chapter 61 : Teritory Bagian 1

Pojok Wawanara Author Part III

...

Hanzama : Permisi. Nyonya Besar.

Kushina : Huh?

Hanzama : Err,, Mumpung kita bertemu, bolehkah Hanzama mengajukan beberapa pertanyaan?

Kushina : Eh? Oh tentu, tanyakan apa yang ingin kau tau. Asal jangan lama lama. Aku harus mendandani Minato yang akan membuka festival besok.

Hanzama : W-Well.. Menurut anda. Bagaimana jalan cerita fanficnya sejauh ini?

Kushina : *menatap bingung* ha? fanfic? apa yang kau maksudkan ttebane?

Hanzama : Yah Hanzama kira anda tertarik dengan beberapa gosip yang beredar mengingat anda memang ibu-ibu yang wajib aptudet dalam berita.

Kushina : Gosip?

Hanzama : Well, Yah.. Anda tau.. Soal beberapa gadis yang ikut tinggal bersama Naruto, Anak anda yang dikabarkan menghamili adik kelasnya, dan Itachi yang sudah berkeluarga, ada juga tentan-

Kushina : A-APA?! I-Itachi-chan sudah beristri?!

Hanzama : Err.. Yahh,, Ituu-

Kushina : HUWAAAAAA!

Hanzama : Anoo-

Kushina : Apa dia sudah memiliki anak?!

Hanzama : Um. yahh.. Seorang pria kecil.

Kushina : KYAAAA! MINATOOO! Mikoto Sudah punya cucu!

Minato : *menyahut tidak jelas dari jauh*

Kushina : KITA HARUS MENCARI NARUTO-CHAN SEGERA!

Hanzama : H-Hah?

Kushina : Dia harus segera menikah! Kita juga harus punya cucu dattebane!

Hanzama : ...

.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc

Pairing : FIX SasuSaku, TANDA TANDA GAAMATSU

Relax and Enjoy Story.

.

Yah. Pemuda mana yang tidak BeTe saat hak kekuasannya tengah diambil alih oleh segerombolan perempuan? Err.. Mungkin ada sih.. tapi-

Itulah yang dirasakan Naruto dan Shikamaru sekarang. Dia bahkan tidak bisa memungkiri kalau teman teman Sara ini terlihat 'berbahaya'

Terlihat dari mereka yang Um-

"Jadi? Kalian berdua tinggal disini selama ini?"

"Ya ampun! Kalian bahkan satu atap dengan beberapa laki laki!"

"Kau harus hati hati Fuu-chan! Mereka bisa saja menyerangmu sewaktu kau tidur!"

"KYAA! Dasar Laki-Laki Hentai!"

.

Shikamaru dan Naruto hanya diam membisu karena mereka kini tengah dibicarakan. Sialnya, suara para gadis itu terkesan sengaja dikeraskan supaya bisa terdengar oleh mereka berdua.

.

Cklek.

Naruto dan Shikamaru menoleh saat dia melihat Sasuke keluar dari kamarnya. Dia sudah berpakaian lengkap menggunakan baju hangat.

"Mau kemana kau?" tanya Shikamaru kepada Sasuke.

"Hn. Cari angin." balas Sasuke. Sasuke lalu menatap Sara dan teman temannya.

"Oy.."

"Huh?" Sara hanya menatap bingung Sasuke saat pemuda itu memanggilnya.

"..Kalian bisa menggunakan kamarku." ucap Sasuke akhirnya.

Shikamaru dan Naruto melongo. Tumben.

Gerbombolan gadis itu terpana beberapa detik sebelum berucap terima kasih.

Ah. Satsuga Sasuke! Oh. Maksudku- WAT?!

"Thanks Sasuke." balas Sara.

Sasuke menangguk lalu beranjak pergi menuju pintu depan.

.

"Sasuke? Kau mau kemana?"

Sasuke sempat mendengar suara Izumi. Namun dia tidak sempat menjawab karena dia sudah berlalu.

.

.

.

.

Hawa dingin langsung menerpa wajah Sasuke saat dia melangkah keluar dari rumah. Namun dingin seperti ini tidak menghalangi Sasuke untuk melaksanakan kegiatannya. Tunggu-Memang dia mau kemana?

Well, tepat beberapa detik yang lalu, Sasuke menerima SMS dari.. ehem,, bebep ehem.. meminta Sasuke untuk membantu memindahkan beberapa barang.

Yah, ini memang tidak seperti Sasuke tapi-ini bermula dari tadi siang

.

