chapter 51 : Unlimits

.

Jantung berdebar.

.

Tegang.

.

Suasana antara hidup dan mati.

.

Itulah yang dirasakan Naruto sekarang. Dia tidak mengharapkan dia akan berakhir dengan kematian setelah ini. Namun ah, Naruto tidak menyangka lawannya sangat tangguh!

"Menyerah saja Naruru! dan terima kematianmu!" ucap Seorang gadis lawan Naruto.

Ah, Gertakan yang cukup menusuk dari seorang gadis yang baru saja menantangnya.

"Tch, padahal kami sudah menerimamu dengan ramah tamah di rumah ini. Namun kau malah mencoba menusukku dari belakang!"

Fuu tersenyum mendengar perkataan Naruto.

"Itu kesalahanmu karena meremehkan seorang gadis!"

GLEK!

.

Ah, Naruto tidak punya pilihan.

Ini adalah situasi genting! Naruto sudah tidak bisa berpikir jernih.

Yah! Dia akan melakukan ini.

"Tch. Aku tidak punya pilihan!"

.

Dengan satu gerakan. Naruto menarik sebuah kartu dari tangannya.

.

.

"Aku korbankan tiga kartu monsterku! dan aku panggil! BLUE EYES WHITE DRAGON!" Teriak Naruto bersamaan dengan jatuhnya kartu dari tangannya.

"APAAA?!"

.

.

Di dapur.

"Oi? sebenarnya apa yang mereka berdua lakukan?" tanya Shikamaru kepada Sara yang sedang mencuci piring. Melirik Naruto dan Fuu yang berisik di meja ruang keluarga dan mulai menganggu mental Shikamaru.

Sara hanya menjawab tanpa menoleh.

"Hahh~ Melihatnya pun juga tau. Mereka Bermain katu Yu-Gi-Oh..."

"..."

"...Aku bahkan heran mereka tau cara memainkannya." ucap Sara.

Shikamaru mengernyitkan dahi.

"Kartu Yugioh? Dapat dari mana?"

Sara hanya mengangkat bahu.

"Tak tau."

.

Shikamaru lalu melirik Naruto dan Fuu lagi. Bahkan Fox ikut ikutan duduk di atas meja tepat di tengah tengah mereka berdua.

"SERANGAN LANGSUNG!"

"KYAAA!"

.

Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc |

Pairing : TANDA-TANDA SASUSAKU | Relax and Enjoy Story.

.

TENG TONG!

Ketiga pemuda dan kedua pemudi, ditambah seekor kucing yang ada di dalam rumah ini merespon langsung kepada suara bel berbunyi dengan menoleh.

"Sasuke. Buka pintunya." titah Naruto yang melihat Sasuke melintas.

Sasuke hanya menatap sebal Naruto yang dengan seenak jidat memerintahnya.

"Tch."

Sasuke berjalan malas menuju pintu depan. Bertanya siapa yang bertamu sepagi ini. Masih dengan menenteng handuk sembari mengeringkan rambutnya yang masih basah. Dia membuka pintu rumah dengan perlahan.

Cklek.

"Yo-"

BLAM!

Sasuke menutup pintu itu lagi dengan keras.

Sasuke mengernyitkan dahi di punggung pintu. Memastikan kalau dia tidak salah lihat. Saat dia yakin kalau pandangan tidak mengecewakannya dia membuka pintu lagi, namun tidak selebar yang tadi.

cklek.

"Kenapa sih!" umpat orang itu yang tadi dengan tiba tiba dibantingi pintu.

Sasuke mengintip dari balik celah pintu yang dia buka 'sesempit mungkin'

"A-Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sasuke kepada orang yang sangat dikenalinya.

Orang itu tersenyum.

.

"Oi Oi. Apa seperti itu sambutan kepada Kakamu?" tanya orang itu kepada Sasuke.

Tch. Sasuke hanya mendecak saat Itachi membalas perkataan Sasuke dengan nada menjengkelkan seperti biasanya.

Sasuke lalu melirik orang yang datang bersama Itachi.

Seorang gadis.

"Hai." Sapa gadis itu.

Dan. Err..

"..." Sasuke hanya diam.

Dia menatap Itachi tajam.

.

