Author Note(s) : Oke Hanzama Is back. Sedikit info. karena chapter lalu saya apdet 9 jam setelah chapter 31. Mungkin ada yang belum baca. Jadi saya sarankan untuk menengok chapter lalu dulu~

Oh ya, Ini awal stage 3 Btw.

Bagaimana kalau kita awali dengan chapter santai

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

chapter 33 : Welcome To My Life.

.

"Apa kau pernah merasa dalam hidupmu?.. Kalau kau sepertinya memang dikelilingi oleh orang-orang gila?"

.

"Bila iya..

.

"Maka kau sepantasya memang harus banyak bersyukur."

.

.

Naruto kini tengah berbaring santai di sofa. Yah, Ini adalah Sekian hari dimana mereka hanya duduk santai karena memang tidak bisa melakukan apapun.

Di bawahnya. Fox juga tengah berbaring. Menunggui majikannya. Yah, untung sekali kemarin Fox bisa keluar lewat jendela. Dan dengan baik hatinya. Tetangga sebelah memberi makan Fox selama Naruto pergi.

Ah, Naruto harus berterima kasih Nanti.

Naruto kini telah slesai mencuci pakaian. Dan ini adalah saatnya tidur siang. Itu sebelum terdengar suara benda pecah dari basement.

BRANK PRANG JDUAK!

AWWWWW!

"Huh?" Naruto duduk dan segera menghampiri Pintu basement.

Saat dia ada di depan pintu. Dia tidak berani masuk karena tempatnya gelap. Yah, saklarnya sedikit jauh ke bawah. Jadi Naruto hanya diam di depan pintu.

"H-Halo?" tanya Naruto.

Hening. Tidak ada jawaban.

Singg!

Naruto mencoba menutupi matanya saat dia disoroti lampu yang sepertinya cahaya senter dari bawah.

"-Oi!"

Tak lama. Nampaklah Shikamaru yang naik dan membawa sabit.

"Naruto?" tanya Shikamaru.

"Oi Shikama-"

DEG!

Jantung Naruto hampir berhenti saat melihat sabit yang dibawa Shikamaru. Namun bukan itu yang membuat Naruto bergetar ketakutan. Tetapi ke cairan merah yang menodai benda itu dan tangan Shikamaru.

"KYAAA!" Naruto berteriak keras.

"Woi! Kau kenapa Sih?!" bentak Shikamaru. Dia 1 langkah maju kedepan.

"J-Jangan mendekat!" Namun Naruto malah mundur.

"Hah?"

"T-Teganya kau..!" ucap Naruto lagi.

"Hah?" Shikamaru tidak mengerti.

.

"Kau pasti Membunuh SASUKE!" Bentak Naruto. Dia menatap Shikamaru tak percaya. Dia lalu menatap sabit berdarah itu bergantian.

Err.. Padahal Shikamaru hanya ingin memotong rumput di halaman.

Shikamaru hanya memutar bola mata. Si bodoh ini menyimpulkan sepihak.

.

Melihat Wajah Naruto yang ketakutan. Muncul ide jahil di kepala Shikamaru.

"Mwahahahaha.." Shikamaru tertawa iblis.

"A-" Naruto masih diam mematung.

"Ya benar! Aku telah membunuhnya! Mwahahahaha!" teriak Shikamaru. Dia berakting layaknya psycopath asli.

"T-Teman macam apa Kau! Sialan-" umpat Naruto. Dia hampir menangis. Apa yang terjadi? Sekarang sahabatnya saling bunuh?

.

"Mwahaha.. Asal kau tau! Sasuke sudah aku Jadikan Sate dan aku makan! mwahahaha.." ucap Shikamaru lagi.

"BOHONG!"

Lah? Shikamaru malah heran mendengar jawaban Naruto.

"K-kau kan tidak suka sate!" ucap Naruto lagi.

Oh benar juga. Shikamaru lupa.

"Err.. Maksudku dia sudah ku jadikan Opor! Mwahahahahaha.." Ucap Shikamaru asal-asalan. Ya, hanya psycopath bodoh yang repot repot memasak korbannya menjadi opor.

"KYAAA!"

