The Adventure Of NaruHolmes
.
Naruto © Masashi Kishimoto
| NaruHolmes : a Game of PHANTOM © Hanzama | Rating : M
| Yangre : Mystery/Crime |
.
~Enjoy~
Naru Holmes POV
Dua orang di hadapanku hanya menatapku aneh. Namun aku mengabaikannya. Aku malah berdiri dari posisiku, menatap langit dari luar jendela.
"Diluar mendung ya? Seakan badai akan datang hari ini." tanyaku kepada mereka,
namun sepertinya mereka tidak mempedulikan. Mereka terlihat hanya terdiam.
"Pemuda.." tanyaku kepada pemuda berambut merah itu. Terlihat sedikit keterkejutan di benaknya.
.
"Kau punya tembakau?" yah. Merokok terkadang membuat pikiran menjadi lebih tenang.
"..." Mereka berdua diam.
.
.
"Senpai.." Sang gadis tiba tiba mendekatiku dan memegang pundakku.
"Hm?"
.
BUAKH!
Detik berikutnya hanya rasa nyeri di wajah yang aku rasakan. Sebelum semuanya menjadi berat.
.
"B-Bodoh! A-Apa yang kau lakukan?"
"Mengembalikan kewarasan Naru-"
"HUWA! D-Dia berdarah! D-Dia sekarat!"
.
.
.
Err.. Sepertinya fanfic misteri ini lebih pedek dari yang author duga-
.
Naruto © Masashi Kishimoto
| I Will Do What I Want © Hanzama |
Rating : T(+)
| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc
Pairing : TANDA-TANDA SASUSAKU, TANDA TANDA GAAMATSU
Relax and Enjoy Story.
chapter 58 : Helter Skelter
Mengabaikan para pemuda yang suka sekali cari masalah. Lain ceritanya dengan gadis ini. Yah, Seorang gadis kelas satu yang memang belum mempunyai sifat 'senpaiers' di dirinya, Jadi dia tidak akan macam macam dengan apapun yang bisa membuatmu tertangkap polisi, dimusuhi oleh sekolah lain dan.. err, kerasukan arwah sherlock holmes.
Namun ah, apa yang kita tau tentang kehidupan kan? Hidup itu aneh dan bisa lebih aneh lagi apabila ditambahi dengan bumbu bumbu fiksi.
.
Di lapangan Perlombaan.
Yukata nampak menghirup nafas dalam saat dirinya kini tengah terduduk di samping lapangan.
Tepat beberapa menit yang lalu, Pertandingan antar kelas baru saja dimulai. Dan Kelas Yukata mempunyai kehormatan untuk melakukan pertandingan pertama, Yaitu : Estafet memindahkan air menggunakan gelas (yang bolong). Sialnya, Lawan tanding kelas gadis ini adalah, Kelas 1-C Iwa-Art, 2-III Uzushio, 2-IV Uzushio, 3-4 Konoha, dan 2-1 Konoha.
Dan hasil yang terlihat jelas. Kelas Yukata kalah telak. Bahkan ember mereka kosong melompong tidak ada isinya. Karena saat pertandingan berlangsung, ember mereka disenggol oleh senpai 'bertato' dari kelas 2-1 sampai tumpah. Keadaan ini tentu berbanding terbalik dengan baju olahraga Yukata yang sudah kuyup.
"Hahh~" Sial baginya, Dia tidak punya baju ganti untuk berganti dengan sandangan yang lebih kering.
Sisi baiknya? Untung saja, Matsuri tidak ikut dalam pertandingan ini. Karena seandainya dia ikut serta, Yukata yakin kalau Matsuri pasti akan dengan 'segaja' menumpahkan ember ember tak berdosa dari setiap lawannya. Yah, Tipikal Matsuri "Bila aku tidak bisa menang, maka tidak boleh ada pemenang"
Eh, Ngomong-ngomong soal Matsuri, Yukata tidak melihatnya sedari tadi.
.
