chapter 34 : Life Is Strange

.

"KAU!" Ucap Naruto spontan. Dia menunjuk orang yang ada di belakang Tsunade.

Orang itu pun tak kalah heboh saat dia melihat Naruto.

"Hoho? Kalian sudah saling mengenal eh?" ucap Tsunade. Oh benar, Naruto bahkan hampir lupa kalau Tsunade menjadi pembatas diantara mereka berdua. Err.. bertiga kalau satu orang lagi yang berdiri di belakang Tsunade dihitung.

"A-Apa yang kau lakukan disini?!" Ucap orang itu menuding Naruto. Hinata.

Sedangkan Para murid kelas 2-1 hanya mendongak mencoba melihat siapa yang diteriaki Naruto. Menginat orang itu ada di luar dan Naruto di dalam kelas.

Ah sial bagi Hinata. Berniat menjauhi Naruto, kok malah ketemu di tempat yang sama. Bukankah Naruto kabarnya sekolah di Uzushio Gakuen? WTH?

"..." Namun Naruto hanya diam. Dia tidak tau harus berkata apa saat didepannya adalah gadis ini lagi. Err.. jujur, Dia sedikit tertekan dengan keberadaan gadis ini.

.

Tak lama, Kakashi pun datang dari luar pintu. Menghiraukan situasi panas. Kakashi meminta maaf karena terlambat.

"Maaf aku terlambat, Aku ada urusan sebentar." ucap Kakashi kepada Tsunade.

Kakashi yang melihat Naruto terbengong. Hanya mendorongnya pelan dan menyuruhnya duduk.

Tsunade hanya mengangguk kepada Kakashi sebelum dia menyerahkan sepenuhnya kepada sang wali kelas.

"Oke kalau begitu Kakashi. Sisanya aku serahkan padamu." ucap Tsunade.

Dia lalu memberi isyarat Hinata untuk mengikuti Kakashi masuk ke kelas.

Menma yang tepat berada di belakang Hinata hanya mengekor. Namun itu sebelum tangannya dipegang oleh Tsunade. Tsunade mencegahnya masuk kelas.

.

"Huh? What do you doing?" ucap Menma saat Tsunade mencengkram tangannya.

"Tempatmu bukan di kelas ini." ucap Tsunade kepada Menma.

"W-WHAT?"

Tsunade menariknya kasar.

"NOO!" Namun Menma malah menarik narik lengan Hinata.

"O-Oi!" Hinata tentu protes. "..Lepaskan bodoh!" bisik Hinata. Para murid yang melihat 'Sang murid baru' malah bermain tarik mendorong hanya mendongak mencoba melihat siapa yang menariknya.

"Aku ingin satu kelas bersama Hinata!" ucap Menma tegas.

BLETAK!

Hinata malah mengadiahi pukulan ke ubun ubun Menma.

"PERGI!"

Detik berikutnya. Menma sudah diseret keluar oleh Tsunade.

Seluruh kelas hanya melongo melihat drama dua orang yang ada di depan. Termasuk Shion yang mendecak tidak suka dengan gadis ini. Ya, Dia memang belum kenal. Tapi Shion tau, melihat dari ekspresi Naruto,

Sepertinya gadis ini punya suatu 'hubungan' terhadap Naruto.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hazama

Yangre : Friendship, Family, Humor

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Hm.. Lets See..

.

Jam pelajaran dimulai. Yah, Hinata sepertinya sudah mulai terbiasa dengan kelas ini. Setelah melewati formalitas perkenalan yang membosankan. Dia akhirnya resmi menjadi murid Konoha Gakuen.

Yang ia heran. Kenapa si sialan itu ada di kelas ini. Bukankah dia bersekolah di Uzushio Gakuen?

Padahal Hinata sengaja bersekolah disini supaya menghindari 'orang itu'. Dia kapok dengan lelaki yang sukanya PHP.

Hinata hanya mendecih. Yah, bangkunya yang ada di tengah membuatnya menjadi sorotan murid murid. Bukan hanya karena dia anak baru. Tapi juga karena wajahnya yang cantik. Tak heran, Oknum mata jelalatan seperti pemuda yang memiliki inisial Kiba Inuzuka-uhuk uhuk, dengan repot repotnya menoleh ke belakang untuk melihat Hinata.

