Pojok Wawancara Author :
Hanzama : Ne, Hinata-san?
Hinata : Apa huh?!
Hanzama : Boleh bertanya beberapa pertanyaan?
Hinata : Bertanya! bertanya! Cih! Kau pikir aku Yahoo Answer?
Hanzama : Err.. bukan begitu, Hanya ingin meluruskan tentang perasaan anda di fanfic ini.
Hinata : *menuding dengan kasar* dengar ya penulis amatiran! Aku tidak tau apa maksudmu mengembalikanku lagi ke jepang setelah sekian lama! yang aku tau, gara gara tulisan sialanmu itu, aku kembali bertemu orang yang sudah sekian lama aku hindari!
Hanzama : ...
Hinata : *menatap tajam*
Hanzama : Um, menurut anda? bila bertemu dengannya adalah suatu takdir, apa anda masih ingin membohongi perasaan anda sendiri?
Hinata : TAKDIR KATAMU?! Kau pasti sudah gila saat kau berniat menjodohkanku dengan pemuda berkepala pelatuk seperti Naruto-kun!
Hanzama : *mengangkat bahu* ...anda bahkan masih memanggilnya dengan sufik kun.
Hinata : *mengepalkan tangan emosi* Asal kau tau! Aku bukan lagi gadis yang akan menangis hanya karena perasaan bodoh kepada laki laki. Kau mungkin hebat bisa mengkonsepkan cerita sejauh ini bocah! tapi, bila kau masih berani mengarang cerita yang tidak aku sukai... akan ku pastikan ini adalah cerita terakhir yang akan kau tulis seumur hidupmu.
Hanzama : *glek* Err.. Seandainya anda tiba tiba Hanzama masukkan ke dalam adegan lemon dengannya. Apakah anda mau merima Naruto?
*DUAKH!*
Hanzama : adaww!
Hinata : KAU MAU MATI SEKARANG HAH?!
Hanzama : T-Tidak jadi.
.
Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc |
Pairing : TANDA-TANDA SASUSAKU, TANDA TANDA GAAMATSU | Relax and Enjoy Story.
WARN! : Hinata disini akan muncul sebagai kolaborasi Hnata origin dan RTN!
.
Chapter 55 : The Raising Hell
Ah tidak terasa festival sannin akan segera dimulai. Sebuah festival besar yang akan dimeriahkan oleh banyak orang. Bahkan, dibuka langsung oleh walikota konoha secara pribadi.
Namun, festival yang kita bicarakan sebenarnya akan berlangsung besok.
H-1 adalah..
.
".. Um.. Apa kalian tidak sadar kalau kita sudah terlambat?" Tanya Naruto yang berjalan di belakang Shikamaru dan Sasuke.
"Hooammpt.. Biarlah Naruto. Lagipula ini hanya agenda perlombaan olahraga konyol antara Konoha, Iwa-Art dan Uzushio. Aku yakin kalau sedikit terlambat tidak akan membuat kita terlibat masalah." balas Shikamaru.
"Benar." Sasuke mengiyakan.
Hahh.. Naruto menghela nafas. Yah, sifat terlalu santai memang ciri khas Shikamaru. Naruto bahkan tidak menyangka kalau salah satu dari 7 sifat mutlak Shikamaru kini dimiliki Sasuke.
Yah. Dilihat dari segi manapun, jam memang sudah menunjukkan lewat dari waktu masuk sekolah yang semestinya. Sasuke, Naruto dan Shikamaru bahkan tidak berniat berlari atau setidaknya berjalan cepat untuk memperpendek waktu mereka.
Bahkan sampai mereka tiba di depan sekolah..
GRUDUK GRUDUK GRUDUK GRUDUK.
.
"Ha?" Naruto hanya melongo saat melihat dari gerbang konoha gakuen tiba-tiba banyak orang yang berlari keluar.
Sasuke, Shikamaru dan Naruto menghentikan langkahnya.
"Marathon?" Tanya Shikamaru saat dia melihat murid lain menggunakan pakaian olahraga yang tidak berbeda jauh dari mereka bertiga.
Mereka bertiga saling pandang-
-Sebelum mereka berjalan malas mendekati gerbang.
"..."