Yukata hanya menatap beberapa panitia yang mulai menata ulang lapangan. Errr.. Sebelum dia berniat beranjak pergi karena dia ditatap oleh... Seorang 'Pemangsa'
"Hei Kau!" Yukata menghentikan langkahnya saat orang itu akhirnya memanggil juga.
Ah Yukata benci berurusan dengan orang ini. Dengan suatu alasan, Orang ini entah kenapa terlihat sangat tidak suka dengan Yukata. Melihat matanya saja Yukata tidak berani, sekarang dia malah dipanggil secara langsung.
"A-Ano Shion senpai.. A-Aku ada urusan.. Jadi..." Yukata mencoba berdalih menghindari percakapan yang merepotkan dengan seniornya ini. Namun-
SRET!
Shion malah mencengkram pergelangan Yukata. Dengan sedikit tenaga , dia menyeret Yukata tanpa berucap sepatah katapun.
Tamatlah sudah..
.
.
Skip
Yukata hanya berjalan pelan di belakang Shion setelahnya. Takut-takut mencoba menarik pelan tangannya yang dipegang erat oleh Shion. Namun usahanya sia sia. Karena saat dia mencoba menggoyangkan tangannya, Shion malah mempererat pegangannya.
"K-Kau mau membawaku kemana S-Senpai.." Ujar Yukata takut. Mengabaikan tatapan aneh orang-orang yang dilewatinya.
Namun Shion tetap saja hanya berjalan tanpa menghiraukan perkataan gadis ini.
Sampai pada akhirnya tanda tanya di kepala gadis ini menghilang tatkala mereka berdua sudah sampai di depan gudang peralatan olah raga.
"A-Anoo...?"
Shion terlihat mengamati sekitar memastikan tidak ada yang mengikutinya. Setelah dia yakin, dia lalu menarik Yukata masuk dan menutup pintunya.
BLAM!
Bantingan pintu mengagetkan Yukata. Dia tidak tau harus bagaimana saat dia menyadari dirinya kini tengah berada di dalam sebuah ruangan berdebu, bersama sosok Senpainya yang menampakkan raut tidak bisa diartikan.
"Buka bajumu." ucapan Shion selanjutnya membuat Yukata terbelalak.
"A-Apa?!"
Ah!
Yukata tau sekarang. Dia sedang di Bully!
"..." Shion malah menatap Yukata tajam.
"J-Jangan senpai-" Yukata mencoba menutupi badannya dengan tangan. Mengisyaratkan tidak mau melepas pertahanan keduanya.
"BUKA BAJU!" Shion malah membentak.
Sial! Yukata tidak tau harus bagaimana sekarang. Dia terlalu takut untuk melawan senpainya yang garang ini.
"K-Kumohon jangan.." Yukata serasa ingin menangis.
"BUKA!" Shion membentak lagi.
.
Merasa tak punya pilihan, Yukata akhirnya menurut. Dengan perlahan dia melepas baju olahraganya.
"Kemarikan." Shion menadahkan tangan tanda meminta baju yang Yukata pegang. Yukata pun hanya menyodorkan kaosnya dengan tangan gemetar.
Jangan bilang Shion senpai akan meninggalkanku dengan keadaan seperti ini?!
Sial! Yah Yukata sekarang tau, Ini adalah awal dari Hancurnya kehidupan SMA Yukata. Dia akan dibayang bayangi Terror senpainya ini selama dua tahun penuh. Dan tidak ada jaminan dia akan hidup damai setelah dia lulu-
Puk!
.
"Hah?" Yukata mengerjapkan mata saat Shion memberinya kaos ganti yang kering.
"Pakai!" titah Shion lagi.
"A..?" Yukata tidak mengerti saat semua imajinasinya tak kunjung datang. Dia merenung sejenak sebelum akhirnya kaos itu ia pakai.
Yah, itu adalah kaos yang diberi oleh ino tadi. Shion tidak memakainya karena dia sudah bawa kaos yang lain.
Saat kaos itu sudah melekat sempurna, Yukata masih bertanya tanya. Bahkan sampai-
PLAK!
