"A-Aku hamil anakmu."

.

"H-HAH?!"

"WATTTTT?!"

"APAAAAA?!"

Naruto melongo tidak percaya. Tunggu-

"J-Jangan bercanda!" Naruto Protes. Jelas saja dia protes. Gadis ini sepertinya mulai menggila (lagi).

"Aku serius senpai!" Yukata malah teriak teriak.

"NGGAK!" Sekarang Naruto sangat yakin kalau gadis ini dan Aktinya kini tengah mengerjainya.

.

"Naruto..? Kau.." Shion mulai meminta penjelasan kepada Naruto.

Naruto yang ditatap Shion jelas tidak bisa apa apa. Mau memberi penjelasan apa coba? Naruto yakin kalau orang orang diluar organisasi Matsuri sepertinya mentalnya belum siap untuk menerima kegilaan klub drama.

"A-Aku tidak!" Akhirnya hanya itu yang dikatakan Naruto.

"Hikss.." Menoleh ke Yukata yang terisak lagi. Membuat Shion meneguhkan niatnya untuk tidak percaya dengan Naruto.

Shion menatap Yukata lalu berganti ke Naruto.

"..."

Detik berikutnya dia pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.

Dari kejauhan. Matsuri malah memiringkan kepala melihat tigkah laku Shion. Matsuri sepertinya tidak sadar dengan tensi berat yang dirasakan Shion kepada 'Hubungan' Yukata dengan Naruto.

.

Naruto tidak menggubris Shion yang pergi begitu saja. Malahan, Dia menatap heran Chouji dan Kiba yang tidak ikut pergi dari situ.

.

Merasa ditatap, Kiba malah..

"Err.."

Kiba malah menyulurkan tangan kepada Naruto.

"..."

Naruto yang tidak mengerti hanya diam dan menerima jabatan kiba.

Kiba lalu berucap.

.

.

.

"Um,...Semoga keluarga kalian Sakinah, Mawadah, Warohmah." Ujar Kiba.

"...".

.

Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc | Pairing : Coming Soon | Relax and Enjoy Story.

.

.

-Kucing Oranye-

By : Hanzama

Fox.. Fox.. Kenapa kau bisa sampai ke selatan?

Apa di rumahmu tidak lagi ada makanan?

Sehingga kau memutuskan untuk menjadi kucing jalanan?

Sungguh kasihan.

Nasibmu seorang kawan.

Hidup diantara ribuan suara kaki berjalan.

Menganggu tenangnya perasaan.

Fox.. Fox.. Suara ribut membangunkanmu.

Dari kebiasaan tidur nyenyakmu.

Berjalan di jalanan berbatu.

Wahai Temanku.

Mencari sosok yang familiar di keseharianmu.

Berharap dia bisa membantu.

Fox.. Fox.. Lekaslah pulang.

Hentikan semua masa berpetualang.

Doktrinlah pikiranmu untuk tenang.

Sadarkan dirimu akan waktu sekarang.

.

Ingatkah kamu dengan seseorang?

Yang khawatir kalau kau hilang.

Fox.. Fox..

Kucing mungil. Berhati kecil.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

chapter 43 : Prince Rabbit dan Kapten Kura-Kura Part 3

Lagi Lagi Fox harus dibuat bingung dengan tempatnya berdiri sekarang. Ah Sial. Kenapa di sekolah yang sebesar ini dia bisa tersesat.. err..

Fox bahkan semakin merasa ngeri saat puluhan orang yang berseragam sama tiba tiba keluar dari segala penjuru.

Apa ini sudah mulai musim kawin bagi manusia? Pikirnya. Sial. Fox tidak tau lagi. Bahkan bagi seekor kucing sekalipun. Melihat segrombolan orang yang tiba tiba keluar bak pasukan yang ingin tawuran merupakan siksaan mental. Tekanan yang berat mengingat Fox adalah sosok yang paling pendek dibanding mereka semua.

NYAWWW!

Akhirnya Fox berlari lagi.

Langkah kaki kecilnya membawa kucing lugu ini ke sebuah tempat yang Fox tidak tau lagi. Ah. Bodo Amat dengan Nnyawruto-

Et tunggu.

Fox menatap dari kejauhan sosok yang familiar.

"Nyaww Nyawww?!" ucapnya girang.

Itu dia! Naruto! Fox Akhirnya menemukannya!

Fox menatap senang sosok yang dia kenal yang tengah duduk di sebuah bangku bersama seorang gadis.

"Nyawwww!"

