chapter 40 : Matsuri Quest.
Sasuke berdiri di dekat tempat duduknya tadi dengan tidak sabar. Sial. Orang orang yang berbarengan keluar dari aula membuat kepala Sasuke pusing. Mau maunya mereka berdesak desakan untuk berlomba siapa yang paling duluan keluar.
Tidak tanpa alasan dia berdiri disana. Sebenarnya dia sedang membunuh waktu sembari menunggu Matsuri yang menemui panitia dan Naruto bersama Shikamaru yang kini tengah berbincang dengan beberapa anak Uzushio.
Jangan ditanya, Sasuke hanya tidak mau pergi bersama Naruto dan Shikamaru ke gerombolan perempuan yang memanggil manggil namanya tadi dan mendapati dirinya kemungkinan pulang tinggal nama.
Yah, Dia hanya akan berdiri disini dan sebisa mungkin mencoba tidak dikenali.
.
"so..? Kau adalah anak klub drama Konoha gakuen?" ucap Sebuah suara dari belakang Sasuke.
Sasuke menoleh.
Ah, Gadis ini. Sara.
"..Hn." Sasuke hanya bergumam. mengiyakan. Bahkan dia tidak berniat memberi basa basi.
"Well, Kalau begitu..." Sara menjulurkan tangan kepada Sasuke. Mengisyaratkan kalau dia mengajak bersalaman.
"Mari berkompetisi secara sportif."
"..."
Oke ini aneh. Sebenarnya Sasuke kurang suka keberadaan gadis gadis ini di rumah mereka. Dan karena beberapa 'alasan' Sasuke sebenarnya enggan menjabat tangan gadis ini.
Sara menatap Sasuke. Mencoba melihat ekspresi Sasuke, Dan menunggu tangannya dijabat. Namun Analisanya harus terhenti Saat tangannya malah dijabat oleh orang lain.
"Huh."
"Kami Dari Konoha juga mengharapkan kompetisi yang menyenangkan." ucap Matsuri. Dia tersenyum sembari menjabat tangan Sara.
"Eh dan kau adalah...?" tanya Sara kepada gadis asing yang menjabat tangannya.
"Matsuri. Ketua klub drama Konoha." balas Matsuri. Dia menampakkan senyumnya yang paling manis.
Membuat pandangan Sara melunak kepada gadis ini.
"Um. Baiklah. Siapapun yang akan tampil. Mari berusaha dengan sekuat tenaga."
"Ya."
.
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Yangre : Friendship, Family, Humor
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Hinata RTN inside Etc.
IMPORTANT THINGS : Hinata Disini Akan muncul sebagai kolaborasi Hinata Origin dan Hinata RTN! Thx Be4
Pairing : Hm.. Leats See..
.
Naruto, Sasuke dan Shikamaru berjalan pelan menyusuri jalan sembari ditemani seorang gadis sekarang. Lebih tepatnya, Mereka bertiga berjalan pelan membuntuti seorang gadis yang berjalan beberapa langkah di depan mereka.
"Ah, Terima kasih sudah menemaniku Senpai." Ucap Matsuri kepada ketiga senpainya. Dia menghadap mereka sembari berjalan mundur.
Ketiganya hanya mengangguk dan mengiyakan.
"Tidak masalah."
"Well, setidaknya biarkan aku berterima kasih dengan mengajak kalian makan siang bersama." ucap Matsuri. Yah, Bagaimanapun Matsuri tadi menjanjikan hal demikian.
Mereka bertiga saling tatap.
"Hm.. tidak usah. Kami tak apa." tolak Sasuke halus. Dia hanya berpikir kalau ini bukan saat yang tepat.
Naruto dan Shikamaru diam. Mungkin mereka setuju dengan Sasuke.
"Ah ayolah senpai! Ini hanya makan siang."
"..."
Mereka bertiga berpikir. Namun karena gadis ini sepertinya tidak berniat menyerah ya..
"Baiklah."
.
.
Skip.
Entah apa yang mereka lakukan sekarang. Ketiga pemuda ini kini tengah berada di sebuah lift. Mereka saling tatap. Karena tidak memiliki kemungkinan apapun apa yang akan terjadi selanjutnya.
Di dekat mereka. Matsuri hanya diam ditempat sembari bersenandung pelan.
Oke ini aneh, Naruto, Sasuke dan Shikamaru cukup yakin kalau tadi Matsuri bilang akan mengajak mereka 'Makan Siang', Namun dilihat dari segi manapun ini bukanlah sebuah restoran. Mereka kini ada di sebuah apartemen sederhana yang berjarak empat blok dari Leaf Street.
