Yah, Setidaknya Naruto dan Sasuke tau. Ini adalah akibat yang akan mereka dapat apabila mereka bergabung dengan sebuah klub, Apalagi klub yang dimaksud adalah klub drama. Plus, Ketua mereka yang sekarang adalah ketua manja dan ambisius yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
.
.
.
.
chapter 43 : Prince Rabbit dan Kapten Kura-Kura Part 1.
Naruto dan Sasuke kini tengah berdiri di tengah lorong layaknya sebuah patung perempatan. Di depannya, Matsuri hanya ikut berdiri sembari sesekali membacakan naskah dan memperagakan apa yang harus mereka lakukan.
Yah, Ini aneh memang. Disaat istirahat dan banyak orang berlalu lalang. Mereka bertiga malah berdiri mengalangi jalan bagi siapa saja yang berniat melintas. Dan Anehnya lagi, Shikamaru pun pergi begitu saja mengikuti Gaara dan Yukata saat beberapa detik yang lalu dibisiki sesuatu oleh Matsuri. Meninggalkan dua pemuda dan satu pemudi itu disini.
Namun Naruto dan Sasuke tidak ambil pusing.. Err.. walau sebenarnya mereka sangat pusing karena mereka ditatap beberapa orang yang sepertinya tidak suka dihalangi jalannya saat melintas.
Yah, Sasuke cukup tau. Akan datang seseorang yang .sangat tidak suka apabila Lorongnya dijadikan tempat guyonan.
Namun, raut Matsuri seakan berkata. I don't give a shit about that.
Ah, Sialan.
.
"Kau tau kan? kita tidak bisa melakukannya disini?" ucap Naruto yang mulai risih saat beberapa anak yang sepertinya kelas tinga menatap mereka sembari berbisik bisik.
Namun Matsuri malah menampakkan raut wajah garang.
"Huh?! Justru ini adalah tempat yang tepat senpai! Kalian tau? Di panggung yang sesungguhnya orangnya mungkin puluhan kali lipat dari ini!" Celoteh Matsuri sembari dengan seenaknya menepuk pundak seorang anak kelas tiga yang sedang melintas.
Anak kelas tiga itu menatap Matsuri sewot. Sasuke dan Naruto hanya melongo saat Matsuri malah menampakkan raut tanpa dosa.
Dasar Kohai Kurang ajar.
"..."
"Ini juga merupakan tugasku untuk melatih mental kalian sebelum pertunjukan." celoteh Matsuri lagi.
Yah, Naruto dan Sasuke kurang mengerti dengan sifat Matsuri yang ucapannya seakan sudah lolos seleksi.
"..."
"Aku tau kalian memang masih amatir. Jadi hitung saja ini sebagai pembelajaran." Lanjut Matsuri lagi.
Ah sialan. Bukan mereka kan yang mengajukan diri untuk ikut berperan dalam drama ini? Dan Seingat Naruto dan Sasuke, disini yang menjadi senpai kan adalah mereka berdua. Lalu kenapa mereka harus mendengarkan perkataan gadis mungil ini?
Namun Sasuke dan Naruto lebih memilih diam. Lebih tepatnya, Tidak bisa mejawab apapun.
.
"Yah, Dan kebetulan kita masih punya ratusan menit sebelum seleksi dimulai." Matsuri melirik jam kecil di tangannya.
"..."
"Maka dari itu, Bagaimana kalau kita mencoba mendalami sifat tokoh?" tanya Matsuri senang.
"Tunggu- sebenarnya Kau Kemanakan Shikamaru?" Naruto malah mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
Matsuri malah tersenyum lagi.
"Dia ada Urusan Senpai."
.
.
NAH ITU! Itu yang membuat Naruto dan Sasuke bingung! Kenapa selalu mereka?! Shikamaru Kapaaaan?!
.
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Rating : T(+)
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Comin Soon
.
.
Ruang Klub Drama.
Sasuke mendecih tidak suka saat dia diajak masuk ke ruangan ini lagi. Kenapa sih Kita harus keluar masuk ke ruangan klub drama? Kalau ada hal yang ingin Masuri sampaikan lagi, Kenapa tidak dia slesaikan tadi sekalian saat mereka berkumpul.
Bukannya malah bolak balik seperti orang kurang kerjaan.
.
"Aku baru meminjam beberapa barang dari ruangan Ibiki-Sensei." ucap Matsuri.
"..."
"Ini adalah barang sitaan. Dan Ibiki sensei bilang boleh menggunakannya selama itu untuk kepentingan organisasi.." lanjut Matsuri.
Sasuke dan Naruto melongo.
.
