chapter 44 : Prince Rabbit dan Kapten Kura Kura Part 2
.
Matsuri kini tengah berada di ruang guru. di depannya, beberapa guru yang dimintainya bantuan hanya menatap Matsuri ragu sembari sesekali memijit kepala.
"Matsuri-san. Itu permintaan yang berat kau tau?" tanya Kakashi yang termasuk dalam gerombolan guru tersebut.
Matsuri hanya menatap Kakashi penuh harap.
"Aku mohon sensei, Ini hanya sebentar. Waktu kami tidak banyak. Aku hanya ingin membuat Naruto-senpai dan Sasuke-senpai lebih siap dalam seleksi nanti sore." balas Matsuri.
Kakashi menghela nafas dalam. Yah, Ini adalah permintaan yang aneh dari Matsuri. Seumur umur karirnya menjadi guru, Baru pertama kali ini dia dimintai hal seperti ini.
Yah, tepat beberapa menit yang lalu, Matsuri masuk ke ruang guru dan menghampiri mejanya.
Matsuri menceritakan tentang masalahnya. Tentang dimana dia sekarang punya waktu kurang dari tiga jam untuk membuat Sasuke dan Naruto memahami perannya dalam drama. Dan, Permintaan Matsuri adalah..
.
.. menyuruh Azuma-sensei, Guy-sensei, dan Kakashi sendiri untuk menjadi antagonist dadakan dalam sebuah simulai.
"Ne. Matsuri. Kita tidak mungkin untuk melakukan hal seperti itu kan?" Sekarang Azuma berniat mengelak. "..Kau tau kami sebagai guru ada urusan yang lebih penting yang harus dilakukan." Lanjut Azuma lagi.
Kakashi mengangguk.
"Tapi.. Ini hanya sebentar sensei." Ucap Matsuri lagi. Masih mencoba meyakinkan para senseinya ini.
"Hah. Kenapa kau tidak meminta kepada teman teman sekelasmu? Kau tau? Meminta hal seperti ini kepada guru adalah hal yang aneh kau tau?" lanjut Azuma lagi.
Matsuri menunduk. Bukan itu yang dimaksudkan Matsuri. Matsuri hanya berpikir kalau meminta secara pribadi kepada guru yang berniat membantu akan membuat rencananya lebih matang.
"Tapi!.." Dia berniat membujuk para senseinya lagi. Namun Azuma malah memotongnya lagi.
.
.
"Nah! Guy Katakan sesuatu kepada muridmu!.. Kau juga mengerti kan kalau-"
.
"HUWAAAAA!" Azuma hanya melongo saat koleganya, Guy malah berteriak.
"Oi kau kenap-"
"K-KAU! SUNGGUH menyayangi Klub Mu! HUWAA! Ini juga merupakan makna masa muda!" Teriak Guy kepada Matsuri. Matsuri hampir saja terkaget dengan teriakan Guy-sensei.
"..."
Azuma seketika itu menepok jidatnya sendiri. Sial memang, membahas sesuatu dengan Guy memang tidak pernah ada benarnya.
"Err.." Matsuri tidak tau harus berkata apa.
"TENTU SAJA KITA AKAN MEMBANTU!" Teriak Guy lagi. Untung di ruang hanya ada mereka berempat. Kalau tidak, pasti para guru yang lain akan terganggu. Well, walaupun mereka sepertinya sudah terbiasa dengan watak guru enerjik ini.
"Benarkah?" tanya Matsuri senang. Dia menatap Guy-sensei kagum.
Guy mengangguk sembari mengacungkan jempol. Dia tersenyum memamerkan deretan giginya yang berkilau.
Matsuri lalu berlaih menatap Azuma dan Kakashi.
Guy sensei pun juga menatap Azuma dan Kakashi dengan tatapan yang mengisyaratkan. 'Lakukan! Membantu Murid adalah tugas seorang guru kan?!'
Kakashi dan Azuma bergantian menatap Matsuri kemudian Guy.
Matsuri.
Guy.
Matsuri.
Guy.
Ah, SIal. Kalau dipikir pikir, Sepertnya tidak benar kalau membuat salah satu muridnya kecewa.
