chapter 49 : Setengah hari bersama musuh!

.

Di Lorong. Setelah Pertandingan

"KYAAA! KAU KEREN SEKALI SENPAI!" ucap beberapa gadis yang melihat Temujin dan Toneri melintas.

walaupun sepertinya Toneri tidak memperhatikan. Namun..

Tentu saja yang paling girang dengan situasi seperti ini adalah Temujin.

"Temujin.. Senang bertemu denganmu." ucap Temujin sembari menebar pesonanya kepada para gadis itu. Yah, meski tadi kalah pesona dari Shino selama beberapa saat. Namun sepertinya Temujin tidak sepenuhnya dilupakan.

Toneri yang ada disitu hanya menghela nafas melihat tingkah anak buahnya yang terlalu girang kepada perempuan.

"Mwahahaha.. Seharusnya, Jiraya-sama Sering sering Mengadakan KBM gabungan bersama Konoha Gakuen dan Iwa-Art." Seru Temujin senang saat dirinya diberi bunga oleh salah satu gadis berseragam Iwa-Art.

Toneri tidak menanggapi. Dia hanya menatap lurus kedepan sembari berjalan.

Saat mencapai tangga, langkah mereka berhenti saat di depannya seorang gadis duduk di anak tangga dan menghalangi.

Toneri dan Temujin menatap sosok itu.

"Wah.."

.

Temujin tadi sempat melirik sekilas gadis ini saat di kelas.

Namun saat melihatnya dari dekat..

Temujin sangat yakin kalau dia mengenali perempuan ini. Yah, Dia sering melihatnya di Televisi.

Mengetahui dia berdiri di depan seorang 'artis'

Temujin malah..

.

"Um. Maaf Apa kau adalah Shion-chan? Maksudku, Kau yang ada di televisi itu kan?" Temujin menebar pesonanya kepada gadis ini.

"..."

Shion hanya menoleh dan berdiri dari duduknya.

Temujin mengulurkan tangan.

"Temujin.. Panggil saja Pangeran." ucap Temujin dengan penuh pesona.

.

Shion :

Dia menatap Temujin dari mata ke mata. Sebelum berucap.

"Jangan menghalangi jalanku.. Jelek."

"..."

.

JLEB!

.

Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc | Pairing : Coming Soon | Relax and Enjoy Story.

.

"Hahhh. Hahh..Sial Karena Sial!"

Shino kini tengah berlari menaiki anak tangga. Sialan. Bahkan setelah pertandingan tadi. Jaket dan Kacamatanya belum dia dapatkan kembali. Karena tadi tepat saat Ibiki berteriak, Naruto, Shikamaru dan Sasuke berlari kabur entah kemana.

Sepertinya mereka sangat menghindari Ibiki.

Dan disinilan Shino. Saat tadi hampir saja dia tertangkap oleh beberapa perempuan yang 'menginginkannya'.

Yah, tampil terbuka di tempat umum terasa aneh bagi Shino. Bahkan tanpa salah satu kacamatanya, pandangannya jadi terasa 'tidak nyata'.

Yang dia perlu lakukan adalah mengambil kacamata bacanya dari tas dan mencari Naruto sebelum disadari oleh orang lain.

Well.. walaupun sepertinya dia yang berlarian di lorong sudah cukup menarik perhatian orang orang yang ada.

.

Sreeekk.

Shino membuka pintu kelasnya pelan. Dan mengintip kedalam. Berharap tidak ada orang.

Namun dia menutupnya kembali saat dia melihat Hyuuga Hinata duduk di kursinya.

Sial.

Oke, Bahkan walau hanya ada Hinata disana. Jantung Shino berdegup kencang.

Tenang!

Tenang!

Shino mencoba mengatur nafasnya. Dan berakting seolah tidak ada apa apa, dia masuk ke kelas.

Sreeekk!

.

"Oh Aburame." Shino terkejut bukan main. Bahkan hanya dengan suara pelan yang keluar dari bibir gadis ini.

"..." Shino diam. Dia mencoba membalas Hinata sembari berjalan menuju mejanya.

"Hn. Hinata-san.. Dimana yang lain?.. Karena kau sepertinya hanya sendiri." ucap Shino.