Fox tanpa disadari berlari sekuat tenaga menghampiri Naruto.

"Nyawww!

"..."

"Nyawww!

"..."

"Nyaw-" Tunggu-

Fox mengurangi kecepatan saat dia merasa yang aneh dengan Naruto.

Nyaw?! Kenapa Naruto berambut hitam?

...

Apa bulunya akan rontok?

Batin Fox. Yah. Fox pernah mengalaminya. Dimana bulunya memutih sebelum rontok dan berganti ke bulu yang baru. Fox Pikir itu lumrah bagi seekor kucing.

Yah. Fox kurang mengerti soal manusia.

Namun Fox sangat yakin kalau Orang yang Fox kenal memiliki garis melintang di pipinya hanya Naruto.

.

Fox akan memastikannya.

.

Fox berlari sekuat tenaga mendekati orang itu. Dia bahkan tidak mempedulikan orang lain yang duduk di samping orang itu.

Dengan lompatan setinggi kangguru Fox melompat menerjang orang itu.

.

.

'Sudah ku bilang Hinat-'

NYAWWWW

?!

.

"What The fag!" Menma mencoba melepas objek yang tiba tiba menerkam dirinya saat dia berbicara dengan Hinata.

"Menma?!" Hinata juga terkejut saat percakapan mereka baru saja di interupsi oleh seekor kucing.

"Hinata! Help!" ucap Menma panik.

Hinata dengan segera melepas cengkraman kucing itu dari kepala menma.

Nyaww.

Suara Fox saat Hinata sudah memeganginya. Fox tidak bisa berbuat apa apa saat Gadis yang tidak dia kenali kini tengah menggendongnya dan menatapnya dari mata ke mata.

"Siapa kau Kucing kecil?" tanya Hinata kepada Fox.

Mengabaikan Tatapan Menma dan mukannya yang sudah kusut. Yah, Tipikal Fox. Menerjang orang di muka dan memberi make up khas kucing.

"Stupid CAT-" Umpat Menma sebelum dia di jitak Hinata.

BLETAK!

"adaww.. Kenapa si-"

"Jaga ucapanmu di Jepang Menma! Atau kau akan diculik oleh Kuchisake Onna." ucap Hinata mencoba menakut nakuti Menma dengan urband legend Hantu.

Namun itu efektif untuk membuat Menma diam.

Hinata Lalu menatap Fox lagi.

"..."

"..."

"..."

Mukannya memerah. Pandangan lugu kucing itu meluluhkan hati Hinata. Entah kenapa Insting keibuan Hinata memuncak hanya dengan melihat Fox.

"Kyaaa!" Hinata mencengkram Fox erat. Membuat Fox tercekat karena Hinata memeluknya seperti seonggok cucian yang siap diperas.

Fox mencoba berontak.

"Grr nyawwww!"

Fox menggoyangkan seluruh tubuhnya untuk mencoba melepaskan diri.

Namun Hinata malah memeluk Fox erat di dadanya. Membuat Fox yang bertabrakan dengan 'itu' sulit bernafas.

"Nyahmg-"

.

Sepertinya Fox salah perhitungan.

Ah sial. Tekanan Ini terlalu berat untuk Fox.

.

.

.

SKIP

.

Sialan. Batin Fox.

Kenapa dirinya bisa berakhir seperti ini. Yah, Fox Sekarang tengah berada di gendongan gadis yang sama yang hampir meremasnya beberapa menit yang lalu. Sepertinya Gadis ini tidak berniat melepaskan Fox begitu saja. Dilihat dari sang Gadis ini masih saja menenteng nenteng Fox bak barang belanjaan kesana kemari.

Sial. Seberapa keras apapun Fox mencoba melepaskan diri. Namun Gadis ini memeluk erat Fox di dadanya. Ah.

".. Jadii Bagaimana kesan pertamamu di sekolah ini?" tanya Hinata kepada seorang laki laki yang berjalan di sampingnya.

Meninggalkan Fox. Mari kita dengar sedikit apa yang mereka perbincangkan.

Menma menyeringai.

"Not Bad.. Konoha Gakuen tidak jauh berbeda dengan MSH.."

Hinata diam sebelum dia hanya bergumam.

"Oh."

Yah. Menma tau. Dilihat dari manapun. Sepertinya Hinata lah yang kurang krasan berada disini. Padahal, Sudah sekian lama semenjak dia berada di jepang. Namun, Sepertinya Tanah kelahirannya ini malah tidak membawa nostalgia kepada Hinata. Entah Apa masalahnya.

