Pojok Wawancara Author part II :

Hanzama : Ne, Darui-san

Darui : Huh?

Hanzama : Anda kan sudah lama bekerja di kepolisian. Menurut anda? Apa itu keadilan?

Darui : *menatap lawan bicaranya aneh* ... Siapa kau?

Hanzama : *shock*Eerr.. A-Ah! Jawab saja! Hanzama hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan! *menuding keras*

*Darui malah menatap intens lawan bicarannya yang memegang sebuah pulpen dan sebuah note*

Darui : *menyeringai* Aku tau...

Hanzama : Ha?

Darui : Kau pasti merencanakan sesuatu kan?

Hanzama : Err?

Darui : Kau mencari informasi dari kepolisian kan? AKU TAU!

Hanzama : ...

Darui : Tampang sepertimu sudah sering aku lihat dimana mana!

Hanzama : Ano-

Darui : Dilihat dari cara bicaramu! Kau adalah perekrut kan?

Hanzama : Apa yang anda bicara-

Darui : Bertanya soal keadilan kepada orang yang baru kau temui! Kau pikir aku tidak tau metode itu? Kau sedang melakukan perekrutan ke dalam organisasi radikal atau semacamnya kan?

Hanzama : AP! Tidak Ak-

Darui : *menatap lawan bicarannya dengan tajam* Kau mencoba melakukan kudeta kepada negara ini heh? *mengeluarkan borgol*

Hanzama : OI! INI HAN-

Darui : IKUT AKU KE KANTOR!

Hanzama : WOOI!

.

~Welcome~

.

Chapter 56 : Skitzo~

"Tch." Sasuke hanya mendecak berkali kali saat dirinya kini sudah berada di ruang ganti di lantai dua gedung utama. Salahkan saja Kaguya yang seenaknya mengguyur Sasuke dengan seember air beberapa menit yang lalu.

Membuat Sasuke akhirnya harus mengeringkan diri. Yah, Sasuke tidak punya sesuatu untuk mengganti bajunya yang basah. Sasuke berani bertaruh orang orang berisik di bawah sana pasti kini tengah melakukan perlombaan konyol sementara Sasuke ada diruangan ini sendirian.

Yah, bahkan Sasuke tidak tau kemana para korban yang lain pergi, dia hanya reflek pergi ke sini karena dia tidak tau harus kemana dengan baju basah kuyup. Tch, dimana Naruto dan Shikamaru saat dia membutuhkannya?

CKLEK!

Sasuke bisa mendengar suara pintu terbuka di menit berikutnya. Oke, sebenarnya Sasuke tidak berharap bertemu seseorang dengan keadaan seperti ini tapi-

"Are? Ternyata benar Uchiha Sasuke-kun." Ucap seseorang yang datang kemudian. Menatap Sasuke yang kini tengah duduk di sebuah kursi panjang di antara deretan para loker.

"..."

"Aku melihat seseorang masuk ke ruangan ini. Namun aku tidak menyangka kalau ini benar benar sang Uchiha Sasuke.."

Sasuke mengernyitkan dahi melihat siapa yang datang.

"Siapa kau?" tanya Sasuke yakin saat dia memang tidak megenali orang ini.

Pria berambut hitam. Berseragam Uzushio.

Orang itu terlihat kecewa.

"Ah, kau bahkan tidak mengenaliku. Yah, Aku tidak berharap apapun dari Mr. Cool Uzuhio Oh? Atau mungkin bisa dibilang, Mr. Cool Konoha sekarang? fufufu.." balas orang itu.

Tunggu. Apa Sasuke mengenal orang ini? AH! serius. Sasuke bahkan tidak pernah ingat orang ini terlihat di Uzushio dulu.

"Apa maumu?" tanya Sasuke.

Namun orang itu hanya diam menatap Sasuke. Dia lalu mengeluarkan koin dari kantong celananya. Dan, melemparnya keudara beberapa kali.