Hinata hanya membalas santai.

"Hn. Mereka ada di gedung Theater. Kau tau? mereka bilang, Mereka ingin melihat sesuatu tentang seleksi pentas atau semacamnya."

"Oh." Shino hanya ber 'Oh' ria.

Saat dia sudah mendapatkan kacamata baca-nya. Dia menoleh ke Hinata.

"Kau.. Umm.. tidak ikut kesana?"

Hinata hanya menggeleng. Lalu menoleh ke Shino dan menatapnya dari atas sampai bawah.

DEG DEG!

Entah kenapa Shino jadi grogi ditatap intens seperti ini.

Hinata tersenyum.

.

"Kau bermain hebat saat basket tadi." hanya itu ucapan Hinata selanjutnya.

"..."

Shino menatap Hinata. Ekspresinya biasa, Berbeda dengan gadis gadis yang ada di luar tadi.

"Hn. Terima kasih." Balasnya.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Sasuke, Naruto dan Shikamaru sekarang tengah menganggu aktivitas Matsuri yang sedang ada di ruangan klub. Yah, tepat beberapa detik yang lalu saat Matsuri tengah asyik makan cemilan sembari membaca buku, Ketiga orang ini datang entah darimana. Dan asal masuk ke ruangan klu Drama sembari terengah engah.

"Hahh.. Itu.. Hahh.. Pembalasan yang bagus Sasuke!" Naruto malah menepuk Sasuke bangga.

"..."

"Maksudku.. Aku tau.. Kau juga punya dendam dengan ibiki. Dan itu adalah eksekusi yang halus. Aku yakin Ibiki tidak akan tau kalau kau melakukannya dengan sengaja." Naruto malah mengutarakan pendapat sepihaknya.

"Itu memang tidak disengaja dobe!" Sasuke akhirnya membela diri. Yah! Dari awal dia memang tidak tau Ibiki ada disana. Dan Sasuke bahkan heran kenapa bolanya bisa tepat sekali mengenai Ibiki.

.

"Anoo.. Tuan tuann.." Matsuri mulai merespon saat dia merasa tidak dianggap keberadaannya.

.

"..."

Yah. Mari kita biarkan mereka bernafas beberapa detik.

.

In Other Side.

Kembali Ke Shino.

Ini adalah hal aneh.Oke, sekarang Shino malah berakhir di tangga menuju atap. Sial. Niatnya mau mencari Naruto. Namun Shino terlalu takut untuk berjalan di lorong. Dan instingnya malah membawanya kesini.

Yah. Dia tidak tau harus kemana lagi dengan penampilan terbuka seperti ini. Ah, dia hanya ingin menyendiri untuk sementara.

Shino mendongak ke atas. Dia hanya menatap heran pintu menuju atap yang terbuka.

"..." Dengan sedikit penasaran dia berjalan mendekat untuk melihat.

Siiingggg!

Silau matahari langsung saja menyambutnya saat dia melangkah keluar.

Saat matanya sudah menyesuaikan diri dengan sinar ultraviolet, dia mengerjapkan matanya. yah, Kacamata berlensa bening ini tidak bisa membantunya meredupkan sinar raja siang.

.

Saat dia sudah bisa melihat dengan normal. Segera saja sosok siluet seorang gadis terlihat dimatanya.

"Eh. Apa yang kau lakukan disini?" tanya gadis itu.

"..." Ah. Seorang gadis. Padahal Shino kan sedang berusaha menghindari 'perempuan'

Oke, Shino sekarang tidak bisa berkata apa apa. Shino bisa melihat kalau gadis itu berseragam Iwa-Art.

Yah, Justru Shino yang harus bertanya. Mengingat ini adalah sekolahnya.

.

.

"Hm... bersembunyi." ucap Shino kemudian.

"..."

Detik berikutnya gadis itu malah tertawa.

Shino hanya menatap bosan gadis ini. Dia lalu melirik sesuatu yang ia bawa.

Kamera SLR.

.

"Kau sedang memotret sesuatu?" Oke, Shino malah membuka pembicaraan. Tunggu, Bukannya tadi Shino sedang menghindari perempuan?

Ah.

Gadis itu tertegun, namun kemudian dia mengangguk.