Namun Hinata tidak mempedulikan orang lain yang melihatnya. Karena pikirannya kini tengah berkutat ke Naruto. Dia mengengam pensilnya terlalu erat Sehingga pensil itu patah.

Err.. Membuat Kiba yang sedang melihatnya sedikit takut.

Yah, Perasaan Hinata tak karuan sekarang. Ingin rasanya dia melempar meja yang ada di depannya ini ke kepala Naruto.

Hinata lalu menoleh menatap Naruto.

.

Awas kau sialan! Kubunuh Kauu! Nantii!Jerit Inner Hinata.

Hinata bisa dengan jelas sekali melihat Naruto sangat gelisah. Dan. Tanpa disangka Naruto melirik takut Hinata.

DEG! pandangan mereka tak sengaja bertemu.
.

N- Naruto KUUN! Ahh! Namun Inner Hinata yang lain menjerit tidak terima. Kepala Hinata tiba tiba sangat panas. Sial! Yappari! Dia memang sangat keren!

Hinata menggeleng,

'Ah! Apa yang ku pikirkan!' batinnya.

Hinata Hanya kembali menatap ke depan. Entah kenapa jantungnya berdetak keras.

SIAL!

.

.

APA YANG TERJADI PADAKU.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Di sisi lain. Menma kini tengah duduk di bangku di dalam kelas 2-3. Kenapa dia bisa dipisah dari Hinata. Padahal tujuannya ikut bersekolah ke jepang kan untuk menemani Hinata! sial!

Ya, Kalian tau? Hinata emosinya masih sangat labil. Hinata bahkan terkadang masih dengan seenaknya mengerjai Menma. Dengan alasan 'Kau mengingatkanku dengan orang yang sangat ku benci'

Dan emosi yang labil itulah yang membuatnya selalu dalam masalah. Seperti yang terjadi di Okinawa kemarin. Menma bahkan tidak bisa membayangkan kalau Hinata ditinggal sendirian. Mengingat Hiashi-sama meminta Menma menjaganya.

"ARGGH! FOR FACK SAKE!" Teriak Menma. Membuat Seluruh kelas memperhatikannya. Termasuk Shizune-sensei.

"Oy. Apa yang barusaja kau katakan bocah?"tanya Shizune.

Saat Menma sadar apa yang dia lakukan. Dia hanya celingan celinguk.

"Err.. hahahaha.." Menma malah tertawa.

Shizune-sensei menghampiri Menma. Membuat Menma semakin gugup.

"Aku bertanya! Apa arti kalimat yang kau katakan barusan!" bentak Shizune galak.

Err.. Menma hanya menggaruk pipinya. Dia mencoba mencari alasan.

Ya, Hiashi melarang Menma untuk menggunakan bahasa Inggris terlalu sering. Karena orang jepang memang kebanyakan kurang mengerti bahasa inggris. Mungkin guru ini juga termasuk orang yang tidak mengerti.

.

"I-Itu Salam semangat!" ucap Menma.

"Huh?" Shizune tidak mengerti.

".. Artinya : Aku sangat bersemangat belajar!" Ucap Menma lagi. Mencoba membenarkan alasannya.

.

Cukup lama Shizune-sensei terdiam sebelum akhirnya dia mengangguk.

"Oh. Begitu ya." Lanjut Shizune-sensei lagi.

.

"E-eh." Menma hanya mengangguk. Ah, sudah kuduga Guru ini bodoh.

Namun..

SREET! DUAKH!

ADAWW!

Shizune malah mencengkram kerah baju seragam Menma. Menariknya dan mengadu jidatnya dengan jidat Menma.

Err.. sebenarnya standar kompetensi apa yang diterapkan di sekolah ini?

.

"DONT TELL SHIT IN MY CLASS! STUPID FACKING KID! MAKANNYA PERHATIKAN PELAJARAN APA YANG KAU TERIMA SEKARANG!" Bentak Shizune.

Satu hal yang harus Menma pahami betul..

.

Shizune-sensei adalah guru bahasa inggris.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Bel Istirahat.