Ting.
lemari berkabel itu berhenti diiringi dengan suara Ting. Ini adalah lantai empat.
"Ayo."
Ajak Matsuri kepada ketiga senpainya.
Karena mereka bertiga tidak mengerti apa yang terjadi. Jadi mereka hanya ikut saja.
Yang paling merasa paranoid adalah Naruto. Entah kenapa, Naruto tidak bisa percaya dengan Matsuri 100 persen. Mungkin hanya Naruto sekarang, Yang berpikir kalau dia digiring disini untuk dimutilasi. Meskipun Naruto tau kalau itu adalah imajinasi liarnya. Namun tetap saja, ini membuat jantungnya tak bisa diam.
Yah, itu masuk akal Err.. kalau jantungmu diam berarti kau mat-ah sudahlah.
Naruto masih merasa, gadis ini memiliki bakat 'Jumpscare'. Dan itu adalah bakat yang paling aneh yang pernah Naruto bayangkan dari seseorang.
.
Perjalananan mereka berakhir di depan sebuah pintu apartemen. Mengabaikan para senornya, Matsuri membuka pintu sebelum mengucapkan tadaima.
Oh, Sepertinya Mereka bertiga menyadari tempat apa ini.
"Masuklah. Anggap rumah sendiri." ucap Matsuri santai. Dia lalu melepas sepatunya.
Ketiga pemuda itu masuk dengan ragu. Oh, Jadi ini tempat tingal Ketua klub mereka. Mereka mencoba mengamati.
Dilihat dari manapun, ini bukan apartemen yang mewah. Yap, sangat sederhana sebenarnya.
Sasuke dan Shikamaru berniat masuk lebih jauh ke dalam. Namun niat mereka harus gagal saat Naruto menarik kerah bagian belakang mereka.
"Kau kenapa Naru-"
"Ssst.." Naruto mengisyaratkan kepada Shikamaru untuk memelankan frekuensi suara.
"..."
Oke sekarang mereka malah bisik bisik.
"Oi. Apa kau memikirkan kenapa kita dibawa kemari?" tanya Naruto. Dia berbicara dengan nada yang sangat pelan.
"Maksudmu?" Shikamaru malah bertanya balik.
"Entah hanya aku, atau dia menggiring kita kesini karena kita akan diapa-apakan!" ucap Naruto memprovokasi.
"Ini hanya makan siang Naruto." balas Sasuke. Ya ampun, sifat paranoid Naruto terkadang mengganggu Sasuke.
"Ah ayolah Sasuke! Orang normal biasanya mengajak orang lain makan siang ke restoran! Cafe! Bukan ke apartemen menakutkan seperti ini!" ucap Naruto lagi.
Yah, Itu sama persis seperti yang Sasuke pikirkan tadi.
"..." Sasuke malah diam.
"Sebaiknya kita pergi sebelu-AKH!"
Cklek!
Naruto terkejut saat lampu diatasnya tiba tiba menyala.
.
"Apa yang kalian lakukan? Ayo masuk." ucap Matsuri dari dekat saklar.
"Err.."
.
~iwdwiw~
.
"Maaf tempatku berantakan." ucap Matsuri. Mereka bertiga kini tengah berada di depan televisi saat Matsuri menyuguhkan minuman dan sekranjang apel.
"Tidak apa." Hanya Shikamaru yang menjawab. Dia membantu Matsuri meletakkan gelas di meja TV.
Sementara Naruto duduk diam. Sasuke malah sibuk memperhatikan figura yang ada di tembok. tembok ini penuh dengan foto. Sasuke bisa melihat foto Matsuri dengan seorang gadis dewasa, Mereka terlihat tengah memegang sebuah ikan yang cukup besar. Ada juga foto Matsuri bersama Yukata menggenakan Toga. Sepertinya itu adalah saat wisuda. Dan Ada juga foto seorang bayi, Seorang gadis , Dan dua orang yang sepertinya suami istri. Dilihat dari manapun ini adalah foto keluarga.
Sasuke lalu mengamati sekitar. Kalau dipikir pikir, dari tadi dia hanya melihat Matsuri sendiri disini. Apa dia tinggal sendiri?
"Hei. Apa kau tinggal sendiri?" tanya Sasuke akhirnya. Yah, dia cukup penasaran.
Tepat Saat Sasuke menanyakan itu. Keluar seorang perempuan dewasa dari pintu kamar.
.
"Huam. Kau sudah pulang Matsuri-Hah?! siapa kalian?" Tanya orang itu.
"Err.."
