"Kalian tau?"

.

"Rasanya menyebalkan saat segala sesuatu tidak sesuai dengan rencana. Ya, Benar benar menyebalkan."

.

.

"Err.. Meskipun dalam kasusku. Memang tidak pernah ada Rencana."

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Chapter 29 : There Is No Plan!

xxxxxxxxxx

.

Day 1 - Okinawa Ocean Park.

Sasuke dan Naruto kini tengah duduk manis di sebuah kedai. Di tangan mereka melekat sebuah borgol yang menyatukan pergelangan dengan kursi yang mereka duduki. Pakaian mereka pun kini sudah berubah ke warna merah muda yang semula mereka pakai. Untung pakaian Thor maksiat itu sudah diamankan.

Di depan mereka duduk. Nampak Opsir Darui yang tengah menghisap rokok. Dan dengan seenaknya membuat polusi dimana mana.

Di sekitar kedai itu pun tak luput beberapa polisi yang melakukan penjagaan. seolah melarang orang orang mendekati Kapten mereka yang berniat mengintrogasi kedua pemuda kita.

Darui menghembuskan nafas dalam.

"Kalian tau? Sebenarnya aku ingin sekali membawa kalian ke kantor." ucap Darui.

Sasuke hanya mendecih mendengar Darui mengatakan hal yang tidak ingin ku dengar.

"Namun kami harus berjaga disini sampai sore untuk mengantisipasi apabila ada kerusuhan lagi." lanjut Darui.

"..."

"Padahal aku yakin kalian sangat rindu dengan Penjara kecil yang ada di kantorku." lanjut Darui lagi. "Mengingat tempat itu memang kosong semenjak beberapa minggu terakhir."

.

"Hentikan Omong kosongmu Dattebayo! Cepat lepaskan kami! Ini sudah waktunya makan siang! Kami bisa tidak dapat jatah makan nanti!" balas Naruto tiba tiba. Ya, Kesabaran orang memang ada batasnya.

Tadi malam mereka mereka dituduh terroris. Sekarang? mereka dituduh sebagai pelopor Sekte aliran sesat! Kami bukan penjahat pak!

.

Darui hanya menatap mereka berdua dengan pandangan tidak suka.

"Kalian ini manja sekali sih?! apa kalian tidak pernah diberi hukuman selama hidup kalian?!" ucap Darui emosi. Ya, Sial memang. Darui malah membuat Sasuke semakin yakin kalau Polisi itu memang rewel.

Sasuke Hanya tersenyum kecut. Ya, mengingat hukuman. mereka sedang menjalaninya. Dan bahkan karena masalah masalah lain seperti ini. Keadaan malah semakin buruk.

Ah, Mereka bahkan sudah tidak menghitung berapa hari semenjak mereka pindah ke rumah tua itu.

"Kau tau. Sebenarnya aku sangat suka dengan tipikal pemuda kriminal seperti kalian.." ucap Darui. Mencoba menakut nakuti.

Sasuke dan Naruto hanya mendengarkan.

"Sebenarnya-" Belum sempat Darui melanjutkan. Transchievernya berbunyi.

"Onta Arab. Masuk Onta arab!"

Ah sial. Mengangu momen saja.

"Ada apa lagi HAH?!" Bentak Darui emosi kepada orang yang ada di sebrang. Sebaiknya ini penting.

"Kami telah menangkan tersangka penyerangan! mereka sekarang sudah kami amankan!" ucap Petugas itu kepada Darui.

Darui tentu hanyamengernyithan dahi. Dia lalu melirik Sasuke dan Naruto.

"Apa maksudmu menangkap? Para tersangka itu bersamaku!" ucap Darui. Ya, Ia sangat yakin dua orang yang ada di depannya ini adalah asli.

"Alaram Palsu. Mereka telah kami bekuk. Mereka mengakui semuanya." balas orang di sebrang.

Darui hanya melongo tidak percaya. Jadi orang yang ada di depannya ini bersih?

Ah, Padahal dia sudah terlanjur menyukai dua pemuda ini.

Darui pun menatap Sasuke dan Naruto intens. Selama lebih dari beberapa menit. Bahkan membuat Naruto dan Sasuke semakin risih karena ditatap dengan tatapan 'bernafsu'

.

"Kalian Bebas." ucap Darui akhirnya.

"Hah?"

.

.

"Aku Bahkan tidak mengerti apa yang terjadi. Opsir Darui melepaskan kami begitu saja."

"Ya, Tapi itu lebih baik sih. Aku hanya berdo'a semoga nanti tidak akan bertemu dengan polisi menyebalkan itu lagi."