Flashback

"Um.. Ini adalah saatnya kita saling panggil dengan Aku dan Kamu."

"..." Sakura hanya diam mendengar jawaban Sasuke. Apa maksudnya itu?

Sialan. Mendengar Sasuke mengatakannya begitu enteng, membuat urat nadi di kepala Sakura mengeras.

Sakura malah menatap Sasuke setelahnya.

"BAKA!" Teriak Sakura. Yah, Sakura yakin sekarang, Ini tidak berbeda dengan yang tadi. Sasuke mencoba mempermainkan Sakura.

Dia mengangkat tangannya lagi. Berniat menampar Sasuke untuk kedua kalinya..

namun tangannya tidak segera berayun. Dia malah menatap penuh harap Sasuke yang kini tengah menutup mata, dan sedikit menyiapkan pertahanan dengan lengannya.

Sakura akhirnya menurunkan lengannya.

Memaksa Sasuke membuka mata. Karena tamparan yang dia nanti tidak kunjung datang.

.

Sakura tertunduk lagi.

"Ciuman pertamaku itu mahal kau tau!" ujar Sakura lagi. Dia memegangi tangannya yang sedikit gemetar.

Yah, Sasuke sadar. Ini adalah kesalahannya. 100 persen kesalahannya. Dia yang dengan sengaja mencium gadis ini didepan Temujin.

Namun perasaaan ini berbeda. Berbeda dengan rasa 'tidak suka' dengan Temujin, ini lebuh dari itu. Perasaan 'tidak boleh'.. Tidak boleh ada orang lain yang memiliki gadis ini selain dirinya. Sakura adalah miliknya-tunggu.

Apa benar dia milik Sasuke?

.

Sasuke menatap Gadis ini lagi.

.

Apa benar kalau gadis ini adalah milik Sasuke?

.

Apa benar kalau hanya dengan begini, gadis ini tidak akan dimiliki orang lain?

.

Sakura Haruno.

.

.

"B-Bodoh Ah! Aku tidak tau lagi!" Teriak Sakura tiba tiba. Sebelum dia melangkahkan kakinya, berniat pergi dari situ.

TAP!

Namun Sasuke menangkap lengan Sakura. Mencegahnya pergi lebih jauh.

Membuat Sakura menolehkan kepalanya lagi.

"APA LAGI SI-"

GRAP

Sakura bisa merasakan hawa tubuh pemuda ini setelahnya. Karena Sasuke memeluk Sakura erat. Seakan tidak membiarkan gadis ini pergi kemanapun.

Hal selanjutnya adalah. Suara bisikan pelan yang Sakura dengar.

bisikan yang tidak pernah akan Sakura lupakan sepanjang hidupnya.

.

.

"... Mulai sekarang, Akulah Kekasihmu."

.

FLASHBACK END

.

Hah! Hahh! Sialan. Mengingatnya saja, membuat Sasuke tidak fokus untuk berjalan. Dan karena kejadian itu, Sasuke jadi sedikit sensitif dengan hal yang berbau 'percintaan'

Wajar saja, Ini adalah yang pertama bagi Sasuke. Dia tidak bisa memungkiri kalau dirinya masih newbie dalam hal ini. Dan, Sasuke tidak tau apapun tentang apa yang harus dilakukan saat ehem.. menjalin hubungan. Yah, Di dalam kebanyakan film. Percintaan pasti ada bumbu selingkuh.. Apakah Sasuke harus-oke itu ide buruk, Lupakan.

.

.

~Iwdwiw~

.

Yah, Persiapan Festival. Menunggu memang tidak pernah menyenangkan. Namun tidak untuk sekarang, sebagian besar pemuda pemudi ini pasti akan dengan senang hati seandainya diberi waktu lebih lama untuk menunggu.

.

.

.

12 JAM Sebelum Pembukaan.

.

Klub Drama Konoha.

"Yosshh.. debut Kita akan dimulai besok."

GLEK! Yukata sesekali menelan ludah saat sang ketua menjelaskan tentang hal yang dimaksud Matsuri. Ah! Akhirnya hari yang ditunggu datang juga.

Yah, ini adalah malam yang aneh, mengingat kedua orang ini malah berada di ruang klub di sekolah malam malam. Tapi tidak terlalu aneh sih, mengingat banyak yang menginap di sekolah ini. Keadaan jadi cukup ramai.

.

