chapter 50 : The Seven Lord Of Stage.

"Sasuke.."

"..."

"Sasuke!"

"..."

"Hoi Uchiha SASUKE!"

Duakh!

Sasuke menatap marah Naruto yang menepuk keras punggungnya. Dia menoleh setelah sekian lama mengabaikan Naruto.

Sembari berjalan pelan, Naruto membalas tatapan tajam Sasuke dengan kalimat.

"Salah sendiri jalan sambil melamun. Kau kenapa sih?" Yah. Naruto memang mengikuti Sasuke saat dia 'lomba lari' dengan Temujin. Namun Naruto tidak memperhatikan detail pertandingannya.

Sampai dia menemukan Sasuke tengah melamun disampingnya kali ini, dia hanya berasumsi bahwa Sasuke 'sepertinya' menang.

Sasuke menatap Naruto bosan. Sedetik dia mengingat kejadian yang tadi..

Mukannya memerah.

"Akh!"

.

Sasuke terhuyung. Dia memegangi kepalanya yang panas.

"O-Oi kau kenapa Sasuke?" Tanya Naruto saat dia melihat Sasuke yang terhuyung ke tembok.

"..."

Dan.

.

.

BRUKH!

Dia tidak sadarkan diri.

"OI SAS-"

Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc | Pairing : Coming Soon | Relax and Enjoy Story.

.

UKS

"Hahhhh~ Merepotkan sekali." Shikamaru menghela nafas saat dirinya kini hanya diam sembari menunggu Sasuke yang tengah tidak sadarkan diri.

Tepat beberapa detik yang lalu. Naruto menyuruh Shikamaru menunggu Sasuke di UKS. Sementara Naruto-nya malah hilang entah kemana.

Yah,. Hal yang mereptkan memang saat kau tengah ada di kelasmu dan tiba tiba kau tau salah satu sahabatmu pingsan dan kau berakhir dengan harus menungguinya. benar benar Merepotkan.

Naruto pamit untuk kembali ke klub drama karena dia meninggalkan jaket Shino disana. Shikamaru cukup yakin kalau perhitungannya mengatakan seharusnya Naruto sudah kembali beberapa menit yang lalu, setidaknya.

Kecuali dia mampir kemana mana.

Suasana yang tenang hampir saja membawa Shikamaru terlelap.

Namun.

BRAK!

"SASUKE SENPAI!"

Shikamaru terkaget dengan teriakan seseorang.

SREEEK!

Shikamaru mendongak.

Ah itu dia Naruto. dan . . .

"KYAAAA! SASUKE SENPAIII HIKS!" Matsuri menatap bersalah Sasuke yang terbujur tak berdaya di kasur UKS.

".. Jangan teriak teriak oi." Shikamaru mencoba menenangkan Matsuri.

"Bagaimana ini?! Ini salahku karena aku memaksanya menjadi pangeran kelinci!" Teriak Matsuri frustasi.

"Oi sudah ku bi-"

"Dia pasti terlalu memikirkan drama kita HUWAA!"

Shikamaru menatap Naruto penuh penjelasan saat dia malah membawa Matsuri kesini.

Namun Naruto malah mengangkat bahu.

.

.

Seakan bangkit dari kematian. Sasuke membuka mata saat dia mendengar suara bising disekitarnya.

"Sasuke!" ujar Naruto sumringah.

.

"S-Senpai! Kau masih hidup!" ucap Matsuri sumringah. "SENPAI! Lihat aku! Kau tau siapa aku kan?!" ucap Matsuri mencoba membangunkan kesadaran Sasuke.

.

Sasuke malah mengigau.

"Sakur..a?"

"Hah?"

Mendengar itu. Matsuri malah berteriak lagi.

.

"KYAAA! DIA KENA AMNESIA!"

.

.

15 menit kemudian.

"..."

Shikamaru, Naruto dan Matsuri malah asyik berdiskusi sekiranya 10 menit-an saat Sasuke sudah tersadar. Sasuke hanya menurut saat dia disuruh duduk di kasur sementara mereka bertiga tengah berdiskusi.

Sasuke menatap bosan orang orang yang ada di depannya. Tch, Dasar orang orang tidak punya kerjaan.