Shion menampar Yukata sedikit keras. Membuat pipi Yukata memerah.
"Kau ini bodoh atau apa hah?!" bentak Shion setelahnya. Dia mencengkram kerah Yukata.
"Sumimasen!" Teriak Yukata reflek. Ini dia!
"Kau seharusnya tidak ikut serta dengan acara seperti ini!" Lanjut Shion.
"A-Aku-"
"Aku memang tidak menyukaimu! Benar benar tidak menyukaimu Junior!"
"A-"
"Bahkan aku lebih tidak suka dengan orang yang tidak menghargai keadaannya sendiri!" Shion lebih keras mencengkram Kerah Yukata. Membuat Yukata berdebar debar karena posisi mereka yang sangat tegang.
"Tetapi Tetap Saja! ARGH!"
Shion menggertakkan gigi-giginya tanda emosi.
Yukata terdiam.
"Aku TIDAK mengijinkanmu ikut dalam perlombaan ini!" lanjur Shion lagi. Oke sekarang dia terdengar seperti ibu Yukata.
"A-A-A-"
Shion menatap Tajam Yukata. Sebelum dia membentak lagi.
"Kau seharusnya menghargai calon bayi MU!"
"..."
"H-Ha?" Yukata mencoba mencerna perkataan Shion.
Oke sekarang dia bingung.
Ini ngomongin Apaan sih?!
.
.
.
"Dengar bodoh! Jangan Membuatku menyesal telah mengalah denganmu!"
"..."
.
~IWDWIW~
.
Naruto mengerjapkan matanya pelan saat sebuah sinar memantul tepat ke retinanya. Dia bisa mendengar sayup sayup orang berbicara.
"...an Matsuri."
"Tuh lihat kan? Dia baik-baik saja kok."
"Tapi tetap saja!"
.
Saat kesadarannya kembali Sempurna, Naruto bisa dengan jelas melihat Matsuri dan Gaara yang ada di depannya.
"Ah! Kau sudah sadar senpai?" tanya Matsuri.
"Ini dimana?" tanya Naruto. Yah, Tipikal pertanyaan bak sinetron yang umum. Entah kenapa Naruto merasakan nyeri di wajahnya.
Matsuri menampakan senyum kepada Naruto.
"Selamat datang di abad 35. Kau barusaja bangun dari tidur delta."
Gaara sedikit kaget dengan jawaban Matsuri.
"Abad 35?" tanya Naruto. Dia tidak beranjak dari posisi tidurnya karena ia merasakan pusing di ubun ubunnya.
"Ya. Kau sudah tertidur selama kurang lebih 2000 tahun." Lanjut Matsuri.
"..." Naruto diam. Dia mencoba menyambungkan perkataan Matsuri dengan kesadarannya.
Saat kesadaran dan pendengarannya menyatu..
"UAPAA?!"
.
Gara menepuk kepalanya. Benar benar Senior dan Junior yang gak paham situasi.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Skip.
Sasuke hanya melamun sepanjang jalan dibelakang Shino dan Shikamaru. Dia bahkan tidak memperhatikan kedua orang tersebut setelahnya, karena yang dia tau dia sudah tidak mengikuti mereka.
Mereka berdua bilang mereka ingin kembali ke lapangan belakang. Namun Sasuke sebenarnya kurang tertarik untuk ikut kembali ke perlombaan merepotkan itu.
Yah, dia terus memikirkan perkataan Shino tentang dirinya dan Sakura. Tch Sial. Sasuke kurang suka dengan salah paham, Tapi entah kenapa dia selalu berakhir dengan salah paham. Apalagi kalau menyangkut gadis ini.
.
DEG!
Masih di lorong. Sasuke menghentikan langkahnya saat dari kejauhan dia melihat gadis yang bersangkutan. Entah karena apa, namun akal Sasuke memaksa kakinya unutuk berhenti melangkah. Dia terlalu takut untuk menemui Sakura sekarang.
Gadis itu tidak sendiri.
