Chapter 46 : Act. Art. Fact. Fack.
.
Di ruang guru inilah Naruto mengutarakan kekesalannya kepada Matsuri. Di depan Sasuke dan Kakashi yang menjadi saksi celoteh Naruto.
"Hah! Jadi itu semua adalah salahmu?" Naruto mulai menyuarakan protesnya.
"Jangan menyalahkan aku senpai. Aku kan hanya mencoba menghilangkan ketegangan kalian." Ucap Matsuri santai. Dia menenteng nenteng kertas naskah di tangannya.
Naruto malah sewot.
"Menghilangkan ketegangan apaan?! tegang ilang kejang datang itu mah!"
"..."
"Pasti itu juga ulahmu, kau menyuruh Yukata melakukannya kan?"
Sasuke hanya diam mendengarkan karena tidak tau apa yang terjadi. Kakashi-sensei yang kebetulan ada di situ pun sama saja.
"Ahahaha.." Matsuri malah tertawa meggaruk garuk belakang kepalanya. Dia tidak bisa berhenti membayangkan Naruto yang bertingkah layaknya orang bodoh saat dia bertemu Yukata tadi.
"Dan tentang Azuma dan Guy sensei!"
"..haha.."
Matsuri hanya menjulurkan lidah.
Naruto lalu melirik Kakashi yang ada di dekat mereka.
"Aku tidak percaya bahkan Kakashi-sensei ikut ikutan."
Kakashi hanya menggaruk garuk pipinya. Dia lalu menunjuk Matsuri.
"Aku dimintai tolong Matsuri-san. Naruto."
Naruto menatap malas Kakashi. Bocah kah kau ini? Batin Naruto.
Naruto lalu menatap Matsuri lagi.
.
.
"Oh Ya! Soal Fox!"
Huh?
"Kau pasti juga tau sesuatu." Tuding Naruto kepada Matsuri.
"..." Matsuri diam.
Dia tidak tau apa yang dibicarakan Naruto sekarang.
.
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc | Pairing : Coming Soon | Relax and Enjoy Story.
.
'THE BACKSTAGE'
Naruto mondar mandir layaknya setrika yang baru panas tatkala dari semua anggota klub drama, Hanya dia dan Sasuke yang ada di sana.
Sial Bahkan Matsuri yang baru beberapa detik dia lihat ada di sampingnya. Kini sudah hilang dari pandangan saat perwakilan OSIS, Orang bernama Temari, Mulai memberikan pengarahan kepada lusinan orang yang berkumpul di belakang panggung Theater Konoha Gakuen.
Naruto melirik beberapa orang yang ada di sana. Ada beberapa anak dari Klub band konoha gakuen yang meneteng neteng gitar dan stik. Naruto bahkan tidak percaya kalau Kiba mempunyai bakat dalam bermain musik.
Bahkan Sara ada di sana. Dia Naruto lihat sedari tadi berputar putar sembari menempelkan HP nya di pipi. Dari nada suaranya. Sepertinya dia sedang memarahi teman temannya yang telat.
Ah dasar perempuan.
.
Yah. Seleksi hari ini sepertinya di dominasi oleh anak anak konoha Gakuen. Walaupun Naruto melihat beberapa orang yang memang memakai pakaian Uzushio dan Iwa-Art. Yah Lagipula Seleksi ini diadakan hari ini dan besok.
"Dengar kalian semua!" Temari mulai mencoba mendapat perhatian orang orang yang ada di depannya.
Setidaknya yang sudah datang.
Naruto menelan ludah. Yah, Matsuri tadi sudah bilang. Kalau Naruto dan Sasuke hanya akan memerankan 1 adegan dimana itulah yang akan digunakan sebagai tolak ukur dalam penilaian seleksi. Dan sialnya, di adegan itu hanya ada dialog Naruto dan Sasuke. Dengan kata lain. Shikamaru, Gaara, Yukata.. Bahkan Matsuri tidak akan memerankan apapun di seleksi ini.. sialan. kenapa tidak Matsuri saja yang maju? secara dia adalah ketua kan?