"Huh?" Sasuke menatap bingung Matsuri saat dirinya diberi sebuah bando kelinci.
"Ini." Ucap Matsuri menyodorkan bando kelinci merah muda itu kepada Sasuke.
Sasuke tau apa yang dimaksudkan Matsuri.
"NGGAK!" Sasuke tentu saja menolak.
"Ayolah senpai, Pakai." Paksa Matsuri.
"Kenapa aku harus memakai bando kelinci?!" Sasuke tentu saja protes.
Matsuri memutar bola mata. Pertanyaan yang tidak perlu dijawab oleh Matsuri. Tentu saja. Sasuke adalah Pangeran kelinci.
Sedangkan Naruto yang melihat Sasuke diberi bando kelinci mulai merasa tidak enak. Karena kemungkinan besar dia juga akan diberi hal yang sama anehnya seperti Sasuke.
"Ini juga untuk kepentingan kita semua." Matsuri mencoba memaksa Sasuke untuk menerimanya.
"..." Sasuke melah menatap dingin Matsuri.
"SENPAI. Waktu kita tidak banyak." lanjut Matsuri lagi.
Tch, Sialan.
Sasuke pun dengan terpaksa menerimanya.
"Pakai." titah Matsuri kepada Senpainya.
Sasuke menatap Matsuri lalu beralih ke Naruto. Naruto sepertinya menampakan raut tidak peduli. Yah, Sepertinya Naruto tidak berniat mengejek.
Sasuke menghela nafas dalam.
Sreet.
Dia memakainya.
"PFFT Bwahahahaha." Sasuke terkaget karena Naruto langsung tertawa. Sialan,
Matsuri juga mencoba menahan tawanya.
Sasuke tau! dia sedang dikerjai! Dia lalu berniat mencopot telinga kelinci itu. Namun tangannya dihentikan oleh Matsuri.
.
"Jangan dilepas. Ini adalah peranmu. Kau adalah Prince Rabbit!" Matsuri mencoba memberikan sugesti kepada Sasuke.
Sasuke menatap bosan Matsuri. Namun Tatapan Matsuri berubah serius.
Akhirnya. dia mengurungkan Niatnya untuk melepas telinga kelincinya.
Sasuke lalu melirik Naruto. Naruto sepertinya niat sekali mengejek Sasuke.
.
Well, Mari kita lihat apa Matsuri punya sesuatu untuk Naruto.
"Ah, Aku juga punya sesuatu untuk Kapten Kura kura." lanjut Matsuri.
"Err." Naruto punya perasaan tidak enak tentang ini.
Sasuke tersenyum kemenangan. Rasakan.
.
Matsuri lalu mengeluarkan sebuah pedang laser mainan dari ?
"Dengan Ini, Aku anugerahkan pedang saber milik komandan bintang untuk kapten kura kura." canda Matsuri lalu menyerahkan pedang 'keren' itu kepada Naruto.
"AH!"
Sasuke melongo. Ah! Bagaimana bisa Naruto diberi pedang saber keren seperti di star wars. Sedangkan Sasuke hanya dapat bando buluk berwarna merah muda?! WTF just happening?!
"Bwahahahaha!" Naruto malah tertawa.
"WHATS?!"
Matsuri tersenyum.
"Nah, Untuk Sementara, Kalian bisa menggunakan dua benda itu untuk menghayati peran kalian." celoteh Matsuri.
"Apa-" Sasuke malah yang tidak terima.
"Aku yakin itu bisa membantu kalian." Lanjut Matsuri lagi.
.
"Tunggu! Kenapa Naruto dapat pedang seperti itu?!" Sasuke akhirnya protes.
"Kenapa Sih!" Naruto malah menyela Sasuke.
Sepertinya Naruto terlanjur Suka dengan pedang bersinar merah itu.
.
Matsuri memasang pose berpikir.
"Hm, Mungkin Sasuke senpai benar." Balas Matsuri.
"Nah!" Sasuk tidak mungkin membiarkan dirinya memakai bando kelinci sementara Naruto asyik mengayunkan pedang keren dari film star wars. Ciri Khas kura kura adalah tempurungnya! iya!
.
"Mungkin senjata seperti itu terlalu mencolok ya?" Tany Matsuri lagi.
Sasuke mengangguk.
Namun Naruto malah memeluk pedangnya erat. Seakan tidak mau kalau pedang itu direnggut darinya.
.
.
"Sudah Kuduga, Mungkin senjata yang cocok untuk kapten kura kura adalah Palu Kan? Seperti di film THOR!" Lanjut Matsuri lagi.
"A-AP-NGGAK!"
