chapter 53 : Drama Bodoh!

Naruto menelan ludah saat dirinya kini tengah berada di balik tirai panggung. Sesekali dia melirik pada bangku penonton yang diisi oleh orang orang.

Yah, ketua klub drama Iwa-Art Academy. Kaguya bilang ingin beradu akting dalam sebuah drama kolaborasi. Tanpa ada naskah dan tanpa ada latihan.

Hanya ada seorang koordinator adegan yang bahkan bukan merupakan salah satu anggota dari ketiga klub tersebut. Dan beberapa anak yang dimintai untuk mengurus properti.

Sialnya lagi, Naruto tidak menyangka Kaguya akan memanggil orang orang yang tengah sibuk di dalam persiapan festival untuk ikut menonton.

Dammit.

walaupun orang orang yang datang tidak cukup banyak, Namun itu sudah membuktikan kalau Kaguya ingin mempermalukan Klub drama Konoha dalam pertunjukan dadakan ini.

"Tch."

Naruto lalu melirik sosok gadis yang ada di ujung bangku penonton.

Hinata Hyuuga.

Seingat Naruto tadi, dia datang bersama klub Theater. Apa dia anggotanya Shion?

Aneh. Kalau benar, Naruto pikir Hinata akan ikut dengan adu akting bodoh ini. Namun sepertinya tidak.

Padahal Naruto juga menyadari kalau pemuda berambut hitam yang selalu bersama Hinata kini tengah berada di belakang panggung bersama Shion.

Ah tapi itu bukan masalah sekarang,

Di sisi lain, Naruto melirik Kaguya yang kini tengah menyodorkan sebuah gaun lusuh kepada Matsuri.

"Apaan?" tanya Matsuri.

"Kau adalah cinderella-nya.. tentu saja." ucap Kaguya.

"..."

.

.

Ah, Naruto sadar bahwa kegilaan ini hanya akan berujung petaka.

Tch, Dimana Sasuke saat dia membutuhkannya?

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc |

Pairing : TANDA-TANDA SASUSAKU | Relax and Enjoy Story.

.

Klub drama konoha kini tengah mendiskusikan strategi dengan melingkar saling berhadapan layaknya pemain sepak bola. Naruto yang ada disana sesekali melirik Kaguya yang sudah berdandan layaknya ibu peri.

"Woi. Matsuri. Kau Yakin dengan ini?" tanya Naruto. Yah, sebenarnya Naruto memang orang terakhir yang tertarik dengan sesuatu seperti ini. Namun sekarang sepertinya sudah terlambat.

Matsuri hanya diam. Dia sedang memikirkan sesuatu.

Dia lalu menghembuskan nafas dalam.

"Yah. Yang terjadi biarlah terjadi." balas Matsuri.

Seakan tidak puas dengan jawaban Matsuri, Naruto ikut menghela nafas dalam.

Saat Gaara datang mendekati mereka, Naruto harus memiringkan kepalanya.

"Hah? Jadi apa kau?" tanya Naruto saat dia melihat Gaara berpakaian hijau hijau layaknya jajanan pasar.

Gaara hanya mengangkat bahu.

Hahh.

Naruto lalu melirik Shikamaru. Apalagi yang ini-Eh?

Naruto harus terkaget saat Yukata tiba tiba bersembunyi di balik punggung Naruto. seakan menggunakan badan Naruto untuk bersembunyi.

"Aw. apa yang kau lakukan!" bentak Naruto saat bajunya ditarik oleh gadis ini. Saat Naruto menoleh ke gadis ini, Yukata langsung menunjuk ke arah pandangannya. Menunjuk ke seseorang yang err..

Shion yang tengah menatapnya dan Yukata tajam.