"Hm, well, Aku hanya mencoba memotret obyek-obyek di sekolah ini." balas gadis itu.

.

.

"Oh."

percakapan yang buntu. Poor Shino.

.

.

CKREK!

Akh, Shino hanya terkaget saat dia di potret dengan tiba tiba.

"Apa ya-"

Gadis itu tersenyum lagi. Dia malah menyodorkan kameranya kepada Shino.

Hah?

"Kau mau melihat hasil jepretanku?" tanya gadis itu.

"..."

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Naruto, Sasuke dan Shikamaru mengintip dengan was was dari ambang pintu ruangan klub drama. Naruto sengaja membuka pintu seperempatnya hanya untuk mengintip. Takut takut sosok menyeramkan seperti 'Ibiki-sensei' datang menerkam.

Saat dirasa aman. Mereka bertiga keluar pelan dan mengendap endap.

"Hah.. Sepertinya aman." ucap Naruto.

"Merepotkan. Kenapa selalu datang masalah saat aku berkeliaran dengan kalian berdua." Shikamaru mengutarkan pendapatnya.

Naruto melirik Shikamaru bosan.

"Kalau begitu, gunakan kejeniusanmu untuk melewati hal hal merepotkan dalam hidupmu Tuan."

Setelah berpamitan dengan Matsuri. Mereka berniat pergi dari situ.

Sebelumm. .

.

"Eh. Ternyata para pengecut yang kabur dari pertandingan."

Ketiga orang itu menoleh.

Ah, Temujin sialan.

"Kau-" Sasuke menatap marah orang yang barusan dia lempari berkali kali dengan bola basket tadi.

.

"Pertandingan tadi sudah dipastikan Uzushio yang menang." ucap Temujin.

Oke, Sasuke mulai kesal dengan orang ini sekarang. Ingin rasanya dia mengambil bola absket yang tadi dan melemparnya ke senyum jelek orang ini.

"Apa maumu?" tanya Naruto. Yah lebih baik tidak meladeni orang seperti ini. Melihat Sasuke sangat emosional saat melihatnya.

Temujin menyeringai. Ini adalah kesempatan untuk membalas perbuatan Sasuke tadi.

.

.

"Pertandingan ulang tentu saja."

.

"Pfft." Shikamaru tersenyum mengejek. 'Mana ada orang yang akan terpancing dengan sifat kekanak kanakan seperti itu...'

Shikamaru mengajak Naruto dan Sasuke pergi dari situ.

.

.

"Takut eh?"

Naruto yang memegang pundak Sasuke hanya mendecak saat Sasuke terlepas dan mencengkram kerah Temujin.

Shikamaru menghela nafas. '...Kecuali Orang ini.'

.

"Aku terima tantanganmu." ujar Sasuke.

Naruto menepuk jidatnya sendiri.

Ah, Sasuke dan Ego-nya.

.

.

Skip!

Oke, Naruto hanya merutuki kebodohan sahabatnya sekarang.

Mereka ada di lantai tiga. Dan Sasuke dengan bodohnya termakan ucapan Temujin.

Naruto sedikit bingung saat Temujin mengajak mereka ke lantai pikir, mereka akan bermain basket lagi. Namun sepertinya Temujin punya rencana lain.

.

Mereka berempat masuk ke ruang kelas 2-1.

Mengagetkan Hinata dan Menma yang ada disana. Tengah mengobrol.

"Hei!"

"What The-"

Naruto hanya melirik Sekilas dua orang yang ada di dalam dan kembali menatap temujin.

"Sekarang katakan apa maumu?" tanya Naruto kepada Temujin.

Temujin malah tersenyum. Dia lalu mengambil pot bunga yang ada di meja guru, Dan menuangkan airnya ke lantai.

!

"Kau tau? Gadis satu kelasmu yang ber-rambut merah muda?" tanya Temujin. Dia memegang erat pot bunga yang sudah dikosongkan airnya itu.

Mereka hanya menatap heran Temujin. Tidak terkecuali Hinata dan Menma.

Temujin menatap Shikamaru dan Naruto.

"Maaf tapi, Sepertinya Hanya aku dan Sasuke yang akan berkompetisi disini. Mengingat hanya dia yang menerima tantanganku." ucap Temujin kepada Naruto dan Shikamaru.