Mereka berdua saling tatap sebelum akhirnya tekad mereka melunak.
"Hahh sialan~"
"Hah. Baiklah."
"Yes!" Matsuri tersenyum girang. Oh Oke, Rencanyanya kali ini akan berhasil.
"... Jadi Apa yang harus kami lakukan?" tanya Kakashi kepada Matsuri.
Matsuri tersenyum manis.
"Mudah saja Sensei!-" Matsuri menggantungkan kalimatnya.
.
.
"Cobalah Bunuh Naruto dan Sasuke senpai."
"..."
xxx
Naruto © Masashi Kishimoto
I Will Do What I Want © Hanzama
Rating : T(+)
Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.
Pairing : Comin Soon
xxx
Di lantai dua lah Naruto berada sekarang. Dia masih saja celingak celinguk kesana kemari untuk mencari seekor kucing. Yah, matanya tidak mungkin menipu. Kucing oranye bermata tajam itu pasti Fox.
Maksudnya adalah, Naruto tidak yakin kalau ada kucing berwarna oranye selain Fox di Konoha.
Dan itu pertanda buruk. Kalau Fox berada di area sekolahan ini, tidak tau apa yang akan terjadi padanya beberapa menit setelah dia masuk ke gerbang utama. Mengingat Konoha Gakuen dipenuhi oleh orang orang tidak waras. Tapi well, meskipun Naruto tau seekor kucing tidak mungkin mati hanya karena mengunjungi sebuah sekolah,
Tetap saja, dia khawatir.
.
cukup lama dia mengamati sudut lorong sebelum tiba tiba.
Nyaww~
Naruto reflek menoleh saat dia mendengar suara kucing. Namun nihil, dia tidak melihat apapun.
Nyaww~
Lagi. Naruto cukup yakin kalau telingannya tidak menipu. Dan dia cukup yakin juga kalau suaranya dekat dari tempatnya berdiri.
Naruto mencoba menajamkan telinganya.
Nyaww~
DEG! itu dia!
Naruto mendengar erangannya dari dalam sebuah pintu.
SREKK! Naruto tanpa basa basi membuka pintu itu.
"..."
Semua orang yang ada di ruangan itu menoleh. Menatap aneh orang yang masuk sembari menenteng pedang ala star wars di tangannya.
"Kau? Ada perlu apa di sini?" Tanya Guru yang sedang mengajar.
"Err.." Naruto tidak yakin apa yang harus dia katakan. Dia sepertinya salah pintu.
NYAWWW!
"AKH!" Naruto terkaget saat Fox berlari keluar menerobos diantara kakinya. Seluruh isi kelas juga terkaget saat tiba tiba ada seekor kucing yang nyelonong keluar.
"FOXX?!"
Naruto reflek mengejar Fox.
Namun Fox malah berlari menjauhi Naruto dan menuju lorong yang dilewati Naruto tadi.
Oke, itu aneh. Kenapa Fox lari dari Naruto?
"Foxx? Tunggu!"
Wusssh~ Bak Lorenzo yang dikejar Quick Silver. Fox berlari sekuat tenaga tanpa menoleh.
Naruto mencoba menyamai kecepatannya. Namun apa daya, Dia hanyalah Kura-kur-er. Maksudku, Dia tidak sebanding dengan reflek kucing.
Naruto berlari sekuat tenaga sebelum langkahnya dihentikan sosok Shino dan Sasuke.
.
"Oy. Naruto.. Bukankah yang tadi itu adalah Fox?" tanya Sasuke saat dia sudah berada di depan Naruto.
Naruto hanya menatap Sasuke malas, sebelum Dia mengkomando Sasuke dan Shino untuk ikut membantu mengejar Fox.
"H-Hah?"
Naruto tidak punya waktu menjelaskan. Sasuke dan Shino hanya mengangkat bahu sebelum akhirnya menuruti saja apa kata Naruto.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
"FOXX!"
Yah, Kalian bisa tau apa yang terjadi selanjutnya.
"FOXXX!"
Naruto malah mengitari lantai dua sembari teriak teriak. Kau tau Naruto? Seharusnya kau lebih peka terhadap keadaan disekitarmu.
"FOXXXXXXXXXXXXXX!"