"Huh? Sasuke? Apa yang kau lakukan?" tanya seseorang dari dalam rumah.

Sasuke harus tertegun pasrah saat dengan seenaknya Sara menganggu ritualnya.

"..."

"..."

.

~i will do what i want~

.

Tegang.

Suasana aneh harus dirasakan di ruang tamu rumah kecil ini. Bahkan Sasuke tidak bisa menyalahkan Itachi saat tadi dia melirik Sara heran dan kembali melirik Sasuke dengan pandangan 'iykwim'

Namun Sasuke tidak memperhatikan. Karena dia sibuk memperhatikan perempuan lain yang duduk di samping Itachi.

"Ho Ho. Kau memang sudah besar Sasuke. Kau bahkan berani menyembunyikan seorang gadis disini." ucap Itachi menggoda.

urat nadi di kepala Sasuke mengeras.

"Jangan ngomong yang aneh-aneh kalau kau tidak tau persoalannya bodoh." balas Sasuke.

Itachi malah tertawa.

Tak lama. Orang yang dijadikan obyek pembicaraan datang membawa dua cangkir teh untuk tamu mereka.

"Terimakasih." ucap Sasuke kepada Sara.

"Hm. Tidak masalah." balas Sara. Dia lalu melirik Itachi dengan seksama. Perawakan yang sama seperti Sasuke.

"Kakakmu?" tanya Sara.

Itachi tersenyum.

"Uchiha Itachi. Salam kenal.." Sahut Itachi memperkenalkan diri.

Sara mengangguk.

"..Dan kau adalah?" Tanya Itachi kepada Sara.

"Namaku Sara. Aku sementara tinggal disini untuk mengurusi festival di Konoha Gakuen." ucap Sara.

Oh. Itachi mengangguk.

Sara mengucap Salam sebelum dia pamit dan meninggalkan Itachi dan Sasuke mengobrol.

.

"Jadi?" tanya Sasuke. Dia melirik lagi perempuan yang dibawa Itachi kesini tadi. Dan seorang balita yang. Err..

"Hn. Dia Izumi." ujar Itachi. Diikuti dengan senyuman dari perempuan yang bersangkutan.

.

.

.

.

"... dia adalah kakak ipar mu."

"..."

.

SKIP

"KAU PASTI BOHONG!"

Berapa kali harus ku bilang kalau aku serius, Sasuke!" Kesekian kalinya kini Itachi meyakinkan adiknya, namun sepertinya adiknya ini tidak percaya. Atau lebih tepatnya tidak mau percaya.

"TSK!"

Sasuke tidak bisa berhenti mondar mandir saat Itachi sudah menjelaskan semuanya. Yah. Perempuan yang bersama Itachi ini adalah Uchiha Izumi.

Dan.

Dia adalah Istri Itachi.

"Aku tau Istriku cantik tapi, Jangan tegang begitu Otouto." ucap Itachi Santai

Gyut

Sasuke malah semakin emosi saat Itachi bersikap seperti ini adalah hal yang biasa.

"Jadi?! Ku tinggal kau beberapa minggu dan kau sudah memiliki istri?!" ucap Sasuke memarahi itachi

Sedangkan Izumi hanya sweatdroped. Ah, Sudah dia duga kalau ini akan berakhir seperti ini..

"Oi. Jangan sarkatis seperti itu. Ini tidak seperti aku mencuri pacarmu kan?" tanya Itachi polos.

"..." Sasuke tidak bisa membalas apapun sekarang. Dia hanya mengungkapkan kekesalannya dengan mengacak acak rambutnya sendiri.

"Lalu?!" Tanya Sasuke lagi.

Itachi menghela nafas.

"Kan sudah kubilang. Aku memintamu memperbolehkan Izumi tinggal disini beberapa hari." lanjut Itachi.

Haahh.. Sial bagi Sasuke Ini adalah kesekian kalinya dia direpotkan oleh ulah Itachi.

"Kenapa?" tanya Sasuke. Ya. Kenapa Izumi harus tinggal disini?

.

Sorot mata Itachi berubah serius.

"Kau tau kan kalau ini bisa gawat apabila orang orang di mansion mengetahui aku sudah menikah. Apalagi Kakek Madara yang sangat bernafsu sekali menjodohkanku dengan gadis dari Klan Hozuki." jelas Itachi.