Mereka bertiga sesekali melirik Sasuke. Membuat Sasuke lama lama risih sendiri.

Sekian lama Sasuke memperhatikan. Sasuke bisa melihat Matsuri menunjuk dirinya sembari diikuti oleh anggukan oleh Naruto dan helaan nafas Shikamaru.

Detik berikutnya Matsuri malah mendekati Sasuke.

"..." Sasuke hanya diam menatap Matsuri. Menunggu apa yang akan dia lakukan.

Plak!

Tamparan keras di pipi lah yang Sasuke terima dari Matsuri.

"ADAW! WOI AP-!"

"Sasuke senpai! Kau tau siapa aku?" tanya Matsuri menginterupsi perkataan Sasuke.

"..Ha?" Sasuke malah mundur beberapa inci saat Matsuri mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke.

"..."

"..."

Mereka semua malah diam saat Sasuke tak kunjung merespon dan hanya ber 'ha'.

Matsuri menatap Sasuke dan menghela nafas.

"Hah. Sepertinya tamparan tidak bisa menyembuhkan amnesia." ucap Matsuri.

Urat nadi di ubun ubun Sasuke mengeras.

"..."

"Hah. Sudah kuduga menyembuhkan orang hilang ingatan adalah memang harus memukulnya dengan balok kayu." lanjut Matsuri sembari menyeret sebuah kursi kayu yang ada di sampingnya mendekat.

.

GLEK!

Sasuke menelan ludah.

"WOI!"

.

~iwdwiw~

.

Di sudut nan jauh.

Deidara menatap kertas yang ada di tangannya gembira. Sesekali dia menoleh ke Koyuki dan juri yang lain yang ada di sana.

Mereka bertiga. Didampingi oleh Temari kini sudah ada di depan Notice Board Konoha Gakuen.

Berbekal kertas berisi tabel yang dipegang Deidara, mereka akhirnya slesai memilih 7 daftar nama yang akan memeriahkan festival tahun ini.

Deidara melirik Koyuki. Dibalas dengan anggukan yakin oleh Koyuki. Deidara dengan penuh wibawa menempelkan kertas tersebut tepat di tengah tengah.

"Hmm! Aku harap Festival ini akan meriah seperti bom! HMM!" Ucap Deidara.

Koyuki tersenyum.

"The Best Festival Ever!"

.

SKIP

Beberapa menit berlalu dan tempat yang diinjak ketiga juri tadi sudah dipenuhi riuh desakan anak anak dari Konoha Gakuen, Uzushio Gakuen dan Iwa-Art Academy.

Setidaknya bagi orang orang yang ingin mengetahui hasil Seleksi tadi dan kemarin.

.

"Hahh Hahh,, Cepat senpai!" ujar Yukata saat dia dan Gaara tengah berlari di lorong untuk menuju lantai satu dimana sebagian murid tengah ada disana sekarang. Gaara hanya menurut saat dia tiba tiba diajak ikut untuk mengetahu 'hasil' seleksi.

.

Sesampainya di lantai satu.

Gaara harus dibuat melongo saat banyak sekali murid yang ada disana. Sepertinya mereka tidak bisa setidaknya mengirim 'perwakilan' untuk melihat secarik kertas.

Gaara bisa dengan jelas mendengar beberapa orang yang keluar dari kerumunan dengan wajah lesu.

Terlihat kekecewaan yang dalam dari raut beberapa orang itu.

Gaara yang mencoba mendongak dan mendekat dari belakang malah dengan kasar didorong oleh beberapa orang.

"Tsk."

Mengabaikan Gaara, Yukata sesegera mungkin ikut ambil bagian dalam kerumunan tersebut.

Ah Satsuga perempuan! Batin Gaara saat dilihatnya Yukata dengan lincahnya menyelinap diantara orang orang itu.

.

"E-Eto.. Permisi.."

Sreet!

"Maaf.."

Sreet.

"Whoops!"

Ah akhirnya, Dengan sedikit usaha Yukata akhirnya ada di depan.

Saat pandangannya cukup jelas untuk melihat daftar tersebut. Dia mulai membaca list paling atas.