Entah kenapa opor ayam dan Sasuke terasa masuk akal di otak Naruto. Tanpa memikirkan apa-apa lagi, dia berlari dari situ.

BUAKH!

Naruto harus tersungkur karena bertubrukan dengan seseorang.

"Kenapa pagi pagi berisik sekali sih?" tanya Sasuke heran. Dia baru saja keluar dari kamar mandi.

"Sasuke?!"

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hazama

Yangre : Friendship, Family, Humor

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Hm.. Lets See..

.

Ah, Konoha Gakuen. Pagi yang indah telah menghampiri sebuah kota di negara ini. Sebuah kota menakjubkan yang disinggahi orang orang hebat. Termasuk sebuah sekolah yang menjadi markas utama raja iblis.

Namun ini bukan kisah yang menceritakan betapa kejamnya raja iblis. Err.. walaupun sebenarnya demikian.

Yang membuat murid konoha gakuen terheran heran semenjak tadi pagi adalah. Sang ketua OSIS mereka. Neji Hyuuga yang sedari tadi sudah berdiri di puntu masuk gedung utama sejak pagi pagi sekali.

Aneh saja melihat Neji-san berkeliaran sendiri tanpa para kolega OSISnya. Yah, biasanya dia akan terlihat bersama senpai aneh beralis tebal yang selalu terlihat heboh.

Laju mobil chevrolet hitam yang berhenti tepat di pekarangan Konoha Gakuen lah yang menyita perhatian Neji.

Neji pun dengan segera menghampiri mobil yang sangat ia kenali betul itu. Seorang pun keluar dari mobil itu.

Neji sudah lama tidak melihat gadis ini. Semenjak dia memutuskan untuk bersekolah di Moskow. Hampir 2 tahun mungkin. Namun sekarang dia kembali ke konoha.

Yah, perasaan nostalgia ini. Wajah cantik. Dan keanggunan layaknya putri kraton.

"Lama tidak bertemu. Hinata-sam-" sambutan hangat Neji harus diinterupsi oleh gadis yang menjadi objek pembicaraan.

"Neji-nii! Beraninya kau menelponku berkali kali kemarin!"

"Err.." Neji sepertinya salah dengar. Karena dia barusaja mendengar Hinata menyalahkannya.

Saat gadis itu sudah keluar sempurna dari mobil. Lagi lagi Neji dibuat shock karena dia terpaku dengan bibir ranum Hinata yang memakai lipgloss! OMG!

Yah, jujur. dia semakin cantik. Tapi, Neji hanya sedikit shock.

Tak lama. Seorang lain keluar dari mobil. Seorang berambut hitam.

"Err! Hinata! sudah ku bilang kan kalau sebaiknya kita naik bis saja!" ucap Menma risih karena dia menyadari banyak anak konoha gakuen yang menatapnya dari jendela kelas mereka.

Yah, Di jepang Ini Menma tinggal di Apartemen keluarga Hyuuga. Berbeda dengan Hinata yang tinggal di Mansion. Kebetulan saja mereka berangkat bersama karena ini hari pertama sekolah.

Hinata hanya diam. Dia malah mengamati Kakak sepupunya yang diam mematung.

"Oi." ucapnya ke Neji. Dia mengibas ngibaskan tangannya di depan muka Neji.

"KYA!" Entah kenapa Neji malah takut dengan Hinata 'Lain' ini.

.

"Daripada bengong. mending kau mengantar kami ke ruang kepala sekolah." ucap Hinata.

.

~IWDWIW~

.

Di sisi lain Konoha Gakuen.

Markas Klub Drama.

Gaara kini tengah berdiri di hadapan Matsuri dengan tegap. Di depannya sang gadis duduk di singgasananya didalam klub drama layaknya bos mafia. Dia bahkan sekarang tengah mengenakan kacamata hitam.

Ya, apalagi hal yang aneh selain seorang gadis yang ada di ruangan gelap tapi mengenakan kacamata hitam.

Dia menatap Gaara tajam.

"Jadi kau tidak mendapatkannya ya? Hm? Steve?" ucap Matsuri.