"Hah?"

"Cih." Sasuke hanya mendecih.

Mendengar respon Sasuke. Temujin berucap lagi.

"Tidak apa kalau kau mundur sekarang, Dan mengakui kalau Uzushio lebih hebat dibanding Konoha."

Yah, Shikamaru tau. Temujin memang sejak pertama hanya mengkompori Sasuke.

Sasuke hanya mendengus.

"Cepat mulai sebelum aku menghajarmu." balas Sasuke sarkatis.

Temujin Tersenyum puas.

.

"Kita hanya akan berduel simple." jelas Temujin.

"..."

"Kau tau gadis merah muda di kelas ini kan?"

"..."

"Yang tangannya sangat lembut. Ah, Aku bahkan masih ingat sentuhannya di jemariku." ucap Temujin lagi. Dia mengingat ingat seorang gadis yang ia kecup tangannya tadi pagi.

Tch. Mendengar nada menjijikan Temujin saat menjelaskan tentang teman sekelasnya malah membuat Sasuke ingin segera memukul wajah orang ini.

.

Temujin lalu menyodorkan sekuntum bunga kepada Sasuke.

Sasuke hanya menatap bunga tulip itu aneh.

Dia lalu menatap Temujin dingin.

"Apaan." tanya Sasuke polos.

"Siapa yang bisa memberi bunga kepadanya terlebih dahulu, dialah pemenangnya." balas Temujin.

Pfft, memberi bunga? Kau pikir siapa Sasuke? Romeo? Pfft..

.

"Kalau takut. Mundur saja."

Dan itu adalah kesekian kalinya Sasuke termakan kata kata Temujin.

.

.

Skip!

Pertandingan lain dimulai di sudut koridor Konoha. Entah kenapa perlombaan aneh ini diawali dengan posisi start lomba lari.

Hinata bilang kalau Sakura kemungkinan ada di gedung Theater. Jadi pada basicnya. Temujin dan Sasuke hanya harus berlomba lari menuju gedung Theater yang ada di area belakang gedung ini.

Yah itu cukup jauh.

Namun Sasuke tidak bisa mundur sekarang. Mengingat senyum menyebalkan itu masih terpampang jelas di wajah Temujin.

Shikamaru hanya menurut saat dirinya diminta untuk memberi aba aba. Tch. Sial memang, Sasuke selalu saja termakan kata kata Temujin, bahkan semenjak mereka di Uzushio.

Bahkan dulu. Hanya sebuah kata : Hai. Bisa menyeret Sasuke kedalam sebuah perkelahian. Bila menyangkut orang orang OSIS tentunya.

.

"Hn. Kau tau saat kau berlari dilorong kau akan menantang seseorang kan? Hm Sasuke?" tanya Shikamaru malas.

Namun Sasuke tidak peduli.

"Cepat mulai saja Nara!" Temujin malah membentak Shikamaru.

"Tch." Yah biarlah. Mereka berdua sudah dewasa. Mereka tau apa yang mereka lakukan.

.

Shikamaru mengaba-aba dengan menggunakan sebuah Koin. Sasuke dan Temujin bahkan tidak punya waktu menghiraukan tatapan tatapan heran orang yang kebetulan disana.

"Siap?"

Saat Shikamaru melempar koin itu ke udara. Sasuke dan Temujin sudah siap mengambil tumpuan.

.

Diiringi dengan suara koin itu jatuh.

Mereka berdua mulai berlari.

Wussh. Temujin berari secepat kilat di depan. Namun Sasuke harus delay beberapa detik karena Temujin dengan sengaja menyenggol Sasuke saat ingin start.

Ah sial. Seperti awal basket tadi dimana Temujin menggunakan cara kotor.

.

Sasuke pun berlari kemudian. Mencoba menghindari pejalan kaki yang menghalangi di lorong.

Di belakang mereka, Naruto hanya mencoba mengekor mereka berdua dari jarak yang aman.

.

"Aduh!"

"Awas!"

"Jangan lari lari ih!"

Saat Sasuke sudah ada di belakang Temujin. Dia dengan reflek menarik kemeja Temujin.

.

Dan melayangkan pukulan.

