chapter 38 : Confrensshit.

Yosh Hanzama Is Back!

Well, Hanzama tidak terlalu tau tentang rapat besar.

Namun Hanzama cukup yakin.

Mereka bertiga tidak disana untuk duduk manis sembari menunggu snack.

.

.

Yah,

Mereka pasti mengacau.

.

.

Hanya mengingatkan,

Jaga sikap kalian guys, Iwa-Art dan Uzushio juga disini.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hanzama

Yangre : Friendship, Family, Humor

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Hinata RTN inside Etc.

IMPORTANT THINGS : Hinata Disini Akan muncul sebagai kolaborasi Hinata Origin dan Hinata RTN! Thx Be4

Pairing : Hm.. Leats See..

.

.

Shikamaru menatap sekitar dengan pandangan was was. Yah, Entah kenapa mereka sekarang ada di aula Konoha Gakuen. Shikamaru ingat aula ini. Dia pernah kesini sekali. Dan itu adalah hari dimana dia, Naruto dan Sasuke diberi pengarahan sebelum dia berangkat ke Okinawa. Tentu saja dia ingat. Naruto meneriaki Tsunade keras-keras disini.

Yah, Dia tidak menyangka dia akan ada disini lagi.

Ruangan ini cukup lebar. Bahkan kalau kau niat mengusir semua orang orang yang ada di sini. Mungkin kau bisa bermain sepak bola kesana kemari. Namun Shikamaru tidak tertarik dengan kerusuhan sekarang.

Shikamaru mengalihkan pandangan kepada Sasuke dan Naruto. Mereka berdua tengah duduk di pojokan sembari berbincang bincang dengan Matsuri.

Namun Shikamaru tidak berniat mendekati mereka. Bahkan, Dia tadi malah menjauh. Dia hanya berdiri dan melihat lihat. Memastikan dirinya tidak mengantuk dan tertidur di kursi atau semacamnya.

Oh, Kalau dipikir pikir. Murid-Murid Uzushio juga akan ada disini. Merepotkan memang saat kau tau kau akan menemui orang orang yang mungkin mengenalimu. Walaupun Shikamaru tidak terlalu pintar menghafal orang.

Namun setidaknya ada satu atau dua orang yang dia tau di Uzushio. (Satu atau dua? Kau parah Shika)

Salahkan Saja Naruto dan Sasuke yang terlalu sering mengajak Shikamaru membolos dulu.

"Hoi." Sebuah suara disertai tepukan di pundak mengagetkan Shikamaru.

"Huh?" Shikamaru menoleh dan mendapati seorang gadis berambut merah muda berdiri sembari menamapakkan senyum manis.

"Oh, Sakura?" tanya Shikamaru kepada ketua kelasnya.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sakura kepada Shikamaru.

"Hm. Perwakilan klub drama." ucap Shikamaru santai.

"Oh." Sakura hanya mengangguk. Saat dia mengamati sekitar. Dia mendapati Naruto dan Sasuke yang tengah duduk di bangku pojok bersama seorang gadis kelas 1. Sakura menyadari keberadaan gadis itu bersama Naruto dan Sasuke karena gadis itu duduk ditengah mereka berdua.

"Kau? Perwakilan kelas?" tanya Shikamaru kepada Sakura.

"Yup." Sakura mengangguk.

Cukup lama mereka berbincang sebelum ada yang memanggil Sakura dari arah pintu depan.

"Sakura!"

Shikamaru mengenali gadis berambut merah yang memanggil Sakura adalah Karin.

"Oh. benar. Aku harus mengisi daftar hadir dulu." ucap Sakura. Dia berpamitan dengan Shikamaru dan kembali keluar. Meninggalkan Shikamaru yang mengangkat bahu dan kembali melihat sekitar.

.

Yah, Kalau dipikir pikir sudah banyak yang hadir. Bahkan Shikamaru tercengang saat dilihatnya segrombolan besar gadis yang tiba tiba masuk. Dimata Shikamaru, Mereka seperti calon ibu ibu merepotkan yang siap menghancurkan harapan para lelaki.