"E-Eto. nomor satu Klu-"

"Woii.. Jangan desak desak!"

"Kami juga mau lihat!"

"Gantian dong!

Yukata malah diganggu dengan dorongan dari belakang.

"Akh!"

Dia membatin marah kepada orang yang tiba tiba menyentuh rok nya.

Tch. Kalau begini dia tidak bisa membaca dengan benar.

Dengan seenaknya. Yukata malah menarik lepas kertas itu dari papan pengumuman dan meremas remasnya.

"!"

Semua orang yang ada disana tentu saja sewot.

"Oi apa yang kau lakukan!"

Yukata menoleh ke Gaara dan berteriak.

"GAARA SENPAI! TANGKAP!"

!

!

!

"A-Apa Yang-" Hup.

'sayang sekali' Gaara berhasil menangkap kertas itu.

Semua orang yang ada disana malah menoleh ke Gaara sekarang.

"Err.."

"LARI SENPAI!" Teriak Yukata lagi.

"TANGKAP ORANG ITU!"

.

"WTF!"

Gaara pun bergegas menaiki tangga ke lantai dua.

.

~IWDWIW~

.

Kembali ke UKS

Cklek!

BLAM!

Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Matsuri hanya diam seribu bahasa saat dilihatnya Gaara masuk sembari ngos-ngosan.

"Hah.. Hahhh. Hahh!"

"Gaara senpai? Kau kenapa?" tanya Matsuri.

Gaara mendongak. Saat dilihatnya teman teman klub drama nya ada disini. Dia malah terduduk sembari bersandar di pintu.

Sembari menarik nafas boros, Gaara mengambil secarik kertas lusuh dari kantong bajunya. Dan melemparnya asal kepada Shikamaru.

Shikamaru menangkap kertas itu dengan heran.

"Apa ini?" Tanya Shikamaru kepada Gaara.

Namun Gaara tidak menjawab dan mengisyaratkan Shikamaru untuk melihatnya sendiri.

Shikamaru hanya mengangkat bahu lalu membuka remasan kertas itu.

HASIL SELEKSI PENTAS SENI FESTIVAL SANNIN

Shikamaru terbelalak tak percaya.

.

"Huh? Kenapa kau berwajah seperti itu Shika?" tanya Naruto.

Shikamaru lalu memberikan kertas itu kepada Matsuri dan Naruto.

"..."

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

HASIL SELEKSI PENTAS SENI FESTIVAL SANNIN

.

1. Klub Drama Iwa Art Academy (IAA Drama Club)

2. Klub Music Iwa Arc Academy (IAA Shmpony Club)

3. Uzushio-Gakuen Magic Club (UMC)

4. Klub Music Konoha Gakuen (Staring : Dimension Band)

5. Uzushio Platformer Club (UPC)

6. Klub Theater Konoha Gakuen

7. Klub Drama Konoha Gakuen

.

DAFTAR INI KAMI SELEKSI SEADIL-ADILNYA DAN UNIT-KEGIATAN DIATAS KAMI ANGGAP LAYAK DAN PANTAS UNTUK MENAMPILKAN KARYA MEREKA DI PANGGUNG FESTIVAL SANNIN TAHUN INI

Pengesahan atas Nama Penyeleksi,

Deidara , Koyuki, Hanzama

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

"YOSHAAA!" Teriak Matsuri senang. "KITA LOLOS!"

Srekk!

Naruto malah merebut kertas itu dari Matsuri dan menginjak injaknya.

SEADIL ADILNYA APAAN!

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Its Not Over Yet

xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Zehaha.. Hanzama is Back! Oke. ch 50 coming up! Dan. well, sepertinya basa basinya udah cukup mungkin? Maksud Hanzama. sepertinya sudah saatnya festival dimulai kan? begitu?

Yah, waktu Prince Rabbit DKK akan segera tiba! Prepare urself! uhuk uhuk

kwkw..

Hanzama masih punya hal lain yang harus dilakukan sebelum datang ke festival SANNIN. Festivalnya dibuka untuk umum lho~ Jadi reader jangan lupa datang ya! Kita ketemu disana.. fufufu .

c u there fallas!

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

The Seven side!

# Klub Drama Iwa Art Academy (IAA Drama Club)

.