Pemuda itu lalu mengangkat bahu.

"Hm? Tak tau. Bersenang-senang mungkin?" ucap pemuda itu lagi.

Sasuke menatap orang itu dingin. Kalau orang ini berniat mencari masalah. Sasuke tidak akan ragu ragu untuk memukul wajah orang ini.

Sasuke sedikit bersiaga saat pemuda itu tiba-tiba beranjak duduk di bangku yang sama yang diduduki Sasuke.

Jaraknya yang cukup jauh tidak membuat Sasuke memalingkan pandangan.

.

.

"Nee.. Sasuke.. kun. Katakan padaku..." ucap pemuda itu.

"..." Sasuke terdiam.

.

.

"...Apa kau percaya kepribadian ganda?"

DEP!

.

.

.

.

Setelah itu, Hanya gelap yang Sasuke rasakan.

Hal terakhir yang ia ingat adalah...

... Suara gemrincing koin.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe | Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc |

Pairing : TANDA-TANDA SASUSAKU, TANDA TANDA GAAMATSU | Relax and Enjoy Story.

WARN! : Hinata disini akan muncul sebagai kolaborasi Hinata origin dan RTN! / Young Kaguya!

WARN chapter 56 : SASUKE RTN special.

.

"Haduhh.. Kemana sih Sasuke nya." Tanya Ino kepada angin kosong. Berharap ada yang menjawab. Namun jangankan angin, bahkan orang yang berjalan di sampingnya pun sepertinya tidak menyahut.

Yah, karena beberapa alasan. Sakura meminta tolong Ino dan Shino untuk memberikan kaos ganti untuk Shion dan Sasuke. Mengingat kejadian tadi yang membuat kedua anak dari kelas 2-1 ini basah kuyup.

Satsuga, Sakura. Seorang ketua kelas yang pengertian. Entah darimana kaos oblong itu dia dapatkan.

Bak pucuk dicinta ulam tiba. Sesaat Setelah Ino mencari Sasuke, nampak dari depannya sang empu nama malah berjalan santai layaknya tidak terjadi apa apa.

Ino pun segera memanggil Sasuke saat dilihatnya Sasuke malah menggoda gadis gadis. Tunggu dulu-

"Sasu-"

Sasuke terlihat senyam senyum saat dia melihat kedua temannya memanggilnya. Setelah berpamitan dengan para gadis, Sasuke segera menghampiri Ino dan Shino.

"Yo." ujar Sasuke. Dengan senyum secerah mentari.

"...Um? Kau tidak apa apa?" tanya Ino melihat kondisi Sasuke yang masih dengan pakaian basah namun, dengan enjoynya berkaca di depan salah satu jendela lantai dua.

"Hm? Aku sedang senang... Kau tidak pernah melihat orang senang hm? Yamanaka?" tanya Sasuke.

"..." Ino hanya diam saat Sasuke malah mengibas-ngibaskan rambutnya seperti bintang iklan shampo.

Ino menoleh ke Shino. Namun Shino sepertinya tidak berniat menanggapi.

Melihat situasi yang tidak dia pahami, Ino tidak ambil pusing. Dia segera menyodorkan sebuah kaos kepada Sasuke.

"..?" Sasuke sepertinya masih menunggu suara Ino karena dia malah tak kunjung bicara.

.

"C-Cepat pakai! Bajumu basah!" Perintah Ino terbata bata melihat Sasuke yang tidak segera mengambil kaosnya, tapi malah menggengam tangan Ino erat.

.

"Kau bahkan memberiku kaos. Kau sangat perhatian.."

"..." DEG DEG!

".. Tapi.. Bila kau sangat ingin berbuat baik. seharusnya-"

SREET!

Sasuke menarik Ino lebih dekat dengannya. Dia lalu berbisik.

.

"-Pakaikan.."

.

"KYAAAAAAAA!"

