chapter 60 : The Lullaby Love Song

17.00 Waktu Konoha.

"17.00. Sasuke."

"Oi. Menurutmu, Dia kenapa?" tanya Naruto kepada Shikamaru yang ada disampingnya.

Yah, semenjak mereka sampai dirumah, mereka hanya menatap heran Sasuke yang terlihat senang sekali. Walaupun tidak ada perbedaan dari segi raut wajah, Namun sebagai sahabat yang mengenal Sasuke semenjak dia masih ngompol waktu TK, Shikamaru dan Naruto tau Perbedaan tingkah laku Sasuke bahkan dalam skala sekecil apapun.

Shikamaru menatap Sasuke yang terduduk di depan TV bersama Hikari dan Fox. Dia lalu menoleh ke TV yang menyala.

Sialan. Dia nonton drama korea!

Shikamaru dan Naruto yang kini tengah terduduk di anak tangga dengan sengaja menghalangi jalan Izumi untuk turun.

"Kalian kenapa?" tanya Izumi. Membuat Shikamaru dan Naruto yang tengah memperhatikan Sasuke menoleh kepada Izumi.

"Eh.. Izumi-san.. Menurutmu.. Apa itu tidak aneh?" ucap Shikamaru dia menunjuk Sasuke.

Pandangan Izumi pun segera dia alihkan kepada Sasuke yang tengah menonton.. Err.. Drama.

.

"...Kim tchi-ell."

"Huh?"

"SarangBeo."

.

"Huwaa!" Sasuke tiba tiba berteriak mendengar dialog itu di TV. Dia menjatuhkan badannya ke sofa dan memeluk Hikari erat. Membuat Fox yang tengah terduduk kaget dan berlari menjauh.

Naruto dan Shikamaru sedikit terkaget.

Izumi malah terkekeh.

Yah, ini mengingatkan saat dia dan Itachi baru barunya menikah. Dimana Izumi menonton drama korea di depan tv seperti itu. Itachi yang notabanenya tidak suka dengan hal yang seperti itu tentu saja tidak tertarik. Namun karena melihat Izumi yang menonton sampai larut, Itachi memaksa Izumi untuk mematikan TV.

Izumi tentu saja menolak karena ceritannya nanggung. Akhirnya, karena tidak tega melihat Izumi begadang sendiri, Itachi dengan 'terpaksa' ikut menonton.

Dan saat tokoh utama dalam drama tersebut mati. Malah Itachi yang baper.

"Mungkin dia sedang jatuh cinta." ucap Izumi polos.

"Benarkah?" tanya Naruto. Dia menoleh ke Sasuke.

Sasuke adalah tipe orang yang tidak terlalu melirik dengan prempuan. Bahkan Sasuke termasuk orang yang 'takut' dengan prempuan. Mengingat responnya kepada para fansgirl.

Dan sekarang dia jatuh cinta?

.

otaknya pasti sudah miring.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

.

"17.00. Temujin."

Ditolak, sudah biasa.

Namun beda ceritanya saat kau menembak orang dan tiba tiba datang orang lain lalu mengganggu calon pacarMu. Sialnya, orang yang menganggu adalah orang yang selama ini dijadikan musuh bebuyutan.

sialnya lagi, ini adalah pembuktian kalau dirinya selalu kalah dengan Sasuke.

Yah, Sasuke Uchiha. Bukan siapapun sewaktu di Uzushio. Ikut club tidak pernah. Berprestasi juga tidak. Konstribusinya hanya sebatas embel embel 'uchiha' yang ditakuti karena hartanya.

Modal tampang untuk menarik gadis.

benar, tidak ada spesialnya sama sekali.

.

.

Namun Temujin tidak pernah sekalipun menang atas Sasuke dalam apapun. Bahkan dalam nilai Pararel ujian semester. Temujin masih dua tingkat dibawah Sasuke.

"Tch. Sial." umpat Temujin.

"Temujin. Apa yang kau lakukan. Ayo kita ada rapat." terdengar suara ketua OSIS Uzushio yang menganegtkan Temujin dari lamunannya.

Temujin menatap pekarangan Konoha untuk terakhir kalinya dari jendela, sebelum dia menuruti perkataan ketua OSISnya dan membuntuti.

.