1 Message Received!

Sender : Sara-chan

Ketua! Kita lolos!

.

Sang wanita yang barusaja menerima SMS dari anak buahnya pun hanya menyeringai saat prediksi mutlaknya benar.

"Hm, Nailed it!"

Yah, sudah dia duga kalau lolos dalam seleksi seperti ini adalah perkara mudah.

Pertujukan seperti ini memang bukan sebuah pertujukan akbar di mata Klub Drama Iwa-Art Academy, namun sang ketua Klub selalu berpesan kepada anak buahnya untuk selalu bersunggu sungguh dalam akting.

Err.. Sebenarnya, ada alasan lain kenapa sang ketua Klub drama Iwa art ini terlihat kurang senang ditengah berita gembira dari anak buahnya itu.

Karena di pentas ini, bukan hanya klub mereka yang akan menampilkan drama. Ada juga yang lain..

sang ketua sedikit menaruh perhatian kepada klub drama Konoha Gakuen yang kemarin sebenarnya ingin dia sapa dan diajak berkompetisi secara sportif. Namun diluar dugaan, klub drama Konoha Gakuen malah menolak bertemu dengan klub drama Iwa-Art Academy.

Tch sialan.

"Huh? Kaguya-senpai? Apa yang kau lakukan?" tanya seseorang kepada ketua klub drama-Iwa itu.

Dia menoleh.

"TAYUYA!" Teriaknya.

"H-Hai!"

"Siapkan apa yang kau bisa! Kita akan menampilkan sesuatu yang besar." Yah, Dia bersumpah kalau dia tidak akan kalah kali ini.

"Y-Yes Master!"

.

# Klub Music Iwa Arc Academy (IAA Shmpony Club)

.

"La la la.. Aku sayang sekali. Dora-"

"Fuu?" Fuu menoleh ke orang yang menginterupsi senandungnya.

"Oh? Shiho-chan? Ada apa?" tanya Fuu kepada salah satu temannya dari Iwa-Art.

"Ehem.. Aku dengar klub mu lolos seleksi. Selamat ya." ucap gadis itu kepada Fuu.

"Benarkah?" Fuu malah balik bertanya.

Gadis bernama Shiho itu menghela nafas.

"Kau malah belum tau pengumumannya ya?" tanya Shiho.

Fuu menggeleng.

"Fuu akan mengeceknya sendiri nanti." balas Fuu.

Shiho menatap ragu Fuu. Sedikit rasa khawatir terbesit di benaknya.

"Emm. Pasti sulit untukmu mengurus klub musik sendirian." ucap Shiho prihatin.

Namun Fuu malah menampakkan wajah santai.

"Fuu hanya harus tampil bagus!"

Shiho tertawa kecil.

"Semangat ya!"

.

# Uzushio-Gakuen Magic Club (UMC)

.

"Jadi? Siapa saja yang lolos seleksi dari Uzushio?" tanya Toneri kepada Yagura.

Yagura yang sedang menatap lapangan basket dari jendela lantai dua hanya terkaget saat tiba tiba Toneri datang dan bertanya.

"Err.. Sepertinya UMC dan Platformer club." ucap Yagura mencoba mengingat kabar burung dari beberapa anak Uzushio yang ngobrol tadi.

"UMC?.. Orang itu ya?" tanya Toneri.

Yagura hanya mengangguk.

"Yap. Orang itu."

Toneri menghela nafas.

"Aku hanya berharap dia tidak menghipnotis semua penonton." lanjut Toneri.

Yagura tertawa.

"Semoga saja."

.

# Klub Music Konoha Gakuen (Staring : Dimension Band)

.

"Yakumo-Senpai!" teriak Kiba di ruangan klubnya sendiri.

"Apaan sih?" tanya orang yang bersangkutan saat salah satu anggotanya masuk sembari teriak teriak.

Kiba lalu menyodorkan HP nya dan memperlihatkan SMS kepada ketua klub nya.

Dia membaca bait perbait kata kata yang ada disana.

'Kiba, bilang ke Yakumo! Dimension akan tampil di panggung festival!'