Sasuke kini tengah melamun memandangi jendela. Sesekali dia melirik 'Teman' barunya. Dia lalu melirik Naruto. Yah, Sasuke memang sedang banyak pikiran. Kenapa coba? tentu saja karena sebentar lagi ajal akan menjemputnya.

Yah, dia hanya merasa yakin kalau dia tidak bisa makan untuk dua hari kedepan. Mengingat kulkasnya ditinggal oleh para penghuninya. Dan yang lebih menjengkelkan. Tsunade menempatkan mereka dalam situasi mencari solusi sendiri. Kan sialan.

Yah, Sebenarnya Sasuke sedikit tertarik dengan tawaran Shion. Kalau Naruto mau jadi pacarnya, Maka Shion akan membuatkan bekal setiap hari. Kan lumayan.

Sadar, dia tidak menawarimu Sasuke!

Atau Sasuke Harus mencari pacar yang mau membuatkannya bekal? Ah! Sasuke menggeleng karena memikirkan hal yang tidak logis.

.

Hanya beberapa menit suasana kondusif terjadi, karena.

Keadaan kelas 2-1 yang tenang harus diinterupsi oleh kedatangan Putri drama yang masuk tanpa permisi dan teriak teriak.

"SASUKE-SENPAI! NARUTO-SENPAI! SHIKAMARU-SENPAI!" ucap Matsuri asal masuk tanpa mempedulikan penghuni yang lain.

"Hah?" Sasuke hanya bisa melongo melihat gadis ini ada di depan kelas mereka sembari teriak teriak. sembari membawa bawa kumpulan kertas yang cukup banyak dia menghiraukan tatapan bingung murid yang lain yang menatap Matsuri dan Trio haha bergantian.

"AYO RAPAT KLUB DRAMA!" ucap Matsuri. Dia menghampiri Shikamaru yang masih tidur dan menyeretnya. Membuat Shikamaru akhirnya terbangun.

"Nghuh?"

Yukata yang ada di belakang Matsuri hanya menunduk dan mengucapkan Sumimasen kepada seluruh kelas atas tingkah temannya yang kelewat aktif ini.

.

Yah, Matsuri sedari tadi di kelas memang Yukata perhatikan sangat gelisah karena menunggu bel istirahat berbunyi.

Sepertinya memang ada hal mendesak yang harus dia sampaikan kepada para anggota.

.

Sasuke menghela nafas sebelum dia mengikuti Matsuri keluar kelas. Diiringi Naruto yang mengekor di belakang Shikamaru.

Sedangkan murid kelas 2-1 hanya menampakkan pandangan aneh. Yah ini berita baru. Ternyata mereka bertiga adalah anggota klub drama.

Hinata pun tak kalah terkejut. Padahal Dulu Naruto masuk ke klub basket waktu SMP. Hinata hanya mengira, Naruto mungkin akan masuk ke klub yang sejenis sewaktu SMA. Namun dia masuk ke klub drama? wth?

Shion juga hanya menatap bayangan ketiga pemuda itu yang keluar kelas. Entah kenapa, muncul ide gila yang ada di pikirannya sekarang.

"... Drama eh?"

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Klub drama.

Sekarang para anggota sudah berkumpul. Matsuri yang merasa semua anggotanya sudah disana. Dia berjalan menuju pintu dan menguncinya.

Membuat semua menatap Matsuri dengan tatapan aneh. Temasuk Gaara yang seenaknya saja diseret sewaktu sedang bersiap memakan bekalnya. Gaara dengan terpaksa meninggalkan bekal itu.

Gaara berani bertaruh. Kroketnya pasti sekarang tengah dilahap habis oleh Shira. Ah, sial.

"Nah. Pasti semua sudah tau kan kenapa aku memanggil kalian disini?" tanya Matsuri.

Namun keempat pemuda itu malah saling tatap satu sama lain. Si gadis lain pun hanya diam.

"..."

Melihat mereka berlima bingung, Matsuri akhirnya menjelaskan.

.

.

Skip

Suasana yang sangat panas di Klub drama. Dimana tempat tertutup ini terasa sangat berat atmosfirnya. Ya, Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Gaara. hanya menurut saja saat Matsuri mengajaknya 'rapat'

"Maka dari itu. Kurang dari 2 minggu lagi. Konoha Gakuen akan mengadakan Festival perayaan." ucap Matsuri senang.