BUKH. Ino mendorong Sasuke menjauh lalu melempar kasar kaos yang dia pegang ke wajah Sasuke.

Detik berikutnya, Ino sudah lari dengan wajah merah.

Meninggalkan Sasuke dan Shino di lorong lantai dua itu.

Sekarang Shino yang diam mematung, dia menatap Sasuke yang malah menampakkan wajah berbinar binar.

"Kau kenapa?" tanya Shino polos.

criiinngg.

Layaknya anime, Sasuke menjawab pertanyaan Shino dengan gelak tawa. Dia merangkul Shino dan berucap.

"Sahabatku Shino~" ucap Sasuke dengan senyum seindah mentari.

"..." Shino diam.

.

.

"... ayo cari prempuan."

~I Will Do What I Want~

.

.

"Hahh~ Bisa bisanya kita sampai terakhir kesini!" ucap Naruto saat dia dan Shikamaru kini sudah duduk bersimpah di lapangan berdebu di Konoha.

"Itu karena kau salah belok." Shikamaru juga sepertinya hanya berseru lelah sembari menatap kakinya yang pegal.

Yah, mereka kembali ke Konoha Gakuen dengan Sakura dan Karin. Namun karena hilang pandangan beberapa detik, mereka harus berakhir dengan salah jalan.

Shit! menyebalkan membayangkannya tapi, Kota ini memang seperti labirin! Salah belok, dan kau akan berakhir di sebuah tempat yang tidak kau kenali.

Well? Apa yang mereka harapkan? Mereka tidak pernah secara khusus menjelajahi kota. Keseharian umum yang mereka lakukan hanya ke sekolah trus pulang.

Tak lama mereka menikmati sensasi pegal di kaki, nampak Kiba datang dari sisi lain.

"Oi. Ayo ke lapangan belakang." Ajak Kiba yang tiba tiba datang menghampiri Shikamaru dan Naruto yang sedang melepas lelah.

Shikamaru dan Naruto hanya menurut karena mereka melihat gerombolan anak yang ada di sekitar mereka berbondong bondong menuju lapangan besar di belakang.

Yah, mungkin mereka akan memulai perlombaan konyol ini dengan lomba makan kerupuk atau semacamnya.

.

in Other Side.

"Uchiha Sasuke.. Senang bertemu denganmu~"

cup.

"Hn.. Uchiha Saskey~"

cup.

"Namaku Sasuke Milady~"

cup.

.

Shino hanya berjalan pelan di belakang Sasuke saat dilihatnya Sasuke bertingkah gila dengan mencium tangan setiap gadis yang ditemuinya.

bahkan..

"Sasuke senpai! MINTA NOMOR HP MU!"

Sasuke malah tersenyum.

"Oi Oi.. jangankan nomor HP. Untukmu... sisi lain ranjang di apartemenku juga akan ku berikan.."

Cup.

"HUWAAAA!" Apartemen dengkulmu.

.

Lupa diri ya? Shino membatin. Ini seperti melihat seorang playboy cap daun sawi yang menunjukkan kebolehannya.

"Sasuke.. sebaiknya kita segera menyusul teman teman, karena perlombaan akan segera dimulai." ucap Shino mengingatkan.

Sasuke menoleh ke Shino.

"Shino my pal."

"..."

"Aku tidak mungkin meninggalkan para kucing kecilku disini kan?" ucap Sasuke. menunjuk gerombolan anak kelas satu berseragam olahraga Iwa-Art academy.

"Kyaaaa!"

"Sasuke-senpai!"

"Sasuke-sama!"

"I luv yu!"

Sasuke malah tersenyum girang saat dirinya ditarik tarik tangan kanan dan kirinya oleh gadis gadis ini.

"..."

Yah, beberapa detik dia turun dari lantai dua, dan Sasuke sudah meleng dari jalan yang seharusnya karena perhatiannya teralihkan oleh gadis gadis yang sedang melakukan peregangan otot.