Dia masih bersama Karin.. Yang Sasuke tidak suka adalah... Ada Temujin disana.
.
.
Disisi lain.
Sakura terdiam membisu dengan permintaan pemuda Uzushio yang ada didepannya. Dia hanya melirik ke Karin, namun Karin hanya mengangkat bahu.
".. Maaf jika menganggu kalian sebelumnya. Namun bisa kan aku bicara berdua dengan Sakura-san?"Ujar Temujin, mengulangi permintaannya.
Karin yang tidak tau harus begaimana, akhirnya hanya mengangguk.
Temujin tersenyum senang. Dia lalu menggandeng Sakura dan pergi dari situ. Meninggalkan Karin yang terdiam.
"Anoo-" Sakura bahkan tidak bisa melawan saat Temujin mengajaknya pergi dengan halus.
"Hanya sebentar saja. Sakura-san." ucap Temujin.
Sakura akhirnya hanya mengalah.
.
Sakura dan Temujin berjalan beriringan berdua. Yang membuat Sakura bingung adalah, Pemuda bersurai pirang ini membawa Sakura menaiki tangga ke lantai atas. Bahkan saat Temujin mengajak Sakura ke lantai tiga yang sudah dirombak total oleh klub instalasi Uzushio, mereka berdua masih naik lagi menuju atap.
Jujur, Ini membuat Sakura sedikit paranoid.
.
"Tak ada yang salah dengan CINTA. Karena ia hanyalah sebuah kata, dan kita sendirilah yang memaknainya" - Anonimous
.
Helter Skelter / Kacau Balau
.
Mereka disini berdua sekarang. Sakura hanya menurut saat Pemuda ini bilang dia ingin bicara empat mata. Namun Sakura tidak suka ini. Berduaan di atap dengan seorang pemuda bukanlah hal yang bagus dimata Sakura.
Temujin melepaskan pegangannya dari tangan Sakura. Dia lalu menatap Sakura intens, sebelum tersenyum dan menatap langit.
.
"Sudah kuduga kau memang special..." ucap Temujin.
"Hah?"
"... haha.. memang terasa lain saat melihatmu dibanding gadis gadis yang ada dibawah sana." ucap Temujin. Dia melangkahkan kakinya ke pagar, dan menatap jauh ke lapangan yang kini tengah digunakan untuk perlombaan.
Sakura terdiam. Dia mulai tidak sabar.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Sakura. Mengisyaratkan untuk to the point.
"Tak ada. Aku hanya... Ingin mengobrol." lanjut Temujin.
Sakura memiringkan kepalanya.
"Mengobrol? Kenapa harus denganku? Kenapa tidak dengan teman temanmu disana?" tanya Sakura heran.
Oke, Ini semakin menjadi perbincangan aneh di pikiran Sakura.
Temujin terdiam, sebelum kemudian malah tertawa.
"Sasuke..."
"Hah?" Sakura menjawab bingung.
".. Saat dia menembakmu di bawah tadi... um, Apa kau menerimanya?" tanya Temujin.
Sakura terdiam. Dia menghela nafas berat.
"Dia tidak menenbakku.." balas Sakura.
Temujin mengernyitkan dahi. Dia cukup yakin kalau Sasuke memegang tangan Sakura dan menyatakan cinta sebelum Temujin melempari kepalanya dengan bola.
"Lalu?"
Sakura menunduk memainkan kakinya.
".. Secara tekhnis... Dia mengajakku menikah."
Temujin melotot.
"Serius?"
Sakura mengangguk. Dia sedikit emosi mengingat kejadian setelahnya.
"Ya."
"Lalu bagaimana?"
"Tch! Dia bilang dia tidak ingat apapun setelahnya!" ucap Sakura sedikit tinggi.
"Dia mempermainkanmu.."
"Aku tau itu! Dia ternyata brengsek!" lajut Sakura semakin keras. Entah bagaimana, Namun perkataan pemuda Uzushio ini sedikit menganggu Sakura.
Rasanya sesak saat tau yang dikatakan pemuda ini tentang Sasuke adalah benar adanya.