"Hah?" Gaara yang dipanggil steve hanya melongo. Gaara tidak bisa memikirkan kemungkinan apapun apa yang sebenarnya Matsuri katakan.

"Err.. iya." ucapnya. Ya, Dia memang tidak mendapatkan pesanan Matsuri sewaktu di Okinawa. Mengingat mereka harus berurusan dengan Polisi dan para guru.

"Huh. Sayang sekali Kau tidak bisa melaksanakan tugasku dengan baik. Padahal aku sudah menganggapmu sebagai tangan kanan kepercayaan." ucap Matsuri lagi.

"Err.."

Jujur, Gaara tidak tau apa yang terjadi.

Matsuri lalu berdiri dari duduknya. Dia lalu mengambil sebuah pisang yang ada di mejanya.

"Kau tau kan hukuman apa yang akan aku berikan untuk orang orang yang gagal?" tanya Matsuri.

Matsuri lalu mendekati Gaara.

Matsuri menyodorkan moncong pisang tepat ke dahi Gaara. Layaknya sebuah pistol.

SEBENARNYA INI ANAK KENAPA SIH?

Ya, Ditodong buah pisang adalah pengalaman baru untuk Gaara.

Dengan sedikit berjinjit Matsuri lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Gaara. Gaara masih diam. Takut takut melirik apa yang akan dilakukan Matsuri.

Gaara tentu risih karena Matsuri hampir menempelkan pipinya ke Pipi Gaara.

.

Matsuri lalu berbisik.

"Hukumannya adalah... Mati."

BRAK!

KYAAAA!

Matsuri memeluk Gaara erat karena kaget.

Gaara juga tak kalah kaget karena tiba tiba dipeluk.

Yukata yang baru saja membuka pintu sedikit kasar hanya melongo melihat Gaara dan Matsuri berpelukan.

"A-A-Apa yang kau lakukan Senpai?!" teriaknya keras. Dia menuding Gaara.

.

Dan, Klimaks drama bos mafia itu pun gagal total.

.

~IWDWIW~

.

Naruto, Sasuke dan Shikamaru kini tengah berjalan santai menuju kelas. Mereka dengan santainya berjalan tanpa menghiraukan anak-anak konoha gakuen yang berbisik bisik membicarakan mereka. Yah, Jelas saja. Mereka menjadi sorotan karena mereka sudah di cap sebagai murid kesayangan Ibiki-sensei. Apalagi mereka menjadi tontonan gratis sewaktu di Okinawa mereka bertiga tidak ambil pusing sih.

Tak lama sebelum mereka sampai di depan kelas mereka.

SREEEK!

Sasuke dengan santai membuka pintu geser. Riuh ramai kelas yang bising langsung terdengar oleh gendang telinga Sasuke, Naruto dan Shikamaru.

Mereka lalu berjalan pelan menuju bangku mereka masing masing.

.

Suara riuh ramai kelas harus dipaksa diam saat seorang gadis masuk seteahnya. Gadis yang cukup menaruh perhatian seisi kelas.

Dan yang lebih mengejutkan adalah dia menghampiri bangku Naruto. Yah, sudah lama semenjak murid kelas 2-1 melihat gadis ini menginjakkan kaki di kelas. Tentu saja karena Hak Khusus yang dia miliki.

.

Naruto duduk di bangkunya malas sebelum Naruto dikagetkan oleh sebuah suara.

"Woi! Anime-boy." ucap Seorang gadis tepat di samping Naruto.

"Hah?" Naruto yang berniat membenamkan muka dan tidur kini harus mendongak. Menatap Siapa yang berani mencegahnya tidur.

Shion.

"Ngh? Apaan?" tanya Naruto malas.

Shion lalu hanya tersenyum dan menyodorkan sekotak tempura kepada Naruto.

Huh? Apa maksudnya ini?

"Apa ini?" tanya Naruto.

Shion hanya memutar bola mata.

"Tempura tentu saja..." ucap Shion bangga. "...Aku membuatnya sendiri." lanjut gadis itu.

"Terus?" Jujur, Naruto tidak mengerti apa yang dimaksud gadis ini dengan menyodorkan tempura tepat di depannya. Apa gadis ini berniat menyogok Naruto? Atau dia masih mencoba meminta maaf karena menamparnya tempo hari? ah, Naruto tidak mengerti.