.

Yah. Tinggalkan Sasuke untuk sebentar.

~i will do what i want~

.

Disisi lain.

Naruto hanya manggut manggut tidak jelas saat Kiba menjelaskan peraturan perlombaan ini.

Dari yang didengar dari Sakura beberapa saat lalu, perlombaan ini akan dibagi menjadi dua sesi dimana sesi yang pertama akan menjadi pertarungan antar tiga sekolah. Dan Kiba hanya mengira, dimana di akhir, pasti akan ada hukuman bagi yang kalah

Yah, persis seperti marathon yang berakhir dengan eksekusi penembakan balon air sebelumnya.

"Aku tau apa itu festival olahraga. Dan aku cukup yakin kalau sensasinya tidak seperti ini." ucap Naruto kepada Kiba yang ada di sampingnya. Bewajah tobat melihat kelakuan panitia yang merubah perlombaan yang seharusnya permainan olah raga secara sportif menjadi perang antara tiga fraksi.

"Hahh.. Mengingat hukuman yang kita lihat tadi. Aku yakin kita tidak akan selamat." balas Kiba.

"... "Naruto hanya terdiam. Ya jelas saja. Dia datang paling akhir.

Tak lama mereka berbincang, seseorang datang.

"Tenang saja Naruto. Diantara ketiga sekolah, Iwa-Art lah yang tidak memiliki murid laki-laki. Jadi, pertandingan ini hanya antara Uzushio dan Konoha." ucap Yagura. Kaosnya yang basah sudah berganti menjadi kaos putih polos.

"Begitu ya?" Naruto lalu menoleh ke gerombolan anak perempuan Iwa-Art yang-

"YOSHH! MINNA! KITA BANTAI UZUSHIO DAN KONOHA! PUKUL MEREKA! TENDANG MEREKA! MUTILASI MEREKA!"

Naruto bisa dengan jelas mendengar ketua OSIS Iwa-Art yang sedang melakukan provokasi mental.

"OOOOOOSSSSSHHHHHHH!"

Diikuti dengan sahutan dari murid murid perempuan Iwa-Art yang tak kalah keras.

"A-Are-"

Yagura hanya menelan ludah saat melihat gerombolan geng cewek itu menampakkan raut bak preman. Nampak kobaran api semangat dari mereka jelas sekali di mata Yagura.

Bahkan..

"Apa lihat lihat HAH?!"

Yugito malah membentak Yagura yang kebetulan hanya sedikit melirik.

Yagura menggeleng cepat.

.

Other side.

"Oh begitu.. Baiklah.." Sakura kini tengah mendengarkan instruksi dari ketua OSISnya. Bersama para ketua kelas yang lain, Sakura hanya mendengarkan saat Neji menjelaskan tentang pertandingan selanjutnya adalah-

mereka harus memasukkan bola bola kecil ke dalam sebuah keranjang yang ditaruh di atas sebuah tiang. Dan kebetulan pesertanya hanyalah murid dari kelas 2. Sehingga kelas 1 dan tiga tidak diperkenankan ikut.

Neji menjelaskan dengan teliti. Mereka boleh melakukan cara apapun untuk memasukkan bola bola berukuran bola kasti itu ke keranjang. Normalnya kau melemparnya dari bawah. Tapi kalau ada yang mau memanjat, tidak masalah.

Poin akan dihitung berdasarkan bola yang masuk ke keranjang masing masing. Dan untuk membedakan poin yang akan dihitung. Bola biru adalah untuk Konoha, Bola hijau adalah untuk Uzushio dan Bola merah adalah untuk Iwa-Art.

Keenam ketua kelas dari 2-1 sampai 2-6 Konoha Gakuen hanya bergumam mengerti saat Neji sudah menyelesaikan penjelasannya. Yah, permainan yang mudah.

"Nah sekarang kembalilah.." titah Neji kepada orang orang itu.

