chapter 52 : Dokuritsu Junbi Cosakai

Sasuke, Naruto dan Shikamaru tidak bisa memungkiri. Semenjak Izumi tinggal disini, perihal sarapan menjadi layak selayaknya sarapan. Masakan yang bisa dibilang 'selayaknya buatan ibu rumah tangga' selalu mewarnai hari pemuda pemudi disini.

Walaupun Sasuke sering membantu di dapur, namun itu sudah cukup menandakan, Berkeliarannya Sara dan Izumi di daerah kekuasaan Sasuke, menandakan berakhir pula debut Sasuke sebagai koki tunggal kawakan di rumah ini.

Ah, Sasuke jadi penasaran apakah Tsunade tau kalau Izumi tinggal disini? Atau ini ternyata adalah salah satu 'propaganda' Tsunade? Yah, pertanyaan yang cukup mengganjal.

.

Oh benar! Mengingat Izumi tinggal disini. Sasuke malah membayangkan dirinya bisa mengkoreti dompet Itachi sebagai alibi biaya 'administrasi'. wahaha-

"Sasuke-kun."

"Hah?"

"Bisa kau jagakan Hikari sebentar. Aku mau mandi." ucap Izumi tiba tiba kepada Sasuke.

"Err.." Sasuke menatap Izumi lalu ke Hikari bergantian. Sebelum dia mengangguk.

"Baiklah." lanjut Sasuke.

.

"Yosh yosh.. Hikari-chan. Kau ikut paman Sasuke sebentar." ujar Izumi kepada Hikari sebelum dia menyodorkan bayi kecil itu kepada Sasuke.

"Ohm nyam nyam." Gumam bayi kecil itu saat tubuh mungilnya ini sudah berpindah gendongan ke Pamannya.

Dan. Syuut.

"Adaw." Rambut Sasuke menjadi mainan baru Hikari.

Sasuke hanya mengaduh saat pria kecil ini mencoba menarik narik rambut jambang sasuke.

Izumi malah membiarkan dan tersenyum.

"Jaga dia sebentar ya."

Sasuke menghela nafas saat Izumi sudah berlalu dan meninggalkan Sasuke dan Hikari. Masih dengan menggendong Hikari, Sasuke lalu menoleh. Dia cukup yakin kalau Naruto, Sara dan Fuu sedang ada di halaman depan sekarang. Dan Shikamaru ada di kamarnya.

Sasuke berniat menyusul ke depan sebelum dia merasakan sensasi panas di sebagian badannya.

'Tunggu dulu'

Serrrr..

Ahh. Kimochii.

Sasuke melirik bagian bawah badannya yang sudah basah.

"WAAAH!"

.

Hikari ngompol.

.

Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc |

Pairing : TANDA-TANDA SASUSAKU | Relax and Enjoy Story.

.

Di halaman depan rumah.

"H-Hah?!" Sasuke harus kembali bertanya tidak suka saat dia dimintai hal yang aneh lagi dari Itachi.

"Ayolah Sasuke. Ini sangat penting bagi kami.." ucap Itachi dengan nada memohon.

Yah. tepat beberapa menit yang lalu di pagi buta, Sasuke harus menerima kenyataan kalau Itachi tiba tiba datang ke rumah dan ingin mengajak Izumi untuk datang ke pesta pernikahan salah satu kolega Fugaku.

Namun masalahnya adalah. .

.

".. Tapi kami tidak bisa membawa Hikari." lanjut Itachi.

"..."

.

Sasuke menepuk jidatnya.

"Kau tau kalau aku ada persiapan festival di Konoha Gakuen kan Aniki?" Tanya Sasuke mencoba mengelak.

Itachi malah tersenyum polos.

"Kalau begitu, Ajak saja Hikari sekalian."

Sasuke mengacak acak rabutnya.

"Itu tidak semudah imajinasimu membayangkan bodoh!" Protes Sasuke.