PUK.
Sakura tertegun saat Temujin menepuk ubun ubun Sakura pelan.
"Matamu memerah." ucap Temujin.
Sasuke Bodoh. Yah memang benar, Sakura tidak pernah berhubungan dengan lelaki seumur hidupnya, Jelas saja saat ada seorang yang kau anggap 'baik' mengucapkan sesuatu yang baik tentangmu, perasaanmu akan melambung tinggi.
Sasuke bodoh,
Grap!
"H-Hah?" Sakura sedikit tertegun saat Temujin memegang kedua tangannya.
"Seandainya.. Un, Aku yang mengatakan cinta padamu.. Apa kau akan menerimanya?"
"HA!"
Sakura tidak bisa membalas apa apa.
"Sakura-san..."
.
.
.
.
".. Jadilah Kekasihku."
TBC
.
.
.
xxxxxxxxxxxx
Bwahahahaha... Adegan sengaja di KAT untuk meredakan ketegangan.. selaw selaw,, Kita lanjut adegannya..
.
Sabar..
.
Tarik nafas..
.
Back To Intens!
xxxxxxxxxxxxxx
Lanjut.
Sakura tidak bisa berkata kata mendengar pernyataan Temujin. T-Tunggu! Apa yang harus Sakura katakan?!
Ini adalah pengalaman pertamanya ditembak laki laki! Otak Sakura tidak bisa menemukan rangkaian kata untuk membalas ini!
Temujin masih menggengam tangan Sakura. Dia berniat mengulangi perkataannya. Memastikan kalau Sakura benar benar jelas dan Mengerti.
"Kubilang.. Jadilah Kekasihk-"
KRIEEETT!
TAP TAP!
BUAKH!
"Cinta itu, Bukan saat kau bahagia melihatnya sendiri. Tapi saat kau kesal melihatnya dengan orang lain." -Anonimus.
.
.
Temujin tersungkur dari tempatnya berdiri saat orang yang tiba tiba mendobrak pintu atap memukulnya keras.
.
Pemuda Uzushio itu terkejut melihat siapa yang barusaja memukulnya.
"S-Sasuke?!" Sakura tidak kalah terkejut saat dia melihat Sasuke kini tengah meninju Temujin dengan tangan kanannya.
"APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK!" Teriak Temujin setelahnya. Menuding Sasuke yang kini tengah memunggungi Sakura.
.
.
Sasuke lalu menoleh ke Sakura. Menatap gadis itu dengan pandangan serius. Mengabaikan setiap tatapan amarah dan kesal yang diberikan gadis ini.
Sakura Bahkan sudah siap menghujami Sasuke dengan beribu tuduhan.
"A-Apa yang kau lakukan Bodoh!"
"Jangan kau terima dia." balas Sasuke.
"A-Apa-"
"Aku tidak mengijinkanmu!" lanjut Sasuke.
"Ha? HEI! INI BUKAN URUSANMU!" Suara Sakura meninggi
"ini urusanku!"
"Ap-hmph."
Namun, Perkataan Sakura harus terpotong karena perbuatan Sasuke setelahnya..
.
.
CUP.
.. Hilang sudah ciuman pertama gadis ini.
.
.
.
.
Rasa manis strawberry langsung dirasakan indra pengecap Sasuke saat dia mencium lembut bibir Sakura. ..
...Sasuke memejamkan mata untuk merasakan setiap sisi keberadaan gadis ini.
...Untuk mendengarkan setiap detik denyut nadi merdu di dadanya.
Dan... merasakan sensai aneh di jantungnya sendiri.
.
.
Sasuke...
...akhirnya jujur dengan perasaannya sendiri.
.
"Mengambil cintaku, Artinya kau harus merawatnya dan melindunginya." -Anonimus
.
Temujin hanya terdiam mengamati dua sejoli ini dengan tatapan aneh.
"Tch." Dia berniat berdiri dan menyarangkan serangan balasan kepada Sasuke. Namun dia mengurungkan niatnya saat Sasuke membalas dengan pandangan yang dingin.