Mereka berdua kini sedang melakukan pengecekan properti. Hanya ada Matsuri dan Yukata. Sedangkan para anggota yang lain, sepertinya masih dirumah masing masing.

Matsuri menyerahkan sebuah poster dan secarik kertas kepada Yukata.

"Kau bisa melakukannya sendiri?" tanya Matsuri kepada Yukata.

"Err.. FoREVer Street kan?" tanya Yukata memastikan.

"Yup." Matsuri mengangguk.

Yukata lalu melangkah keluar dari ruangan setelah dirasa tidak ada yang tertinggal.

Meninggalkan Matsuri yang tertawa sendiri.

"Fufufufufufu.."

Dia kini tengah mengenakan gaun terusan berwarna putih bak mempelai wanita dalam sebuah pernikahan. Yah, asal kalian tau, Ini adalah salah satu properti yang telah disiapkan oleh klub drama.

Dia kini tengah asyik berkaca sembari memainkan gaunnya.

"Ehem.. Aku cantik dan itu fakta."

Oke, abaikan kalimat over narsis diatas. Well, Narator memang tidak tau drama apa yang akan ditampilkan oleh gadis ini. Namun Narator cukup yakin, kalau cerita kelinci dan kura kura tidak seharusnya menampilkan tokoh overclass yang menggunakan gaun bak ratu Elizabeth lengkap dengan tiara di kepalanya.

CKLEK

"Matsuri?"

"HUWAAAA!"

Matsuri karus dikagetkan setelahnya, karena ada orang yang tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu.

.

Toko Bunga Yamanaka.

Sasuke tiba di sebuah toko bercorak hijau, lengkap dengan berbagai macam bunga yang terjejer rapi. Kalau Sasuke tidak salah, ini adalah alamat yang ditujukan oleh Sakura.

Sayup sayup bisa terdengar suara yang dikenalinya dari dalam toko. Tanpa aba aba, Sasuke pun segera melangkahkan kakinya masuk.

ckling.

suara lonceng menyabut Sasuke. Bersamaan dengan nampaknya beberapa orang gadis yang Sasuke kenali. Ino, Sakura, dan um.. Hinata. Oh, Shino juga ada disini kalau kalian ingin tau.

"Oh? Sasuke." Sapa Ino saat dia melihat Sasuke masuk.

Sasuke hanya mengangguk. Sebelum menghampiri keempat temannya itu.

"Ini." Sasuke menerima jus yang disodorkan oleh Ino setelahnya.

.

"Minum dulu. Kita akan membawa barang barang ini ke sekolah setelahnya." Ino menunjuk tumpukan barang yang dibungkus kardus dan disegel rapi.

"Apa ini?" tanya Sasuke. Yah, barang yang cukup mencurigakan bak barang selundupan.

"Itu bahan makanan dan peralatan dapur Sasuke-kun. Kita kan akan membuka cafe besok." sambung Sakura, menjelaskan isi dari kotak mencurigakan itu.

"Oh." Sasuke hanya ber Oh ria. Sebelum dia malah menatap dalam wajah Sakura.

Sakura yang menyadarinya tentu hanya merona sembari bertanya.

"K-Kenapa?"

Sasuke menggeleng.

"T-Tidak." Dia menyembunyikan pipinya yang sedikit merah dengan menyruput jusnya.

.

.

Ciee pasangan baru.

~iwdwiw~

.

Skip

FoREVer Street

Tok Tok Tok.

Dann.. Disinilah gadis ini sekarang. Sebuah rumah kecil di sebuah komplek perumahan tak jauh dari sekolahnya. FoREVer street. yangmana seharusnya beberapa orang yang dia cari ada di rumah ini.

"Semoga saja tidak salah rumah." gumamnya pelan. Sebelum dia mengetuk pintu lagi.

Tok Tok Tok

gadis ini berdiri sembari melirik waspada area sekitar. Berharap dia tidak diikuti stalker atau yang lain dari sekolah tadi. Yah walau sebenarnya tadi dia nebeng ibiki sensei yang berniat pulang sih, dan ibiki sensei dengan baik hati mengantarkannya persis di halaman rumah ini. tapi, kita harus memikirkan segala kemungkinan.

Tok Tok Tok.

Gadis ini mengetuk pintu lagi. Sebelum terdengar suara sahutan prempuan dari dalam.

Iyaa~ Sebentarr~

Tunggu dulu- Prempuan?

Gadis ini sedikit meragukan pendengarannya.

CKLEK

"Halo? Ada yang bisa dibantu?"

