chapter 36 : Strangers
.
Sasuke berjalan pelan mejauhi gerbang konoha gakuen. Ini adalah pertama kalinya dia pulang sendiri semenjak mereka bertiga pindah.
Memang rasanya aneh bagi Sasuke. Berjalan menyusuri jalanan menggunakan kakinya sendiri. Namun Sasuke hanya tidak terlalu memikirkan tentang kendaraan. Karena ada sesuatu yang lebih menganggu pikirannya semenjak kemarin.
Ini hanya perasaan Sasuke atau memang hanya dia yang peduli dengan persediaan makanan.
'Cih.' Keluhnya dalam hati.
Sasuke memang merasa kalau sepertinya Shikamaru dan Naruto tidak terlalu memperhatikan. Namun berbeda dengan Sasuke. Mengingat dia adalah yang tiap harinya memasak.
Yah, Sasuke memang harus mencari cara. Karena mereka 'berdua' sepertinya tidak bisa diandalkan.
.
Sepanjang perjalanan Sasuke mencoba memikirkannya matang matang. Ya! Dia harus mencari cara untuk makan beberapa hari kedepan. Atau setidaknya mencari pekerjaan lah.
Memang sih. Insting mengatakan kalau Sasuke harus mencari pekerjaan untuk menyambung hidup. Namun logika membantah, kalau Kau tidak bisa bekerja di pagi hari dan mendapat gaji di sore hari.
.
Sasuke menghela nafas lagi.
Entah kenapa Sasuke sekarang sangat merindukan uang lebih dari rumahnya sendiri.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hazama
Yangre : Friendship, Family, Humor
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Hinata RTN inside Etc.
IMPORTANT THINGS : Hinata Disini Akan muncul sebagai kolaborasi Hinata Origin dan Hinata RTN! Thx Be4
Pairing : Hm.. Lets See..
.
Malam Hari - Home Sweet Home
"..ne Sasuke."
"Hm?"
"Menurutmu kenapa mata-mata selalu mengenakan setelan jas?" tanya Naruto kepada Sasuke.
"..."
Entah kenapa mereka berdua.. Err, Bertiga kalau Fox dihitung. sekarang tengah terdiam di depan televisi dan menonton tayangan James Bond. Yah, Larut malam adalah watunya film di televisi kau tau?
"Mana ku tau."
Naruto yang mendengar jawaban Sasuke sedikit kurang puas.
"Cih, Aku pikir Uchiha tau segalanya."
Sasuke menatap Naruto sinis.
Naruto diam sejenak sebelum dia bangkit berdiri dari posisinya.
"OH BENAR JUGA!" Teriak Naruto. Membuat Sasuke hampir menjatuhkan remote televisi yang dia pegang.
Tak lama Shikamaru datang dari kamarnya. Naruto tanpa aba aba langsung menarik lengan Shikamaru,
"Oi kau kenapa Nar-" Shikamaru berniat bertanya.
Namun Naruto sudah menyeretnya naik ke lantai dua. Meninggalkan Sasuke yang menatap penuh tanya, Bahkan Langkah kaki mereka yang keras membuat Fox terlonjak kaget ke pangkuan Sasuke.
Sasuke lalu menatap Fox. Namun Fox hanya balik menatap Sasuke dan mengeong.
Sembari memangku Fox, Sasuke hanya mengangkat bahu dan kembali memperhatikan layar televisi.
.
.
TAP TAP TAP TAP.
15 menit berlalu sebelum Naruto turun.
Sasuke pun menoleh menatap Naruto lagi.
"..."
Naruto tersenyum puas.
Di mata Sasuke. Naruto kini tengah mengenakan Setelan Tuxedo.
"Bagaimana?" tanya Naruto.
Sasuke malah diam.
"Huh! Kenapa Kau masih duduk! Kenakan pakaianmu, Ini waktunya beraksi Captain Uchiha."
"..."
Sasuke mengernyitkan dahi.
Tunggu dulu.
.
Nada suara ini.
.
Jangan bilang kalau dia adalah NaruThor.
"Apa yang kau lakukan bodo-"
"HAHAHAHAHA..Eheh.. Ehem."
"Oi. Tuxedo itu bukan punyamu. Berhentilah Memainkanny-"
"YAHAHAHAHAHA.. Uhuk Uhuk Err Bukan."
