Chapter 47 : Seni adalah . . .
WARNING : Lanjutan Seleksi Chapter Lalu!
.
"Hm. Sudah kuduga kalau itu adalah Koyuki Kazahana!" ucap Matsuri antusias dari bangku penonton.
Yukata hanya mengangguk. Dia tidak seheboh Matsuri sih. Yukata memang tau siapa itu Koyuki Kazahana. Namun mengingat dia adalah alumni Iwa-Art Academy, Yukata tidak terlalu mempertanyakan kenapa dia bisa ada disini.
Mengabaikan Yukata dan Matsuri yang mengobrol. Sasuke datang menghampiri kedua gadis itu setelah dirinya slesai di 'seleksi'
"Aktingmu bagus senpai!" ucap Matsuri senang.
Sasuke malah merasa tersinggung. Akting Apaan?!
Sasuke menghela nafas.
"Ne, Matsuri-chan. Apa kau pikir penampilan seperti tadi bisa membuat klub kita lolos?" tanya Yukata ragu. Yah kau benar Yukata! 'Dua orang' yang maju tadi terlihat tidak meyakinkan.
Matsuri malah mengangkat bahu santai.
"Entahlah. Kita hanya perlu menunggu keputusan kan?" jawab Matsuri. Dia lalu menatap Sasuke lagi.
.
"Lalu? Dimana Naruto senpai?" tanya Matsuri heran.
Sasuke hanya menjawab sembari mengembalikan bando merah mudanya kepada Matsuri.
"Hn. Mencari Fox."
Yukata dan Matsuri saling tatap.
"Fox?"
.
.
Sasuke tidak berniat menjelaskan.
Dia malah melirik sekitar karena akhirnya dia bisa mengkoreksi hal yang salah.
Dia menatap Matsuri ragu.
"Gaara dan Shikamaru juga hilang." ucap Sasuke.
Matsuri malah menyeringai mendengar ucapan Sasuke.
.
.
"..Mereka ada Misi.."
.
Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc | Pairing : Coming Soon | Relax and Enjoy Story.
.
.
"Kalau kau ingin dianggap vokalis, peganglah sebuah Mic. Kalau kau ingin dianggap seorang pelukis, bawalah sebatang Kuas. Semua orang bisa menjadi apa yang mereka inginkan.
Tapi, berharap mahir tanpa ada niat berlatih. Sama saja seperti seorang vokalis yang memegang sebatang Kuas."
.
"Kontestan selanjutnya. Silahkan masuk ke panggung."
Ujar panitia sebelum layar panggung dibuka lagi.Para juri yang duduk manis pun masih senantiasa memperhatikan ke depan. Yah. saat menyenangkan dimana mereka menghabiskan waktu dengan disuguhi pertunjukan.
.
Di panggung, Nampaklah tiga orang perempuan dan seorang laki laki keluar. Mereka adalah Group Band Konoha.
"Ehem.. Selamat sore.. Perkenalkan namaku Inuzuka Kiba. Dan ketiga cewek ini adalah senpaiku dari kelas tiga. Merek-"
Perkenalan Kiba harus dipotong oleh Deidara.
"Ho Ho..? Jadi kalian akan bermain musik ya?" tanya Deidara.
"Eh? Err.." Kiba sedikit grogi karena ucapannya dipotong. Dia menjawab dengan ragu.
"I-Iya."
membuat Deidara tersenyum.
.
.
"Pulanglah." ujar Deidara.
.
.
"A-Apa..?"
Koyuki dan juri yang lain menatap tidak percaya kepada Deidara.
"O-Oi." Koyuki berniat protes. Walaupun ini adalah seleksi, namun Deidara berlebihan.
Neji dan Toneri yang ada di sana juga melongo.
Satsuga. orang yang bisa melihat seni sebelum orang lain menggerakkan jempolnya! batin Neji.
"Woi. Kami tidak bisa menerimaya! setidaknya nilailah kami setelah tampil!" ucap salah satu perempuan Klub Music Konoha. Yakumo Kurama.
Deidara tersenyum lagi.
Dia malah menunjuk Kiba.
"Kau? Kau Vokalisnya kan?" tanya Deidara.