Namun matanya lebih tajam dari pendengarannya untuk mengenali. Tunggu? apa dia salah rumah?

"Eh? Kalau tidak salah? Kau kan salah satu anak Klub drama Konoha?"

Yukata bisa dengan jelas mendengar pertanyaan terlontar dari gadis berambut merah yang ada di depannya.

"A-A-Ano.."

.

"Oi? Apa yang kau lakukan disini?"

Di Mata Yukata, Nampak seorang lagi yang terlihat. Sekarang adalah sosok yang dikenalinya. Rambut pirang yang familiar.

Yukata menatap Sara dan Naruto bergantian.

"Err.. Kenapa ka-"

Naruto jelas yang paling terkejut melihat gadis ini di depan pintu rumahnya.

Yah, Melihat Naruto bersama salah satu anggota klub drama Iwa-Art sudah membuktikan sesuatu-

"KYAAA Naruto Senpai Pengkhianat~" Detik berikutnya Gadis ini malah berlari menjauh sembari berlinang air mata bak adegan dalam sebuah anime.

"Oii!"

.

Sasuke side / 2-1 Cafe / Malam Hari.

"Taruh disana saja Sasuke." perintah Ino kepada Sasuke yang membawa barang dengan kedua tangannya.

"Hn." Sasuke hanya menyahut pelan kemudian meletakan kardus yang ia bawa ke meja counter.

"Hahh~ capeknya." Sasuke bisa mendengar Sakura sedikit mengeluh.

"Iyaa.. Kukira Leaf Street sampai ke Sekolah tidak cukup jauh. Tapi ternyata capek juga berjalan kesini sembari membawa barang." Sahut Ino.

Shino yang merasa tugasnya sudah slesai, langsung berpamitan untuk mengecek persiapan galeri pameran di aula. Meninggalkan Sasuke disini bersama tiga orang gadis.

"Hah.. Seharusnya kau mengajak Naruto dan Shikamaru! Sasuke." protes ino kemudian. Dia duduk di salah satu kursi di samping Sakura.

Yah, mana Sasuke tau. Sasuke hanya mengira kalau yang dimaksudkan memindahkan barang oleh Sakura adalah hanya beberapa barang yang dapat diatasi Sasuke sendiri. Sasuke bahkan tidak mengharapkan Ino, Shino dan Hinata ada disana tadi.

"Mereka sibuk." Balas Sasuke sekenanya.

Ino hanya menghembuskan nafas dalam. Detik berikutnya, Ino dan Sakura sudah larut dalam pembicaraan. Yah, pembicaraan yang Sasuke tidak mengerti. Kau tau? saat dua orang prempuan ngobrol diantara seorang laki laki, pasti percakapan yang didengar oleh sang laki-laki adalah percakapan bak bahasa latin.

Sasuke lalu menoleh ke gadis lain yang ada di situ. Dia lebih suka menyendiri, Bahkan malah asyik dengan Gadgetnya. Sasuke mencoba menghampiri gadis itu.

.

"Ada apa? Kalau tidak penting sebaiknya jangan menganggu." Belum sempat Sasuke berucap, Gadis itu sudah menyahut telebih dahulu.

Sasuke sedikit terintimidasi oleh ucapan gadis ini.

"Hm. Kau berubah banyak."

Yah, Ini adalah percakapan pertama Sasuke dengan gadis ini semenjak gadis ini kembali terlihat. Walau sebenarnya, sewaktu SMP Sasuke jarang melakukan percakapan dengan gadis ini.

"..."

Gadis ini terdiam. Seakan tidak mau menggubris pernyataan Sasuke.

"Hinata.." Sasuke bersuara lagi.

Hinata menhela nafas dalam.

"Apa maumu?" Kali ini perhatian gadis ini sepenuhnya diberikan kepada Sasuke.

Yah, Yang masih membuat Sasuke penasaran adalah koneksi antara Naruto dan gadis ini.

"Soal Naru-"

"STOP!"

Sasuke sedikit terkejut saat perkataannya di potong.

"Aku tidak suka mengungkit masalah lama." Balas Gadis ini.

Yah, Sasuke sedikit terganggu dengan sifat baru gadis ini. Sebenarnya, sewaktu SMP Sasuke sempat suka dengan gadis ini, karena sifatnya yang terlampau lembut. Berbeda dengan gadis gadis yang sering Sasuke temui. Namun Sayangnya, dia hanya memperhatikan Naruto.