.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Sekali lagi Shino harus dibuat tobat saat Sasuke bukannya bergegas ke tempat teman temannya, Tapi malah berhenti dan memetik bunga. Yah, asal kalian tau. Ini adalah bunga-bunga yang sengaja ditanam oleh Kurenai sensei di samping gedung utama Konoha Gakuen, saat dia melihat area ini sangat tidak berwarna. Dan Kurenai-sensei sebenarnya berhasil membuat tanah yang tandus di Konoha Gakuen ini menjadi kebun bunga yang indah.

Saat Sasuke bilang akan memetik beberapa, Shino hanya membiarkan. Shino hanya bisa diam dan menatap Sasuke dari jauh, memastikan dia tidak melakukan hal yang aneh aneh. Sembari merenung memikirkan bagaimana Sasuke bisa kembali normal.

Ya, Shino tau. Sasuke sedang kerasukan jin.

Dilihat dari segi manapun. Mendengar dia yang bergumam

.

"...Violet adalah lambang kesetiaan.."

"..Putih melambangkan perasaan suci.."

"..dan merah adalah... cinta yang hakiki~"

"..."

Shino terdiam. Shino tidak mau mengambil langkah ceroboh untuk menyadarkan Sasuke. Dia sedang berpikir bagaimana cara-

"Oi Shino.. Kesini.. Ikut memetik bunga." ucap Sasuke kepada Shino.

Namun bukannya mendekati Sasuke, Shino hanya berdiri dan mengamati Sasuke dari balik kacamata Hitamnya.

Shino berucap halus.

"Sasuke. Sebaiknya kita bergegas, Karena sepertinya pertandingan sudah dimulai." ujar Shino. Dia bisa mendengar tiupan peluit dari lapangan belakang.

"HAAAAAAAA?" Sasuke malah ber 'ha' ria.

Shino sedikit terkejut. Dia menatap aneh Sasuke yang memetik enam tangkai bunga dan menghitungnya berkali kali.

"Mau kau apakan semua bunga itu?" tanya Shino mulai tidak sabar.

Sasuke tersenyum secerah mentari.

Dia menunjukkan setangkai Lily kepada Shino.

.

"Untuk perempuanku dari Iwa-Art Academy. Yangselalu mewarnai hariku dengan masakannya yang enak."

"..."

WAT?!

Shino terdiam lagi. Tunggu, Sasuke punya hubungan khusus dengan murid Iwa-Art?

"Kau menyukai Gadis Iwa-Ar-"

.

Belum selesai Shino bicara Sasuke malah menunjukkan bunga yang lain.

"Dan yang ini. Untuk Kohai manisku dari klub drama." ujar Sasuke lagi saat dia menunjukan Tulip putih kepada Shino.

"Errr.."

"Lavender akan ku berikan kepada teman lamaku, Hinata yang kini telah tumbuh semakin cantik."

"..."

Sasuke lalu menghirup dalam aroma salah satu bunga yang ditunjukannya kepada Shino.

"Melati adalah untuk Ino. Aroma Harum itu melambangkan cinta."

"..."

"Dan..." Sasuke mengangkat tinggi bunga Mawar dengan tangan kanannya.

"... Mawar merah ini adalah untuk ketua kelas kita yang cantik jelita."

"..."

Shino tidak tau harus menjawab apa. Sebenarnya setan mana yang merasuki Sasuke.

Sasuke tersenyum.

".. Saat mereka sudah menerima bunga ini. Mereka adalah milikku seutuhnya." ucap Sasuke lagi.

Etdah. Penjelasan Sasuke malah membuat Shino ngeri sendiri. Seriusan, Shino tau apa itu playboy. Namun baru pertama kali dia melihat tingkah playboy terang terangan seperti ini.

Sekalian saja kau membeli sepetak kebun dan kau tanami bunga bangkai Sasuke.