"Ayolah Sasuke. Itu mudah saja. Kau hanya perlu mengajaknya kemanapun kau pergi, Beri dia susu kalau lapar. Dan ganti popoknya kalau dia ngompol." balas Itachi lagi.

kekesalan Sasuke malah bertambah.

"Kalau mudah. Kenapa bukan kau saja yang melakukannya?!" sambar Sasuke.

.

Itachi malah menghela nafas dalam.

"Hahh~ Kan sudah ku jelaskan. Aku kemarin berjanji kepada para tetua klan akan mengenalkan Izumi sebagai pacar. Lalu? Apa masuk akalnya saat pacarku membawa serta anaknya?"

"..."

SIal. Sasuke tidak bisa membalas sekarang. Ah, dasar. Itachi dan skandal yang membelitnya.

.

"Kumohon.."

"..."

"...Please."

"Tch!" Sasuke berpikir cukup lama.

.

Sebelum dia mengiyakan.

"Hhh~ Baiklah."

Itachi tersenyum kemenangan.

Lama mereka berbincang sebelum Izumi keluar dengan pakaian sudah rapi. Dia lalu menghampiri Sasuke dan Itachi.

"Maaf merepotkanmu lagi Sasuke." lanjut Izumi. Dia sedikit merasa bersalah dengan Sasuke.

"Hn." namun Sasuke hanya mengangguk.

Tanpa sadar. Izumi malah menarik Sasuke ke dalam pelukannya.

!

"Kami berhutang padamu." bisik Izumi di pelukannya.

DEG! merasa dipeluk oleh kakak iparnya, muka Sasuke malah memerah.

"..."

"Terimakasih. Sasuke." lanjut Izumi.

"..."

Saat Izumi melepaskan pelukannya,

Itachi tersenyum dengan pandangan penuh arti saat dia melihat ekspresi Sasuke. Itachi terkekeh.

Menyadari Itachi yang menatapnya. Sasuke malah melirik itachi sebal.

.

"Aku mengandalkanmu. Adik-ku." lanjut Izumi. sebelum dia mendahului menuju mobil suaminya.

"Hn."

Itachi mendekati Sasuke saat dia rasa Izumi sudah menjauh ke mobil Itachi.

Itachi berbisik.

.

.

"Dasar jomblo." bisik Itachi.

"Anjir."

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Next

"Ne Sasuke."

"Hm?"

"Kira kira, bagaimana ekspresi teman teman sekelas saat kau membawa Hikari menemui mereka?" ucap Naruto penasaran.

Yah, mereka berenam kini berjalan menuju konoha gakuen dengan santai. Sasuke menggendong Hikari menggunakan baby carrier yang ia cantolkan layaknya tas di depan. Hikari pun hanya diam serius menatap kedepan layaknya sedang berada di 'sebuah perjalanan yang menegangkan'

Sedangkan bahan bahan perang seperti Popok dan sebotol Susu. Sudah siap di tas yang dibawa Naruto.

"Aku tidak tau dobe." balas Sasuke. Yah, Sasuke memang tidak memperkirakan itu. Karena yang Sasuke tau, persiapan festival tidak akan ada kegiatan belajar mengajar. Jadi Sasuke berpikir tidak masalah membawa Hikari dan Stand by di sekolah takut takut kalau ada pihak yang kali-kali mencari Sasuke.

Sasuke bahkan tidak berniat membawa Hikari menemui teman temannya di Konoha Gakuen. Namun ah. .

"Kalau ada yang bertanya. Bilang saja dia anakmu." ujar Sara kepada Sasuke.

Sasuke melotot kepada Sara.

"Itu namanya bunuh diri." balas Sasuke.

"..."

"Sebenarnya, aku setuju dengan Sara." Shikamaru malah menimpali. Sasuke menoleh.

Merasa ditatap Shikamaru lalu menjelaskan.

"Maksudku. Kalau kau melihat Hikari, Dia hampir mirip denganmu.."

"..."

"..Raut datar. Tatapan mata yang terlihat arogan. Dan rambut hitam legam khas Uchiha. Dia sudah memenuhi kualifikasi." lanjut Shikamaru.