.

.

"..untukmu.." ucap gadis itu. Mukanya merona merah.

"..." Seisi kelas terdiam. Termasuk Naruto sendiri. Naruto lalu menoleh ke Sasuke. Namun Sasuke hanya mengangat bahu. Naruto lalu beralih ke Shikamaru. Tidur. ah sudah kuduga.

"Err.." Naruto tidak tau harus berkata apa.

Namun Shion tanpa disangka mengambil sumpit dan menyumpit satu buah tempura. Dia lalu menyodorkannya ke mulut Naruto. Berniat menyuapi.

"Aaaa~"

Dan itu sekali lagi membuat seisi kelas hanya terdiam. WHAT?

.

Shion yang tersenyum dan berniat menyuapi Naruto tidak lantas membuat Naruto membuka mulut. Dia malah menatap tempura itu curiga.

Jangan jangan ini super pedas.

Jangan jangan ini tempura basi.

Jangan jangan ini dicampur racun tikus.

.

"Kau berniat meracuniku eh?" ucap Naruto tiba tiba.

"..."

Yah, Naruto memang selalu bersifat pesimis terhadap sesuatu. Mengingat gadis ini Naruto rasakan sedikit menyebalkan.

Shion malah menunduk.

"A-aku tidak kok!" bantah gadis itu.

"..."

"I-ini kubuat sendiri!"

"..."

.

"Hanya untukmu!" ucap Shion sedikit keras.

Entah kenapa sekarang para murid malah menatap Naruto sebal. Sebagian lagi iri.

.

Naruto masih tidak mengerti apa motif gadis ini. Namun melihat gadis ini menatapnya serius. Naruto akhirnya mengalah.

"Baiklah."

Mungkin gadis ini hanya ingin meminta maaf.

.

Shion yang masih dalam posisi menyuapi Naruto. Hanya mengalah saat Naruto menyilangkan jari telunjuknya di depan mulut.

Dia lalu meminta sumpit yang dipegang Shion dan mengambil tempura sendiri.

Nyam.

Naruto mengunyah bulat bulat sebuah tempura yang cukup besar itu.

.

"Bagaimana? Enak?" tanya Shion.

Naruto yang masih mengunyah hanya mengangguk. Yah sepertinya makanan ini steril.

Shion tersenyum senang.

.

"Aku dengan senang hati akan membuatkanmu bekal setiap hari.. Anime-boy." ucap Shion lagi.

"..." Naruto masih mengunyah.

.

.

"Asal. Kau mau jadi pacarku."

.

"NANI?!" Seluruh seisi kelas berteriak tak percaya.

Gila! Artis seperti shion? Barusaja menembak Naruto? Pemuda antahberantah yang latar belakangnya tidak diketahui?

UHUK UHUK! Naruto tersedak.

Sasuke ikut tercengang. Dan teriakan jamaah itu sukses membangunkan Shikamaru dari tidurnya.

Naruto bersusah payah menelan tempura itu. Dia berdiri, Dan dengan seenaknya mengambil botol minum milik Karin. Meneguknya sampai ludes tak bersisa.

Karin hanya menatap tak percaya jus jambu yang dia buat dengan susah payah tadi pagi harus masuk ke lambung orang lain.

"w-woi."

.

"Ghah.. hah.. hah.." Naruto bernafas boros saat dia telah berhasil melewati sakaratul maut. Untung dia tidak mati karena tersedak.

"Kau berniat membunuhku HAH?" bentak Naruto ketus.

Entah apa yang dipikirkan oleh gadis ini.

"..." Shion hanya diam.

.

Naruto hanya menatap Shion yang terdiam. Lalu pandangnya beralih ke seisi kelas yang menatapnya aneh.

Naruto yang tidak tau harus bagaimana akhirnya berjalan gontai menuju pintu keluar.

SREEK!

Saat dia menggeser pintu. Dia hanya bisa terlonjak kaget karena di depannya Tsunade sudah berdidi tegap.

"Hoo.. Terimakasih sudah membukakan pintu untukku.. Naruto." ucap Tsunade senang.