.

.

Day 2 - Istana Metsuryu

Ya, Istana legendaris. Peninggalan Daimyo di jaman Meiji. Arsitekstur seni klasik yang menawan. Bangunan bersejarah yang berdiri kokoh di dataran tinggi Pulau selatan. Dan ketenangan batin bagi siapa saja yang berkunjung ke sini. Apalagi ada sebuah museum barang antik tak jauh dari Istana megah ini.

Memang siapa yang berani mengusik ketenangan batin yang ada di Istana ini. Ya, tidak mungkin ada orang seperti itu.

"OII! BERHENTI KALIAN!"

Oh, Sepertinya memang ada pengacau.

.

Naruto dan Shikamaru kini tengah berlari sepanjang taman istana. Dia belakangnya. Penjaga museum mengejar mereka dengan sekuat tenaga.

"Hah.. Ini salahmu karena memecahkan pot itu!" ucap Shikamaru kepada Naruto.

"Apa?! Sudah ku bilang bukan aku pelakunya!" bantah Naruto karena dituduh.

Mereka terus saja berlari. Bahkan tidak jarang mereka menubruk pejalan kaki yang ada di depan mereka.

Ah, Aku heran kenapa mereka selalu terlibat masalah. Sekarang apa lagi yang mereka perbuat?

.

Well, Di museum bersejarah Metsuryu. Tedapat barang barang antik yang memang sengaja di pajang dan di pamerkan. Alkisah, Ada sebuah pot tanah liat yang tertata manis di sudut ruangan.

Pot yang bernama Kokinjo Ini adalah peninggalan bersejarah rakyat kumo. Sebuah Desa yang sempat berdiri di daratan Okinawa. Di penjelasan yang tertera tentang pot itu. "Pot Ini adalah senjata legendaris yang menyegel Monster Menakutkan Kumo."

Awalnya, Naruto memang hanya melihat lihat benda itu. Namun semua berubah ketika ada sesosok anak kecil gendut yang mengajaknya berantem.

"Kakak." ucap Anak kecil itu.

Naruto yang sedang memotret dan Shikamaru yang sedang mengamati tentu hanya menoleh.

"Apa bocah?" ucap Naruto cuek.

"Apa kau artis?" tanya Anak kecil itu.

Naruto menoleh. Dengan santai dia mengangguk. "Ya." jawab Naruto santai.

DUAKH! Anak kecil itu malah menendang kaki Naruto.

"OI! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Bentak Naruto galak karena ia merasakan tendangan anak itu cukup menyakitkan.

"Aku benci Artis."

Sialan.

Detik berikutnya. Anak itu menyruduk Naruto hingga Naruto terpental ke belakang. Dan secara tidak sengaja, punggungnya menubruk pot antik itu hingga jatuh.

Petugas yang mendengar suara benda pecah pun segera menghampiri sumber suara. Dan sialnya. Anak tukang sruduk tadi sudah hilang saat petugas sampai di depan Naruto dan Shikamaru.

Sontak Saja petugas menyalahkan Naruto dan Shikamaru.

Dan begitulah mereka berakhir.

.

"Ya, Kasihan Naruto. Entah kenapa sepertinya kesialan memang membuntuti nya."

"Pada akhirnya mereka berdua tertangkap."

"Untung saja benda yang mereka pecahkan hanyalah barang imitasi. Karena Kokinjo yang asli disimpan aman di Museum Nasional."

"Namun Naruto dan Shikamaru tetap mendapat peringatan."

"Ah Lucky aku tidak disana saat kejadian itu berlangsung."

.

Day 3 - Pantai Benishu

Sasuke dan Shino kini tengah berjalan santai di pantai. Ya, destinasi ketiga Study Tour ini adalah pantai! Ah, Akhirnya! Bikini!

Sebenarnya. Shino mengajak Sasuke berburu foto. Karena Naruto juga berburu foto dengan Shikamaru. Shino sih, sebenarnya tidak masalah kalau berburu foto sendiri.

Namun tidak waktu dia berpenampilan terbuka. Jujur, dia sedikit malu. Ya, Dia tidak mungkin kan berjalan jalan di pantai dengan pakaian ala kutub selatan. Bisa dianggap gila dia.

Sedangkan Sasuke. Hanya menatap cuek gerombolan gadis yang menatapnya dengan tatapan Pervert. Sepertinya mereka adalah para mahasiswi. WTH? Apa mereka berniat mengincari berondong? Sasuke hanya merinding sendiri.