Dengan seenaknya mereka mencegat Shino yang tengah berlari lebih pelan daripada yang lain.
"Mau kemana?" tanya Naruto kepada Shino. Naruto kagum Shino bahkan masih bisa menggenakan jaket tebalnya disaat seperti ini.
Shino menatap mereka bertiga intens.
Dia lalu menunjuk ke ujung jalan yang dituju oleh orang orang lain.
"Panitia bilang, kita harus cepat. Karena kita akan memutari beberapa blok sampai ke Leaf Street. Dan kembali ke sekolah sebelum jam 10." jelas Shino.
Shikamaru menghela nafas. Sudah dia duga kalau ini adalah marathon.
Yah, memang hal yang masuk akal mengawali sebuah festival olahraga dengan lari 2-3 kilometer.
Shikamaru menatap bayangan Shino saat dia permisi untuk duluan. Meninggalkan Sasuke, Naruto dan dirinya yang terdiam ditempat. Mereka bertiga bahkan tidak bergeming saat beberapa anak yang mengenali mereka mengajak ketiga pemuda itu untuk ikut berlari.
"Sekarang bagaimana?" tanya Naruto, dia menoleh ke Shikamaru dan Sasuke.
"Kita tidak usah ikut." balas Sasuke.
Diikuti oleh anggukan senang Shikamaru.
"Yap."
Naruto memiringkan kepala.
"Yakin?" tanya Naruto.
Sasuke mengangguk mantap.
"Pada akhirnya mereka akan kembali ke sini kan? Tidak usah buang bua-"
BRUKH!
Sasuke tidak menyelesaikan kata katanya karena dia keburu disenggol -tertubruk- oleh seseorang yang tiba tiba lewat.
"Oh, maaf." ucap orang itu.
Sasuke menatap tajam orang itu.
Namun orang itu malah menampakkan muka tanpa dosa.
"Maaf aku tidak melihatmu Sasuke Uchiha-sama." ucap orang itu lagi. Menekankan sufik sama.
Sasuke sedikit tersulut mendengar perkataannya. Nada yang menghina.
.
"Temujin.." gumam Sasuke geram.
Temujin menyeringai. Dia menoleh ke jalan yang akan ia lewati di depan.
"Oh. Aku harus cepat. Sebelum aku didahului orang orang LAMBAT yang mencegahku kembali pertama ke sekolah ini." lanjut Temujin lagi. Dia tersenyum mengejek kepada Sasuke sebelum dia berlari sekuat tenaga dan mendahului belasan, puluhan orang di depan.
Naruto menatap horror ke Sasuke. Jangan biarkan dia memprovokasimu Sasuke.
.
.
"Sasuke. Jangan biarkan dia me-"
"TUNGGU BANGS4T!"
Selesainya kalimat Naruto. Sasuke sudah berlari kencang di belakang Temujin.
"WOI!"
"..."
.
~I Will Do What I Want~
.
"Hahh~" Sudah kesekian kali Naruto menghela nafas semenjak dia mulai berlari disamping Shikamaru. Tepat beberapa detik setelah Sasuke memulai startnya, Naruto akhirnya ikut juga. Meskipun dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang cepat.
Sebenarnya. Mereka melakukan start yang cukup meyakinkan. Namun mereka berdua memperlambat langkah mereka saat sadar Sasuke tidak terkejar.
Sudah sekiranya hampir 1 kilometer mereka berlari mungkin. Dilihat dari barisan yang ada di sekitar mereka tidak serapat saat mereka start tadi.
Huh?
Saat mereka sampai di sebuah belokan. Naruto bisa dengan jelas melihat Sakura dan Karin yang tengah berhenti.
"Yo." sapa Sakura kepada Naruto.
"Dimana yang lain?" tanya Naruto basa basi.
"Hm. Mereka belum sampai sini." Balas Karin. Dia melirik Naruto dan Shikamaru dari sudut matanya, menawarkan botol minumannya kepada mereka berdua. Namun Naruto dan Shikamaru menolak halus.
"Belum sampai?" Yah. Setau Naruto, dia dan Shikamaru start cukup telat. Namun sepertinya masih ada teman mereka yang dibelakang.
Sakura mengangguk.