Dan Naruto tau, 1 adegan itu lah alasan kenapa hanya Naruto dan Sasuke yang di kejar kejar untuk menghafal naskah. Walaupun Naruto cukup yakin kalau 'Rencana' Matsuri yang melibatkan akting gila Yukata tadi sepertinya memang tidak ada dampak baiknya bagi mereka.
".. Juri yang akan menilai kalian adalah para ahli dalam bidang seni." Lanjut Temari.
"..."
Mereka yang ada di sana hanya mendengarkan.
"Mereka adalah profesional yang selektif, Dimana mereka akan melakukan penilaian secara objektif."
"..."
Oke sekarang mereka bingung. Yah, Setidaknya beberapa dari mereka berpikir kalau yang akan melakukan penilaian adalah kepala sekolah mereka masing masing.
.
"Kami memang sengaja meminta bantuan mereka. Karena acaran ini pada dasarnya adalah acara yang cukup besar."
Entah kenapa Naruto malah gugup sekarang.
"Kami harap kalian menampilkan bakat terbaik kalian untuk meyakinkan para juri."
Bukan hanya Naruto. Bahkan nada yang terkesan horror kepada para kontestan pun menambah sedikit rasa gugup diantara mereka. Yah, Bagaimanapun ini adalah seleksi yang mempertaruhkan harga diri dan nama besar klub masing masing.
GLEK!
Naruto melirik Sasuke. Entah kenapa dia yang paling gemetaran. Mungkin ini yang dinamakan.. Hm.. Demam Panggung?
Hah! Ini bahkan masih dalam tahap seleksi Naruto!
Cukup lama Temari menjelaskan sebelum dia berhenti berucap dan menyemangati para kontestan 'semoga berhasil'
.
.
Skip
Saat Temari sudah slesai briefing. Naruto segera menyeret Sasuke ke pojokan. Entah kenapa Naruto malah punya sebuah 'solusi' yang dia pikirkan sekarang.
"Oy Sasuke." ucap Naruto sedikit pelan.
"..."
"Kau yakin kalau kita memang harus ikut dengan hal seperti ini?" Tanya Naruto.
"Hah?" Sasuke mengernyitkan dahi.
.
"Kau tau kan kalau kelangsungan nasib klub ini bergantung kepada kita." Lanjut Naruto lagi.
Sasuke mengangkat bahu.
"Dan kau juga tau kalau kita bisa menentukan nasib kita dengan bebas kan?" Naruto masih menjelaskan.
Sasuke tambah bingung. Apa yang ingin Naruto katakan sebenarnya.
.
"Sebenarnya apa maksudmu?" tanya Sasuke tidak sabar.
Naruto berucap gelisah.
"Um. Kita bisa saja memilih tidak harus melakukan ini Kan?" Ajak Naruto.
"..." Sasuke menatap Naruto ragu.
.
"Kau mau kabur?" Tanya Sasuke balik.
Naruto mendecih.
Hahh.. Dia lalu menghela nafas berat. Sial. Sepertinya otak Uchiha ini sedang lemot sekarang. Naruto merasa Sasuke bahkan tidak menangkap apapun dari penjelasan nya.
"Tch. Kau benar benar tidak mengerti ya Tuan Kelinci!" bentak Naruto sewot.
"Haa-"
Oke, Itu membuat Sasuke sedikit tersinggung.
Namun. Naruto malah mendekatkan bibirnya ke telinga Sasuke dan berbisik.
"Bagaimana kalau kita.. pssst psst." Naruto membisikan sesuatu kepada Sasuke.
"..."
.
.
.
HAH?!
"Maksudmu?" tanya Sasuke tidak percaya.
Naruto mengangguk. Dia menyeringai.
.
Sasuke tau kalau ide Naruto adalah ide buruk.
Namun Naruto merasa kalau ini adalah kesempatan emas.
Maksud Naruto adalah,
.
.
.
"Kenapa kita tidak berakting buruk supaya kita tidak lolos?"
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
SKIP
Sasuke duduk di sebuah kursi di belakang panggung sekarang. Seleksinya belum dimulai. Namun Panitia menyuruh para kontestan yang sudah datang untuk menunggu disini.