Menma menatap Hinata yang berjalan sembari menatap ke depan.

.

"Tsk. Jujur saja padaku Hina.. Kau kenapa?" tanya Menma.

"Hah?"

"Kau sudah menjadi sepupuku sejak lama. Aku tau saat kadar Moodmu naik atau turun." tuding Menma.

"..."

"Cerita padaku.. Kau punya masalah apa?" Tuding Menma lagi.

"Tidak ada apa-apa." Jawab Hinata enteng,

"..bohong.."

"..Serius!"

"Bullshit!"

"Bodo."

Menma menghela nafas. Menma tidak bisa apa apa kalau Hinata memang ngotot mau menyimpan masalahnya. Yah, Menma hanya khawatir kalau masalah yang dihadapinya ini ada hubungannya dengan 'masalah' yang menjeratnya sebelum dia pindah ke Moscow dulu.

Tapi Biarlah. Hinata sudah jauh berubah daripada Hinata cengeng yang dulu.

Menma hanya berjalan dalam diam. Sesekali dia melirik kucing yang Hinata gendong sembari mengikuti langkah Hinata yang sepertinya berniat menuju gedung utama Konoha Gakuen.

"Hina.." Menma mulai menegur Hinata.

"Huh?"

"..Kau yakin mau membawa kucing jalanan itu..?" tanya Menma ragu.

Hinata malah menatap Menma aneh.

.

.

"Aku akan membawa Oranye Ikut Bersamaku." Ucap Hinata senang.

"..Oranye?"

"Yap."

"Kau mau membawanya pulang?!" Menma melongo.

Hinata hanya mengangkat bahu. Dia mengiyakan.

"Dia sekarang adalah peliharaannku."

Glek! Fox menelan ludah. Yabaii!

Sesaat setelah Hinata mengecap Fox sebagai miliknya. Fox malah semakin gencar untuk melepaskan diri.

Namun Hinata memeluknya erat. Sial. Tenaga Fox sia sia. Mungkin itu kodrat kucing yang tidak dilahirkan dengan kekuatan otot yang besar.

Hinata berhenti melangkah. Dia membalik tubuh Fox dan menatap intens mata kucing itu.

".. Aku tidak akan menyakitimu.. Oranye.."

"...nyaww.."

Fox sekarang Sadar. Di detik saat dia menerjang Naruto KW tadi. Itu adalah Akhir riwayat Fox sebagai Seorang Kucing.

Sial.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Di sisi lain cerita, entah kenapa Sasuke berakhir di UKS sekarang. Yah, salahkan saja Sara yang ngotot sekali membawa Sasuke ke UKS.

".. Sebenarnya? Kenapa Kucing Naruto bisa ada di sini?" tanya Sara kepada Sasuke. Dia memberikan beberapa plester kepada Sasuke.

yah, plester yang dimaksudkan untuk menutupi Masterpiece Kucing yang tergores di wajah Sasuke.

Sasuke sih, sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan goresan kecil di wajahnya. Namun dengan sedikit paksaan. Sasuke berakhir disini.

"..." Sasuke tidak menjawab pertanyaan Sara bahkan saat plester ketiga sudah menempel di pipi Sasuke.

Sasuke malah melirik Sara ragu. Saat Sara balas menatap mata Sasuke, Sasuke segera mengalihkan pandangan.

.

Sara menghela nafas. Yah. Memang sulit untuk mencoba melakukan percakapan dengan Sasuke.

Sara memang tidak seperti Fuu yang bisa asal ceplas ceplos dengan orang yang baru ditemuinya. Atau Sara mungkin yang kurang percaya diri? Ah, dia sendiri juga tidak tau.

.

Detik berikutnya. Suasana malah menjadi canggung.

Tidak ada diantara mereka yang membuka percakapan. Bahkan karena hanya ada mereka berdua duduk dia atas ranjang yang sama. Suasana malah menjadi terasa aneh.

Dan perasaan aneh itu terasa berat hanya di Sara. Karena Sasuke sepertinya sedang memikirkan hal lain.

Tiba Tiba.

Sreeet. CKLEK.

Ada orang lain yang mengganggu momen dengan masuk dan menutup pint-

"SASUKE!" Teriak Orang itu.

"N-Naruto?!" ucap Sara kaget saat Naruto tiba tiba sudah ada di belakang pintu dan menahan pintu dengan tubuhnya.

"Huh? Kau kenapa?" Tanya Sasuke heran. Dia melirik kepala Naruto yang timbul benjolan.