"Tch. Merepotkan sekali kita harus ikut berlari jauh jauh seperti ini." protes Shikamaru.
Sakura melirik tas yang masih tersampir di pundak Shikamaru dan Naruto.
"Kalian telat?" tanya Sakura.
Naruto hanya mengangguk pelan tanda mengiyakan.
"Wah sayang sekali." balas Karin.
Ah tidak juga. Sebenarnya Naruto dan Shikamaru tidak terlalu mempermasalahkan sih.
Sakura mengiyakan perkataan Karin.
"Yah. Aku harap ada anak dari Konoha yang berhasil kembali ke sekolah duluan." lanjut Sakura.
Shikamaru menguap lebar.
"Ah. Ini hanya maraton. Tidak usah berlebihan." balas Shikamaru sedikit menyinggung.
Sakura menatap Shikamaru bosan. Dia menjawab pernyataan Shikamaru sembari melakukan peregangan otot.
"Makannya. Datang pagi supaya tidak ketinggalan informasi tuan!" balas Sakura.
"...?" Shikamaru malah tidak mengerti.
Saat Sakura slesai melakukan Streching. Dia menatap Shikamaru dan Naruto intens.
"Dengar ya. Panitia bilang. Sekolah yang tidak bisa kembali ke konoha Gakuen pertama, akan mendapat hukuman dari sekolah yang sampai pertama." lanjut Sakura.
"..."
waduh.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Meanwhile. FoREVer street
"Ne Hinata?"
"Hah?"
"Menurutmu. Mana tempat yang lebih menyenangkan antara Paris atau London?"
Hinata kini tengah berjalan beriringan bersama Tayuya. Mereka berlari pelan sembari sesekali mengobrol.
"Mana kutahu. Aku ada di Moscow sepanjang tahun. Aku bahkan belum pernah ke Prancis ataupun Inggris." Balas Hinata malas.
"Begitu ya."
Sudah sekian lama semenjak mereka bertemu di SMP. Dan nada bicara Hinata berubah drastis. Err.. Tidak hanya nada bicaranya sih..
Yah, Hinata bahkan mengabaikan beberapa tatapan murid yang menatapnya. Terang saja, Dia kini masih menggenakan pakaian olah raga Moscow State Highschool karena belum punya seragam Konoha Gakuen.
Tentu saja aneh melihat Hinata berjalan bersama seorang gadis yang berpakaian olahraga Iwa-Art Academy.
.
Cukup lama mereka berjalan berdampingan. Merasa nafas mereka akan habis, Hinata dan Tayuya melambatkan kaki mereka.
Namun Hinata tiba tiba menghentikan kakinya saat dia berada di depan sebuah rumah kecil.
"..."
Oranye? batin Hinata. Saat dia merasa melihat seekor kucing kecil lucu yang mirip sekali dengan kucing milik Naruto, tengah tiduran di depan pintu rumah itu.
"..."
"Hinata? ada apa?"
"Ah tidak." suara Tayuya menggagetkan Hinata dari lamunannya. Dia lalu melanjutkan perjalanannya. Sesekali dia melirik kucing kecil itu, yang detik berikutnya diberi sepiring makanan oleh seorang wanita muda yang datang dari dalam rumah.
'Bukan ya?' Batin Hinata.
.
Belum sampai Hinata dan Tayuya menjauh dari rumah itu. Tiba-tiba..
WUSHH!
Mereka dibalap oleh empat orang pelari yang berlari kencang.
"wt..?!"
.
.
"HAH! MINGGIR SENPAI!" Ucap Matsuri saat dirasa Sasuke menghalangi larinya.
"TUNGGU BOCAH!" Balas Kaguya membayangi lari Matsuri.
"AKH!" Temujin juga berlari tak kalah cepat di depan mereka bertiga.
Entah sejak kapan bisa seperti ini. Namun, di garis depan kini tengah ada empat orang yang tengah berkompetisi.
Temujin, Kaguya, Matsuri, bahkan Sasuke. Sepertinya sama seperti Temujin dan Sasuke. Salah satu antara Kaguya dan Matsuri, melakukan provokasi satu sama lain.