Eh tapi tunggu-

Shino sedikit heran saat Sasuke hanya memperkenalkan lima dari enam bunga yang dia pegang. Percaya atau tidak, Shino malah penasaran dengan bunga yang terakhir.

"Lalu? Bu-"

"Bwahahahaha.." Sasuke malah tertawa.

"..."

Seakan tau apa yang dipikirkan Shino. Sasuke dengan bangga menunjukkan bunga terakhir.

.

.

"Bunga Violet ini adalah untuk Tsunade-sama."

"..."

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Skip

Pertandingan melempar bola ke dalam keranjang.

"OI SIALAN KEMANA KAU MELEMPAR BOLANYA HAH?!" Naruto tak henti hentinya protes saat Temujin malah dengan sengaja mengincar Naruto sedari tadi.

Pemuda ini sepertinya memang sedang mencari masalah.

Melihat Temujin yang hanya mengangkat bahu dari jauh. Membuat Naruto malah ingin melakukan serangan balasan.

Namun naas. Bola yang diincarnya ke kepala Temujin malah nyasar ke kepala orang lain.

Sehingga orang itu melakukan serangan balasan.

Namun, balasan itu malah mengenai orang lain. Dan membuat orang lain itu melakukan serangan balasan pula. Yang mana, yang membalas tidak tepat sasaran dan dibalas oleh orang lain. Dan dibalas, dan dibalas, dan dibalas..

.

Pada akhirnya , Uzushio dan Konoha berakhir dengan tawuran.

.

.

Panitia penyelenggara malah emosi sendiri saat peserta dari Uzushio dan Konoha mengabaikan keranjang yang seharusnya menjadi sasaran dan mengubah target menjadi kepala murid dari sekolah lain.

Bahkan..

"OI MAIN YANG BENAR!" Teriak Neji menggunakan megaphone.

"HAAAAA?!"

Dengan sedikit provokasi dari oknum yang memang suka sekali cari rusuh, Uzushio dan Konoha malah mengubah target mereka ke Pos panitia.

AWWWWW!

Serangan dadakan itu memaksa para orang yang tengah duduk manis bersembunyi di bawah meja.

DUAKH KLONTANG- KLONTANG CIU WUSSH JEDUAKH SREET

Hingga akhirnya panitia yang ada di sana lari kocar kacir mencoba menghindari peluru nyasar.

.

.

Para Gadis kelas dua dari Uzushio dan Konoha akhirnya beranjak pergi saat melihat lelaki dari sekolah mereka malah tengah asyik bermain dengan panitia.

Takut terkena bola, Mereka akhirnya menjauhi lapangan.

"Huh? Ini kenapa sih!" Protes Karin entah pada siapa. Yah, beberapa detik yang lalu dia akhirnya berhasil memasukkan satu bola ke dalam keranjang saat setelah belasan lemparannya gagal sebelumnya. Namun hal itu malah menyulut kerusuhan yang membuat poin yang didapatnya sia sia melirik keranjang Iwa-Art sudah hampir penuh.

Saat dia melirik ke tenda panitia yang masih dilempari bahkan setelah tendanya sudah hampir hancur lebur, Karin tidak berani naik banding.

Sakura, dan Karin yang ada di bawah pohon hanya menatap miris tenda yang hampir roboh itu.

Sebelum..

"Minna.."

Kedua Gadis itu menoleh saat mereka mendengar suara.

"Shino." ucap Karin.

"Kau darimana?" Tanya Sakura.

Shino hanya diam. Dia tidak tau harus berkata apa dengan situasi seperti ini. Tapi-

"Sebenarnya..." Shino menujuk Sasuke yang ada tak jauh dari situ.

Kedua gadis itu menyipitkan matanya. Di jarak pandang mereka, bisa dilihat dengan jelas Sasuke yang kini tengah memberi bunga kepada Matsuri, ketua klub drama Konoha.

"Haah?"