Entah kenapa, Sekarang giliran Sasuke yang memiliki gemetar di kakinya. Oke. Seorang Uchiha Sasuke bahkan tidak menyangka kalau dirinya bisa jadi seperti ini di dalam sebuah kompetisi, Err.. walaupun secara tekhnis ini bukanlah sebuah kompetisi, Karena memang tidak ada piala yang diperebutkan.
Sial. Tawaran Naruto yang menggiurkan tadi, sedikit banyak mempengaruhi pikiran Sasuke.
Yah. Secara tekhnis. Kalau Naruto dan Sasuke kabur dari audisi, Mereka akan terlihat seperti orang pengecut. Dan tu akan mengecewakan beberapa orang yang memang 'berharap sekali dengan mereka'. Mengingat ketua mereka sudah cukup baik dengan mereka. (Err. Walaupun terkadang menyebalkan.)
Namun beda ceritanya kalau mereka berpura pura berakting buruk, Memastikan mereka tidak lolos. Setidaknya Mereka tidak harus mempersiapkan tetek bengek di pertunjukkan selanjutnya. Well, Sasuke yakin pasti Matsuri hanya akan berucap 'Tidak apa. Akan Selalu datang kesempatan yang lain.'
Yah! Sekali lagi! Itu adalah rencana yang menggiurkan!
Namun Sasuke menggeleng. Sial. Dia jadi bimbang sekarang.
Sasuke lalu melirik Naruto yang berdiri tak jauh darinya. Sembari memaikan pedang merahnya dia mengobrol ringan dengan Kiba. Raut mukannya sedikit santai sekarang.
Dia bahkan melupakan Fox yang seharusnya ada di salah satu sudut sekolah ini sekarang.
Sepertinya Naruto memang benar benar berniat untuk kalah.
.
"Sasuke-senpai." Sasuke menoleh saat namanya dipanggil oleh seseorang.
Di mata Sasuke. Nampak Matsuri dan Yukata yang tengah berdiri menatapnya. Yukata menyodorkan minuman kaleng kepada Sasuke.
Sasuke dengan santai menerimanya. Sebelum dia berucap terima kasih.
"Kau terlihat tegang senpai." Tanya Matsuri.
"..." Sasuke tidak menjawab
Namun Matsuri malah maju satu langkah mendekati Sasuke. Sasuke menatap Matsuri heran.
Sasuke memasang posisi siaga saat tangan Matsuri menjulur mendekati wajah Sasuke. Takut takut kalau gadis ini mencoba melakukan kekerasan fisik. Tapi berbeda dari yang Sasuke bayangkan, Matsuri tidak menyentuh wajahnya sama sekali.
.
"Bandomu sedikit miring." ucap Matsuri sembari memperbaiki posisi bando kelinci Sasuke.
Sasuke merona merah. Shit! Sasuke bahkan lupa kalau dia sedari tadi masih memakai benda memalukan di kepalanya.
Namun sudah terlambat untuk melepasnya sekarang.
"Jangan tegang senpai. Ini bukan kompetisi kok." ucap Yukata menyemangati Sasuke. Dia lalu meletakkan satu lagi minuman kaleng di samping tempat Sasuke duduk.
Sasuke menghela nafas.
Matsuri lalu menepuk pundak Sasuke.
"Kami akan menyemangatimu dari kursi penonton! Semangat!" ucap Matsuri akhirnya. sebelum kedua gadis itu berlalu pergi.
Sasuke menatap kepergian Matsuri dan Yukata dengan pandangan sipit. Kebimbangan di hati Sasuke memaksanya menghabiskan minuman di tangannya dengan sekali teguk.
Bahkan satu kaleng minuman belum bisa meredakan detak jantung Sasuke.
Dengan seenak jidat. Dia melempar kaleng kosongnya dan mengambil kaleng lain yang ada di sampingnya (Yang harusnya itu milik Naruto). Dengan gerak gerik tanpa dosa. Dia membuka kaleng itu dan meminumnya.
.
"Sasuke.."
UHUK UHUK UHUK!
Sasuke tersedak karena kaget.
UHUK!
"..."
UHUK!
"..."
Saat batuknya sudah mereda. Dia menatap marah orang yang menginterupsi tindakan ilegalnya.