"Nee-chan?! Ya ampun aku kira kau pergi!" Matsuri terlihat sedikit terkejut dengan keberadaan wanita ini.
Nee-chan? Oh, dia Kakak Matsuri?
Wanita itu terlihat diam menatap Ketiga pemuda yang ada di ruangan itu. Sebelum dia tersenyum dan menghampiri Matsuri. Lalu mencubit pipi Matsuri.
"Aw aw aww.. Apa yang kau lakukan Nee-chan." protes Matsuri dia memegangi pipinya.
Sasuke sedikit malas melihat wanita ini. Dua menit Sasuke melihatnya, dan Sasuke tau kalau prempuan ini adalah kakak yang menyebalkan. Dia tau, Setidaknya Itachi juga seperti itu.
"Sepertinya leluconku minggu lalu kau anggap serius huh?" ucap wanita itu lagi.
"Apa yang kau maksudka-"
"Saat ku bilang untuk kapan kapan mengajak pacarmu kesini? Dan kau benar mengajaknya! dan YA AMPUN! Kau punya tiga pacar?! Ku pasti sudah tidak waras. OMG!"
"Hah?"
"Mereka bukan pacarku!" Balas Matsuri ketus.
Yah, Benar yang Sasuke pikirkan. wanita ini menyebalkan.
.
~iwdwiw~
.
"Hahaha.. Maaf Maaf, Aku hanya terkejut Matsuri membawa teman laki laki kesini."
Sasuke hanya mengangguk saat diajak bicara kakak Matsuri. Dia hanya diam mendengarkan bahkan saat kakak Matsuri memperkenalkan diri.
Namanya adalah Maki, Dia adalah seorang akuntan di perusahaan tekstil. Dan sepertinya Matsuri hanya tinggal berdua dengan kakaknya.
"Oh benar! Aku lupa kenapa aku membawa kalian kemari!" Teriak Matsuri saat dia tengah sibuk memperlihatkan sebuah surat yang dia dapat dari panitia festival kepada Shikamaru.
Dia lalu melirik jam. Ah, Masih jam makan siang. Masih sempat mungkin.
Matsuri lalu berlari ke dapur dan mengambil apron. Lalu dia berlari lagi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu. Membuat keempat orang yang ada di sana memperhatikan Matsuri diengan heran. Termasuk kakaknya sendiri.
"O-Oi.." Maki tentu hanya melongo menatap adiknya yang berlari kesana kemari sembari memegngi sebuah pisau.
Tanpa disangka Matsuri malah menyodorkan Pisau kepada Naruto. Membuat Naruto terkaget karena dia sedang memegangi gelas penuh dengan minuman.
"K-Kenapa?" tanya Naruto heran. Yah, disodori sebuah pisau adalah hal yang menakutkan bagi Naruto. Terutama gadis ini yang melakukan.
Matsuri lalu menunjuk ke sebuah akuarium di sudut lain ruangan.
Huh? Naruto mencoba menyipitkan mata.
.
.
Skip
Kelima orang di ruangan ini kini tengah berdiri di depan akuarium. Menatap 'sesuatu' yang ada di dalamnya.
"Ini...?" Tanya Naruto. Dia menunjuk ke akuarium dari luar kaca.
"Yup." Maki mengangguk.
"Kau menyuruhku untuk..." Naruto masih tidak percaya apa yang disuruh oleh Matsuri.
"Yup." Namun Matsuri hanya mengiyakan.
"Besar sekali.. dapat dari mana?" tanya Shikamaru. Ini pertama kalinya Shikamaru melihatnya. Setidaknya yang masih hidup.
"Paman kami memberikannya saat dia berkunjung kesini kemarin. Sebenarnya Matsuri ingin sekali mengolahnya. Namun Dia terlalu geli memegang yang masih 'bergerak'. Jadi, kami memasukannya ke akuarium." ucap Maki. Menjitak pelan kepala adiknya.
"Ah Nee-chan juga sama saja!" balas Matsuri ketus.
Namun Maki hanya menjulurkan lidah.
'Kalau kalian takut, kenapa tidak minta yang sudah mati saja ke paman kalian.' Batin Naruto aneh kepada Matsuri dan Maki.
Naruto lalu kembali menilik ke akuarium.
GLEK!
Naruto menelan ludah. Dia menatap enam ekor Lobster besar seukuran lengan manusia yang ada di akuarium. Yah, Terlihat dari ukurannya. Siapa yang tidak geli coba?
Sasuke menatap akuarium itu dengan pandangan tertarik. Yah, Ini cukup menarik. Dia tau sekarang. Alasan Matsuri mengajak mereka kesini. Pasti karena lobster ini. Dasar.