Para mahasiswa itu hanya cekikikan dan berberbisik satu sama lain. Sepertinya muncul ide gila di kepala mereka. Terlihat dari ekspresi mereka yang memberikan kode kepada Shino dan Sasuke.

Salah satu mahasiswi itu mengedipkan mata ke Sasuke.

Sasuke hanya menatap ke arah lain. Mencoba tidak menatap ke belahan Oppa-err.. Itu lah, yang mereka pamerkan secara terang terangan.

.

"Mau kemana dek?" ucap Salah satu kakak mahasiswi itu kepada Sasuke.

Err..

Sasuke dan Shino hanya diam mematung melihat kakak kakak mahasiswa itu menatap mereka berdua dengan tatapan dari atas sampai bawah.

Beberapa teman mahasiswi itu hanya cekikikan melihat Berondong SMA ini bertingkah kikuk. Dasar Mahasiswi jahil.

"Err.. M-Mau Cari F-Foto." ucap Shino. Ekspresi malu nya terlihat jelas karena dia memakai kacamata transparannya. Jujur, Baru kali ini dia digoda oleh seorang prempuan.

Kakak mahasiswi itu hanya tersenyum. Dia menoleh ke teman temannya.

.

"Kamu manis deh. Mau gak jadi pacar kakak?" ucap Mahasiswi tadi kepada Shino.

"H-H-HAH?" Shino tentu saja Shock. Dengan muka merah. Dia mundur beberapa langkah. dan Akhirnya tersandung. Dia terjatuh ke pasir.

"Tidak adil! Kau tidak bisa memutuskan sepihak Ringo-chan!" ucap mahasiswi lain protes kepada temannya yang baru saja 'Menembak' Shino.

Si Ringgo-Chan hanya tersenyum dan mengedipkan mata ke Shino yang sedang dibantu berdiri oleh Sasuke.

"Kalau begitu si Raven milikku." ucap mahasiswi lain menunjuk Sasuke. Sontak Sasuke ikut Shock.

sebenarnya ada apa dengan para Onee-san gila ini?

"Terserah kau saja Pakura." ucap Ringo-chan lagi.

Err..

Sasuke yang merasa Keadaan akan menjadi semakin Hot. Dengan Segera membantu Shino berdiri dan Berjalan pelan pergi dari situ. Pura pura tidak tau.

Sementara gerombolan Mahasiswi itu hanya menatap kecewa saat "Obat Anti mgantuk" mereka berlalu pergi.

.

"Yah.. Mereka pergi.." ucap Salah satu Mahasiswi itu.

Ringo-chan Hanya menatap penuh arti teman temannya. Dia menampakkan senyum jahil.

Teman temannya tau apa yang dimaksud.

"Kita kejar mereka."

.

.

Sasuke dan Shino berjalan pelan sebelum mereka berlari kencang. Karena mereka dikejar bak buruan layaknya harimau betina yang mengejar sepasang rusa yang tidak berdaya.

"Oii~ Dedek-Kun~ Berhenti.." ucap salah seorang pengejar. Diikuti cekikikan teman temannya.

"WTF?" Sasuke hanya cengo melihat segrombol mahasiswa Horny yang mendekat dengan kecepatan penuh.

"WHOA?!" Shino hanya mengikuti Saat Sasuke menarik lengannya cepat.

Dan Mereka lagi lagi harus berlari.

.

"Oke. Itu adalah hal gila yang sebenarnya tidak mau aku ceritakan."

"Kalian tau? Dikejar Kakak kakak Jomblo yang memintamu menjadi pacarnya dengan cara memaksa adalah pengalaman yang tidak bisa terbayangkan!"

"Ya, mereka cukup manis sih."

"Err.. tapi.. Mereka bukan tipeku!"

.

Day 4 - Air Terjun Rouran.

Sasuke, Shikamaru dan Naruto kini tengah berdiri di atas air terjun dengan membawa atau mengigit sebuah ember di mulut mereka masing masing. Mereka berdiri menggunakan 1 kaki dan merentangkan tangan layaknya seekor bangau. Di samping mereka. Lebih tepatnya di daratan yang kering. Nampak ibiki yang tengah mengamati prosesi hukuman dengan khidmat.

Ya, karena suatu alasan. Akhirnya mereka dihukum juga oleh Ibiki.

Sebenarnya. Pagi setelah kejadian di Okinawa Ocean Park. Ibiki mendapat Telpon lagi dari opsir Darui. Siapa lagi kalau bukan membahas Captain Uchiha dan NaruThor Yang dirasa membuat onar.