Yah, Sayang bagi Panitia Festival. Malam ini, adalah persiapan terakhir untuk pembukaan besok. Tak heran banyak anak Uzushio dan Iwa-Art meminjam ruang kelas yang tidak terpakai atau mencari penginapan terdekat malam ini.

Karena tanggung jawab mereka selama lima hari kedepan akan dimulai dari malam ini.

.

"17.00. Sakura."

Cherry Restaurant

"Sasori! Tolong bersihkan meja nomor 7!" Titah Kizashi kepada karyawan paruh waktu-nya.

"Siap Bos-"

"Biar aku saja ayah!"

Sasori terkejut saat Sakura dengan seenaknya menyambar jatah kerjanya. Bahkan bukan Hanya Sasori, Kizashi pun sepertinya juga terpana melihat anak gadisnya yang giat bantu bantu.

Kizashi menghampiri Sasori yang kini tengah merapikan kursi. Yah, karena jam 5 artinya restoran akan ditutup. Err.. sebenarnya Hari ini Cherry restaurant ditutup satu jam lebih awal. Para pegawai yang lain dan para koki sudah terlebih dahulu pulang. Menyisakan Sasori, Kizashi dan Sakura (yang tadi sengaja mampir setelah pulang sekolah).

"Menurutmu? Apa yang terjadi dengannya?" tanya Kizashi kepada Sasori.

Sasori malah terdiam mengamati Sakura mendengar pertanyaan bos-nya. Well, wajahnya terlihat senang.

Sasori mengangkat bahu.

"Mungkin dia sudah punya pacar." ucap Sasori asal tebak.

"UAPA?!" Kizashi malah berteriak.

Membuat Sakura menoleh dan menatap Heran dua orang pria yang tengah ngrumpi di pojok.

"Jangan menakutiku bodoh!" bisik Kizashi kepada Sasori.

Sasori malah tertawa.

"Hanya menebak." balas Sasori.

Kizashi hampir saja jantungan tadi. Yah, Orang tua mana yang tidak khawatir mendengar seandainya anak gadis nya sudah menjalin hubungan dengan laki laki. Iya kalau lelakinya dari keluarga baik baik, kalau dia pacaran dengan brandalan gimana?

.

"Oh iya.. Paman, besok aku jadi ambil cuti ya.. ada sedikit urusan di festival." ucap Sasori kemudian.

Kizashi malah tertawa.

"bwahahaha.. apa maksudmu cuti. Restoran aku liburkan! Aku juga ingin melihat festival." balas pria nyentrik itu atas pertanyaan Sasori.

"Oh, Syukurlah."

"Eh tapi menurutmu-"

"Hah?"

"Dia tidak benar benar pacaran kan?" Tanya Kizashi lagi memastikan.

Sasori menghela nafas.

"Tak tahu."

.

"17.00. Itachi."

Itachi hanya diam saat sang ibu menatapnya dengan tajam. Sang ayah bahkan tidak terlihat mau menolong saat Itachi sekarang tengah berada di dalam masalah.

"Jadi?" tanya Mikoto lagi. Untuk memastikan.

"Eh.. Ya itu-" Sial. Membuat Itachi menjelaskannya lagi, situasi malah semakin aneh.

Yah, Itachi akhirnya menjelaskannya kepada sang ibu. Dimana dia diam diam menjalin hubungan rumah tangga dengan seorang prempuan.

Sebenarnya alasan Itachi menyembunyikan statusnya dari sang ibu adalah, karena tidak mau semua bertambah rumit. Kalau dia bisa sih, dia juga mau menyembunyikannya dari sang ayah, Namun tidak bisa. Karena disetiap pernikahan harus ada wali.

Atas pertimbangan Itachi dan sang Ayah, Itachi meminta merahasiakannya dari sang ibu. Tentu saja saat itu Itachi takut kalau sang ibu jantungan mendengar Itachi tiba tiba menikah, mengingat Mikoto adalah 'pro Madara'

Dimana dia selalu mendukung Madara, bahkan saat kakek Madara bilang Itachi harus dijodohkan dengan prempuan dari klan Hozuki.

Namun semenjak kemarin Itachi membawa Izumi ke suatu acara dan mengenalkan Izumi kepada orang orang di klan sebagai seorang 'pacar', kakek Madara sudah berhenti mengejar ngejar Itachi untuk menerima pinangan gadis dari klan Hozuki.