"Jadi? Orang orang klan tidak ada yang tau?!" tanya Sasuke lagi. Nada Sasuke kembali meninggi.

Ini bahkan lebih parah.

Itachi hanya mengangguk.

"Hanya Otou-san dan Shisui yang tau." jawab Itachi Polos.

.

Sasuke menepuk jidat lagi.

"ITU NAMANYA NIKAH SIRI BODOH!"

Itachi malah tertawa.

"Begitu ya? hahaha."

Sasuke melongo. Hadeh. Kapan Sasuke bisa menyembuhkan ke-sedeng-an Itachi.

Yah Beberapa menit yang lalu dia melihat Itachi dan sekarang dia harus tau kenyataan kalau Itachi sudah menikah?

Yah!? apa yang bisa lebih buruk dari ini coba? dan lagipula. Entah kenapa Sasuke sangat yakin Tsunade lah alasan Itachi bisa tau alamat rumah ini.

"Tch." Sasuke malah mendecih tidak suka.

.

"Ayolah Sasuke. Sekali kali bantu aku. Akhir akhir ini. Kakek Madara mulai bertingkah aneh." mohon Itachi.

"..."

"Dia bahkan mengunjungi apartemenku lebih sering dari biasanya."

"..."

"Aku tidak mungkin membiarkan Izumi ku tercinta hidup penuh terror kan?" ucap Itachi sembari memeluk Izumi.

BLETAK! Itachi mendapat bogem mentah dari Izumi.

.

"Hahhh!" Sasuke menghembuskan nafas dalam.

Sasuke lalu melirik seorang. Err. Balita yang ada di gendongan Izumi.

"Lalu..?" Sasuke bertanya mengisyaratkan penjelasan untuk anak yang digendong Izumi.

Itachi tersenyum bangga.

.

.

"Uchiha Hikari. Dia tampan seperti Ayahnya kan?" ucap Itachi dengan pose sok keren.

BLETAK! Sasuke memukul Itachi keras kali ini.

"SUDAH KU DUGA KAU MEMANG BRENGSEK!"

"Adaww."

'Pria kecil' itu malah tertawa melihat pertengkaran Ayah dan pamannya.

Hahh~~

Itachi bahkan sudah mempunyai Anak! Dasar Bodoh! Membayangkan Itachi yang dengan seenaknya menghamili anak orang dan menyembunyikan hubungannya, membuat Sasuke tidak sabar untuk mengambil gayung dan mengetok ngetok dahi kakaknya ini.

.

"Oi. Jangan dorong aku Fuu!"

"Naruru minggir. Fuu juga mau dengar!"

"Tch Merepotkan. Kenapa kalian ikut ikutan sih."

"Oi sudah kubilang jangan mendo-HUWAA!"

.

Bruk!

Sasuke menoleh kepada gerombolan pemuda dan pemudi yang tejungkal ke lantai dengan posisi saling menindih.

Sasuke memiringkan kepala.

"Kalian menguping?"

Mereka berempat hanya tersenyum.

"Hehe.."

.

~i will do what i want~

.

"Jadi?"

"Yah. Maaf merepotkanmu otouto. Aku tidak tau harus bagaimana lagi." ucap Itachi.

Naruto menyahut.

"Kalau memang tidak ada pilhan sih. Tidak masalah. Lagipula, Itachi Nii kan sudah banyak membantu kami." ucap Naruto.

"Yah. Ini juga demi kebaikan Anak Itachi-san Juga." balas Shikamaru.

Hahh.. Sasuke malah menghembuskan nafas dalam.

Itachi tersenyum

"Hn. Terimakasih."

.

.

Skip

Hahh.

Sasuke hanya melamun di teras setelahnya. Dia bahkan membiarkan Naruto, DKK yang mengurus Kakak iparnya. Itachi juga masih ada di dalam rumah.

Ah, Dia bahkan tidak tau apa yang akan terjadi berikutnya dengan kehidupannya.

"Memikirkan sesuatu hm? Otouto?" tanya Itachi yang tiba tiba datang dari dalam.

Tentu saja memikirkan kelakuan bejatmu bodoh.