Entah orang lain berpikiran sama dengan Shikamaru atau tidak. Tapi dia cukup yakin di dalam album foto keluarganya, Ibunya juga terlihat manis saat remaja namun menakutkan saat menjadi ibu rumah tangga.

Yah, Hanya Ibu Shikamaru. Yang Selalu mempersenjatai diri dengan spatula untuk membangunkan anaknya di pagi hari.

Bila banyak orang berpikir kalau Ibu Naruto galak. Mereka mungkin belum pernah bertemu dengan ibu Shikamaru.

Yoshino Nara.

Pernah di minggu pagi. Dimana Nona besar Yoshino sedang memasak dan tanpa sengaja ada kecoa menganggu ritualnya. Dia dengan segera memanggil suaminya. Namun yang mengejutkan adalah bahwa ternyata Ayah Shikamaru lebih geli kepada kecoa daripada ibunya. Dan dengan polosnya Nara Shikaku memberikan sebuah teflon kepada Istrinya. Dan tau yang terjadi? Selama berjamjam dia memukuli setiap sudut rumah yang dilewati kecoa dengan teflon. Dan saat kecoa itu sudah hancur. Begitu pula dengan meja, Pot, prabotan dan barang barang lain yang menjadi korban kekejaman seorang ibu rumah tangga.

Setelah kejadian itu. Shikamaru hanya berpikir. Diberi teflon dan dia menghancurkan rumah. Shikamaru tidak bisa membayangkan kalau Ibunya diberi sebuah pedang. Entah kenapa Shikamaru seakan berkhayal kalau ibunya akan menjadi Pembunuh berantai battousai atau semacamnya.

Yah, Tapi itu hanya sebagian kecil cerita dari kekejaman seorang perempuan.

.

Tak jauh dari tempatnya berada. Shikamaru bisa melihat dua gadis tetangga kamar mereka yang baru dihampiri oleh gerombolan gadis itu saat dia tengah berbincang dengan ketua OSIS konoha Gakuen.

Shikamaru hanya menatap bosan saat para gadis itu tertawa cekikikan saat Sara menunjuk Shikamaru. Yah, Shikamaru tau yang mereka pikirkan. Itu terngiang jelas di pikiran Shikamaru. Para gadis itu mudah ditebak.

Shikamaru lalu mengamati sekitar lagi. Dia bisa dengan jelas melihat orang yang ia kenali. Salah satu dari beberapa orang yang ia kenali betul dari Uzushio.

Otsusuki Toneri.

Sang ketua OSIS itu. Orang yang sangat ambisius untuk mengeluarkan Shikamaru, Naruto dan Sasuke dari Uzushio. Yah, Shikamaru tidak suka orang itu. Mungkin orang itu juga yang meyakinkan Jiraya untuk mempertimbangkan keluarnya mereka bertiga dari Uzushio.

Dulu, Orang itu adalah musuh alami mereka bertiga. Sebenarnya itu juga salah satu alasan Sasuke mengajak Naruto dan Shikamaru untuk melanggar peraturan. Untuk menantang OSIS. Yah, Sasuke bisa sangat emosional saat dia berhadapan dengan orang ini.

Namun Untuk Sekarang. Shikamaru mungkin tidak peduli lagi. Yah, Dia hanya berharap Sasuke tidak menantang orang ini lagi seperti dulu. Apalagi disini.

.

"Hoi." Lagi Lagi Shikamaru harus dikagetkan oleh orang yang menepuk pundaknya.

"..."

"Oah. Ternyata benar kau Shikamaru." ucap Orang itu kepada Shikamaru. Yah. Shikamaru kenal orang ini.

"Y-Yagura?" tanya Shikamaru.

Yagura. Dia dulu adalah teman sekelas Shikamaru di Uzushio. Hm, Kalau tidak salah. Dia adalah ketua klub seni tari di Uzushio.