Dan Itachi sadar. Cepat atau lambat dia harus memberitahu rahasianya kepada sang ibu.

"Jadi? sekarang dia dimana?" interogasi Mikoto kepada Itachi.

"Hn. Dia bersama Izumi dan Sasuke." jawab Itachi jujur. Mikoto mengangguk sebelum Mikoto menatap tajam Itachi lagi. Dia melanjutkan.

.

"Pokoknya! Besok kau harus mempertemukanku dengan cucuku!" bak titah seorang ratu, Itachi sadar kalau dia tidak punya kuasa untuk membantah.

Itachi hanya mengangguk pasrah.

Mikoto tersenyum.

Fugaku yang melihat istrinya sudah 'tenang' hanya menghela nafas berat. Yah, bukannya membodohi siapapun, Namun Fugaku bisa dengan jelas menebak kalau Mikoto kini berada di angan angan membayangkan bisa menggendong cucunya.

Dasar ibu-ibu.

~iwdwiw~

18.00 Waktu Konoha

"18.00. Sakura."

Bersenandung ria setelah mandi memang bukan hobi Sakura. Namun entah kenapa dia ingin sekali bernyanyi sekarang.

Setelah slesai mengganti pakaiannya dengan piyama, Sakura kini sudah terduduk di kasurnya. Kejadian tadi siang masih terngiang-ngiang di kepala Sakura.

Bahkan rasa-

Sakura menyentuh bibirnya sendiri.

"KYAA-HMP!" Sakura tenggelam ke dalam bantalnya dan berteriak keras. Yah, dia senang sekali hari ini.

jam 6 sore memang tidak ada yang bisa dia lakukan. Untuk mengisi waktu, Sakura biasanya bermain dengan Netbooknya untuk sekedar browsing dan membunuh waktu.

Dan.. Itulah yang Sakura lakukan sekarang.

Masih dengan senyum yang terpampang jelas di wajahnya, Sakura mengambil Netbook pink kesayangannya.

Setelah mengecek koneksi internetnya, laman Fesbuk lah yang menjadi tujuan Sakura. Yah, tipikal gadis sekarang. Membunuh waktu dengan muter muter di jejaring sosial berjam-jam. Apa yang dicari? nggak ada yang tau.

Sebuah pesan masuk langsung menyambut Sakura beberapa detik dia berhasil masuk beranda.

tingtung!

... : yo, Sakuragami!

Yah, hanya satu orang di dunia ini yang memanggil Sakura dengan sebutan itu.


Cherryblossom Haruno : Rambutku memang Pink Bleh! Rambutmu juga pink!

Naga Api : bwahahaha. kau tidak berubah.

Cherryblossom Haruno : Kapan kau akan mampir ke jepang?

Naga Api : Saat kau mau membayarkan tiket pesawatnya.. tentu saja! XP

Cherryblossom Haruno : Sekolahku ada festival besok kau tau..

Naga Api : Serius? wah sayang sekali.. aku harus mengerjakan PR.. XP

Cherryblossom Haruno : ...

Naga Api : Jadi? Kau akan pergi bersama pacarmu?

Cherryblossom Haruno : e

Naga Api : hahaha.. aku lupa, kau kan tidak punya pacar.

Cherryblossom Haruno : dih. :P itu kan dirimu

Naga Api : Eeeeee.. Aku punya kok~

Cherryblossom Haruno : Mana ada!

Naga Api : *yang terpampang kemudian adalah sebuah foto pemuda berambut pink dan seorang gadis berambut pirang*

Cherryblossom Haruno : WAAAWW!

Naga Api : bwahahahahaha..

Cherryblossom Haruno : eh, pemuda berambut hitam bertelanjang dada yang ada di belakang itu siapa?

Naga Api : Ituu.. Kau tau.. saat dua orang tengah berduaan.. maka yang ketiga.. ya itu.

Cherryblossom Haruno : ngawur.

Naga Api : hahahahahahahaha. XD XD XD

Cherryblossom Haruno : Kau tau.. pokoknya kau WAJIB pergi ke jepang! Ayah dan Ibu pasti senang saat kau berkunjung

Naga Api : Eh.. yah. Mungkin libur akhir semester akan ku pertimbangkan, untuk sekarang. Aku titip salam saja ke Paman Kizashi dan bibi Mebuki.

Cherryblossom Haruno :


BRAK!