Sasuke menghembuskan nafas dalam menjawab pertanyaan Itachi.

"Hn. Tidak apa." balas Sasuke. Yah. Perkataan yang tidak sesuai dengan isi hatinya.

Itachi lalu ikut duduk di samping Sasuke.

"Hahh.. Maafkan aku Sasuke."

"..."

"Sasuke... Sebenarnya, Izumi dan Aku sudah lama menikah bahkan sebelum kau pindah ke konoha..." jelas Itachi.

Sasuke sedikit terkejut. Yah, Bahkan baru pertama ini dia tau kehidupan terdalam Itachi.

"..." Sasuke hanya mendengarkan.

"..Cinta itu seperti roda kau tau? Saat dia ada di depanmu dan kau tidak mengejarnya, Dia malah berputar dan sampai kepadamu."

"..."

"Tapi saat kau mencoba mengejarnya. Kau dan cinta hanya akan berada di jarak yang sama dan kecepatan yang sama. Dan terkadang tidak akan pernah bersatu."

"Jadi sekarang kau adalah pujangga cinta eh?" tanya Sasuke. Dengan sedikit nada sinis.

Itachi malah tertawa.

.

Mereka berdua diam.

"Aniki.."

"Hm?"

"Bagaimana keadaan Otou-san dan Okaa-san?" tanya Sasuke.

Itachi tertawa. Yah, itu adalah kedua kalinya Sasuke bertanya keadaan orang tua mereka semenjak pindah ke konoha.

Aneh bahkan saat dulu Sasuke masih tinggal di mansion. Bicara dengan Ayahnya saja jarang kalau memang bukan benar benar hal penting.

Itu tandanya kalau Sasuke memang merindukan mereka. Mungkin?

.

"Kau mau mengeceknya?" tanya Itachi.

"Hah?"

~iwdwiw~

.

Sasuke hanya duduk diam di bangku depan sebuah mobil chevrolet biru yang dikendarai Itachi. Setelah berpamitan kepada Izumi dan para penghuni rumah tadi, Sasuke akhirnya hanya menurut Saat itachi mengajaknya naih ke mobil.

"Kau tau? Kalau ini melanggar Peraturanku kan?" tanya Sasuke.

Itachi tersenyum. Lalu dia menempatkan jari telunjuknya di bibir.

"Sst.. Selama Tsunade-sama tidak tau, Tidak masalah." balas Itachi.

Sasuke hanya pasrah.

Yah biarlah.

.

Ah, Rasa nostalgia ini. Mengingatkan Sasuke saat pertama dia masuk SMP. Dia juga seperti ini. Duduk di mobil Itachi sembari mendengarkan Itachi yang bersiul tidak jelas.

.

45 menit mereka perjalanan sebelum laju roda mobil Itachi membawa Sasuke ke sebuah pekarangan yang familiar di memori Sasuke.

Uchiha Mansion.

DEG! Meskipun Sasuke tau dia akan diajak kesini. Namun saat dia sudah sampai, Tetap saja. Banyak rasa bercampur aduk di benaknya.

Bimbang. Dan sedikit rasa bersalah.

Mansion ini, lingkungannya masih sama. Seperti saat Sasuke tinggalkan.

.

.

Laju roda berhenti diiringi oleh suara mobil mesin yang mati. Behenti tepat di pekarangan. Sasuke pun membuka pintu mobil saat dilihatnya Itachi keluar mobil mendahuluinya.

Sasuke menghirup udara dalam saat dia sudah keluar dari mobil.

"Welcome Home." canda Itachi seakan mempersilahkan Sasuke.

Namun Sasuke malah diam. Dia bahkan tidak melangkahkan kakinya saat dia sudah menginjak pekarangan ini.

Dia hanya diam.

"Oi Kenapa? Kau tidak mau masuk?" ucap Itachi saat dilihatnya Sasuke hanya mematung.

"..."

.

"Sasuke?" Suara baritone seorang pria dewasa membangunkan lamunan Sasuke.

Sasuke menoleh.

"O-Otou-san?"

Pria dewasa bernama Fugaku itu langsung menghampiri Sasuke. Sasuke hanya menatap dalam perawakan orang tua ini. Tatapannya tajam seperti biasanya. Dan raut wajah yang jarang tersenyum.