DEG!
Yah, Temujin tau tatapan ini.
Ini adalah tatapan yang pernah Sasuke tunjukkan saat dia dan kedua temannya disalahkan atas keluarnya seorang guru dari Uzushio. Seorang guru yang seharusnya masalahnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan Naruto, Sasuke dan Shikamaru... Namun pada akhirnya mengundurkan diri.
Tatapan kebencian yang pernah Sasuke berikan kepada seluruh OSIS Uzushio.
"A-Apa HAH! Aku menembaknya duluan!" Temujin mencoba berani ditengah intimidasi yang dilakukan Sasuke
Sasuke menatap Temujin intens sebelum dia berucap.
.
"Langkahi dulu mayatku."
"Tch." Temujin mendecak. Dia melirik Sakura yang kini tengah terbengong. Lalu kembali menatap Sasuke.
Yah dia tau..
.. Ini adalah kesekian kalinya dia tidak bisa menang melawan Sasuke.
.
~I WILL DO WHAT I WANT~
.
Idate menepuk dahinya berkali kali. Sialan, setelah apa yang dia lakukan kepada Sasuke dan Naruto. Mereka berdua sepertinya bahkan tidak peduli dengan apa yang terjadi.
Telihat dari Naruto yang kini dilihatnya sudah kembali ke lapangan.
Padahal dia sudah melakukan apa yang dikatakan Temujin untuk memberi sedikit permainan hipnotis kepada Naruto, Sasuke dan Shikamaru. Para berandal Uzushio Eh, Mantan Berandal Uzushio.
Idate pikir kalau ini akan menjadi menarik, nyatanya. Mereka sepertinya tidak berniat mencari tau apapun.
"Hahh.. Dasar, orang orang yang tidak tau seni."Gumam Idate. Dia hanya menatap pekarangan Konoha Gakuen yang sudah ramai dari balik jendela di lantai dua. Sebelum dia dikagetkan oleh suara orang yang bergema.
"Oi. Sasukee.."
"Dasar merepotkan.."
"Kau dimana sih?"
.
Bak tersambar listrik. Idate melirik tertarik kepada Sosok Shikamaru yang kini tengah berjalan di lorong.
Yah, Dia belum mempraktekan hipnotisnya kepada Shikamaru.
Dia akan mencobanya.
.
.
.
"Sasuke! Tch, Merepotkan.. Jadi orang kok kayak dedemit. Ditinggal noleh dikit, langsung ilang.." gumam Shikamaru gaje.
Yah, seperti kata Shikamaru. orang merepotkan adalah orang yang tidak ada bedanya dengan penampakan. Kau tau dia mengikutimu, namun saat kau melihatnya lagi, dia hilang.
Sudah sekiranya 10 menit Shikamaru menyusuri gedung bak seorang jomblo yang sedang mencari pokemon. Namun nyatanya nihil. Sosok Pokemon yang bernama Sasuke tidak terlihat.
.
"Shikamaru nara.."
"Huh?" Shikamaru menoleh saat dia mendengar sebuah suara memanggilnya.
Di matanya, nampak seorang pemuda yang tidak Shikamaru kenali sama sekali. Dia berseragam Uzushio.
"Siapa kau?" tanya Shikamaru.
Idate Sweatdroped. Sialan Bahkan Shikamaru tidak mengenalinya. KITA SATU KELAS DI UZUSHIO WOOY! JIR
"Hahh~" Idate menghela nafas berat. "Udah lah .. tidak usah basa basi.." Idate mengeluarkan koin dari sakunya.
"Lihat koin ini." ucap Idate. Dia mencoba memberi sugesti kepada Shikamaru.
"Ha?"
"Saat kau menerima koin ini. Kau akan tertidur. dan saat ku jentikan jari, kau akan terbangun dan bertingkah seperti perempuan. Semua lelaki yang kau temui adalah pacarmu, kau akan melakukan apapun untuk mereka. karena kau sangat mencintai mereka." ucap Idate. Mengucapkan dengan lantang sugestinya.