Mungkin itu yang membuat Sasuke memukul keras kepala durian itu saat gadis ini menyatakan perasaannya.

"Apa kau... Memaafkannya?" tanya Sasuke ragu. Berharap gadis ini mengiyakan dan tidak bersambung ke konflik yang berkelanjutan.

Namun gadis ini malah mendecih tidak suka.

"Tch... Dia bahkan tidak pernah meminta maaf." Bela gadis itu. Tangannya sedikit mengepal.

"..." Sasuke diam.

.

.

"Maa. Biarlah.. Dia juga nggak melakukan kesalahan kok.." Lanjut Hinata. Rautnya berubah santai. Menganggap enteng, Terlalu enteng malah. Membuat Sasuke ragu.

Yah, Hal yang dianggap enteng tapi mempengaruhi gadis ini sampai menghilang setahun lebih. Ke-entengan yang tidak biasa.

"..." Sasuke masih diam.

"..." Hinata juga diam. Dia masih sibuk dengan gadgetnya.

Merasa tidak akan ada kata yang keluar dari gadis ini, Sasuke segera berbalik dan menjauh.

.

.

"Nee.. Uchiha.."

DEG! Sasuke tertegun saat Hinata memanggil Sasuke dengan marganya. Yah, Sebuah sindiran yang menusuk.

Karena dulu semua teman sekelas Hinata selalu dipanggil dengan nama depan. Bahkan dengan sufiks -kun / -san

"..Otou-sama titip salam kepada Ayahmu." Lanjut Hinata kemudian.

Sasuke menoleh sebentar. Mengamati gadis ini, namun pandangan gadis ini masih tertuju ke gadgetnya.

Sasuke diam sebelum menyahut,

"Ya."

.

~iwdwiw~

.

FoREVer Street

"Jadi? Kalian bukan pengkhianat kan?" tanya Yukata memastikan.

Shikamaru dan Naruto hanya berjalan pelan di samping gadis ini. Yah, mengejutkan sih melihat salah satu murid Konoha Gakuen yang tidak diharapkan kehadirannya tiba tiba mengetuk pintu rumah. Padahal keadaan di rumah sangat kacau.

"Bodoh. Mereka hanya menginap untuk sementara." sahut Shikamaru.

"M-M-M-Menginap? Kya! A-Apa kalian satu kamar?" Yukata malah bertanya aneh aneh.

"Tentu saja tidak!" Balas Shikamaru lagi.

Yah, repot jadinya kalau udah ketahuan begini. Apalagi kepergok dan dikit dikit disambungkan dengan imajinasi iykwim.

"Hahh... Matsuri-chan pasti terkejut dengan ini." Lanjut Yukata.

"O-Oi! Kau tidak boleh mengatakannya kepada Matsuri!" Naruto kini yang mulai paranoid.

"Kenapa?" Yukata memiringkan kepalanya.

Yah, Naruto sudah bisa memprediksi endingnya. Dimana gadis itu akan-

..

Ekspektasi

"WUAPA?! NSS-SENPAI BERKHIANATT?!" Teriak Matsuri terkejut.

Yukata hanya mengangguk pasrah.

"Tch." Matsuri mendecak tidak suka. Dia lalu melirik ke naskah yang ada di mejanya. Senyum iblis terpampang jelas di wajah polosnya.

Dia lalu mulai mengganti satu persatu peran yang sudah ditetapkan.

"Sasuke-senpai akan menjadi rumput..."

"...Shikamaru-senpai akan menjadi pohon..."

"...Dan Naruto-senpai akan menjadi batu kerikil."

"Err.. Matsuri chan?" Yukata melirik ragu Matsuri yang kini tengah mencoret coret naskah tak berdosa itu.

"Oh benar! Kita akan tambahkan adegan mencincang dedaunan dan bebatuan menggunakan pedang asli!" Gumam Matsuri.

"Oi Matsuri! Itu berlebihan kau ta-"

DUAKH!

Gaara langsung terkapar bersimbah darah tanpa bisa menyelesaikan kalimatnya.

"... Dan.. Gaara senpai akan menjadi ranting."

End Of EKspektasi

.

.

"POKOKNYA JANGAN KAU BERITAHU DIA!" Bentak Naruto.

"..."

Yah, Bila itu terjadi, dia bersumpah akan kabur dan pindah ke fandom Boboiboy.

.

.