Sasuke langsung protes.
"Kenapa sih?! Sasuke senpai sewot terus."
NO WAY! Selama Sasuke masih bernafas! Dia tidak akan membiarkan NaruThor tampil lagi dalam Fanfic ini!
"Bukan itu Yang aku maksudkan!" balas Sasuke kepada Matsuri.
.
Matsuri menatap Sasuke pusing.
"Akh! Tau akh! Pokoknya kalian harus memakai benda itu sampai seleksi dimulai nanti! Pahami karakter kalian dan kita akan baik baik saja!" Lanjut Matsuri akhirnya.
Sasuke menggaruk rambutnya kasar.
Dasar ketua Egois.
Sialan.
~iwdwiw~
.
Sasuke dan Naruto sedang berada di lorong saat mereka kini tengah berbincang santai. Mereka berniat berjalan ke kelas karena tidak ada yang bisa dilakukan disini tentu.
Mereka akhirnya mengikuti Saran Matsuri. Yah, Memakai dua buah benda keramat yang katanya akan membantu mereka.
Berbeda dengan Sasuke yang berjalan malas. Naruto malah terlihat senang sekali mengayunkan pedangnya ke kiri dan kanan.
Dasar Matsuri sialan. Tau saja cara menyogok Naruto.
Sasuke, yah. Ditatap oleh beberapa orang sedari tadi memang bukan hal special bagi Sasuke. Namun tetap saja dia merasa malu karena dia tengah memakai telinga aneh di kepalanya kini.
Sesampainya di kelas.
mereka hanya melongo saat kelas mereka malah kosong melompong tidak ada orang.
"Huh?" Masih dengan mengayunkan pedangnya. Naruto menatap aneh kelasnya yang tidak ada orang. Ah, Sial. Padahal dia berniat memamerkan pedangnya kepada Shino dan yang lain.
Sasuke juag melirik heran.
"Kemana yang lain?" tanya Sasuke entah kepada siapa.
.
"Mereka tidak disini, Karena mereka semua ada di gedung Theater." Mereka harus dikagetkan oleh sebuah suara dari belakang mereka.
"AKH!"
Mereka berdua menoleh.
Shino. Sial, Orang ini memang keberadaannya tidak disadari.
"Ah, Kau mengangetkanku." Protes Naruto kepada Shino.
"Kenapa mereka ada di sana?" tanya Sasuke.
Shino menatap Sasuke, Lalu dia menatap telinga kelinci yang dipakai nya. Shino malah terdiam.
"..."
"Jangan Khawatir Sasuke, Karena Aku juga suka kelinci." ucap Shino tiba tiba.
Sasuke melongo. Sepertinya dia barusaja dihibur oleh Shino. uh? Atau disindir..?
.
"Kenapa mereka disana?" Tanya Naruto mengulangi pertanyaan Sasuke.
"Karena kelas kita kosong, Kita disuruh membantu kelas 2-3 dan beberapa panitia untuk mempersiapkan sesuatu di Gedung Theater." jelas Shino kepada Naruto dan Sasuke.
Ah, Begitu ya? Well, Yang ada dipikiran mereka berdua adalah. Palingan juga bersih bersih.
.
"Jadi? Kalian akan ke sana atau tidak? Karena Sepertinya teman teman butuh bantuan." ucap Shino lagi.
Namun Naruto malah masuk ke dalam kelas.
Sasuke dan Shino memperhatikan Naruto dengan ujung matanya. Dia malah menarik kursi ke belakang jendela dan duduk.
"Kenapa kau harus ikut bersih bersih saat jam kosong?" ucap Naruto santai.
"..."
"Lebih baik disini menikmati waktu luang." lanjut Naruto lagi. Dia hanya duduk santai memainkan pedang sembari menatap keluar jendela.
Naruto tersenyum melihat pak satpam penjaga gerbang berlari lari lari mengitari halaman konoha gakuen.
Dasar. Satpam aneh. Apa yang dia lakukan? Mengejar kodok?
"Jadi? Kita tidak akan membantu membersihkan gedung Theater?" tanya Sasuke kepada Naruto.
"..."
Naruto hanya menggeleng. Tatapannya masih menuju ke bawah. Memperhatikan pak satpam.
Dia masih berlari lari gaje di halaman. Naruto sedikit heran, Mencoba mengamati apa yang dia kejar. Karena terlihat seru sekali.
Saat Naruto menyipitkan matanya. Dia melihatnya.
Oalah, Dia sedang mengejar seekor kucing jalanan. Sepertinya kucing itu menerobos masuk dari pintu depan.
Naruto tertawa saat pak satpam tersandung jatuh saat mengejar kucing itu.