Sreet!

Duakh!

Namun Temujin menghindar dengan backdash. Memaksa mereka berhenti.

Sasuke mencoba menendang Temujin. Namun Temujin melompat menghindari. Yah, Ini berakhir dengan perkelahian. Sasuke sepertinya memang kehabisan kesabaran.

Orang orang yang ada disana hanya melongo melihat perkelahian dua orang ini. Layaknya Stunt-man yang tengah mencoba menumbangkan satu sama lain.

Temujin membalas Sasuke dengan tebasan karate. Namun Sasuke menghindar ke samping. Melihat Temujin yang berjongkok, Sasuke melakukan counter dengan melayangkan tendangan dengan kaki kiri.

Namun Temujin melakukan blocking dengan tangan kanannya.

.

!

Sasuke berlari turun tangga saat Temujin masih lengah dengan posisinya. Mendahului Temujin menuju gedung Theater.

"WHAT?!" umpat Temujin saat dia kecolongan beberapa langah oleh Sasuke.

.

Lantai 2

Sasuke berlari sepanjang lorong, sebelum dia dengan tidak sengaja menabrak Kakashi dan tersungkur.

"Oi Sasuke. Jangan berlari di-"

"HYAAAT!" Temujin mencoba memukul Sasuke lagi dari belakang. Namun Sasuke yang terduduk di lorong cukup pintar untuk menggunakan Koper Kakashi yang tergeletak sebagai tameng.

Mengetahui pukulannya gagal. Temujin melompati Kakashi dan berlari lagi. Meninggalkan Sasuke yang ada disana.

"Tch." umpat Sasuke.

"Sasuke-ku-WOII!" Kakashi bahkan tidak bisa mengutarakan kekesalannya saat dia melihat Sasuke sudah berlari menjauh.

.

Lantai 1

.

Mereka bardua beradu cepat menuruni tangga.

Mengabaikan teriakan orang orang yang mereka kenali mencoba menghentikan. Namun itu tidak cukup untuk menghentikan dua orang ini.

Mereka terus berlari sebelum kaki mereka membawa mereka ke depan gedung Theater.

Mereka terbelalak. Saat banyak orang ada di pintu masuk gedung tersebut. Sosok berambut merah muda juga ada disana. Tengah berbincang dengan Ino.

Sementara, orang orang itu hanya menatap Heran dua orang pemuda dari Uzushio dan Konoha yang berlari dengan kecepatan penuh menuju mereka.

.

Sasuke menoleh ke Temujin, Temujin menoleh ke Sasuke.

Sasuke menyeringai. Membuat Temujin heran. Namun heran Temujin harus terjawab saat Sasuke dengan sengaja..

.

.

Menjegal kakinya.

Bruk.

Temujin Terjatuh.

Sasuke tersenyum.

Namun.

Kaki Sasuke berhasil di pegang Temujin. Membuat Sasuke terjatuh juga.

"Shit!"

Temujin berdiri.

Melihat Sasuke yang tengkurap. Temujin dengan Sengaja mencoba menendang Sasuke.

Namun Sasuke berhasil menghindar. Dia dengan satu gerakan berbalik dan menghadang tendangan Temujin dengan pergelangan tangannya.

Sasuke melayangkan tendangan ke udara untuk menyerang Temujin. Namun Temujin mundur beberapa langkah.

Memberi waktu Sasuke untuk berdiri.

"..."

"..."

"..."

"..."

Mereka berdua terdiam. Dan terengah-engah. Hanya hening. Bahkan seragam yang kotor dan berdebu tidak mereka hiraukan.

.

"Err..? Anoo..?" Sakura yang ada tak jauh dari situ hanya bergumam. Memastikan mereka berdua tidak apa apa.

Temujin dan Sasuke menoleh ke Sakura.

"HYAAAA!" Temujin melayangkan satu pukulan lagi kepada Sasuke.

Namun reflek Sasuke lebih cepat.

Melihat kesempatan, Temujin segera saja berlari menuju Sakura. Meninggalkan Sasuke.

Sakura hanya menatap ngeri saat dua orang ini sepertinya mengejarnya.

"Heh!" Sakura berniat balik badan dan masuk kembali ke Gedung Theater.