Tunggu dulu-
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke saat dia melihat Sara berkeliaran menggunakan celana. Tunggu bukankah dia tadi menggenakan rok?
"Raut wajahmu terlihat frustasi." Sara tidak menggubris. Dia malah balik berucap kepada Sasuke.
Sasuke lalu melirik orang yang ada di samping Sara.
"Kau juga akan Ikut Audisi?" tanya Sasuke kepada Fuu.
Fuu mengangguk.
"Um Um.. Fuu Juga akan ikut Audisi!" ujar Fuu semangat. Dia menunjukkan koper yang ada di tangan kirinya.
Sasuke hanya diam menatap kedua gadis yang ada di depannya bergantian.
.
"Jadi? Sepertinya bando merah muda mu itu berhubungan dengan drama yang akan kau tampilkan?" tanya Sara.
"Hn." Sasuke hanya mengiyakan pendek.
Sara menatap Sasuke ragu.
Ah. Dasar entah memang sifatnya. Atau Sasuke ini memang pelit bicara kalau dengan perempuan.
.
.
"Um, Sasuke.." ucap Sara pelan.
"..."
"Kalau kau mau. Kau mungkin bisa bertemu dengan teman temanku dari klub drama Iwa-Art. Mereka ingin sekali berkenalan dengan Klub drama Konoha Gakuen." lanjut Sara.
Sasuke mengernyitkan dahi.
Sebelum dia menolak.
"... Maaf, Mungkin lain kali."
Yah. Ini bukan waktu yang tepat untuk berkenalan dengan gadis gadis.
.
Well, Sasuke sepertinya memang sedang memikirkan sesuatu. Sara tidak mau menganggunya lebih jauh kalau begitu.
"Yah. Baiklah kalau begitu. Mungkin lain kali."
"Ya."
Sara lalu menyodorkan tangannya kepada Sasuke.
Sasuke menatap heran tangan Sara. Sebelum akhirnya dia mau menjabatnya.
"Semoga berhasil."
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Sesaat setelah mengecek Naruto dan Sasuke tadi. Matsuri dan Yukata bergegas menuju ke tribun utama gedung theater. Yukata tidak bisa berhenti menatap takjub suasana yang sepenuhnya berubah disini.
Yukata sering kesini. Namun ini adalah pertama kalinya gedung theater dia lihat dalam keadaan 'bersih'. Memang sayang sih, gedung sebagus ini tidak digunakan selama bertahun tahun. Yukata hanya senang dia bisa merasakan atmosfir gedung ini saat dia masih bersekolah disini. Berterima kasih saja kepada panitia dan beberapa anak kelas 2 yang bersedia membantu membersihkan gedung ini.
.
Mereka duduk di barisan depan sembari menunggu acara seleksi dimulai. Tidak banyak yang datang karena mungkin ini hanya acara pra-pertunjukan.
Di ruangan itu Ketua OSIS Neji Hyuuga dan Otsusuki Toneri juga terlihat berkeliaran, mereka sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu.
Pasti berat. Bagi orang seperti Toneri untuk kesana kemari mempersiapkan tetek bengek acara seperti ini.
Padahal. pada akhirnya, sampai detik ini pun Nii Yugito belum bisa hadir.
.
CKLEK! pintu utama Gedung Theater terbuka. Nampaklah beberapa orang berpakaian modis masuk.
orang orang itu dengan cepat disambut Neji dan Toneri. Dengan sopan dua orang lelaki dan seorang perempuan itu dipersilahkan duduk di depan.
Matsuri hanya melongo saat dia mengenali salah satu dari ketiga orang itu.
"Tunggu- Orang itu-?"
.
~i will do what i want~
.
Sasuke berdiri tak jauh dari Naruto saat audisi pencarian bakat ini akan dimulai. Sial. Mereka bahkan tidak diberi waktu untuk buang air kecil oleh panitia.
"Sasuke." ucap Naruto membuyarkan lamunan Sasuke.
"..?"
"Kau ingat rencananya kan?" tanya Naruto lagi.
Ah Sial. Naruto sepertinya memang benar benar berniat beraksi buruk. Yang bisa Sasuke lakukan sekarang hanyalah mengikuti arus.
.