"..."

xxx

"Okee..terimakasih sudah datang! Kami, Klub drama Konoha, Klub Drama Iwa-Art, dan Klub Theater Konoha akan menghibur para sahabat sekalian dengan drama kami yang berjudul cinderella. Kami harap dengan drama ini, kita dapat mempererat persaudaraan dan memperkuat persahabatan antara Konoha Gakuen, Iwa-Art adacemy, Maupun dengan Uzushio sendiri. Selamat menonton!"

PROK PROK PROK PROK

Suara tepuk tangan yang meriah mengawali sebuah cerita drama yang ditampilkan di sudut sekolah Konoha Gakuen.

Beberapa orang disini memang tertarik dengan drama yang dijanjikan oleh Kaguya meriah ini. Dan sebagian disini karena mereka kabur dari tanggung jawab persiapan festival.

.

CINDERELLA!

.

'Alkisah di sebuah rumah kecil di sudut Magnolia. Hiduplah seorang janda bersama tiga anaknya. Mereka hidup senang, Makan tercukupi, bahkan mereka tidak perlu memikirkan pekerjaan rumah.

Namun sayang, tidak semua orang yang ada disana merasa bahagia.'

Tirai Dibuka. Bersamaan dengan dimulainya sebuah drama kolaborasi ini.

Di atas panggung nampak seorang gadis yang terisak diantara sapu dan debu.

"Hikss.." isaknya.

Suara tangis langsung menyambut para penonton. Pakaian yang lusuh menandakan kalau 'sengsaralah' hidup yang dijalani gadis ini.

Yah, sebagian penonton memang tau dan setidaknya pernah tau dengan cerita cinderella. dimana gadis ini akan berakhir dengan menikahi sang pangeran. well, tidak perlu mengasihani gadis ini.

hanya nikmati saja dramanya.

"CINDERELLA!" Tak lama, dua orang gadis muncul dari sudut kiri panggung sembari membawa setumpuk pakaian. Dengan sekuat tenaga yang mereka punya. Kedua gadis itu membawa tumpukan kain itu ke hadapan Cinderella.

Kedua orang itu pun segera menjatuhkan pakaian kotor itu ke tubuh cinderella.

Matsuri sedikit tersinggung saat dirasa pakaian yang berjibun banyak itu jatuh terlalu keras mengenai tubuhnya.

Shion bahkan tidak merasa bersalah saat Matsuri melayangkan pandangan marah.

Sedangkan, Yukata hanya bergumam maaf kepada Matsuri saat Matsuri melemparkan pandangan marah kepada Shion dan dirinya.

Lalu,

seseorang lagi muncul dari sudut tirai yang lain. Dia adalah sang ibu,

"CINDERELLA! APA YANG KAU LAKUKAN! CEPAT BERESKAN PAKAIAN ITU!" Bentak Sara yang berperan sebagai ibu.

"M-Maaf ibu.. Aku akan membereskannya segera." ucap Matsuri kepada sang ibu.

Sesekali Sara melirik penonton yang ada di gedung ini. Mereka tidak cukup banyak sih. Tapi ah, ketuanya bilang kalau Sara harus totalitas dalam akting.

Sedangkan Shion hanya melirik sebal Yukata yang harus jadi saudaranya. Yah, dia tidak suka gadis ini. Disisi lain, Shion tidak punya dendam apapun dengan Matsuri.

Err,

.

Sebersit ide jahil muncul di kepalanya.

"Ibu.." Ujar Shion.

Sara menoleh.

.

.

"Kenapa ibu selalu jahat kepada Cinderella?" ucap Shion menuding Sara.

Sara hanya melongo.

Penonton yang ada di sana pun heran.

'Waduh' Matsuri menatap Shion dengan pandangan aneh. Apa lagi sekarang.

Shion lalu melanjutkan dialongnya.

"Cinderella itu gadis yang baik ibu." lanjut Shion.

GUBRAK!

Semua orang yang ada di belakang panggung hanya menepok jidatnya. Tunggu, Bukankah seharusnya Shion menjadi kakak tiri yang jahat?