"Kau disini?" tanya Shikamaru. Yah, Shikamaru tidak terlalu terkejut. Maksudku. Pada akhirnya dia juga akan bertemu lagi dengan teman lamanya.

"Hahaha.. Aku tidak menyangka bisa melihatmu lagi. Kau tau. Kalian bertiga tidak masuk selama beberapa hari dan tiba tiba Jiraya bilang kalian pindah ke Konoha. Kalian bahkan tidak berpamitan dengan anak-anak 2-III." ucap Yagura sedikit kecewa.

"Yah. Banyak yang terjadi." balas Shikamaru.

Yagura mengangguk.

"Dan kau...?" Shikamaru menggantungkan kalimatnya.

"Hm. Aku ketua Klub seni rupa. Aku disini sebagai delegasi." balas Yagura lagi.

Oh benar. Dia ketua seni rupa. Ah. Shikamaru sedikit lupa memang.

"Kau tau. Banyak anak Uzushio yang datang hari ini. saat aku melihat rambutmu aku langsung tau itu kau.."

"..."

"Sepertinya sebagian besar anak Uzuhio memperhatikanmu dari tadi. Kau santai sekali." ucap Yagura.

Membuat Shikamaru mengernyitkan dahi. Hah?

Shikamaru lalu menatap Sekitar. Kalau dipikir. Memang sepertinya dia sedang diperhatikan orang orang.

Ah, Shikamaru bahkan tidak mengenali lagi siapa saja anak Uzushio. Namun Shikamaru sepertinya cukup dikenali.

Mana Shikamaru tau. Maksudku, Mereka terlihat Sama saja di mata Shikamaru.

.

"Yah, Tapi tetap saja... Senang melihatmu lagi."

"Hn."

.

~iwdwiw~

.

Matsuri menatap sekitarnya dengan pandangan malas. Di sampingnya kirinya Sasuke hanya memperhatikan kedepan, (Sebenarnya dia menatap tajam seorang berambut putih yang ada di kursi panitia). Di samping kanannya Naruto dan Shikamaru sepertinya sedang berbincang ringan.

Matsuri lalu melirik jam tangannya.

Jam sudah menunjukkan pukul 9.30. Tepat pada jadwal dimana Neji Hyuuga bersiap memulai pidato panjangnya.

Ruangan ini sudah penuh sesak. Dan hampir setiap kursi yang disediakan sudah ada yang menempati. Sebenarnya, Delegasi dari setiap perwakilan kelas ataupun klub tidak ditentukan. Jadi kalau kau mau. Kau boleh membawa semua anggota organisasimu untuk datang.

Ruangan ini cukup luas. Dan sepertinya semua orang mendapat bagian tempat duduk. Matsuri tidak bisa memastikan. Namun dia mungkin memperkirakan ratusan lebih orang yang ada di sini. Mungkin belum termasuk para pejabat OSIS yang ada di depan.

Perbedaan tinggi dari tempat duduk peserta undangan dan para panitia sedikit berbeda. Jadi Semua peserta dapat melihat dengan jelas siapa saja yang ada di depan.

Posisi duduk yang sengaja dibentuk seperti huruf L. Dimana tamu undangan menghadap ke depan dan para perwakilan panitia menghadap ke Kanan. Jadi mereka semua tepat menghadap ke arah Neji sekarang.

Yah Diantara orang orang ini. Pasti ada delegasi klub drama dari Iwa-Art. Jujur, Itu membuat Matsuri sedikit gugup. Matsuri tidak tau di Uzushio ada klub drama atau tidak. Namun yang ia tau. Setiap sekolah membawa nama baik organisasinya masing masing. Dan Matsuri duduk disini sebagai ketua Klub drama Konoha Gakuen. Walaupun Klub drama Konoha Gakuen jelas kalah pengalaman dari organisasi yang lain disini. Namun Matsuri tidak boleh terlihat seperti seorang 'pemula'.

Yah, Ini adalah Organisasi yang diamanahkan oleh Tsunade-sama kepada Matsuri.