"Dengar kalian semua. Para penilai sudah datang. Kalian hanya perlu melakukan yang terbaik. Pengumuman seleksi akan keluar saat semua grup sudah tampil besok. Jadi! Semangat!"
Ucap Temari kepada seluruh orang yang ada di bekalang panggung.
Yah. Entah kenapa sepertinya hanya Sasuke yang menganggap ini bukanlah hal yang sepele. Kau tau. Sasuke tidak mau berakhir dengan mempermalukan diri sendiri di panggung itu.
Namun, Sial. Raut para kontestan disini terlihat sangat berpengalaman. Berbeda dengan klub drama yang semua beban diberatkan di pundaknya dan Naruto.
Puk puk puk.
Hah?
Naruto malah menepuk jidat Sasuke keras.
"Woi!"
"Santai saja Sasuke. Ini tidak seperti kita yang akan maju pertama kan?" ucap Naruto percaya diri.
Sasuke memutar bola mata.
"Hn. Mungkin kau bena-"
.
"Klub drama Konoha. Silahkan maju duluan." ujar Temari.
"..."
.
Skip.
"Kontestan No 1. Klub drama Konoha Gakuen. Dengan penampilan Err... : Drama Prince rabbit dan Kapten kura kura." ucap salah satu panitia membaca heran kertas pendataan peserta yang ada di tangannya.
Ketiga juri yang ada di sana tersenyum. Hm, Drama revisi ya? Ini pasti menarik.
.
Sreeet.. Tak lama Sasuke keluar.
Diikuti Naruto dari belakangnya.
Sasuke menatap gugup Matsuri dan Yukata yang malah tersenyum kepadanya.
.
"Err. Hai." ucap Naruto sebelum mereka berdua memberi hormat dan mulai berakting.
.
.
.
Prince Rabbit dan Kapten Kura Kura - Teaser Trailer.
"Hai Kau pange-"
.
Salah satu juri disana hanya menatap Naruto dan Sasuke sebelum-
"bwahahahahahahaha.." Salah satu juri yang ada di sana malah tertawa terbahak bahak.
"Kau tidak akan lo-"
"bwahahahaha.."Sekali lagi dialog Naruto harus dipotong oleh tawa orang itu.
"seba-"
"BWAHAHAHAHAH."
.
"WOOII!" Naruto mulai emosi. Naruto tau kalau dia memang berniat kalah. Tapi setidaknya. Biarkan dia menyelesaikan 1 kalimat kek.
Naruto menatap geram ketiga juri yang ada di sana.
"Huh?"
Tunggu dulu-
Wajah wajah yang tidak asing.
.
"Yo." Sapa salah satu dari mereka.
"A-APA Ya-" Naruto menatap tidak percaya dengan orang yang mentertawakannya tadi.
.
.
.
.
"D-Deidara?" Sasuke juga tidak kalah terkejut.
Hah?!
Naruto dan Sasuke melongo.
J-JADI INI?! Orang yang ahli di bidang seni itu? ORANG INI?! Sasuke menatap tidak percaya kepada Neji Hyuuga yang duduk.
Sasuke tidak mengerti kenapa salah satu anggota akatsuki bisa ada disini. Yang lebih parah adalah. Para panitia memfitnah Deidara dengan sebutan 'ahli di bidang seni'
Sial memang. Bertemu orang ini di sini merupakan pertanda buruk.
.
Sasuke melirik para juri yang duduk penuh wibawa di bangku yang disediakan panitia.
.
Sasuke menepuk jidatnya sendiri.
waduh.. Sepertinya Panitia acara ini memang sudah tidak waras. Maksud sasuke. lihatlah orang orang ini.
Seorang perakit bom dengan alibi bahwa bomnya adalah seni tanah liat?! Apa apaan?!
Dan. Yang lainnya adalah..
Seorang gadis yang-Err.
.
.
"Yo. Kita bertemu lagi, Kapten America dan Thor." Sapa perempuan muda itu kepada Sasuke dan Naruto.
Naruto menyipitkan mata mencoba menganalisa siapa perempuan ini. Saat dia menyadarinya. Dia tercengang.