"Hah?" Sara hanya melongo.

Matsuri pun sempat hilang dialog untuk beberapa saat.

Shion tersenyum iblis.

"Disisi lain. Kenapa ibu tidak pernah menghukum Gabriella?" ucap Shion. Dia Menunjuk Yukata.

"E-Eh?" Yukata hanya salting saat dia dituding oleh Shion.

"A-" Sara tidak bisa berkata kata.

"Maksudku, Dia pemalas! Tidak pernah bantu bantu! Bahkan dia berani menggoda seorang saudagar negri lain dengan tubuhnya!" ucap Shion sarkatis.

"A-Apa-?!"

Ah, Yukata sadar sekarang permasalahan apa yang disinggung Shion. Yukata sadar di suatu titik, Dia pernah menyinggung perasaan Shion.

Namun ayolah. Apa harus seperti ini?

Sara diam membisu. Shit! Dia tidak tau harus berkata apa!

HAH hah hah hahh.. Hah!

Sara sempat hilang sadar beberapa saat.

Sebelum dia menampar Shion.

PLAK!

Shion tertegun. Sara lalu memeluk Shion dan Yukata erat.

"A-" Shion terkaget dengan respon Sara.

".. Karena kalian adalah anakku!.. Anak kesayanganku.."

"..."

".. Aku akan selalu menyayangi kalian.." ucap Sara lagi.

Dia lalu beralih kepada Cinderella.

"TIDAK SEPERTI KAU!" Sara lalu menuding Matsuri lagi.

"..." Matsuri diam. Dia bahkan tidak mengerti apa yang terjadi dengan dialog drama yang aneh ini.

"KAU ITU HANYA PEMBANTU! JADI BERESKAN SEMUA INI ATAU KAU TIDAK AKAN DAPAT MAKAN!" bentak Sara. Dia lalu menyeret Shion dan Yukata pergi dari situ.

Hah.. Untung Sara cukup cerdik.

Meninggalkan Matsuri yang melongo.

Tirai Ditutup.

xxx

Di belakang panggung.

"Akting yang bagus untuk seorang pemula." ucap Kaguya kepada Matsuri.

Membuat Matsuri sedikit tersulut.

'Tch. lihat saja nanti' Batin Matsuri.

Sementara yang lain,

"Shion? Apa aku boleh maju sekarang?" tanya Menma kepada Shion.

Shion hanya menatap bosan anggota barunya yang berdandan layaknya seorang penyihir lengkap dengan tongkat sihirnya.

Dia sepertinya terlalu antusias.

'Apa bule selalu seperti ini?' batin Shion.

Shion hanya membalas singkat.

"Nanti."

xxx

CINDERELLA!

'Sementara itu di sebuah Istana yang tak jauh dari rumah kecil itu. Hiduplah pula seorang pangeran yang sudah lama menjomblo.'

Tirai dibuka lagi.

Latar kini telah berganti ke sebuah kerajaan besar. Nampak seorang pangeran yang duduk di singgasana sedang berbincang dengan tangan kanan kepercayaannya.

"P-Pangeran!" ucap Naruto kepada pangerannya.

SIal. Naruto kurang pengalaman dengan hal seperti ini. Dan dia harus berperan menjadi seorang tangan kanan.

Disisi lain,

.

"Tch berisik kau Naruto. Tch, Merepotkan sekali aku harus terlibat dalam hal seperti ini." Ujar Shikamaru terang terangan.

Membuat Matsuri melongo dari sudut belakang panggung. Wiu! Main yang benar om! Ini menyangkut harga diri!

"..." Naruto hanya diam saat sang pangeran malah memanggil Naruto dengan nama aslinya.

'Sial.'

Sang pangeran malah menopang pipi dengan tangannya dan mulai mendengkur diatas kursinya.

zzzzz

"..." suasana yang ada di sana hening.