.
"Lalu? kalian hanya akan ada disini?" Sekarang Shino yang bertanya.
Naruto menoleh sebelum dia menjawab.
"Yap."
Naruto malah menyamankan diri dengan menaikan kakinya ke meja.
Well, Minggu ini memang sudah masuk minggu sibuk. Dimana semua orang di sekolah ini punya tugasnya masing masing. Mempertimbangkan Festival yang akan datang segera.
Bukan hanya Sara dan Fuu yang sangat sibuk mengurus laporan dan melakukan pendataan yang bahkan harus dilakukan di luar sekolah mereka.
Bahkan Pak satpam penjaga gerbang pun sangat sibuk dengan mengejar seekor kucing oranye ya-
.
-Tunggu dulu.
"Oranye?"
Naruto segera berdiri dari duduknya.
Sasuke yang melihat gerak gerik Naruto hanya mengernyitkan dahi.
Saat Naruto sudah memastikan apa yang dia lihat. Dia melotot tidak percaya.
.
.
"FOXX!"
.
~iwdwiw~
.
FOX POV (POINTLESS OF VIEW)
nyaw nyaw nyaw nyaw? nyaw nyaw nyaw nyaw nyaw! nyaw nyaw nyaw. Batin Fox kepada orang yang mengejarnya.
Nyanyaw nyaw nyaw nyaw nyaw! nyaw nyaw nyaw. nyawnyaw nyawww... nyaw nyaw nyaw. nyaw nyaw nyaw. nyaw nyaw nyaw. nyaw nyaw nyaw. nyaw nyaw nyaw. nyaw nyaw nyaw. nyaw nyaw nyaw nyaw. Dan begitulah dia bisa sampai disini.
"Oi! Berhenti kucing jalanan!"
"NYAWWW!
Mellihat Pak satpam yang sepertinya tidak menyerah, Fox pun berlari menuju gedung utama Konoha Gakuen.
"WHATS?!" Pak satpam yang melihat kucing sialan yang dia kejar masuk ke gedung malah semakin sweot. Wah, Bisa gawat kalau seekor kucing menganggu pembelajaran.
Tch, Sudah Fox duga kalau Orang itu tidak menyerah.
"Nyaw nyaw nyaw! wnyanww! nyawww!" Teriak Fox kepada Orang itu.
"WOII! BERHENTI!"
Fox menggeram. Orang Ini keras kepala sekali. Bahkan perkataan Fox tidak didengarkan.
Dengan sedikit trik yang hanya diketahui oleh kaum kucing. Fox berlari menghindar menuju lantai dua.
.
Dan trik itu sepertinya berhasil, Karena pak satpam malah menurunkan kecepatannya.
Hah. Pak Satpam sudah kehabisan nafas saat dia melihat Fox naik ke lantai dua.
.
"Hah.. Sialan. Kucing itu larinya cepat sekali."
Umpat Pak satpam sebelum dia kembali mengejar kucing itu ke tempat dia berlari.
.
Fox berjalan pelan di lantai dua. Yang ada di sorot matanya adalah Sebuah lorong besar dengan belasan pintu yang berjajar.
'Nyaw nyaw nwayawyaw?' Batin Fox.
.
-End Of Mindblown Pov-
~iwdwiw~
.
Masih dengan Membawa bawa pedang saber nya. Naruto kini tengah berlari di lorong. Sasuke dan Shino yang tidak tau apa apa karena tiba tiba Naruto berlari hanya mengekor. Memastikan bukan sesuatu yang buruk lah yang terjadi.
"Oi? Naruto kau mau kemana?" teriak Sasuke mencoba mensejajarkan larinya dengan Naruto, Namun gagal. Karena Naruto terlalu cepat.
Naruto sepertinya tidak mendengar. Karena dia tidak menjawab. Atau mungkin tidak berniat menjawab
.
"Ah Sialan! Jangan bilang kalau dia keluar lewat jendela lagi." umpat Naruto. Yah, Seperti waktu Fox Naruto tinggal ke okinawa. Kucing itu bisa menerobos lewat jendela yang tidak dikunci. Sepertinya kucing itu cukup kuat untuk mendorong jendela.
Tapi bagaimana dia bisa sampai kesini? Sekolah Ini beberapa blok jauhnya dari Leaf Street kan? Dia naik bus? Ah tidak mungkin.
Oke, Itu masalah lain, Yang Naruto perlu lakukan sekarang adalah menghampirinya dan memastikan kalau dia tidak melakukan hal yang aneh.