"Hah?"
"WEKEKEKEKEKEKE.."
"Err.."
"Um.. Mungkin Sedikit lebih Halus.. NYAHA-"
"Woi!"
Sepertinya Kata Kata Sasuke tidak digubris oleh Naruto yang tengah sibuk mencoba menirukan tawa Bos mafia.
"MWAHAHAHAHAHA.."
Sekarang Tawa Naruto mirip seperti tawa Adudu.
"Oi! Diam Dobe kau menganggu tetangga!" bentak Sasuke kepada Naruto. Ya, Tidak lucu kan kalau seluruh warga berbondong bondung kemari dan menggrebek mereka bertiga Karena Naruto berisik.
Naruto malah tersenyum Sinis.
"Hn.. Aku adalah Diktator." ucap Naruto.
Sasuke menatap Naruto bosan. Yah, Kesan pertama Sasuke melihat orang mengenakan setelan Tuxedo adalah 'Tikus Berdasi'
"Bukan Diktator tapi Koruptor." ucap Sasuke ketus.
"Diktator!" balas Naruto.
"Koruptor."
"Professor!"
"Witch Doctor."
"Terminator!"
"Vibrator."
.
"..." Naruto diam. Ah, Dia tidak terlalu hapal kosakata inggris.
"..." Sasuke tersenyum kemenangan.
"Kau mengejekku eh?" tanya Naruto lagi. Naruto memang tidak mengerti Apa yang diucapkan Sasuke. Tapi Naruto yakin kalau dia sedang diejek.
"..." Sasuke tidak menyahut.
"TEMEE!"
TOK TOK TOK.
"Hah?"
Sayangnya Kegiatan Mereka harus diinterupsi oleh suara ketukan pintu.
GLEK! Sasuke menelan ludah. Jangan jangan itu warga!
Tak lama Shikamaru turun dari lantai dua. Dia menguap lebar. Yah, Siapa Sangka kalau Naruto hanya minta ditemani naik ke loteng hanya untuk mengambil setelan jas. Penakut.
TOK TOK TOK.
Ketukan di muka pintu terdengar semakin keras.
"Huh?" Shikamaru menoleh ke ruang depan. Memastikan kalau memang ada yang mengetuk pintu. Siapa yang bertamu selarut ini?
Dia lalu menghampiri pintu depan meninggalkan Naruto dan Sasuke.
Sedangkan Sasuke yang merasa kalau itu adalah para tetangganya yang terganggu, hanya pura pura tidak tau dan berjalan pelan menuju dapur.
.
~IWDWIW~
.
Cklek.
"Hah?" Shikamaru hanya melongo melihat orang yang sangat dikenalinya ada di depan pintu.
"Siapa itu Shikama-Huh?" Naruto juta tak kalah terkejut saat melihat Tsunade ada di depan pintu. Anehnya. Dia membawa orang lain yang mereka tidak kenal bersamanya.
.
"Yosh. Untuk sementara. Kalian bisa tinggal disini." ucap Tsunade asal masuk dan berbicara dengan dua orang yang datang bersamanya. Err. Lebih tepatnya dua prempuan.
"Apa yang kau lakuka Tsun-" Shikamaru hanya mencoba menuding Tsunade karena asal masuk dan membawa dua orang prempuan bersamanya.
Namun Tsunade tidak menggubris dan malah menatap Naruto.
"Huh? Kenapa kau berpakaian seperti itu Naruto? Dapat dari mana?" tanya Tsunade.
"Err.." Naruto tidak tau harus berkata apa.
Tsunade malah menyodorkan Kotak kaca besar kepada Naruto dengan sedikit kasar. Membuat Naruto hampir terhuyung karena berat dari kotak itu.
.
"Err.. Jadi kami akan tinggal disini?" Ucap Perempuan berambut merah. Dia menatap Shikamaru dan Naruto intens. Gadis itu mencoba menelaah kenapa dia dibawa ke tempat seperti ini oleh Tsunade.
"Yup." Tsunade malah tersenyum tanpa dosa dan menjawab senang.
"Ano.. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Naruto bingung. Dia menatap dua orang gadis yang tidak ia kenali sama sekali.