"Huh?"

Naruto hanya berdiri di depan pintu karena Tsuande menghalangi jalan keluar.

"Kau mau kemana eh? Jam sudah hampir menunjukkan waktu pelajaran dimulai kan?" tanya Tsunade.

"Err.."

Aneh, Sepertinya Sekarang kan adalah pelajaran Matematika yang diampu Anko-sensei. Kenapa malah kepala sekolah yang datang?

Sempat nampak di mata Naruto. siluet dua orang yang berdiri di belakang Tsunade.

Saat Naruto berhasil melihatnya dengan jelas.

Naruto dan Salah satu diantara mereka berteriak.

.

.

"KAU!"

.

"K-KAU?!"

.

.

Before TBC

1 Day Earlier - 1 Hari sebelumnya.

Suasana sepi halaman depan Konoha Gakuen sangat terasa bagi ketua OSIS dan asistennya. Maklum saja,Karena Konoha Gakuen libur hari ini. Dan Ketua OSIS Neji Hyuuga harus menunggu Tamunya dari sekolah lain untuk mengadakan pertemuan.

Ditemani oleh sang asisten yang mendecak malas karena tamu yang diundang tak kunjung datang. Mulai menyalahkan sang ketua.

"Neji! Berapa lama lagi kita harus menunggu! Aku sudah mulai capek tau!" ucap Sang asisten.

"Sabar tenten. Aku yakin mereka akan segera datang."

.

"Cih. Sudah kuduga mengakan pertemuan di hari libur adalah ide bodoh!" ucap Tenten lagi.

"Kan Festivalnya kurang dari 2 minggu lagi. Kita tidak bisa membuang buang waktu kan?" ucap Neji lagi.

"Huh.. Terserah kau saja pak."

.

Tak lama mereka menunggu sebelum dua buah mobil masuk secara bersamaan ke pekarangan Konoha Gakuen.

Mobil itu berhenti tepat di depan Neji dan Tenten.

"Akhirnya!" ucap Tenten bahagia saat tamu yang ditunggu sudah sampai.

.

Saat dua buah mobil itu berhenti sempurna. Nampaklah dua orang yang keluar dari masing masing mobil. Bersama satu asistennya.

.

"Kalian terlambat." ucap Neji.

"Macet." Ujar singkat Seorang pemuda berambut putih kebiruan.

.

"Cih. Salahkan saja orang ini yang menyetir sangat pelan didepanku!" ujar gadis berambut kuning menuding pemuda tadi.

.

Neji hanya tersenyum sebelum Dia menyalami kedua tamunya.

"Selamat datang di Konoha Gakuen."

..

".. Ketua OSIS Iwa-Art-Academy, Nii Yugito-San..."

.

".. dan.. Ketua OSIS Uzushio Gakuen, Otsusuki Toneri-san."

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxxx

Hanzama Note : Tadaa! Hanzama Is Back. Oke maap chapter ini pendek. Maklum baru masuk ARC Baru.

Nah, Ada alasan tertentu kenapa Saya buat Shion memiliki perasaan rumit kepada Naruto. Untuk membuat Naruto mati tentu saja haha-err.. Maksudku.. Author akan mencoba mengadu domba Hinata dengan Shion. Ini akan menjadi drama klasik percintaan. Namun karena sifat Hinata sudah berubah. Maka Ini akan menjadi drama klasik percintaan antara para psycho-uhuk uhuk.

Saya berharap Kalau 'Kucing' Memang memiliki 9 nyawa.

..

Dan New ARC telah datang. Ini dia. Festival yang melibatkan 3 sekolah besar. Mungkin ini akan menjadi ARC yang panjang(mungkin).

dan Klub drama.. Kira kira ada yang tau mereka akan menampilkan apa? Sebenarnya Hanzama sudah punya gambaran.

Ada yang bisa menebak gambaran Hanzama? Kalau bisa. Akan saya berikan hadiah berupa gambar uang 100ribu-#Dibacok. Atau mau ngasih ide drama mungkin?

..

But Well.. Semoga acara OSIS berjalan lancar.

Sekian dari saya. Semoga reader sukses selalu!

REVEW

v

v

v