"Iya." Kiba menatap Deidara ragu. Apa yang ingin orang ini lakukan sekarang? Asal tau saja. cewek cewek ini adalah kanibal kau tau.
Kiba malah tidak bisa berhenti membayangkan kengerian Senpai senpainya dari klub Music saat mengetahui mereka barusaja diusir dari panggung.
Kiba memang satu satunya laki laki di klub Music Konoha. Namun itu tidak membuatnya menjadi pemimpin. Karena selain kiba, anggota klub music konoha hanya para perempuan dari kelas tiga.
Dan kehidupan Kiba tak lepas dari bulan bulanan para perempuan keras kepala ini.
Deidara menatap Kiba dari atas sampai bawah.
"Apakah arti music menurutmu?" tanya Deidara. Yah, Ini adalah hal yang mendasar. Seorang Vokalis harus tau makna lagu yang dia nyanyikan.
"..."
Kiba terdiam. Dia mencoba berpikir.
'Arti music?'
'Apa arti music?'
'Mana kutahu?'
Melihat Kiba yang diam. Deidara malah mendengus. Semua orang juga tau! Music itu adalah sesuatu yang datang dari hati! Batin Deidara.
"Kalau kau tida-"
"Music adalah.." kiba memotong perkataan Deidara.
"..."
.
"...Um, sebuah gejolak yang kau rasakan.."
"..."
"...sebuah tekanan yang tidak bisa dibendung..."
"..."
.
.
"..err.. Bagiku sih, Musik itu seperti.. Um.. Sebuah ledakan mungkin?"
DEG!
Deidara terperangah. Mukannya memerah.
Deidara tidak mengharapkan pemuda ini menjawab seperti ini. Tapi..
'O-Orang ini! Orang ini! ORANG YANG BENAR BENAR TAU KONSEP SENI!"
.
Deidara berdiri.
Dia dengan segera menghampiri panggung.
Membuat Koyuki yang ada di sampingnya terkaget.
Deidara menjabat tangan Kiba.
"K-Kalian... Hikss.." Deidara malah menangis terharu.
"Err.."
"Akan ku pastikan kalian LOLOS!" ucap Deidara.
Melongo.
.
Orang orang yang ada di sana pun hanya..
"A-APA?!"
"WOOI!"
.
Neji membenturkan kepalanya ke tembok. AKH! SELEKSI MACAM APA INI?!
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Di sebuah tempat yang sepi. Nampaklah Shino yang sedang melamun. Dia sedari tadi hanya merutuki kebodohannya sendiri.
Yah, 15 menit dia memutari Konoha Gakuen. Karena Sasuke bilang kucing Naruto ada di sekolah ini. Sebagai teman yang baik, tentu Shino sangat ingin menolong.
Namun setelah sekian lama mencari dia baru menyadari-
Dia tidak tau betul seperti apa bentuk kucing Naruto.
'Sial Karena, Sialan.' Batin Shino.
.
"Woooii Fooxx?!" Perhatian Shino harus teralihkan saat didengarnya suara tak jauh dari tempatnya berdiri.
Naruto.
.
Naruto berhenti tepat di depan Shino. Shino hanya menatap Naruto saat Naruto mencoba mengatur nafas.
"Shino! Apa kau melihat see-"
"Kau mencari sesuatu kan?" tanya Shino memotong perkataan Naruto.
"Iya!" Naruto antusias saat Shino bergelagat seperti orang yang tau dimana Fox.
Shino masih menatap Naruto.
.
"Kucing kan?" tanya Shino lagi.
Naruto tersenyum senang.
"IYAAA!" Dia menepuk pundak Shino. Naruto tertawa lega.
.
"Kau tau dimana Fox?" tanya Naruto kelewat senang.
Shino malah berdehem.
.
.
"Tidak Juga."
"..."
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
"Kontestan selanjutnya."
Sreeekk.. Tirai dibuka.
Namun.
"Hikss.."
Di mata para juri, Bukan sebuah pertunjukkan yang hadir. Melainkan malah seorang gadis yang menangis sembari memeluk figura.
"Hikss.."
"..."
"Hiks..."
"..."