"KYAA!" Ritual Sakura harus terhenti karena Kizashi tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu.

"O-Otou-san?!" Sakura hanya terkaget.

"SAKURA!" Bentak Kizashi. "Katakan padaku kalau kau tidak pacaran dengan siapapun!"

"H-Hah?" Sakura tidak bisa berkata apa apa.

Sepertinya Kizashi masih penasaran dengan perkataan Sasori tadi

.

"18.00. Sara."

"Jadi Kau tengah jatuh cinta Huh?!" Naruto kini tengah mengintrogasi Sasuke.

"Lepaskan Bodoh!" Sasuke tentu tidak terima. Yah, tepat beberapa detik saat Sasuke ingin menyantap makan sorenya. Dia diserang dari belakang oleh Naruto dan Shikamaru. Bahkan dia diikat di kursi meja makan sekarang.

Sialnya, melihat adik iparnya dijadikan sandra, Izumi malah dengan santainya menonton TV bersama Hikari.

"Jawab Pertanyaanku!" Naruto malah menampakkan raut bak preman yang pingin minta jatah uang keamanan.

Sasuke menoleh ke Shikamaru. Shikamaru malah dengan santainya mengangkat bahu dan mencomot lauk Sasuke.

Membuat Sasuke menampakkan raut emosi saat tempe Sasuke satu satunya dimakan oleh Shikamaru.

"Tidak mau mengaku eh?" Naruto kemudian mengeluarkan sebuah kemoceng dari balik punggungnya.

Sasuke melotot. Jangan!

Naruto tersenyum iblis.

Jangan!

"Tadaimaa.."

"Ah! Dengar! Fuu da Sara sudah pulang! Cepat lepaskan Bodoh!" Elak Sasuke lagi. Yah, demi saus tar-tar! Naruto memang harus dibawa ke psikiater!

Naruto hanya menoleh sebentar untuk melihat bayangan Sara dan Fuu Sebelum dia menoleh lagi ke Sasuke.

Tunggu dulu-

Pandang Naruto menangkap hal yang tidak biasa.

Tanpa aba aba, Naruto malah keluar dari dapur dan menghampiri ruang depan.

"Huh? Kau kenapa Naruto?" tanya Shikamaru. Sebelum dia mengekor Naruto.

"LEPASKAN WOY!"

Sasuke malah ditinggal.

.

Di ruang depan.

Naruto hanya melongo saat melihat Sara dan Fuu pulang. Namun bukan itu yang membuat dia tercengang.

Melainkan beberapa orang gadis yang dibawa pulang bersama mereka berdua.

"Ano-" Naruto mencoba meminta penjelasan.

Para gadis itu juga sepertinya hanya terkejut melihat keberadaan Naruto dan Shikamaru.

Izumi pun datang setelahnya.

"OO Sara-chan? Fuu-chan? kalian sudah pulang? Dan eh? Tamu?" tanya Izumi.

"Osh.. Hikari!" Fuu malah menggoda Hikari dengan memberi hormat layaknya militer.

melihat para penghuni lain yang bingung, Sara akhirnya menjelaskan.

"Oh, Ini teman temanku dari Iwa-Art. Sebenarnya mereka tidak punya tempat bermalam. Jadi aku mengajak mereka kesini. Bila kalian mengijinkan..." Sara sedikit menggantungkan kalimatnya. Berharap penghuni yang lain tidak keberatan.

"Seharusnya kau meminta izin kepada Tsunade-sama." balas Shikamaru.

Yah, Shikamaru sadar. Kalau orang orang ini menginap disini. Maka malam ini akan menjadi malam yang aneh sepanjang hidupnya.

Izumi tersenyum.

"Aku Yakin Tsunade-sama pasti mengijinkan." ucap Izumi.

Naruto dan Shikamaru sedikit ragu dengan perkataan Izumi.

Sara tersenyum.

"Silahkan masuk!" lanjut Izumi mempersilahkan.

.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Okre, chapter yang cukup pendek sebenarnya, Namun seperti biasanya, sebuah chapter basa basi untuk berpindah ke Act selanjutnya! Err. Ini masih stage 3 btw. Jadi.. Thx udah baca. Thx udah Review.. Thx udah support!

Salam Hangat dari Hanzama, semoga sukses selalu.

C U in The Next Chap!

KRITIK DAN SARAN

v

v

v

v

v