Satunya berambut kemerahan. Dan yang satu berambut hijau.
Sedangkan Shikamaru juga menatap heran. Hal yang menganggu pikirannya adalah. Deretan tas dan koper yang mereka bawa. Jangan Jangan..
.
.
"Oh Ya.. Ini adalah Sara.. Dan Ini Fuu." ucap Tsunade menunjuk kedua gadis itu.
"..."
"Mereka adalah murid dari Sekolah Khusus perempuan Iwa Art Accademy. Dua sampai tiga minggu kedepan. Mereka akan tinggal disini." ucap Tsunade riang.
.
.
"Hah?!" Teriak Naruto tak percaya.
"Kau bercanda!" balas Shikamaru.
Tsunade malah menghela nafas panjang. Tsunade sudah memperkirakan kalau reaksi mereka akan seperti ini.
"Err.. Tsunade-sama? Jadi mereka tinggal disini?" tanya Sara kepada Tsunade. Kedua lelaki yang ada di depannya lah yang dia maksud.
Tsunade mengangguk.
Oke, Sekarang gadis ini mulai berpikir. Kalian tau? Sebenarnya dia dan Fuu hanyalah orang yang di amanahi oleh ketua OSIS Iwa-Art untuk mempersiapkan segala tetek bengek festifal di Konoha nanti, Karena sang ketua OSIS Iwa-Art, Yugito-san. Sedang ada urusan lain.
Dan Karena jarak dari Iwa-Art ke Konoha Gakuen Sangat jauh. Yugito-san Mengajukan permintaan kepada Tsunade untuk mencarikan mereka tempat tinggal sementara selama mereka melakukan tugasnya.
Yang membuat dia tidak habis pikir adalah Tsuande-sama membawa mereka ke rumah laki-laki
.
"..Nah Karena itu lah. Aku meminta kalian untuk menjaga mereka selama mereka ada di konoha." ucap Tsunade kepada Shikamaru dan Naruto.
"Oi tunggu dulu.. Ini tidak masuk dalam perjanjian kau tau?" ucap Shikamaru mencoba membantah.
Sara mengernyitkan dahi. Apaan maksudnya perjanjian?
"Banyak hal yang berubah Bocah. Apa kau tega membiarkan dua gadis cantik ini tidur di jalanan? Mereka datang jauh jauh dari iwa tau!" ucap Tsunade tak kalah tegas.
Sara sedikit melirik aneh ke Tsunade.
"T-Tapi.. Ini tidak masuk akal!" bentah Shikamaru lagi. "... Maksudku.. Apa umum kalau kau membiarkan dua orang gadis tinggal di rumah yang ditempati oleh laki-laki?!" tanya Shikamaru tegas.
Tsunade malah tersenyum iblis.
"Justru karena Laki-Lakinya adalah kalian, Aku jadi punya alasan untuk menyalahkan kalian apabila terjadi apa apa kepada mereka berdua." ucap Tsunade menuding Naruto dan Shikamaru.
Shikamaru menepuk jidatnya sendiri.
Yah. Ciri Khas Tsunade. Sialan seperti biasanya.
Naruto menghela nafas. Dia tidak bersuara semenjak dari tadi.
"Huh?" Cukup lama Naruto memegang kotak kaca besar yang diberikan Tsunade tadi. Namun Naruto baru menyadari isinya saat dilihatnya benda yang ada di dalam kotak kaca itu bergerak.
"WHOYAA!" Teriak Naruto daat mengetahui apa yang ada di dalamnya.
Sebuah kumbang aneh yang ukurannya cukup besar.
"Hiiiy~" Ucap Naruto ngeri. Dia meletakkan dengan kasar kotak itu ke atas sofa.
"Hoi.. Hati-Hati dengan itu.. Kau bisa melukai Choumei." ucap Sang gadis berambut hijau. Dia menatap Naruto sebal saat Naruto dengan sengaja menghempaskan kotak kacanya ke sofa.
"M-Makhluk Aneh A-Apa itu?" tanya Naruto tidak percaya. Baru pertama kali dia melihat kumbang sebesar itu.