"Dasar bodoh." Respon Sasuke kepada pernyataan Shikamaru.

Fuu yang mendengar pernyataan Shikamaru malah berjalan di depan Sasuke dan memiringkan kepala. Mencoba melihat ekspresi Hikari dari dekat.

Hikari yang merasa pandagannya dihalangi. Malah menatap Fuu dingin.

"..Tamtam.." Hikari menggerakan tangannya seakan menyuruh Fuu minggir dari hadapannya.

"Wah! Dia memang arogan." ucap Fuu.

.

.

Skip.

Lama mereka berjalan sebelum langkah mereka membawa mereka ke gerbang Konoha Gakuen.

Sasuke menyipitkan mata saat dia bisa melihat sosok Tsunade tengah berdiri di depan gerbang sembari mondar mandir.

Saat mereka sudah mendekat. Pertanyaan bingung segera terlontar.

"Huh? Anda kenapa Tsunade-sama?" tanya Sara kepada Tsunade.

"Ah! Kalian." Tsunade menatap gerombolan pemuda pemudi itu dengan santai.

,

Mereka tidak merespon dan hanya diam. Tsunade lalu melirik ke anak kecil yang ada duduk manis di depan perut Sasuke.

Tsunade menatap Sasuke tajam.

"Kenapa kau membawa keponakanmu ke sekolahan?" tanya Tsunade.

Sasuke yang mendengar ucapan Tusnade, segera sadar.

"Sudah kuduga alasan Itachi tau alamat rumah kami adalah kau." tuding Sasuke.

Namun Tsunade hanya menjulurkan lidah.

Tsunade mendekatkan wajahnya ke Hikari dan berucap.

"Hikari-kun? kan?" tanya Tsunade kepada pria kecil itu.

Puk. Namun Hikari hanya membalas dengan menepuk wajah Tsunade dengan tangan mungilnya.

"Hahahahaha.." Tsunade tertawa.

Hahh~ Shikamaru, Sasuke dan Naruto menghela nafas.

'Dasar orang yang tidak ada rasa bersalahnya sama sekali.' batin mereka bertiga. Sepertinya Tsunade tidak komplain soal Hikari yang dibawa ke sekolah.

Tak lama. Sebuah mobil tiba tiba datang dan berhenti di samping mereka.

"Ah. Akhirnya datang juga!" gumam Tsunade.

Kelima pemuda dan pemudi itu menatap heran sebuah mobil nyentrik berwarna putih yang tiba tiba berhenti.

.

Klek.

Naruto bisa dengan jelas melihat seorang perempuan keluar setelahnya. Err

"Yo. Tsunade." ucap orang itu. Perempuan yang sangat jantan.

Tsunade lalu menyalami orang itu.

"Kau lama sekali .. Orochimaru."

.

Sara dan Fuu hanya terkejut saat mereka melihat kepala sekolahnya.

"O-Orochimaru-sama?"

meninggalkan Sasuke, Naruto dan Shikamaru yang malah saling pandang.

.

~iwdwiw~

.

Begitu memasuki pekarangan Konoha Gakuen, suasana asing langsung menyambut mereka. Suasana yang hampir menyerupai festival. Dimana beberapa mini stand sudah dibangun dan banyak orang berlalu lalang membawa barang kesana kemari.

Bahkan Sasuke bisa dengan jelas melihat orang orang Uzushio dan Iwa-Art sudah stand by di sini lagi.

"Wah." Naruto hanya terkagum saat pekarangan konoha telah disulap layaknya sebuah kota perayaan.

"..." Shikamaru bisa dengan jelas melirik sebuah banner besar yang bertuliskan. Konoha sannin Festival - Sponsored by Akatsuki Corp.

Shikamaru tidak menyangka.

Mereka melirik sekitar sebelum sebuah suara mengagetkan mereka.

"Oi~ SENPAI!~" teriak seorang gadis dari jauh.

Ketiganya menoleh.

"Huh?"

di mata mereka, Nampak Matsuri tengah melambaikan tangan kepada mereka bertiga dari pintu depan gedung utama Konoha Gakuen.