Naruto

"Guy sensei! Dia mengajakku adu Push Up 1000 kali!"

"Ha..?" Sasuke tidak mengerti.

Tch. Sial. Yah, Sebenarnya Naruto tadi kabur sesaat setelah Yukata bilang. 'Kau Harus bertemu orang tuaku nanti sore' Sembari menangis.

Naruto cukup Yakin kalau dia memang masih perjaka sampai sekarang. Dan Keyakinannya itu membisikkan kalau dia memang harus segera pergi. Tapi Naas, Dia berpapasan dengan Guy Sensei tadi.

Kau tau apa yang dikatakan Guy Sensei?

.

Flashback.

"Hah.. Hahh.. Hahh.." Naruto berlari sepanjang lorong menuju lantai satu. Ah, Kalau dipikir pikir. Dia terlalu sering berlari di lorong semenjak pindah ke sekolah ini.

Menyadari memang masalah selalu datang dari orang orang sekolah ini. Naruto sudah tidak bisa protes lagi.

Cukup lama dia berlari .. sebelum.

JDUAKH.

Kepala Naruto berakhir dengan tertimpuk sebuah bola basket dari belakang. Naruto tesungkur dengan kepala yang sepertinya penjol.

"Aw-"

"Namikaze Naruto-kun."

"Huh?" Naruto menoleh ke belakang. Dia mencoba melihat oknum yang barusaja melemparinya bola basket.

Guy-sensei.

"Sensei! Apa yang kau lakuka-"

"HUWAAA! Apa aku melemparnya terlalu keras?! maaf-"

"Huh?" Err. Ini Hanya Naruto. Atau kata kata Guy-sensei terdengar dia melempar bola itu dengan sengaja?

"Apa masalahmu sebenarnya sensei!" Naruto malah mulai emosi saat kepalanya mulai cenat cenut.

.

"AKH! Walau bagaimanapun! Semangat masa muda ini tidak bisa memaksaku untuk membunuh muridku sendiri! HUWAAAAA!" Guy-sensei malah berkoar koar sendiri sembari memukul mukul tembok dengan tangannya.

"A-" Oke, Sekarang Naruto bingung lagi.

Guy malah menitikkan air mata.

"N-Naruto Kun!" Panggil Guy.

"Y-Ya!" balas Naruto kaget dengan frekwensi suara Guy.

.

"..Walaupun ada seorang gadis yang ingin sekali membunuhmu!.."

"..."

"..Walaupun dia menyuruhku untuk mengeluarkan seluruh kemampuanku!.."

"..."

"Aku tetap tidak bisa menyakiti muridku!" Ucap Guy lagi.

Ha? Apa yang sebenarnya orang tua ini mau katakan?! Kau baru saja melempariku bola basket WOOY!

Detik berikutnya Guy sensei malah membuka bajunya. Memperlihatkan otot ototnya yang terukir di sepanjang tubuh bagian atasnya.

Naruto memegang erat pedang sabernya berjaga jaga kalau kalau guru ini menyerangnya lagi.

"Apa yang ka-"

.

"Orang bijak bilang. Semua masalah bisa dislesaikan dengan push up!" ucap Guy.

"APAAN SI-"

"Adu push up 1000x denganku! dan aku akan melepaskanmu!

"..."

Flashback End.

Dan begitulah dia bisa sampai disini.

"AKH SIAL! SEBENARNYA APA YANG SALAH DENGAN HARI INI!" Teriak Naruto saat dia yakin kalau Guy sensei tidak mengejarnya lagi.

Sasuke dan Sara menatap Naruto aneh. Terlebih Sara yang melihat Naruto membawa pedang mainan di tangannya. Ini Hampir mirip Sasuke yang masih memakai bando di kepalanya.

Namun seperti kata Sara tadi. Dia tidak akan mempertanyakan apapun. Sara malah menatap Naruto.

"Kau kenapa Naruto?" Pertanyaan meminta jawaban lagi. Pertanyaan yang tidak dijawab oleh Sasuke tadi.

"AKH SIAL!" Naruto mulai berucap.

"..."

"Disaat aku tau Fox ada di sekolah ini! Tapi orang orang disini seakan tidak memperbolehkan aku mencarinya!" Naruto malah berteriak frustasi kepada diri sendiri.

"..."

Sara dan Sasuke masih mendengarkan.

"Segala sesuatu dengan drama! Bahkan tentang Yukata yang ham-..."

Naruto tidak melanjutkan kata katanya.

.

"Ham?" Sasuke bingung dengan Naruto yang tiba tiba diam.