"Ih. Dasar tidak sopan.. Itu Peliharaan Fuu tau." ucap Fuu lagi
"P-Peliharaan?" Naruto hampir saja jantungan tadi. Yah, Mengetahui Hewan aneh ini akan ada di rumah. Membuat Naruto jadi enggan dengan permintaan Tsunade.
.
"Asal kalian tau. Aku tidak meminta izin kepada kalian. Terima atau tidak. Mereka sekarang akan ada di sini." ucap Tsunade.
Shikamaru menatap Tsunade malas.
Sial memang.
Shikamaru menghela nafas dalam.
"Naruto. Tolong bawakan tas mereka ke kamar yang kosong." ucap Tsunade memerintah Naruto.
"a-?" Naruto sebenarnya ingin membantah namun dia keburu di dorong maju oleh Tsunade.
Tsunade lalu mengisyaratkan Fuu untuk mengikuti Naruto. Dengan santai dia membawa kotak kaca besarnya dan mengikuti Naruto.
Pandangan Tsunade lalu beralih ke Sara.
"Anggap saja rumah sendiri." ucap Tsunade lagi.
Err.. Sara tidak begitu mengerti namun dia hanya mengangguk kepada Tsunade. Yah, Ini memang cukup aneh, Karena Tsunade membawanya ke tempat ini.
Sebenarnya ini tidak terlalu buruk, mengingat dia tidak membayar disini. Tentu Sara tidak mengharapkan dia diberi sebuah hotel mewah untuk tempat tinggal.
walaupun sepertinya penghuni disini sedikit meragukan. Namun Kepala sekolahnya, Orochimaru-sama bilang, Kalau dia bisa mempercayai Tsunade. Dan setau Sara. Orochimaru-sama bukan seorang pembohong.
Yah, Sara bisa menerimanya.
Lagipula. Ini hanya sementara.
"Pergilah melihat lihat." ucap Tsunade lagi.
.
~IWDWIW~
.
Naruto mengela nafas dalam sepanjang perjalanan menuju lantai 2. Sesekali dia menoleh ke belakang untuk melihat gadis yang mengikutinya. Namun Gadis itu sepertinya hanya tersenyum senyum sendiri sembari membawa kotak kacanya.
Oke ini aneh kenapa tiba tiba Tsunade membawa dua orang perempuan ke sini. Lagipula siapa mereka.
"Ne Nee." ucap gadis itu kepada Naruto.
Membuat Naruto yang melamun terkaget dan tersandung tangga. Dia susah payah menyeimbangkan tubuhnya. sampai dia akhirnya imbang kembali karena bersandar ke tembok. fyuh.
"A-Apa?" tanya Naruto terbata. Sedikit emosi.
"Kamu.. Siapa nama kamu.." ucap Fuu lagi. Dia menatap Naruto.
"Eh err.. Naruto Namikaze." ucap Naruto ragu.
Gadis itu tersenyum.
"Nama Fuu Adalah Fuu," balas gadis itu. Naruto bahkan tidak mengerti apa yang dikatakannya.
Naruto hanya mendengus.
.
.
.
".. Salam kenal, Naruru." Lanjut Fuu lagi.
Naruto hampir terpleset lagi saat namanya salah diucapkan.
.
Skip.
"Hm, Aku tidak tau apa maksud Tsunade.. Namun bila ini memang terpaksa.. Kalian bisa tidur disini." ucap Naruto kepada gadis berambut Hijau yang sedari tadi mengikutinya ke lantai dua. Walaupun nada suarannya sedikit tidak ikhlas.
Mereka sudah sampai ke kamar yang memang tidak dipakai.
Yah, Naruto cukup tau kalau membantah Tsunade itu hal yang sia sia.
"Um. Terimakasih." ucap Fuu kemudian.
Naruto hanya mengangguk. Dia lalu meletakkan koper yang dia bawa di dekat ranjang tempat tidur.
"Dan.. Err.. Kau bisa meletakkan. Peliharaanmu di. Eng.." Naruto Melirik ke seluruh penjuru kamar. ".. Disini atau .. Tempat yang kau inginkan." ucap Naruto sembari menunjuk meja kecil tak jauh dari situ.
Namun Fuu malah memeluk erat kotak kacanya.
"Fuu Akan mengurus Choumei sendiri." ucap Fuu kemudian.