Matsuri langsung berkeringat dingin saat para penonton mulai bingung apa yang terjadi di atas panggung. Matsuri bisa dengan jelas melihat Kaguya tersenyum mengejek dibalik rautnya.

Tch. Sial. sudah Naruto duga menjadikan Shikamaru sebagai pangeran adalah ide bodoh.

Tenang Naruto... Tenang.

Naruto malah berjalan menuju ke belakang panggung.

Meninggalkan sang pangeran yang tertidur.

Membuat orang orang yang ada di belakang panggung menatap Naruto tidak percaya.

"N-Naruto senpai?" Tanya Matsuri kepada Naruto.

Namun Naruto malah mengabaikan. Dia sibuk mencari sesuatu di antara barang barang.

Karena detik berikutnya, Naruto kembali masuk menenteng-nenteng sebuah megaphone di tangannya. Dan dengan raut tanpa dosa dia mengarahkan moncong megaphone itu ke telinga Shikamaru.

"PANGERANNN!"

Membuat Shikamaru sukses bangun dari tidurnya.

"Kenapa sih?!"

"Tch Dasar pangeran jomblo! Pemalas! Tidak ada wibawanya sama sekali!" umpat Naruto kepada Shikamaru.

"..." Shikamaru kini yang melongo. Dia melirik para penonton dan berganti kepada orang orang yang ada di sisi lain panggung.

"Anoo?" Shikamaru hanya bergumam.

"Tch! Padahal umurmu sudah hampir 25 tahun!" Lanjut Naruto lagi.

"Err.."

"Dimana sang raja selalu mengomeliku karena dia bilang aku tidak pernah menasihatimu soal pentingnya seorang istri!"

"..." Shikamaru bingung harus menanggapi apa.

"Cepatlah menikah! buat anak yang banyak supaya kerajaan ini punya penerus di masa depan!" lanjut Naruto dengan nada tinggi.

di belakang panggung Matsuri dan Yukata hanya diam membisu.

wah! Akting Naruto-senpai ternyata cukup bagus!

.

"Hahh~" Shikamaru menghela nafas.

Dia hanya ingin mengakhiri drama merepotkan ini segera.

"Kalau begitu.." ucap Shikamaru menggantungkan kalimatnya.

Dia menepuk pundak Naruto. Naruto yang sadar kalau Shikamaru segera memberi titah langsung sumringah.

"Hm? Apa perintahmu pangeran?" tanya Naruto. Dia senang saat mendengar Shikamaru merespon dengan normal.

"Siapkanlah sebuah pesta dansa yang meriah.." Lanjut Shikamaru.

Hm Hm.

Naruto mengangguk. Ah akhirnya Shikamaru punya sedikit semangat dengan drama ini.

".. Undang semua bangsawan dan para gadis cantik di seluruh negri ini.. Karena.."

"Karena?" tanya Naruto. Kya! Naruto sepertinya hampir terbawa suasana dengan akting dan wajah Shikamaru yang dibuat buat seperti orang yang sangat bermartabat.

.

.

"..Karena dalam dongeng dikatakan demikian." Lanjut Shikamaru.

"..."

.

Semua pemeran yang ada di belakang panggung merasa bodoh sekarang.

Pangeran yang sangat menyebalkan.

.

xxxx

"Shion? Sekarang giliranku?" tanya Menma lagi.

"Gak."

"..."

xxxx

CINDERELLA!

.

'Kabar pesta dansa itu pun langsung tersebar ke seluruh penjuru kerajaan. Bahkan dirumah kecil milik..'

.

"Ibu! Ibu!" Teriak Yukata memanggil sang ibu. Dia memasuki panggung sembari membawa sebuah kertas.

"Hm? Ada apa anakku?" tanya Sara datang dari sudut lain panggung.

"I-Ini! Lihat ini!" Yukata menunjukkan kertas yang dibawanya kepada Sang ibu.

Sara menerima kertas itu. Berbarengan dengan Shion yang masuk ke panggung.

