melirik keadaan Sekitar. Saat dirasa dia melirik Sosok yang ia kenali, Dia pun menghampirinya.

Darui menatap bosan rekan kerjanya yang malah duduk di sebuah meja kedai dan bersantai sembari memakan donat.

"Apa yang kau lakukan bodoh?" tanya Darui kepada Rekannya.

"Yo!" Sapa orang itu. Opsir Cee. Salah satu petugas Senior di Okinawa Police departement. Sama seperti Darui.

"Kenapa kau malah asik makan donat?!" ucap Darui emosi.

"Orang makan kalau dia lapar." Jawab Cee santai.

"Kita sedang bertugas!" Bentak Darui emosi. Sial memang, Polisi seperti ini lah yang terkadang membuat rakyat kurang percaya dengan kinerja mereka di lapangan.

"Huhh.." Cee malah menghembuskan nafas dalam. "Orang orang kita sedang membantu pasukan anti huru hara untuk membubarkan fans yang ada di gerbang."

Darui menatap Cee heran.

"Apa mereka ada hubungannya dengan penyerangan ibu ibu yang dilaporkan?" tanya Darui lagi.

"Fans biasa tidak mungkin menggunakan kata 'ritual' untuk bertemu idola mereka." ucap Cee tegas.

"..." Darui hanya diam mendengarkan.

"Aku kira, Sekte aliran sesat yang kau bicarakan, menggunakan perkumpulan fans ini sebagai penyamaran." ucap Cee lagi.

Darui hanya mengangguk.

"Lalu, Bagaimana keadaan di luar?" tanya Darui.

"Sepertinya Pasukan anti huru hara sudah bisa membubarkan sebagian orang. Namun masih ada juga yang ngeyel menerobos masuk." ucap Cee lagi. ".. Cih, Aku heran kenapa mereka bisa menjadi bodoh karena ngefans kepada sesuatu." Lanjut Cee.

"Itulah keadaan dunia yang kita tempati." ucap Darui. Dia lalu duduk dan ikut makan Donat.

Detik berikutnya. Mereka malah berbincang bincang.

.

~IWDWIW~

.

"MWAHAHAHAHA" Naruto tertawa keras saat dia sudah memakai costume yang ia inginkan.

Sedangkan Sasuke hanya menghela nafas. Sepertinya Naruto terlalu terbawa Suasana.

.
"Lihatlah aku! Aku adalah Thor! Anak dari Odin!" ucap Naruto keras keras. Ya, Entah Kenapa Naruto mengambil Costume Thor.

Layaknya Thor yang asli, Naruto memakai Jubah Khas Asgard lengkap dengan Palu Mjolnir di tangannya. Dia juga memakai benda di kepala yang Sasuke tidak tau namanya.

Sedangkan Sasuke. Dia mengambil Asal asalan costume Captain America yang dirasa warnanya cocok dengannya. Oh, Oke, Sekarang mereka adalah The Avengers! Hebat. Pfft.

"Dengan Ini Mungkin kita bisa Menghindari Darui untuk sementara." ucap NaruThor. Semangat.

Sasuke hanya menghela nafas. Ia tidak menyangka pakaian yang ia kenakan sangat ketat.

"Huh. Mungkin kita masih harus waspada." ucap Sasuke. Ia tidak mengenakan Helm Captain Americanya. dia hanya memakai baju dan membawa tameng. Ya, Helm nya tidak muat dipakai Sasuke. Mungkin karena bahannya tidak elastis.

"Kita adalah Super hero, Captain Uchiha! Polisi tidak bisa menghentikan kita." ucap NaruThor lagi.

"Siapa pula Captain Uchiha. Panggil Sasuke saja!" ucap Sasuke emosi. Sudah Sasuke duga. Naruto terlalu terbawa Suasana.

"Kita hanya akan berjalan santai mengelilingi Ocean Park menggunakan baju ini!" ucap NaruThor lagi.

"Kita tidak bisa hanya berjalan santai bodoh! Lihat Aku. Mukaku Ter-Ekspos!" ucap Captain Uchiha. Dia menekankan maksud kalau dia tidak memakai Topeng apapun.

"Itulah Gunanya Tameng besar yang kau bawa Captain Uchiha!" balas NaruThor lagi.

"SUDAH KUBILANG Panggil Sasuke saja Bodoh!" ucap Captain Uchiha lagi. Ah, Kadang Sasuke tidak mengerti. Apa Naruto itu bercanda atau serius.

"Mwahahaha" Naruto malah tertawa.

"Dengar! Kita harus hati hati. Orang orang SFC tadi bilang kalau Pasukan Anti Huru hara bekerja Sama dengan Okinawa Police Departement! Aku yakin di luar Sana banyak Polisi yang berpatroli." ucap Captain Uchiha mantap.