Mereka bertiga mengamati gerak gerik Sasuke bahkan sampai Sasuke mendekati mereka.

"Yo." Sapa Sasuke tanpa dosa.

"Kau baru saja menembak gadis kelas satu?!" tanya Karin tidak percaya.

Sasuke malah menggeleng mantap.

"Oi Oi.. Aku tidak bisa menembaknya. Karena dari awal dia sudah menjadi milikku~" ucap Sasuke.

Dia memutar badan ke Matsuri dan melambaikan tangan. Namun Matsuri malah menjulurkan lidahnya.

Karin terdiam. Dia menoleh ke Shino. Sedangkan Shino juga hanya diam, Karena dia pikir perbuatan Sasuke sudah menjelaskan apa yang harus dia jelaskan.

Shino hanya melirik ke Sakura meminta bantuan. Berharap Sakura tau apa yang harus dilakukan.

Seakan diharapkan, Sakura menatap Sasuke aneh.

"Sasuke!"

Teguran Sakura membuyarkan kegiata Sasuke.

"Hm?" Namun Sasuke masih membelakangi Sakura dan menatap gerombolan gadis kelas satu, teman-teman sekelas Matsuri.

"Oi." Sakura memegang pundak Sasuke. Membuat Sasuke menoleh ke Sakura.

"Ada ap-"

DEG!

Sasuke terdiam mematung.

I-Ini.. I-Ini.. I-I-I-INI!

"Kau kenapa sa.."

...Surai cerah secerah senja di sore hari..

"Hei Sasu.."

..Sorot mata berkilau layaknya berlian yang paling indah..

"Sasu.."

..Bibir ranum seranum buah cherry dari taman surga.."

"Sas.."

.

.

Dia... sang permaisuri yang datang dari negri impian..

"sa.."

.

Berbeda dengan yang Sasuke bayangkan. Melihatnya secara langsung seakan membuat darah Sasuke mengalir berlawanan arah.

Seketika pula. Pandangan Sasuke berubah menjadi merah muda.

.

.

"Oi.. Dengar tidak sih." ucap Sakura. Dia mengibaskan tangan kirinya di depan wajah Sasuke.

SREET.

Sasuke malah menarik tangan Sakura. Dan mengenggamnya erat, Menyentuhkan tangannya dan Sakura ke dekapan dadanya.

"Gadis.." ucap Sasuke.

"H-Ha?"

.

.

"..Menikahlah denganku..."

!

APA?!

Shino dan Karin terkejut tidak percaya. Lamaran?!

"A-A-Apa yang.. E-Ehh..!" Sakura tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah sekarang. Wajahnya semerah tomat, Kepalanya berasap.

Sial. Itu serangan yang tepat mengenai jantung.

.

.

.

Meninggalkan ketiga orang yang ada di depan Sasuke melongo seperti orang bodoh. Sasuke hanya mengabaikan. Dia terus menatap Sakura intens.

Merasakan kalau Sakura tidak segera memberi jawaban, Sasuke mencoba mengulangi perkataannya.

".. Aku bilang... Menikahlah dengan-"

DUAKH!

Bola berwana hijau mengenai dahi Sasuke dengan keras.

Dia pingsan.

.

Karin dan Shino menoleh cepat ke arah bola berasal.

Mereka berdua bisa melihat dengan jelas seorang berseragam Uzushio yang kini tengah menatap ke arah mereka. Naruto juga menoleh ke Shino dan Karin, dia melotot tidak percaya saat melihat Sasuke terkapar di tanah.

Melihat bola yang dilempar Temujin mengenai Sasuke. Naruto menoleh ke Temujin.

"ONORE! SUDAH KU BILANG JANGAN MELEMPAR BOLA SEMBARANGAN!" Bentak Naruto kepada Temujin.

Temujin malah tersenyum senang.

"Balasan untuk basket tempo hari."