Yukata hanya menjauh beberapa langkah saat Shion mendekatinya. Takut takut kalau dia diterkam dari belakang.

"Pesta dansa huh?" tanya Shion.

"E-Eh." Yukata mengangguk setengah hati.

"Yosh! Kalau begitu kita harus bersiap siap!" ucap Sara mengomandokan persiapan kepada anak anaknya.

"CINDERELLA!" teriak Sara memanggil sang cinderella.

"Y-Ya ibu!" Ucap Matsuri. Masih dengan nada rendah.

Sara menatap Matsuri tajam.

"Siapkan gaun yang paling indah! Kami akan pergi ke pesta dansa!" Titah Sara dengan suara lantang.

"..." Matsuri diam.

"Ha? Kenapa malah bengong!" Bentak Sara lagi.

"Ano- Ibu. A-Apa aku boleh ikut?" tanya Cinderella.

"Ha-?"

"Boleh." ucap Shion.

Lagi lagi Sara harus dibuat bengong oleh Shion yang tiba tiba melenceng lagi dari cerita yang semestinya.

Matsuri melongo.

".. B-Benarkah?"

Shion mengangguk.

Membuat Sara lama lama sebal sendiri.

".. Ibu.. Cinderella sudah bekerja keras setahun terakhir. Dia bahkan selalu menjaga dan merawat kita saat kita dalam kesulitan.. Apakah ibu benar benar ingin membiarkan kesengsaraan terus menghantui gadis yang berhati lembut ini?" tanya Shion panjang lebar.

Sialan. Shion membuat seakan Sara adalah satu satunya antagonist di cerita ini.

"Disisi lain.." Shion melirik Yukata.

'Waduh' Batin Yukata.

"Yang seharusnya tidak ikut adalah Gabriella! Ibu terlalu memanjakannya!"

"..."

".. Dia itu pemalas! sombong! Angkuh! Licik! Boros! Semua kejelekan ada padanya ibu!" lanjut Shion.

Yukata hanya menangis dalam hati. Kumohon, kenapa kita tidak berdamai saja senpai~ Hiks

Sara malah melotot ke Shion. Sialan sepertinya Shion memang bermaksud membuat Sara mati kata.

"Daniella.." ucap Sara.

"Hm?" Tanya Shion polos.

.

.

"Sekali lagi kau bicara, akan kupukul kau menggunakan gagang sapu."

Kaguya diam di balik panggung.

Wah sialan! Ternyata bukan hanya Klub Drama Konoha yang bahaya. Klub Theaternya juga bahaya!

'Tch..' Batin Kaguya dari balik panggung.

.

SKIP

'Eee.. Walaupun sang kakak bersikeras untuk memperbolehkan Cinderella ikut pesta dansa, Namun sang ibu tetap teguh untuk tidak mengajak Cinderella ikut..

Hingga sesaat sebelum pesta dimulai..'

Kaguya tersenyum licik saat narasi yang menandakan gilirannya maju dibacakan. Yah, Ini adalah kesepatannya untuk mempermalukan Matsuri di depan orang banyak.

Hahaha- Kaguya bahkan tidak dapat menunggu lebih lama.

.

Kaguya masuk ke dalam panggung sesaat sebelum pertanyaan dilontarkan oleh Matsuri.

"S-Siapa kau?" tanya Cinderella kepada Kaguya.

Kaguya tersenyum.

"Aku adalah ibu perimu yang akan membuat hidupmu BAHAGIA." Balas Kaguya menekankan kata bahagia.

"K-Kau ibu peri?" tanya Matsuri.

Kaguya menjawab sinis.

"Dilihat pun juga sudah tau bocah." balas Kaguya.

Yah, Matsuri tau kalau adegan ini akan menjadi adegan yang paling menyebalkan untuk beberapa menit kedepan.

"Jadi ka-"

.

"Tunggu!"