NaruThor hanya tersenyum,

"Jangan Khawatir Sasuke, Aku sudah menyiapkan rencana kalau kita bertemu mereka nanti." ucap NaruThor bangga.

"Rencana?" Wah, Naruto Menyiapkan Rencana? Oke itu hebat.

NaruThor mengangguk.

"Rencana Apa itu.?" ucap Captain Uchiha penasaran.

.

"Bila kita bertemu mereka..." ucap NaruThor menggantungkan kalimatnya.

Captain Uchiha mengangguk. Dia Mendengarkan Sembari menatap NaruThor Intens.

.

.

"Aku akan menyetrum mereka dengan kekuatan Mjolnir." Ucap NaruThor bangga. Mengangkat Mjolnir nya ke langit.

"..."

Sasuke yang mendengar ucapan Naruto hanya diam seribu bahasa dan segera keluar tanpa berucap sepatah katapun.

.

.

Before TBC

Shion duduk di sebuah bangku kecil di salah satu tempat di Okinawa Ocean Park. Yah, Sedari tadi dia hanya berjalan jalan dan terkadang dimintai foto oleh orang yang menyadari siapa dia.

Oke, Sebenarnya dia sedari tadi menunggu fans fanatiknya. Dia cukup tau. bahwa fans fanatiknya adalah orang orang yang ekstrim. Dia berniat mempertemukan mereka dengan Naruto.

untuk balas dendam tentu saja.

Tapi sepertinya belum ada kejadian apapun yang cukup berarti sampai saat ini. yah, itu menurut Shion sih.

Shion melirik sekitar.

"Oh?" Shion menatap sebuah bangunan besar yang ada cukup dekat dengan lokasi dia duduk.

Theater Hall.

Hm Drama Theater ya?. Batin Shion. Dia jadi ingat sewaktu SMP dulu saat dia ikut dalam pertunjukan drama.. Haha.. Kenangan yang tidak terlupakan.

Entah kenapa Kakinya menyeret Shion untuk berjalan menuju bangunan tersebut.

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

TBC

XXXXXX

Author Note(s) : Yosha! Hanzama Is back. Err.. sepertinya saya ingin mengucapkan sesuatu yang penting.. tapi apa ya.. saya lupa -.- .. serius mau ngetik apa tapi lupa.

Oke lewati saja yang itu.

Sebelumnya, Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada yang sudah review chapter lalu. Saya terperangah sendiri lihat reviewnya datang bejibun banyak.. -" .. Makasih loh yang udah review dari chapter 1.. hah.. Bikin Author jadi girang sendiri..

..

oke lupakan itu.. (Lagi)

Saya akan membahas dengan rentetan alur di fanfic ini.. Supaya tidak membingungkan pembaca. Saya akan menjelaskan dimana kita berada sekarang(?).

Ya, Kita sekarang berada di Stage 2. dalam penggarapan fanfic ini. Oh, Mungkin akan saya klasifikasi dengan nama yang keren-ehem ehem..

..

Stage 1 - Welcome To The Demon Kingdom Arc.

Dimulai dari chapter 1 dan sudah saya akhiri di chapter 16.

Tujuan : Pengenalan Konflik dan Kemunculan Karakter.

Stage 2 - The Island Of Disaster Arc.

Saya mulai dari chapter 17. Dengan rujukan alur dari stage sebelumnya. Berakhir di : Belum diketahui.

Tujuan : Pengenalan Karakter yang berperan sebagai Cameo / Tidak mempengaruhi Konflik Cerita.

Stage 3 - (Unknown Project)

Status : Belum dimulai. / Kemungkinan : Ada. / Rancangan : Sudah Dipikirkan. / Dimulai dari : Belum diketahui / Berakhir pada : Belum diketahui.

Tujuan (Masih bisa Di-Revisi) : Memasuki Konflik dan Pengenalan Tokoh Kunci. (Masih Bisa Di-Revisi)

Stage 4 - ?

Status : ? / Kemungkinan : Ada. / Rancangan: ? / Dimulai dari : ? / Berakhir pada : ?

Tujuan : ? - Tidak diketahui

..

Oke mungkin itu sedikit gambaran yang bisa saya beri untuk fanfic ini kedepannya. (#Gambaran apaan?!)

Mungkin Fanfic ini masih banyak kesalahan di sana sini. Masih ada bocor. Kadang nggak lucu. Kadan Aneh. Tapi harap maklum. Author juga masih belajar. Author sadar kalau Author nggak bisa sampai level sempurna. Tapi Author berusaha mati matian merancang Project ini hanya Untuk reader.

Author mah gak minta apa apa. Ada yang baca juga udah seneng.

Oke sebelum saya akhiri. Seperti yang selalu saya lakukan,,

: Salam hangat Dari Saya. Semoga Reader Sukses selalu ..

Oke, See you In next chap!

REVIEW

v

v

v

v