Melihat Naruto yang berniat turun dari lantai tiga, Sasuke dan Shino saling pandang sebelum mereka mengikuti Naruto.
.
TAP TAP TAP.
Saat di ujung lorong. Naruto berpapasan dengan Karin dan Ino.
"Naruto? Kau kenapa?" tanya Ino yang mencegat Naruto.
"Huh?" Naruto akhirnya berhenti. "Kalian Sudah slesai membersihkan gedung Theater?" tanya Naruto kepada Karin dan Ino.
Kedua gadis itu menatap Naruto bosan. Mereka merasa disindir.
"Belum, Kami hanya disuruh istirahat beberapa menit." jawab Ino
"Kau sendiri? Kenapa Kau tidak membantu dan malah hilang? Shikamaru dan Sasuke juga tidak terlihat tadi." tuding Karin kepada Naruto.
Naruto menatap Heran Karin. Kalau Shikamaru tidak ada bersama teman sekelasnya? Kemana dia?
Ah Ini bukan waktunya-
.
"Ah maaf aku buru buru." pamit Naruto.
"Oi-Narut-"
Namun Naruto sudah berlari turun lagi.
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author Note(s) : Ladies and Gentleman Hanzama Is Back!
Dan, Yah, itulah tipikal mereka. Disuruh menghafal naskah, eh malah ngejar kucing.
wkwk. Oke. Sebenarnya Hanzama ingin membahas salah satu tanggapan sahabat review yang menurut hanzama menarik. ^/^ . Jarang jarang nih,
Nah, Dan ini berhubungan dengan pak satpam yang tidak mau disebut namanya. wkwk. Oke, Ini soal urutan kedatangan para tamu dalam cuplikan rabat besar chapter lalu. Dan Hanzama sangat seneng kalau ada yang memperhatikan detail kecil seperti ini. .
.
"kok sara-fuu dtng pertama di absen ? kan jelas2 kecegat di gerbang,n ketemu sm trio kt satpamnya suruh lewat pintu to ? soalnya ank2 lain jg lewt brarti kan sara-fuu bkn yg sara-fuu lngsung ke aula sdngkn anak2 lain ngeliter dulu kali ya?"
wkwk, yang lain bukan keluyuran dulu mah.
Dan soal urutan yang datang.
1. Klub Fotografi Iwa Art
2. Klub Music. - Dalam kasus ini. adalah Fuu.
3. Klub Drama Iwa Art. - Sara.
namun, masih ada nomor 0. yak! Panitia.
Dan dalam kasusnya. Hanzama mengasumsikan yang dimaksud oleh pak satpam tentang "tadi yang lain juga masuk lewat situ," mungkin gerombolan neji geng.
dan
dan, kenapa klub fotografi bisa datang paling awal? dalam kasus ini adalah, Um. Sasame Fuuma? -_-a
Nah, Itu 'Mungkin' Adalah spoiler yang merujuk sebuah 'kejadian' di chapter2 mendatan-uhuk uhuk.. (Hanzama Akan menakankan kata 'mungkin' wkwk)
Ada lagi penjelasan mengenai perbedaan jam antara kedatangan Sara dan Fuu, Dan pak satpam yang kebetulan jajan. Tapi Ah, Hanzama tidak akan menjelaskan semuanya disini.
Yah, Hanzama mungkin bekerja keras memikirkan detail dari jalan cerita. Namun soal penulisan, Jangankan detail, Permukaannya aja bahkan acak acakan. -_-
Yah. Itu tipikal laki laki sieeh :v .. #ngeles Atau jangan jangan. Hanya Hanzama penulis laki laki yang tersisa di Fanfiction? Whaaaaaaaaaa... #kat
oke, mungkin hanya itu,. Mari kita potong supaya tidak banyak spoiler yang bocor.. ehem.
..
Hahaha. Okesip, Makasih untuk Bi Chan. Hadiah hiburan akan kami kirim via mimpi. Bila ada yang kurang jelas lagi. Silahkan bertanya. Karena pertanyaan para sahabat reader juga ikut ambil bagian dalam berkembangnya fanfic ini. whwh.
Well, sekali lagi terimakasih sudah baca. dan, Sekali lagi maaf soal typo dan kosakata yang tidak baku, yang senantiasa menghiasi fanfic abal ini. Hanzama hanya belum punya waktu untuk memperbaiki.
Sekian Dari Hanzama, Salam hangat selalu, Semoga sukses dari Hanzama(?)
Bila takdir masih mempertemukan kita. Kita akan bertemu lagi di chapter 44. Prince Rabbit dan Kapten Kura Kura Part 2.
Sekian.
Cya
Kritik dan Saran
v
v
v
v