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxx

Author Note(s) : Yoshaa.. Hanzama Is back! Dan hanzama membawa chapter 56 untuk sahabat pembaca.. yey~

(pertama-tama) Sebelum Hanzama mulai cuap cuap hanzama. Izinkanlah hanzama mengucapkan mohon maap lahir batin.. semoga kita menjadi manusia yang lebih baik kedepannya amin..

(kedua-dua) marilah kita ucapkan bela sungkawa karena portugal akhirnya menjadi juara eur-uhuk uhuk.. eh maksud hanzama.. selamat..

hanzama sebenarnya pendukung israel..secara mereka pasti melakukan serangan habis habisan... apalagi pas israel melancarkan serangan pake rudal.. err,,

yah, walaupun si Ronal kurang meyakinkan.. dan pernah pinalti nggak masuk.. tapi selamat dah bwat portugal dan pendukung fanatiknya.. hehe..

Semoga,, tahun depan thailand dapat merebut trofi juara euro dari portugal.. amin..

(ketiga-tiga) maaf karena hanzama tidak bisa membalas review chapter lalu.. hanzama kemarin kena flu stadium akhir.. kata dokter, hanzama udah nggak bisa tertolong.. satu satunya cara untuk sembuh adalah minum bodrex.. jadi.. hanzama terpaksa- um..

ah sudahlah.

Kmaren hanzama emang sibuk.. maklum lebaran.. tapi apa daya.. dan iwdwiw baru bisa hanzama aplot sekarang.. masalah koneksi juga menjadi kendala..

hanzama akhir akhir ini selalu di terror oleh provider dengan inisial smartpren.. dan di SMS sering sekali untuk menukarkan modem REV A hanzama dengan Mifi 4G.. mereka bahkan menawari hanzama dengan diskon nggak tanggung tanggung..

Namun mengingat koneksi 4G itu kadang nggak bisa buat akses fanfiction.. hanzama hanya membatin. enak aja luu. mao gw jadi orang terakhir yang pake modem REV A ya bodo amatt.. yang penting fiksi gw apdet. Tapi hanzama akan mempertimbangkan kalau pihak mereka mau menukar modem kesayangan hanzama dengan sebuah mobil prosche.. ehem..

okesip.. mungkin itu..

Sebelum hanzama tutup.. sedikit merangkum dari pertanyaan para pembaca :

UTS NSS dimulai setelah 1 bulan 2 minggu mereka pindah.. jadi.. mungkin habis festival akan ada UTS.. untuk detail, jangan dipikirkan.. hanzama aja mumet..

dan soal word.. memang kadang naik turun.. tergantung tuntutan jalan cerita dan mentoknya imajinasi.. jadi maaf..

terimakasih karena telah membaca.. hanzama senang kalau para sahabat pembaca terhibur.. kalau memang cerita ini belum menghibur.. hanzama berharap saran yang baik dan membangun.. karena bereaksi positif untuk karya orang lain adalah suntikan semangat bagi orang tersebut untuk menyajikan konten yang lebih berkualitas..

Terima kasih untuk sahabat reviewer yang sudah review chapter lalu :

Rizka Gaamatsu lovers, cuma orang, Souka 30, Rotaka, Asika, Lalala, Namikaze Eizan, D8, uzushiiog, arafim123, TsaniaAkira, anonim, alam namikaze, TsukiNoChandra, MahardikaRBL, Fycha Hyuura, 1, namikaze D fablendah, didiksaputra, Amnoki Budiansah, Panglima utusan, naru-sasu-shika.

Para silent reader yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca fanfic abal ini.

Para pembaca yang sudah memberi umpan balik dari chapter 1 sampai chapter 56,

Terimakasih untuk para haters dan flamers.. tanpa kalian, iwdwiw tidak akan sejauh ini..

..

sekali lagi terimakasih.. salam hangat dari hanzama, semoga reader sukses selalu.

KRITIK DAN SARAN

V

V

V