Yakumo Kurama malah menggaruk kepalanya bingung. Yah, dia cukup yakin kalau klub Music Konoha tidak menyanyikan apapun sewaktu seleksi.

"Err.. Aku kurang mengerti dengan seleksinya sih.. Tapi well, Kita akan menampilkan sesuatu yang menakjubkan!" ucap Yakumo.

Kiba tersenyum senang.

Melihat Kiba yang cengar cengir. Yakumo malah menegur Kiba.

"Kiba-kun."

"..Apaan?"

.

"Belikan aku teh." Yakumo menyodorkan selembar uang kepada Kiba.

"..."

.

# Uzushio Platformer Club (UPC)

.

"Mwahahaha! Satsuga Para juri!" Tawa seseorang yang menggema di sebuah ruangan.

"Sst pelankan suaramu! Ini sekolah orang bodoh!" tegur yang lain saat dirasa temannya terlalu keras tertawa.

"Haha.. Habisnya. Mana ada pernampilan seperti itu bisa membuat kita lolos."

"Benar juga sih."

Mereka terdiam.

.

# Klub Theater Konoha Gakuen

.

Shion tersenyum kemenangan saat klubnya ada di dalam daftar klub yang lolos. Hanya tinggal beberapa tahap sebelum klubnya siap untuk pentas.

Dan tahap itu adalah.

.

.

Perekrutan anggota.

Yah, Memang aneh saat Shion ikut seleksi terlebih dahulu dan baru merekrut anggota saat klubnya dipastikan lolos.

Namun Shion sepertinya cukup percaya diri hanya dengan dirinya sendiri.

Yah. Walaupun rencana awalnya dia ingin mengajak Naruto. Namun.

"Tsk." Siapa yang butuh cowok tukang selingkuh seperti dia! Err..

Shion berjalan pelan saat tiba tiba dia dikagetkan oleh seseorang yang lewat didepannya.

Sesosok pemuda.

wusshh.

.

"Na.. ru?" gumam Shion.

Shion terbelalak.

Dia mengamati pemuda itu. Dia mirip sekali dengan Naruto. Namun rambut hitamnya memancarkan pesona lebih dalam dibanding rambut pirang milik Naruto.

Pesona yang jantan.

Namun mengintimidasi.

'Dia bukan Naruto.'

.

"A-Ano!" Tegur Shion

Pemuda itu melirik Shion. Dia berhenti saat dia merasa gadis dengan sengaja memegang lengan bajunya.

"..."

Pemuda itu menoleh.

Tatapannya tajam. Setajam rubah bermata merah yang siap menerkam mangsanya.

"What?" tanya pemuda itu.

.

"Maukah kau bergabung dengan klub ku?" tanya Shion.

"..."

.

# Klub Drama Konoha Gakuen

.

"YOSSHH! Kita akan Latihan mati matian sebelum tampil!" ucap Matsuri sumringah.

Naruto menghela nafas berat.

"Ah ayolah.. Biarkan kami beristirahat sejenak!" protes Naruto.

Diikuti anggukan oleh Sasuke. Dan Shikamaru yang mengangkat bahu.

"HAA? Istirahat adalah untuk anak TK!" Lanjut Matsuri lagi. Hahh.. Memang sial. Menghadapi Matsuri yang biasa saja mereka udah capek. Apalagi dengan Matsuri yang kelewat girang ini.

"Terserah dah."

Sasuke menghela nafas.

"Lalu? Persiapan apa yang harus kita lakukan sekarang Matsuri-chan?" tanya Yukata.

Matsuri malah tersenyum iblis.

Dia lalu mengeluarkan bando kelinci yang dipakai Sasuke.

Membuat Sasuke merinding.

"Kita akan menggunakan ini lagi..." lanjut Matsuri menunjuk bando kelinci itu.

.

.

"... Namun dengan Versi Penuh!"

"HELL NO!" Sasuke langsung protes.

Matsuri menyeringai.

"Tenang Sasuke senpai."

"..."

"Sekarang akan aku pastikan Shikamaru-senpai, Gaara-senpai dan Yukata juga akan mendapat hal yang sama."

"Errr.."

.

xxxxxxxxxxxxx

TBC

xxx

KRITIK DAN SARAN

V

V

V

V