Mereka berdua diam.

Sasuke bahkan tidak tau harus memulai pembicaraan apa dengan orang ini.

"Err.. Hai." ucap Sasuke.

membuat Fugaku tersenyum tipis.

"Bagaimana Konoha?" Fugaku mencoba memancing pembicaraan.

"Hn. Baik."

Namun sepertinya buntu.

.

"Tou-san. Aku sudah meminta tolong Sasuke soal Izumi." ucap Itachi menyambung.

"Begitu ya?" Balas Fugaku.

"..."

Fugaku lalu menatap Sasuke lagi.

"Sasuke.." ucapnya.

"..."

.

"Aku mungkin memang tidak berhak mengatakan ini. Apalagi Kami sebagai orang tua malah membiarkanmu diasingkan ke Konoha..."

"..."

".. Namun sebagai sesama lelaki. Aku memintamu,, Tolong jaga Kakak iparmu." lanjut Fugaku.

Sasuke terperangah saat melihat pandangan ayahnya melembut.

Sasuke hanya mengangguk tanda mengiyakan.

"Hn. Terimakasih." lanjut Fugaku lagi. Dia lalu mengusap ubun ubun Sasuke.

.

"Kau sudah tumbuh dewasa. Anakku."

Sasuke ikut tersenyum tipis Saat ayahnya tersenyum kepadanya.

.

.

.

.

"..Itachi. Ayo kita pulang ke konoha." lanjut Sasuke tiba tiba.

Melongo. Itachi hanya Melongo.

"Hah? kita kan baru sampai!" ucap Itachi terkejut.

Sasuke hanya mengangguk.

"Kau tidak mau masuk dulu?" tanya Itachi heran.

Sasuke malah menggeleng. Yah, untuk sekarang. Seperti ini saja sudah cukup.

"Yakin? Kau tidak mau bertemu Kaa-san dulu?" tanya Itachi lagi.

Sasuke lalu menoleh ke Ayahnya.

"Tidak apa apa kan?" tanya Sasuke. Mengisyaratkan kalau lebih baik tidak saja.

Fugaku hanya tersenyum.

.

"Yah. Dia sedang nonton Uttaran. Dia akan baik baik saja." balas Fugaku lagi.

Sasuke tersenyum.

"Terima kasih."

.

~i will do what i want~

FoREVer Street

Hari sudah sore. Sasuke turun dari mobil Itachi saat mereka sudah sampai di rumah. Namun melihat Itachi yang tidak ikut turun malah membuat Sasuke heran.

"Kau tidak akan mampir dulu?" tanya Sasuke kepada Itachi.

Itachi tersenyum.

"Maaf Otouto. Aku ada urusan habis ini."

"..."

".. Sekali lagi maaf telah merepotkanmu.. Aku akan sering mengecek Hikari dan Izumi." lanjut Itachi.

Sasuke hanya mengiyakan.

Mereka bertukar kontak Sebelum mobil biru itu hilang dan pergi menjauhi daerah FoREVer street.

Detik selanjutnya Sasuke langsung memasuki rumah.

.

.

"Membuka Hati untuk orang lain, Itulah kuncinya sabar."

.

Cklek.

Suasana riuh langsung menyambut Sasuke saat dia sudah memasuki rumah. Di ruang TV. Saske bisa melihat Fuu yang kini tengah menggoda Hikari dengan mengangkat angkat Fox dan mendekatkannya ke wajah Hikari.

Tawa cekikikan Hikari malah membuat Fox berontak ingin lari.

Saat melangkahkan kakinya ke dapur. Dia melewati tangga menuju lantai dua.

Dia bisa dengan jelas mendengar suara Shikamaru dan Naruto dari bawah. Dia sepertinya sedang memberesi kamar Naruto. Yah. mungkin Naruto mengalah dan membiarkan Izumi-san memakai kamarnya.

"Kita geser saja lemarinya."

"KYAA SHIKAMARU ADA SARANG TAWON!"

"AKH! Jangan kau pukul sarangnya bodoh!"

"HUWAA!"

"AH!"

"INVASI TAWON! WAAA!"

Yah. Kita biarkan mereka.