Naruto menatap Kumbang itu sembari bergidik ngeri. Dimana dia mencapatkan hewan seperti itu? Hutan blantara?
Hiiy~
"B-baiklah. Aku akan mencari kasur tambahan.. Sebaiknya kau merapikan barang barangmu." ucap Naruto lagi. Dia lalu berlalu pergi.
Yah, Kamar yang ditempati oleh Kedua tamu mereka adalah kamar di lantai dua dimana kamar itu bersebelahan dengan kamar Naruto. Dan karena di rumah ini hanya ada empat kamar tidur. Jadi Kedua tamunya sepertinya harus berbagi.
.
~IWDWIW~
.
Sara kini tengah mengecek seisi rumah. Mengabaikan dua pemuda penghuni lain rumah ini. Sara dengan santainya berjalan melihat lihat.
Sesampainya di dapur. Dia menatap takjub dapur yang terlihat lumayan bersih. Yah, Sebenarnya bisa dibilang sedikit kotor. Namun untuk ukuran tempat tinggal para laki-laki. Ini cukup bersih.
"Nyaww~"
"Huh?" Sara menajamkan matanya karena dia mendengar sesuatu.
"Nyaww."
Ah, Di bawah kakinya kini, Tengah berdiri seekor kucing oranye bermata merah yang terlihat sangat lucu di mata Sara.
Apa ini peliharaan mereka berdua? Gumam Sara dalam hati.
Sara lalu menggendong kucing kecil itu.
Kya. Lucunya.
CKLEK.
Tak Lama terdengar suara pintu di buka. Dari arah kamar mandi. Nampaklah seorang yang muncul.
.
.
Sasuke Menutup pintu kamar mandi lagi saat dia slesai menggunakannya. Saat dia berniat menuju Kamarnya. Dia melihat Sosok gadis asing berdiri di dapur-nya sembari menggendong Fox.
Tunggu dulu..
Sasuke mencoba menatap gadis yang ada di depannya.
Sara pun demikian. Dia sedikir terkejut dengan kehadiran orang ini. Dia bahkan tidak tau siapa orang yang ada di depannya. Yang dia tau. Laki laki ini tampan.
.
Satu hal yang ada di pikiran mereka.
"S-Siapa kau?"
"... Kau Siapa?"
.
.
~IWDWIW~
.
Shikamaru menatap kepergian mobil Tsunade dengan tatapan malas.
"Huh~" Helaan nafasnya terdengar berat. Shikamaru sudah mencobanya. Berdebat dengan Tsuande. Namun sepertinya tidak berhasil.
Shikamaru lalu menoleh ke dalam rumah. Dia berjalan malas masuk ke rumah. Namun harus tertunda oleh Sasuke yang malah keluar.
"Siapa gadis yang ada di dalam?" tanya Sasuke mengisyaratkan menunjuk ke dalam rumah.
"Murid Iwa-Art,"
Sasuke mengernyitkan dahi.
"Kenapa disini?" tanya Sasuke lagi. Terdengar nada kurang menerima dari Sasuke.
"Hn.. Tsunade.." ucap Shikamaru singkat.
"Huh?"
.
.
What the Hell Just happening?
.
xxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxx
Author Note(s) : Foala~ Hanzama Is back. Ketemu lagi dengan Saya, Chapter baru is up. dan saya nggak tau mau ngomong apa. dan Yah, Satu lagi chapter pendek.. Entah kenapa Hanzama akhir akhir ini gak bisa menuhi lembar wordpad lebih dari 3K -_-
But, mungkin saya akan apdet chapter pendek cepat, atau chapter panjang lama. atau mungkin chapter pendek lama, untuk kedepannya.
dan kenapa saya masukin Dua cwe ini ke markas Trio Goofy-Goober? sebenarnya saya merasa, kepribadian mereka cocok aja buwat memporak-porandakan kehidupan trio wolfgang-amadeus-tentacles
Yang masih ingat. Sara muncul di Movie Naruto The Lost Tower. Thx
Mungkin itu aja sih, Kita akan bertemu Trio Smity-Werben-jeger-man-jensen lagi di chap depan.
But, I hope you enjoy it. Thanks For Reading.. See you in the next chap.. And still.. Stay awesome..
.
Corat Coret - KRITIK DAN SARAN
v
v
v