"Hiks..."
"..."
"Hiks..."
"..."
"Hiks..."
Oke. Semua yang ada di sana mulai tidak sabar.
"Ano Nona-" Deidara mencoba memperingatkan.
Namun gadis yang ada di panggung malah berdiri dan membanting figura yang ada di tangannya.
Membuat semua yang ada di sana melongo.
.
"Aku ini Cinderella! Hiks.." ucap Gadis itu. Dia mengusap air matanya dengan sapu tangan.
Saat para juri yakin kalau tangis tadi adalah prolog dari adegan yang diperankannya. Para juri berpikir dua kali untuk interupsi.
.
"Aku mencintai pangeran!.. Dia adalah belahan jiwaku!" Nada yang pilu keluar dari tenggorokan sang gadis.
Cinderella itu mengambil foto yang figuranya sudah pecah dari lantai. Dan memperlihatkannya kepada Penonton.
Sebagian Penonton hanya melongo saat foto yang diperlihatkan ternyata adalah foto Naruto.
"Aku mencintainya!"
"..."
"Namun! sepanjang usaha yang sudah aku bangun untuk mendapat kepercayaannya-.."
"..."
"Dia tidak pernah memperdulikanku!"
"..."
"Mengabaikan cintaku padanya-"
"..."
"Dia malah sibuk membuat anak! HUWAAA!"
.
"PANGERAN BRENGSEK!"
Cinderella itu menatap Yukata yang ada di kursi penonton dengan tatapan tajam.
"Err.." Yukata menatap Cinderella itu gelisah saat Cinderella itu seakan menudingnya sebagai selingkuhan pangeran.
Cinderella itu menangis lagi.
"Hiks..."
"..."
"Hiks..."
Cinderella itu menatap foto yang ada di tangannya lagi.
"AKH! AWAS SAJA!" Cinderella merobek foto itu menjadi dua.
"..."
"Bila dia masih belum bisa menerima cintaku-"
"..."
"-Akan ku robek ususnya!"
"..."
"-Akan ku patahkan tulangnya!"
Cinderella merobek robek foto itu sampai tak bersisa. Glek. Yukata menelan ludah.
Cinderella lalu tersenyum.
Dia terduduk lagi. Dan memeluk serpihan kertas itu di dadanya.
Linangan air mata sang Cinderella menambah kesan pilu dari tangisan yang dia serukan.
.
"Sehingga kita akan bersama dalam keabadian."
.
Melongo.
Orang orang yang ada di ruangan itu terdiam cukup lama.
Sebelum mereka bertepuk tangan sesaat setelah Koyuki bertepuk tangan pertama.
Atmosfir pilu di ruangan itu masih belum berubah.
.
'Satsuga Shion-chan.'
Koyuki bertepuk tangan keras. Walaupun dia sering melihat gadis ini di televisi, Koyuki hanya tersenyum puas saat gadis ini menunjukkan kebolehannya secara langsung.
Well, walaupun Koyuki tidak terlalu mengerti dengan foto Naruto yang dia bawa. Namun, sebagai aktor drama sih, Koyuki akan menerima dengan positif akting gadis ini.
Awesome.
.
Di Sisi lain. Yukata hanya menelan ludah.
Dia sepertinya telah melakukan kesalahan fatal.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Chapter 47.5
(Benang Merah)
.
Bel pulang sekolah adalah hal yang paling dinanti oleh sebagian besar murid Konoha Gakuen. Mengabaikan orang orang yang sedang sibuk mengurus festival. Tidak ada hal lain yang bisa dikerjakan disini saat sekolah usai.
Hinata hanya menunggu gelisah di dekat gerbang saat Menma tak kunjung muncul. Menma harus mengambil sesuatu di kelasnya dan meninggalkan Hinata.
Tch. Orang bodoh macam apa yang meninggalkan tasnya di kelas saat berniat pulang.
Di pelukan Hinata. Oranye hanya bisa pasrah menerima nasibnya saat gadis yang ditemuinya tadi berniat mengajaknya pulang. Ah, dia tidak tau lagi.
.
Hinata melirik jam tangannya, Sebelum dia memutuskan untuk berjalan duluan keluar Pekarangan Konoha Gakuen.