.

Sasuke lalu berjalan menuju dapur.

Bau rempah rempah langsung menyeruak di indra penciuman Sasuke saat dia sudah ada di dapur.

"Oh? Kau sudah pulang Sasuke-kun?" tanya Izumi kepada Sasuke.

"Masak apa?"

tanya Sasuke saat dia melihat Izumi dan Sara sedang berkutat di dapur.

"Makan malam tentu saja. Aku dan Sara-chan membuat nasi goreng tomat special." ucap Izumi kepada Sasuke.

Bau harum ini. Sasuke memang tidak bisa tidak mengenalinya.

Sasuke malah tersenyum.

"Kelihatannya Enak." ucapnya.

.

Yah. Rumah kecil itu akan bertambah ramai lagi.

xxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxx

Author Note(s) : *nyanyi lagu kebangsaan* Hanzaaamaaa Is BACK! Kembali lagi dengan ficto absurdo iwdwiw. Oke, Satu lagi akar yang akan membawa para pembaca menuju akhir cerita.. hikss.. mungkin ini juga adalah hint sebelum stage 4 dimulai. hikss. *masih panjang amat ceritanya om*

Well, Bagi yang belum pernah tau Izumi. Sebenarnya Hanzama sedikit tertarik dengan gadis ini setelah Hanzama baca liustrasi novel Itachi Shinden.

Bahkan Izumi diceritakan saat Itachi membantai klan. Hikss. Hanzama jadi sedih. Saat banyak orang jomblo di luar sana. Itachi dengan seenak jidat malah bantai para peravvan klan Uchiha. O-ONORE KAU ITAC-ehem.

dan Itachi dan Izumi seharusnya adalah Straigt pair apabila seandainya novelnya diangkat ke anime. Namun nggak tau juga. Di anime Izumi juga muncul seiprit. -_-

Oke, Satu langkah lagi hanzama memberi gambaran. Hanzama harap para pembaca tidak 'terpeleset' dengan alur cerita yang random bercabang ini.

Dan, walaupun nama 'Hikari' memang cukup sering kalau kita membaca sebuah nama OC. Namun hanzama harap tidak ada author yang tersinggung saat Hanzama juga ikut memakai nama Hikari. Karena pada dasarnya belum ada hak cipta yang mematenkannya.

Karena Hanzama juga ingin. 'cahaya' ada bahkan di fanfic abal ini.

Well, Yang penting. Bentar lagi Festival! Yeyy!

Okesip. Hanya itu sih. Cuap Cuap Hanzama.

Special Thanks kepada Hizamaru Akari, Uchiha Bonmori, Ardi namikaze, Ann, mayu-chan, Kimi No Todoke, Eisenwald wolf dan para reviewers anonymous yang masih bersedia memberi saran kepada fanfic ini meskipun author yang pelupa ini belum pernah secara khusus membalas review yang tidak login. Hikss,,

Dan Thanks Koreksinya uzumaki reverend .. Hanzama sedikit kurang fokus karena puasa mungkin.. tapi udah di fix kok.. sst semoga aja gak ada yang tau..

Terimakasih atas ucapan dan supportnya.. ^.^

once again, Thx udah baca.

Eitss,

.

Drrt Drrt.

Sasuke menghampiri HP jadulnya saat dirasa bergetar. Sasuke mengernyit heran saat Di layar HP nya terpampang nomor yang tidak diketahui

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Dari : 088VGSRWQXYS

Senpai! Ke sekolahan sekarang! Kita berlatih DRAMA!

-Matsuri

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Sasuke melirik jam yang ada di dinding.

Jam 19.30

Ini sudah malam bodoh! batin Sasuke.

Tapi tunggu. .

Sasuke mengernyitkan dahinya saat dia tau ada sesuatu yang janggal.

"Darimana dia dapat nomor ini?" tanya Sasuke netah kepada siapa.

.

.

.

Lama lama lama kemudian. Cerita mereka berakhir dengan Latihan panjang yang bahkan author tidak bisa membayangkan seperti apa.

.

Dan penderitaan mereka belum berakhir.

.

.

.

Bahkan sampai beberapa hari sebelum Festival dimulai.

.

.

KRITIK DAN SARAN

v

v

v