Dia menatap Matsuri, namun detik selanjutnya dia tersenyum.
Naruto menatap intens salah satu lobster di akuarium.
Hiyy~
"Paman bilang. Lobster ini rasanya sangat enak kalau diolah dengan benar." ucap Matsuri lagi.
"Mengolahnya sih mudah kalau sudah mati... Tapi.. Bagaimana? Kau bisa menangkap satu atau dua?" tanya Maki Kepada Naruto.
Naruto diam beberapa saat. Sebelum tangannya bergetar dan dia menatap Sasuke.
"Sasuke..."
Sasuke langsung menggeleng. Tidak mungkin dia akan memegang lobster raksasa sebesar itu! Kalau sudah matang sih. Sasuke baik baik saja. Kalau ini mah..
Sasuke malah menunjuk Shikamaru.
"Err.. Mentalku belum siap." ucap Shikamaru. Yah, dia juga cukup geli.
Naruto menghela nafas.
Dia lalu menatap akuarium lagi. Dia belum pernah melakukan ini. Namun kenapa semua orang menatapnya sekarang?
Naruto berdiri.
"Err.. Apa kalian tidak punya jaring atau semacamnya?" tanya Naruto kepada Maki dan Matsuri.
"Eh err.. Adanya kantong plastik."
"..."
.
~iwdwiw~
.
"Huh.. Huh.."
Oke, Naruto akan melakukan ini dengan cepat. Dia akan menangkap satu atau dua dan dia akan segera lari ke dapur yang ada di sana.
Di tangannya sudah ada kantong plastik yang beberapa bagiannya sudah dilubangi.
"Woi! Kenapa semuanya menjauh sih?!" tanya Naruto saat dia melihat Sasuke, Shikamaru, Maki dan Matsuri malah berlindung di balik sofa.
"Kami akan mendukungmu dari sini!" ucap Maki.
"Semangat senpai!" balas Matsuri.
'Itu sama sekali tidak membantu.' batin Naruto.
"Naruto.. Jangan mati." lanjut Shikamaru.
'Oke itu candaan yang cukup sialan.'
.
Hah Oke.. Oke..
Naruto menatap Akuarium dengan serius. Dia berdiri. Dia menatap keenam mangsanya dengan tajam.
Dia sedang memilih buruannya.
Huh. Jantungnya berdebar keras.
Dan dengan satu gerakan.
Clup! Seet! Srekk!
Naruto dengan segera memasukkannya ke kantong plastik. Mengabaikan tangannya yang bergetar. Dia mengambil satu lagi.
"WKH!" Naruto lalu dengan secepat kilat berlari menuju dapur.
keempat orang kurang kerjaan itu pun langsung membuntuti Naruto menuju dapur. Mereka tidak masuk ke dapur namun malah mengintip dari luar pintu.
"Langsung potong kepalanya saja Naruto senpai!" teriak Matsuri. Dia ada di luar dapur. Yah, Dia tidak mau mengambil resiko lobster itu akan meloncat ke dirinya atau semacamnya.
"Woi Bantuin kek!" protes Naruto.
Namun keempat orang itu malah tidak bergeming dari posisinya.
Naruto dengan asal asalan meraba dari luar kantong plastik. Saat dia menemukan kepalanya. Naruto memotong kepala itu dari luar kantong plastik. Diikuti dengan lobster yang ke dua.
"Akh! Maafkan aku Larry!" ucap Naruto tidak jelas.
Matsuri memutar otak. Mencoba memproses apa yang dikatakan Naruto.
Oh,, Larry dan Lobster. Oke itu cukup masuk akal.
Pfft.
.
~iwdwiw~
.
Skip.
"Ah gila! Aku pikir aku akan mati jantungan!" ucap Naruto kepada Shikamaru. Kini mereka tengah ada di ruang makan. Naruto sedang sibuk menata piring saat Shikamaru mengurusi minuman.
"Sebenarnya. Lobster tidak akan lari kalau kau pegangi kakinya." ucap Shikamaru.
Mereka asik mengobrol Saat Sasuke kini tengah membantu Maki dan Matsuri di dapur. Yah, itulah Sasuke sekarang. Dia jadi sangat tertarik dengan hal memasak.
"Tapi kau lihat itu?! Itu adalah lobster yang besar dan aku barusaja memanggal kepalanya! haha.." ucap Naruto sumringan. Bagaimanapun Ini adalah pengalam baru untuknya.
.
"Dan.. Lobster itu sekarang sudah duduk manis di atas piring." Ucap Maki saat dia membawa sepiring besar lobster panggang dari dapur. Diikuti Sasuke yang membawa Nasi dan Matsuri yang membawa sallad dan sambal.