Namun..
"Tunggu.."
Sebuah suara menghentikan langkahnya.
Hinata menoleh.
DEG!
Jantungnya serasa berhenti saat dia tau siapa yang menghentikan niatnya.
.
.
"N-Naruto...-Kun?" tanya Hinata tidak percaya.
Namun Naruto masih dengan tatapan tegasnya. Tatapan mereka bertemu. Hinata dengan sekuat tenaga mencoba menepis segala pesona yang terpancar dari mata sebiru angkasa milik Naruto.
Dia dengan cepat menuding Naruto.
"Tch. Ada perlu apa kau denganku huh?!" terdengar nada keras Hinata.
Namun itu tidak cukup untuk menggoyahkan Naruto.
Naruto malah menunjuk sesuatu yang dipeluk Hinata.
.
.
".. Yang ada di pelukanmu itu... sepertinya itu bukan milikmu."
Fox yang melihat kehadiran Naruto sesegera saja melompat lepas dari pelukan Hinata.
membuat Hinata terkaget.
"Ap-Hei!"
Fox segera berlari ke pelukan Naruto.
.
"O-Oranye?" tanya Hinata heran.
Fox hanya mengeong.
"Maaf. Tapi kucing ini adalah milikku." ucap Naruto kemudian.
Hinata yang tidak bisa berbuat apa apa hanya menatap Naruto tajam.
"Hei! Kau tidak bisa dengan seenaknya merebut Oranye dariku!" Hinata mulai mengemukakan kekesalannya.
Naruto dengan santai menjawab.
.
.
"Namanya Fox. Dan dia adalah temanku." ucap Naruto. Dia mengelus bulu kepala Fox.
.
Hinata terdiam saat dilihatnya Oranye sepertinya lebih nyaman di pelukan Naruto.
Hinata bergumam.
'Dasar sialan.'
.
Naruto tanpa aba aba segera berbalik dan berniat pergi dari situ. Untung sekali dia bisa menemukan Fox.
Yah, Naruto tidak menyangka kalau Fox selama ini bersama Hinata.
.
Hinata hanya terdiam menatap punggung Naruto. Yah, Siapa sangka kucing yang lucu nan imut itu adalah peliharaan pemuda brengsek.
Hinata berniat pergi dari situ.
Namun..
.
"Hinata.." ucap Naruto berhenti tanpa menoleh.
Hinata sedikit terkejut.
"A-Apa lagi!" jawab Hinata dengan nada marah.
.
.
.
.
"Senang bisa melihatmu lagi di Jepang."
'A-Apa Ya-"
Muka Hinata memerah.
'Tch.'
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxx
Author Note(s) : Lalalala~ Hanzama Is Back! .. Okree chapter 47 is up! Yess! Fox kembali ke pelukan Naruto. Lalala~ Selamat tinggal Oppa-Duakh!
wkwk.. Mungkin ada yang penasaran .. Saat Hanzama menjelaskan jurinya ada tiga namun kenapa Hanya ada dialog antara Koyuki dan Deidara saja? Hm Hm.. ada yang penasaran gak ya siapa juri ketiganya?
.
Hm. Mari kita analisa saja..
Deidara itu Laki Laki. Koyuki itu Perempuan. Apabila lelaki dan perempuan berduaan. Maka yang ketiganya adalah (...). Nah! Itulah juri ketiganya!
#abaikan.
Gomen pendek lagi. Ini masih lanjutan chapter kemarin.
Hanzama mah kadang bgitu. Kalau ngerasa nyatuin adengan kurang pas.. Hanzama selalu bagi menjadi 2. Walaupun Hanzama sadar kalau adegan lanjutannya jadi super pendek.. -_-
Tapi, Jangka apdet yang tidak terlalu lama ini Hanzama harap bisa meredakan penasaran pembaca di chapter lalu.
Err.. Kalau chapter depan.. Hanzama gak janji-
.
Okesip!
itu aja!
Makasih udah baca chapter 47 & 47.5
Salam Hangat dari Hanzama. Semoga reader sukses selalu!
.
KRITIK DAN SARAN
v
v
v
v