"Apaan sih?" Shikamaru malah semakin bingung.
"Ini." Idate lalu menyodorkan koin itu kepada Shikamaru. Bila tangan Shikamaru menyentuh Koin ini. maka tamatlah sudah.
Shikamaru mengernyitkan dahi.
"Untukku?" tanya Shikamaru.
Idate mengangguk mantap. Dengan lantang dia menjawab iya.
Shikamaru menatap sedikit lama koin berkilau itu. Lalu melirik Idate yang menampakkan wajah abstrak. Tidak bisa diartikan.
Namun akhirnya Shikamaru menerimanya.
"Baiklah." ucap Shikamaru.
Idate terrsenyum kemenangan. Kena kau.
Shikamaru lantas menerima koin itu.
Dia lalu mengantongi koin berkilauan itu di saku bajunya. Lumayan.
.
.
"Yah. Ini merepotkan. Namun aku harus mencari temanku. Jadi terimakasih atas koin nya." ucap Shikamaru kemudian.
"WAT?!" Idate terkejut tidak percaya saat Shikamaru malah bertingkah biasa saja.
"..Bye." pamit Shikamaru sebelum dia melangkah pergi.
"TUNGGU!" Cegah Idate dengan menarik pundak Shikamaru.
"Apa lagi sih?!" Shikamaru mulai tidak sabar.
"K-Kenapa kau tidak tertidur?!" bentak Idate.
Shikamaru hanya menatap Idate sewot.
"Mana ada! Sudah kubilang aku harus mencari temanku! Aku akan tidur setelah ini jadi jangan memerintahku!" balas Shikamaru. Dia mulai merasa aneh dengan orang ini.
Idate mendecak.
"AYO TIDUR SEKARANG!" ucap Idate.
.
"..." Mendengarnya, membuat Shikamaru berpikir aneh aneh dengan orang ini. Ini adalah pertama kalinya dia diajak tidur bersama oleh seorang lelaki.
Shikamaru ngeri sendiri dengan imajinasi yang sempat menghampiri otaknya.
detik berikutnya?
dia sudah berlari menjauh menghindari lelaki ini. Yah Shikamaru tau, orang ini pasti LGBT.
"WOII! KEMBALIKAN KOIN KU!"
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxxxx
Author Note(s) : Hanzama Is Back! Yoyoyo.. Ehem,, Sasuke.. Hanzama hanya bisa speechless dengan adegan Sasuke. but, Hope you like it. Hahh.. nggak kerasa udah mau sampai 60 chapter.. T.T , Sebuah projek yang memakan banyak tenaga dan waktu.. Err, sebenarnya nggak juga sih.. Hanzama hanya ngetik pas ada waktu luang aja kwkwk..
Pagi tadi. Hanzama sempet jantungan tau modem gak bisa di pake. Kirain udah waktunya pensiun mengingat modemnya emang udah uzur.. tapi untung aja sekarang udah bisa dipake lagi.
..
Nah.. sebenarnya hanzama mau tanya sih, soal para sahabat reader kalau akses fanfiction pake apa? tau kan fanfiction udah gak bisa diakses pake indoset,, exel, teri dll..
kira kira, saran aja, provider yang masih bisa buat akses ffnet apaan? buat jaga jaga aja kalau modem smartpret hanzama emang udah bener bener meninggal dunia.. takutnya kalau proyek panjang ini nggak slesai.. sedih .. hiks..
Kasih saran di kotak kritik dan saran dong~ #ngarep
Okesip, makasih sebelumnya.. Maaf kalau ada kesalahan/salah kata yang menyinggung.. Hanzama selalu terbuka untuk kritik dan saran..
Flame? Sure why not.. Kalau flame pake anonim, akan hanzama langsung hapus,, tapi kalau flame pake akun,, akan hanzama terima,, because i can burn you back.. bwahahaha..
Oke, sekian dari Hanzama,
salam hangat dan semoga reader sukses selalu
KRITIK DAN SARAN!
V
V
V