Mereka bertiga pun saling pandang sebelum mereka menghampiri Matsuri.

di samping Matsuri, telah nampak beberapa kardus yang bertumpuk dan berjejer berantakan.

"Apa ini?" tanya Shikamaru merujuk kepada kardus kardus yang ada bersama Matsuri. Namun Matsuri mengabaikan, karena ada sosok kecil yang membuatnya tertarik.

"Are..?"

Matsuri menatap sosok itu intens.

"..."

Saat dia mencoba membandingkan dengan orang yang menggendongnya,

"..."

"KYAAA! SASUKE-SENPAI SUDAH PUNYA ANAK!" Teriak Matsuri.

Sasuke menepuk jidatnya.

Ahh, Ini akan menjadi hari yang panjang untuk menjelaskannya.

.

~iwdwiw~

.

SKIP

Sasuke kini tengah menelusuri setiap bagian konoha gakuen hanya berdua.

Setelah menjelaskan tentang hubungan 'Sasuke dan Hikari', Sasuke lebih memilih berjalan jalan sendiri setelahnya. Daripada ikut Matsuri ke gedung theater dan menerima banyak pertanyaan dari orang orang disana.

Meninggalkan Shikamaru dan Naruto yang dimintai mengangkat beberapa kardus, Sasuke pergi dengan alibi 'dia punya tanggung jawab'

Dia dan Hikari hanya berjalan santai melihat lihat suasana di dalam gedung utama. Yah, tidak banyak orang berkeliaran disini. Karena sepertinya kegiatan banyak difokuskan di luar gedung. Namun sepertinya ada juga stand yang didirikan di ruang kelas.

Saat langkah kakinya menyeret Sasuke dan Hikari ke tangga lantai tiga, Sasuke hanya menatap heran tangganya yang di lakukan blocking dengan papan. dan beberapa meja dan kursi.

Sasuke bisa melihat tulisan Keep Out tertulis di sebuah papan dengan cat merah semerah darah.

Sasuke mengertyitkan dahi.

"Pam pam.." Hikari pun hanya bergumam sembari mencoba mengapai gapai tulisan merah itu.

Sasuke lalu melirik ke sisi lain lorong. Seingat Sasuke, di sisi lain lorong juga terdapat tangga ke lantai tiga.

Tanpa aba aba lagi, Sasuke pun segera memeriksanya.

Mengabaikan tatapan merona dari para gadis yang melihat Sasuke dan Hikari.

.

Sesampainya di sana. Sama saja, Jalannya di blocking.

Namun ada sedikit celah yang bisa dilewati oleh satu orang. Sasuke yang penasaran pun mencoba naik ke lantai tiga dari celah tersebut.

Sesampainya di atas.

DEG!

Sasuke berdiri mematung saat dilihatnya lantai tiga dindingnya berubah menjadi hitam kelam, Dan ada percikan darah dimana mana.

Sasuke hanya menutupi mata Hikari dengan tangannya. Sedangkan Hikari yang bersusah payah mencoba menyingkirkan sesuatu yang menghalangi pandangannya.

"..Huweeee.." Hikari malah mewek saat dia sadar dia tidak bisa melihat.

PUK!

Sasuke terkaget saat pundaknya ditepuk oleh seseorang.

"Oi. Sasuke." ucap orang yang menepuk pundak Sasuke.

"U-Utakata?"

Tanya Sasuke, Dia melepaskan tangannya dari muka Hikari. Saat pandangannya kembali normal, Dia berhenti menangis.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Utakata kepada Sasuke.

"Apa yang terjadi disini?" Sasuke malah mengabaikan pertanyaan Utakata dan balik bertanya.

Utakata tersenyum.

"Well, Selamat datang di mahakarya Klub instalasi Uzushio!" ucap Utakata. Menunjuk seluruh sudut lantai tiga.

Sasuke melirik ke sekitar.

"Rumah hantu?" tanya Sasuke.

Utakata mengangguk

"Yap."