.

"Oh oke Sepertinya semua delegasi sudah datang. Terimakasih sebelumnya sudah datang dalam Rapat Besar persiapan festival Sannin tahun ini. Dan saya, Neji Hyuuga, Sebagai ketua panitia dengan tangan terbuka menyambut anda semua di Konoha Gakuen. "

Semua audien bertepuk tangan. Neji menghela nafas lega. Kalau semua bertepuk tangan berarti posisinya dihagrai. Bagus. Keep Calm Neji.

"Sebelum kita mulai. Saya Ingin memastikan kalau semua sudah hadir. Dan Juga mencegah adanya Oknum yang hanya absen terus pulang. Saya ingin mengabsen satu persatu para delegasi undangan terlebih dahulu."

Para audien sewatdroped. Yah, Anak dari luar konoha pasti berpikir. Orang ini sepertinya lebih disiplin dari ketua OSIS mereka.

Namun Murid Konoha tidak terlalu terkejut. itulah Neji Hyuuga.

"Oke Kita mulai dengan yang pertama. Perwakilan delegasi harap berdiri atau angkat tangan untuk di data kembali oleh panitia." ucap Neji sebelum dia diberi secarik kertas oleh Tenten.

"..." Semua audien terdiam.

"Err.. Delegasi Organisasi Klub fotografi Iwa-Art." ucap Neji mengabsen deretan nama dari paling atas. "Sasame Fuuma-san?"

Seorang gadis berdiri dari barisan paling depan. Dia membungkuk sembari memberi hormat kepada sang ketua Panitia.

Semua audien menatap gadis ini takjub. Ah, Satsuga Iwa-Art. Datang paling awal dari yang lainnya.

"Selanjutnya. Delegasi klub music Iwa-Art. Fuu.. Hah?" Neji mencoba mencari Nama panjang dari delegasi Klub Music-Iwa. Namun yang dia lihat hanya 'Fuu'

'Err.. Ini Memang Namanya atau.. Anak ini tidak niat mengisi absen.'

"Fuu disini." ucap seseorang dari barisan depan lagi. Dia mengangkat tangan tinggi tinggi. Mencoba menunjukkan dirinya.

Neji menatap gadis berambut hijau yang kini tengah berdiri. Oh, Gadis itu adalah salah satu anggota Panitia yang direkomendasikan oleh Yugito Nii.

Neji mengangguk.

Dari kejauhan Shikamaru menatap gadis berambut hijau itu dengan seksama. Dia lalu berbisik kepada Naruto.

"Oi? Gadis itu bermain musik?" tanya Shikamaru kepada Naruto.

"Tauk." ucap Naruto sembari mengangkat bahu.

"Memang musik apa yang ia mainkan?" tanya Shikamaru. lebih ke dirinya sendiri.

Naruto mencoba berpikir. Dia memasang pose serius.

.

"M-Mungkin sesuatu yang berhubungan dengan kumbang." ucap Naruto asal asalan.

Matsuri yang tertarik kini menatap Naruto dan Shikamaru.

"Senpai mengenal gadis itu?"

Naruto dan Shikamaru dengan cepat menggeleng.

"T-Tidak."

.

.

"Dan. Selanjutnya. Perwakilan klub drama Iwa-Art..." Neji melanjutkan.

Ini dia.

Bukan apa apa. Namun Sepertinya Matsuri disini yang paling tegang. Mencoba mengira ngira seperti apa wajah wajah klub drama Iwa-Art.

.

.

.

"Sara."

Tunggu dulu..

Dari samping Neji. Gadis berambut merah berdiri.

Sasuke, Naruto dan Shikamaru melotot tak percaya apa yang dia lihat. Gadis itu dari Klub Drama IWA? WHAAAAAAAAaaaaa?

Neji mengangguk lagi. Yah, Gadis ini punya alasan duduk di bangku yang seharusnya diduduki Yugito Nii hari ini. Dia mewakili Yugito yang ada urusan.