Naruto menutup mulutnya dengan tangan. Ah, Hampir saja dia keceplosan. Bisa gawat kalau dua orang ini diberi tau. Naruto pasti akan disalah salahkan sasuke atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan.

.

.

Naruto tertawa garing sembari menggaruk garuk belakang kepalanya.

"A-h aha-ahaha.. Hari yang indah ya.." Ucap Naruto sebelum dia keluar dari ruangan itu dan pergi entah kemana.

Meninggalkan Sara dan Sasuke yang bingung.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Hanzama Is Back! .. Senang sekali Rasanya.. Hanzama bisa menemani pembaca.. Di sebuah fanfic somplak nan gila.. walaupun kali ini pendek chapternya..

Tak lupa hanzama ucapkan.. terimakasih kepada kalian.. para pembaca budiman..yang selalu Hanzama anggap seorang kawan..

Sebelum Hanzama-

.

Err.. Sajak terpaksa hanzama putus karena hanzama kehabisan ide-uhuk uhuk.

Oke. sebelum Hanzama tutup. Mari kita adakan polling terlebih dahulu..

Ini adalah polling yang menentukan siapa yang akan jadi juri di seleksi festival.

Hanzama akan memberi tiga pilihan dimana reader bebas memilih siapa saja. dan yang mendapat suara terbanyak akan menjadi juri di seleksi pentas.

Ini dia.

Q : Siapakah yang menurut reader pantas untuk menjadi juri di Seleksi/Audisi pentas dalam Konoha Sannin Festival?

.

.

.

a. Chef Juna.

b. Shoimah.

e. Tuan muda Hanzama yang Tampan dan berani.

.

#Ditembakmati.

.

Uhuk Uhuk.. Oke Abaikan yang di atas.. Sebaiknya saya akhiri.

Sekian dari Hanzama. Semoga reader sukses selalu.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

BEFORE!

Naruto Side

Naruto berjalan sembunyi sembunyi diantara tembok dan sudut lorong gedung utama Konoha. Memastikan dirinya tidak ditemukan oleh. Azuma. Guy. Atau bahkan Yukata.

Yah. Naruto sadar. Para guru pasti sedang dalam pengaruh obat obatan. Kegilaan mereka mungkin karena ada orang yang mencoba meracuni minuman mereka.

Um. Tapi itu hanya opini Naruto. Yap! Dia harus mencari Kakashi untuk memastikan. Kakashi adalah orang yang sangat bisa dipercaya diantara para guru.

Bukan apa apa. Setelah melihat Guy-sensei dan Azuma-sensei. Naruto tidak bisa membayangkan kegilaan apa yang akan dialami Ibiki saat dia ikut terpengaruh.

Sial! Sesuatu terjadi dan Naruto harus tau apa itu!

Diluar tinkah Yukata. Yang paling aneh adalah para guru!

.

Berharap Azuma atau Guy tidak ada di ruang guru. Naruto menghampiri pintu ruang guru yang sudah ada di dekatnya.

Tanpa mengetuk pintu. Naruto membuka pintu ruang guru sedikit dan mengintip. Saat dia yakin tidak ada orang. Dia segera masuk.

"Halo?" Tanya Naruto. Mencari cari gurunya di ruangan yang sepertinya memang tidak ada orang.

Naruto mencoba mendongak ke meja Kakashi.

DEG!

"K-Kakashi?"

Di mata Naruto. Kakashi tengah terbaring lemas di meja kerjanya sendiri.

Naruto terbelalak tidak percaya saat dia melihat cairan merah bersanding dengan tubuh Kakashi yang diam tidak bergerak.

"K-Kakashi!" Naruto berteriak melihat jasad gurunya yang dimatanya bak mayat tidak bernyawa.

Tiba Tiba.

"GROAAAAHHH!" Tubuh berkepala putih itu bangun dan mengagetkan Naruto.

"KYAAAAAAA!"

.

Bwahahaha.. Kakashi tertawa puas Saat Naruto berteriak. Troll nya Sukses.

"hahaha Kau keget Naruto-"

"HUWAAAAAAA!" Naruto masih berteriak bahkan saat Kakashi sudah mengajaknya bicara.

"Oi Naru-"

.

.

"ZOMBIEEEEEE HUWAAAAAA!"

Naruto malah lari sekuat tenaga keluar dari ruangan Guru.

"Err.."

Meninggalkan Kakashi yang melongo.

.

TBC

.

.

KRITIK DAN SARAN

V

V