"Hah?" Ya, Naruto tidak tau menau akan perihal ini. Err.. Sepertinya.

"Dan Festival kali ini akan diadakan bersama, Konoha Gakuen bekerja sama dengan 2 sekolahan dari luar Konoha." ucap Matsuri lagi.

"Bekerja sama?" tanya Sasuke penasaran.

"Yup!"

"Dengan?" tanya Gaara. Ya, bekerja sama dengan sekolah lain adalah hal yang harus diperhatikan betul.

Mereka hanya diam mendengarkan.

.

.

.

"Sekolah Seni Khusus perempuan. Iwa-Art-Academy."Ucap Matsuri Santai.

Yukata hanya melongo. Bukankah itu adalah sekolah impian Matsuri.

"Err.. Khusus perempuan?" tanya Naruto. Berarti sekolah ini akan dipenuhi Gadis cantik nanti-ehem.

"Ya."

Oke Sasuke sekarang berpikir. Jadi kalau ada perayaan Festival. Lalu apa hubungannya dengan Klub drama?

Err..

Jangan jangan..

Sasuke menatap Matsuri.

Matsuri hanya tersenyum.

"Ya! Kita akan menampilkan drama perdana kita!"

"APA?" Naruto langsung protes.

.

"A-apa?"

Gaara sekarang menatap Matsuri heran.

"Matsuri?! Bukankah kau bilang kalau Drama perdana kita akan kita tampilkan saat bunkasai?" ucap Gaara tidak terima.

".. apa tidak sudah terlambat Matsuri-chan? OMG Persiapan kurang dari 2 minggu?! dan bagaimana kalau Iwa-Art-Academy juga menampilkan DRAMA? YA AMPUN! Kita bisa kalah telak!" ucap Yukata heboh.

BLETAK!

Matsuri malah memukul Yukata menggunakan penggaris. Membuat Yukata meringis sakit. Hiks hiks.

"Ini bukan perlombaan! Tidak ada yang kalah dan menang!.." ucap Matsuri bijak.

Ah, Satsuga! ketua klub yang bijak!

".. Mereka kan hanya Sekolah perempuan! Mana mereka punya pangeran!.." Lanjut Matsuri.

Err..

"Hah?" Gaara tidak mengerti.

Sasuke, Naruto dan Shikamaru hanya diam mendengarkan konflik internal yang ada di depannya. Tanpa mau mencampuri. Yah, palingan mereka bertiga akan menjadi penata panggung. Tidak! Justru mereka harus menjadi penata panggung! Mereka tidak mau terlibat dalam naskah. Bergabung dengan klub ini juga sudah cukup buruk.

"Kita kan punya tiga pangeran disini." ucap Matsuri bangga.

"Hah?"

Matsuri tersenyum kemenangan.

Shikamaru menatap Matsuri jengkel. Jangan bilang kalau Kita juga harus terlibat menjadi pemain. Ya, Satu satunya posisi yang sangat Shikamaru inginkan dalam hal ini adalah Penonton Cadangan.

.

Naruto yang memang kurang mendengarkan apa yang dijelaskan Matsuri. Hanya diam dan bertanya lagi.

"Lalu? Sekolah yang satunya dari mana?" tanya Naruto.

Matsuri hanya menoleh. Dia lalu menyebutkan Nama sekolah itu.

.

.

.

"Sekolah berstandar Internasional. Uzushio Gakuen." ucap Matsuri,

"WHAT?!"

.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxx

Hanzama Note(s) : Dudidudiam~ Hanzama Is Back. Okreee~ Kembali lagi kepada fic abal abal kisah kesialan trio haha.

Sebenarnya chapter aslinya lebih panjang dari ini. Namun saya pisah jadi 2 chapter supaya scene nya lebih tertata.. Saya harap reader maklum.

saya usahakan apdet cepet kok chapter lanjutannya..

But Well~

Thanks 4 Reading.

Salam Hangat dari Hanzama, Semoga reader sukses selalu~

..