Dan karena Ibiki menyimpulkan secara sepihak. Dan disinilah mereka berdua. Tapi tunggu? Kenapa Shikamaru juga ikut serta? Salahkan saja kejadian di hari ke dua saat mereka memecahkan barang antik milik museum.

Untung Saja pengurus museum itu tidak meminta ganti rugi. Kalau iya, Bisa hancur perekonomian Sekolah Konoha Gakuen gara gara ulah Naruto dan Shikamaru.

Ya, Walaupun Ibiki yakin kalau Keadaan ketiga pemuda ini masih seperti 'dulu' mengganti pot 10x lipat pun tidak masalah. Namun tidak untuk keadaan mereka sekarang.

Maka dari itu. Ibiki girang sekali saat mengetahui ketiga bocah ini membuat masalah lagi. Dengan begitu, dia bisa menghukum mereka secepat mungkin. Ya, Hobi menghukum orang adalah hobi yang aneh.

.

Mereka hebat juga bisa berdiri hampir 20 menit.

Namun itu tidak bertahan lama. Karena, Ketiga pemuda ini sudah mulai merasa kesemutan di kaki. Karena berdiri hanya dengan kaki kanan apalagi ditambah arus Air terjun yang cukup deras, mereka berusaha mati matian menahan gravitasi. Dan rahang yang sakit karena mengingit ember berisi air yang memeunhi setengan kapasitas ember.

"Shcudagh Sngseiy? Ingiy shudch Dwquluh Mnwyt!" Racau Naruto tidak jelas.

Ibiki hanya pura pura tidak dengar dan masih bersiul siul sembari menatap jam tangannya. Yah, Anggap saja mereka beruntung karena mereka berdiri di atas air terjun 2 meter. coba bayangkan kalau mereka berdiri di atas air terjun 10 meter yang ada tak jauh dari situ.

Bila jatuh bisa jadi oncom mereka.

Ya, sebenarnya tidak terlalu beruntung juga sih. karena di bawah mereka sekarang merupakan danau yang cukup dalam. Apalagi ada yang bilang kalau danau di bawah mereka itu dinginnya menyamai dingin air Es. Ya, Tempat dingin di Okinawa adalah daya tarik yang unik.

Namun tidak unik namanya kalau kau jatuh dan tenggelam.

Di sekitar area mereka. Anak konoha gakuen malah menyoraki Naruto, Sasuke dan Shikamaru. Bertaruh siapa yang jauh duluan. Ya, entah kenapa dari dulu. Anak anak korban kekejaman Ibiki memang selalu menjadi tontonan yang menarik.

Ada pula bebrapa turis yang merekam mereka menggunakan Handycam. Ya, Sepertinya mereka berpikir Sasuke, Shikamaru dan Naruto sedang latihan tenaga dalam.

.

Cukup lama mereka bertahan sebelum salah satu diantara mereka mulai kehilangan keseimbangan. Naruto yang ada di tengah, Karena lelah atau apa. Ember yang di gigit Naruto lepas begitu saja. Hilangnya beban malah membuat berdiri Naruto goyah.

Masih dengan 1 kaki. Dia berpegangan di pundak Shikamaru.

Shikamaru tentu mencoba melepas pegangan Naruto dengan cara meggoyangkan pundaknya.

Namun itu malah membuat Naruto kehilangan keseimbangan. Naruto malah berpegangan ke celana Shikamaru membuat Shikamaru mati matian memegangi celananya dan akhirnya terseret.

Tidak tau harus berpegangan ke apa lagi, Tangan kanan Naruto memegangi tangan Kiri Sasuke. Naruto menarik tangan Sasuke.

!

Sasuke tentu terkejut. Dia melepas gigitannya pada ember dan akhirnya..

"Whoaaa!"

.

.

BYURR!

Mereka bertiga jatuh bersamaan. Lebih tepatnya karena diajak jatuh oleh Naruto.

.

"Ya! Akh! Sial memang! Kenapa juga si Dobe menarik tanganku."

"Danau itu adalah danau terdingin yang pernah aku rasakan!"

"Ya! Aku memang berharap mandi, Tapi tidak seperti ini juga."

"Tsk! Sial!"

..

xxxxxxxxxxxxxxxxx

xxxx

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Rating : T(+)

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Comin Soon

.

Day 4.5 - Penginapan.

Sasuke, Shikamaru dan Naruto kini tengah rebahan di kasurnya masing masing. Ya, Mereka hanya mencoba melemaskan otot otot mereka yang tegang karena "Kegiatan" yang mereka lakukan 4 hari terakhir.