Perkataan Kaguya harus dipotong oleh suara seseorang.

.

Kaguya melotot melihat orang yang tiba tiba masuk ke panggung. Pemuda berambut merah dan berkostum hijau.

'Tunggu... Siapa ini?' Yah, Kaguya cukup yakin kalau di adegan ini harusnya hanya ada dirinya dan Cinderella yang ada di panggung.

Kaguya melirik Cinderella yang menyeringai. Seakan megisyaratkan kata 'Kena Kau.'

Glek!

Kaguya pun melirik pemuda itu. Seakan tidak mau membuat penonton menunggu, Kaguya bertanya.

"S-Siapa kau?" tanya Kaguya.

Gaara dengan lantang menjawab.

.

"Aku Peri Hutan."

"..."

"HAH?"

Melongo. Kaguya hanya bisa melongo.

Melirik Matsuri yang tersenyum tipis seakan sedang menahan tawanya, Kaguya tertegun. Seringai licik terlihat jelas di sudut bibit ranumnya.

Akh!

"Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Kaguya lagi. Nadanya meninggi.

Gaara pun mengucapkan dialog yang diinstruksikan Matsuri tadi.

"Aku datang atas perintah Raja Peri. Untuk menggantikanmu, Karena kau disuruh menghadap sang raja segera." ucap Gaara.

"A-APA?" Kaguya hanya bisa terbata.

Matsuri menyeringai.

Tch Sial. Kaguya membatin.

"Jangan bodoh! Aku baru saja sampai! Dan aku mempunyai tugas untuk mewujudkan impian Cinderella!" Kaguya mencoba mempertahankan posisinya.

"Tapi.. perintah Raja Peri adalah mutlak." balas Gaara.

"Perintah raja peri bisa menunggu! Gadis kecil ini lebih membutuhkan bantuan sekarang!" ucap Kaguya.

Gaara mengangkat bahu.

.

.

"Kalau begitu kenapa kita tidak membiarkan dia memilih diantara kita berdua?" tanya Gaara,

Ahg! Skakmat untuk Kaguya!

dia lalu menatap Matsuri.

Matsuri tersenyum. Dia lalu mendekati Gaara. dan jatuh ke pelukannya. Membuat Gaara sedikit terkejut karena ini bukan bagian dari perjanjian.

"Tentu saja aku akan memilih peri yang tampan." ucap Matsuri.

Penonton hanya sweatdroped saat mereka menyadari Cinderellanya menjadi genit.

Gaara terdiam.

"..."

"..."

"..."

"..."

Menyadari kalau Gaara tidak segera melanjutkan dialognya. Matsuri mencubit Gaara.

"Ouch.. Err.. Kalau begitu pulanglah. Biarkan aku yang menjaga gadis ini."

Kaguya mendecak.

"..."

.

xxxxx

"Err? Ketua?" tanya Tayuya dari belakang panggung. Melihat ketuanya yang terlihat depresi dan duduk memeluk lutut di lantai.

"..."

"Haloo? Kaguya senpai?"

"Hikss.."

Melongo.

"Err.." Ah,

Tayuya hanya berjalan menjauh saat melihat ketua klubnya menangis sembari pundung di pojokan.

CINDERELLA!

.

'Dan. kemudian.. Tibalah acara pesta dansa yang diadakan di kerajaan, Semua orang datang.. Bahkan para petinggi negri ini..'

Di panggung nampaklah banyak orang yang telah berkumpul.

"Pangeran! Lihatlah gadis gadis ini! apa tidak ada seorang gadis pun yang menarik perhatianmu?" tanya Naruto.

Shikamaru malah membalas malas.

"Tch Merepotkan."

Hahh.. Sepertinya Shikamaru memang tidak bisa diajak bekerja sama.

.

Shion, Yukata dan Sara berniat memasuki panggung, namun.

SREEEKKK!

Tiba tiba tirai ditutup.