Dan mereka berempat kini berakhir dengan berlari kencang, mencoba kembali ke sekolah terlebih dahulu. Entah sudah berapa orang yang mereka balap sedari tadi.
.
~IWDWIW~
.
Konoha Gakuen
"Menurutmu? Siapa yang akan sampai disini dahulu?" tanya Pak satpam (yang menolak disebut namanya) kepada pemuda kelas tiga bernama Lee.
Pak satpam kini tengah ikutserta mengamankan kegiatan hari ini.
Lee tersenyum.
"Siapapun itu. Dia adalah orang yang mempunyai semangat masa muda sejati!" Balas Lee semangat.
Toneri menyahut.
"..Dia pasti dari Uzushio." ucap Toneri santai.
Yugito sedikit tersinggung mendengar ucapan Toneri.
"Oy Oy.. Tahan. Sekolah kami memang isinya hanya prempuan. Tapi bukan berarti mereka tidak bisa mengalahkan murid murid dari Konoha dan Uzushio." ucap Yugito. Menuding Neji dan Toneri.
Neji yang tidak tau apa apa. Hanya bisa pasrah saat dia tiba tiba diseret ke perbincangan.
Pak satpam tersenyum mendengar ucapan para ketua OSIS ini.
.
a few minutes later
"O! Lihat!" ucap Lee menunjuk pintu gerbang. Nampak empat orang yang sudah berlari memasuki pekarangan Konoha Gakuen. Dengan terengah engah. Dilihat dari segi manapun, mereka sepertinya sudah sampai batasnya.
"KAGUYA!" Teriak Yugito kegirangan melihat salah satu murid Iwa-Art yang dia kenali sudah berlari menuju pita merah yang disiapkan oleh panitia.
.
"HAH! HAH!" Matsuri berlari sekuat tenaga supaya dia tidak didahului oleh sang ketua klub drama Iwa-Art. Sementara Kaguya terus membayangi Matsuri dari sampingnya.
Temujin juga berlari sekuat tenaga. Sesekali dia melirik Sasuke yang mati matian menggerakan kakinya. Dia lalu melirik kepada dua orang gadis yang ada di depannya. Dia benci mengakuinya. Namun dia tidak bisa mengalah kepada perempuan untuk sekarang, karena perlombaannya adalah dengan Sasuke.
Sengan sedikit paksaan, Temujin mencoba mendahului kedua gadis itu.
"WHAT?!" Kaguya yang melihat Toneri ada di depannya sekarang, ikut menggerakan kakinya dengan keras. Dia tidak akan kalah!
Sedangkan Matsuri. Dia malah memberikan deathglare kepada Sasuke seakan mengatakan 'Awas saja kalau kau mendahuluiku.'
"Err.." Sasuke melirik Temujin yang tepat ada di depannya. Entah kenapa berlari kurang lebih 3 kilometer membuat otot kaki Sasuke mulai keram. Mungkin karena dia belum pemanasan.
Dan...
merasa akan kalah, taktik kotor Sasuke entah kenapa menjadi pilihan tepat untuk mencegah Temujin menang.
SREET!
"AKH!"
Dengan sedikit tarikan di kerah baju Temujin, Temujin terjatuh. Namun naas, Sasuke yang tepat berada di belakang Temujin tidak bisa menghindar sebelum Temujin terjungkang ke tanah.
Mereka berdua terguling hampir mengenai Matsuri. Untung Matsuri cukup tangkas untuk melompat.
Sayangnya..
.
lompatan Matsuri memberi delay beberapa detik jaraknya dengan Kaguya.
.
.
.
Orang bijak selalu berkata.
"Mari berkompetisi secara sportif."
.
.
bwahaha. Lupakan sportifitas, Ini adalah perang. Lebih dari itu, catatan seorang spons dikatakan bahwa : "semua adil dalam cinta dan perang."
yah, trik apapun yang kau lakukan itu adalah keadilan untuk dirimu sendiri.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Skip
Kaguya tersenyum kemenangan saat dirinya kini sudah memegangi ujung sebuah selang. Di sebelahnya nampak murid murid Iwa-Art yang sudah stand by dengan beberapa ember.
"Nice. Kaguya." ucap Yugito saat dia melihat realisasi hukuman yang ada di fikiran Kaguya.