Siapa sangka "Study Tour" bisa Menjadi hal yang sangat buruk.

Apalagi tadi. Si Ibiki dengan seenaknya menghukum mereka untuk berdiri di atas air terjun. Bahkan rasa dingin masih mereka rasakan sampai sekarang.

Ya kamar penginapan mereka memang hanya ada mereka bertiga karena Shino sedang keluar mencari minum.

..

Tengah asyik bersantai tiba tiba mereka dikagetkan Oleh suara pintu yang dibuka dengan keras.

BRAK!

"Hah?" Naruto yang kaget tentu segera duduk dari posisinya.

Nampak Sosok Gaara yang masuk ke kamar mereka

"Kalian." ucap Gaara melihat orang orang yang mereka kenal terlihat bak pasien rawat inap.

"Kenapa kau kemari?" tanya Shikamaru. Ya, Bahkan sosok Gaara sekalipun dirasa menganggu waktu Shikamaru.

.

Sedangkan Gaara hanya berdiri kikuk. Dia tidak tau harus mulai dari mana.

Melihat Gaara yang tak kunjung bicara membuat Naruto mulai tidak sabar,

"Sebenarnya kau kenapa sih?" tanya Naruto to the point.

"Err.." Gaara lalu menyodorkan HP nya sendiri kepada Naruto. Sasuke yang penasaran pun mendekati Naruto.

Naruto hanya mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti. karena diberi HP.

Dia menyentuh HP itu.

Sebuah SMS.

.

Naruto dan Sasuke membaca SMS itu seksama.

.

.

Detik berikutnya.

"KAU GILA!" Ucap Naruto spontan karena melihat SMS itu.

"APA?!" Sasuke juga tak kalah terkejut.

Sedangkan Gaara yang ditatap hanya mengangkat bahu. Seakan hal ini terjadi bukan karena salahnya. Err.. Pada konsepnya memang bukan sih.

.

Shikamaru yang penasaran atas apa yang terjadi pun meminta penjelasan. Namun Sasuke malah memberikan HP itu langsung kepada Shikamaru.

.

.

Sebuah SMS.

Shikamaru tidak mengerti sebelum..

Shikamaru membacanya sendiri...

Dan...

Wush!

HP itu dengan reflek ia lempar ke luar jendela.

"WOOOIII!" Teriak Gaara melihat HP nya terjun bebas keluar jendela.

Bukannya bertanggung jawab Atau apa. Shikamaru malah bersembunyi di dalam sprei.

.

"Gadis macam apa yang meminta oleh-oleh arak bodoh!" Batin Shikamaru jengkel.

.

xxxx

Matsuri :Oke, Kalau begitu. Aku titip sebuah Topeng Shinigami, 4 buah Katana dan beberapa botol arak.. :*

xx

.

"Sepertinya Naruto benar, Ketua klub kita memang orang yang kurang Waras."

.

xxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxx

Author Note(s) : Hows you doing Bros! Hanzama Is BACK! Oke, Hm. Pasti ada yang bertanyaa kenapa saya jadikan chapter 29 menjadi seperti ini. Sebenarnya saya kasihan sendiri melihat mereka bertiga ngenes terus-Uhuk uhuk

Ya, Saya kurang yakin. Tapi.. ada yang mau kasih saran mungkin?

ASK (Point) : apa kgak ada scene lain untuk Naruto dkk selaen kesialan yg mereka terima? hal ini sdh mulai chapter 1-28 bro kesannya sangat Monoton tuh.

Answer : Yah, sebenarnya Ada alasan tertentu saya ngasih mereka sial sampe sekarang. Saya udah paham kalau fanfic saya gak bakal tamat dalam waktu dekat. Karean saya punya konsep masih panjang. Jadi saya pikir. kasih event event ringan di awal kan gak masalah. Namanya juga hiburan. kecuali kalau fanfic saya tamat di chapter 30 dan masalah mereka belum slese sampai sekarang. nah itu baru kesalahan saya. ini semua juga elemen pendukung jalan cerita kok.. (menurut saya sih) -.-a .. but well.. mungkin akan saya coba kasih bumbu keberuntungan di kesempatan mendatang.. gehehehehe..

Still! Stay Awesome Bros!

Okesip, Sekian dari saya,, Salam hangat dari Hanzama semoga sukses selalu.

Oh ya, Sebelum berpisah. Saya mohon maap kalau chapter ini pendek.

.

Itu aja sih,

.

.

Okesip, Langsung aja bila berkenan?

REVIEW

V

V

V