Semua penonton sekarang terheran.

"A-Apa yang..?" Kaguya bangun dari posisinya. saat dilihatnya Matsuri menarik tuas tirai dengan tiba tiba.

Matsuri lalu mengkomando Yukata untuk mengurus tirainya.

Yukata pun hanya menurut saat Matsuri mulai melancarkan rencananya.

Dengan seenaknya. Matsuri mendorong Shikamaru dan Naruto dari panggung. Dan memberi isyarat Gaara dengan berkedip dua kali.

"Woi." Naruto sedikit terkejut.

Gaara menelan ludah.

Shion dan Saara pun harus mengurungkan niatnya memasuki panggung saat tiba tiba tirai dibuka.

Bahkan suara Narator tidak terdengar lagi semenjak itu.

Meninggalkan Gaara dan Matsuri di atas panggung.

.

Cinderella!

.

Di panggung.

Peri hutan dan Cinderella kini tengah terduduk di lantai panggung sembari terlibat dalam perbincangan.

"U-Um? C-C-C-CCinderella? A-Apa kau yakin kau tidak mau pergi ke pesta dansa?" tanya sang Peri Hutan penasaran. Dengan sedikit terbata bata.

Cinderella menggeleng.

"Tidak. Aku lebih suka seperti ini."

"..."

"..."

"..."

Semua orang terdiam. Tunggu, Jalan ceritanya kok begini?!

Naruto dan Shikamaru juga melongo. APAAN NIH?

...

..

.

Kaguya melirik dengan sudut matanya yang sembab. Saat dengan seenaknya si gadis kecil ini merubah cerita yang semestinya dan membuat sekenario sendiri.

'CINDERELLA MACAM APA INI?!' Batin Kaguya Tobat.

Shion yang awalnya sebal malah lama lama tertarik dengan 'pengubahan skenario' yang dilakukan Matsuri.

Yah, klub Theater juga harus mencobanya.

.

..

...

"K-Kau yakin? tidak mau bertemu dengan sang pangeran?" tanya sang Peri Hutan lagi.

Matsuri tersenyum.

"Kau masih tidak mengerti Peri?" tanya Cinderella.

"..."

"..Cinta sejati tidak datang dari sebuah keberuntungan. Cinta sejati itu datang dari sebuah kejujuran..."ucap Cinderella lagi.

.

Penonton terdiam.

Begitu pula sang Peri Hutan.

.

".. Kalau aku menggunakan mantramu dan menemui pangeran, sama saja aku meraih cintaku dengan suatu kebohongan.."

.

"..."

".. Di dunia nyata kau tidak butuh keajaiban untuk mencapai semua keinginanmu.. Yang kau butuhkan hanya tekad pantang menyerah."

Gaara terperangah.

Dia memang sudah dibriefing oleh Matsuri tentang degan ini. Namun, merasakannya sendiri masih membuat jantung Gaara berdebar kencang.

Suara tepuk tangan terdengar riuh Saat Matsuri menyatakan pendapatnya. Piwiw piwit~ Suasana malah jadi riuh.

Kaguya terbelalak. Sial, dia sudah sering berdialog dalam drama. Namun baru pertama kali dia melihat drama ngawur yang mendapat tepuk tangan meriah bahkan sebelum jalan ceritanya slesai.

Matsuri tersenyum. Lalu menatap Gaara.

Gaara yang sadar ditatap pun segera melanjutkan dialognya.

"Eh? Err... Lalu? A-Aku masih berhutang mengabulkan satu permintaan darimu. Kau mau apakan permintaan itu?" tanya Peri hutan kepada Matsuri. Mencoba mengarang kalimatnya sendiri.

Matsuri tersenyum.

Matsuri lalu menyodorkan sebuah bunga dari sakunya.

"Permintaanku adalah..."

.

.

Matsuri memberikan bunga itu kepada sang peri hutan.