BRAK! Seseorang muncul dari dalam pintu kelas yang baru saja dilewati Naruto.
"BRISIK WOOY!" Kurenai Sensei yang kebetulan tengah mengomeli kelas satu yang diampunya belajar tentu merasa terganggu dengan teriakan seorang anak muda berambut kuning yang menenteng menteng pedang saber ini.
Dan, Naruto hampir saja terjatuh kaget karena teriakan orang yang tiba tiba dia dengar.
"Kau! Kenapa kau teriak teriak? Kau tidak tau kalau kelas lain sedang pelajaran?!" bentak Kurenai galak.
Err. Naruto malah berdiri mematung. Posisinya membelakangi Kurenai lantas tidak membuat Naruto berbalik dan menatap Kurenai. Naruto malah mencoba menutupi wajahnya.
Ah, SIal. Naruto terjebak di situasi yang rumit.
.
#WARNING! : Matsuri Special Quest Begin.
"Ada Apa ini?" Tak Lama. Datang sebuah suara dari depan Naruto berdiri.
"..."
Naruto mencoba menyipitkan mata. A-Aura Ini? IBIKI?!
Yah, Naruto lupa kalau berlarian di lorong tandanya dia 'menantang' seseorang.
DEG.
Ah bukan, Ternyata guru lain yang tengah berjalan Sembari meroko-Err. Yah, Naruto cukup yakin kalau merokok adalah hal yang dilarang di sekolah ini. Meskipun bagi guru.
Yah, Naruto kenal dengan orang ini. Azuma.
"..." Naruto diam mematung. Dia tidak tau harus berbuat apa.
"Hoi Azuma! Nasehati anak ini supaya tidak berteriak-teriak di lorong! Dia menganggu murid lain yang sedang pelajaran kau tau?" Adu Kurenai Kepada Azuma.
Sedangkan Naruto melirik sebal Kurenai dari sudut matanya.
.
Saat Azuma sudah berada di depan Naruto. Dia mengamati Naruto intensi dari atas ke bawah.
"Heh? NamHikaze Naruto huh?" Ucap Azuma kepada Naruto. Dia menatap pedang merah yang ada di tangan Naruto.
Naruto hanya menelan ludah.
"Y-Ya." balasnya pelan.
Kurenai mengangguk senang. Nah gitu! Itulah Guru yang tegas! batin Kurenai.
.
"Jadi Kau menganggu Tuan Putri ku Yang sedang mengajar murid murinya?" ucap Azuma kemudian.
"A-aa?" Naruto malah tidak mengerti.
Sedangkan Kurenai hanya menatap Azuma aneh.
"Huh?" tanya Kurenai polos.
Azuma menoleh ke kurenai.
"WAHAI KEKASIHKU!.." Detik Selanjutnya Azuma berteriak. Dia menunjuk Kurenai.
"Err..?"
Azuma lalu mendekati Kurenai.
"... Meskipun Aku harus mati pun! Kehormatanmu adalah Harga Diriku!" Teriak Azuma lagi.
Oke, Teriakan yang satu Ini sedikit membuat Kurenai tersipu.
"Eeehh?.. A-Apa yang kau lakukan BODOH!?" Kurenai malah bertingkah kikuk sembari memegangi pipinya yang memerah. Dia memaki maki Azuma.
Sedangkan para murid yang ada di kelas Kurenai hanya bertanya heran sembari mencoba mendongak melihat Gurunya yang malah tidak segera masuk ke dalam.
.
Naruto juga melongo. Dia adalah orang yang paling tidak mengerti apa yang terjadi. Bukan Hanya Naruto, Bahkan Author juga tidak tau sebenarnya ada apa!
Azuma lalu menoleh ke Naruto.
"Kau!" Azuma menuding Naruto.
"H-hah?"
"Menggoda gadisku artinya Perang!" Teriak Azuma. Kata Kata yang membuat Kepala Kurenai pusing dan berasap.
Azuma Lalu Mengeluarkan sebuah korek api dari Kantungnya.
Naruto yang melihat benda itu hanya terheran heran.
Namun saat Azuma melempar puntung rokoknya (Yang hampir saja mengenai jidat Naruto). Naruto mengerti.