Skip

Suasana lain langsung menyambut Naruto dan Shikamaru saat mereka memasuki pekarangan Konoha Gakuen. Belasan stand yang dalam persiapan. Sebuah panggung outdor yang sedang dilakukan check sound, Lampion, dan beragam objek lain yang seharusnya tidak ada di Konoha Gakuen saat hari hari biasa.

Naruto bahkan bisa melihat sebuah stand pernak pernik berlogo awan merah yang salah satu penjaganya tengah menata baju bertuliskan 'I Love Jashin-sama'.. Err.. Oke, Abaikan yang itu.

Tengah asyik menikmati pemandangan ala kota festival, ketiga orang itu dikagetkan oleh sebuah suara.

"Oy Kalian."

Mata Naruto hampir saja lepas dari tempatnya saat dia menyadari siapa yang memanggilnya.

"D-D-D-DARUI!" Teriak Naruto kaget.

"Kau.. Kalau tidak salah, Naruto Namikaze." ucap orang yang bernama Darui itu.

Tunggu.. Apaa yang dilakukan orang ini disini?! Berburu?

Yukata yang tidak tau siapa orang ini tentu menatap heran. Yang ia lihat adalah seorang pria berkulit coklat yang menggunakan seragam polisi. Yukata bisa mengasumsikan kalau pria ini dari kepolisian. Namun, aneh melihat di punggung pria ini tertengger manis empat buah Katana. Apa polisi sekarang diwajibkan menguasai skill berpedang?

"A-Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Naruto kaku.

"Jadi? Kalian benar benar masih SMA?" Darui malah balik bertanya.

Urat nadi di kepala Naruto mengeras.

Yah, Shikamaru yang menyadariya, orang ini seragam dinasnya telah berganti. Kemungkinan besar, dia dipindah tugaskan. Terlihat jelas, dia tidak akan bertanya lebih jauh.

Shikamaru tanpa sengaja melirik keempat pedang yang dibawa Darui. Ia tentu mengenalinya.

"Itu? Bukankah itu pedang yang kau sita dari kami?" tanya Shikamaru heran.

Mendengar pernyataan Shikamaru, Darui malah menyeringai. Dia mengepalkan tangannya.

.

"Kalian pasti tau Kalau pedang ini berhantu dari awalnya kan?" ujar Darui.

"Ha?" Shikamaru dan Naruto tidak mengerti.

DUAKH DUAKH!

Naruto dan Shikamaru mendapat pukulan di ubun ubun tiba tiba.

"WOI!"

Namun Darui malah mengabaikan.

".. Sayang sekali. Butuh lebih dari pedang berhantu untuk mengalahkanku! Bahkan pedang ini sudah tidak berani bergemrincing dimalam hari sekarang." Ujar Darui. Ah Satsuga Darui. Hantu pun takut padanya.

Naruto dan Shikamaru tentu tidak mengerti apa yang dimaksudkan orang ini.

Darui lalu menatap Naruto tajam.

"KAU! Cobalah mengacau lagi! Supaya aku bisa menggunakan pedang ini untuk menebas kepalamu." ucap Darui.

GLEK!

Naruto menelan ludah. Yah, Sepertinya Festival ini tidak sepenuhnya menyenangkan.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Yosh,, Hanzama Is Back! Okree.. Kembali lagi dengan fic abal iwidwiw.. Maaf harus mengundur jadwal pembukaan festival lagi. Namun hanzama sedang bekerja dalam rencana untuk membuat awal festival yang 'tidak biasa' untuk mereka bertiga.

jadi, harap bersabar, mungkin festival dimulai di chapter 63. Chapter ini masih ada lanjutannya sih, tapi Hanzama putuskan untuk membaginya menjadi dua chapter supaya lebih tertata. Jadi.. Hanzama akan usahakan apdet 'Teritory Bagian 2' nya besok, Atau paling lambat lusa. Um,, Hanzama gak janji sih,, tapi hanzama Usahakan :)

Nah Untuk sahabat reviewer yang minta -

Kagura Harukaze : Saya harap bisa ada adegan crossover juga sih dengan FT...ah...abaikan. Kalo ada kesempatan saya akan senang, tapi kalo nggak ya gpp juga.

Answer : Nah, Untuk sekedar spoiler. Untuk chapter khusus festival, Hanzama akan adakan beberapa adegan "Break The Crossover Wall" Jadi.. yah,, itu kejutan.. #dor

Okesip, mungkin itu..

Maaf bila ada salah kata, Sekian dari Hanzama, semoga reader sukses selalu.

KRITIK DAN SARAN

V

V

V

V

V