Kaguya tersenyum. Mwahahahahahahaha.
Yah. Ini adalah hukuman karena Uzushio dan Konoha tidak bisa mendahului Iwa-Art menuju finish dalam marthon. Dimana Yugito lah yang mengusulkan jenis hukumannya karena dia yang paling girang saat anak buahnya pertama sampai ke finish.
Dan Kaguya hanya manut saja saat Yugito merealisasikan niat bejatnya kepada Uzushio dan Konoha
Namun, atas permintaan Kaguya. Hukuman tidak akan dilakukan kepada semua murid Uzushio dan Konoha.
Yah, Hanya perwakilan...
Sayangnya.. yang dimaksud perwakilan adalah orang orang yang sangat membuat Kaguya bernafsu untuk melakukan pembalasan semenjak tempo hari. Orang orang yang membuat Kaguya menjadi pendendam, orang orang yang membuat Kaguya jadi kehilangan sifat cool young lady nya yang dia pertahankan selama menjadi ketua klub drama Iwa-Art. Orang-orang yang membuat Kaguya OOC.
Hukumannya simple. Mereka hanya perlu duduk diikat di sebuah kursi saat Kaguya menyemprotkan puluhan liter air menggunakan selang kepada mereka. Diselangi oleh lemparan balon air yang akan dieksekusi oleh puluhan anak Iwa-Art. Simple ndasmu.
Sedangkan murid Uzushio Gakuen dan Konoha Gakuen yang lain hanya harus menonton. Sebagai peringatan kalau Perlombaan Olahraga ini bukan main main.
.
"Akh! Ini salah mu Sasuke-senpai." ucap Matsuri saat dirinya termasuk dalam barisan yang siap dieksekusi. Dia bersusah payah mencoba melepaskan ikatan yang memblenggu pergelangan tangannya di belakang kursi.
"..." Sasuke terdiam.
"Benar. Semua adalah salah Sasuke-kun." Balas Temujin di samping Sasuke. Yah. Entah kenapa dia ada di barisan juga.
Sasuke menatap gerap Temujin.
Daftar Pidana siap eksekusi :
1. Matsuri
2. Sasuke
3. Temujin
.
"Oy. Diam. Dan lihat kedepan." Ucap Neji kepada ketiga orang itu.
"Yap. Hukuman ini bukan main main." lanjut Toneri. Dia melirik intens Yugito yang sudah siap dengan belasan balon air. Aura jahat sangat terlihat dari mata Yugito.
Well, Anehnya. Toneri dan Neji ada dibarisan juga. Salahkan saja Yugito yang berhasil memprovokasi Kaguya untuk mengikut sertakan Ketua OSIS Uzushio dan Konoha dalam daftar yang wajib dihukum. Dengan alibi, ini adalah pembuktian tekad Iwa-Art academy yang tidak akan kalah dengan para laki laki.
.
4. Toneri
5. Neji
.
Sayang niat Kaguya yang berencana menghukum semua anggota klub drama Konoha tidak tersampaikan. Karena sebagian dari mereka tidak bisa ditemukan oleh Kaguya, apalagi sosok peri hutan yang kemarin sempat membuat mental Kaguya turun. Yah, sayang sekali.
Namun..
.
Shion mendeathglare Kaguya yang dari tadi berwajah cool saat melihat dirinya duduk di deretan ekesekusi juga. Sial, sebenarnya dia datang telat karena ada sedikit urusan dengan agen sponsor. Namun dia tidak menyangka saat dia menginjakkan kaki masuk ke sekolahnya, dia langsung berakhir di 'Barisan Pidana'
Yah. Jelas sekali kalau orang orang yang dipilih Kaguya adalah berdasar dari dendam pribadi.
.
6. Shion
.
"Hm Hmm." Yugito menatap keenam orang yang ada di depan. Entah kenapa dia merasa kurang saat dia berniat menghukum hanya dua murid dari Uzushio. Yah, terasa tidak berimbang.
Yugito lalu menoleh ke Kaguya.
Kaguya mengangkat bahu sebelum dia menoleh ke barisan murid yang hanya berniat menonton.