"S-Sensei...?" Naruto mundur. Dia mengenggam erat pedangnya.
Namun Azuma malah menatap dingin Naruto. Dia semakin meminimalisir jaraknya dengan Naruto. Hingga Akhirnya Naruto terpojok oleh tembok.
"M-MUNDUR!" Ucap Naruto takut.
"..."
"Mundur! Aku punya pedang!" Naruto malah mencoba menggertak gurunya yang sepertinya kesurupan jin.
"..."
"HUWAAAA!"
.
.
-Sret. Tap Tap Tap.
Naruto membuka matanya saat tangannya disambar seseorang dan diseret pergi dari situ. Sembari berlari Naruto menatap Punggung gadis yang menyeretnya. Yukata.
.
Lantai 3
Naruto kembali lagi ke lantai tiga setelah Yukata berhenti dan melepaskan pergelangan Naruto.
Yah, Naruto sepertinya diselamatkan.
"Hm, Terimakasi-"
PLAK!
Dan Detik berikutnya Naruto ditampar.
"Woi. Apa yang ka-"
"Hiks.."
"..."
Yukata malah Menangis.
"Aaa?.." Sekarang Naruto bingung.
Sembari memegang pipinya, Naruto mengernyitkan mata heran.
"O-Oi Kau kenapa?"
"Hikss.."
"kau-"
"Hikss.."
Naruto menyentuh pundak Yukata. Dia mencoba menganalisa apa yang terjadi.
"oy...Kau kenap..a?" Tanya Naruto lagi. Saat Yukata mendongakkan kepalanya menatap Naruto, Naruto bisa dengan jelas melihat air mata Yukata dan pandangannya yang sedikit sembab.
"Hikss.." Yukata tidak menggubris pertanyaan Naruto dan tetap menangis.
"Oi. Sebenarnya ada apa?" Entah Kenapa Naruto malah merasa aneh.
"Hikss.. Hikss"
..
Seperti Deja vu.
Oke, Naruto tidak suka suasana seperti Ini. Dimana dia berduaan dengan seorang gadis yang sedang menangis. Bisa bisa dia dikira orang jahat saat ada orang lain yang melihat mereka berdu-
"Oyyy~..Naruto!~"
.
DEG! Benar saja. Kan! Ada orang yang memergoki mereka berdua.
Naruto menoleh ke sumber suara. Nampak tiga orang yang dia kenali dari sudut matanya.
Kiba, Chouji dan ... Shion.
Ah sial!
Naruto sempat saling tatap dengan Shion sebelum pandangan Naruto beralih ke arah lain.
"Huh? Kau kenapa Naruto?" Tanya Kiba polos. Dia Melirik gadis di depan Naruto yang menangis.
Oke, Suasana disini malah menjadi semakin aneh.
"Inuzuka.. Siapa gadis itu." bisik Shion kepada Kiba. Dia membahas Soal Yukata yang bersama Naruto.
Kiba mencoba berpikir. Dia menatap Naruto bak orang mempergoki pencuri ayam. Yah, Kalau tidak salah dia pernah mendengar rumor Naruto berpacaran dengan anak kelas 1 atau semacamnya-Ah, dia juga kurang tau.
Kiba hanya mengangkat bahu.
"Kau kenapa disini Naruto?" Chouji mencoba bertanya. Dia menenteng nenteng beberapa buah sapu yang sepertinya milik kelas 2-1.
"Eh Err.. Aku-"
"Senpai!" Kata kata Naruto harus dipotong oleh Yukata yang berteriak.
"Y-Ya!" Sekarang Naruto, Kiba, Chouji dan Shion mengalihkan perhatian dengan gadis kelas satu ini.
.
.
"K-Kau harus bertanggung jawab.."
"..."
.
Eh Err.. .
.
.
"K-Kau harus bertanggung jawab.."
"Hah?" Naruto melongo. Apaan sih?
"..."
Bertanggung jawab gimana?" tanya Naruto tidak mengerti.
Yukata malah menangis lagi.
"K-Kaatakan kau akan bertanggung jawab senpai!" Suara Yukata meninggi.
"Apaan sih?!" Naruto juga ikut tidak sabar.