"Kalian menggunakan seluruh lantai tiga?" ucap Sasuke tidak percaya.

Utakata mengangguk.

Ah satsuga Klub instalasi. Totalitas yang sangat gila.

Utakata lalu melirik Sasuke lalu ke seorang pria kecil yang bersamanya.

Dia lalu bertanya.

"Anakmu?" tanya Utakata.

Sasuke menghela nafas,

Ini akan menjadi penjelasan yang panjang lagi.

.

~iwdwiw~

.

Di gedung Theater,

Orang orang klub Drama konoha hanya duduk duduk gelisah saat panggungnya tengah digunakan oleh klub drama Iwa-Art untuk gladi.

Tak banyak orang disana. Tapi entah kenapa Matsuri merasa sebal saat seorang gadis dari klub Drama Iwa-Art seakan menatapnya beberapa kali. Membuat Matsuri tidak tahan ada disitu.

Meninggalkan Shikamaru yang sudah tidur di salah satu kursi, Gaara dan Naruto sudah slesai mengangkat kardus kardus dari gedung utama sedari tadi.

"Termakasih Naruto senpai, Gaara senpai." ucap Matsuri kepada mereka berdua.

Naruto tersenyum.

"Ah. beban seperti ini tidak ada apa apanya dattebayo!"

Matsuri tersenyum.

"Lalu? apa yang akan kita lakukan selanjutnya dengan barang barang ini?" tanya Gaara.

Matsuri lalu menoleh ke Yukata.

"Kita tinggalkan saja sebentar. Lalu kita beli minuman." ucap Matsuri.

Naruto tersenyum.

"Setuju!"

.

Yukata yang dari tadi memperhatikan akting para senior dari Iwa-Art hanya menatap heran saat tiba tiba dialog mereka berhenti.

Lalu salah satu gadis berambut putih tiba tiba menatap mereka tajam.

"Oi klub Drama Konoha!"

"Hah?"

"..." Naruto, Gaara dan Matsuri yang berniat pergi harus menghentikan langkahnya saat merasa klub mereka dipanggil.

.

"Heh? Kalian sepertinya sangat percaya diri bahkan kalian tidak mau melihat penampilan kami?" ucap Gadis berambut putih dari atas panggung.

"Err.. Ketua?" tanya Sara gelisah saat 'Sang Ketua' klub nya dengan terang terangan mendeklarasikan perang dengan klub drama konoha.

.

Matsuri menatap orang orang yang ada di atas panggung.

Jantungnya berdebar saat klubnya tiba dipanggil tadi. Tenang.. tenang.. Namun Matsuri menolak untuk terlihat payah di depan orang orang ini.

"The Three Musketier?" ucap Matsuri kepada orang orang klub drama Iwa-Art.

Merujuk kepada drama yang ditampilkan Iwa-Art academy beberapa saat lalu.

"..."

"Aku sudah membaca serial itu belasan kali. Tidak ada alasan bagi kami memperhatikan kalian karena aku sudah tau endingnya." Lanjut Matsuri.

Naruto, Gaara dan Yukata melotot tidak percaya. Bahkan Shikamaru sempat terbangun karena itu.

Dan, perkataan Matsuri sukses meyulut emosi ketua klub drama Iwa-Art. Tch, Dia membuatku kesal! Kemarin diajak kenalan tidak mau, sekarang dengan terang terangan mengejek klub Iwa-Art! Damn You Konoha!

"A-Apa katamu?" urat Nadi di kepala ketua Iwa-Art ini mengeras.

"Kaguya senpai! sudahlah!" lerai salah satu anggotanya kepada sang ketua.

Hahh.. Tenang.. Tenang.. Jangan gugup..

Kaguya mencoba mengatur nafas.

.

Sebelum ide briliant datang di kepalanya.

.

Kaguya tersenyum iblis.

"Jaa.. Bagaimana kalau kita beradu akting sekarang hm?" ucap Kaguya.

DEG! Matsuri tertegun.

Ah, dia tidak mengharapkan sesuatu seperti ini.