"AAAA! Kau adalah Onee-chan dari Okinawa!" teriak Naruto menujuk perempuan disamping . Naruto tau orang ini. Dia adalah Korban yang hampir saja di dzalimi lelaki kurang ajar yang menyebut dirinya pangeran.
.
.
Hening.
Bahkan panitia dan para hadirin tidak tau percakapan apa yang terjadi antara kontestan dan juri.
Mereka diam.
"Psst.." Naruto mencoba memberi isyarat kepada Deidara. Dia dengan gerakan mengiris tenggorokannya dengan jari mengisyaratkan Deidara untuk tidak meloloskan mereka.
"Huh?" Deidara malah tersenyum. Dia mengedipkan mata.
Naruto menggeleng. Dia membentuk tanda silang dengan tangannya.
Namun Deidara malah membalas dengan tanda 'OK' dengan tangan kanannya.
.
Naruto menepuk jidatnya. Waduh. bisa gawat. Sepertinya Deidara tidak mengerti.
.
Koyuki hanya tersenyum kepada Naruto. Yah, melihat wajah pemuda ini lagi malah mengingatkan kejadian jenaka di Okinawa yang lalu.
Entah kenapa Koyuki malah ingin sekali melihat versi Full dari drama yang akan ditampilkan pemuda ini.
walaupun ini berbeda dengan konsep selektif dan objektif atas tanggung jawabnya sebagai juri sekarang sih. Namun pada akhirnya kan keputusan final ada pada dirinya, dan para juri yang lain kan?
.
Koyuki tersenyum. Dengan penuh kebanggan dia berucap.
"Next!"
Hah?
Naruto dan Sasuke melongo.
.
"Tunggu- Lalu penilaiannya?" tanya Naruto heran.
Koyuki malah menoleh ke Deidara dan tersenyum.
"Kau akan tau saat semua kontestan sudah kami nilai." Lanjut Koyuki.
Neji dan Toneri yang ada di sana juga melongo.
Neji berniat protes.
"T-Tapi mereka bahkan belum memulai dialog!"
.
Deidara menatap tajam ke Neji.
"Jangan remehkan para ahli Hmm! Aku bisa melihat level seni seseorang bahkan saat orang itu belum menggerakaan jempolnya! Hmm."
Neji melongo.
"Njir."
.
Koyuki tersenyum senang.
Ini akan menjadi festival yang menyenangkan.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Fox Side.
Fox menangis dalam hati saat dirinya kini masih tetap berada di pelukan gadis yang ngotot sekali membawanya pulang.
Gadis ini bilang kalau Fox adalah peliharaannya sekarang.
Apa ini artinya Fox tidak bisa bertemu dengan Sasuke dan Shikamaru lagi?
Apa ini artinya Fox tidak bisa kembali tidur di sofa empuk di rumah kecil itu lagi?
Apa ini artinya kehidupan jantan Fox bersama para lelaki akan berubah menjadi kehidupan Feminim bersama seorang perempuan?
.
"S-sst.. Oranye. Jangan berontak. Aku akan membelikanmu ikan yang enak saat kita ada di rumah nanti." ucap Hinata senang.
Namun dihati Fox. Dia malah menangis keras.
Hikss..
Tolong Aku..
NYAWRUTOO~
xxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxx
Author Note(s) : Yohaaa.. Hanzama Is Back. Oke. Sebenarnya Sih. Hanzama masih punya beberapa adegan sebelum Festival dimulai.
Dann. Mengingat Shikamaru menghilang selama beberapa chapter. Haruskah Hanzama memasukannya kembali ke cerita? Atau.. Kita pura pura saja Shikamaru tidak pernah ada di cerita ini dan kita lupakan selamanya. #dicekek Kagemoney (Jurus Orang kaya)
Saran dan Kritik selalu Hanzama Tunggu dari para pembaca.
Tau kan.. Hanzama yang sudah tua ini memang terkadang pikun-uhuk uhuk.. Hanzama bahkan terkadang lupa Konsep cerita sendiri -_-
okesip. Tanpa basa basi. Mari kita ucapkan.
Salam Hangat dan Hanzama. Semoga Reader Sukses selalu.
Sampai jumpa di chapter berikutnya!
KRITIK DAN SARAN
v
v
v