"A-Aku tau senpai bukan orang yang suka lari dari kenyataan kan? kan? hiks."
"..."
"Aku juga sadar kalau lelaki itu semua berhati lembut.. i-iya kan? hikss."
"..."
"HUwaaaa~~ Hmpt-"
"Oi Oi Oi.." Naruto malah membungkam mulut Yukata dengan tangannya. Memastikan dia tidak berteriak di lorong atau kejadian tadi akan terulang lagi.
Sedangkan Shion menatap risih dengan perlakuak Naruto terhadap gadis kelas satu itu.
"pssst.. Tenang... Dan katakan padaku to the point." ucap Naruto kepada Yukata. Dia menatap Yukata Intens.
Yukata balas menatap Naruto dan Akhirnya mengangguk.
Saat Naruto sudah yakin kalau Yukata tidak akan berteriak. Dia melepas tangannya perlahan.
.
Yukata Menangis lagi.
Membuat Naruto menepok jidatnya sendiri.
.
.
.
".. Hikss.. A-Aku.. Telat.. senpai.."
.
.
.
Yukata memegangi perutnya.
"..."
Tunggu dulu! Apa ya-
.
.
.
.
"A-Aku hamil anakmu."
.
"H-HAH?!"
"WATTTTT?!"
"APAAAAA?!"
~i Will Do What I Want~
.
Masih di area sekolah, Sasuke berjalan pelan diantara bangunan besar konoha gakuen. Dia sudah keluar dari gedung utama konoha gakuen. Dan entah kenapa kakinya membawanya ke daerah yang dekat sekali dengan Gedung Theater.
Dia tidak tau harus kemana saat Naruto bilang dia harus mencari Fox yang menyusup masuk ke sekolah ini. Jadi dia dan Shino berpisah di tangga lantai satu tadi.
Bahkan Sasuke tidak yakin Shino tau apa yang mereka cari sekarang.
.
"Huh? Apa yang kau lakukan Sasuke?"
Sasuke menghentikan langkahnya saat dia mendengar teguran seseorang.
Sasuke memutar badan, di depannya kini seorang gadis berambut merah sudah berdiri menatapnya.
"Hn. Tidak ada." Balas Sasuke kepada Pertanyaan gadis itu enteng.
Yah, Gadis yang sedang menumpang di sekolah orang lain.
.
"..." Sara malah diam dan menatap telinga kelinci Sasuke. Pandangannya lalu beralih ke Sasuke yang menampakkan raut dingin.
'Sebenarnya apa yang dia lakukan?' Oke, Telinga kelinci itu malah membuat Sara penasaran.
Namun, tatapan Sasuke yang dingin membuat Sara ragu untuk bertanya. Yah dia hanya akan menganggapnya positif. Dan beranggapan Sasuke sedang mencoba tren macho terbaru.
"Hn. Aku ada urusan, Sebaiknya aku pergi." Sasuke malah berniat pergi saat Sara tak kunjung berucap lagi.
"..." Sara hanya diam. Yah, Sulit memang mencoba berkomunikasi dengan pemuda ini.
.
"W-well. Sebaiknya ka-"
Nyaww
"..."
"tunggu!" Sasuke memotong perkataan Sara saat gendang telinganya mendengar sesuatu.
Sasuke mencoba menajamkan pendengarannya.
NYAWWW~
Srreek Sreek. Suara itu datang dari semak belukar.
"..Fox...?"
NYAAAAAA!
Wush..
Layaknya seekor panther yang siap menerkam mangsanya. Fox keluar dari semak belukar dan melompat tepat di wajah Sasuke.
menutupi muka Sasuke sepenuhnya dengan tubuh kecilnya.
"Waaa!"
Saat Kaki depan Fox memegangi rambut Sasuke. Sasuke mencoba melepaskan dampak serangan dadakan ini.
Namun Fox malah memeluk wajah Sasuke sembari menyakar nyakar.
Sara hanya melongo melihat kejadian itu.
"Wooiii!"
Puk!
Fox malah menggunakan Kepala Sasuke sebagai batu loncatan.
"Apa y-"
Sial bagi Sasuke. Sudah dicakar cakar. Kepalanya diinjak pula.
.
Dan. Fox menghilang lagi.