BONUS(+)

Di dalam ruangan OSIS Konoha Gakuen. Kini nampak sang ketua OSIS Neji Hyuuga tengah mendiskusikan sesuatu kepada seorang anggotanya.. Tentu mereka sekarang tengah mempersiapkan tetekbengek perihal proposal dan perlengkapan yang harus ada sewaktu perayaan.

Yah, mungkin ini akan menjadi program kerja terberat mereka.

"Jadi. Bagaimana perihal Proposal permohonan sopnsor yang kita ajukan ke beberapa instansi?" tanya Neji kepada orang yang bertanggung jawab atas pengajuan proposal.

"Err.. sebenarnya hampir semuanya ditolak." ucap Temari ragu.

"H-hah?" Neji hanya melongo karena proposalnya tidak ada yang diterima.

Wah, ini bisa menjadi kendala untuk kelangsungan acara. Mengingat Konoha Gakuen adalah tuan rumah. Dan sudah sepantasnya tugas mereka untuk mencari sponsor.

Yah, sebenarnya OSIS sudah mengajukan proposal sponsor kepada beberapa perusahaan yang memiliki cabang di dekat kota Konoha. Dengan timbal balik mempromosikan produk mereka.

Namun sepertinya perusahaan perusahaan sialan itu tidak peduli dengan acara anak SMA. Tch.

".. Dari Uchiha Corp?" tanya Neji.

"Mereka menolak." ucap Temari.

"..Alasannya?"

".. Mereka bilang, Mereka sudah cukup kaya. Dan tidak butuh bantuan promosi." ucap Temari. Dia menyerahkan surat dari Uchiha corp.

Sialan.

Yah, Neji tau. Bos besar Uchiha Corp adalah. Kakek kakek uzur bernama Uchiha Madara. Orang tua Kolot yang gak ada peduli-pedulinya kepada anak muda yang sedang ingin berpacu.

.

Neji menghela nafas. Dia meletakkan surat dari Uchiha corp dan meminta yang lain.

".. Lalu Dari Nara Astrotech?" tanya Neji.

".. Mereka mau memberi uang dengan status pinjaman Diatas 200juta dengan kententuan dikembalikan satu bulan kemudian." ucap Temari lagi. Menyerahkan pernyataan Dari Nara Astrotech.

Neji tanpa pikir panjang menyobek nyobek kertas itu.

.

"MANA ADA MURID SMA YANG PUNYA 200JUTA DALAM 1 BULAN!" teriak Neji emosi. Ingin rasanya dia membakar perusahaan Hardware itu sekarang juga.

.

Neji memijit keningnya sendiri. Yah,

Ah sial. Sekarang darimana mereka mendapat tambahan dana untuk perayaan?

Sebenarnya sih, Dari sekolah sendiri, Dana memang sudah ada. Tetapi Itu tidak terlalu banyak. Mengingat Neji juga harus mempertimbangkan. Konsumsi panitia, Stand stand Makanan dan dekorasi interor. Belum lagi peralatan skunder seperti spanduk, MMT dll. Mengingat ini adalah perayaan yang cukup besar. Dan akan banyak orang orang luar yang datang.

dan lima hari perayaan memang sudah terlalu banyak untuk menghabiskan dana. Yah, Neji terkadang heran. Kenapa perayaan empat tahun sekali ini harus jatuh di masa jabatannya.

.

"Ng, ketua.." Suara Temari lah yang mengagetkan Neji dari lamunannya.

"Hm?"

"Sebenarnya kemarin kita ditawari sponsor oleh perusahaan lain." ucap Tenten.

"Perusahaan lain?" Oke Neji sekarang bingung. Proposal lain ditolak. Tapi perusahaan ini malah menawari.

"Ya, mereka bilang dengan senang hati memberi pendanaan untuk festival disini." ucap Temari.

"..Ada syaratnya?" tanya Neji memastikan.

"..Mereka tidak menyebutkan syarat apapun..:"

"Siapa?" tanya Neji. Ah, jangan jangan Hyuuga Enterprise? . Ah! Sudah kuduga Hiashi-sama memang baik hati! Beliau memang perhatian disaat sepupunya sedang dalam kesulitan! hahahahaha~

.

.

.

"...Mereka adalah, Akatsuki Corp." ucap Temari.

"..."

.

.

.

REVIEW

v

v

v

v

v