Melihat ekspresi sang 'gadis kecil' yang berubah gelisah, Kaguya tersenyum kemenangan.

.

Hahh.. Tenang.. Tenang.. Jangan gugup..

"Hahhh~" Matsuri menghela nafas berat.

"Kalau kalian memang memaksa.. ya baiklah." tidak ada pilihan lain selain menerima tantangan orang orang ini.

Semua anggota klub drama Konoha menatap tidak percaya.

"Serius nih?"

.

Kaguya tersenyum kemenangan. 'Kena kau.'

.

.

Yah ini akan menjadi sebuah kompetisi krusial yan-

"TUNGGU!"

Tak disangka tiba tiba suara seseorang yang berteriak mengagetkan kedua kubu.

"..."

"Beradu akting Hm? Kalian pikir kami akan membiarkan kalian melakukan hal sombong seperti itu?" ucap orang itu.

Kaguya dan Matsuri menatap kaget kepada orang yang tiba tiba berteriak tadi.

Shit!

Shion-chan.

"Klub Theater Konoha Gakuen juga akan ikut!" ucap Shion. Dia berdiri di sudut ruangan dengan beberapa 'anggotanya'

Naruto hanya melotot saat dia melihat orang yang familiar ada di kubu Shion.

Hinata Hyuuga.

"Cehh!" Kaguya tidak bisa menahan debaran di jantungnya saat gadis yang dia kenali ini mendeklarasikan partisipasinya.

"Tunggu- Kenapa kau ingin ikut? dan sebenarnya kenapa sih dengan kalian?! " tanya Naruto protes. Menuding 'ketiga ketua' dari masing masing kubu.

.

.

"Fufufufu~ darling. Karena... ini saatnya ... balas dendam." ucap Shion sembari memainkan gunting yang ada di tangannya.

Glek! Yukata yang ada disana menelan ludah. Intimidasi yang menakutkan.

.

Kaguya malah girang sendiri.

Mempermalukan dua klub dari konoha. Ini sepeti membunuh dua burung dengan satu batu!

.

.

"Kalau begitu... Ayo kita mulai.."

.

xxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxx

Author Note(s) : Wakwaw! Hanzama Is Back! Okree. Stu lagi chapter pendek. Dan, satu lagi langkah yang akan membawa kita ke festival! yeyy~

Guna memperkuat feel antara Iwa-Konoha. Hanzama memutuskan untuk mengadu domba mereka bertiga. mawahahaha-uhuk uhuk.

Mengingat feel dari Uzushio kemarin sudah cukup kuat. Hanzama takut nanti proporsi Uzushio dan Iwa-Art tidak berimbang. Yah, menulis cerita memang butuh banyak pertimbangan.. hiks..

Dan, Hm Hm,, mungkin sehabis arc dramatical ini.. akan ada lagi satu adegan tentang olah raga.. jadi.. yahh, mungkin fanfic ini akan menjadi lebih panjang dari yang hanzama perkirakan.. err.. semakin panjang dan panjang karena terlalu banyak pertimbangan.. -_-

Hanzama harap sahabat reader tidak bosan dengan alur yang berbelit belit ini.

err..

yahh, apalah daya. Menghibur orang lain juga merupakan salah satu pahala di bulan puasa. Jadi, yang sedang galau,, sini~ pundak hanzama kosong kok.. *dor*

.

oYA, Soal chapter kemarin, Hanzama sadar kalau ternyata banyak kesalahan yang mengahtui. Bahkan hanzama harus mengedit beberapa kali kesalahan yang cukup fatal. Namun hanzama berterimakasih kepada teman teman reader yang sudah berkenan memberi koreksi chapter lalu,

Sekali lagi terimakasih.. Hadiah hiburan akan kami kirimkan via mimpi.. yosip~

.

yosh.. mungkin itu.. Kita akan bertemu lagi di chapter selanjutnya.

sekian dari Hanzama.

salam hangat dari Hanzama! Semoga reader sukses selalu!

KRITIK DAN SARAN

V

V

V

V