".. Agar kau menemaniku hingga akhir hayatku. Dan memastikan aku baik baik saja."

DEG!

Gaara tidak bisa berkata kata.

Tunggu! Seingat Gaara, Bukan seperti ini dialog yang dicontohkan Matsuri.

'Cieee.' Suara ciee pun terdengar menggema dari para penonton.

piwit piwit~

"A-?" Semua orang yang ada di belakang panggung tidak bisa berkata kata.

.

Jantung Gaara berdebar lebih kencang daripada biasanya.

Bahkan sampai saat ini, Gadis ini tidak bisa berhenti membuat Gaara kagum.

"..."

"..."

"Err.. O-Oke."

.

~i will do what i want~

"Sayang sekali. Namun, Konfliknya blum berakhir."

~i will do what i want~

.

Suara riuh itu pun semakin keras. Sial. Ending yang tak terduga.

Yukata yang ada di belakang panggung pun dengan tatapan tajam menatap sang Narator untuk mengarang narasi.

'Eh? Err.. Dan begitulah.. Peri hutan dan Cinderella hidup bahag-'

.

.

.

"Tunggu.." ucap seorang bertudung yang muncul dari balik panggung.

"Hah?" Matsuri harus terdiam saat ada orang lain yang tiba tiba masuk.

Saat dia menyadari siapa yang masuk, Matsuri terbelalak.

"Err.."

.

Salah satu anggota Shion-senpai.

Matsuri menoleh ke Shion.

Shion hanya menjulurkan lidah.

Glek!

Matsuri menatap penonton. Melihat penonton yang kebingungan. Matsuri terpaksa harus memikir cepat improvisasi.

.

Matsuri lalu berdiri dan menuding orang itu.

"S-Siapa kau?" tanya Matsuri.

.

.

"Aku adalah peri hitam.." ucap Menma.

"..."

"..."

"..."

"..."

Adegannya jadi tegang. .

.

Tiba Tiba. .

BRAK!

"N-NARUTO! CEPAT! MANA POPOK HIKARI! KK-KYAA DIA EEQ DI CELANA!" ucap Sasuke yang tiba tiba datang dari luar. Sasuke panik karena dia tidak tau harus bagaimana.

Semua orang yang ada disana menoleh ke Sasuke.

"..."

"..."

"Err..." Dia tidak bisa berkata kata saat dia menyadari keadaan. semua orang menatapnya sekarang. Sepertinya dia salah masuk.

"Huweeee.." Hikari pun sepertinya sudah tidak tahan dengan popoknya yang sangat basah.

.

Sembari menahan Hikari sedikit menjauh. Dia melirik ke panggung.

Matsuri yang melihat Sasuke pun malah. .

"P-Prince Rabbit! Tolong-"

"..."

BLAM!

Tanpa berkata apapun, Sasuke pun berbalik dan membawa Hikari keluar dari gedung itu.

"..."

What The fu# % #^$ %^$#&

xxxxxxxxx

TBC

xxxx

Author Note(s) : Ywwiwiwi Hanzama is back. Hm? Bagaimana dengan chapter ini? Er, Hanzama kurang pede sebenarnya dengan chapter ini.

tapi ah well.. Sedikit bumbu GaaMatsu perhaps? Hope u enjuoooyy it.

ah, Hanzama bingung mau ngomong apa.

.

Oya. Soal yang tanya waktu apdet.. Sebenarnya gak nentu sob,, Hanzama aplot kalau udah slesai 1 chapter.. gak ada batasan.. kadang 2 hari sekali.. kadang 1 minggu 1x.. bahka kadang 1 bulan 1x..

untuk sekarang.. masih dalam ngebut mode.. jadi.. chapter 53 hanzama aplot sesegera mungkin..

untuk chapter depan nggak tau kapan.. hihihi

.

Okesip.. mungkin itu..

See yu aja deh.. wkwk

KRITIK DAN SARAN

V

V

V