Dengan seenak jidat dia menarik seorang pemuda berseragam Uzushio yang kebetulan ada di kerumunan paling depan.
"..."
GLEK!
'APAAN NIH?!'
Pemuda itu hanya menatap heran saat Kaguya menggandeng tangannya ke hadapan Yugito.
Saat Yugito menatap pemuda itu. Pemuda itu hanya diam sembari menyapa kaku.
"Err.. H-Hai." ucap pemuda itu.
Yugito menepuk pundak pemuda itu saat dia yakin kalau yang ada di hadapannya adalah kelas dua.
"Ne.. Katakan padaku..." ucap Yugito.
"Huh?" sahut pemuda itu tidak mengerti.
.
"..Menurutmu. Mana hewan yang lebih kawai. Hiu atau kepiting?" tanya Yugito kepada pemuda itu. Dia tersenyum.
"Err.. Maksudmu?"
"Sudah jawab saja!" bentak Yugito saat dia tidak berniat menjelaskan lebih lanjut.
Pemuda itu diam. Well sebenarnya, jawabannya mudah sih..
"Lebih kawai? Tentu saja kepiting!" jawab pemuda itu.
Senyuman di wajah Yugito memudar.
.
"Masukkan dia ke barisan." Perintah Yugito kepada Kaguya. Menunjuk tempat kosong di samping Shion.
Diikuti oleh beberapa gadis Iwa-Art yang mengambil kursi dan seutas tali.
"HAH?!" Pemuda itu melongo tidak percaya. "T-Tunggu-" Pemuda itu mencoba berontak saat tangannya dipegang erat dan akan diseret.
Yugito menatap pemuda itu geram.
"Dasar payah! pertanyaan mudah saja tidak bisa kau jawab!" tuding Yugito.
Ah! Mana pemuda ini tau kalau saat dia menjawab salah dia akan ikut dihukum?
"M-Maksudmu? Hewan yang lebih kawai adalah hiu?!" Pemuda itu berucap tidak terima kepada pernyataan tersirat Yugito.
.
"Salah!"
"Ha?"
.
"Hewan yang paling kawai adalah Kucing!" ucap Yugito yakin.
"..."
Sialan.
.
7. Yagura.
.
.
.
Kaguya tersenyum saat di depannya kini sudah duduk tujuh orang yang siap 'mandi' di pagi hari. Kaguya bahkan tidak bisa menahan untuk segera melakukannya saat Matsuri menatap Kaguya dengan pandangan sebal.
Matsuri, Sasuke, Temujin, Neji, Toneri, Shion dan Yagura. Orang orang yang ada di depan kini hanya bisa pasrah. Yah, kalau dipikir lagi, ini adalah hukuman yang cukup aneh hanya untuk suatu perlombaan. Namun Toneri dan Neji tidak bisa dengan seenaknya melakukan amandemen pada peraturan karena mengingat ini juga berdasar daari keputusan bersama para panitia.
"SIAP?!" aba-aba Kaguya kepada para eksekutor. Bahkan Sara ada disana.
"Cih." Sasuke hanya mendecih tidak suka saat di barisan para murid yang tidak dihukum malah memprovokasi untuk membidik Sasuke.
Sasuke menoleh ke Matsuri, gadis ini malah dengan gencar menatap Kaguya dengan tatapan membunuh. Sayang, tatapan seperti itu tidak cukup untuk membunuh Kaguya.
Saat Sasuke menoleh ke Temujin.
Temujin tersenyum dengan senyum bodoh sembari berbicara banyak.
"Oi Oi.. Lempar apapun yang kau punya gadisku. Aku akan menerima apapun pemberianmu." balas Temujin dengan nada ala prince. Berseru kepada para gadis Iwa-Art.
Namun raut wajahnya menggambarkan 'Lempar ke pemuda berambut ayam.'
Bodoh.
Sedangkan di sisi para ketua OSIS.
"Hahh~ Toneri-san? Apa kau membawa baju ganti?" tanya Neji kepada Toneri.
"..." Namun Toneri tidak memperhatikan, karena pandangannya tertuju kepada seseorang. Sang eksekutor.