Matsuri mengamati wajah gadis yang berdiri.

Dia menelan ludah.

Dia sangat cantik!

.

Neji mengernyitkan dahi tidak percaya. Oke itu gila. Konoha tuan rumah dan tiga orang pertama yang datang adalah dari Iwa-Art. Jujur Ini membuat Neji sedikit terganggu.

Murid konoha yang lain dan Uzushio juga sedikit terintimidasi dengan para gadis Iwa-Art sekarang. Mereka bahkan bisa dengan jelas melihat sebagian anak gadis berseragam Iwa-Art tersenyum kemenangan. Sial.

Neji menatap absen nomor empat. Dia tersenyum saat nama Konoha Gakuen lah yang terpampang.

.

"SELANJUTNYA!" Teriak Neji semangat. Dasar.

.

"Delegasi Klub drama Konoha Gakuen!"

Tenten yang sedari menatap Neji hanya sewatdroped melihat ketuanya yang sangat sumringah.

Jaga harga dirimu Pak.

.

.

.

.

"Uchiha Sasuke-Kun!"

Sasuke tertegun.

Naruto dan Shikamaru menatap Sasuke.

.

"Kau yang mengisi absen?" tanya Naruto.

Sasuke menggeleng. Dia menatap Matsuri. Namun Matsuri malah menjurkan lidah.

"Maaf aku menggunakan namamu." ucap Matsuri tanpa dosa.

GLEK!

Sasuke menelan ludah.

Dia berdiri.

Anak gadis dari Uzushio menatap tak percaya. Memastikan kalau itu adalah Sasuke yang mereka 'Rindukan'

"Sasuke-kun?"

"Sasu...ke?"

"Sasuke...kun?"

"itu benar Sasuke-kun?"

"Sasuke-kun?!"

"S-Sasuke-kun?"

.

"H-Hai." ucap Sasuke polos. Di dalam hati dia menahan malu.

"KYAAAA!" Gadis dari Uzushio beberapa berteriak.

Sasuke menelan ludah lagi.

Teriakan itu membuat Neji hanya diam melongo menatap Sasuke. Apa yang barusaja dia lakukan? Sekarang semua orang menatap Sasuke.

Muka Sasuke memerah sekarang.

Sara menatap Sasuke tidak percaya.

Fuu yang melihat orang lain berteriak malah ikut berteriak. Oke itu aneh.

Toneri Yang ada di depan menatap Sasuke. Dia memastikan dengan matanya. Dia lalu tersenyum. 'Sasuke Uchiha huh?'

"Harap tenang. Supaya absen bisa dilanjutkan." ucap Neji akhirnya.

.

SKIP.

"Selanjutnya. Delegasi Klub Music Konoha Gakuen." lanjut Neji lagi.

Yah ini cukup memakan waktu. Dasar ketua OSIS yang merepotkan.

"Inuzuka Kiba." lanjut Neji.

"Yo." ucap Kiba seenaknya.

"Lalu Delegasi Klub Instalasi Uzushio. Utakata." lanjut Neji.

Matsuri mengernyitkan dahi.

"Klub Instalasi? Klub apa itu?" tanya Matsuri kepada Naruto.

"Eh well. Mereka Melakukan sesuatu tentang cosplay dan tata ruangan. Um. Saat Bunkasai Di Uzushio mereka biasanya yang bertanggung jawab atas Hiasan, tata letak dan stand. yah semacam itu lah." Jelas Naruto.

Matsuri masih tidak mengerti.

"Apa mereka hebat?" tanyanya lagi kepada Naruto.

Naruto mencoba berpikir

"Um. Tahun lalu, Mereka mendapat penghargaan Nasional dalam perlombaan dekorasi Valentine. Err. ya. Sepertinya mereka hebat." lanjut Naruto lagi.

"Oh." ucap Matsuri akhirnya.

"Yah, Ketua mereka yang sekarang adalah teman sekelasku saat kelas 1." lanjut Naruto lagi.

Matsuri mengangguk-angguk.