Sebelum.

TAP!

Tangannya dipegang oleh seseorang.

.

.

Sakura terkaget.

Dia kembali menoleh.

.

Di depannya kini nampak seorang pemuda yang menatapnya Intens.

Mata ke Mata.

Orang orang yang ada disana hanya diam. Termasuk Ino yang menatap bingung apa yang barusan terjadi.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Sakura menatap pemuda yang tengah memegang tangannya kini. Entah kenapa tatapan ini terasa aneh. Jantung Sakura berdegup kencang.

Sakura lalu melirik pemuda yang lain yang tengah tersungkur jatuh.

Sepertinya dia ditarik dari belakang sebelum terjatuh.

"Cih." Hanya itu umpat pemuda yang tersungkur itu.

.

Sadar dari pesona. Sakura segera berucap.

.

.

"A-Apa maumu..S-Sasuke?!" ucap Sakura sebelum dia mencoba melepaskan pergelangan tangannya dari Sasuke.

Namun sayang, Sasuke malah memegangnya semakin erat.

"Sakura.." ucap Sasuke.

.

GLEK! Sakura menelan ludah.

.

"Untukmu.." ucap Sasuke sembari menyodorkan sesuatu kepada Sakura.

Hah?

Sakura menatap heran setangkai bunga-Err.. tangkai bunga tulip lusuh yang kelopaknya hanya tinggal satu.

"..."

Entah kenapa di situasi seperti ini malah Ino yang merona merah. I-Ini! Seperti adegan drama yang pernah dia tonton!

"..."

"..."

"..."

"Err.. Untukku?" tanya Sakura memastikan. Ah, sial. Apa yang merasuki pemuda ini.

Sasuke mengangguk.

.

Sakura malah tertawa kecil. Dia sedikit merona.

Dia lalu tanpa ragu menerima bunga lusuh itu.

Saat dilihat Sakura sudah menerima bunga itu. Sasuke tersenyum kemenangan. Dia mengalahkan Temujin.

.

.

.

.

.

Namun. .

Detik berikutnya adalah hal yang Sasuke tidak sangka sama sekali.

.

Sakura mengecup pipi Sasuke dan berucap.

"Terima kasih."

.

DEG!

Sasuke mematung.

Diiringi dengan suara 'KYAAA' Dari orang orang disana.

Sasuke sadar.

.

.

Kalau hal yang dia lakukan adalah hal yang memalukan.

.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxx

Author Note(s) : Owboy owboy! Hanzama is back.

Oke, Hanzama sebelumnya mau mengucapkan maaf terlebih dahulu. Karena seharusnya chapter ini Hanzama apdet di hari minggu kemarin. Dimana itu bertepatan dengan 1 tahun IWDWIW On Going. Namun ada suatu kondisi yang menghantam Hanzama sehingga chapter ini delay beberapa hari.

Sekali lagi maaf.

Dan. Special Thanks untuk hutamara senju yang sudah memberikan selamat untuk 1 tahun fanfic ini jalan.

tak lupa, SUPER SUPER SUPER SPECIAL THANKS untuk para sahabat pembaca yang selalu setia menemani keseharian trio NSS. Hikss..

.

Oke, mungkin tidak ada yang menyadari kalau Hanzama melakukan kesalahan yang lumayan fatal di chapter chapter lalu.

Soal. Klub fotografi Iwa-Art. Hanzama menjelaskan bahwa perwakilannya adalah Arashi Fuuma. Padahal Hanzama harusnya menulis Sasame Fuuma.

Maafkan point itu. Dan Hanzama sendiri baru menyadarinya kemarin saat Hanzama membuka chapter tersebut. Hanzama hanya terkadang bingung antara. Arashi Fuuma, Sasame Fuuma, Kotaro Fuuma, dan Fuuma Shuriken.

Apa mereka satu keluarga? Ah. Hanzama juga tidak tau.

Tapi well,

Thanks udah support! Thanks udah baca! Thanks udah mewarnai hari hari Hanzama dengan review kalian yang menyenangkan!

untuk sekarang,

Sekian dari Hanzama, Semoga Reader Sukses selalu!

See yaw in the chapter 50!

Cya~cya~

KRITIK DAN SARAN

v

v

v