"Aww.. Kau lihat itu Shikamaru. Itu terlihat ratusan lebih enak dari masakan Sasuke." ucap Naruto menunjuk ke lobster yang baru datang.
"Jangan menghina." ucap Sasuke membela diri.
Mereka malah tertawa.
"Well, Sebenarnya Sasuke-kun terlihat cukup mahir di dapur kalian tau?" ucap Maki membela Sasuke.
Sasuke tersenyum kemenangan.
.
.
"Ah Shikamaru senpai. Tolong ambil sendok dan garpu disana." perintah Matsuri kepada Shikamaru.
"Hah? dimana?"
"Disana."
Matsuri lalu menunjuk kaleng kecil di samping rak piring. Shikamaru lalu mendekati kaleng kecil bergambar kupu kupu di dekatnya. Tempat sendok ini sepertinya dibuat sendiri. Hm Kreatif.
Shikamaru lalu meletakkan sendok dan garpu itu di antara piring yang sudah ditata.
.
"Oke.. sepertinya semua sudah rapi. Mari kita makan." ucap Maki mengajak adiknya dan ketiga tamunya duduk.
Matsuri lalu mengambilkan nasi untuk ketiga senpainya. Diikuti Naruto yang menuangkan jus apel ke setiap gelas yang ada di meja.
Yah, Tadinya sih Ini membuat Naruto bertanya tanya saat dilihatnya sangat banyak apel disini. Namun dia tidak ambil pusing sekarang. Karena dia akan memakan lobster.
"Hm Terima kasih." kata Sasuke saat Matsuri menyodorkan sepiring nasi kepadanya.
"Kalian boleh tambah yang banyak. Mumpung kalian semua disini." ucap Maki kepada ketiga tamunya.
"Oh tentu. Kami akan melakukan yang terbaik yang kami bisa untuk hal ini." ucap Naruto.
Mereka semua tertawa. Dasar.
.
.
xxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxx
Author Note(s) : Waw man. Hanzama Is back! Oke sekali lagi mereka mendapat simple Happy story lagi disini.
Yah Jujur, Hanzama senang saat Hanzama menulis scene seperti ini. Entah kenapa. Rasanya sangat berkesan saat menulis sedikit kebahagiaan diantara hukuman mereka yang 'merepotkan'.
Dan maaf Hanzama masih tetap memunculkan karakter yang mungkin kurang dikenal di Animenya. Hanzama hanya hanya tidak mau memunculkan lebih banyak hubungan merepotkan antara karakter terkenal ke karakter terkenal sehingga membuat cerita ini semakin rumit.
Kalau mungkin reader kurang tau siapa karakter yang muncul di sini. Mungkin googling adalah pilihan tepat. Tapi, Kalau tidak terlalu dipermasalahkan sih. Ya Hanzama enjoy aja menulis. Mengingat akan lebih banyak event yang muncul di chapter chapter depan. Dan itu mungkin melibatkan Para Figuran kedepannya.
Yah Hanzama hanya berpikir. Akan hebat kalau kita mempunyai banyak karakter yang berkesan di setiap tempat yang mungkin kita datangi.
Em misal.
Mampir ke Okinawa lagi. Ah disana akan ada Darui.
kembali ke Uzushio, Ah disana ada Jiraya. Apa yang terjadi yaa?
Namikaze mansion. Oh benar disana ada Yamato dkk.
Itu membuat Hanzama sedikit tenang dalam merancang sebuah kejadian.
Oke, sebenarnya satu bahasan lagi.
Entah ada yang masih ingat tidak kalau Hanzama memberikan spoiler untuk Orochimaru. Hanzama hanya heran kenapa tidak ada yang bertanya tanya. Kenapa Iwa-Art sekolah khusus prempuan tetapi kepala sekolahnya Orochimaru? Omg apa dia bentcyong?
Haruskah Hanzama memasukannya ke dalam cerita atau semacamnya?
Ya?
Tidak?
well. Mungkin Hanzama juga kurang mengerti apa motif Orochimaru menjadi kepala Sekolah khusus Prempuan. Tapi yah? who knows? cerita ini bahkan menjadi aneh dan semakin aneh dari sebelumnya. Hanzama sendiri bingung apa yang akan terjadi selanjutnya.
Yah, Selama reader menikmati. nggak masalah.
.
Okesip, Mungkin itu. Jangan marah bila Hanzama apdet telat. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari Hanzama, Semoga reader sukses selalu.
KRITIK DAN SARAN
v
v
v
v
v
v