.

"Lalu Selanjutnya. Delegasi Klub Pengembang Game Uzushio." lanjut Neji lagi.

Matsuri mengernyitkan dahi lagi. Oke, Apa hanya dirinya atau memang Uzushio memiliki klub yang aneh.

"Kidomaru A.k.a Spiderma-Apaan nih?" Neji melongo menatap nama alias salah satu delegasi dari Uzushio. Sepertinya Orang ini berniat melucu tapi gagal.

Seorang pemuda berkulit coklat berdiri. Dia menampakkan senyum sumringah kepada Neji.

"Klub apa lagi itu?" tanya Matsuri lagi.

"Eh Err?" Naruto mencoba berpikir lagi Jujur, Pertanyaan seperti ini lah yang membuat Naruto malas mengingat. Yah, Dia memang tidak terlalu suka dengan hal berbau 'Klub' saat di Uzushio. Yah, Seorang anti-Klub.

"Klub pengembang game adalah klub yang anggotannya terbanyak di Uzushio." sambar Shikamaru. "Kalau mereka ikut serta. Mereka pasti akan mendirikan belasan Stand Mini games. Kau tau kan? Seperti saat kita mampir ke taman hiburan. Mungkin seperti itu." lanjut Shikamaru.

Matsuri mengangguk lagi.

"Biasanya. Saat rapat pembagian anggaran Klub Pengembang Game mendapat anggaran paling banyak dalam program kerjanya." Lanjut Shikamaru.

"Kau tau banyak eh?" tanya Naruto.

"Mereka pernah memeriahkan grand opening cabang baru Nara Astrotech." balas Shikamaru enteng.

.

.

SKIP.

"Hah.. Oke itu daftar yang panjang. Dan akhirnya kita sampai di nama terakhir untuk delegasi Klub." lanjut Neji.

Para peserta menatap bosan Ketua Panitia. Itu salahmu sendiri karena kau mengabsen semua satu satu pak.

"Dan yang terakhir dari Delegasi klub adalah.."

'Ayolah cepat slesaikan pak. Kita tidak punya waktu seharian.'

'Huh. Lagian habis ini masih ada delegasi kelas.'

'Ah sialan. Kita akan disini selamanya.'

.

.

"Yah. Aku mendapat informasi kalau ini adalah klub baru. Jadi. Mari kita beri tepuk tangan yang meriah." lanjut Neji basa basi.

Ah, Ketua yang terlalu disiplin ini sangat bertele-tele.

'Lihat jam pak!'

.

"Delegasi Klub Theater Konoha Gakuen."

Matsuri mengernyitkan dahi.

Hah? Theater? Serius?

.

.

.

.

.

.

"Shion."

xxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxx

Author Note(s): Hubla! Hanzama Is Back. o.. o.. Shion mengacau lagi. Hm, Ini akan menjadi sangat krusial bagi ketiga sekolah ini.

Dan yah, Sebenarnya masih banyak klub yang harus Hanzama jelaskan. Namun Hanzama tidak bisa menjelaskannya satu satu disini. Jadi mungkin akan muncul seiring cerita berjalan.

Entah kenapa Hanzama sangat menikmati saat mengetik chapter ini. Yah Menjelaskan para tritagonis yang siap menikam dari belakang rasanya menyenangkan.. XP

Yah, Sebenarnya Hanzama sedikit merindukan para punggawa NST. Pingin rasanya bisa memunculkan Yamato dkk lagi.

Dan entah kenapa, Hanzama selalu menjelaskan sosok Ibu yang menakutkan disini. Yah Hanzama hanya berpikir. Ibu yang keras adalah ibu yang baik. insanamencorporesanyo = Di dalam cerita yang sehat ada Ibu yang kuat. (Ngawur 1000 persen)

but well, I hope you enjoy it like i did. If you like it then let me do more. And we'll see in the next chap i think.

Sekian dari Hanzama. Semoga reader sukes selalu.

KRITIK DAN SARAN

V

V