Yah, dengan suatu alasan, Toneri sebenarnya lahir dalam satu klan dengan gadis ini, bisa dibilang sepupu. Ah, tapi dibilang sepupu pun, Toneri jarang bicara dengannya. Jangankan bicara, bertegur sapa saja tidak pernah. Toneri hanya sering melihatnya di perkumpulan klan yang diadakan satu tahun dua kali.
Yang membuat Toneri terkejut adalah saat gadis ini membiarkan saja tatkala Yugito menyeretnya menuju kursi panas.
.
.
Dengan aba aba serentak dari Yugito. Tembakan pertama pun akhirnya diluncurkan.
CLASH!
SPLASH!
Kaguya tersenyum puas saat tembakan pertamanya meluncur mulus ke wajah Matsuri.
'Rasakan'
Matsuri pun hanya menunduk saat banyak orang yang tertawa. Mukannya sedikit memerah menahan malu.
This means war then!
CLASH! SPLASH!
Detik berikutnya, serangan bertubi tubi datang menghampiri mereka. Dari tangan, Kaki, badan. Bahkan Headshoot. Shion bahkan bisa merasakan basah sampai menembus bajunya. Akh.
"WOII-HMBPHUAH!" Hanya Yangura yang sedari berniat protes namun tidak tersampaikan karena semua gadis Iwa-Art sepertinya mengincar kepalanya.
Sedangkan para pengurus OSIS Konoha malah hanya tertawa ngakak saat sang ketua OSISnya dieksekusi dengan bertubi tubi. Rambut panjangnya yang basah membuat wajah sang ketua OSIS layaknya sadako yang barusaja keluar dari sumur.
"Pfft bwhahahaha.."
Sayang, Kegiatan mentertawakan ketua mereka berakhir saat Neji mengeluarkan aura hitam dari balik punggungnya.
.
Sasuke,
"Kyaa.. Aku yang akan melempar si raven duluan."
"Tidak! Aku dulu!"
"Aku dulu!"
Sepertinya gadis yang tepat berada di jarak tembak Sasuke tidak segera bergegas malah saling berebut balon air. Hinga beberapa balon air itu jatuh ke tanah dengan sia sia.
Sasuke menatap waspada para gadis itu, menunggu siapa yang akan melempar. Dia memejamkan mata menunggu lemparan pertama.
Kaguya yang melihat Sasuke tak kunjung basah akhirnya berniat melemparinya. Namun naas, balon airnya sudah habis.
.
Melihat ember yang tergletak manis tak jauh darinya. Sebuah ide lain muncul di kepalanya.
.
.
Sasuke membuka mata saat riuh penonton sudah berhenti. Hah? Tembakan berhenti! Sasuke melirik ke bajunya yang masih kering kerontang, kecuali beberapa cipratan air yang datang dari orang disamping Sasuke.
Sasuke menatap Horror Matsuri yang sudah basah kuyup. Bahkan kelima orang yang lain tak jauh beda.
Hah! Dia selamat dari eksekusi!
Sasuke tersenyum lega akhirn-
BYURR!
Sasuke spechless.
Kaguya menuangkan satu ember air tepat diatas kepala Sasuke.
"..."
.
.
Satu hal yang Uzushio dan Konoha tau, Hukuman akan datang lagi apabila mereka tidak bisa mengalahkan sekolah lain hari ini.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author Note(s) : chapter 55, Hanzama is BACK! Yolo, kembali lagi dengan iwdwiw~ W-Well hanzama sebenarnya kekurangan bahan pembahasan di author notes kali ini..
jadi? sekarang hanzama akan menyerahkannya kepada para sahabat reader.. ada yang mau membuka pembicaraan? *duakh
Nah, karena kemarin ada yang sedikit memprotes saat para jomblo tidak masuk daftar yang hanzama doakan, jadi..
untuk yang belum punya pacar.. menangislah.. *ditembakmati
dan yang sudah punya pacar.. putuskan... atau halalkan..ehem *v*
okesip abaikan author note yang nggak mutu ini..
Sudah saatnya kita berpisah.. Tapi, kita akan bertemu lagi di chapter selanjutnya tentu saja! Salam hangat dari hanzama, semoga reader sukses selalu.
c u in the next chapter!
KRITIK DAN SARAN
v
v
v