Sara yang melihat Sasuke mengabaikan lukanya dan celingak celinguk mencari kucing tersebut dengan tatapan marah hanya bertanya heran.
"Err? Kau tidak apa apa? Sasuke?"
Sasuke malah menampakkan wajah aneh.
.
'.. Sepertinya kurang baik."
S-setidaknya, Sisi baiknya adalah.
.
.
Bando kelincinya baik baik saja.
.
~ I Will Do What I Want~
.
Matsuri tertawa cekikikan saat dia melihat Yukata mengerjai Naruto dengan aktingnya. Satsuga Yukata! Dia memang hebat.
Bahkan, Matsuri semakin geli saat di dekat Naruto dan Yukata ada beberapa orang yang sepertinya kenalan Naruto yang tidak sengaja lewat.
Yah, Matsuri sudah mengecek aturan Audisinya. Dimana Mereka akan menampilkan sepatah drama dari keseluruhan cerita sebagai acuan seleksi. Dan Matsuri niat ingin menempatkan Naruto dan Sasuke dalam keadaan dimana mereka harus berimprovisasi.
Dan meminta bantuan kepada Guru adalah hal briliant.
Matsuri sangat yakin kalau ini lebih efektif daripada menghafal naskah.
.
Matsuri tersenyum iblis.
"Mwahahahahahaah..."
.
~IWDWIW~
Fox Nyaw Nyaw Diary.
Huh. Sial.
Begitulah manusia. Melihat Kucing yang sedang dalam masalah. Bukannya ditolong. eh malah diuber.
Fox tidak bisa memungkiri kalau dia barusaja terjun dari jendela lantai dua dan berakhir di semak semak.
Yah, Dia ingat sesuatu saat dia dikejar oleh orang aneh yang membawa bawa benda bercahaya merah. Fox memang tidak melihat wajahnya karena sibuk berlari. Namun dia tau, Orang yang membawa benda aneh tandanya dia juga aneh.
Saat dia merasa melihat Sasuke. Fox harus kecewa lagi karena Sasuke yang dia kenal bentuknya tidak seperti itu.
Sasuke tidak punya antena merah muda di kepalanya.
Tadi malam dia menemani Shikamaru menonton film alien. Dan Fox cukup yakin mereka mempunyai antena.
Orang tadi bisa saja adalah Alien yang mencoba menyerupai bentuk Sasuke.
Fox mencoba menyerangnya. Namun.. Cih... dia cukup tangguh.
.
Fox jadi sedih karena dia tidak bisa menyelamatkan Gadis berambut merah yang disandera alien tadi. walaupun Sasuke bilang kalau dia adalah gadis 'numpang' .. Tapi Fox tau kalau dia adalah gadis baik..
.
.
Sayang umurnya sangat pendek.
.
Fox menggeleng mencoba menghilangkan pikiran aneh dari syarafnya.
Fox tau, Saat melihat orang orang disini. Mereka memakai baju yang sama seperti yang dikenakan Naruto setiap pagi sebelum dia pergi.
mungkin Fox bisa menemukan Naruto disini.
.
Yah, Dia harus menemukannya!
.
.
Disini banyak orang jahat.
.
xxxxxxx
TBC
xxxx
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author Note(s) : Wasshooyyy Tukang telat is Back! Maaf, Karena beberapa minggu gak ada kabar. biasa lah.. haha-ehem..
Entah kenapa orang orang di fanfic ini selalu salah paham dengan keadaaan. =.=
Okeh,, Hanzama tidak mau basa basi lebih banyak di chapter ini.. ..
Eh err. Dan, Maaf chapter kemaren ripiunya gak Hanzama balas.. Hanzama Kadang lupa sebenarnya review sudah dibalas atau belum -_-a
Gak terasa sudah hampir setahun Hanzama menggarap fanfic ini.. *v* Dan mengingat belum ada perkembangan berarti dari segi penulisan (_ _") .. Perasaan Hanzama jadi capur aduk.
..
But well, Daripada banyak cingcong. Mending kita segera memasuki masa tunggu (#dor)
Salam Hangat dari Hanzama, Semoga reader sukses selalu..
^.^
KRITIK DAN SARAN
v
v
v
v
